cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
arifmudi11@gmail.com
Editorial Address
Jl. HR Soebrantas KM 16.5, Kab. Kampar, Provinsi Riau, 28293
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research
ISSN : -     EISSN : 30250994     DOI : https://doi.org/10.69693/ijim
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research adalah jurnal yang menerbitkan artikel penelitian yang mencangkup multidisiplin, yang meliputi : Humaniora dan ilmu sosial, ilmu politik kontemporer, ilmu pendidikan, ilmu agama dan filsafat, ilmu teknik, bisnis dan ekonomi, Koperasi, teknologi, ilmu kesehatan, ilmu kedokteran, pengembangan SDM, ilmu seni desain dan media. jurnal ini diterbitkan oleh Institute of Advanced Knowledge and Science, yang diterbitkan dalam 4 kali dalam setahun yaitu Maret, Juni, September, dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,464 Documents
Pemetaan Risiko Pembiayaan Konsumen Berbasis Clustering Wilayah Pengajuan Muchammad Ubaidillah; Yitno Utomo
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1888

Abstract

Risiko gagal bayar pada perusahaan pembiayaan tidak selalu tersebar secara merata karena karakteristik pembayaran konsumen dapat berbeda antarwilayah. Penelitian ini bertujuan memetakan tingkat risiko pembiayaan berdasarkan wilayah pengajuan konsumen serta merumuskan strategi pengendalian yang sesuai dengan profil setiap kelompok. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan studi kasus pada perusahaan pembiayaan di Sidoarjo. Data sekunder mencakup 712 konsumen yang tersebar pada 40 wilayah selama 2025 dan dikelompokkan berdasarkan proporsi pembayaran tepat waktu, keterlambatan 1–90 hari, serta keterlambatan 91–210 hari. Data dibersihkan, ditransformasi menjadi proporsi, kemudian dianalisis menggunakan metode Elbow, algoritma K-Means berbasis jarak Euclidean, dan evaluasi deskriptif antarcluster. Hasil menunjukkan bahwa tiga cluster merupakan struktur yang paling informatif. Cluster 1 terdiri atas 13 wilayah dengan profil WARNING, cluster 2 mencakup 19 wilayah dengan profil EXCELLENT, dan cluster 3 berisi 8 wilayah dengan profil BAD. Centroid cluster berisiko tinggi memperlihatkan proporsi pembayaran tepat waktu 0,6901, keterlambatan 1–90 hari 0,2661, dan keterlambatan 91–210 hari 0,0438. Wilayah Jabon menunjukkan proporsi keterlambatan panjang tertinggi. Penelitian menyimpulkan bahwa clustering wilayah dapat menyediakan dasar objektif untuk diferensiasi kebijakan pembiayaan. Implikasinya, perusahaan perlu menerapkan pemantauan preventif pada wilayah WARNING, ekspansi terukur pada wilayah EXCELLENT, serta pengetatan persetujuan, kunjungan lapangan, dan restrukturisasi pada wilayah BAD.
Tindak Pidana Pencurian Dalam Keluarga Dari Perkawinan Tidak Tercatat (Analisis Putusan Nomor 116/PID.B/2025/PN BIR) Syahnia Nabila; Harisman Harisman
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1889

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertanggungjawaban pidana terhadap tindak pidana pencurian dalam keluarga yang terjadi dalam perkawinan tidak tercatat, akibat hukum perkawinan tidak tercatat terhadap pertanggungjawaban pidana, serta menganalisis pertimbangan hakim dalam Putusan Nomor 116/Pid.B/2025/PN BIR. Permasalahan muncul karena Pasal 367 KUHP tidak memberikan penjelasan secara tegas mengenai status pasangan yang menikah secara agama tetapi belum tercatat oleh negara, sehingga menimbulkan ketidakpastian hukum dalam penerapannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Data yang digunakan berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanggungjawaban pidana pencurian pada dasarnya diatur dalam Pasal 362 KUHP lama dan Pasal 476 KUHP baru, sedangkan pencurian dalam keluarga diatur secara khusus dalam Pasal 367 KUHP lama dan Pasal 481 KUHP baru. Perkawinan tidak tercatat menimbulkan ketidakjelasan status hukum suami istri dan harta bersama yang berdampak pada penerapan unsur tindak pidana pencurian. Analisis terhadap Putusan Nomor 116/Pid.B/2025/PN BIR menunjukkan bahwa pertimbangan hakim yang menggunakan isbat nikah sebagai dasar penerapan Pasal 367 KUHP dinilai belum tepat karena bertentangan dengan asas legalitas dan asas tempus delicti. Pada saat tindak pidana terjadi, perkawinan para pihak belum memperoleh pengakuan negara sehingga pengecualian penuntutan dalam Pasal 367 KUHP seharusnya tidak dapat diterapkan.
Perlindungan Hukum Anak Di Media Sosial Perspektif Konstitusionalisme Jimly Asshiddiqie Mohamad Rohim; Ahmad Fauzi
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1890

