cover
Contact Name
Herna Hirza
Contact Email
hirzaherna0@gmail.com
Phone
+6281397728339
Journal Mail Official
grenek@unimed.ac.id
Editorial Address
JL. Willem Iskandar Pasar v Medan Estate
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Grenek: Jurnal Seni Musik
ISSN : 23015349     EISSN : 25798200     DOI : https://doi.org/10.24114/grenek.v10i1
Grenek : Jurnal Seni Musik merupakan jurnal yang dikelola oleh prodi pendidikan musik jurusan sendratasik FBS Unimed. Grenek: Jurnal Seni Musik menyajikan persoalan dan isu-isu terkini tentang musik di Indonesia terkhusus di Sumatera utara. Grenek : Jurnal Seni Musik secara khusus membahas tentang pendidikan musik, penyajian musik, pengelolaan musik, penciptaan musik, serta pengkajian musik.
Articles 403 Documents
Komunikasi Musikal dalam Konteks Upacara Adat Kematian pada Masyarakat Batak Toba Simangunsong, Emmi; Saragih, Ronald Heriko; Galingging, Kamaluddin; Waruwu, Happy Majesty; Siburian, Jeri
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 14 No. 1 (2025): Grenek: Jurnal Seni Musik (June)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v14i1.65598

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis komunikasi musikal dalam konteks upacara adat kematian pada masyarakat Batak Toba melaui interaksi yang terjadi antara music gondang, tortor (tarian adat) dan unsur-unsur dalihan na tolu. Penelitian ini menggunakan  metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukandengan observasi, wawancara, danstudi pustaka dengan teknik keabsahan data yaitu trianguasi data untuk menelaah, mengeksplorasi dan mengolah pustaka yang terkait dengankomunikasi musikal, dalihan na tolu, musik gondang dan tortor.  Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa musik gondang, tortor dan adat dalihan na tolu sangat erat hubungannya dalam pelaksanaan upacara adat kematian pada masyarakat Batak Toba yang memperlihatkan adanya pesan komunikasi musikal  non verbal tetapi dapat dipahami di antara unsur-unsur dalihan na tolu yaitu hula-hula, dongan tubu dan boru. Gerakan tortor,   tempo dan melodi musik gondang yang dimainkan pargonsi (pemain musik gondang) berfungsi sebagai komunikator dalam mewujudkan komunikasi musikal non verbal antara unsur-unsur dalihan na tolu, khususnya antara hula-hula dan boru.
Musicological Study: Analysis of Laras Ganda in The Song “Angin” by Mang Koko Maulana, Marsel Ridky; Saputra , Raffa Arya; Sutisna , Diynan Prayuga; Kartono P, Alfin Pradinata
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 14 No. 1 (2025): Grenek: Jurnal Seni Musik (June)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v14i1.65601

Abstract

Mang Koko's song “Angin” represents an innovation in Sundanese karawitan that develops a creative and innovative application of laras ganda. This study aims to explore the application of laras ganda, namely the combination of laras salendro and laras madenda in the composition and analyze its impact on the musical dimension and artistic expression. Using a content analysis method based on a qualitative approach, this research utilizes data in the form of sheet music and audio recordings as the main study material. The results of the analysis show that the use of laras ganda in the song “Angin” is systematically designed to present a harmonious and profound transition of atmosphere. The alternation between laras not only enriches the complexity of the musical structure but also strengthens the aesthetic appeal and emotional narrative of the song. This reflects Mang Koko's ability to combine traditional values with musical innovation, making this work relevant in various cultural contexts, both traditional and modern. Thus the laras ganda in the song “Angin” functions as a key aspect in creating a unique diversity of musical colors while affirming the position of Sundanese karawitan as a dynamic, adaptive and progressive art in facing the challenges of the times.
Analisis Makna Lagu Salam Horas pada Album Batak Muslim Bershalawat Sigalingging, Helsiana; Suroso , Panji; Tarigan, Kumalo
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 14 No. 1 (2025): Grenek: Jurnal Seni Musik (June)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v14i1.65621

