cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
arifmudi11@gmail.com
Editorial Address
Jl. HR Soebrantas KM 16.5, Kab. Kampar, Provinsi Riau, 28293
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research
ISSN : -     EISSN : 30250994     DOI : https://doi.org/10.69693/ijim
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research adalah jurnal yang menerbitkan artikel penelitian yang mencangkup multidisiplin, yang meliputi : Humaniora dan ilmu sosial, ilmu politik kontemporer, ilmu pendidikan, ilmu agama dan filsafat, ilmu teknik, bisnis dan ekonomi, Koperasi, teknologi, ilmu kesehatan, ilmu kedokteran, pengembangan SDM, ilmu seni desain dan media. jurnal ini diterbitkan oleh Institute of Advanced Knowledge and Science, yang diterbitkan dalam 4 kali dalam setahun yaitu Maret, Juni, September, dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,464 Documents
Permasalahan Penataan Ruang Kawasan Hutan dalam Rangka Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jambi Amelia Putri; Ahmad Rafi; M Andreansyah; Melisa Pramudita; M Satria; Ramadhanti Laila Fitri; Toyibah; Yeza delvany; Ika Dwimaya Roza; Citra Rahmatia
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1901

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis permasalahan penataan ruang kawasan hutan dalam proses revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Jambi, khususnya terkait tumpang tindih pemanfaatan ruang antara kawasan hutan, kawasan konservasi, dan Area Penggunaan Lain (APL). Penelitian menggunakan metode yuridis-normatif dengan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui kajian terhadap peraturan perundang-undangan, dokumen resmi, serta data konflik pemanfaatan kawasan hutan. Bahan hukum primer meliputi Undang-undang No. 41 Tahun 1999, Undang-undang No. 26 Tahun 2007, serta Peraturan Daerah Provinsi Jambi mengenai RTRW. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik penataan ruang di Provinsi Jambi dipengaruhi oleh ketidaksesuaian antara Tata Guna Hutan Kesepakatan (TGHK) dan RTRW, perbedaan data spesial, serta meningkatkan tekanan akibat aktivitas perkebunan, pertambangan, pembukaan lahan, dan permukiman. Konflik tersebut banyak terjadi pada kawasan konservasi seperti Taman Nasional Kerinci Seblat, Taman Nasional Berbak, dan Taman Nasional Bukit Dua Belas akibat perambahan dan klaim tenurial Masyarakat adat maupun lokal. Dibandingkan dengan Kalimantan Tengah yang didominasi isu lahan gambut dan food estate, konflik di Jambi lebih didorong oleh ketidakselarasan tata ruang dan perizinan. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan percepatan integrasi data spesial melalui Kebijakan Satu Peta (One Map Policy), penguatan koordinasi lintas sektor, keterlibatan pemangku kepentingan secara inklusif, serta optimalisasi Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) untuk penelitian dan Pendidikan guna mewujudkan pengelolaan hutan yang berkelanjutan.  
Evaluasi Mesin High Speed Nail Menggunakan Overall Equipment Effectiveness dan Six Big Losses Muhammad Adlfar Ridlo Maulana; Indra Dwi Febryanto
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1902