Abstract

Media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, namun penggunaannya juga meningkatkan risiko pelanggaran hak anak di ruang digital, seperti perundungan siber, eksploitasi, penyalahgunaan data pribadi, dan paparan konten yang tidak sesuai usia. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik hadir sebagai dasar hukum dalam memberikan perlindungan terhadap anak di ruang digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian pengaturan perlindungan anak dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan prinsip-prinsip konstitusionalisme Jimly Asshiddiqie serta mengidentifikasi kelemahan normatifnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) dan pendekatan yuridis normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan perlindungan anak telah selaras dengan prinsip supremasi hukum, perlindungan hak asasi manusia, demokrasi konstitusional, dan tujuan negara. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala berupa belum optimalnya partisipasi publik, mekanisme verifikasi usia, koordinasi antarlembaga, serta pengaturan tanggung jawab pengguna media sosial. Oleh karena itu, diperlukan penyempurnaan regulasi dan penguatan implementasi hukum agar perlindungan hak anak di media sosial lebih efektif sesuai dengan prinsip-prinsip konstitusionalisme.
Psikoedukasi Pola Asuh Dan Kesehatan Mental Anak Di Era Digital Pada Kader Posyandu Adela Saffanatunnabiilah; Alya Dwi Rahmawati; Anggita Putri Diandra; Elsya Putri Adela Ramadani; Ilham Iqbal; Keissa Kusumadiani; Muhammad Lugis Adi Saputra; Neng Iis Suryani; Nishreena Chyrin Widad; Rifqi Farisan Akbar; Pratidina Ekanesia
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1893

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan keluarga, termasuk pada pola pengasuhan anak. Kemudahan akses terhadap gadget memberikan berbagai manfaat, namun penggunaan yang tidak terkontrol berpotensi memengaruhi tumbuh kembang, perkembangan sosial-emosional, kemampuan kognitif, serta kesehatan mental anak. Kondisi ini menunjukkan pentingnya peningkatan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam menerapkan pola asuh yang sesuai dengan tahap perkembangan anak sekaligus mampu mengelola penggunaan teknologi secara bijaksana. Program psikoedukasi “Pola Asuh Sehat untuk Mendukung Tumbuh Kembang dan Kesehatan Mental Anak di Era Digital” diselenggarakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pengasuhan positif, stimulasi perkembangan anak, serta strategi pendampingan penggunaan gadget. Kegiatan dilaksanakan di Posyandu Sedap Malam C dengan memanfaatkan potensi lokal melalui kolaborasi bersama kader posyandu sebagai mitra pelaksana. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, diskusi, dan  tanya jawab. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti kegiatan. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai pola asuh sehat, peran orang tua dalam tumbuh kembang anak, penggunaan gadget pada anak usia dini, fenomena gadget sebagai penenang anak, serta langkah-langkah pendampingan yang tepat dalam penggunaan teknologi digital. Antusiasme peserta selama kegiatan, dukungan kader posyandu, serta keberlangsungan kegiatan posyandu secara rutin menjadi faktor pendukung utama keberhasilan program. Program ini diharapkan dapat menjadi model edukasi berbasis masyarakat dalam memperkuat kapasitas orang tua untuk menciptakan lingkungan pengasuhan yang sehat, mendukung tumbuh kembang optimal, dan menjaga kesehatan mental anak di era digital.
Analisis Campur Kode Dalam Novel Hidup Ini Terlalu Banyak Kamu Karya Pidi Baiq Dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia Delsiana Iju; Ade Siti Haryanti; Astuti Samosir
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1894