Abstract

Artikel ini berjudul “Analisis Makna Lagu Salam Horas Pada Album Batak Muslim Bershalawat”. Penelitian ini mengkaji tentang makna lagu Salam Horas yang ada pada album Batak Muslim Bersholawat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang penulis gunakan dalam mengungkap permasalahan pada penelitian ini adalah teori semiotika Rolland Barthes. Adapun yang menjadi sampel dari penelitian ini adalah lagu Salam Horas dari album Batak Muslim Bersholawat dan yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah komunitas PERPERIS (persatuan perkumpulan Islam Samosir) dikota Medan. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan lagu Salam Horas merupakan lagu rohani tradisi Batak Toba yang berisikan nilai-nilai keislaman diciptakan oleh Dr. H. Marhaban Sigalingging. Lagu salam horas memiliki makna yang berupa nilai nilai agama Islam yang cenderung mengajak pendengar dalam menjalankan perintah agama. Makna konotasi dari lagu ini yaitu keinginan penulis lagu dalam memperbaiki kehidupan masyarakat Batak Toba yang beragama Islam dalam menjalani kehidupan bersosial.
Gradual Drum Curriculum For Elementary Students: Integrating Reading Notation and Performance Practice Sembiring, Piter; Sukmayadi , Yudi; Gunara , Sandie
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 14 No. 1 (2025): Grenek: Jurnal Seni Musik (June)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v14i1.65622

Abstract

This research examines the development of the drum curriculum at Favore Music with a gradual approach to reading and playing notation. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results show that a gradual approach to learning drums improves the understanding of notation systematically, starting from simple to complex rhythmic patterns. This learning model integrates hand-foot coordination techniques, improvisation, and exploration of various musical genres. The implementation of this curriculum not only has an impact on improving students' technical skills but also motivates them to learn in a more interactive and enjoyable way. With an adaptive learning structure, this curriculum can be applied in various music education contexts. These findings contribute to innovation in music education, especially in more effective and structured drumming.
Pola Asuh Seniman Sunda dalam Pembentukan Profesionalisme Mahasiswa Musik Jaohari, Enry Johan; Karyono, Tri; Purwanto , Andrian
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 14 No. 1 (2025): Grenek: Jurnal Seni Musik (June)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v14i1.65624

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi peran pola asuh dalam keluarga seniman Sunda terhadap pembentukan profesionalisme mahasiswa musik di Program Studi Musik FPSD UPI. Studi kasus pada dua mahasiswa, Wilky Leonady dan Fiqri Hidayatussafar, mengungkap bagaimana nilai-nilai budaya seperti disiplin, etos kerja, tanggung jawab, kreativitas, dan kerja keras yang ditanamkan sejak dini membentuk karakter bermusik yang profesional. Dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, penelitian ini melibatkan wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh keluarga seniman Sunda tidak hanya memengaruhi keterampilan bermusik tetapi juga membentuk etos kerja dan kedisiplinan yang tinggi pada mahasiswa. Proses pembelajaran yang berbasis nilai budaya ini memberikan implikasi positif terhadap pengembangan profesionalisme musisi muda. Kesimpulannya, nilai budaya yang kuat dalam pola asuh keluarga seniman Sunda memainkan peran krusial dalam membentuk karakter profesional mahasiswa musik, memberikan wawasan berharga bagi pendidikan musik yang menekankan pada pengembangan keterampilan dan karakter secara seimbang.
Pembelajaran Violin Berbasis Kurikulum Belajar dan Bermain di Komunitas Musik POSS Surabaya Putro, Ragil Anggoro; Yanuartuti, Setyo; Handayaningrum , Warih; Trisakti
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 14 No. 1 (2025): Grenek: Jurnal Seni Musik (June)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v14i1.65648

