cover
Contact Name
Yogi Setiawan
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+62851733700892
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran
ISSN : 27752585     EISSN : 27752593     DOI : https://doi.org/10.51878/educational.v4i4
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pedidikan dan pengajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 336 Documents
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KITAB AL-YAQUT AL-NAFIS DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN FIKIH MAZHAB SYAFI’I DI MADRASAH ALIYAH Muna, Fauzul; Syaifulloh, Ahmad; Nurkayati, Siti
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.9455

Abstract

This study aims to describe the implementation of Al-Yaqut Al-Nafis book learning in improving students’ understanding of Shafi’i jurisprudence at MA Darul Muna Blora. The research employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving teachers and students. The results indicate that the learning of Al-Yaqut Al-Nafis is implemented as a local content subject taught in stages from grade X to grade XII by following the sequence of discussions in the book. The learning process does not rely on a single method but integrates bandongan, demonstration and direct practice, and sorogan methods. The bandongan method is used to build students’ conceptual understanding of jurisprudential materials, while demonstration and direct practice strengthen students’ practical understanding. Meanwhile, the sorogan method functions to evaluate students’ individual abilities and to train their readiness in reading and explaining the content of the book. The combination of these methods makes fiqh learning more contextual and applicable, thereby helping students understand Shafi’i jurisprudence not only theoretically but also in daily religious practices. However, challenges remain in the form of differences in students’ abilities to read Pegon script and to comprehend the translated text. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran kitab Al-Yaqut Al-Nafis dalam meningkatkan pemahaman fikih mazhab Syafi’i di MA Darul Muna Blora. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan guru dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kitab Al-Yaqut Al-Nafis dilaksanakan sebagai muatan lokal yang diajarkan secara berjenjang dari kelas X hingga kelas XII dengan mengikuti urutan pembahasan dalam kitab. Proses pembelajaran tidak hanya menggunakan satu metode, melainkan memadukan metode bandongan, demonstrasi & praktik langsung, serta sorogan. Metode bandongan digunakan untuk membangun pemahaman konseptual peserta didik terhadap materi fikih, demonstrasi dan praktik langsung berperan dalam menguatkan pemahaman aplikatif, sedangkan metode sorogan digunakan untuk mengevaluasi kemampuan peserta didik secara individual serta melatih kesiapan mereka dalam membaca dan menjelaskan materi kitab. Kombinasi metode tersebut menjadikan pembelajaran fikih lebih kontekstual dan aplikatif, sehingga membantu peserta didik memahami materi fikih mazhab Syafi’i tidak hanya secara teoritis, tetapi juga dalam praktik kehidupan sehari-hari. Namun demikian, dalam pelaksanaannya masih ditemukan tantangan berupa perbedaan kemampuan peserta didik dalam membaca tulisan pegon dan memahami terjemahan materi kitab.
DEVELOPMENT OF AN EDUCATIONAL MODULE FOR INTRODUCING THE BRUBUH TRADITION TO THE YOUNGER GENERATION Saptaji, Muhammad Fajri; Baroroh, Septiyana; Riyadi, Nanang Slamet
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.9508

