cover
Contact Name
Yogi Setiawan
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+62851733700892
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran
ISSN : 27752585     EISSN : 27752593     DOI : https://doi.org/10.51878/educational.v4i4
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pedidikan dan pengajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 336 Documents
FENOMENA BANJIR BANDANG SUMATRA DALAM PERSPEKSTIF ILMU KEBUMIAN MENGGUNAKAN LITERATUR SCOPUS 2016–2025: ANALISIS BIBLIOMETRIK PRISMA Saminan, Nurul Fajri; Khairul, Muhammad; Novia, Novia; Dewi, Pramita Sylvia
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.9190

Abstract

ABSTRACT Flash floods in tropical regions have shown an increasing trend in frequency and impacts over the last two decades, particularly in vulnerable watersheds and areas experiencing rapid land-use change and urban expansion. This study focuses on mapping the development of scientific research on flash floods in Sumatra, specifically Aceh, North Sumatra, and West Sumatra, by examining the linkages among climate change, land cover change/deforestation, watershed dynamics, and both structural and non-structural mitigation strategies, including disaster education and ecological literacy. A systematic literature review (SLR) combined with bibliometric and thematic analyses was applied. Data were retrieved from the Scopus database for the 2016–2025 period, yielding 68 documents as the initial dataset. The selection process followed the PRISMA 2020 guidelines, resulting in 53 full-text documents retrieved, while 15 reports were not retrieved due to limited access. Of the 53 documents assessed, 41 were retained as relevant literature, comprising 25 core studies and 16 conditional supporting studies. Bibliometric analysis using VOSviewer identified six dominant thematic clusters centered on floods, flash flood, and indonesia, strongly connected to extreme rainfall, landscape change, geospatial technologies, spatial planning, and mitigation. The thematic synthesis indicates that flash flood risk in Sumatra is shaped by the interaction of hydrometeorological triggers, watershed degradation driven by land cover change, increasing exposure due to urbanization, and social capacity to respond to early warning information. This study concludes that integrated watershed-based mitigation, adaptive spatial planning, geospatial technology utilization, and strengthened risk literacy through disaster education and ecological literacy are essential to enhance long-term resilience. ABSTRAK Banjir bandang di wilayah tropis menunjukkan kecenderungan peningkatan frekuensi dan dampak dalam dua dekade terakhir, terutama pada daerah aliran sungai (DAS) yang rentan serta wilayah yang mengalami perubahan penggunaan lahan dan pertumbuhan permukiman secara cepat. Penelitian ini berfokus pada pemetaan perkembangan kajian ilmiah banjir bandang di Sumatra, khususnya Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dengan menekankan keterkaitan perubahan iklim, perubahan tutupan lahan/deforestasi, dinamika DAS, serta strategi mitigasi struktural dan nonstruktural termasuk pendidikan kebencanaan dan literasi ekologi. Metode yang digunakan adalah systematic literature review (SLR) yang dipadukan dengan analisis bibliometrik dan sintesis tematik. Data diperoleh dari basis data Scopus pada periode 2016–2025 dengan total 68 dokumen sebagai dataset awal. Proses seleksi literatur mengikuti pedoman PRISMA 2020, menghasilkan 53 dokumen full-text yang berhasil diperoleh, sementara 15 dokumen tidak tersedia naskah lengkapnya. Dari 53 dokumen yang ditelaah, 41 dokumen dipertahankan sebagai literatur relevan, terdiri atas 25 dokumen inti dan 16 dokumen pendukung. Hasil bibliometrik menggunakan VOSviewer menunjukkan 6 klaster tema dominan yang berpusat pada floods, flash flood, dan indonesia, dengan keterkaitan kuat terhadap hujan ekstrem, perubahan lanskap, teknologi geospasial, tata ruang, serta mitigasi. Sintesis tematik menegaskan bahwa risiko banjir bandang di Sumatra merupakan hasil interaksi pemicu hidrometeorologi, degradasi fungsi DAS akibat perubahan tutupan lahan, meningkatnya paparan karena urbanisasi, serta kapasitas sosial dalam merespons peringatan dini. Penelitian ini menyimpulkan perlunya penguatan mitigasi berbasis DAS yang terintegrasi dengan tata ruang adaptif, pemanfaatan teknologi geospasial, dan penguatan literasi risiko melalui pendidikan kebencanaan serta literasi ekologi untuk mendukung ketangguhan jangka panjang.
KESENIAN HADROH: MEDIA PENANAMAN NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM MEMBENTUK AKHLAK REMAJA Rismawan, Fariz; Syafe'i, Imam; Susanti, Agus; Mustofa, Muhammad
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.9229

