cover
Contact Name
Devi Oktafiani
Contact Email
devioktafiani.fk.untad@gmail.com
Phone
+6285232897873
Journal Mail Official
tadulakomedika@gmail.com
Editorial Address
Jalan Soekarno Hatta, KM.09, Kota Palu
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 23551933     EISSN : 25807390     DOI : https://doi.org/10.22487/mtj.v9i2
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Medika Tadulako merupakan jurnal ilmiah yag menerbitkan artikel hasil penelitian, literatur review, case report pada bidang Ilmu Kedokteran, Mikrobiologi, Biokimia, Anatomi, Pendidikan Kedokteran
Articles 72 Documents
Pengaruh Senam Hipertensi Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Huntap 1 Tondo Kota Palu Sridani, Ni Wayan; Maharani, Putri Suci
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 9 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mtj.v9i2.1585

Abstract

Insidensi Penyakit Hipertensi pada Petani di Kecamatan Sigi Biromaru Sulawesi Tengah Putrie, Intania; Oktafiani, Devi; Finomala
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 9 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mtj.v9i2.1587

Abstract

One occupation that is directly exposed to pesticides is farming. Although pesticides can increase the amount and quality of agricultural products, the cholinesterase enzyme's activity may be inhibited by the chemicals they contain. Acetylcholine is broken down in part by the cholinesterase enzyme. Acetylcholine will build up in the blood arteries if this enzyme is blocked, which may cause peripheral pressure to rise and lead to hypertension. Examining the prevalence of hypertension among farmers who had extensive pesticide exposure was the goal of this investigation. Purposive sampling combined with a cross-sectional design is the method used in this study. A total of fifty farmer samples were collected. Descriptive analysis is used in data analysis. According to the study's findings, the researchers' average blood pressure readings were 138/87 mmHg, with a standard deviation of 18.77 (TDS) and 12.99 (TDD). According to these findings, pre-hypertension has already occurred in most farmers who are often exposed to pesticides.
PROFIL BAKTERI AEROB PADA AKNE VULGARIS Asrinawaty, Andi nur; Sofyan, Asrawati
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 9 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mtj.v9i2.1602

Abstract

Latar belakang: Akne vulgaris merupakan kondisi inflamasi pada bagian pollisabasea. Aktivitas bakteri dan proses inflamasi mendorong terbentuknya akne. Tujuan: Untuk mengidentifikasi bakteri aerob pada lesi acne vulgaris. Metode: penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional observasional deskriptif. Sampel terdiri dari 32 subjek dengan akne vulgaris. Spesimen di kultur kemudian dilakukan identifikasi menggunakan pewarnaan gram dan kultur pada media uji biokimia bakteri. Hasil. Bakteri gram positif sebanyak 96,87% dan bakteri gram negative 3,13%. Terdapat 6 jenis bakteri yang terisolasi: Staphylococcus aureus (37,5%), Streptococcus epidermidis (40,63%), Klebsiella pneumonia (3,12%), Streoptococcus sp. (6,25%), Micrococcus lutueus (6,25%) dan Staphylococcus saphrophyticus (6,25%). Kesimpulan. Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis adalah bakteri yang dominan ditemukan pada lesi akne vulgaris.
WEBBED PENIS : A RARE CASE REPORT Munawwir, Abdul; Tiara Adhani, Zalsabila
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 10 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mtj.v10i1.1702