Abstract

Mesin berkecepatan tinggi membutuhkan pengukuran kinerja yang mampu memisahkan kehilangan waktu, kecepatan, dan kualitas agar tindakan perbaikan tidak hanya didasarkan pada jumlah output. Penelitian ini bertujuan mengukur efektivitas mesin High Speed Nail, mengidentifikasi kerugian dominan, serta merumuskan prioritas peningkatan kinerja pada perusahaan paku. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan studi kasus pada satu mesin selama 20 hari kerja pada Maret 2026. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan kepala produksi, teknisi, dan operator, serta dokumentasi waktu produksi, waktu henti, keluaran, kecepatan ideal, dan produk cacat. Analisis dilakukan menggunakan tiga komponen overall equipment effectiveness dan enam kelompok kerugian produksi. Hasil menunjukkan rata-rata ketersediaan 84,86 persen, efisiensi performa 88,97 persen, tingkat kualitas 96,64 persen, dan efektivitas keseluruhan 72,97 persen. Nilai tersebut berada 12,03 poin persentase di bawah acuan kelas dunia 85 persen. Reduced speed losses sebesar 899 menit dan setup and adjustment losses sebesar 678 menit menyumbang 59,37 persen dari seluruh waktu kerugian yang teridentifikasi. Sebanyak 12.160 produk cacat terdiri atas 25,04 persen cacat awal dan 74,96 persen cacat selama produksi. Penelitian menyimpulkan bahwa peningkatan mesin harus mengintegrasikan pengurangan waktu setup, pengendalian kecepatan, pemeliharaan berbasis kondisi, dan pengendalian mutu proses. Implikasinya, perusahaan perlu membangun pencatatan kerugian berbasis kejadian dan mengevaluasi efektivitas secara berkala.
Efektivitas Pembelajaran Menggunakan Clue Card Berbasis Modifikasi Model Make a Match terhadap Retensi Memori Jangka Panjang Siswa Kelas VIII SMP BPPI Baleendah Suci Nurazizah; Siti Fathonah Nurmaulidah; Nazwa Zaskia Wardayani; Afifah Kanza Az-Zahra; Rizky Maulana Firdaus; Rifqi Farisan Akbar
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1904

Abstract

Retensi memori jangka panjang merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran karena memiliki peran dalam membantu kemampuan siswa mempertahankan dan mengingat kembali informasi yang telah dipelajari. Namun, rendahnya retensi memori masih menjadi permasalahan yang ditemukan dalam pembelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan Clue Card berbasis modifikasi model Make a Match terhadap retensi memori jangka panjang siswa kelas VIII SMP BPPI Baleendah pada materi Getaran, Gelombang, dan Bunyi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode True Experimental Design dan desain Pretest–Delayed Posttest Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 32 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes berupa pre-test dan delayed post-test. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, Paired Sample t-test, dan Independent Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan retensi memori pada kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Hasil Paired Sample t-test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor pre-test dan delayed post-test pada kelompok eksperimen (p = 0,003) dan kelompok kontrol (p = 0,018). Namun, hasil Independent Sample t-test menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (p = 0,268). Dengan demikian, penggunaan Clue Card berbasis modifikasi model Make a Match mampu meningkatkan retensi memori siswa, tetapi belum menunjukkan efektivitas yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan pembelajaran pada kelompok kontrol.
Implementasi Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Berbasis Web Menggunakan Metode Waterfall (Studi Kasus: SMK Islamiyah Serua) Louis Alqorni Gumilang; Fadly Ariadi
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1905

Abstract

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) merupakan salah satu kegiatan penting dalam proses penerimaan calon peserta didik pada setiap tahun ajaran baru. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di SMK Islamiyah Serua, sekolah telah memiliki media pendaftaran berbasis web, namun sistem tersebut belum mendukung seluruh proses administratif PPDB secara terintegrasi. Proses verifikasi berkas, pengolahan data calon peserta didik, seleksi, serta penyusunan laporan masih dilakukan secara manual menggunakan Microsoft Excel sehingga berpotensi menyebabkan keterlambatan, kesalahan pengolahan data, dan kurang optimalnya pelayanan kepada calon peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan sistem informasi PPDB berbasis web yang mampu mengintegrasikan proses registrasi akun, login pengguna, pengisian biodata, pemilihan jurusan, unggah berkas, verifikasi data, seleksi, pengumuman hasil seleksi, serta penyusunan laporan dalam satu sistem. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah Waterfall yang terdiri dari tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka, sedangkan pengujian sistem menggunakan metode Black Box Testing untuk memastikan setiap fungsi berjalan sesuai kebutuhan, serta White Box Testing untuk memvalidasi logika internal program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi PPDB yang dikembangkan mampu membantu panitia dalam mengelola proses administrasi secara lebih efektif, mempercepat proses verifikasi dan pengolahan data, serta meningkatkan kualitas pelayanan informasi kepada calon peserta didik dan orang tua. Sistem ini juga menghasilkan data yang lebih terstruktur, terdokumentasi dengan baik, serta mendukung pelaksanaan PPDB secara lebih efisien dan terintegrasi.
Bijak Menggunakan Gadget Pada Balita (Panduan Untuk Kader Dan Orang Tua Di Posyandu) Annisa Ramadhani; Alamanda Dwi Putrina; Annargya Ardendra Ginting; Eka Nabila; Intan Fitri Oktaviani; Rahma Aulia Khoerunnisa; Risma Nia Firdayanti; Naura Zahara; Widya Khoirunnisa Putri; Pratidina Ekanesia; Rifqi Farisan Akbar
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1906