Abstract

ABSTRACT Local wisdom represents a form of ecological knowledge that has developed through long-term interactions between communities and their natural environments. However, its existence is increasingly threatened by modernization and the limited integration of indigenous knowledge into formal education. One such form of Javanese local wisdom is the Brubuh tradition, a traditional wood-cutting practice regulated by the seasonal calendar system known as Pranata Mangsa. This study aims to develop an educational module based on the Brubuh tradition and the Pranata Mangsa system and to analyze its feasibility and practicality as an integrative learning resource for younger generations. The research employed a Research and Development (R&D) approach adapted from the Borg and Gall model. The research stages included a preliminary study through literature review, interviews, and field observations; module drafting; expert validation involving subject matter experts, instructional design experts, and local cultural practitioners; and limited field testing with students. The findings indicate that the Brubuh tradition embodies strong ecological and material rationality that aligns with modern scientific principles, particularly regarding the influence of moisture content on the physical and mechanical properties of wood. The developed module was evaluated as valid and practical, with student responses reaching an achievement level of 89%, categorized as very good. The integration of local wisdom into the educational module effectively enhanced students’ conceptual understanding, ecological awareness, and appreciation of cultural heritage. This study contributes to the development of contextual learning materials grounded in ethnoscience and offers prospects for applying similar modules based on other forms of local wisdom to support sustainable education and cultural preservation. ABSTRAK Kearifan lokal merupakan bentuk pengetahuan ekologis yang berkembang melalui interaksi panjang antara masyarakat dan lingkungannya, namun keberadaannya semakin terancam oleh modernisasi dan minimnya integrasi dalam pendidikan formal. Salah satu kearifan lokal masyarakat Jawa adalah tradisi Brubuh, yaitu praktik penebangan kayu yang diatur berdasarkan sistem kalender musiman Pranata Mangsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul edukasi berbasis tradisi Brubuh dan Pranata Mangsa serta menganalisis kelayakan dan kepraktisannya sebagai sumber belajar integratif bagi generasi muda. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan adaptasi model Borg dan Gall. Tahapan penelitian meliputi studi pendahuluan melalui kajian literatur, wawancara, dan observasi lapangan; penyusunan draf modul; validasi oleh ahli materi, ahli desain pembelajaran, dan praktisi budaya; serta uji coba terbatas kepada peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Brubuh mengandung rasionalitas ekologis dan material yang selaras dengan konsep ilmiah modern, khususnya terkait pengaruh kadar air terhadap sifat fisik dan mekanik kayu. Modul yang dikembangkan dinilai layak dan praktis, dengan respons peserta didik mencapai tingkat ketercapaian sebesar 89% pada kategori sangat baik. Integrasi kearifan lokal ke dalam modul pembelajaran terbukti mampu meningkatkan pemahaman konsep, kesadaran ekologis, serta apresiasi terhadap warisan budaya. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan bahan ajar kontekstual berbasis etnosains dan membuka peluang penerapan modul serupa pada kearifan lokal lain sebagai upaya pendidikan berkelanjutan dan pelestarian budaya.
KELAS SOSIAL DALAM NOVEL TERUSLAH BODOH JANGAN PINTAR KARYA TERE LIYE Fitriani, Ida; Fauzan, Akhmad
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.8541

Abstract

ABSTRACT This study aims to examine the social class represented in the novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar by Tere Liye. The novel was selected because it is not only a popular literary work but also reflects strong social criticism of capitalism in Indonesia. The method employed is descriptive qualitative research. Data were collected through library research using reading and note-taking techniques. The background of the study highlights social inequality that affects social structures, in which literature functions as a mirror of social injustice. The research problem focuses on how social class is portrayed in the novel, with the objective of describing its influence on character development and social conflict. The findings show that social class in the novel is analyzed using Karl Marx’s theory, which includes class dualism (bourgeois and proletariat), means of production, class state, and ideology. The novel depicts the exploitation of natural resources through illegal mining by the upper class, state apparatus repression against the lower class, and false ideology that conceals injustice. In conclusion, the novel serves as a reflection of unequal social reality, criticizes capitalist domination, and encourages critical awareness toward more equitable social change. Data analysis employed the interactive model of Miles and Huberman, including data reduction, data display, and conclusion drawing with triangulation for validity. This study is expected to enrich understanding of the role of literature in criticizing unequal social structures. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meneliti kelas sosial yang terdapat dalam novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye. Novel ini dipilih karena bukan hanya karya sastra populer, tetapi juga mencerminkan kritik sosial yang kuat terhadap kapitalisme di Indonesia. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui metode pustaka dengan teknik simak dan catat. Latar belakang masalah menyoroti ketimpangan sosial yang memengaruhi struktur masyarakat, di mana sastra berfungsi sebagai cermin realitas ketidakadilan. Rumusan masalah difokuskan pada bagaimana kelas sosial digambarkan dalam novel tersebut, dengan tujuan mendeskripsikan pengaruhnya terhadap pembentukan karakter tokoh dan konflik sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas sosial dalam novel dianalisis menggunakan teori Karl Marx, yang mencakup dualisme kelas (borjuis dan proletar), alat produksi, negara kelas, serta ideologi. Novel ini menggambarkan eksploitasi sumber daya alam melalui tambang ilegal oleh kelas atas, penindasan aparat negara terhadap kelas bawah, dan ideologi palsu yang menyembunyikan ketidakadilan. Kesimpulannya, novel berfungsi sebagai cermin realitas sosial yang timpang, mengkritik dominasi kapitalisme, dan mendorong kesadaran kritis menuju perubahan sosial yang lebih setara. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi untuk validitas. Penelitian ini diharapkan memperkaya pemahaman tentang peran sastra dalam mengkritik struktur sosial yang timpang.
EXPLORING SYNTACTIC COMPETENCE IN ACADEMIC WRITING: EVIDENCE FROM UINSU TADRIS ENGLISH STUDENTS Anissa, Anissa; Ananta, Asti; Putriana, Harshanda Rafika; Ismahani, Siti
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.8638