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk campur kode, faktor-faktor yang memengaruhi penggunaannya, serta implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia dalam novel Hidup Ini Terlalu Banyak Kamu karya Pidi Baiq. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi (content analysis). Sumber data penelitian berupa novel Hidup Ini Terlalu Banyak Kamu karya Pidi Baiq. Data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 100 data campur kode yang terdiri atas 37 campur kode kata, 23 campur kode frasa, 36 campur kode klausa, dan 4 campur kode pengulangan kata. Bentuk campur kode yang paling dominan adalah campur kode berwujud kata. Campur kode yang ditemukan melibatkan bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris, bahasa Sunda, bahasa Jawa, serta bahasa gaul. Penggunaan campur kode dipengaruhi oleh faktor kebahasaan, sosial, budaya, dan psikologis, seperti keterbatasan kosakata, identitas penutur, hubungan antartokoh, dan konteks komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena campur kode dalam novel memiliki relevansi sebagai bahan ajar Bahasa Indonesia, khususnya pada materi variasi bahasa, sosiolinguistik, dan unsur kebahasaan dalam karya sastra sehingga dapat mendukung pembelajaran yang lebih kontekstual dan komunikatif.
Trayektori Kebijakan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa 2010–2025: Perspektif Grindle dan Edward III Zainal Mustofa; Nurul Aini; Muhammad Zaironi
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1895

Abstract

Kebijakan pendidikan budaya dan karakter bangsa di Indonesia berganti bentuk empat kali dalam lima belas tahun terakhir, dari pedoman sekolah tahun 2010 hingga Profil Lulusan pada 2025, tanpa pernah dievaluasi secara menyeluruh elemen mana yang sebenarnya berhasil dipertahankan. Artikel ini bertujuan memetakan dan menjelaskan trayektori enam produk hukum pendidikan karakter sepanjang 2010–2025, dengan fokus pada elemen yang bertahan, berubah, atau gugur antar-generasi kebijakan dan alasannya. Penelitian memakai studi kepustakaan dengan analisis isi kualitatif deduktif, membaca isi dan konteks tiap regulasi lewat model Grindle, lalu mengecek silang temuannya dengan empat variabel Edward III, yakni komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi, berdasarkan dokumen resmi sebagai data utama dan literatur akademik terindeks sebagai data pendukung. Hasilnya menunjukkan pola yang konsisten: disposisi pelaksana selalu jadi kekuatan sementara komunikasi berlapis dan ketiadaan formula pendanaan yang jelas selalu jadi titik lemah, tidak peduli generasi kebijakan mana yang sedang berlaku. Sebaliknya, struktur pelaksana dan penyebutan program berubah paling sering, menyempit dari empat lembaga lintas sektor menjadi satu kementerian sepanjang periode yang diteliti. Temuan ini menunjukkan bahwa tiap generasi kebijakan cenderung mengubah unsur yang murah secara politik sambil membiarkan persoalan struktural yang lebih mendasar tidak tersentuh.
The Effect of Job Description Clarity on Employee Performance at Cafe X in Bandung Azka Qisthiya Putri; Windy Anisa Putri; Gurawan Dayona Ismail; Recky Recky
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1896

Abstract

The clarity of job descriptions is a crucial factor in the operational efficiency of the Food and Beverage (F&B) industry to minimize role uncertainty and improve staff work effectiveness. This study aims to analyze the effect of job description clarity on employee performance at Café X in Bandung. The research method used is a quantitative approach with an associative design. The study population comprised all 37 employees of Café X, with saturated sampling used as the sampling technique. Data collection was conducted by distributing a structured questionnaire using a Likert scale (1–5) that measured indicators of clarity of tasks, authority, responsibilities, and performance standards (job description), as well as task performance and contextual performance. The data analysis techniques used were simple linear regression, correlation tests, and the coefficient of determination test (R² ) using SPSS. The regression analysis yielded the equation Y = 16.976 + 0.421X. The results of the hypothesis test (t-test) showed a calculated t-value of 3.294 with a significance level of 0.002 (p < 0.05), proving that the clarity of the job description has a positive and significant effect on employee performance. The coefficient of determination (R² ) test yielded a value of 0.237, indicating that the clarity of job descriptions accounts for 23.7% of the variation in employee performance, while the remaining 76.3% is influenced by other variables outside the research model. The implications of this study underscore the importance of management periodically updating and disseminating job descriptions to maintain the quality of the café’s operational services.
Strategi Perpustakaan Sekolah Mengintegrasikan Kearifan Lokal Enrekang Melalui Literasi Budaya Di SMPN 3 Alla Nursyam Nursyam
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1897

