cover
Contact Name
Joko Priyanto Wibowo
Contact Email
jp.wibowo@umbjm.ac.id
Phone
+6281258971240
Journal Mail Official
journal@umbjm.ac.id
Editorial Address
KOTA BANJARMASIN, KALIMANTAN SELATAN
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Borneo Community Development
ISSN : -     EISSN : 28096185     DOI : -
Borneo Community Development (BCD) is a journal that publishes scientific articles in the field of community service. This journal accepts articles from community development activities from various fields.
Articles 78 Documents
Innovation in Public Health Education through Student Service Programme Muhammad Yunus; Fatria Ulfa Wibowo, Fayza Norfazriani A, Hari Juanda, Heru Dwi Frandika, Hilma Rizqina, M. Yazidane
Borneo Community Development Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : UMBanjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/bcdj.v3i2.985

Abstract

This article discusses a community service programme in Tungkaran Village that focused on health education to prevent stunting. The programme included activities such as educating the community about stunting, providing nutrition counselling, offering health facilities, and promoting clean and healthy living. The programme resulted in increased knowledge and awareness about stunting prevention, the adoption of healthy habits, and improved access to health services. The active participation of the community, along with support from the village government and local health workers, played a key role in the programme's success. The outcomes of this programme are expected to have a lasting impact on the health and well-being of the Tungkaran Village community and can serve as a model for similar initiatives in other areas.
Community Movement Assistance in Achieving Healthy and Clean Lifestyle Behavior to Prevent Stunting in Tabunganen Tengah Village, Tabunganen District, Barito Kuala Annisa Annisa; Ahmad Zaini; Aulianza Salsabila; Dian Jaya Lelana4; Meliya Cahya; Muhammad Rifqa; Najwa Amelia7; Nurul Janah Istiqamah; Rachil Fadhilah; Rizky Gunawan
Borneo Community Development Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : UMBanjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/bcdj.v3i2.994

Abstract

The level of stunting in Indonesia, especially in South Kalimantan, is still relatively high and needs serious attention from all parties. In this case there are several ways to prevent and deal with stunting in several areas in South Kalimantan, namely changing lifestyles to be health and celan, taking blood supplement tablets, and others. The population in this study were residents of Tabunganen Tengah Village, Tabunganen District, Barito Kuala Regency.
Psikoedukasi Membangun Motivasi Bersama Psikologi Upaya Meningkatkan Kualitas di Komunitas Gemar Belajar dan Komunitas Senyum Anak Nusantara Banjarmasin Anjar Sri Lestari; Sulastri, Indah; Rizqi Amalia Arpianty; Gt. M. Rizqi Yusril Natsir Mahendra; Jessica Putri Lestari; Najwa Nur Fatimah; Wardatun Nisa
Borneo Community Development Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : UMBanjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/bcdj.v5i1.1001

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of psychoeducation in enhancing the motivation of community members. The subjects of the study were members of the Gemar Belajar (GemBel) Community and the Senyum Anak Nusantara (SAN) Community in Banjarmasin who experienced a decline in motivation. The methods used included material presentation, ice-breaking activities, and Focus Group Discussion (FGD). The results showed that participants experienced an increase in motivation after attending the psychoeducation activities, as evidenced by significant differences between pretest and posttest responses. The psychoeducation provided included material on ways to boost motivation, such as identifying the root causes of problems, making small changes, and recalling goals. In conclusion, psychoeducation is effective in enhancing the motivation of community members, which is crucial for the success and sustainability of the community.
Forming a Healthy Generation by Preventing Stunting Through Education about Healthy Food for Nusa Indah Kindergarten Children Noor Amaliah; Muhammad Nasir; Dinni Nur Amaliah; Rikayatul Rohida; Khairunnisa; Muhammad Hafiz Amali; Akhmad Suhaimi; Riski Amalia; Yola Desima Ramadini; Muhammad Naufal
Borneo Community Development Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : UMBanjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/bcdj.v3i2.1040

Abstract

Masalah gizi merupakan hal yang umum terjadi karena ketidakseimbangan atau gangguan antara asupan yang diterima dengan kebutuhan tubuh manusia. Anak-anak hingga remaja membutuhkan nutrisi yang seimbang untuk memaksimalkan pertumbuhan dan perkembangannya. Salah satu permasalahan gizi ini adalah Stunting. Dampak buruk stunting jangka panjang menurunnya kemampuan kognitif dan prestasi belajar, menurunnya kekebalan tubuh dan risiko tinggi untuk munculnya penyakit diabetes, kegemukan, penyakit jantung dan pembuluh darah, kanker, stroke, disabilitas pada usia tua serta kualitas kerja yang kurang. Upaya yang diperlukan dalam mengatasi stunting diantaranya melalui intervensi gizi melalui edukasi dan pemberian makanan sehat untuk mengatasi stunting. Tujuan kegiatan ini memberikan edukasi kepada anak di TK Nusa Indah tentang makanan sehat untuk membantu mencegah stunting. Anak penting mengetahui jenis asupan gizi yang baik, dimana makanan yang perlu dikonsumsi tidak harus mahal karena banyak makanan di sekitar kita yang terbukti secara ilmiah mempunyai kandungan nutrisi yang baik untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal
PMM "Mahaga" Stunting through the Stop Stunting Campaign and "DADDU" (There’s a Clown at the Posyandu) as well as Healthy Food Education Herda Ariyani; Aziza Fitria; Rifiana Rifiana; Ach Lutfi Arianto; Aina Habibah; Amalia Safitri; Anisa Fitri Syahrida; Annisa Dwi Oktaviani; Fatimatul Zahra; Maulinda Nur Pramudyas Primia Setyaningrum; Muhammad Naufal Rismana; Vivi Mardiani; Wanda Syahrina
Borneo Community Development Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : UMBanjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/bcdj.v3i2.1079