Abstract

This study investigates the syntactic competence of fifth-semester Tadris English students at Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) in producing academic writing. The purpose of this study is to identify common syntactic errors and examine students’ ability to apply syntactic structures accurately in academic texts. This research employed a qualitative descriptive approach involving 20 students as participants. The data were obtained from students’ academic writing assignments in the form of short essays and analyzed using error analysis techniques. The analysis focused on sentence structure, clause construction, subject–verb agreement, word order, and the use of connectors. The findings indicate that although students demonstrate basic understanding of English syntax, they still encounter difficulties in producing complex syntactic structures. Sentence structure errors, subject–verb agreement problems, and clause construction errors were the most frequently identified. These findings suggest that students have not fully mastered syntactic rules required for effective academic writing. Therefore, this study highlights the importance of explicit syntactic instruction, guided writing practice, and corrective feedback to enhance students’ syntactic competence in EFL academic contexts. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kompetensi sintaksis mahasiswa semester lima Program Studi Tadris Bahasa Inggris Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) dalam penulisan akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan 20 mahasiswa sebagai partisipan. Data diperoleh dari tugas menulis akademik mahasiswa berupa esai singkat yang dianalisis menggunakan teknik analisis kesalahan. Analisis difokuskan pada struktur kalimat, konstruksi klausa, kesesuaian subjek dan verba, urutan kata, serta penggunaan konjungsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun mahasiswa telah memiliki pemahaman dasar mengenai sintaksis bahasa Inggris, mereka masih mengalami kesulitan dalam menggunakan struktur sintaksis yang kompleks. Kesalahan yang paling sering ditemukan meliputi kesalahan struktur kalimat, kesesuaian subjek dan verba, serta konstruksi klausa. Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa belum sepenuhnya menguasai kaidah sintaksis yang diperlukan dalam penulisan akademik. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan pentingnya pengajaran sintaksis secara eksplisit, latihan menulis yang terarah, serta pemberian umpan balik untuk meningkatkan kompetensi sintaksis mahasiswa dalam konteks EFL.
CLAUSE STRUCTURE IN INDONESIAN POP SONG LYRICS: A SYNTACTIC STUDY Marpaung, Rismayani; Damanik, Nazwa Umri; Rahma, Lili Elisa; Sani, Tiara; Ismahani, Siti
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.8639

