cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
arifmudi11@gmail.com
Editorial Address
Jl. HR Soebrantas KM 16.5, Kab. Kampar, Provinsi Riau, 28293
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research
ISSN : -     EISSN : 30250994     DOI : https://doi.org/10.69693/ijim
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research adalah jurnal yang menerbitkan artikel penelitian yang mencangkup multidisiplin, yang meliputi : Humaniora dan ilmu sosial, ilmu politik kontemporer, ilmu pendidikan, ilmu agama dan filsafat, ilmu teknik, bisnis dan ekonomi, Koperasi, teknologi, ilmu kesehatan, ilmu kedokteran, pengembangan SDM, ilmu seni desain dan media. jurnal ini diterbitkan oleh Institute of Advanced Knowledge and Science, yang diterbitkan dalam 4 kali dalam setahun yaitu Maret, Juni, September, dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,464 Documents
Pengembangan Media Parbil Terhadap Kemampuan Berhitung 1-10 Anak Usia 3-4 Tahun Etik Rahayu; Ervin Nurul Affrida
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1138

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media Parbil (Parkiran Bilangan) sebagai alat permainan edukatif untuk meningkatkan kemampuan numerasi anak usia 3–4 tahun. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model Borg dan Gall (1983) yang dimodifikasi menjadi delapan tahap, yaitu penelitian dan pengumpulan informasi, perencanaan, pengembangan produk, uji ahli media, uji ahli materi, uji coba kelompok kecil, revisi produk, dan uji lapangan. Subjek penelitian terdiri atas 9 anak usia 3–4 tahun. Teknik pengumpulan data menggunakan angket,observasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Parbil memperoleh tingkat kelayakan yang sangat tinggi. Validasi ahli media memperoleh persentase sebesar 94% dengan kategori sangat layak, sedangkan validasi ahli materi memperoleh persentase sebesar 96% dengan kategori sangat layak. Uji coba kelompok kecil pada tiga anak menunjukkan bahwa media dapat digunakan dengan baik dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Hasil uji lapangan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan numerasi anak setelah menggunakan media Parbil. Nilai rata-rata pre-test sebesar 6,40 meningkat menjadi 9,67 pada post-test dengan selisih peningkatan sebesar 3,27 poin. Temuan ini menunjukkan bahwa media Parbil efektif digunakan untuk membantu anak mengenal, menyebutkan, dan mengurutkan angka 1–10. Dengan demikian, media Parbil layak dan efektif digunakan sebagai media pembelajaran numerasi awal bagi anak usia 3–4 tahun.
Diferensiasi Agraria Dan Kerja Upahan Pada Perkebunan Sawit Di Desa Celuak Kabupaten Bangka Tengah Eci Mareta; Aisyah Putri Salsabila; Risky Ananda Putri
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1141

Abstract

Penelitian ini menganalisis diferensiasi agraria dan kerja upahan dalam perkembangan perkebunan sawit di Desa Celuak, Kecamatan Simpangkatis, Kabupaten Bangka Tengah. Sawit tidak ditempatkan sebagai komoditas pertanian semata, namun sebagai sistem produksi yang mengatur akses warga terhadap lahan, modal, program pemerintah, pasar, dan kesempatan kerja. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi lapangan, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perluasan sawit didorong oleh persepsi pendapatan yang lebih rutin, dukungan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), kemitraan kelembagaan, serta melemahnya daya tarik lada akibat biaya produksi dan pemadatan harga. Namun, keuntungan sawit tidak terdistribusi secara setara. Warga yang memiliki lahan memperoleh akses terhadap hasil Tandan Buah Segar (TBS), program bantuan, dan jaringan pemasaran, sedangkan warga tanpa lahan lebih banyak terlibat sebagai buruh harian dalam pembersihan lahan, pemupukan, pemanenan, pengangkutan TBS, dan perawatan kebun. Perbedaan tersebut menunjukkan terbentuknya diferensiasi agraria berbasis kepemilikan lahan dan akses kelembagaan. Temuan utama artikel ini menegaskan bahwa sawit di Desa Celuak menciptakan peluang ekonomi sekaligus memperdalam ketimpangan pedesaan karena sebagian warga mengakses nilai produksi melalui aset, sedangkan sebagian lainnya hanya melalui penjualan tenaga kerja.
Gender Dan Otoritas Dalam Rumah Tangga Dalam Perspektif Hukum Keluarga Islam Nofri Dasman; Irma Suryani
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1142