Abstract

This study departs from the reality of adolescents as the next generation, who are currently in a transitional phase and are highly vulnerable to the negative impacts of globalization and the advancement of digital technology. The main focus of the research is to examine the role of hadroh art as a creative medium in instilling Islamic educational values oriented toward the moral development of youth. Employing a qualitative descriptive approach, the research was conducted at As-Sholah Mosque, Srirejosari Village, East Lampung, using data collection techniques such as observation, interviews, and documentation involving community leaders, mentors, and adolescents engaged in hadroh activities. The findings indicate that the internalization of Islamic educational values through hadroh is based on three aspects: faith (love for the Prophet Muhammad SAW expressed through shalawat chants), worship (religious expression and prayers to draw closer to Allah SWT), and morality (discipline, responsibility, and cooperation). The impact is clearly visible among adolescents, including increased participation in worship, more courteous social behavior, and reduced dependence on gadgets. Although challenges remain in regenerating members due to many continuing their studies outside the region, the activities persist thanks to the support of parents and the local government. ABSTRAK Penelitian ini berangkat dari realitas remaja sebagai generasi penerus yang tengah berada dalam fase transisi dan cukup rentan terhadap dampak negatif arus globalisasi serta perkembangan teknologi digital. Fokus utama penelitian adalah mengkaji peran kesenian hadroh sebagai media kreatif dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan Islam yang berorientasi pada pembentukan akhlak remaja. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini dilaksanakan di Masjid As-Sholah, Desa Srirejosari, Lampung Timur, melalui teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap tokoh masyarakat, pembina, serta remaja yang terlibat dalam kegiatan hadroh. Penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai pendidikan Islam melalui hadroh bertumpu pada tiga aspek: iman (kecintaan kepada Rasulullah SAW lewat syair shalawat), ibadah (syiar dan doa untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT), serta akhlak (kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja sama). Dampaknya terlihat nyata pada remaja, seperti meningkatnya keterlibatan ibadah, perilaku sosial yang lebih santun, dan berkurangnya ketergantungan pada handfone. Meski ada kendala regenerasi anggota karena melanjutkan pendidikan ke luar daerah, kegiatan tetap berlanjut berkat dukungan orang tua dan pemerintah setempat.
EPISTEMOLOGI ISLAM INTEGRATIF: ANALISIS KOMPREHENSIF EMPAT SUMBER ILMU (PANCA INDRA, AKAL, WAHYU, DAN ILHAM) Maharani, Dewi; Handrianto, Budi; Indra, Hasbi
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.9319

