cover
Contact Name
Yogi Setiawan
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+62851733700892
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran
ISSN : 27752585     EISSN : 27752593     DOI : https://doi.org/10.51878/educational.v4i4
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pedidikan dan pengajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 336 Documents
NILAI-NILAI PANCASILA DALAM PERSPEKTIF AKHLAK ISLAM TERHADAP PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DAN KEPEMIMPINAN Akmir, Akmir; Wulandari, Cahaya; Fiqriyah, Nabila; Novitasari, Niken; Nuraisyah, Nuraisyah; Amri, Resky
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.9162

Abstract

ABSTRACT This study analyzes the integration of Islamic values and Pancasila in shaping the character and leadership of the younger generation through education in Indonesia. Various studies indicate that Islam and Pancasila share conceptual alignment in aspects of leadership, social justice, deliberation, tolerance, and humanitarian ethics, which are relevant to strengthening character education. The concept of qawwam in Tafsir al Manar, which emphasizes trustworthiness, justice, moral responsibility, and deliberation, is proven to be relevant to modern educational governance, particularly in fostering educational leadership that is integrity driven and oriented toward public benefit. Meanwhile, the fourth and fifth principles of Pancasila demonstrate theological compatibility with the principles of shura and social justice in Islam, thereby reinforcing democratic practices within educational environments and participatory learning processes. In the context of the younger generation, the integration of Islamic Religious Education and Pancasila Education becomes a strategic approach to addressing the challenges of globalization, digitalization, and moral degradation. These subjects contribute to shaping students who are religious, moderate, tolerant, nationalistic, and resilient in character. Furthermore, the principles of justice and deliberation in Islam provide an ethical foundation for developing a humane and equitable school culture. The findings affirm that the synergy between Islamic values and Pancasila serves as a strategic foundation for strengthening character education and cultivating a civilized generation capable of responding to contemporary challenges. ABSTRAK Penelitian ini menganalisis integrasi nilai nilai Islam dan Pancasila dalam membentuk karakter dan kepemimpinan generasi muda melalui pendidikan di Indonesia. Berbagai kajian menunjukkan bahwa Islam dan Pancasila memiliki keselarasan konseptual dalam aspek kepemimpinan, keadilan sosial, musyawarah, toleransi, dan etika kemanusiaan yang relevan bagi penguatan pendidikan karakter. Konsep qawwam dalam Tafsir al-Manar yang menekankan amanah, keadilan, tanggung jawab moral, dan musyawarah terbukti relevan bagi tata kelola pendidikan modern, khususnya dalam membangun kepemimpinan pendidikan yang berintegritas dan berorientasi pada kemaslahatan. Sementara itu, sila keempat dan kelima Pancasila memiliki kesesuaian teologis dengan prinsip syura dan keadilan sosial dalam Islam, sehingga dapat memperkuat praktik demokrasi dalam lingkungan pendidikan dan pembelajaran yang partisipatif. Dalam konteks generasi muda, integrasi Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Pancasila menjadi strategi penting dalam menghadapi tantangan globalisasi, digitalisasi, dan degradasi moral. Kedua mata pelajaran tersebut berperan dalam membentuk peserta didik yang religius, moderat, toleran, nasionalis, serta memiliki ketangguhan karakter. Selain itu, prinsip keadilan dan musyawarah dalam Islam memberikan dasar etis bagi pengembangan budaya sekolah yang humanis dan berkeadilan. Temuan ini menegaskan bahwa sinergi nilai Islam dan Pancasila merupakan fondasi strategis dalam memperkuat pendidikan karakter dan membangun generasi berkeadaban yang mampu menjawab tantangan zaman.
KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PADA PEMBELAJARAN BACA TULIS AL-QUR’AN DI PONDOK PESANTREN Daulay, Enris Feyrani; Syaidah, Nur; Ekawati, Erna
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.9283