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah meningkatkan penggunaan gadget pada berbagai kelompok usia, termasuk balita. Penggunaan gadget yang tidak terkontrol berpotensi memberikan dampak negatif terhadap perkembangan bahasa, sosial, emosional, pola tidur, serta aktivitas fisik anak. Berdasarkan hasil observasi dan analisis kebutuhan di Posyandu Tulip Indah 1, ditemukan bahwa mayoritas orang tua memberikan gadget kepada anak usia 0-5 tahun tanpa batasan waktu yang jelas. Gadget juga sering digunakan sebagai alat penenang ketika anak rewel maupun saat makan. Kondisi ini berisiko menimbulkan ketergantungan gadget dan menghambat proses tumbuh kembang anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan melalui program psikoedukasi “Tulip Cerdas Bijak Menggunakan Gadget pada Balita” yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran orang tua mengenai penggunaan gadget yang sehat sesuai usia anak. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, tanya jawab, demonstrasi media edukatif busy board, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman orang tua mengenai dampak penggunaan gadget, batasan screen time, serta alternatif aktivitas yang mendukung perkembangan anak. Program ini diharapkan dapat membantu orang tua menerapkan pola asuh digital yang lebih bijak serta memperkuat peran posyandu sebagai pusat edukasi keluarga di era digital.
Hubungan Kualitas Pelayanan dengan Tingkat Kepuasan Pasien Farmasi Rawat Jalan Andiko Hadi Antoargowo
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1907

Abstract

Pelayanan kefarmasian yang berkualitas tidak dapat mengabaikan kepuasan pasien sebagai indikator utama mutu layanan. Masalah yang sering ditemui dalam kualitas pelayanan kefarmasian adalah ketidakpuasan pasien, salah satu penyebabnya yaitu keterlambatan waktu tunggu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan kualitas pelayanan farmasi rawat jalan dengan tingkat kepuasan pasien di RSIS Jemursari. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional, pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling terhadap pasien yang mendapatkan pelayanan kefarmasian di Depo Farmasi 1 RSIS Jemursari. Jumlah sampel sebanyak 96 pasien. Hasil penelitian menunjukkan 83,3% pasien sangat puas terhadap kualitas pelayanan farmasi rawat jalan dan terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas pelayanan farmasi rawat jalan dengan tingkat kepuasan pasien pada dimensi reliability (p-value=0,000), assurance (p-value=0,000), tangible (p-value=0,000), empathy (p-value=0,004), serta responsiveness (p-value=0,000). Kualitas pelayanan farmasi rawat jalan memiliki hubungan secara simultan dengan tingkat kepuasan pasien. Pasien menilai kualitas pelayanan sebagai satu kesatuan pengalaman yang utuh, bukan parsial per dimensi.
Pengaruh Persepsi Kemudahan Dan Persepsi Kemanfaatan Coretax System Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Makassar Utara Dwiyoseputra Daka; Resky Safitri; Arnold Sau; Indriyanti Linting
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1908

