cover
Contact Name
Cut Dewi
Contact Email
cutdewi@usk.ac.id
Phone
+628116881515
Journal Mail Official
raut@usk.ac.id
Editorial Address
Jl. Tengku Syech Abdur Rauf No.7, Kopelma Darussalam, Kec. Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Aceh 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal RAUT
ISSN : -     EISSN : 30482070     DOI : -
Core Subject : Engineering,
The RAUT journal seeks works that advance the discourses on spatial-related fields from multiple perspectives in various design and planning-related disciplines: architecture, urban planning, landscape, interior, and also humanities and engineering. It is published two times a year, consisting of both guest-edited special issues, as well as open issues. The journal seeks works to communicate and improve empirical knowledge and theoretical understanding of architecture and urban planning in view of global challenges and their local manifestations. This includes the reality of climate change, economic and urban growth, new technologies and societal, political and cultural shifts. Submissions are also invited in the forms of empirical research, desk study, book reviews, projects and exhibitions that are intended to challenge and extend the ideas of architecture and urban planning. This journal also gives special attention to Vernacular Architecture, Post-disaster studies, and Islamic City and Architecture.
Articles 53 Documents
Pengaruh Desa Wisata Terhadap Perubahan Guna Lahan, Sosial Dan Ekonomi Di Gampong Nusa, Kabupaten Aceh Besar, Aceh Siti Salsabila Ulfah; Putra Rizkiya; Zahrul Fuady; Zainuddin Zainuddin
Jurnal RAUT Vol 10, No 2 (2021): EDISI JULI-DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/raut.v10i2.25668

Abstract

The tourism village in Gampong Nusa, Aceh Besar Regency was initiated by women group. It started as a waste processing program in 2006. Then it became a community-based tourism village in 2015, offering beautiful view and Acehnese traditional rural life. A growing number of local and international tourists visited the village. The tourism village can cause changes in land use and social-economic aspects. This research studies the effect of tourism village in Gampong Nusa on land use, social and economic changes using quantitative and qualitative data. The analysis used is descriptive qualitative analysis. The image interpretation analysis is utilized to study the land-use change. This study found that the tourism village in Gampong Nusa caused a land-use conversion from non-built-up area to built-up area to support tourist needs such as accommodation. It also affects social changes. Attitude change is shown by the growing community support for tourism and its openness towards tourists. The behavior changes is represented by the high interactions with tourists. The changes in economic aspects are the growth of job opportunities and income. The community-based tourist village program with positive impact on the economy, social and land use show that Gampong Nusa has implemented a sustainable tourism concept.
KEBERADAAN ANGIN PADA HUNIAN TIPE 70M2 (SEBUAH SIMULASI KENYAMANAN TERMAL HUNIAN) Teddy Permana; Husnus Sawab
Jurnal RAUT Vol 9, No 2 (2020): EDISI JULI-DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/raut.v9i2.20698

Abstract

Kondisi iklim dan pola aliran angin sangat berpengaruh terhadap pembentukan kenyamanan penghuni untuk memperoleh penghawaan alami. Hal yang perlu diperhatikan adalah bukaan karena merupakan faktor penting untuk masuknya aliran angin. Selain luas bukaan, hal lain yang perlu diperhatikan adalah letak bukaan tersebut terhadap arah angin dominan sehingga dapat diperoleh hasil yang maksimal. Volume bukaan akan berpengaruh juga terhadap pergantian udara sebagai salah satu syarat untuk sebuah rumah yang sehat dan nyaman bagi penghuninya sehingga tidak mengganggu segala aktifitas yang mereka lakukan sehari-hari. Langkah-langkah diatas merupakan salah satu cara untuk memperoleh kenyamanan di dalam sebuah rumah. Selain dari letak dan besar bukaan hal terpenting adalah bentuk dari bukaan itu sendiri yang mempunyai pengaruh terhadap volume udara yang masuk kedalam ruangan.
EKSTERIOR ASRAMA MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH ACEH Herli Yasmadi; Nasrullah Ridwan; Masdar Djamaluddin
Jurnal RAUT Vol 9, No 2 (2020): EDISI JULI-DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/raut.v9i2.20699