Abstract

Komunitas musik POSS adalah salah satu komunitas musik di Surabaya yang masih eksis dari dulu hingga saat ini. Jenis penelitian ini adalah deskribtif kualitatif. Kurikulum yang ada pada komunitas ini menarik untuk diteliti. Keunggulan komunitas ini adalah pembelajarannya yang berbasis di lapangan dan interaksi langsung dengan penonton serta menekankan pembelajaran yang menyenangkan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa kurikulum pembelajaran violin yang ada pada komunitas Musik POSS. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, pembelajaran violin dalam komunitas ini menggunakan kurikulum yang fleksibel dan terbuka untuk siapa saja yang mau berkontribusi, dengan catatan pedoman atau patokan adalah teori Suzuki violin book. Pengumpulan data menggunakan beberapa teknik mulai dari observasi, wawancara, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, kemudian dirangkum, kemudian data disajikan.
Instrumen Saron dan Angklung (Sarlung) sebagai Proses Kreatif di Komunitas O.M.C Production Banyuwangi Alhaqqi, Soumi Aulia; Handayaningrum, Warih; Rahayu, Eko Wahyuni; Sabri, Indar
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 14 No. 1 (2025): Grenek: Jurnal Seni Musik (June)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v14i1.65649

Abstract

Sarlung adalah alat musik dolanan yang terbuat dari bambu berbentuk seperti saron. Proses kreatif dalam pembuatan alat musik Sarlung melibatkan serangkaian langkah yang kompleks, yang tidak hanya menggabungkan keterampilan teknis tetapi juga imajinasi dan inovasi. Artikel ini bertujuan untuk mengungkap tahapan-tahapan dalam proses kreatif pembuatan alat musik Sarlung di komunitas O.M.C Production, dengan mengacu pada teori-teori kreativitas seperti yang diajukan oleh Graham Wallas. Dimulai dengan tahap persiapan (preparation), yaitu riset dan pengumpulan informasi tentang bahan, desain, dan prinsip dasar suara, dilanjutkan dengan tahap inkubasi (incubation) yang melibatkan pemikiran bawah sadar yang memunculkan solusi kreatif. Tahap berikutnya adalah iluminasi (illumination), di mana ide-ide baru muncul secara tiba-tiba, dan diakhiri dengan verifikasi (verification), yang menguji dan menyempurnakan ide melalui eksperimen dan pengujian praktis. Penekanan pada integrasi pengetahuan teknis, kreativitas musikal, serta motivasi eksplorasi memungkinkan penciptaan alat musik yang tidak hanya fungsional tetapi juga inovatif. Artikel ini juga membahas bagaimana proses kreatif dalam pembuatan alat musik dapat berkontribusi pada perkembangan dunia musik, serta pentingnya peran eksperimen dan refleksi dalam menghasilkan karya yang orisinal.
GONDANG BATAK TOBA PADA PESTA PERNIKAHAN MASYARAKAT JAWA DI KABUPATEN ASAHAN (STUDI TERHADAP FUNGSI DAN MAKNA GONDANG BATAK) Tamba, Lambertus
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 2 No. 3 (2013): Grenek Music Journal
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v2i3.3880

Abstract

This study aims to determine the factors that cause Gondang Batak Toba used in Javanese wedding in Asahan District, to determine the presentation of the Toba Batak Gondang Javanese wedding ceremony in Asahan District, and to know the functions and Meaning Gondang Batak Toba in Javanese wedding ceremony in Asahan.In this study, the deepening of discussions Gondang writing Batak Toba, music theory, form of presentation, concept shape theory, theory of functions and meanings.The metode in this study uses a qualitative description method. Location of the study was conducted in Asahan area.In the present study found that the form of presentation of the data at this party Gondang Batak used after the event is finished izab. ie at the time of the event manortor and entertainment events. Functions and Gondang here used as entertainment, because the functions held are no longer used as a means of culture that is traditional, which typically has a sacred values ‹‹when its use as used in Javanese wedding. 're Right Gondang meaning in this event only as a means of connecting the social interaction between ethnic Batak and Javanese.
The Singing Style of Kamariah Noor: An Analytical Study of Singing Style in Lagu Melayu Asli Junaidi , Syazwan bin; Saidon, Zaharul Lailiddin bin
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 14 No. 1 (2025): Grenek: Jurnal Seni Musik (June)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v14i1.67727