Abstract

Penelitian ini membahas tentang gender dan otoritas dalam rumah tangga menurut perspektif Hukum Keluarga Islam. Kajian ini dilatarbelakangi oleh perubahan peran dalam keluarga yang terjadi di masyarakat modern, di mana perempuan tidak hanya berperan dalam urusan domestik, tetapi juga aktif dalam bidang pendidikan, pekerjaan, dan ekonomi keluarga. Perubahan tersebut sering menimbulkan perbedaan pandangan mengenai kedudukan, hak, kewajiban, dan kewenangan suami maupun istri dalam pengambilan keputusan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep gender, bentuk otoritas dalam rumah tangga, serta penerapan prinsip musyawarah dalam perspektif Hukum Keluarga Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan normatif melalui studi kepustakaan. Data diperoleh dari Al-Qur’an, hadis, Kompilasi Hukum Islam, Undang-Undang Perkawinan, serta berbagai buku dan jurnal yang relevan dengan tema penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep gender dalam Islam tidak menempatkan laki-laki dan perempuan dalam hubungan yang saling menguasai, melainkan sebagai pasangan yang saling melengkapi dan bekerja sama dalam membangun keluarga. Kepemimpinan suami dalam keluarga (qiwamah) dipahami sebagai bentuk tanggung jawab untuk melindungi, membimbing, dan menyejahterakan keluarga, bukan sebagai kekuasaan yang bersifat mutlak. Analisis terhadap permasalahan yang di temukan menunjukkan bahwa konflik rumah tangga dapat muncul akibat perbedaan pemahaman mengenai otoritas dan kurangnya musyawarah dalam pengambilan keputusan. Oleh karena itu, hubungan suami dan istri perlu dibangun atas dasar keadilan, saling menghormati, komunikasi yang baik, serta kerja sama yang seimbang. Dengan demikian, penerapan prinsip musyawarah dan kemitraan dalam keluarga dapat mewujudkan keluarga yang harmonis, sakinah, mawaddah, dan rahmah.
Penggunaan Teknik Membaca Kritis Untuk Meningkatkan Kemampuan Identifikasi Fakta Dan Opini Dalam Teks Berita Fatimah Azzahra; Desy Auliya; Laili Amalia
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1144

Abstract

Kemampuan membedakan fakta dan opini merupakan salah satu kompetensi literasi kritis yang krusial di era banjir informasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan teknik membaca kritis dalam upaya meningkatkan kemampuan siswa mengidentifikasi fakta dan opini pada teks berita. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa teks-teks berita dari media daring dan buku teks Bahasa Indonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca-catat sistematis, sedangkan analisis data mengacu pada model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña (Miles, 2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan awal siswa dalam mengidentifikasi fakta dan opini masih tergolong rendah, yang ditandai oleh kesulitan mereka dalam membedakan kalimat yang mengandung data konkret dengan kalimat yang bersifat subjektif. Setelah diterapkan teknik membaca kritis, yang mencakup tahap prabaca, membaca mendalam, dan pascabaca secara reflektif, kemampuan identifikasi siswa mengalami peningkatan yang signifikan. Temuan ini mengonfirmasi bahwa teknik membaca kritis tidak hanya membantu siswa memahami struktur teks berita, tetapi juga melatih proses kognitif tingkat tinggi yang sejalan dengan pendekatan Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis Kurikulum Merdeka. Implikasi penelitian ini mendorong guru untuk mengintegrasikan strategi membaca kritis secara sistematis dalam pembelajaran teks berita di kelas.
Fenomena Dispensasi Nikah Dan Pernikahan Dini Perspektif Maqashid Syari’ah Dan Hak Asasi Manusia Varid Fernandez; Irma Suryani
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1145