Abstract

Perencanaan Asrama Mahasiswa Muhammadiyah tentunya untuk memenuhi kebutuhan para mahasiswa Muhammadiyah khususnya yang berasal dari luar daerah akan rumah tinggal, dengan adanya pengadaan asrama ini maka akan sangat membantu mengurangi biaya hidup mahasiswa dan mempermudah mereka untuk menjalankan pendidikan yang lebih baik tanpa memusingkan hal lainnya serta mengurangi dampak negative dari banyaknya masalah hunian- hunian kost yang banyak menimbulkan dampak negative baik pada lingkungan, maupun dalam hal kriminalitas dalam kehidupan bermasyarakat. Pada Perencanaan Asrama ini, penulis menerapkan tema arsitektur modern, dengan tolak ukur mengacu pada teori Arsitektur Jengki dan salah satu teori Arsitektur Modern Le Corbusier. Teori-teori tersebut di terapkan pada eksterior bangunan dengan tujuan untuk nilai estetika pada bangunan yang tidak terlepas dari tahapan analisis terhadap bangunan. Elemen-elemen teori yang diterapkan pada eksterior asrama ini antara lain yaitu atap teras datar yang disangga oleh tiang besi berbentuk V dan berbaris rapi. Terjadi pengulangan bentuk garis vertikal dan horizontal pada penerapan material cladding dinding yang diambil dari teori Le Corbusier. Bentuk dan pengulangan bukaan verticalhorizontal yang juga diambil dari teori Le Corbusier dan diterapkan pada bangunan.
EVALUASI DESAIN VENTILASI UNTUK PENCAPAIAN KENYAMANAN TERMAL PADA BANGUNAN SEKOLAH Nizarli Nizarli; Husnus Sawab; Teuku Ivan
Jurnal RAUT Vol 9, No 2 (2020): EDISI JULI-DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/raut.v9i2.20693

Abstract

Bermacam bentuk (desain) ventilasi yang tertampilkan difasad (wajah) sekolah saat ini memberikan nilai positif sebagai ide pemecahan masalah kenyamanan termal. Hal ini berkaitan dengan tema pembangunan yang tengah digalakkan, yaitu arsitektur ramah lingkungan dan hemat energi. Bentuk yang beraneka tersebut memunculkan ide menganalisa desain yang efisien untuk diterapkan pada iklim Aceh.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah desain model ventilasi yang sudah ada bisa memberikan kenyamanan termal (physiological cooling) bagi pengguna, sehingga tekanan psikis (stress) siswa sekolah dapat dikurangi.. Materi penelitian meliputi pengamatan terhadap pergerakan aliran udara yang terjadi di dalam ruangan, yang berdampak kepada kondisi temperatur ruang dan persepsi termal pelaku, dengan kondisi iklim Banda Aceh. Metode yang dilakukan adalah mengukur kecepatan angin yang masuk ke dalam ruang, kondisi temperatur kelembaban dan persepsi kenyamanan termal pengguna. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan alat yang dapat mengukur kecepatan angin, suhu, kelembaban dan keceriangan terang langit, yaitu: Anemometer dan Hygrometer.Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain ventilasi yang ada sudah bisa memberikan kenyamanan, walaupun tidak secara maksimal. Hal lain yang turut memberikan kontribusi yang sangat berarti adalah adanya piazza yang berfungsi sebagai pengumpul angin untuk selanjutnya didistribusikan ke segala arah.
ADAPTASI RUMAH TRADISIONAL ACEH TERHADAP GEMPA BUMI Burhan Nasution; Zulfikar Taqiuddin
Jurnal RAUT Vol 9, No 2 (2020): EDISI JULI-DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/raut.v9i2.20694