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi perpustakaan sekolah dalam mengintegrasikan kearifan lokal Kabupaten Enrekang melalui pendekatan literasi budaya di SMP Negeri 3 Alla, mencakup bentuk strategi yang diterapkan, implementasi strategi dalam kegiatan literasi siswa, dan efektivitasnya dalam mendukung peningkatan literasi budaya siswa. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dipilih melalui teknik purposive sampling, terdiri atas satu pustakawan, dua guru, dan lima belas siswa yang aktif mengikuti kegiatan perpustakaan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, Focus Group Discussion, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik dengan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpustakaan menerapkan tiga strategi utama, yaitu pengembangan koleksi berbasis kearifan lokal, pelaksanaan kegiatan literasi budaya, dan kolaborasi dengan guru. Implementasi strategi berlangsung melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang melibatkan pustakawan, guru, dan siswa secara berkesinambungan. Strategi tersebut terbukti efektif meningkatkan literasi budaya siswa, ditandai dengan bertambahnya pengetahuan mengenai sejarah dan tradisi lokal, tumbuhnya sikap menghargai budaya daerah, meningkatnya partisipasi dan kunjungan siswa ke perpustakaan, serta munculnya diskusi budaya antara siswa dan keluarga. Meskipun demikian, keterbatasan koleksi dan pemanfaatan teknologi digital masih menjadi kendala. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan perpustakaan sekolah sebagai pusat literasi sekaligus pusat pelestarian budaya lokal, serta menjadi dasar pengembangan program literasi berbasis kearifan lokal yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.  
Penerapan Metode Promethee (Preference Ranking Organization Method for Enrichment Evaluation) Pada Sistem Penunjang Keputusan Dalam Pemilihan Supplier Benang Nylon Terbaik Di PT. Sumber Bintang Rejeki Deytizsa Putri Nur Azizah; Debby Rahadian Bashkara
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1899

Abstract

Penelitian ini merancang dan membangun sistem penunjang keputusan berbasis web untuk membantu PT. Sumber Bintang Rejeki, perusahaan garmen women underwear, dalam memilih supplier benang nylon terbaik. Pemilihan supplier selama ini masih dilakukan secara manual dan subjektif sehingga rentan bias. Metode Preference Ranking Organization Method for Enrichment Evaluation (PROMETHEE) diterapkan karena mampu menghasilkan perankingan alternatif secara objektif berdasarkan beberapa kriteria berbobot. Enam kriteria yang digunakan meliputi harga, kualitas benang, fleksibilitas kerja sama, konsistensi supply, lead time produksi, dan ketepatan waktu pengiriman. Sistem dibangun menggunakan model Waterfall dengan JavaScript, PHP, dan MySQL. Pengujian terhadap tujuh supplier aktif menunjukkan bahwa SH Textiles (Hong Kong) Limited memperoleh nilai net flow tertinggi (0,2617) dan direkomendasikan sebagai supplier terbaik. Pengujian black box menunjukkan seluruh fitur sistem berjalan sesuai rancangan, sedangkan User Acceptance Testing (UAT) memperoleh persentase penerimaan sebesar 85%, yang menunjukkan sistem mudah digunakan dan membantu proses pengambilan keputusan.
Optimasi Tata Letak Gudang Produk Jadi PT DCP Menggunakan From To Chart Elliyan Akbar Nugroho; Indra Dwi Febriyanto
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1900

Abstract

Efisiensi tata letak gudang menentukan kelancaran aliran material, utilisasi peralatan, dan biaya pemenuhan pesanan. Gudang produk jadi PT DCP menghadapi perpindahan berulang karena aktivitas yang memiliki intensitas hubungan tinggi ditempatkan berjauhan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pola perpindahan material, mengevaluasi ketidakefisienan tata letak eksisting, dan merancang tata letak usulan yang menurunkan jarak perpindahan serta ongkos penanganan material. Penelitian menggunakan studi kasus terapan dengan dominasi kuantitatif dan dukungan data kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, pengukuran koordinat dan waktu, dokumentasi frekuensi perpindahan, serta wawancara dengan empat personel kunci gudang. Delapan titik aktivitas dianalisis menggunakan From To Chart sebagai metode utama, Activity Relationship Chart sebagai validasi kedekatan, jarak rectilinear, dan perhitungan ongkos penanganan material. Hasil menunjukkan bahwa tata letak eksisting menghasilkan total jarak perpindahan 7.260 meter dan biaya Rp62.775.000. Tata letak usulan menempatkan aktivitas berfrekuensi tinggi secara lebih berdekatan sehingga total jarak turun menjadi 3.905 meter dan biaya menjadi Rp33.766.535. Penghematan mencapai 3.355 meter dan Rp29.008.465, atau 46,2 persen. Penelitian menyimpulkan bahwa integrasi aliran kuantitatif dan kebutuhan kedekatan dapat menghasilkan rancangan gudang yang lebih efisien. Implikasinya, perusahaan perlu menerapkan relokasi bertahap, standardisasi lokasi produk, pengaturan jalur forklift, dan pemantauan jarak serta biaya secara periodik.