cover
Contact Name
Agus Dian Mawardi
Contact Email
yptbkalsel@gmail.com
Phone
+6285654963323
Journal Mail Official
yptbkalsel@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pematon No.10 Komplek Pembangunam I RT.18 RW.02 Banjarmasin Barat, Kode Pos 70116
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 2963069X     DOI : https://doi.org/10.71456/jik
Core Subject : Health,
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan adalah media publikasi artikel penelitian yang diterbitkan oleh Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian Kalimantan Selatan, sesuai SK. KEMENKUMHAM : AHU-0025509.AH.01.04. TAHUN 2022 TANGGAL 14 DESEMBER 2022, dengan Ruang lingkup artikel yang diterbitkan di jurnal kesehatan meliputi: keperawatan, kebidanan, kesehatan masyarakat, promosi kesehatan, kesehatan ibu dan anak, administrasi kesehatan, administrasi rumah sakit dan kesehatan umum lainnya.
Articles 221 Documents
Hubungan Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat terhadap Pengendalian Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Lanjut Usia di Puskesmas Sukaraya Mukhlish Luthfi Khoiruddin
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2616

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang membutuhkan pengobatan jangka panjang, sedangkan kepatuhan penggunaan obat menjadi salah satu komponen penting dalam pengelolaan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kepatuhan penggunaan obat, gambaran pengendalian tekanan darah, dan hubungan keduanya pada pasien hipertensi lanjut usia di Puskesmas Sukaraya Cikarang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik. Sebanyak 104 responden dipilih dari populasi 140 pasien menggunakan purposive sampling. Kepatuhan diukur menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8, sedangkan pengendalian tekanan darah dinilai melalui pengukuran tekanan darah. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan 90 responden (86,5%) memiliki kepatuhan rendah, 11 responden (10,6%) kepatuhan sedang, dan 3 responden (2,9%) kepatuhan tinggi. Tekanan darah tidak terkontrol ditemukan pada 59 responden (56,7%), sedangkan 45 responden (43,3%) terkontrol. Uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kepatuhan penggunaan obat dan pengendalian tekanan darah (p=0,694). Temuan ini menunjukkan bahwa kepatuhan penggunaan obat saja belum cukup menjelaskan pengendalian tekanan darah pada lansia, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif melalui edukasi, pemantauan tekanan darah, modifikasi gaya hidup, dan dukungan berkelanjutan dari tenaga kesehatan.
Analisis Hubungan Karakteristik Pasien dengan Kepuasan Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Cikarang Rosiana Putri; Nirmala Manik; Sri Rachmi Firdausi; Kusno Haryanto
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2624

Abstract

Pelayanan kefarmasian merupakan bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan primer di Puskesmas yang berperan penting dalam menjamin mutu dan kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik pasien rawat jalan (usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, jenis layanan asuransi pasien, dan frekuensi kunjungan) dengan tingkat kepuasan terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Cikarang periode Juni–Juli 2026. Penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional ini melibatkan 94 responden rawat jalan yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling berdasarkan rumus Slovin. Data dikumpulkan menggunakan instrumen terstruktur yang telah teruji validitas (r hitung > 0,203) dan reliabilitasnya (Cronbach’s Alpha > 0,70) mencakup lima dimensi SERVQUAL (Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy). Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 30–39 tahun (24,5%), berjenis kelamin perempuan (82,98%), berpendidikan SD dan SMA (masing-masing 41,49%), bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga (70,2%), menggunakan layanan BPJS Kesehatan PBI (Penerima Bantuan Iuran) (65,96%), serta memiliki frekuensi kunjungan 1 kali (66%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa variabel usia memiliki hubungan yang signifikan secara bermakna dengan tingkat kepuasan pasien (p-value = 0,033. Sedangkan, jenis kelamin (p = 0,848), tingkat pendidikan (p = 0,219), pekerjaan (p = 0,924), jenis layanan (p = 0,543), dan frekuensi kunjungan (p = 0,762) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Disimpulkan bahwa Terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik pasien berdasarkan usia dengan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Cikarang. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, jenis layanan asuransi pasien, dan frekuensi kunjungan terhadap tingkat kepuasan pasien.
Analisis Potensi Bahaya pada Pekerja Bangunan di PT X Dewi Sri Wahyuni; Tri Niswati Utami
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2640