Abstract

South Kalimantan is classified as a red zone with a still high prevalence of stunting. This serious problem also occurs in the village of Bi'ih as it is the area with the highest stunting rate in Banjar district. This community service activity aims to promote literacy on stunting prevention through a campaign to enhance understanding of balanced nutritious food menus via the Student Service Program "Mahaga" Stunting at Muhammadiyah University of Banjarmasin. The method used is Door to Door to socialize and distribute posters to each family and teenagers at school. In addition, the campaign through cheerful exercise and storytelling at the integrated health posts features a clown to strengthen literacy on preventing stunting from an early age. A workshop and an interactive Q&A session involving productive mothers in educating about healthy food. The results of the activities show a significant increase in participants' knowledge and awareness regarding balanced nutritious food and efforts in preventing stunting. The conclusion of this activity is that the local approach with "DADDU" (Ada Badut Di Posyandu or There’s a Clown at the Posyandu) and campaigns using printed poster media can be effective and engaging in enhancing community knowledge.
Community Empowerment with 2P (Providing Education and Utilizing Local Materials) in Ujung Village Amaliah, Noor; Achmad Rumman; Ahmad Irfan Riyadi; Alia Rahma Wati; Utin Nazwa Zaskia Putri; Annisa Raqiqah; Sepreika Mutiyara
Borneo Community Development Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : UMBanjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/bcdj.v5i1.1171

Abstract

Permasalahan stunting pada anak/balita harus bisa diatasi sehingga dampak negatif dari stunting bisa ditangani dengan baik. Dalam menanggulangi masalah stunting perlu adanya kerjasama lintas sektoral diantaranya melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan pemberdayaan masyarakat sebagai upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan serta peran serta masyarakat dalam mengatasi masalah stunting. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan melalui edukasi/pendidikan kesehatan dan pelatihan pembuatan makanan sehat dari bahan lokal. Adapun hasil kegiatan didapatkan adanya peningkatan motivasi dengan meningkatnya pemahaman masyarakat dalam upaya pencegahan stunting dan masyarakat mampu mengolah bahan makanan lokal yang bisa didapatkan dengan mudah tetapi memiliki manfaat yang besar dalam pencegahan stunting
Sosialisasi Kesehatan Penggunaan Antibiotik yang Bijak di Desa Semangat Dalam: Upaya Meningkatkan Kesadaran Kader Kesehatan Hasbi As-Shiddiq; Muhammad Awaluddin Padjrin; Nadiah Wafa; Nurul Hana; Yuspa; Putri Yasmin; Najwi Hasani; Mulyani Rahmah; Daipadli
Borneo Community Development Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : UMBanjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/bcdj.v5i1.1183

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan resistensi antibiotik dan mengancam kesehatan global. Resistensi dapat terjadi terjadi ketika bakteri menjadi kebal terhadap efek antibiotik, sehingga terjadi kegagalan pengobatan dan peningkatan morbiditas serta mortalitas. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi dan informasi cara penggunaan antibiotik yang benar dan aman di masyarakat untuk mencegah kejadian resistensi antibiotik. Pelaksanaan kegiatan pada 5 Juli 2024, di Balai Desa Semangat Dalam, dan dihadiri oleh kader kesehatan, serta anggota PKK. Melalui penyuluhan yang disertai dengan tanya jawab, peserta mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai bahaya penyalahgunaan antibiotik dan langkah-langkah pencegahannya. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa mayoritas peserta merasa puas dan sangat puas dengan kegiatan ini, yang membuktikan bahwa sosialisasi mengenai penggunaan antibiotik yang bijak sangat bermanfaat dalam meningkatkan kesadaran masyarakat.
Education on Treatment of Gastric Disorders, Self-Medication of Gastric Medicines, and DAGUSIBU in Karang Bunga Village Yulianita Pratiwi Indah Lestari; Rusdah; Agustina Tri Wahyuni; Nor Azizah Rahmah Sari; Nor Syifa
Borneo Community Development Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : UMBanjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/bcd.v5i1.1185

Abstract

Gangguan lambung seperti maag, gastritis, dan tukak lambung merupakan masalah kesehatan yang umum di Indonesia, dengan prevalensi sekitar 10-15% penduduk (Riskesdas 2018). Faktor pemicunya meliputi pola makan yang tidak sehat, stres, konsumsi alkohol, merokok, serta infeksi Helicobacter pylori. Swamedikasi sering dilakukan oleh masyarakat dalam menangani gangguan lambung dengan membeli obat tanpa resep dokter, namun kurangnya pemahaman mengenai penggunaan obat yang benar dapat meningkatkan risiko efek samping dan komplikasi. Oleh karena itu, edukasi mengenai swamedikasi yang aman sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat Desa Karang Bunga mengenai penggunaan obat lambung yang benar berdasarkan prinsip DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang). Penyuluhan dilakukan kepada 28 peserta, yang terdiri dari ibu-ibu PKK dan kader desa Karang Bunga, dengan metode ceramah interaktif serta diskusi mengenai klasifikasi obat, aturan penggunaan yang tepat, serta cara penyimpanan dan pembuangan obat yang benar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum penyuluhan, sebagian besar peserta belum memahami prinsip DAGUSIBU, terutama dalam hal mendapatkan obat dengan benar, menentukan dosis yang tepat, serta menyimpan dan membuang obat secara aman. Setelah penyuluhan, terjadi peningkatan pemahaman yang signifikan terkait aspek-aspek tersebut. Kegiatan edukasi ini diharapkan dapat mengurangi risiko penyalahgunaan obat serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, sehingga perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan dampak jangka panjang yang lebih optimal.