cover
Contact Name
Taufik
Contact Email
umbarruufik@gmail.com
Phone
+6285322468678
Journal Mail Official
jubikops@jurnal.umbarru.ac.id
Editorial Address
Jl. KH Ahmad Dahlan No.2 Tanete Rilau, Kab.Barru Sulawesi Selatan, Indonesia
Location
Kab. barru,
Sulawesi selatan
INDONESIA
JUBIKOPS
ISSN : 27977366     EISSN : 2797376X     DOI : https://doi.org/10.56185/jubikops
Core Subject : Education,
Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi yang disingkat dengan JUBIKOPS adalah jurnal publikasi ilmiah yang diterbitkan dua kali dalam setahun (Maret dan September) oleh Universitas Muhammadiyah Barru. Jurnal ini memuat artikel dari hasil penelitian atau ide kontekstual dalam bidang ilmu bimbingan konseling, ilmu kependidikan, dan psikologi. Dewan Editor mengundang para dosen, guru, peneliti, mahasiswa, dan praktisi untuk menerbitkan tulisannya di JUBIKOPS. Sebagai jurnal open access, seluruh artikel yang diterbitkan dapat diakses dan diunduh secara gratis. Jurnal ini memiliki E-ISSN 2797-376X, dan P-ISSN 2797-7366.
Articles 80 Documents
TEKNIK PENSTRUKTURAN DALAM LAYANAN KONSELING INDIVIDUAL Dewany, Rahayu; Rezki Hariko; Yeni Karneli
Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi ( JUBIKOPS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Barru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan konseling individual sering ditemui bahwa klien tidak mengetahui apa yang dimaksud dengan konseling atau masih ragu-ragu terhadap beberapa aspek konseling, misalnya klien tidak mengetahui apa arti, tujuan, prinsip, proses, dan konselor. dan klien berada dalam hubungan konseling. Layanan konseling individual adalah suatu proses pertolongan dari konselor kepada klien untuk mendapatkan apa yang menjadi tujuan dari masalah dan upaya untuk mengembangkan kepribadian klien agar dapat menyesuaikan diri dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial yang normal, dalam pelaksanaan konseling individu. layanan konseling individual perlunya penataan teknik dalam hubungan konseling, dengan tujuan agar klien dapat mengetahui dan memahami dengan jelas apa itu konseling, tujuannya, proses pelaksanaan serta konselor dan konseli. Penataan merupakan upaya yang dilakukan konselor dalam proses konseling untuk membina pemberian bantuan melalui konseling. Penataan diperlukan untuk membawa klien ke layanan konseling individu untuk mengembangkan diri. Bagi klien yang baru pertama kali bertemu dengan konselor dan belum mengerti apa, mengapa dan bagaimana konseling, khususnya layanan konseling individual, memerlukan penataan yang lengkap.
HUBUNGAN ANTARA MANAJEMEN WAKTU DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK SISWA KELAS X SMA TEUKU UMAR SEMARANG Cindy Sofiyanti; Dini Rakhmawati; Ismah
Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi ( JUBIKOPS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Barru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu apakah ada hubungan antara manajemen waktu dengan prokrastinasi akademik siswa kelas X SMA Teuku Umar Semarang?. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara manajemen waktu dengan prokrastinasi akademik siswa kelas X SMA Teuku Umar Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Populasi pada penelitian ini berjumlah 163 siswa, yang terdiri dari kelas X 1, X 2, X 3, X 4, dan X 5. Teknik pengumpulan sampling pada penelitian ini adalah menggunakan teknik sampling jenuh. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan semua anggota populasi yang dimiliki yaitu sampel dalam penelitian ini adalah kelas X 2, X 3, X 4, dan X 5. Berdasarkan uji korelasi pearson product moment, diperoleh nilai korelasi r hitung 0,789. Sedangkan nilai r tabel untuk jumlah sampel 130 dengan taraf signifikasi 5 % diperoleh sebesar 0,176. Oleh karena itu nilai r hitung 0,789 > r tabel 0,176 dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara manajemen waktu dengan prokrastinasi akademik siswa kelas X SMA Teuku Umar Semarang. Hubungan tersebut menunjukan kearah hubungan positif, dikarenakan nilai r hitung yang diperoleh bertanda positif. Hubungan positif tersebut memiliki arti bahwa jika manajemen waktu semakin tinggi maka prokrastinasi akademik semakin rendah, begitu sebaliknya jika manajemen waktu rendah maka prokrastinasi akademik tinggi. Kata kunci: prokrastinasi, prokrastinasi akademik, manajemen waktu
