cover
Contact Name
Devi Oktafiani
Contact Email
devioktafiani.fk.untad@gmail.com
Phone
+6285232897873
Journal Mail Official
tadulakomedika@gmail.com
Editorial Address
Jalan Soekarno Hatta, KM.09, Kota Palu
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 23551933     EISSN : 25807390     DOI : https://doi.org/10.22487/mtj.v9i2
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Medika Tadulako merupakan jurnal ilmiah yag menerbitkan artikel hasil penelitian, literatur review, case report pada bidang Ilmu Kedokteran, Mikrobiologi, Biokimia, Anatomi, Pendidikan Kedokteran
Articles 72 Documents
HUBUNGAN KADAR KREATININ DENGAN HEMOGLOBIN PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK (GGK) DI RSUD UNDATA PROVINSI SULAWESI TENGAH PADA TAHUN 2022 Muhammad Hilmi Falah; Setyawati, Tri; Walanda, Ryka Marina; Putrie, Intania Riska
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 9 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mtj.v9i1.1255

Abstract

Latar belakang: Gagal Ginjal Kronik (GGK) adalah keadaan kerusakan pada ginjal secara struktural ataupun fungsional yang telah terjadi selama tiga bulan atau lebih. Gagal ginjal kronik (GGK) ditandai gejala penurunan laju filtrasi glomerulus (LFG) mencapai kurang dari 60 ml/menit /1,73m2. Pada pasien GGK umumnya akan ditandai dengan hemoglobin yang rendah dan kadar kreatinin yang tinggi. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kadar kreatinin dengan hemoglobin pada pasien gagal ginjal kronik (GGK) di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah pada Tahun 2022. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif analitik melalui pendekatan cross sectional, data penelitian menggunakan rekam medis yang berisi hasil laboratorium dari kadar kreatinin dan hemoglobin pada pasien GGK. Sampel didapatkan menggunakan teknik Randoming sampling yang diambil secara acak dari total populasi 586 pasien. Sejumlah 100 pasien GGK stadium 5 didapatkan dari total populasi menggunakan rumus slovin yang disertai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil: Berdasarkan uji analisis yang telah dilakukan, uji analisis menggunakan uji Spearman diperoleh p=0,023 dengan nilai (p<0,05).Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kadar kreatinin dengan hemoglobin di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah pada Tahun 2022.
RASIO MONOSIT LIMFOSIT PADA PASIEN COVID-19 Harun, Haerani; Saptawinata, Aji; Towidjojo, Vera Diana; Anwar, Sarifuddin
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 9 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mtj.v9i1.1263

Abstract

Latar belakang : Savere acute respiartory syndrome-corona virus 2 (SARS-CoV2) merupakan virus yang memiliki gejala sama seperti SARS dan MERS yang dapat menyerang manusia dengan melibatkan sistem kekebalan tubuh (Limfosit T, Limfosit B dan Monosit), sehingga perlu dilakukan analisis Rasio Monosit Limfosit yang memiliki nilai prognostik dalam menentukan kasus yang parah. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan Rasio Monosit Limfosit pada pasien COVID-19 PCR Positif dan PCR Negatif. Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian Observasional analitik yang mengambil data sekunder, subjek pada penelitian ialah pasien suspek COVID-19 yang selanjutnya dibagi dalam 2 kelompok (PCR Positif dan PCR Negatif) dengan jumlah responden 30 orang dalam 1 kelompok. Hasil : Hasil penelitian didapatkan hitung jenis monosit lebih rendah pada pada kelompok PCR Positif dibandingkan PCR Negatif (p<0,03) dan terdapat peningkatan bermakna MLR (p=0,005) pada kelompok PCR Positif diabndingkan PCR Negatif. MLR pada kelompok PCR positif lebih tinggi dibandingkan kelompok PCR negatif
Health literacy pencegahan hipertensi terhadap perilaku pengontrolan tekanan darah pada dewasa muda di Desa Nambaru Kec. Parigi Selatan Sridani, Ni Wayan; Fauzan; Palesa, Hayati; Devi, Ratna; Wirda
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 9 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mtj.v9i1.1267