Abstract

Sektor konstruksi merupakan salah satu sektor dengan angka kecelakaan kerja yang tinggi di Indonesia. Berdasarkan data PT X, terdapat 10 kasus kecelakaan kerja pada pekerja bangunan yang terdokumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi bahaya, tingkat risiko, perilaku pekerja dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta upaya pengendalian risiko pada pekerja bangunan di PT X. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Identifikasi potensi bahaya, penilaian risiko, dan upaya pengendalian dilakukan menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 53 potensi bahaya yang terdiri atas 6 jenis bahaya kerja. Penilaian risiko menunjukkan terdapat 18 risiko kategori rendah (low), 28 risiko kategori sedang (moderate), dan 7 risiko kategori tinggi (high). Selain itu, penggunaan APD oleh pekerja masih belum optimal karena faktor ketidaknyamanan dan kurangnya pengawasan. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat berbagai potensi bahaya dan risiko kerja pada setiap tahapan pekerjaan konstruksi. Oleh karena itu, diperlukan penerapan pengendalian melalui rekayasa teknik, pengendalian administratif, dan penggunaan alat pelindung diri (APD) secara konsisten untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja.
Analisis Sistem Pelayanan Administrasi dalam Penerimaan Pasien BPJS di Ruang IGD RSUD X Kota Medan Putri Adinda Ramadhani Hutagalung; Dewi Agustina; Abdul Karim Batubara
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2643

Abstract

Pelayanan administrasi penerimaan pasien BPJS di Instalasi Gawat Darurat (IGD) berperan dalam mendukung kelancaran pelayanan kesehatan karena memastikan proses administrasi berlangsung cepat, tepat, dan sesuai prosedur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus dan melibatkan enam informan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pelayanan telah didukung oleh Rencana Usulan Kegiatan (RUK), tetapi pengembangan kompetensi petugas belum terlaksana melalui pelatihan yang terjadwal dan terdokumentasi. Pengorganisasian telah dilakukan melalui pembagian tugas dan sistem shift sehingga pelayanan dapat berlangsung selama 24 jam, namun penempatan petugas belum seluruhnya sesuai dengan latar belakang pendidikan administrasi kesehatan. Pelaksanaan pelayanan telah mengikuti alur dan Standar Operasional Prosedur (SOP) serta didukung Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit dan Mobile Service Electronic (MSE), tetapi media informasi visual bagi pasien dan keluarga masih terbatas. Pengawasan dilakukan melalui briefing dan evaluasi, tetapi belum didukung instrumen evaluasi tertulis yang terstandar dan dokumentasi yang sistematis. Secara keseluruhan, sistem pelayanan administrasi telah berjalan melalui penerapan fungsi manajemen, namun belum optimal. Peningkatan kompetensi petugas, penyediaan media informasi, serta penguatan dokumentasi pengawasan diperlukan untuk mendukung mutu pelayanan administrasi pasien BPJS di IGD.
Pengaruh Pemberian Jus Buah Bit terhadap Kadar Hemoglobin pada Penderita Anemia Remaja Putri Kelas IX di SMPN 2 Jasinga, Bogor Sri Mulyani; Frida Kasumawati; Rifa Hanifah; Susi Dewiasih Kusumawati
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2646