ETIKA KONSELOR MELAYANI ANAK DI BAWAH UMUR Nabila Silva Fahira; Nadia Aulia Nadirah; Nandang Budiman
Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi ( JUBIKOPS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Barru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konselor yang bekerja dengan anak di bawah umur sering ditantang untuk menyeimbangkan kebutuhan anak mengenai kerahasiaan dan permintaan orang tua akan informasi tentang konseling anak di bawah umur. Isu ini menjadi perbincangan hangat para terapis atau konselor karena perbedaan pendapat mengenai informed consent dan proses konseling yang melibatkan anak di bawah umur yang berkaitan dengan izin orang tua. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui batasan etika pelaksanaan konseling dengan anak atau konseli di bawah umur. Peneliti menggunakan metode penelitian SLR atau systematical literatur review meta-sintesis yaitu dengan menggunakan meta-agregasi yang bertujuan untuk menjawab pertanyaan penelitian dengan cara summarizing berbagai hasil penelitian. Hasil sintetis menujukan bahwa semakin muda anak, semakin konselor harus bersedia berbagi informasi dengan orang tua begitu pun sebaliknya. Konselor harus memberitahukan asas kerahasiaan kepada orang tua atau wali pada awal proses konseling atau saat informed consent berlangsung. Melakukan konseling pada anak di bawah umur perlu perizinan orang tua atau wali namun konseli di bawah umur memiliki hak untuk menentukan piihan dalan mengikuti konseling serta atas privasi dan kerahasiaan mereka. Konselor harus mampu memahami sejauh mana batasan kerahasiaan yang dapat disimpan dalam sesi konseling dan yang dapat diberitahukan kepada orang tua atau wali. Konselor harus mampu berhati-hati terhadap segala tindakannya kepada anak di bawah umur karena orang tua atau wali mempunyai wewenang dalam melaporkan tindakan konselor ke ranah hukum.
ANALISIS METODE PEMBELAJARAN TERHADAP MOTIVASI BELAJAR BACA TULIS AL-QURAN SISWA SDI PESANGGRAHAN SEMARANG TIMUR Putro Dwi Anggoro; Moh. Aniq Khairul Basyar; Rahmat Rais
Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi (JUBIKOPS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Barru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56185/jubikops.v4i1.259

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan pembelajaran baca tulis Al-Quran yang dilakukan oleh SD Islam Pesanggrahan pada peserta didik kelas V. karena untuk meningkatkan motivasi belajar diperlukan pembelajaran yang menyenangkan dan tidak membosankan bagi peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan mengambil data sesuai yang terjadi di lapangan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dan disajikan dalam bentuk deskriptif. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan pedoman observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dari hasil penelitian ini adalah SD Islam Pesanggrahan menggunakan metode qiroati. Selain itu, juga menggunakan metode klasikal dan individual. Dari penerapan metode tersebut diketahui bahwa peserta didik yang mempunyai motivasi belajar yang sangat tinggi ada sebanyak 19 peserta didik (85%) dari jumalah kelas V ada 22 peserta didik. Penerapan metode qiroati dalam pembelajaran baca tulis Al-Quran pada kelas V di SD Islam Pesanggrahan dapat dikatakan berhasil dikarenakan motivasi belajar peserta didik tersebut mencapai kategori yang sangat tinggi.
