cover
Contact Name
Agus Dian Mawardi
Contact Email
yptbkalsel@gmail.com
Phone
+6285654963323
Journal Mail Official
yptbkalsel@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pematon No.10 Komplek Pembangunam I RT.18 RW.02 Banjarmasin Barat, Kode Pos 70116
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Education Curiosity
ISSN : 29646146     EISSN : 29630339     DOI : https://doi.org/10.71456/ecu
Core Subject : Education, Social,
Jurnal EduCurio meliputi: Teori dan landasan pendidikan dan pembelajaran, Filsafat pendidikan dan pembelajaran, Teknologi pendidikan dan pembelajaran, Psikologi Pendidikan, Media pendidikan dan pembelajaran, Evaluasi pendidikan, Manajemen Pendidikan, Inovasi pendidikan dan pembelajaran, Pendidikan untuk semua jenjang, Pendidikan formal, Pendidikan informal, Pendidikan non formal, Pendidikan pedesaan, Pendidikan perkotaan, Kurikulum pendidikan dan pembelajaran, Pendidik dan siswa, Kebijakan pendidikan dan pembelajaran, Metode dan strategi pembelajaran, Penilaian pembelajaran, sosial budaya, dll.
Articles 385 Documents
An Analysis of Teachers’ Teaching Style in Teaching Writing Skills at SMA Negeri 2 Banjarmasin Aprilliani, Nia; Kamal, Sirajuddin; Mu'in, Fatchul
EduCurio: Education Curiosity Vol 3 No 2 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v3i2.1166

Abstract

This study aims to analyze teachers' teaching style to teach English writing skills to students in grades XI and XII at SMA Negeri 2 Banjarmasin. Writing skills are crucial to English language learning in senior high schools in Indonesia. The research method was a descriptive qualitative method that utilized observation and interviews as the primary instruments. The research participants are English teachers in grades XI and XII at SMA Negeri 2 Banjarmasin. The results indicate that teachers' dominant teaching styles in teaching English writing at SMAN 2 Banjarmasin are formal authority and facilitator. Formal authority involves the teacher having complete control of the learning process, while the facilitator involves the teacher acting as a facilitator to help students acquire knowledge and skills independently. Formal authority and facilitator are two teaching styles to develop English writing skills in educational settings. This research provides an overview of the teaching approaches used in these settings. The findings have implications for improving the effectiveness of teaching English writing skills at the high school level.
Nilai Budaya dalam Tari Kinyah Mandau pada Suku Dayak Ngaju di Komunitas Tarantang Petak Balanga Palangkaraya Kalimantan Tengah Sulistyawati , Dewi Rukmini; Suwarjiya, Suwarjiya
EduCurio: Education Curiosity Vol 3 No 2 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v3i2.1173

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah berkenaan dengan Tari Kinyah Mandau Pada suku Dayak Ngaju. Tari Kinyah Mandau memiliki fungsi ritual, meskipun sudah dikembangkan di sanggar dan memiliki fungsi hiburan dan pertunjukan, dalam tari ini tetap mengandung nilai-nilai budaya masyarakatnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran secara diskriptif tentang Nilai Budaya tari Kinyah Mandau pada Suku Dayak Ngaju di Komunitas Tarantang Petak Balanga Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Poin-poinnya adalah: (1) mendeskripsikan bentuk penyajian tari Kinyah Mandau suku Dayak Ngaju di Komunitas Tarantang Petak Balanga, dan (2) mengetahui nilai budaya  yang terdapat pada tari Kinyah Mandau suku Dayak Ngaju di Komunitas Tarantang Petak Balanga. Metode penelitian yang menggunakan pendekatan  kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, yang artinya data-data penelitian yang diperoleh lalu dikumpulkan dalam bentuk keterangan, gambar dan vidio kejadian yang kemudia dianalisis untuk mendeskripsikan secara lengkap sesuai dengan tujuan penelitian. Teknik analisis data, yaitu mengumpulkan data, mengelompokan data dan menyimpulkan data baik seacara lisan maupun secara tertulis agar sesuai dengan pedoman dan kerangka yang dipersiapkan oleh peneliti sebelumnya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, bentuk penyajian tari Kinyah Mandau menggunakan gerak-gerak tari dayak yang memiliki makna. Nilai budaya yang terkandung dalam tari ini sangat  tergambar jelas, terlihat dari segi kepercayaan, sikap dan simbolik dari masyarakat Dayak Ngaju. Melalui tari Kinyah Mandau, terlihat suku Dayak tidak meninggalkan kaidah-kaidah budaya daerah mereka sendiri yang menggambarkan seutuhnya orang Dayak.
Supervisi Pembelajaran pada Mahasiswa PLP Menggunakan Model Discovery untuk Mengajar Daring Bahasa Indonesia di Kelas X IPA 2 SMAN 1 Banjarmasin Fitriana, Arina; Ngalimun, Ngalimun
EduCurio: Education Curiosity Vol 3 No 2 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v3i2.1174