Abstract

This article examines clause structure in Indonesian pop song lyrics from a syntactic perspective using a literature review approach. Rather than conducting primary data analysis, the study synthesizes findings from journal articles, undergraduate theses, and empirical studies that focus on syntactic patterns in song lyrics. As a form of artistic discourse, pop song lyrics exhibit flexible linguistic characteristics and frequently diverge from canonical syntactic rules to accommodate aesthetic, expressive, and rhythmic demands. The synthesis reveals that Indonesian pop song lyrics predominantly employ simple clause structures, subject and object ellipsis, inversion, and fragmentary constructions. These syntactic patterns function to enhance emotional expression, maintain alignment with melodic structure, and increase memorability and listener engagement. The findings further indicate that syntactic realization in song lyrics occupies an intermediate position between spoken and written language, emphasizing functional and contextual meaning over formal grammatical completeness. This article provides a comprehensive overview of dominant clause structure characteristics in Indonesian pop song lyrics and discusses their implications for syntactic analysis, lyrical interpretation, and linguistic studies in popular music media. ABSTRAK Artikel ini mengkaji struktur klausa dalam lirik lagu pop Indonesia dari perspektif sintaksis melalui pendekatan tinjauan literatur. Penelitian ini tidak melakukan analisis data primer, melainkan mensintesis temuan dari artikel jurnal, skripsi, dan studi empiris yang membahas pola sintaksis dalam lirik lagu. Lirik lagu pop sebagai bentuk wacana artistik memiliki karakteristik kebahasaan yang cenderung fleksibel dan sering menyimpang dari kaidah sintaksis kanonik guna memenuhi tuntutan estetika, ekspresif, dan ritmis. Hasil sintesis menunjukkan bahwa lirik lagu pop Indonesia secara dominan menggunakan struktur klausa sederhana, elipsis subjek dan objek, inversi, serta konstruksi fragmentaris. Pola-pola sintaksis tersebut berfungsi untuk memperkuat ekspresi emosional, menjaga keselarasan dengan struktur melodi, serta meningkatkan daya ingat dan keterlibatan pendengar. Temuan ini juga menunjukkan bahwa realisasi sintaksis dalam lirik lagu menempati posisi antara bahasa lisan dan bahasa tulis, dengan penekanan pada fungsi komunikatif dan kontekstual. Artikel ini memberikan gambaran komprehensif mengenai karakteristik struktur klausa dalam lirik lagu pop Indonesia serta implikasinya bagi kajian sintaksis, interpretasi lirik, dan studi kebahasaan dalam media musik populer.
PEMBELAJARAN KOOPERATIF BERBASIS GAMIFIKASI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA: KAJIAN LITERATUR Asmad, Nurhafifah; Yatri, Alya Eka; Asdar, Asdar
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.8647

Abstract

ABSTRACT Mathematics learning is often perceived as a difficult and less engaging subject for students, which leads to low motivation and learning outcomes. This article aims to analyze the role of gamification-based cooperative learning in improving students’ motivation and mathematics learning outcomes. The method employed is a literature review by collecting and analyzing relevant scientific articles related to cooperative learning, gamification, learning motivation, and mathematics learning outcomes. The results of the review indicate that gamification-based cooperative learning consistently has a positive impact on students’ motivation and learning outcomes across various educational levels. The integration of group collaboration with game elements creates a more engaging, interactive, and student-centered learning environment. Increased learning motivation is reflected in higher student interest, active participation, and concentration during the learning process, which subsequently contributes to improved learning outcomes in the cognitive, affective, and psychomotor domains. In addition, the use of gamification platforms such as Kahoot, Quizizz, and other digital game-based media helps reduce learning boredom and encourages active student involvement. Based on these findings, the implementation of gamification-based cooperative learning strategies tailored to students’ characteristics and learning objectives is recommended to optimize the quality of mathematics learning. ABSTRAK Pembelajaran matematika sering dipersepsikan sebagai mata pelajaran yang sulit dan kurang menarik bagi siswa, sehingga berdampak pada rendahnya motivasi dan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pembelajaran kooperatif berbasis gamifikasi dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar matematika siswa. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan menghimpun dan menganalisis berbagai artikel ilmiah yang relevan dengan topik pembelajaran kooperatif, gamifikasi, motivasi belajar, dan hasil belajar matematika. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif berbasis gamifikasi secara konsisten memberikan dampak positif terhadap motivasi dan hasil belajar siswa pada berbagai jenjang pendidikan. Integrasi kerja sama kelompok dengan elemen permainan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menarik, interaktif, dan berpusat pada siswa. Peningkatan motivasi belajar terlihat melalui meningkatnya minat, keterlibatan aktif, serta konsentrasi siswa selama proses pembelajaran, yang selanjutnya berdampak pada peningkatan hasil belajar pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Selain itu, penggunaan media dan platform gamifikasi seperti Kahoot, Quizizz, dan media permainan digital lainnya membantu mengurangi kejenuhan belajar dan mendorong partisipasi siswa secara aktif. Berdasarkan temuan tersebut, diperlukan penerapan strategi pembelajaran kooperatif berbasis gamifikasi yang disesuaikan dengan karakteristik siswa dan tujuan pembelajaran agar kualitas pembelajaran matematika dapat ditingkatkan secara optimal.
JEJAK PENDIDIKAN ISLAM NUSANTARA: TRANSFORMASI MASJID LANGGAR, DAN MEUNASAH DARI MASA KE MASA Fath, Hanif Abdul; Faridi, Faridi
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.8920