Abstract

The study of Islamic epistemology is increasingly significant in the context of the dominance of modern scientific paradigms that tend to be reductionist and emphasize empiricism and rationalism as the sole legitimate sources of knowledge. Such an orientation has led to the separation of science from moral and spiritual values. This article aims to analyze comprehensively the four sources of knowledge in Islamic epistemology sense perception, reason, khabar ṣādiq (true testimony), and inspiration (ilham)and to explain their integrative structure within an Islamic epistemological framework. This study employs a qualitative approach using library research methods by examining and critically analyzing relevant classical and contemporary literature, including scholarly books and peer-reviewed journal articles. The research stages consist of source collection, conceptual classification, comparative analysis, and epistemological synthesis. The findings reveal that Islamic epistemology does not absolutize a single source of knowledge; rather, it positions the four sources within a layered epistemic structure according to their respective objects of inquiry, namely physical, rational, metaphysical, and inner-spiritual realities. The main conclusion of this study affirms that integrative Islamic epistemology offers a holistic and balanced paradigm of knowledge that harmonizes empirical data, rational analysis, revelatory authority, and spiritual experience. This paradigm has significant implications for the development of Islamic education and scientific inquiry that aim not only at intellectual advancement but also at moral and spiritual formation. ABSTRAK Kajian epistemologi Islam menjadi penting di tengah dominasi paradigma ilmu modern yang cenderung reduksionistik dan menempatkan empirisme serta rasionalitas sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang sah. Kondisi ini berimplikasi pada pemisahan antara ilmu, nilai, dan spiritualitas dalam pengembangan pengetahuan dan pendidikan. Artikel ini bertujuan menganalisis secara komprehensif empat sumber ilmu dalam epistemologi Islam, yaitu pancaindra, akal, wahyu atau khabar ṣādiq, dan ilham, serta menjelaskan pola integrasinya dalam membangun paradigma epistemologi Islam integratif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui penelusuran dan analisis kritis terhadap literatur klasik dan kontemporer yang relevan, meliputi buku akademik dan artikel jurnal ilmiah. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan berbagai sumber otoritatif, klasifikasi konsep epistemik, analisis komparatif, dan sintesis konseptual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa epistemologi Islam tidak memutlakkan satu sumber pengetahuan, melainkan menempatkan keempat sumber ilmu tersebut dalam struktur epistemik berlapis sesuai dengan objek kajiannya, yaitu realitas fisik, rasional, metafisik, dan batiniah. Adapun kesimpulan utama artikel ini menegaskan bahwa epistemologi Islam integratif menawarkan kerangka pengetahuan yang holistik dan seimbang, yang berpotensi menjadi dasar pengembangan ilmu dan pendidikan Islam yang tidak hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual, tetapi juga pembentukan moral dan spiritual manusia.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN GRAPHIC ORGANIZER DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK MTS KHOZINATUL ULUM BLORA Jaelani, Muhammad; Nabil, Muhammad; Abidin, Muhammad Zainal
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.9324

Abstract

Islamic Cultural History (SKI) learning in Madrasah Tsanawiyah still faces the problem of students’ low learning interest due to monotonous teaching methods that tend to emphasize memorization. This study aims to describe the implementation of a digital-based Graphic Organizer learning model, identify its supporting and inhibiting factors, and analyze the results of its implementation in increasing eighth-grade students’ learning interest at MTs Khozinatul Ulum Blora. This research employed a qualitative approach with a field research design. Data were collected through observation, interviews, questionnaires, and documentation. The data were analyzed using descriptive qualitative techniques through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the implementation of the digital-based Graphic Organizer model was able to improve students’ learning interest, as reflected in increased attention, enthusiasm, activeness, enjoyment, learning motivation, and better understanding of SKI material. Supporting factors included the availability of facilities and infrastructure, teachers’ competence and creativity, and the suitability of SKI material for visual presentation. Meanwhile, inhibiting factors consisted of limited instructional time and technical constraints in using digital media. Therefore, it can be concluded that the digital-based Graphic Organizer learning model is effective as an innovative learning alternative to enhance students’ learning interest in Islamic Cultural History. ABSTRAK Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di Madrasah Tsanawiyah masih menghadapi permasalahan rendahnya minat belajar siswa akibat metode pembelajaran yang monoton dan berorientasi pada hafalan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model pembelajaran Graphic Organizer berbasis digital, mengetahui faktor pendukung dan penghambatnya, serta menganalisis hasil implementasi model tersebut dalam meningkatkan minat belajar siswa kelas VIII MTs Khozinatul Ulum Blora. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Graphic Organizer berbasis digital mampu meningkatkan minat belajar siswa yang ditandai dengan meningkatnya perhatian, antusiasme, keaktifan, rasa senang, motivasi, serta pemahaman siswa terhadap materi SKI. Faktor pendukung dalam implementasi model ini meliputi ketersediaan sarana prasarana, kompetensi dan kreativitas guru, serta kesesuaian materi SKI dengan penyajian visual. Adapun faktor penghambatnya yaitu keterbatasan waktu pembelajaran dan kendala teknis penggunaan media digital. Dengan demikian, model pembelajaran Graphic Organizer berbasis digital efektif digunakan sebagai alternatif pembelajaran inovatif untuk meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran SKI.
PERAN KELUARGA, SEKOLAH, DAN MASYARAKAT DALAM PROSES SOSIALISASI ANAK DIDIK Safrina, Sri; Idi, M. Abdullah; Karoma, Karoma; Dewi, Mutia; Kirana, Candra
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.9423