Abstract

Dikatakan hipertensi jika pada saat duduk tekanan darah sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih dan tekanan darah diastolic mencapai 90 mmHg atau lebih (Kemenkes RI,2018). Data hipertensi di puskesmas Sumbersari pada tahun 2021 sebanyak 1533 penderita dan tahun 2022 sebanyak 2548, dimana pada tahun ini juga kasus hipertensi menempati urutan ke 2 (dua) dari 10 penyakit terbanyak di puskesmas Sumbersari. Tujuan penelitian: Untuk melihat gambaran Health Literacy Pencegahan Hipertensi terhadap Perilaku Pengontrolan Tekanan Darah Pada Dewasa Muda. Metode penelitian yaitu kuantitatif dengan studi cross-sectional, dan desain penelitian adalah observasional-analitik dimana hal-hal yang akan diobservasi yaitu health literasi mengakses informasi penyakit hipertensi, kemampuan memahami informasi penyakit hipertensi dan kemampuan menilai pencegahan penyakit hipertensi terhadap perilaku mengontrol tekanan darah pada masyarakat dewasa muda. Dengan analisis data secara bivariat menggunakan uji Chi Square pada tingkat signifikansi p=0,05. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat desa Nambaru Dusun 1, usia 17 – 55 tahun sebanyak 150 orang, dengan sampel total populasi yaitu 150 resonden. Waktu penelitian adalah Maret – Juni 2023. Hasil uji statistic yang tidak signifikan dengan nilai p>0.05 sehingga dapat dikatakan bahwa hubungan health literacy pencegahan hipertensi dengan perilaku mengontrol tekanan darah pada dewasa muda tidak bermakna secara statistik. Hal ini dikarenakan distribusi data yang memperlihatkan bahwa dari 82 responden dengan tingkat literacy kurang, hanya 48 orang (58.5%) yang tidak melakukan pengontrolan TD sedang sisanya yakni 34 orang (41.5%) tetap melakukan pengontrolan tekanan darah. Selain itu, dari 6 responden dengan tingkat literacy yang baik, hampir semua (83,3%) yang tidak melakukan pengontrolan tekanan darah. Dari data diatas, dapat disimpulkan bahwa tingkat literacy yang kurang maupun baik tidak berkaitan dengan perilaku mengontrol Tekanan Darah.
PERBANDINGAN LEUKOSIT DAN RASIO NEUTROFIL LIMFOSIT (RNL) PADA APENDISITIS KOMPLIKATA DAN NON KOMPLIKATA Harun, Haerani; Amri, Imtihanah; Tepu, Muhammad Husein; Tulaka, Budi Dharmono
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 9 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mtj.v9i1.1273

Abstract

Latar belakang: Apendisitis merupakan salah satu kasus tersering dalam bidang bedah abdomen yang menyebabkan nyeri abdomen akut dan memerlukan tindakan bedah segera. Apendiks dapat menimbulkan berbagai komplikasi apabila penegakkan diagnosis tidak dilakukan dengan segera. Komplikasi yang ditimbulkan seperti perforasi pada apendiks yang dapat membentuk massa atau abses sehingga penanganan dan durasi tindakan operasi akan lebih sulit dan lama. Leukosit merupakan penanda peradangan yang dapat digunakan untuk menilai komplikasi dari apendisitis. Tujuan: Mengetahui perbandingan leukosit dan RNL dengan kejadian apendisitis komplikata dan non-komplikata Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasi analitik dengan pendekatan cross-sectional. Data Leukosit dan RNL dari pasien apendisitis diambil dari data rekam medis dan dibagi menjadi kempompok apendisitis komplikata dan apendisitis non komplikata. Leukosit dan RNL kemudian dibandingkan dengan uji Mann-Whitjney Hasil: Hasil yang diperoleh ditemukan perbedaan bermakna jumlah leukosit (p=0,006) dan nilai RNL p=0,000 antara apendisitis komplikata dan non komplikata. Kesimpulan: Jumlah leukosit dan RNL ditemukan lebih tinggi secara bermakna pada apendisitis komplikata dibandingkan dengan apendisitis non-komplikata.
GAMBARAN HISTOPATOLOGI HATI TIKUS MODEL OBESITAS PASCA PEMBERIAN METFORMIN Ramadhanti, Rahna Nur; David
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 9 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mtj.v9i2.1372