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja putri dan berkaitan dengan meningkatnya kebutuhan zat besi selama masa pertumbuhan serta menstruasi. Buah bit merupakan salah satu bahan pangan yang berpotensi digunakan sebagai alternatif nonfarmakologis untuk membantu meningkatkan kadar hemoglobin karena mengandung zat besi, asam folat, vitamin B, dan vitamin C. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus buah bit terhadap kadar hemoglobin pada remaja putri penderita anemia kelas IX di SMPN 2 Jasinga, Bogor. Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen dengan rancangan dua kelompok sebelum dan sesudah intervensi. Sampel penelitian berjumlah 36 responden yang terdiri atas 18 responden kelompok intervensi dan 18 responden kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui pemeriksaan kadar hemoglobin dan lembar observasi, sedangkan analisis data menggunakan uji normalitas, uji berpasangan, dan uji beda dua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar hemoglobin kelompok intervensi meningkat dari 9,06 g/dL sebelum pemberian jus buah bit menjadi 13,92 g/dL setelah pemberian jus buah bit. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p sebesar 0,001, yang lebih kecil dari 0,05, sehingga terdapat perbedaan kadar hemoglobin yang signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah intervensi. Dengan demikian, pemberian jus buah bit berpengaruh terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri penderita anemia dan dapat menjadi salah satu alternatif nonfarmakologis dalam upaya pencegahan dan penanganan anemia di lingkungan sekolah.
Hubungan Pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Status Karies pada Lansia di RSPAL Dr Ramelan Yuni Madhona Sari; Bambang Hadi Sugito; Silvia Prasetyowati; Agus Marjianto
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2440

Abstract

Karies gigi masih menjadi masalah kesehatan yang banyak dialami lansia dan diduga berkaitan dengan tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dengan status karies pada lansia di RSPAL dr. Ramelan Surabaya. Menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah pasien lansia berusia 60 tahun ke atas yang berobat di Poliklinik Gigi RSPAL dr. Ramelan Surabaya. Sampel penelitian sebanyak 30 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dan formulir pemeriksaan indeks Decayed, Missing, Filled Teeth (DMFT). Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat dan uji Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS versi 27 pada tingkat signifikansi 5%. Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup (37%), sedangkan status karies didominasi kategori sangat tinggi (97%). Hasil uji Pearson Product Moment menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dengan status karies pada lansia (p = 0,000) dengan koefisien korelasi sebesar 0,716. Pengetahuan kesehatan gigi dan mulut berhubungan secara signifikan dengan status karies pada lansia. Peningkatan pengetahuan melalui program edukasi diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan karies dan peningkatan kesehatan gigi dan mulut pada lansia.
Pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Kasus Gangraena Pulpa pada Pasien Lansia di Departemen Gigi dan Mulut RSPAL Dr. Ramelan Surabaya Sri Yuana Sari; Isnanto; Dwi Septiarini; Imam Sarwo Edi
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2442

Abstract

Gangraena pulpa pada pasien lansia merupakan masalah kesehatan gigi dan mulut yang terjadi akibat karies gigi yang tidak dirawat serta kurangnya pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut. Pengetahuan mengenai pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut sangat penting untuk mencegah terjadinya gangraena pulpa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dengan kasus gangraena pulpa pada pasien lansia di Departemen Gigi dan Mulut RSPAL dr. Ramelan Surabaya Tahun 2026. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 30 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut serta lembar pemeriksaan intraoral untuk mengetahui kasus gangraena pulpa. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup dan kasus gangraena pulpa kategori pulpitis irreversibel. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value < 0,00 yang berarti terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dengan kasus gangraena pulpa pada pasien lansia di Departemen Gigi dan Mulut RSPAL dr. Ramelan Surabaya. Pengetahuan yang baik dapat membantu menurunkan risiko terjadinya gangraena pulpa pada pasien lansia. Lansia dengan tingkat pengetahuan yang baik cenderung memiliki risiko gangraena pulpa lebih rendah dibandingkan lansia dengan pengetahuan rendah.
Evaluasi Efektivitas Biaya Terapi Antidiabetik Oral pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Kabupaten Bekasi Nasyah Suhartini; Ulyati Ulfah; Kusno Haryanto; Sri Rachmi Firdausi
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2581