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab tingginya pengajuan dispensasi nikah serta pertimbangan hakim dalam memutus perkara tersebut. Fenomena ini semakin mencuat pasca-adanya pengetatan batas usia minimal perkawinan dalam regulasi nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi lapangan (field research) dan studi pustaka (literature review). Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan hakim, keluarga pemohon dispensasi, serta tokoh masyarakat. Sementara itu, data sekunder bersumber dari peraturan perundang-undangan, jurnal ilmiah, dan dokumen resmi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama penyebab tingginya dispensasi nikah meliputi faktor sosial, ekonomi, rendahnya tingkat pendidikan, serta pergaulan remaja yang tidak terkontrol. Kehamilan di luar nikah, tekanan finansial keluarga, dan lemahnya pengawasan orang tua menjadi alasan yang paling dominan dalam pengajuan perkara. Dalam praktiknya, hakim di Pengadilan Agama Tanjung Pati menggunakan pertimbangan hukum yang berorientasi pada aspek kemaslahatan umat (maslahah) dan upaya menghindari mudarat yang lebih besar sebelum memutuskan untuk mengabulkan permohonan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa fenomena dispensasi nikah bukan sekadar persoalan hukum formal semata, melainkan manifestasi dari kompleksitas kondisi sosial masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan sinergi dan kerja sama yang terintegrasi antara lembaga keluarga, pemerintah, institusi sekolah, hingga lapisan masyarakat luas guna menekan angka pernikahan dini secara efektif demi masa depan generasi muda.
Tinjauan Yuridis Pengesahan Anak Di Luar Perkawinan (Berdasarkan Penetapan Pengadilan Negeri Jayapura Nomor 431/PDT.P/2024/PN JAP) Faradilla Rachman; Andi Annisa Nurlia Mamonto; Mukti Stoffel; Zonita Zirhani Rumalean; Farida Tuharea
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1146

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan hukum pengesahan anak di luar perkawinan menurut praktik peradilan pada Pengadilan Negeri Jayapura, dengan fokus pada Penetapan Pengadilan Negeri Jayapura Nomor 431/Pdt.P/2024/PN Jap. Pengesahan anak merupakan langkah hukum yang bertujuan memberikan status sah kepada anak yang lahir di luar perkawinan, sehingga memperoleh hak-hak yang setara dengan anak yang lahir dalam perkawinan sah. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengesahan anak di Pengadilan Negeri Jayapura mengikuti prosedur yang sistematis dan konsisten sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974, Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013, serta Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014. Pengesahan anak membawa akibat hukum yang signifikan, seperti perubahan status keperdataan anak, pengakuan hubungan hukum antara anak dengan ayah biologisnya, serta terpenuhinya hak-hak keperdataan anak, seperti hak waris dan nafkah. Penelitian ini juga menemukan bahwa penerapan prinsip “the best interest of the child” oleh hakim memberikan perlindungan hukum yang maksimal bagi anak yang lahir di luar perkawinan.
Strategi Komunikasi Pemerintah Desa Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Petani Nilam Di Desa Mataiwoi Kecamatan Wawonii Utara Kabupaten Konawe Kepulauan Maharani Maharani; Abdul Sarlan Menungsa; Nana Adriana Hutari
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1148

Abstract

Tanaman nilam menjadi salah satu komoditas yang berperan penting dalam meningkatkan pendapatan masyarakat di Desa Mataiwoi, Kecamatan Wawonii Utara, Kabupaten Konawe Kepulauan. Meskipun memiliki nilai ekonomi yang tinggi, petani masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan informasi budidaya, akses pasar, serta rendahnya pemanfaatan inovasi pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi komunikasi pemerintah desa dalam meningkatkan kesejahteraan petani nilam serta mengidentifikasi faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan petani nilam sebagai informan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemerintah desa dilaksanakan melalui penyuluhan pertanian, pertemuan kelompok tani, pendampingan langsung, serta penyampaian informasi mengenai teknik budidaya, pengendalian hama, pengolahan hasil panen, dan perkembangan harga pasar. Kerja sama antara pemerintah desa dan penyuluh pertanian mendorong petani untuk menerima serta menerapkan inovasi dalam usaha tani nilam. Adapun faktor penghambat yang masih dihadapi meliputi keterbatasan sarana dan prasarana, kondisi cuaca, akses pemasaran, dan partisipasi sebagian petani yang belum optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi komunikasi yang dilakukan pemerintah desa berperan dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan petani dalam mengelola usaha tani nilam sehingga mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pengaruh Akuntanbilitas, Transparansi, dan Peran Perangkat Desa Terhadap Pengelolaan Dana Desa (Desa Tebara, Kabupaten Sumba Barat) Oktapianus Geofani Bulu Bepa Tobu; Endang Satyawati
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1149