Abstract

This study aims to describe the roles of families, schools, and communities in the socialization process of students, with a focus on the integration of the digital context and the Independent Curriculum policy. The literature review indicates that socialization is a multidimensional process that shapes a child's character, social behavior, and identity through the internalization of values, norms, and interaction patterns. The family serves as the primary socialization agent, providing a foundation for morals, emotions, and values. Schools then act as secondary socialization agents, strengthening social skills through formal learning and structured interactions. The community provides a broader socialization space through real-life social experiences. The study also found that the Independent Curriculum strengthens the socialization process through collaborative learning, group projects, and reinforcement of the Pancasila Student Profile values, despite challenges related to the use of digital technology that can reduce face-to-face interaction. From an Islamic perspective, the socialization process has moral and spiritual dimensions that emphasize parental responsibility and the importance of a positive environment. Synergy between families, schools, and communities is a key factor in the success of student socialization. This study offers a conceptual model for inter-institutional collaboration to strengthen children's character education in the digital era. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam proses sosialisasi anak didik, dengan fokus pada integrasi konteks digital dan kebijakan Kurikulum Merdeka. Hasil kajian pustaka menunjukkan bahwa sosialisasi merupakan proses multidimensional yang membentuk karakter, perilaku sosial, dan identitas anak melalui internalisasi nilai, norma, serta pola interaksi. Keluarga berfungsi sebagai agen sosialisasi primer yang memberikan dasar moral, emosi, dan nilai. Sekolah kemudian berperan sebagai agen sosialisasi sekunder yang memperkuat keterampilan sosial melalui pembelajaran formal dan interaksi terstruktur. Masyarakat menyediakan ruang sosialisasi yang lebih luas melalui pengalaman sosial nyata. Penelitian juga menemukan bahwa Kurikulum Merdeka memperkuat proses sosialisasi melalui pembelajaran kolaboratif, proyek kelompok, dan penguatan nilai Profil Pelajar Pancasila, meskipun tantangan muncul terkait penggunaan teknologi digital yang dapat mengurangi interaksi tatap muka. Dalam perspektif Islam, proses sosialisasi memiliki dimensi moral dan spiritual yang menekankan tanggung jawab orang tua serta pentingnya lingkungan yang baik. Sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat menjadi faktor kunci keberhasilan sosialisasi anak didik. Penelitian ini menawarkan model konseptual untuk kolaborasi antarlembaga guna memperkuat pendidikan karakter anak di era digital.  
PERAN KELUARGA SEBAGAI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM PERTAMA Rambe, Mirza Syahdat; Zalwa, Annis; Azmi, Tiara; Azzahra, Risma; Laila, Ana
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.9424