Abstract

The ability to read and write the Qur’an is a fundamental skill that every Muslim must master, particularly within Islamic educational environments. However, based on observations at Pondok Pesantren TPI Purbasinomba, there are still some students who have not fully acquired proficient Qur’anic literacy skills. This situation demands that teachers possess adequate pedagogical competence in planning, implementing, and evaluating instruction. In addition, the role of the madrasah principal is also crucial in providing guidance and support to foster the professional development of teachers. This study aims to explore the pedagogical competence of teachers and the efforts made to develop it in the teaching of Qur’anic reading and writing. The research employs a descriptive qualitative method through observations and interviews with teachers, the madrasah principal, and students. The findings indicate that teachers’ pedagogical competence is demonstrated through their ability to understand students’ characteristics, design systematic lesson plans, and apply methods such as talaqqi, murojaah, and tilawah tartil during instruction, along with conducting continuous assessments to evaluate student performance. Furthermore, efforts to enhance competence include equivalency programs, participation in seminars and training, involvement in teacher working groups, and other professional development activities. The madrasah principal also plays an active role by providing supervision, motivation, and implementing a system of rewards and punishments. The synergy between teachers and the madrasah principal contributes significantly to improving the quality of Qur’anic literacy instruction. ABSTRAK Baca tulis Al-Qur’an merupakan keterampilan dasar yang wajib dikuasai oleh setiap muslim, terutama di lingkungan pendidikan Islam. Namun, berdasarkan kondisi di Pondok Pesantren TPI Purbasinomba, masih ditemukan sebagian siswa yang belum sepenuhnya menguasai kemampuan baca tulis Al-Qur’an dengan baik. Situasi ini menuntut peran guru agar memiliki kompetensi pedagogik yang memadai dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran. Selain itu, kepala madrasah turut berperan dalam memberikan pembinaan dan dukungan guna mendorong pengembangan profesionalisme guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi pedagogik guru serta upaya pengembangannya dalam pembelajaran baca tulis Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi dan wawancara dengan guru, kepala madrasah, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik guru sudah tampak melalui kemampuannya memahami karakteristik peserta didik, merancang perencanaan pembelajaran yang sistematis, menggunakan metode talaqqi, murojaah, dan tilawah tartil dalam pelaksanaan pembelajaran, serta melakukan evaluasi berkelanjutan untuk mengukur kemampuan siswa. Selain itu, upaya pengembangan kompetensi dilakukan melalui program penyetaraan, partisipasi dalam seminar dan pelatihan, keterlibatan dalam kelompok kerja guru dan program kegiatan guru. Kepala madrasah juga mendukung dengan memberikan pembinaan, motivasi, serta penerapan reward and punishment. Sinergi antara guru dan kepala madrasah berkontribusi pada peningkatan kualitas pembelajaran baca tulis Al-Qur’an.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL NEGERI 5 MENARA KARYA AHMAD FUADI DAN RELEVANSINYA SEBAGAI BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA Widyanto, Danik Ary; Yuliantoro, Agus; Sukini, Sukini; Hersulastuti, Hersulastuti
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.9523

Abstract

ABSTRACT This study is motivated by the urgency of strengthening character education in junior high school literature learning, which has not optimally utilized literary works as a medium for internalizing values, resulting in a gap between curriculum objectives and classroom practices that remain cognitively oriented. The study aims to describe the character education values contained in the novel Negeri 5 Menara by Ahmad Fuadi and to analyze its relevance as an alternative teaching material for eighth-grade novel text learning. This research employs a descriptive qualitative approach using content analysis. The primary data consist of the novel text, while supporting data are derived from curriculum documents. Data were collected through intensive reading and note-taking, then analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing, strengthened by document triangulation. The findings reveal values of religiosity, discipline, hard work, responsibility, honesty, independence, appreciation of knowledge, and friendship, which align with the basic competencies of novel text learning and support the development of students’ character profiles. The study concludes that integrating literary works enriches literacy experiences and fosters contextual character formation, making the novel relevant and appropriate as teaching material in literature learning. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan pendidikan karakter dalam pembelajaran sastra di SMP yang belum optimal memanfaatkan karya sastra sebagai media internalisasi nilai, sehingga terjadi kesenjangan antara tujuan kurikulum dan praktik pembelajaran yang masih berorientasi kognitif. Penelitian bertujuan mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi serta menganalisis relevansinya sebagai alternatif bahan ajar teks novel kelas VIII SMP. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi. Data berupa teks novel sebagai sumber utama dan dokumen kurikulum sebagai pendukung, dikumpulkan melalui pembacaan intensif dan pencatatan, lalu dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan simpulan dengan penguatan triangulasi dokumen. Hasil menunjukkan adanya nilai religiusitas, disiplin, kerja keras, tanggung jawab, kejujuran, kemandirian, apresiasi terhadap ilmu, dan persahabatan yang selaras dengan kompetensi dasar pembelajaran teks novel serta mendukung profil pelajar berkarakter. Temuan menegaskan bahwa integrasi karya sastra dapat memperkaya literasi sekaligus membentuk karakter secara kontekstual, sehingga novel tersebut relevan dan layak digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran sastra.
EFEKTIVITAS KONSELING REBT (RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR THERAPY) DALAM PENYELESAIAN KONFLIK INTERPERSONAL SISWA DI UPTD SMP NEGERI 2 GUNUNGSITOLI Gulo, Piterman; Damanik, Hosianna Rodearni; Lase, Justin Foera-era; Lase, Famahato
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.9582