Abstract

ABSTRAK Webbed penis adalah penyakit hipoplasia penis dan skrotum, yang dapat menyebabkan penampilan yang buruk pada ukuran penis, kelengkungan penis dan kasusnya jarang terjadi. Angka kejadian webbed penis sangat kecil. Pasien anak laki-laki dengan bentuk penis yang berbeda dari anak lainnya. Bentuk penis yang dimaksud orang tua pasien adalah bengkok dan tidak bisa diluruskan. Orang tua pasien mengatakan saat pasien buang air kecil tidak sepenuhnya memancar ke depan melainkan cenderung ke bawah karna penis tak dapat diluruskan. Terdapat preputium ventral yang terhubung ke skrotum. Webbed penis merupakan bagian dari inconspicuous penis atau kelainan genital dengan ukuran penis yang terlihat kecil. Pada pasien ini secara fisik didapatkan penis terlihat kecil. Selanjutnya, menurut teori pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya pengangkatan kulit skrotum ketika penis ditarik ke atas, perlengketan penoscrotal dapat meluas dari kulit preputial ke dinding dinding skrotum dan kulit penis hilang pada bagian ventral penis. Webbed Penis dapat ditegakkan melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik. Penatalaksaan pada webbed penis adalah rekonstruksi penis untuk memperbaiki sudut penostrotal. Terdapat tiga metode koreksi webbed penis, yaitu teknik Heineke-Mikulicz, V-Y, dan Z plasty. ABSTRACT Webbed penis is a disease of hypoplasia of the penis and scrotum, which can lead to poor appearance in penis size, curvature of the penis and cases are rare. The incidence of webbed penis is very low. The patient was a boy with a penis shape different from other children. The penis shape mentioned by the patient's parents was curved and could not be straightened. The patient's parents said that when the patient urinated, it did not go all the way forward, but tended to go downward because the penis could not be straightened. There is a ventral prepuce attached to the scrotum. Webbed penis is part of inconspicuous penis or genital disorder with small penis size. In this patient the penis was found to be physically small. In addition, according to the theory of physical examination, there is a lifting of the scrotal skin when the penis is pulled up, penoscrotal adhesions may extend from the preputial skin to the scrotal wall, and the penile skin is missing on the ventral part of the penis. Webbed penis can be identified by history and physical examination. The treatment of webbed penis is penile reconstruction to correct the penile-strostrotral angle. There are three methods of correction of webbed penis, namely Heineke-Mikulicz, V-Y and Z-plasty techniques.
EFEKTIVITAS EKSTRAK BIJI ASAM JAWA (Tamarindus indica Linn.) SEBAGAI ANTIFUNGI TERHADAP MALASSEZIA furfur Nela Azalina Aziz; Setyaningsih, Yuni; Maria, Ima; Zulfa, Fajriati
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 10 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mtj.v10i1.1776

Abstract

Jamur non-dermatofita, Malassezia furfur, yang menyebabkan penyakit Pityriasis versicolor, menjadi masalah di Indonesia karena adanya kemungkinan resistensi. Antijamur alami dapat menjadi solusi pengobatan baru. Biji asam jawa (Tamarindus indica Linn.) diketahui mengandung senyawa bioaktif alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, terpenoid, dan fenol yang berpotensi sebagai antijamur. Tujuan studi ini untuk menguji efektivitas ekstrak biji asam jawa sebagai agen antifungi terhadap pertumbuhan Malassezia furfur secara in vitro dengan metode eksperimental dan desain post test only control group. Ekstraksi etanol biji asam jawa dibuat dengan metode maserasi dan konsentrasi 5%, 10%, 15%, dan 20%. Ketokonazol 2% berperan sebagai kontrol positif, sedangkan DMSO berperan sebagai kontrol negatif. Pengujian dilakukan pada media Saboraud Dextrose Agar (SDA) menggunakan metode difusi sumuran dan mengukur zona bening pada inkubasi 24 jam dan 48 jam. Analisis menggunakan uji Kruskall-Wallis menunjukkan adanya perbedaan daya hambat yang signifikan, selanjutnya dilakukan uji Post Hoc Mann Whitney. Daya hambat yang dihasilkan tergolong sedang, kecuali pada konsentrasi 15% dan 20% pada inkubasi 24 jam yang tergolong kuat. Faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan zona bening adalah konsentrasi ekstrak, jumlah senyawa metabolit sekunder, dan waktu inkubasi. Konsentrasi 15% pada inkubasi 24 jam merupakan konsentrasi yang paling efektif. Kemampuan ini berkaitan dengan senyawa metabolit sekunder yang memiliki aktivitas antifungi.
Hubungan Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Kadar Profil Lipid Pasien di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2023 Saladin Ardhya Prawira AS; Wahyuni, Rosa Dwi; Sumarni; Putrie, Intania Riska
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 10 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mtj.v10i1.1808