Abstract

Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit kronis dengan beban biaya pengobatan yang terus meningkat sehingga diperlukan analisis efektivitas biaya untuk menentukan terapi antidiabetik oral (ADO) yang paling efisien. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas biaya terapi ADO pada pasien DM tipe 2 rawat inap di RSUD Kabupaten Bekasi periode Januari–Mei 2026. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan deskriptif non-eksperimental menggunakan desain retrospektif. Sampel diambil secara purposive sampling sebanyak 77 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis farmakoekonomi dilakukan menggunakan metode Cost Effectiveness Analysis (CEA) melalui perhitungan Average Cost-Effectiveness Ratio (ACER) dan Incremental Cost-Effectiveness Ratio (ICER), serta uji Mann–Whitney untuk membandingkan efektivitas klinis dan biaya antar kelompok terapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien berusia <60 tahun (69%), berjenis kelamin perempuan (66%), dengan komorbid hipertensi (56%) dan rata-rata lama rawat inap 4,27±2,85 hari. Sulfonilurea merupakan golongan ADO yang paling banyak digunakan (49,4%), diikuti Biguanida (41,6%) dan Acarbose (9,1%). Tidak terdapat perbedaan bermakna pada efektivitas klinis (p=0,313) maupun biaya medis langsung (p=0,144) antara kelompok Biguanida dan Sulfonilurea. Namun, berdasarkan analisis ACER dan ICER, Biguanida memiliki nilai ACER terendah sebesar Rp2.952,28/mg/dL dan berada pada posisi dominan (Kuadran II), sehingga menjadi terapi yang paling cost-effective.
Hubungan Risiko Kardiovaskular dengan Kerasionalan dan Kepatuhan Terapi pada Pasien Hipertensi di Rumah Sakit X Muhammad Farhan Satya Baskoro; Marselina; Nuzul Gyanata Adiwisastra; Ulyati Ulfah
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2626

Abstract

Hipertensi memerlukan terapi jangka panjang sehingga kerasionalan penggunaan obat dan kepatuhan terapi perlu diperhatikan untuk menekan risiko kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kerasionalan dan kepatuhan terapi antihipertensi dengan distribusi risiko kardiovaskular pada pasien hipertensi di Rumah Sakit X. Penelitian observasional analitik retrospektif menggunakan data sekunder 40 rekam medis pasien rawat jalan Jaminan Kesehatan Nasional berusia 40–74 tahun periode Januari–Juni 2026 yang dipilih secara purposif. Kerasionalan dinilai melalui tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat, dan tepat dosis menggunakan pedoman Eighth Joint National Committee dan Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Hipertensi Dewasa 2026 sebagai acuan utama, dengan Formularium Nasional dan informasi resmi BPOM sebagai pendukung. Kepatuhan dihitung menggunakan Medication Possession Ratio, sedangkan risiko kardiovaskular 10 tahun dihitung menggunakan kalkulator Atherosclerotic Cardiovascular Disease. Sebanyak (65,0%) pasien menerima terapi rasional, (92,5%) Pasien tergolong patuh, dan kategori risiko kardiovaskular terbanyak adalah sedang (45,0%). Uji Mann–Whitney menunjukkan perbedaan distribusi risiko yang bermakna antara kelompok terapi rasional dan tidak rasional (p=0,004<0,05), tetapi tidak antara kelompok patuh dan tidak patuh (p=0,996>0,05). Kerasionalan terapi berhubungan dengan distribusi risiko kardiovaskular, sedangkan kepatuhan berdasarkan ketersediaan obat tidak menunjukkan hubungan bermakna pada sampel ini.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Meningatnya Demam Tifoid pada Anak di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang Tahun 2025 Sinta; Hendra Kusumajaya
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2630

Abstract

Demam tifoid merupakan tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama pada anak-anak dengan kasus meningkat di RS Bakti Timah Pangkalpinang. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian demam tifoid pada anak usia 5-14 tahun. Survei analitik cross-sectional kuantitatif dilakukan pada 52 anak di ruang al-Insan dengan teknik purposive sampling. Data dikumpul melalui kuesioner terstruktur yang menilai umur, pengetahuan orang tua, dan personal hygiene, dianalisis menggunakan uji Chi-square (p<0,05) dengan Prevalence Odds Ratio (POR). Hasil menunjukkan 61,5% kasus tifoid, terutama pada usia 5-10 tahun (74,3%), pengetahuan orang tua kurang (100%), dan hygiene buruk (78,6%). Hubungan signifikan ditemukan antara umur (p=0,008, POR=0,189), pengetahuan (p=0,000, POR=11,000), dan hygiene (p=0,007, POR=5,133) dengan kejadian tifoid. Disimpulkan bahwa pengetahuan orang tua dan praktik hygiene yang buruk meningkatkan risiko demam tifoid secara substansial, sehingga diperlukan intervensi edukasi kesehatan terarah.