Abstract

The preservation and revitalization of traditional musical performance practices represent critical challenges in contemporary ethnomusicological discourse, particularly within the context of Malay musical heritage. This research proposes a comprehensive strategy for rejuvenating Lagu Melayu Asli (LMA) through systematic integration of Kamariah Noor’s (KN) distinctive singing style, which have been marginalized by current performance standardization. This research also examines the distinctive vocal characteristics and musical techniques of KN, a prominent singer in LMA. Through comprehensive discographic analysis and expert interviews, this study explores KN’s unique singing style, focusing on her singing motifs in the singing style of LMA.
From Golden Maknae to Global Soloist: A Narrative Study on Jungkook’s Artistic Journey Permatasari, Amaliya Indah
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 14 No. 2 (2025): Grenek: Jurnal Seni Musik (December)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v14i2.67366

Abstract

This article examines Jungkook’s artistic journey in his solo album Golden through a qualitative descriptive approach with narrative and thematic analysis methods. The Golden album is viewed not just as a musical work, but as an emotional narrative that displays a spectrum of experiences of love, loss, longing, and self-acceptance framed in the representation of lyrics, music videos, and media. Each song is analyzed as a form of expression of Jungkook’s identity that develops from the figure of BTS’s “Golden Maknae” to an autonomous and reflective global soloist. The research findings reveal that Golden's songs exhibit intertwined emotional and relational patterns, showcasing the psychological complexity and emotional maturity they offer to listeners. In addition, the audio-visual representation in the music video and Jungkook’s appearance in various international media strengthen the public’s interpretation of his new identity as a solo artist. This article highlights the importance of reading popular music works not only as entertainment products but also as narrative and emotional artifacts that mediate the relationship between artists and listeners in the context of global culture and the digital era.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2 (2025): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol. 14 No. 1 (2025): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol. 13 No. 2 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol. 13 No. 2 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 13 No. 1 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol. 13 No. 1 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 12 No. 2 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol 12, No 2 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 12 No. 1 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol 12, No 1 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 11 No. 2 (2022): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol 11, No 2 (2022): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 11 No. 1 (2022): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol 11, No 1 (2022): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 10 No. 2 (2021): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol 10, No 2 (2021): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 10, No 1 (2021): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 10 No. 1 (2021): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol 9, No 2 (2020): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 9 No. 2 (2020): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol. 9 No. 1 (2020): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol 9, No 1 (2020): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 8, No 2 (2019): Grenek : Jurnal Seni Musik Vol. 8 No. 2 (2019): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol. 8 No. 1 (2019): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol 8, No 1 (2019): Grenek : Jurnal Seni Musik Vol 7, No 2 (2018): Grenek : Jurnal Seni Musik Vol. 7 No. 2 (2018): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol 7, No 1 (2018): Grenek : Jurnal Seni Musik Vol. 7 No. 1 (2018): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol 6, No 2 (2017): Grenek : Jurnal Seni Musik Vol. 6 No. 2 (2017): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol 6, No 1 (2017): Grenek : Jurnal Seni Musik Vol. 6 No. 1 (2017): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol. 2 No. 3 (2013): Grenek Music Journal Vol 2, No 3 (2013): Grenek Music Journal Vol 2, No 2 (2013): Grenek Music Journal Vol 2, No 1 (2013): Grenek Music Journal Vol 1, No 3 (2012): Grenek E-Jurnal Vol 1, No 2 (2012): Grenek E-Jurnal Vol 1, No 1 (2012): Grenek E-Jurnal More Issue