Abstract

Penelitian ini menguji pengaruh akuntabilitas, transparansi, dan peran perangkat desa terhadap pengelolaan dana desa di Desa Tebara, Kabupaten Sumba Barat. Penelitian menggunakan desain kuantitatif asosiatif. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner kepada 43 responden yang terdiri atas perangkat desa, kepala dusun, RT/RW, dan anggota Badan Permusyawaratan Desa. Sampel ditentukan dengan purposive sampling dan sampling jenuh untuk unsur perangkat desa. Data dianalisis menggunakan SPSS melalui uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi linier berganda, uji parsial, uji simultan, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akuntabilitas, transparansi, dan peran perangkat desa berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan dana desa, baik secara parsial maupun simultan. Nilai R Square sebesar 0,761 menunjukkan bahwa ketiga variabel mampu menjelaskan 76,1 persen variasi pengelolaan dana desa. Temuan ini menegaskan bahwa pertanggungjawaban yang jelas, keterbukaan informasi, dan pelaksanaan tugas perangkat desa menjadi unsur penting dalam memperkuat tata kelola keuangan desa.
Strategi Dinas Sosial Provinsi Bengkulu dalam Mengatasi Keterbatasan Informasi Publik Melalui Pemanfaatan Media Sosial Else Dewi Anggraini; Heru Purnawan; Evsa Wulan Suri
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1150

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya keterbukaan informasi publik dalam mendukung pemerintahan yang transparan dan responsif melalui pemanfaatan media sosial. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan strategi Dinas Sosial Provinsi Bengkulu dalam mengatasi keterbatasan informasi publik melalui media sosial berdasarkan Peraturan Gubernur Bengkulu Nomor 31 Tahun 2021 tentang Penyebarluasan Informasi Penyelenggaraan Pemerintahan Provinsi Bengkulu. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap lima informan yang terdiri dari kepala bidang, admin media sosial, staf Dinas Sosial, dan masyarakat. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi publik dilaksanakan melalui pemanfaatan media sosial seperti Facebook, Instagram, TikTok, YouTube, dan website resmi untuk menyebarluaskan informasi mengenai bantuan sosial, pelayanan sosial, dan kegiatan dinas. Strategi diwujudkan melalui koordinasi antarbidang, penggunaan bahasa sederhana yang mudah dipahami, serta kerja sama dengan pihak kecamatan dan desa. Pemanfaatan media sosial dinilai cukup efektif dalam meningkatkan akses informasi masyarakat, meskipun masih terdapat hambatan berupa keterbatasan jaringan internet, rendahnya literasi digital, keterbatasan sumber daya manusia, dan penyebaran hoaks. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan media sosial mampu meningkatkan efektivitas penyebarluasan informasi publik serta mendukung transparansi dan pelayanan publik di lingkungan pemerintah daerah.
Pengaruh Tingkat Suku Bunga BI Rate Dan Dana Pihak Ketiga Perbankan Terhadao Realisasi Investasi (PMDN) Di Sumatera Utara Fitriya Lestari; Intan Intan; Jesslyn Nathania Sibarani; Rona Zalfa Aulia; Dian Sasmita Pasaribu
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1151

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat suku bunga BI Rate dan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan terhadap realisasi Investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Provinsi Sumatera Utara. Penelitian menggunakan data sekunder triwullan periode 2015-2020 dengan pendekatan kuantitatif asosiatif. Analisis dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa data berdistribusi normal (Asymp. Sig. = 0,664), bebas dari multikolinearitas (VIF = 1,789), dan bebas dari autokorelasi (Durbin- Watson = 1,826). Hasil persamaan regresi menunjukkan suku bunga BI Rate berpengaruh negative terhadap PMDN (koefisien = -0,640), Sementara DPK tidak memberikan dampak perubahan (koefisien = 0,000). Secara parsial, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap PMDN (Sig. = 0,000) < 0,05). Secara simultan, BI Rate dan DPK berpengaruh signifikan terhadap PMDN (F = 0,440; Sig, = 0,006). Koefisien determinasi R2 sebesar 0,773 menunjukkan bahwa 77,3% variasi PMDN dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Temuan ini mengimplemtasikan pentingnya kebijakan suku bunga yang kondusif dalam mendorong investasi daerah.

Page 75 of 147 | Total Record : 1464