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana supervisi kegiatan yang dilakukan untuk mengatur dengan cara langusng yaitu melihat. Kegiatan penelitian dilaksanakan pada SMAN 1 Banjarmasin dengan melibatkan para mahasiswa PLP sebagai subjek penelitian. Supervisi pembelajaran ini dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Supervisi pembelajaran yang dilakukan oleh penyelia untuk menemukan kekurangan dan menmberikan perbaikan untuk lebih sempurna. Dalam kegiatan supervisi pembelajaran menggunakan aspek yang mengacu kepada hakikat supervisi pembelajaran, ruang lingkup supervisi pembelajaran, serta peran dan fungsi supervisi pembelajaran. Dari hasil yang diperoeh dalam penerapan di pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia (lintas minat) dengan penerapan model discovery di kelas X IPA 2 SMAN 1 Banjarmasin ditemukan beberapa langkah kegiatan yang tidak efektif dilakukan saat pembelajaran secara daring. Oleh karena itu, supervisi pembelajaran ada untuk mengevaluasi hal tersebut dan memperbaiki untuk menjadi lebih baik. Dalam kegiatan PLP (Pengenalan Lapangan Persekolahan) pada mahassiswa yang menjadi supervisor atau penyelia ialah guru pamong.
Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Tema Sahabat Kita Muatan PPKn Menggunakan Model Problem Based Learning, Numbered Head Together, dan Teams Games Tournament di SDN Teluk Tiram 2 Banjarmasin Salsabila, Salsabila; Asrani, Asrani
EduCurio: Education Curiosity Vol 3 No 2 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v3i2.1192

Abstract

Penelitian ini berfokus pada situasi hasil peserta didik dengan rendahnya aktivitas belajar, bertumpu pada kurangnya kreasi model pembelajaran yang inovatif untuk digunakan guru. Kombinasi Problem Based Learning, Numbered Heads Together and Teams Games Tournament menjadi acuan dalam kajian, menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitati dengan rancang tindakan kelas (PTK) dalam kurun 4 kali pertemuan pada siswa semester genap kelas V SDN Teluk Tiram 2 Banjarmasin yang berjumlah 20 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas guru pada pertemuan 1 mencapai kriteria “baik” dengan skor 28, pertemuan 2 mencapai kriteria “baik” dengan skor 33, pertemuan 3 mencapai kriteria “sangat baik” dengan skor 34, danpertemuan 4 mencapai kriteria “sangat baik” dengan skor 36. Aktivitas Siswa pada pertemuan 1 mencapai kriteria “kurang aktif”, pertemuan 2 mencapai kriteria “kurang aktif, pertemuan 3 mencapai kriteria “aktif” dan pertemuan 4 mencapai kriteria “sangat aktif”. Ketuntasan klasikal hasil belajar peserta didik pada pertemuan 1 mencapai 60%, pertemuan 2 mencapai 65%, pertemuan 3 mencapai 85%, dan pertemuan 4 mencapai 90%. Berdasarkan temuan ini dapat disimpulkan bahwa kombinasi model Problem Based Learning, Numbered Heads Together dan Teams Games Tournament dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar khususnya pada Tema Sahabat Kita.
Hubungan antara Kesesakan dan Stres Lingkungan pada Para Penumpang KRL Area Jabodetabek Rabbika, Aulia Elma
EduCurio: Education Curiosity Vol 3 No 2 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v3i2.1195