Abstract

Penelitian ini ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi kemudahan dan persepsi kemanfaatan Coretax System terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Makassar Utara. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh upaya pemerintah dalam melakukan transformasi digital administrasi perpajakan melalui penerapan Coretax System guna meningkatkan kualitas pelayanan perpajakan dan kepatuhan wajib pajak. Meskipun sistem tersebut telah diterapkan, tingkat kepatuhan wajib pajak orang pribadi masih menghadapi berbagai tantangan sehingga diperlukan penelitian mengenai faktor-faktor yang memengaruhinya.  Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif kausal. Populasi penelitian adalah wajib pajak orang pribadi yang terdaftar pada KPP Pratama Makassar Utara, dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan program Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi kemudahan dan persepsi kemanfaatan Coretax System berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi, baik secara parsial maupun simultan. Persepsi kemudahan memperoleh nilai t-hitung sebesar 2,411 (sig. 0,018<0.05), sedangkan persepsi kemanfaatan memperoleh nilai t-hitung sebesar 5,853 (sig. 0,000<0,05). Secara simultan, kedua variabel menghasilkan nilai F-hitung sebesar 42,301 (sig. 0,000) dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,644, yang menunjukkan bahwa 64,4% variasi kepatuhan wajib pajak dapat dijelaskan oleh persepsi kemudahan dan persepsi kemanfaatan Coretax System.
Comparative Evidence on the Topical Wound-Healing Potential of Sap, Stem Bark, and Leaves of Pterocarpus indicus: A Narrative Review Tessalonika Shinta Ratriani; Astheria Eryani; Ghani Phalosa
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1909

Abstract

Skin wounds require coordinated control of inflammation, oxidative stress, microbial contamination, and tissue regeneration. Pterocarpus indicus has traditionally been used for inflammatory, infectious, and skin-related conditions, but the relative suitability of its sap, stem bark, and leaves for topical wound-healing development remains unclear. This narrative review comparatively evaluated the phytochemical characteristics, pharmacological activities, direct wound-healing evidence, processing considerations, safety, and sustainability of these three plant parts. Relevant literature was identified through Scopus, PubMed, Web of Science, ScienceDirect, and Google Scholar, with priority given to phytochemical, in vitro, and in vivo studies. The reviewed evidence indicates that sap, stem bark, and leaves are pharmacologically distinct and should not be considered interchangeable materials. Stem bark currently provides the most direct wound-specific evidence through preclinical evaluation of re-epithelialization, although the findings remain preliminary and do not demonstrate superiority over the reference treatment. Leaves are supported mainly by antioxidant and antibacterial activities associated with flavonoids, terpenoids, and other secondary metabolites, whereas direct evidence for wound contraction and histopathological recovery remains insufficient. Sap contains flavonoids and has plausible astringent and antibacterial potential, but its chemical standardization, effective topical dose, dermal safety, formulation stability, and direct effects on tissue regeneration have not been adequately established. Consequently, none of the three plant parts can currently be considered definitively superior. Standardized head-to-head studies using equivalent doses, identical topical vehicles, relevant wound models, and integrated macroscopic, histopathological, microbiological, and safety outcomes are required to determine their comparative therapeutic value and translational feasibility.
Efektivitas Konsumsi Tablet Fe Dan Jus Pisang Ambon Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Remaja Putri Anemia Di SMPN 3 Telaga Kabupaten Gorontalo Vivinda Djeden; Gita Syarifah Ali; Rahmawati A. Sau; Eman Rahim; Christian Julius Ottay
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1910