Abstract

Obesitas merupakan salah satu penyebab non alcoholic fatty liver disease (NAFLD) yang ditandai dengan inflamasi dan kerusakan hepatosit yang dapat berkembang menjadi fibrosis hati. Metformin sebagai antidiabetes memiliki efek antiinflamasi sehingga dapat mengurangi steatosis hati dan juga NAFLD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek metformin terhadap gambaran histopatologi hati tikus model obesitas. Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan rancangan posttest only controlled group design dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan tikus putih galur Wistar jantan, berusia 10-12 minggu, berat badan (BB) 200-250 gram, berjumlah 15 ekor. Tikus dibagi dalam 3 kelompok perlakuan; K1: kontrol normal; K2: kontrol negatif (model obesitas); K3: model obesitas + terapi metformin 250 mg/kgBB. Tikus dimodifikasi menjadi model obesitas dengan pemberian high fat diet (HFD). Dilakukan pengukuran BB secara berkala. Gambaran histopatologi didapatkan dari pewarnaan Hematoksilin eosin (HE). Data yang diperoleh dari pengamatan preparat histopatologi hati tikus wistar dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan menilai tingkat kerusakan hepatosit dan analisis kuantitatif dengan menilai tingkat fibrosis. Ditemukan bahwa terapi metformin menunjukkan tingkat kerusakan hepatosit lebih sedikit atau tingkat sedang dan pembentukan fibrosis hati pada tikus model obesitas menunjukkan perbedaan bermakna (p=0,0002). Kesimpulan penelitan ini metformin dapat menunjukkan kerusakan hepatosit dan terbentuknya fibrosis hati tikus model obesitas lebih sedikit.
HERPES ZOSTER DIINDUKSI OLEH DIABETES MELLITUS TIPE 2 PADA PASIEN GERIATRI: SEBUAH LAPORAN KASUS Josafat Pondang
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 9 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mtj.v9i2.1381

Abstract

HUBUNGAN PENGETAHUAN PERSONAL HYGIENE DENGAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE PADA ANAK USIA SEKOLAH DI SDN JATIREJO Lidiya, Muwallidatul Maulidiyah
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 9 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mtj.v9i2.1537

Abstract

A state of complete physical, mental and social well-being, as defined by the World Health Organization (WHO), is necessary for a person to be considered healthy. Three domains of functioning—physical, psychological (cognitive and emotional), and social—are included in the assessment of health-related quality of life. There are many (multifactorial) aspects that influence a person's quality of life, and there are many complex issues in human research. Finding out how well the school-age children of SDN Jatirejo know about the topic of personal hygiene and how they practice it was the driving force for this research. Descriptive correlation is the research methodology used to investigate the relationships between variables in this cross-sectional study. This research looks at the dependent and independent variables at once, without taking into account time to see how these variables relate to each other. With 49 participants, the majority of whom had strong knowledge (48 out of 50, or 98%) about personal hygiene, this study found a correlation between students' knowledge and the hygiene practices they carried out while at school. 11. As many as 22.4% have sufficient knowledge. Although only one person had sufficient knowledge (2.0%) and his behavior was inadequate (2.0%), twenty-two people had sufficient knowledge (44.9% of the total) and fifteen people had insufficient knowledge (30.6% ).
PERBEDAAN EFEKTIVITAS CONTRACT RELAX DENGAN NORDIC HAMSTRING TERHADAP PENINGKATAN FLEKSIBILITAS MUSCLE HASMTRING PADA ATLET BASKET Muhammad Ihsan Akib
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 9 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mtj.v9i2.1566

Abstract

Fleksibilitas adalah kemampuan jaringan atau otot yang bisa menjangkau maksimun gerakan sendi tanpa adanya rasa nyeri dari berbagai posisi. Hamstring muscle yang berguna sebagai penggerak fleksi knee mempunyai peluang terjadinya kerobekan jika tidak memiliki fleksibilitas lebih saat gerakan ekstensi knee.Prestasi atlet dalam pelaksanaan olahraga perlu dipersiapkan secara matang, baik dari segi fisik, teknik, emosional, maupun spiritual kesehatan fisik, salah satunya yaitu kelentukan otot hamstring. Penelitian ini adalah quasi eksperimen desain two group pre test - post test .Dilaksanakan di Lapangan Basket Jatidiri Parepare dengan sampel sebanyak 34 orang yang sesuai dengan kriteria inklusi, 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan I diberikan Contract relax dan kelompok perlakuan II diberikan Nordic Hamstring. Berdasarkan analisis uji Wilcoxon terlihat bahwa asymp,Sign bernilai 0,00. Karena nilai 0,00 lebih kecil dari <0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya ada perbedaan rata-rata antara Nordic Hamstring dengan Contract Relax pada Pemain Basket. Kedua kelompok dibandingkan pada uji hipotesis mendapatkan hasil pemberian nordic hamstring lebih efektif dibandingkan dengan contract relax. Nilai mean dan standar deviasi sesudah intervensi kelompok contract relax yaitu 88,88±2,667, sedangkan pada kelompok nordic hamstring yaitu 90,00±1,871. Kesimpulan Penelitian ini Nordic Hamstring lebih efektif daripada Contract Relax dalam Meningkatkan Fleksibilitas Otot Hamstring Pada Pemain Bola Basket
ASSOCIATION BETWEEN VITAMIN D RECEPTOR GENE POLYMORPHISM AND RENAL CALCIUM STONES : A LITERATURE REVIEW Adhani, Zalsabila Tiara; Munawwir, Abdul; Sabir, M.
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 9 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mtj.v9i2.1571