PENGARUH KONTROL DIRI TERHADAP PERILAKU PERUNDUNGAN PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 BANGSRI Dyah Helen Permatasari; W Kusdaryani; Agus Setiawan
Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi (JUBIKOPS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Barru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56185/jubikops.v4i1.341

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu Adakah hubungan kontrol diri dengan perilaku perundungan siswa kelas XI SMA N 1 Bangsri?. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kontrol diri dengan perilaku perundungan siswa kelas XI SMA N 1 Bangsri. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Populasi data penelitian sejumlah 346 siswa, meliputi kelas XI IPA 1, XI IPA 2, XI IPA 3, XI IPA 4, XI IPA 5, XI IPS 1, XI IPS 2, XI IPS 3, XI IPS 4, XI BAHASA. Sampel uji coba (Try out) berjumlah 32 siswa kelas XI IPA 4. Sampel dalam penelitian ini sejumlah 72 siswa yang diambil dengan teknik cluster random sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah skala Kontrol Diri dan skala Perilaku Perundungan. Hasil uji korelasi person product moment, diperoleh nilai korelasi r hitung 0,625. Sedangkan nilai r tabel untuk jumlah sampel 72 siswa dengan taraf signifikan 5% maka diperoleh nilai r tabel sebesar 0,235. Oleh karena itu r hitung ˃ r tabel atau 0,625 ˃ 0,235 apabila Hasil dari nilai r hitung jika ditinjau dari r tabel koefisien korelasi, maka tingkat hubungan korelasi nya kuat. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan kontrol diri dengan perilaku perundungan pada siswa kelas XI di SMAN 1 Bangsri. Hubungan tersebut menunjukkan hubungan yang negatif, karena semakin tinggi kontrol diri siswa maka semakin rendah perilaku perundungan siswa atau sebaliknya semakin rendah kontrol diri maka semakin tinggi perilaku perundungan siswa. Kata Kunci : kontrol diri, perundungan, perilaku perundungan
IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA DI DESA KEBONSARI KECAMATAN ROWOSARI Mirta Laelya Shofa shofa; Heri Saptadi Ismanto; Agus Setiawan
Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi (JUBIKOPS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Barru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56185/jubikops.v4i1.417

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya remaja yang melakukan perilaku menyimpang di desa Kebonsari kecamatan Rowosari. Perilaku menyimpang yang terjadi yaitu perilaku merokok pada remaja. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang paling dominan yang menyebabkan perilaku merokok pada remaja. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa perilaku merokok remaja dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu faktor kepribadian dan pergaulan/teman sebaya. Faktor kepribadian merujuk pada karakteristik perilaku yang melekat pada seorang individu dari dalam dirinya, dan berasal dari pengalaman. Sedangkan, faktor pergaulan/teman sebaya menjadi hal yang mendasari perilaku remaja setelah faktor kepribadian, karena pada usia remaja, mereka cenderung lebih mudah terpengaruh oleh ajakan teman. Penjelasan yang sama berlaku pada hampir seluruh aspek perilaku sosial remaja. Kesimpulan dari kedua faktor tersebut adalah bahwa kepribadian memiliki pengaruh besar terhadap individu, terkait dengan dorongan yang sulit untuk ditekan. Selain itu, dukungan sosial dari masyarakat seharusnya berperan dalam membentuk karakter individu dalam lingkungan tersebut, namun realitanya masyarakat cenderung acuh terhadap remaja yang merokok, sehingga remaja memiliki banyak kesempatan untuk merokok di lingkungan tersebut.
HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DENGAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIER SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 JUWANA Puji Setiyani; Heri Saptadi Ismanto; Gregorius Rohastono Ajie
Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi ( JUBIKOPS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Barru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara efikasi diri dengan pengambilan keputusan karier. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Populasi data penelitian sejumlah 431 siswa, meliputi kelas XI IPS 1, XI IPS 2, XI IPS 3, XI IPS 4, XI IPS 5, XI MIPA 1, XI MIPA 2, XI MIPA 3, XI MIPA 4, XI MIPA 5, XI MIPA 6, XI MIPA 7. Sampel uji coba (try out) sejumlah 36 siswa kelas XI IPS 1. Sedangkan sampel penelitian ini sejumlah 72 siswa yakni XI IPS 3 dan XI MIPA 2, yang diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah skala efikasi diri dan skala pengambilan keputusan karier. Berdasarkan hasil uji korelasi pearson product moment, diperoleh nilai korelasi rhitung diperoleh nilai rhitung sebesar 0,719. Sedangkan nilai rtabel untuk jumlah sampel 72 dengan taraf signifikansi 5% sebesar 0,235. Oleh karena itu, nilai rhitung 0,719 > rtabel 0,235 maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat hubungan secara signifikan antara efikasi diri dengan pengambilan keputusan karier siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Juwana. Dari hasil pengujian korelasi tersebut menunjukkan hubungan yang positif. Hal ini berarti, semakin tinggi efikasi diri siswa, maka semakin tinggi pula kemampuan pengambilan keputusan karier siswa. Dengan demikian, guru BK dapat memberikan layanan yang dapat membantu meningkatkan efikasi diri siswa, kemudian memahami minat dan bakat siswa dengan memantau perkembangan kariernya, serta mampu berkolaborasi dengan guru kelas agar menumbuhkan keyakinan diri siswa terhadap kemampuan potensi diri.