Abstract

rovinsi Aceh merupakan salah satu daerah di Indonesia yang termasuk daerah paling sering digoyang gempa bumi. Bencana gempa bumi yang cukup besar terjadi di Aceh pada tanggal 26 Desember 2004 dengan kekuatan gempa 9,3 SR, ini merupakan gempa terkuat yang pernah ada di Indonesia. Dari peta pembagian wilayah gempa berdasarkan tingkat kekuatan gempa kita dapat menganalisa elemen konstruksi mana saja dari rumah Aceh yang merupakan elemen konstruksi hasil adaptasi dengan gempa bumi yang sering terjadi di Aceh dengan cara membandingkan elemen konstruksi yang terdapat pada beberapa arsitektur tradisional di daerah lain di Indonesia yang tingkat kekuatan gempanya lemah seperti pada wilayah gempa 1 dan 2. Adaptasi Rumah Tradisional Aceh terhadap gempa terdiri dari penggunaan sistem struktur rangka portal tiga dimensi, material struktur yang digunakan adalah kayu keras dan bersifat elastis. material penutup menggunakan matrial yang ringan seperti daun rumbia sebagai bahan penutup atap dan ayaman bambu atau papan kayu sebagai penutup dinding, sistem pondasi yang digunakan adalah sistem tumpuan sendi di mana tiang bangunan diletakkan di atas sebuah batu, sistem sambungan antara kolom dan balok mrnggunakan sistem pasak dan lubang yang bersifat kaku, denah berbentuk segi empat, serta proporsi lebar dan tinggi Rumah Aceh 1 : 0,78, dimana lebar bangunan lebih besar jika dibandingkan tingginya maka Rumah Aceh dapat dikatakan aman dari bahaya guling bila terjadi gempa.
TEMA RANCANGAN SUSTAINABEL (Tinjauan Tema pada Bangunan COMMERZBANK) Ardian Ariatsyah; Safwan Safwan; Nizarli Nizarli
Jurnal RAUT Vol 9, No 2 (2020): EDISI JULI-DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/raut.v9i2.20695

Abstract

Tujuan proses perancangan adalah menafsirkan dan menjawab kebutuhan manusia, untuk menghasilkan pelayanan, fasilitas dan bentuk dalam rangka penerapan sumber serta nilai budaya yang tersedia. Dalam dasawarsa ini konsep perancangan telah kembali diarahkan ke konsep sustainable architecture, yaitu sebuah konsep perancangan yang berkelanjutan. Hal ini tidak terlepas dari gerakan penghematan energi dengan berprinsip pada pendayagunaan lingkungan natural yang dimulai dari bentuk tatanan bangunan hingga aspek sosiokultural. Selanjutnya dalam tulisan pertama ini, yang bertemakansustainbel, akan dibahas konsep rancangan sebuah bangunan sehingga nantinya akan menjelaskan cara maupun interpretasi tema tersebut pada rancangan bangunanCommerzbank.Metode yang dilakukan dalam pengamatan ini adalah dengan telaah studi pustaka, yang mengambil beberapa teori dari pakar tema rancangan sustainabel.
Penerapan Arsitektur Hijau pada Perancangan Gedung Serbaguna di Subulussalam Assingkily, Rizqie; Zahrah, Aghnia; irfandi, Irfandi
Jurnal RAUT VOLUME13, No 2 (2024): EDISI JULI-DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/raut.v13i2.44323

Abstract

Kota Subulussalam, yang terletak di barat Provinsi Aceh, mengalami pertumbuhan penduduk yang pesat, mendorong perkembangan pola pikir dan sistem sosial masyarakat. Aktivitas masyarakat yang semakin aktif dalam menyelenggarakan berbagai acara seperti konvensi, eksibisi, pertunjukan seni, dan olahraga memerlukan fasilitas yang memadai. Saat ini, Subulussalam hanya memiliki dua aula berskala kecil dengan kapasitas 350-500 orang, yang terbatas dalam mendukung berbagai jenis kegiatan berskala besar. Hal ini menunjukkan kebutuhan mendesak akan gedung serbaguna yang dapat menampung berbagai acara dan kegiatan dengan lebih efektif, serta mengatasi tantangan seperti cuaca dan fasilitas terbatas di lapangan terbuka. Perancangan gedung serbaguna ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan tersebut tetapi juga mengintegrasikan prinsip Arsitektur Hijau untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Tujuan utama untuk menciptakan fasilitas yang mendukung berbagai kegiatan masyarakat serta menerapkan prinsip arsitektur ramah lingkungan. Manfaatnya meliputi penyediaan fasilitas yang memadai dan peningkatan kapasitas untuk kegiatan masyarakat di Subulussalam. Ruang lingkup perancangan mencakup penyesuaian dengan peraturan pemerintah daerah dan disiplin ilmu arsitektur.
Evaluation of the Level of Green building Criteria Implementation in the BSI Aceh Landmark Building Using the Greenship Method Alfajri, Muhammad Safrul; Fuady, Mirza; Irzaidi, Irzaidi
Jurnal RAUT VOLUME14, No 1 (2025): EDISI JANUARI-JUNI 2025
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/raut.v14i1.46001