Abstract

The family is a fundamental institution from an Islamic perspective, serving as the foundation for a child's personality, faith, and morality before they enter formal education. This study focuses on a comprehensive examination of the family's strategic role as the primary Islamic educational institution and analyzes the challenges of parenting in the digital era. Using a qualitative approach with a library study method, this study examines various scientific literature, books, and academic journals through descriptive-analytical data analysis techniques to synthesize the concept of ideal family education. The study's findings indicate that the successful internalization of Islamic values ​​is highly dependent on parental role models and consistent practice of worship, which effectively shape religious character and children's self-control against the negative influences of modernization. However, the effectiveness of family education is currently hampered by parental time constraints and the massive dominance of digital media. The main conclusion emphasizes that the family is an irreplaceable spiritual fortress that determines the quality of the next generation. Therefore, strengthening the capacity of parents as primary educators is an absolute prerequisite for producing individuals with noble character who are adaptive while remaining steadfast in religious values. The synergy between conceptual understanding and practical role models at home is an essential key to the success of a holistic and sustainable Islamic education. ABSTRAK Keluarga merupakan institusi fundamental dalam perspektif Islam yang berfungsi sebagai peletak dasar kepribadian, akidah, dan moralitas anak sebelum mengenal pendidikan formal. Penelitian ini berfokus untuk mengkaji secara komprehensif peran strategis keluarga sebagai lembaga pendidikan Islam pertama serta menganalisis tantangan pengasuhan di era digital. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan, penelitian ini menelaah berbagai literatur ilmiah, buku, dan jurnal akademik melalui teknik analisis data deskriptif-analitis guna menyintesis konsep pendidikan keluarga yang ideal. Temuan studi menunjukkan bahwa keberhasilan internalisasi nilai keislaman sangat bergantung pada keteladanan orang tua dan konsistensi pembiasaan ibadah yang efektif membentuk karakter religius serta kontrol diri anak terhadap pengaruh negatif modernisasi. Kendati demikian, efektivitas pendidikan keluarga kini terhambat oleh keterbatasan waktu orang tua dan dominasi media digital yang masif. Simpulan utama menegaskan bahwa keluarga adalah benteng spiritual tak tergantikan yang menentukan kualitas generasi penerus, sehingga penguatan kapasitas orang tua sebagai pendidik utama menjadi prasyarat mutlak dalam mencetak individu berakhlak mulia yang adaptif namun tetap teguh pada nilai agama. Sinergi antara pemahaman konseptual dan praktik keteladanan nyata di rumah menjadi kunci esensial keberhasilan pendidikan Islam yang holistik dan berkelanjutan.
SANTUN BERBAHASA DAN SIKAP TOLERANSI SEBAGAI CERMIN NILAI PANCASILA Virenna, Rachel; Meccabelfa, Nesha; Romansza, Hana Kameliana; Safarizkyra, Taqya Adisty; Tiatri, Sri
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.9425

Abstract

In Indonesian society, Pancasila serves as the foundation, principle, and guideline for behavior and conduct. The values of Pancasila—such as humanity, unity, and social justice—should be reflected in the daily lives of Indonesians, including through the use of polite language and attitudes of tolerance toward others. This study aims to examine the values of Pancasila, particularly those related to politeness and tolerance, in order to foster a harmonious nation amid the diversity of Indonesian society. This research employs a literature review method by collecting, analyzing, and synthesizing various credible and relevant sources related to the topic. The study is expected to raise awareness of the importance of strengthening national character through the practical implementation of Pancasila values—especially in promoting polite speech and tolerance within various social settings such as family, school, and community. The findings of this research indicate that politeness in language and attitudes of tolerance are two essential and complementary aspects in shaping a harmonious social life. Moreover, strong digital literacy can help individuals think critically, act ethically, and remain emotionally balanced in interactions. Consequently, politeness and tolerance should not only be upheld in real-life situations but also become integral parts of responsible behavior in digital media environments. ABSTRAK Dalam kehidupan masyarakat Indonesia, Pancasila merupakan dasar, prinsip dan pedoman dalam bersikap dan berperilaku. Nilai-nilai Pancasila, seperti kemanusiaan, persatuan, keadilan sosial harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari pada masyarakat Indonesia, salah satunya dalam penggunaan bahasa yang santun dan sikap toleransi antar sesama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai pancasila khususnya pada nilai sopan santun dan toleransi sehingga menciptakan bangsa yang harmonis di tengah keberagaman masyarakat di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan mengumpulkan, menelaah, dan mensintesiskan berbagai sumber literatur yang kredibel dan relevan dengan topik. Kajian ini diharapkan dapat membangun kesadaran betapa pentingnya penguatan karakter bangsa melalui wujud nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam menerapkan dan mendidik supaya bertutur kata yang santun serta memiliki sikap toleransi di berbagai lingkungan, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sopan santun dalam berbahasa dan sikap toleransi merupakan dua hal penting yang saling melengkapi dalam membentuk kehidupan sosial yang harmonis. Literasi digital yang baik akan membantu masyarakat untuk berpikir kritis, beretika, dan tidak mudah terbawa emosi saat berinteraksi. Dengan begitu, sopan santun dan toleransi tidak hanya hidup dalam kehidupan nyata, tetapi juga menjadi bagian dari perilaku bermedia yang bertanggung jawab.
DINAMIKA KETERLIBATAN GRANPARENTING DALAM PROSES PEMBELAJARAN ANAK TUNAGRAHITA DI SLB Azzahro, Yasmin; Fatihah, Nailah Amalia; Nabilah, Hibatun; Maharani, Anggita
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.9426