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Salah satu faktor risiko yang berperan adalah profil lipid, termasuk kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara DMT2 dan kadar profil lipid pada pasien di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2023. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Kadar Profil Lipid pada Pasien di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2023. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan sampel sebanyak 37 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data sekunder dari rekam medis pasien digunakan untuk analisis. Uji statistik yang diterapkan meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan Uji Chi-Square untuk menentukan hubungan antarvariabel. Analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Diabetes Melitus Tipe 2 dengan kadar kolesterol total (p = 0,418), LDL (p = 1,000), HDL (p = 1,000), maupun trigliserida (p = 0,454). Penelitian ini tidak menemukan hubungan signifikan antara Diabetes Melitus Tipe 2 dengan kadar profil lipid pasien. Hasil ini menunjukkan bahwa faktor lain seperti genetika, metabolisme, dan gaya hidup mungkin lebih berperan dalam pengaruh profil lipid pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2023.
PENGARUH LATIHAN FISIK TERHADAP KADAR ASAM URAT DAN KOLESTEROL PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO Muhammad Iradat Sakti; Badaruddin, Rahma; Fitriani, Junjun; Asrinawaty, Andi Nur; Akib, Muhammad Ihsan
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 10 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mtj.v10i1.1838

Abstract

Latar Belakang: Asam urat merupakan senyawa dari metabolisme purin dalam darah. Kolesterol adalah salah satu bentuk dari lipid yang diproduksi oleh tubuh melalui organ hati. Kadar asam urat dan kolesterol dapat dikontrol dengan melakukan gaya hidup sehat seperti konsumsi makanan dan olahraga atau latihan fisik. Latihan fisik (balke test) merupakan salah satu jenis olahraga yang membantu optimalisasi kerja organ jantung dan paru. Latihan fisik berupa balke test dapat bermanfaat menurunkan tingginya angka penderita penyakit tidak menular dengan faktor risiko seperti tingginya asam urat dan kolesterol dalam darah. Tujuan: Mengetahui pengaruh latihan fisik terhadap kadar asam urat dan kolesterol mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako. Metode: Penelitian ini yaitu penelitian eksperimental menggunakan metode penelitian pra eksperimental dengan one group pretest-posttest. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako dengan jumlah sampel sebanyak 33 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil: Analisis data menggunakan uji Shapiro-wilk menunjukkan nilai sig>0.05 yang artinya data terdistribusi normal kemudian dilanjutkan uji Wilcoxon dan uji Mann Whitney dengan hasil (p=0,000) yang menunjukkan terdapat pengaruh signifikan latihan fisik terhadap kadar asam urat dan kolesterol dalam darah. Kesimpulan: Terdapat pengaruh latihan fisik (balke test) terhadap kadar asam urat dan kolesterol
PENGARUH AKTIVITAS FISIK (TES BALKE) TERHADAP PERBEDAAN KADAR GULA DARAH PUASA DAN KADAR GULA DARAH SEWAKTU PADA MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO TAHUN 2024 Nabilah Dawriyah; Badaruddin, Rahma; Tulaka, Budi Dharmono; Ramadhan, Mohammad Zainul; Akib, Muhammad Ihsan
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 10 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mtj.v10i1.1839