Abstract

This study evaluates the implementation level of green building criteria in the BSI Aceh Landmark Building using the Greenship rating system for new buildings version 1.2, developed by the Green building Council Indonesia (GBCI). Amidst increasing concerns over climate change and environmental degradation, green buildings have emerged as a critical solution to reduce energy consumption and carbon emissions, especially in Indonesias construction sector. The research employs a qualitative descriptive approach, collecting data through field observations, document analysis, and interviews with building management and technical staff. The evaluation process involves a comprehensive checklist based on Greenship indicators, encompassing six categories and 46 criteria, with scoring to determine the buildings green rating from Bronze to Platinum. Findings reveal that the BSI Aceh Landmark Building meets all seven eligibility requirements, including land use, environmental management, disaster resilience, and accessibility for people with disabilities. The building demonstrates strong performance in site development, energy efficiency, and environmental management, though some challenges remain in documentation and the adoption of advanced technologies. This study provides practical recommendations for optimizing green building implementation in Aceh and contributes to the broader understanding of sustainable architecture in non-metropolitan areas, supporting the development of locally relevant green standards.
Thermal Comfort Analysis To Achieve Solemnity In Worship At The Pathok Negoro Plosokuning Mosque Yogyakarta Ayuningtyas, Nurina Vidya; Diaz, Joseph; Kindi, Kindi
Jurnal RAUT VOLUME14, No 1 (2025): EDISI JANUARI-JUNI 2025
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/raut.v14i1.46316

Abstract

The mosque is a place of worship for Muslims which is used as a building to perform worship. Therefore, many factors must be planned in the process of planning a good house of worship. This function is none other than because worship is a vertical relationship with Allah SWT. So one of the main factors that must be considered is comfort in performing prayers to support devotion in performing worship. In this study, the study is specifically aimed at examining thermal comfort in the Pathok Negoro Mosque building in Plosokuning in Minomartani, Sleman Regency. The research method used is the interview method, literacy studies and measurements using tools on the object of study. Interviews are used to obtain data from the surrounding community who usually use the Pathok Negoro Mosque, which then the results of the interviews are checked using tools in numerical units. The results of this study prove that the level of thermal comfort in the Pathok Negoro Plosokuning Mosque reaches a temperature value below the maximum standard set by SNI 03-6572-2001, which is below 25 c.
Mengenal Leuser dengan Arsitektur: Perancangan Museum Gunung Leuser dengan Pendekatan Arsitektur Organik Ulwan, T.M. Inayatul; Ridwan, Nasrullah; Huda, Khairul
Jurnal RAUT VOLUME14, No 1 (2025): EDISI JANUARI-JUNI 2025
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/raut.v14i1.47393

Abstract

Gunung Leuser National Park (TNGL) is a conservation area with exceptionally high biodiversity and serves as a habitat for endangered species such as tigers, orangutans, elephants, and Sumatran rhinos. Despite its significant ecological value, the area continues to face serious threats, including deforestation, illegal encroachment, poaching, and the impacts of climate changefurther exacerbated by the low level of public awareness regarding environmental conservation. In response to these challenges, the Mount Leuser Museum is designed as a public educational facility that serves as an entry point for understanding Leusers biodiversity and the urgency of its conservation. An organic architectural approach is applied in the design to establish harmony between the building and the natural environment. Through interactive spatial planning and integration with the sites landscape, the museum is intended to become an effective learning medium to increase public knowledge and strengthen community commitment toward the sustainable preservation of the Leuser ecosystem.