Abstract

Children with intellectual disabilities face significant intellectual and adaptive barriers that require intensive support in the learning process to achieve independence. The phenomenon of grandparenting emerges as a crucial support mechanism when parents have limited time, but the dynamics of their involvement in the context of special education are still rarely explored in depth. This study aims to analyze the dynamics of the role of grandparents in supporting the learning process of children with intellectual disabilities at the Cendono State Special Needs School in Kudus. This study uses a qualitative approach with data collection techniques such as in-depth interviews, participant observation, and documentation with three grandparents as the main subjects and teachers as supporting informants. The research findings reveal that grandparents play a strategic role in cognitive, communication, emotional, and academic aspects through unique parenting styles. Effective strategies implemented include intensive repetition of material, the use of concrete visual media, simplification of verbal instructions, and managing children's emotional stability with great patience. Despite facing physical challenges due to age and a limited theoretical understanding of special needs, they are able to establish a consistent and synergistic learning routine with the school program. The main conclusion confirms that grandparenting contributes significantly as a holistic educational support system at home, so that a special empowerment program is needed to optimize their mentoring competencies. ABSTRAKAnak tunagrahita menghadapi hambatan intelektual dan adaptif signifikan yang menuntut pendampingan intensif dalam proses pembelajaran untuk mencapai kemandirian hidup. Fenomena grandparenting muncul sebagai mekanisme pendukung krusial ketika orang tua memiliki keterbatasan waktu, namun dinamika keterlibatan mereka dalam konteks pendidikan luar biasa masih jarang dieksplorasi secara mendalam. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika peran kakek dan nenek dalam mendampingi proses belajar anak tunagrahita di SLB Negeri Cendono Kudus. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap tiga kakek-nenek sebagai subjek utama serta guru sebagai informan pendukung. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kakek dan nenek memiliki peran strategis dalam aspek kognitif, komunikasi, emosional, dan akademik melalui pola asuh yang khas. Strategi efektif yang diterapkan meliputi pengulangan materi secara intensif, pemanfaatan media visual konkret, penyederhanaan instruksi verbal, serta pengelolaan stabilitas emosi anak dengan kesabaran tinggi. Kendati menghadapi tantangan fisik akibat faktor usia dan minimnya pemahaman teoritis mengenai kebutuhan khusus, mereka mampu membangun rutinitas belajar yang konsisten dan sinergis dengan program sekolah. Simpulan utama menegaskan bahwa grandparenting berkontribusi signifikan sebagai sistem pendukung pendidikan holistik di rumah, sehingga diperlukan program pemberdayaan khusus untuk mengoptimalkan kompetensi pendampingan mereka.  
PEMBELAJARAN SEPAK BOLA DALAM PJOK SEKOLAH DASAR: TINJAUAN SISTEMATIS TERHADAP MOTIVASI, KETERLIBATAN PSIKOLOGIS, DAN HASIL BELAJAR Yasa, I Gede Windu; Semarayasa, I Ketut; Danardani, Wasti; Lesmana, Kadek Yogi Parta
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.9427