Abstract

Pengguna KRL di area Jabodetabek kian meningkat dari waktu ke waktu. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penumpang Kereta Api secara nasional mencapai 35,19 juta orang selama bulan Agustus 2022. Angka ini naik dibandingkan Agustus 2021 (33,79 juta penumpang) dan Agustus 2020 (29,58 juta penumpang). Hal itu terjadi seiring meningkatnya rasa nyaman dan keamanan yang dirasakan oleh penumpang. Bahkan pada rush hour (jam sibuk), KRL menjadi sarana transportasi yang banyak digunakan oleh warga area Jabodetabek untuk commuting ke tempat kerja. Meningkatnya jumlah penumpang dapat menyebabkan penumpukan penumpang yang memicu terjadinya stress lingkungan akibat kesesakan. Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan antara kesesakan dengan stress lingkungan pada para penumpang KRL area Jabodetabek. Hasil dari penelitian didapatkan nilai korelasi sebesar r = 0,768 (kategori kuat) dengan p = 0,000 (p < 0,05) maka diketahui bahwa ada hubungan yang signifikan yang kuat antara kesesakan dengan stress lingkungan pada para penumpang KRL di area Jabodetabek. Nilai r positif menunjukkan terdapat hubungan searah antara kesesakan dengan stres lingkungan pada para penumpang KRL di area Jabodetabek, artinya semakin tinggi persepsi terhadap kesesakan maka semakin tinggi pula stress lingkungan yang dirasakan.
Peran Guru dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 23 Banjarmasin Rakhmani, Rakhmani
EduCurio: Education Curiosity Vol 3 No 2 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v3i2.1202

Abstract

Penelitian tentang Peran Guru dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 23 Banjarmasin penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan yang ditemukan yaitu rendahnya minat siswa dalam pembelajaran matematika, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, peran guru dalam meningkatkan minat belajar siswa, mengetahui penyebab rendahnya minat belajar siswa. Penelitian ini berlokasi di SMP Negeri 23 Banjarmasin. Dengan sumber data utama penelitian ini adalah 2 (dua) guru kelas VIII dan 3 (tiga) siswa-siswi sebagai informan. Pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pendekatan dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif metode deskriptif. Teknis analisis data yang digunakan adalah reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil dalam penelitian menunjukan bahwa (1) peran guru dalam meningkatkan minat belajar siswa dikategorikan sudah baik, pelaksanaan kegiatan-kegiatan dalam meningkatkan minat belajar siswa berdasarkan analisis data ditemukan yaitu peran guru sebagai motivator adalah memberikan motivasi kepada siswa, sebagai fasilitator memberikan kemudahan dan fasilitas dalam belajar, sebagai Pembimbing guru membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar, sebagai demonstrator guru menjadi model sikap terpuji & teladan bagi siswa, dan sebagai evaluator untuk mengetahui keberhasilan & pemahaman siswa. (2) penyebab rendahnya minat siswa belajar siswa disebabkan oleh minset atau pemikiran siswa itu sendiri bahwa matematika itu sulit dan rumit, guru kelas juga menyikapi dengan menggunakan metode pembelajaran dengan metode ceramah agar segala kesulitan yang dihadapi siswa bisa teratasi.
Peran Guru Untuk Menanamkan Etika Penggunaan Teknologi di Sekolah Dasar Nurjannah, Sella Seftia; Susilo , Claudya Zahrani
EduCurio: Education Curiosity Vol 3 No 2 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v3i2.1200

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi peran guru dalam membimbing siswa sekolah dasar untuk menggunakan teknologi secara etis di era digital. Dengan. Menggunakan metode kualitatif dan wawancara dengan guru, ditemukan bahwa meskipun teknologi menawarkan banyak manfaat, teknologi juga menimbulkan tantangan seperti ketergantungan dancyberbullying, Penting bagi guru antuk menjaga keseimbangan antara teknologi dan interaksi sosial dalam pembelajaran, Melalui pelatihan, guru dapat lebih efektif dalam mengajarkan penggunaan teknologi secara etis. Kesimpulannya, teknologi dapat meningkatkan pengalaman belajar, namun diperlukan pengelolaan yang bijak untuk menjaga interaksi sosial.
Pengaruh Media Pembelajaran Online Wordwall terhadap Keaktifan Siswa Kelas 5 pada Mata Pelajaran Matematika SDN Penggaron Mojowarno Nisya’, Zulia Choirotun; Susilo, Claudya Zahrani
EduCurio: Education Curiosity Vol 3 No 2 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v3i2.1208