HUBUNGAN INTERAKSI SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMP NEGERI 1 KARANGAWEN Muhammad Qomaruddin; Tri Suyati; Ismah
Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi ( JUBIKOPS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Barru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masih ditemukan rendahnya motivasi belajar siswa adalah dasar dalam penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari hubungan antara interaksi sosial teman sebaya dengan motivasi belajar siswa kelas VII SMP N 1 Karangawen Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 326 Sampel penelitian sebanyak 64 orang siswa yang ditentukan dengan teknik cluster random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan skala interaksi sosial teman sebaya dan motivasi belajar. Berdasarkan uji korelasi pearson product moment diperoleh nilai r hitung sebesar 0,624, sedangkan r tabel untuk jumlah sampel 64 adalah 0,254. Oleh karena itu nilai r hitung ˃ r tabel atau 0,624 ˃ 0,254 maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara interaksi sosial teman sebaya dengan motivasi belajar siswa kelas VII SMP N 1 Karangawen. Hubungan tersebut menunjukan hubungan yang positif, karena nilai r hitung yang didapat bernilai positif. Hubungan positif tersebut memiliki arti bahwa jika interaksi sosial teman sebaya siswa tinggi maka motivasi sosial siswa tinggi dan sebaliknya jika interaksi sosial teman sebaya rendah maka motivasi bekajar siswa juga rendah.
KONTRIBUSI AYAH DALAM PEMBIMBINGAN TERHADAP PERILAKU MORAL ANAK Taufik; Amir
Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi ( JUBIKOPS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Barru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran ayah merupakan salah satu faktor penting bagi tumbuh kembang anak, terutama terhadap perilaku moral anak. Dalam artikel ini, penulis ingin membahas mengenai perbedaan perilaku moral anak dengan keterlibatan ayah dalam Pembimbingan dan perilaku moral anak tanpa keterlibatan ayah dalam Pembimbingannya. Penulisan artikel ini menggunakan metode penelitian studi pustaka atau studi literatur, yaitu dengan mencari sumber dari buku, jurnal, artikel, dan sumber lainnya yang memiliki relevansi dengan pembahasan dalam artikel ini, yakni mengenai keterlibatan ayah dalam Pembimbingan bagi perilaku moral anak. Hasil dari pencarian informasi mengenai studi pustaka menyebutkan bahwa penting adanya keterlibatan ayah dalam Pembimbingan bagi perilaku moral anak. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan temuan beberapa penelitian terdahulu mengenai hal ini yang menjelaskan bahwa tak jarang terdapat penyimpangan perilaku moral anak tanpa keterlibatan ayah dalam Pembimbingan. Maka dari itu, keterlibatan ayah dalam Pembimbingan bagi perilaku moral anak menjadi suatu hal yang perlu dilakukan.
KEEFEKTIFAN PEMBERIAN LAYANAN KONSELING INDIVIDUAL TERHADAP PENINGKATAN SELF EFFICACY SISWA DISABILITAS Karlina Putri Lokasari; Ulfa Danni Rosada
Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi (JUBIKOPS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Barru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56185/jubikops.v4i1.494

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi karena terdapat beberapa siswa disabilitas memiliki self efficacy yang rendah. Hal tersebut ditandai dengan ketidakpercayaan diri mereka dalam melakukan berbagai kegiatan yang ada disekolah, dikarenakan kurang percaya diri terhadap kemampuan yang dimilikinya. Permasalahan utama pada penelitian ini adalah rendahnya tingkat self efficacy pada penyandang disabilitas fisik di SMA N 1 Bantul. Terdapat beberapa penyandang disabilitas fisik yang teridentifikasi memiliki self efficacy yang cenderung rendah, maka dari itu perlu adanya peningkatan self efficacy melalui layanan konseling rational emotive behavior therapy teknik self talk. Pada penelitian ini digunakan jenis penelitian eksperimen dengan desain penelitian true-eksperimen menggunakan model pretest-posttest control group design. Subjek penelitian ini yaitu kelas XI SMA N 1 Bantul berjumlah 6 siswa disabilitas yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Uji validitas menggunakan product moment dengan bantuan program SPSS. Uji reliabilitas menggunakan rumus Alpha Cronbcah. Data yang terkumpul dalam bentuk angka (kuantitatif) yang kemudian dianalisis secara statistik. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji independent sample t-test berdasarkan hasil uji prasyarat. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan nilai tabel Equal variances assumed diketahui nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,035 < 0,05 sehingga Ho ditolak yang menunjukan bahwa adanya peningkatan self efficacy pada siswa setelah diberikan layanan konseling individual REBT teknik self talk. Hasil tersebut didukung oleh nilai mean kelas eksperimen sebesar 90 lebih besar dibandingkan kelas kontrol yang memiliki mean sebesar 78 yang berarti rata-rata kelompok eksperimen berada pada kategori tinggi.