Abstract

Physical Education, Sports, and Health (PJOK) learning in elementary schools plays a crucial role in supporting students’ physical, motor, and psychological development. Football is one of the most commonly taught big-ball games in PJOK and has strong potential to enhance students’ motivation, psychological engagement, and learning outcomes when implemented through appropriate pedagogical approaches. However, football learning in elementary schools is often conducted using conventional methods that do not fully address students’ psychological needs. This study aims to systematically review and synthesize scientific evidence related to football-based PJOK learning in elementary schools, particularly its impact on students’ motivation, psychological engagement, and learning outcomes. This study employed a systematic literature review (SLR) approach using the PICOS framework and followed the PRISMA 2020 guidelines. The literature review process was structured using the SALSA framework, including searching, appraisal, synthesis, and analysis stages. The findings indicate that football-based PJOK learning has a positive effect on students’ intrinsic motivation, active participation, psychological engagement, fundamental motor skills, and overall learning outcomes. These results suggest that football can be effectively utilized as an engaging and holistic PJOK learning model that supports students’ physical, psychological, and social development in elementary school settings. ABSTRAK Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di sekolah dasar memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan fisik, motorik, serta psikologis peserta didik. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran PJOK khususnya pada materi permainan sepak bola masih menghadapi berbagai permasalahan, seperti rendahnya motivasi belajar, keterlibatan aktif, dan hasil belajar peserta didik. Permainan sepak bola merupakan salah satu materi PJOK yang memiliki potensi besar untuk mengembangkan aspek motorik, kognitif, afektif, dan sosial peserta didik apabila diimplementasikan dengan pendekatan pembelajaran yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis bukti ilmiah terkait pembelajaran PJOK berbasis permainan sepak bola pada siswa sekolah dasar melalui pendekatan systematic literature review (SLR). Kajian sistematis ini melibatkan artikel penelitian yang diseleksi menggunakan kerangka PICOS dan mengikuti pedoman PRISMA 2020. Proses sintesis literatur disusun berdasarkan kerangka SALSA. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran sepak bola dalam PJOK memberikan pengaruh positif terhadap motivasi intrinsik, keterlibatan psikologis, keterampilan motorik dasar, serta hasil belajar peserta didik sekolah dasar. Temuan ini menegaskan bahwa permainan sepak bola dapat dijadikan sebagai model pembelajaran PJOK yang efektif, menyenangkan, dan berorientasi pada pengembangan peserta didik secara holistik..  
PERAN PENDIDIKAN EKONOMI DALAM MEMBENTUK GENERASI EKONOMI YANG BERKELANJUTAN Lewa, Muhammad Juwantho; Syata, Wahyu Muh.; Ahiri, Yuniyarti; Sakka, Gjoshpink Putra Umar; Harjun, Harjun; Hubaib, Ilhamurrrahan M
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.9450

Abstract

ABSTRACT This study analyzes the role of economic education in shaping a sustainability-oriented generation and formulates strategies for its strengthening in the modern era. The study is motivated by increasing economic inequality, environmental degradation, and the low level of economic and financial literacy among young generations. This research employed a literature review method examining 22 relevant sources published between 2021 and 2026, including indexed journal articles and academic books related to economic education, financial literacy, business ethics, and sustainable development. The analysis was conducted using a thematic synthesis approach through stages of identification, categorization, critical evaluation, and conceptual pattern development. The findings reveal three main patterns. First, the integration of financial literacy and sustainability values into the curriculum significantly contributes to improving responsible economic decision-making skills. Second, contextual and problem-based learning approaches are more effective in fostering awareness of social and environmental impacts than purely theoretical instruction. Third, strengthening business ethics at the secondary education level serves as a key factor in developing long-term sustainable economic orientation. These findings emphasize that adaptive, integrative, and value-oriented economic education should be prioritized within the curriculum as a foundation for sustainable development. ABSTRAK Penelitian ini menganalisis peran pendidikan ekonomi dalam membentuk generasi berorientasi keberlanjutan serta merumuskan strategi penguatannya di era modern. Kajian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya ketimpangan ekonomi, degradasi lingkungan, serta rendahnya literasi ekonomi dan keuangan generasi muda. Penelitian menggunakan metode studi literatur terhadap 22 sumber relevan yang terbit dalam rentang 2021–2026, meliputi artikel jurnal terindeks dan buku akademik terkait pendidikan ekonomi, literasi keuangan, etika bisnis, dan pembangunan berkelanjutan. Analisis dilakukan melalui pendekatan sintesis tematik dengan tahap identifikasi, kategorisasi, evaluasi kritis, dan penarikan pola konseptual. Hasil kajian menunjukkan tiga pola utama. Pertama, integrasi literasi keuangan dan nilai keberlanjutan dalam kurikulum berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kemampuan pengambilan keputusan ekonomi yang bertanggung jawab. Kedua, pendekatan pembelajaran kontekstual dan berbasis masalah lebih efektif dalam menumbuhkan kesadaran dampak sosial dan lingkungan dibandingkan pendekatan teoritis semata. Ketiga, penguatan etika bisnis sejak jenjang pendidikan menengah menjadi faktor kunci dalam membangun orientasi ekonomi jangka panjang yang berkelanjutan. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan ekonomi yang adaptif, integratif, dan berbasis nilai perlu diprioritaskan dalam kurikulum sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.