Abstract

ABSTRACT This study examines the history and dynamics of Islamic educational institutions in the Indonesian archipelago, specifically those based on mosques, langgar, and meunasah, as informal educational institutions that have served as the backbone of Islamic knowledge transmission. Employing a qualitative approach with a library research method, the study was conducted through several stages, including the identification and selection of relevant primary and secondary sources, thematic and chronological data classification, and critical-historical analysis of institutional development and transformation. The findings reveal the central role of these institutions in shaping Islamic civilization in the archipelago from the pre-colonial period to the contemporary era. Mosques functioned not only as places of ritual worship but also as centers of formal and informal education, intellectual discourse, and community empowerment. Langgar and meunasah, functioning at elementary and intermediate educational levels, played a crucial role in producing religious scholars and maintaining local Islamic identities. The transformation of these institutions has been influenced by social, political, and cultural dynamics, including colonialism, educational modernization, and the challenges of globalization. This study finds that traditional Islamic educational institutions have adopted strategic adaptations to maintain their relevance in the modern era without abandoning fundamental Islamic values. These findings provide important insights for the development of religious-based educational policies rooted in local wisdom. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji sejarah dan dinamika lembaga pendidikan Islam Nusantara yang berbasis masjid, langgar, dan meunasah sebagai institusi pendidikan informal yang menjadi tulang punggung penyebaran ilmu pengetahuan Islam di kepulauan Indonesia. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan, penelitian ini dilakukan melalui tahapan identifikasi dan seleksi sumber primer dan sekunder yang relevan, pengelompokan data secara tematik dan kronologis, serta analisis kritis-historis terhadap perkembangan dan transformasi fungsi lembaga pendidikan Islam. Penelitian ini mengungkap peran sentral ketiga lembaga tersebut dalam membentuk peradaban Islam di Nusantara dari masa pra-kolonial hingga kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah ritual, tetapi juga sebagai pusat pendidikan formal dan informal, diskursus intelektual, serta pemberdayaan masyarakat. Langgar dan meunasah sebagai lembaga pendidikan tingkat dasar dan menengah berperan krusial dalam mencetak kader ulama dan mempertahankan identitas keislaman lokal. Transformasi fungsi lembaga-lembaga ini dipengaruhi oleh dinamika sosial, politik, dan budaya, termasuk pengaruh kolonialisme, modernisasi pendidikan, dan tantangan globalisasi. Penelitian ini menemukan adanya adaptasi strategis lembaga-lembaga pendidikan Islam tradisional dalam menjaga relevansinya di era modern tanpa mengesampingkan nilai-nilai fundamental Islam. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi pengembangan kebijakan pendidikan berbasis keagamaan yang berakar pada kearifan lokal.
TRANSFORMASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PRESPEKTIF DEMOKRASI DAN MULTIKULTURALISME DI ERA DIGITAL Merliana, Miranti; Shobahiya, Mahasri; Asy’arie, Musa
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.9128