Abstract

Adanya beragam bahan ajar serta media yang tepat dapat mengalihkan fokus siswa menjadi ketertarikan serta antusias yang besar dalam belajar. Siswa tidak hanya menjadi penonton pasif tetapi mereka juga ikut andil dan aktif dalam proses pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran online interaktif yang menyenangkan seperti melalui media pembelajaran online Wordwall. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran online Wordwall terhadap keaktifan siswa pada mata pelajaran Matematika kelas 5 SDN Penggaron Mojowarno. Metode penelitian jenis Pre-Experimental Design desain One Shot Case Study. Populasi sebanyak 25 siswa dari kelas 5 dengan teknik sampling jenuh. Teknik pengambilan data menggunakan lembar instrumen observasi aktivitas siswa dan lembar instrumen keaktifan siswa berbentuk skala likert berisi 11 pernyataan dan dokumentasi. Uji hipotesis menggunakan Uji One Sample T-Test taraf signifikan < 5%. Hasil penelirian dilihat dari lembar observasi aktivitas siswa yang menunjukkan nilai persentase sebesar 92% dan lembar kuesioner keaktifan siswa menunjukkan nilai persentase 92,4%, dimana nilai ini termasuk pada interval 75% - 100%. Berdasarkan hasil uji hipotesis yakni uji One Sample T-Test dengan bantuan SPSS versi 30.0 menunjukkan bahwa nilai Sig. memperoleh 0,001 yang menunjukkan bahwa 0,001 < 0,05 atau dengan kata lain H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti media pembelajaran online Wordwall berpengaruh signifikan terhadap keaktifan siswa.
Peningkatan Pemahaman Konsep IPAS Melalui Model PBL Berbantuan Media Pop Up Book Bentang Alam Siswa Kelas III SDN Gayam 1 Wahyuni, Rika; Putri, Kharisma Eka; Rochmawati, Novi
EduCurio: Education Curiosity Vol 3 No 2 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v3i2.1213

Abstract

Pembelajaran IPAS kelas III di SDN Gayam masih bersifat konvensional, dengan minimnya pemanfaatan media pembelajaran interaktif. Guru belum memanfaatkan media pembelajaran secara optimal. Siswa belum terlibat aktif dalam proses belajar, karena masih merasa kesulitan dalam memahami materi yang bersifat konseptual. Kondisi ini berdampak pada rendahnya hasil belajar. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep IPAS melalui model PBL berbantuan media pop up book bentang alam. Hasil penelitian menunjukkan penerapan model Problem Based Learning berbantuan media pop up book bentang alam mampu meningkatkan pemahaman konsep IPAS siswa kelas III SD. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan pemahaman konsep siswa sebesar 27%. Nilai rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I memperoleh hasil 76 dengan persentase ketuntasan sebesar 64%. Pada siklus II nilai rata-rata hasil belajar siswa memperoleh hasil 88 dengan persentase ketuntasan sebesar 91%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, model pembelajaran Problem Based Learning yang dipadukan dengan media pembelajaran inovatif dan interaktif dapat menjadi solusi efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep IPAS, ditunjukkan oleh peningkatan hasil belajar serta keaktifan siswa dalam memahami materi. Model PBL mendorong siswa untuk berpikir kritis dan aktif dalam menyelesaikan masalah, sehingga dapat menciptakan pembelajaran yang bermakna.
Pengaruh Manajeman Penataan Tempat Duduk terhadap Minat Belajar Siswa SDN Pasar Jati 2 Kabupaten Banjar Tati’ah, Tati’ah; Hartini, Aditya; Fitriani, Nurul Huda
EduCurio: Education Curiosity Vol 3 No 2 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v3i2.1216

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa baik manajemen penataan tempat duduk siswa, untuk mengetahui seberapa baik minat belajar siswa, dan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh manajemen penataan tempat duduk terhadap minat belajar siswa di SDN Pasar Jati 2 Kabupaten Banjar. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional survey design. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas III dan IV SDN Pasar Jati 2. Objek dalam penelitian ini yaitu pengaruh manajemen penataan tempat duduk terhadap minat belajar siswa SDN Pasar Jati 2. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh siswa SDN Pasar Jati 2 yang berjumlah 107 orang siswa. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan non probability sampling yaitu purposive sampling dengan berjumlah 36 orang siswa. Alat penggali data dalam penelitian ini yaitu angket, dokumentasi, dan wawancara. Uji instrument dilakukan dengan uji validitas dan uji reliabilitas menggunakan aplikasi SPSS versi 23 untuk windows 10. Analisa data yang digunakan yaitu analisis deskriptif, regresi linear sederhana, dan uji t. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil manajemen penataan tempat duduk di kelas III dan kelas IV SDN Pasar Jati 2 dalam kriteria baik dengan persentase sebesar 78,43%. Minat belajar siswa kelas III dan kelas IV SDN Pasar Jati 2 dalam kriteria baik dengan persentase sebesar 77,38%. Terdapat pengaruh manajemen penataan tempat duduk terhadap minat belajar siswa di SDN Pasar Jati 2 Kabupaten Banjar sebesar 36,6%.