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Penyakit batu ginjal (nefrolitiasis) mempengaruhi hampir semua populasi di seluruh dunia dengan prevalensi yang terus meningkat. Beberapa penelitian menunjukkan reseptor vitamin D (VDR) berkorelasi dengan pembentukan batu kalsium ginjal. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menemukan hubungan antara polimorfisme gen reseptor vitamin D (VDR) terhadap pembentukan batu kalsium ginjal dengan melakukan tinjauan literatur terhadap penelitian sebelumnya sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Metode : Pencarian literatur dilakukan melalui beberapa database jurnal internasional yaitu Pubmed dan Google Scholar. Pencarian ini bertujuan untuk menemukan literatur yang berkaitan dengan polimorfisme reseptor vitamin D (VDR) dan batu kalsium ginjal. Pencarian literatur dilakukan dengan menggunakan kata kunci “vitamin D receptor polymorphism” dan “calcium renal stone”. Kami menetapkan kriteria inklusi dan ekslusi pada penelitian ini kemudian melakukan peninjauan literatur secera komprehensif terhadap penelitian yang relevan. Hasil : Kami melakukan peninjauan terhadap 10 artikel ilmiah yang memenuhi syarat dan telah menemukan hubungan antara VDR gen polimorfisme (ApaI, BsmI, FokI, and TaqI) terhadap pembentukan batu kalsium ginjal pada manusia. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara VDR gen polimorfisme (ApaI, BsmI, FokI, and TaqI) terhadap pembentukan batu kalsium ginjal pada manusia. ABSTRACT Background : Kidney stone disease (nephrolithiasis) affects almost all populations worldwide with an increasing prevalence. Several studies have shown that vitamin D receptor (VDR) is correlated with renal calcium stone formation. The purpose of writing this article is to find the relationship between vitamin D receptor (VDR) gene polymorphisms and renal calcium stone formation by conducting a literature review of previous studies according to established criteria. Methods : Literature search was conducted through several international journal databases, namely Pubmed and Google Scholar. This search aims to find literature related to vitamin D receptor (VDR) polymorphisms and kidney calcium stones. The literature search was conducted using the keywords “vitamin D receptor polymorphism” and “calcium renal stone”. We set inclusion and exclusion criteria for this study and then conducted a comprehensive literature review of relevant studies. Results: We reviewed 10 eligible scientific articles and found an association between VDR gene polymorphisms (ApaI, BsmI, FokI, and TaqI) and calcium renal stone formation in humans. Conclusion : There is an association between VDR gene polymorphisms (ApaI, BsmI, FokI, and TaqI) and kidney calcium stone formation in humans.
EDUKASI MELALUI MEDIA VIDEO PENGETAHUAN SKABIES TERHADAP PERSONAL HYGINE DI PANTI ASUHAN Nur, Indang; Pratiwi, Suci Indar; Diana, Vera
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 9 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mtj.v9i2.1573

Abstract

Latar Belakang : Skabies atau penyakit kulit merupakan salah satu penyakit kulit disebabkan oleh infeksi tungau Sarcoptes scabies. Di Indonesia skabies sering dijumpai pada orang yang tinggal secara berkelompok seperti di asrama, rumah tahanan, panti asuhan dan pesantren. Orang yang tinggal secara berkelompok, terkadang memiliki sanitasi yang kurang baik dan kurangnya kesadaran akan pentingnya hidup dengan kebersihan. Berdasarkan hal ini sehingga perlu untuk dilakukan penelitian untuk memberikan edukasi mengenai Skabies di Panti Asuhan Baitul Rahim kota Palu. Tujuan: Ingin mengetahui pengaruh edukasi melalui media video pengetahuan Skabies terhadap personal hygiene di Panti Asuhan Baitul Rahim Kota Palu. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain Pre- Eksperimental. Populasi penelitian adalah anak panti asuhan Baitul Rahim, dan teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling sebanyak 34 sampel. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan, sebelum dan sesudah diberikan edukasi melalui media video pengetahuan skabies terhadap personal hygine pada 34 responden. Sebelum diberikan edukasi terdapat katagori baik 23 orang (67,6%) meningkat menjadi 32 orang (94,1%) setelah diberikan edukasi. Untuk kategori cukup mengalami penurunan dari yang sebelum diberikan edukasi terdapat 11 orang (32,4%) menjadi 2 orang (5,9%). Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi melalui media video pengetahuan skabies sangat berpengaruh terhadap personal hygine di Panti Asuhan Baitul Rahim kota Palu. Kesimpulan: Terdapat pengaruh melalui media video pengetahuan Skabies terhadap personal hygine di Panti Asuhan Baitul Rahim kota Palu.