Abstract

ABSTRACT The transformation of Islamic Religious Education (PAI) has become an urgent necessity in responding to the dynamics of democracy, cultural diversity, and the challenges of the digital era, which generate new moral issues such as intolerance, hate speech, and weak ethical conduct in the use of technology. This study aims to analyze an integrative model for transforming PAI through the perspectives of democracy, multiculturalism, and digital literacy grounded in Islamic values. The research employs a qualitative approach with an in-depth literature review of classical and contemporary Islamic educational theories, concepts of democracy and multiculturalism, digital ethics literature, and the thought of Shaykh Hamza Yusuf regarding adab and modern morality. The findings indicate that integrating democratic values into PAI strengthens dialogical and participatory cultures, while Islam-based multicultural education cultivates tolerance and empathy amid diversity. Furthermore, digital literacy and digital ethics must be positioned as core components of learning to address the moral challenges of the technological era. This study proposes a four-dimensional model for the transformation of PAI spirituality, democracy, multiculturalism, and digital ethics relevant to contemporary curriculum development and educational practice. In conclusion, an integratively transformed PAI is capable of shaping learners who are morally upright, digitally literate, tolerant, and civil. ABSTRAK Transformasi Pendidikan Agama Islam (PAI) menjadi kebutuhan mendesak dalam merespons dinamika demokrasi, keberagaman budaya, dan tantangan era digital yang melahirkan persoalan moral baru seperti intoleransi, ujaran kebencian, serta lemahnya etika penggunaan teknologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis model transformasi PAI yang integratif melalui perspektif demokrasi, multikulturalisme, dan literasi digital berbasis nilai-nilai Islam. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi pustaka mendalam terhadap teori pendidikan Islam klasik dan kontemporer, konsep demokrasi dan multikulturalisme, literatur etika digital, serta pemikiran Syekh Hamza Yusuf mengenai adab dan akhlak modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai demokrasi dalam PAI memperkuat budaya dialogis dan partisipatif, sementara pendidikan multikultural berbasis Islam menumbuhkan toleransi dan empati dalam keberagaman. Selain itu, literasi digital dan akhlak digital perlu dijadikan komponen utama pembelajaran untuk menghadapi tantangan moral era teknologi. Penelitian ini menghasilkan model transformasi PAI empat dimensi spiritualitas, demokrasi, multikulturalisme, dan etika digital yang relevan bagi pengembangan kurikulum dan praktik pembelajaran masa kini. Kesimpulannya, PAI yang ditransformasikan secara integratif mampu membentuk peserta didik yang berakhlak mulia, cerdas digital, toleran, dan berkeadaban.
ANALISIS PEMAHAMAN GURU TERHADAP KONSEP DASAR PENDIDIKAN INKLUSIF Umar, Sri Yulan; Pratama, Fiola Indah Putri; Mannassai , Annissa Fahmi
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.9137

Abstract

The Government of Indonesia mandates that all schools must accept children with special needs within the inclusive education system. However, this obligation is not accompanied by a requirement for schools to fully understand the characteristics and needs of these children. This study aims to describe teachers’ understanding of the basic concepts of inclusive education in Early Childhood Education (ECE) schools throughout Gorontalo City. The research employed a quantitative descriptive approach, with data collected through a Likert scale (1–5) questionnaire. Data analysis was conducted using SPSS version 27. The results indicate that teachers’ understanding of the fundamental concepts of inclusive education is at a moderate level. This is reflected in teachers’ limited ability to implement learning style differentiation, inadequate school support services, and a lack of inclusive curriculum and assessment design. Therefore, it is necessary to strengthen teachers’ competencies through 1) practical training on differentiated instruction and inclusive assessment design; 2) enhance access to support services such as counseling and therapy, and 3) promote effective collaboration among teachers, specialists (therapists, psychologists, doctors), and parents. ABSTRAKPemerintah Indonesia mewajibkan semua sekolah untuk menerima anak-anak dengan kebutuhan khusus dalam sistem pendidikan inklusif. Namun, kewajiban ini tidak disertai dengan persyaratan bagi sekolah untuk sepenuhnya memahami karakteristik dan kebutuhan anak-anak tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pemahaman guru terhadap konsep dasar pendidikan inklusif di sekolah-sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di seluruh Kota Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, dengan data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert (1–5). Analisis data dilakukan menggunakan SPSS versi 27. Hasil menunjukkan bahwa pemahaman guru tentang konsep dasar pendidikan inklusif berada pada tingkat sedang. Hal ini tercermin dalam kemampuan guru yang terbatas dalam menerapkan diferensiasi gaya belajar, layanan dukungan sekolah yang tidak memadai, dan kurangnya desain kurikulum dan penilaian inklusif. Oleh karena itu, perlu memperkuat kompetensi guru melalui 1) pelatihan praktis tentang pengajaran diferensiasi dan desain penilaian inklusif; 2) meningkatkan akses ke layanan dukungan seperti konseling dan terapi, dan 3) mendorong kolaborasi efektif antara guru, spesialis (terapis, psikolog, dokter), dan orang tua.
PENGARUH KECEMASAN DALAM MENGHADAPI UJIAN LURING TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA MANDARIN PADA MAHASISWA Hazimah, Malahayati; Tanzil, Abigail Theodora; Yoe, Jacqline
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.9138