Abstract

ABSTRACT This study was motivated by the increasing incidence of interpersonal conflicts among students at UPTD SMP Negeri 2 Gunungsitoli, which has disrupted social interactions and the learning process. Unresolved conflicts may hinder students’ emotional regulation and social adjustment, thus requiring appropriate counseling interventions. This study aimed to examine the effectiveness of Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) counseling in resolving students’ interpersonal conflicts. This study emphasizes the importance of a cognitive-behavioral approach in school counseling services as a systematic strategy to develop rational thinking patterns and adaptive social responses. The research employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a Nonequivalent Control Group Design. The sample consisted of 22 eighth-grade students divided into an experimental group and a control group, each comprising 11 students. The instrument was a Likert-scale questionnaire that met validity and reliability criteria, and data were analyzed using inferential statistics and N-Gain analysis. The results showed a significance value (2-tailed) of 0.000 (<0.05) in the experimental group, with an average N-Gain of 62.59% (moderately effective category), while the control group obtained only 1.73% (ineffective category). These findings indicate that REBT counseling effectively enhances rational thinking, emotional regulation, and the quality of students’ social relationships in a more constructive manner. Therefore, REBT is considered an effective intervention for addressing interpersonal conflicts in the school setting. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya konflik interpersonal antar siswa di UPTD SMP Negeri 2 Gunungsitoli yang berdampak pada terganggunya interaksi sosial dan proses pembelajaran. Konflik yang tidak terselesaikan berpotensi menghambat regulasi emosi dan penyesuaian diri siswa, sehingga diperlukan intervensi konseling yang tepat. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas konseling Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) dalam membantu penyelesaian konflik interpersonal siswa. Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan kognitif-perilaku dalam layanan bimbingan dan konseling sekolah sebagai strategi sistematis untuk membentuk pola pikir rasional dan respons sosial yang adaptif. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-eksperimen melalui desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel berjumlah 22 siswa kelas VIII-B yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kontrol masing-masing 11 siswa. Instrumen berupa angket skala Likert yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas, sedangkan analisis data menggunakan uji statistik inferensial dan N-Gain. Hasil menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 (<0,05) pada kelompok eksperimen, dengan rata-rata N-Gain 62,59% (kategori cukup efektif), sedangkan kelompok kontrol hanya 1,73% (tidak efektif). Temuan ini menunjukkan bahwa konseling REBT efektif meningkatkan rasionalitas berpikir, pengendalian emosi, dan kualitas relasi sosial siswa secara lebih konstruktif. Dengan demikian, REBT layak diterapkan sebagai intervensi dalam menangani konflik interpersonal di lingkungan sekolah.
THE SIGNIFICANCE OF TISIKKHĀ AS FOUNDATION OF BUDDHIST CHARACTER EDUCATION IN PROMOTING SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOAL 4 Medhacitto, Tri Saputra
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.9584