Abstract

Anemia merupakan permasalahan kesehatan yang masih banyak dijumpai pada remaja putri di indonesia, disebabkan oleh rendahnya asupan zat besi serta kehilangan darah akibat menstruasi setiap bulan. Jus pisang ambon memiliki kandungan vitamin C yang dapat meningkatkan penyerapan zat besi dari tablet Fe untuk mendukung proses pembentukan hemoglobin. Studi pendahuluan di SMP Negeri 3 Telaga menemukan 30 dari 127 siswi memiliki kadar hemoglobin di bawah normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas konsumsi tablet Fe dan jus pisang ambon terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri anemia di SMP Negeri 3 Telaga. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain quasi experimental melalui pendekatan pretest-posttest with control group, melibatkan 30 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi (tablet Fe dan jus pisang ambon) dan kelompok kontrol (tablet Fe saja), masing-masing kelompok 15 orang, dengan teknik total sampling selama tiga minggu. Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan peningkatan kadar hemoglobin yang bermakna pada kelompok intervensi (10,84 menjadi 12,97 g/dL; p-value=0,000) dan kelompok kontrol (10,99 menjadi 12,44 g/dL; p-value=0,000). Selanjutnya, uji Independent Sample T-Test membuktikan adanya perbedaan signifikan pada selisih peningkatan kedua kelompok sebesar 0,68 g/dL (p-value=0,001). Disimpulkan bahwa kombinasi tablet Fe dan jus pisang ambon lebih efektif meningkatkan kadar hemoglobin dibandingkan tablet Fe secara tunggal, sehingga dapat dijadikan alternatif intervensi gizi berbasis pangan lokal dalam penanggulangan anemia pada remaja putri.
Rancang Bangun Sistem Optimalisasi Pengelolaan Fluktuasi Bahan Baku Kopi dan Susu Menggunakan Metode Fuzzy Mamdani pada Operasional Banquet St. Regis Hotel Jakarta Amanda Julian; Okta Irawati
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1911

Abstract

Persediaan bahan baku merupakan elemen penting dalam menunjang kelancaran proses produksi, khususnya pada industri perhotelan dengan operasional banquet yang memiliki tingkat kebutuhan sangat dinamis. Manajemen persediaan yang tidak efisien dapat menyebabkan ketidakseimbangan antara permintaan dan ketersediaan bahan, sehingga berdampak pada kelancaran operasional dan meningkatnya biaya. Kesalahan dalam menentukan jumlah dan waktu pemesanan dapat mengakibatkan kelebihan maupun kekurangan stok. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun sistem optimalisasi pengelolaan fluktuasi bahan baku kopi dan susu pada operasional banquet St. Regis Hotel Jakarta dengan menerapkan metode Fuzzy Inference System (FIS) Mamdani. Sistem menggunakan tiga variabel input, yaitu forecast event, jumlah pax, dan ketersediaan bahan baku, yang diolah melalui tahapan fuzzifikasi, inferensi dengan fungsi MIN-MAX terhadap 12 rule base, dan defuzzifikasi metode centroid, untuk menghasilkan dua variabel output berupa rekomendasi order bahan baku (kg/liter) dan status stok (Aman/Waspada/Kritis). Sistem dibangun berbasis web menggunakan framework CodeIgniter dan basis data MySQL. Pengujian dilakukan menggunakan data operasional banquet bulan Juni 2026 dengan pendekatan White Box Testing, Black Box Testing, serta verifikasi hasil perhitungan manual terhadap keluaran sistem. Hasil pengujian menunjukkan seluruh fungsi fuzzifikasi, inferensi, dan defuzzifikasi berjalan sesuai rancangan, dengan skor, rekomendasi order, dan status stok yang identik antara perhitungan manual dan keluaran sistem pada seluruh skenario pengujian. Penerapan metode Fuzzy Mamdani memberikan manfaat strategis bagi perusahaan dalam pengambilan keputusan terkait pengadaan bahan baku, membantu merancang jadwal pemesanan yang lebih efisien, menghindari penumpukan persediaan, serta menjaga ketersediaan bahan secara berkelanjutan, sehingga berdampak langsung pada peningkatan efisiensi operasional dan kestabilan proses produksi.