Abstract

Entering the post-pandemic period, the Indonesian education system has gradually shifted from online learning back to face-to-face instruction. This transition requires students to readjust to in-person learning in terms of academic readiness, time management, learning concentration, social interaction, and assessment demands. The adaptation process often presents various challenges, including decreased learning comfort, physical fatigue, difficulties in understanding instructional materials delivered directly, and increased psychological pressure in the form of academic anxiety. One of the most prominent sources of anxiety is examinations, which play a crucial role in evaluating learning outcomes and the overall quality of the teaching and learning process. This study aims to examine students’ anxiety levels during the transition of Mandarin language learning from online to offline modes, particularly in the context of face-to-face examinations, to compare students’ learning outcomes in online and offline examinations, and to analyze the effect of anxiety levels on learning outcomes. The findings reveal that anxiety has a significant effect on students’ academic performance. In addition, differences in anxiety levels and learning outcomes were identified between online and offline examinations, with the majority of students experiencing higher anxiety during offline examinations. This increase is influenced by learning environment conditions, social interaction, and time pressure during examinations. The results of this study are expected to contribute to educators’ understanding of offline Mandarin language learning dynamics, thereby enabling the development of more adaptive instructional and assessment strategies to enhance the quality of Mandarin language education in Indonesia. ABSTRAKMemasuki periode pascapandemi, sistem pendidikan di Indonesia mengalami penyesuaian kembali dari pembelajaran daring menuju pembelajaran luring secara bertahap. Perubahan ini menuntut mahasiswa untuk menyesuaikan diri dengan pembelajaran tatap muka, baik dari aspek kesiapan akademik, pengelolaan waktu, konsentrasi belajar, interaksi sosial, maupun tuntutan evaluasi pembelajaran. Proses adaptasi tersebut kerap memunculkan berbagai tantangan, seperti menurunnya kenyamanan belajar, kelelahan fisik, kesulitan memahami materi secara langsung, serta meningkatnya tekanan psikologis berupa kecemasan akademik. Salah satu sumber kecemasan yang dominan adalah ujian, sebagai bentuk evaluasi pembelajaran yang berperan penting dalam mengukur capaian dan kualitas proses belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat kecemasan mahasiswa dalam menghadapi transisi pembelajaran bahasa Mandarin dari daring ke luring, khususnya pada pelaksanaan ujian luring, membandingkan hasil belajar mahasiswa Program Studi Bahasa Mandarin Universitas X pada ujian daring dan luring, serta menganalisis pengaruh tingkat kecemasan terhadap hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar mahasiswa. Selain itu, ditemukan perbedaan tingkat kecemasan dan capaian hasil belajar antara ujian daring dan luring, di mana sebagian besar mahasiswa mengalami peningkatan kecemasan saat mengikuti ujian luring. Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh faktor lingkungan belajar, interaksi sosial, serta tekanan waktu selama ujian. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengajar dalam memahami dinamika pembelajaran bahasa Mandarin secara luring sehingga strategi pembelajaran dan evaluasi dapat disesuaikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Mandarin di Indonesia.