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit akibat hiperglikemia kronik. Untuk mencegah DM diperlukan kontrol gula darah dengan meningkatkan aktivitas fisik dan pemantauan GDS dan GDP secara berkala. Aktivitas fisik yang teratur dapat meningkatkan VOMax dan kebugaran jasmani serta dapat mengontrol gula darah. Dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivitas fisik (Tes Balke) terhadap perbedaan kadar GDP dan GDS pada Mahasiswa Kedokteran Universitas Tadulako. Penelitian ini menggunakan metode Quasi-Experimental dengan One Group Pre-Test Post-Test. Sampel berjumlah 37 orang yang diambil dengan teknik andom sampling. Intervensi berupa test Balke (lari 15 menit) dengan frekuensi 3 kali seminggu selama 4 minggu. Hasil penelitian diuji menggunakan Uji Wilcoxon dan Uji Mann Whitney pada aplikasi SPSS. Nilai rerata pretest GDP 91,32 dan rerata posttest 86,81. Sedangkan rerata pretest GDS 118,49 dan rerata posttest 112,16. Hal ini menunjukkan penurunan gula darah setelah diberi intervensi tes Balke. Pada uji Wilcoxon diperoleh nilai p=0,000 (p<0,05) dan pada Uji Mann Whitney didapatkan p=0,000 (p<0,05) yang berarti terdapat pengaruh tes Balke terhadap perbedaan GDP dan GDS. Terdapat pengaruh aktivitas fisik (tes Balke) terhadap perbedaan kadar GDP dan GDS pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako.
FRAKTUR TERBUKA TIBIA DAN FIBULA: SEBUAH TINJAUAN KASUS Evita Zevanya; Lisa Jessica; Sudharmadji
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 10 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mtj.v10i1.1844

Abstract

Fraktur terbuka tibia merupakan fraktur tulang panjang dan terbuka yang paling sering terjadi dan cenderung bersifat serius. Kondisi ini sering diakibatkan oleh trauma berkecepatan tinggi, seperti kecelakaan lalu lintas terutama kecelakaan sepeda motor atau jatuh dari ketinggian. Menurut data Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, angka kecelakaan lalu lintas terus meningkat. Diperlukan penanganan yang cepat dan tepat pada kasus fraktur untuk meminimalisir terjadinya komplikasi yang akan meningkatkan morbiditas dan mortalitas. Publikasi ini bertujuan membahas kasus seorang wanita berusia 41 tahun dengan fraktur terbuka kominutif 1/3 distal tibia dan fibula sinistra grade Gustilo-Anderson IIIA dan AO/OTA 42-A1 akibat kecelakaan sepeda motor dan penanganannya.
PENGARUH LATIHAN FISIK TERHADAP NILAI VO2MAX PADA USIA REMAJA Nabilah Samarra; Salikunna, Nur Asmar; Badaruddin, Rahma; Ramadhan, Mohammad Zainul; Akib, Muhammad Ihsan
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 10 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mtj.v10i1.1845

Abstract

Latar Belakang: Jumlah oksigen terbesar yang dapat digunakan selama aktivitas fisik berat sebelum rasa lelah mulai terasa dikenal sebagai VO2Max. Salah satu hal yang dapat mempengaruhi VO2Max adalah latihan fisik. Dengan demikian, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana aktivitas fisik mempengaruhi tingkat VO2Max siswa. Metode: Dalam penelitian ini digunakan one group pre test-post test design dengan jumlah 32 subjek. Data berupa nilai VO2Max pre-test dan post-test. Data diukur menggunakan Tes lari 15 menit (Balke Test. Intervensi diberikan sebanyak 3 kali seminggu selama 6 minggu. Hasil data kemudian di olah dan di uji statistik menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Nilai rata-rata data pre test adalah 27,99 ml/KgBB/menit dan post test adalah 36,46 ml/KgBB/menit dengan p value <0,050 yaitu 0,001 menandakan terdapat pengaruh yang signifikan latihan fisik terhadap nilai VO2Max. Kesimpulan: Latihan fisik dapat meningkatkan nilai VO2Max pada usia remaja Kata Kunci: VO2Max, Latihan Fisik, Balke Test, Remaja.