Abstract

This research examines the significance of Tisikkhā as foundation of Buddhist character education in promoting sustainable development goal 4. Sustainable development is the global effort in creating a better world in the present and future. The United Nations has set seventeen sustainable development goals, addressing the contemporary global challenges. Among the seventeen sustainable goals, the SDG 4 is about the quality of education. Its aim is to ensure inclusive and equitable quality education and promote lifelong learning opportunities for all. This goal reflects the significance role of education in promoting sustainable development to address the global challenges. Quality of education in 21st century must adapt to the demands of globalization without neglecting the moral values. Character education is essential in addressing to the moral decline in this modern era. Character education is an approach to education that gives strong attention to the cultivation of positive character such as moral values, ethical behavior, responsibility, honesty and empathy. The character education according Buddhism is grounded in the three pillars or learning (tisikkhā), namely sīla-sikkhā (moral training), samādhi-sikkhā (mental training) and paññā-sikkhā (wisdom training). Tisikkhā is essential in shaping the generations to be compassionate, responsible and ethical individuals in society. Tisikkhā can be an effective way in addressing the current challenges to promote sustainable development goal 4. ABSTRAKPenelitian ini mengkaji signifikansi Tisikkhā sebagai landasan pendidikan karakter Buddhis dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goal (SDG) 4. Pembangunan berkelanjutan merupakan upaya global untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik bagi generasi masa kini dan mendatang. Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menetapkan tujuh belas tujuan pembangunan berkelanjutan untuk menjawab berbagai tantangan global kontemporer. Di antara tujuan tersebut, SDG 4 berfokus pada penyediaan pendidikan yang inklusif, adil, dan berkualitas serta mendorong kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua. Tujuan ini menegaskan peran strategis pendidikan dalam mendorong pembangunan berkelanjutan. Kualitas pendidikan pada abad ke-21 dituntut mampu merespons arus globalisasi tanpa mengabaikan nilai-nilai moral. Fenomena kemerosotan moral di era modern menunjukkan urgensi penguatan pendidikan karakter. Pendidikan karakter merupakan pendekatan pendidikan yang menekankan pembentukan nilai-nilai positif seperti integritas, tanggung jawab, kejujuran, empati, dan perilaku etis. Dalam perspektif Buddhisme, pendidikan karakter berakar pada tiga pilar pelatihan (Tisikkhā), yaitu sīla-sikkhā (pelatihan moral), samādhi-sikkhā (pelatihan batin), dan paññā-sikkhā (pelatihan kebijaksanaan). Melalui integrasi ketiga aspek tersebut, Tisikkhā berperan penting dalam membentuk generasi yang berwelas asih, bertanggung jawab, dan beretika. Dengan demikian, Tisikkhā dapat menjadi pendekatan yang relevan dalam menjawab tantangan pendidikan masa kini sekaligus mendukung terwujudnya SDG 4.
HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN MEMBUAT KOLASE DENGAN TINGKAT KREATIVITAS SISWA SANGGAR BIMBINGAN AT-TANZIL MALAYSIA Agustin, Clara Rizkina; Widayati, Sri; Sarwono, Ridha
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.9650

Abstract

Creativity is an important aspect in student development that can be stimulated through art activities, one of which is collage making. However, studies on the relationship between collage making ability and students' creativity are still limited, especially in the guidance studio environment. This study aims to analyze the relationship between collage making ability and students' creativity at the At-Tanzil Guidance Studio in Malaysia. The study used a quantitative approach with a correlational design. All studio students were used as research subjects with a saturated sampling technique. Data were obtained through collage making practice tests and creativity questionnaires that had met the criteria for validity and reliability. Data analysis techniques were carried out using the Pearson Product Moment correlation test assisted by statistical software. The results of the study showed a positive and significant relationship between students' ability to make collages and their level of creativity. These findings indicate that collage making activities can be used as an effective learning alternative in developing creativity. This study is expected to contribute to educators in designing art learning activities oriented towards developing students' creative potential. ABSTRAKKreativitas merupakan aspek penting dalam perkembangan siswa yang dapat distimulasi melalui kegiatan seni, salah satunya pembuatan kolase. Namun, kajian mengenai hubungan kemampuan membuat kolase dengan kreativitas siswa masih terbatas, khususnya pada lingkungan sanggar bimbingan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kemampuan membuat kolase dengan kreativitas siswa di Sanggar Bimbingan At-Tanzil Malaysia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Seluruh siswa sanggar dijadikan subjek penelitian dengan teknik sampling jenuh. Data diperoleh melalui tes praktik pembuatan kolase serta angket kreativitas yang telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Teknik analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment berbantuan perangkat lunak statistik. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara kemampuan siswa dalam membuat kolase dengan tingkat kreativitas yang dimiliki. Temuan ini mengindikasikan bahwa kegiatan membuat kolase dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan kreativitas. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pendidik dalam merancang kegiatan pembelajaran seni yang berorientasi pada pengembangan potensi kreatif siswa.