cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
arifmudi11@gmail.com
Editorial Address
Jl. HR Soebrantas KM 16.5, Kab. Kampar, Provinsi Riau, 28293
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research
ISSN : -     EISSN : 30250994     DOI : https://doi.org/10.69693/ijim
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research adalah jurnal yang menerbitkan artikel penelitian yang mencangkup multidisiplin, yang meliputi : Humaniora dan ilmu sosial, ilmu politik kontemporer, ilmu pendidikan, ilmu agama dan filsafat, ilmu teknik, bisnis dan ekonomi, Koperasi, teknologi, ilmu kesehatan, ilmu kedokteran, pengembangan SDM, ilmu seni desain dan media. jurnal ini diterbitkan oleh Institute of Advanced Knowledge and Science, yang diterbitkan dalam 4 kali dalam setahun yaitu Maret, Juni, September, dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,464 Documents
Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Berbasis Media Lingkungan Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Materi Ekosistem Pada Siswa Kelas V SD Negeri 2 Tiakur Ince Wattimury; Oktovina Peyassy
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1110

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi ekosistem melalui penerapan model pembelajaran inkuiri berbasis media lingkungan. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan menggunakan model Kemmis dan McTaggart. Subjek penelitian adalah 25 siswa kelas V SD Negeri 2 Tiakur.Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri berbasis media lingkungan dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi ekosistemHasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri berbasis media lingkungan dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi ekosistem. Hal ini terlihat dari peningkatan nilai rata-rata dan persentase ketuntasan belajar siswa pada setiap siklus. Pada tahap pretest, nilai rata-rata siswa sebesar 58,40 dengan ketuntasan belajar 32% (6 siswa). Pada Siklus I, nilai rata-rata meningkat menjadi 72,20 dengan ketuntasan belajar 68% (18 siswa). Selanjutnya, pada Siklus II nilai rata-rata meningkat menjadi 85,60 dengan ketuntasan belajar mencapai 92% (23 siswa). Hasil analisis N-Gain menunjukkan nilai sebesar 0,65 yang termasuk dalam kategori sedang, sehingga menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri berbasis media lingkungan cukup efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri berbasis media lingkungan mampu meningkatkan hasil belajar siswa pada materi ekosistem di kelas V SD Negeri 2 Tiakur.
Analisis Semiotika Alat Dan Bahan Dalam Tradisi Mowuwusoi Pada Suku Moronene Di Kampung Adat Hukaea Laea Kecamatan Lantari Jaya Kabupaten Bombana Sri Wahdania; Muslan Muslan; Abdul Sarlan Menungsa
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1111

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pelestarian tradisi Mowuwusoi sebagai salah satu warisan budaya masyarakat Suku Moronene di Kampung Adat Hukaea Laea, Kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai upacara syukuran panen, tetapi juga mengandung berbagai simbol yang merepresentasikan nilai-nilai sosial, budaya, dan spiritual masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna semiotika alat dan bahan yang digunakan dalam tradisi Mowuwusoi berdasarkan perspektif semiotika Roland Barthes. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan tokoh adat, pemangku tradisi, dan masyarakat setempat. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan memanfaatkan triangulasi sumber untuk menguji keabsahan data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat dan bahan dalam tradisi Mowuwusoi memiliki makna pada tiga tingkatan. Pada tingkat denotasi, alat dan bahan dipahami sebagai perlengkapan ritual yang memiliki fungsi praktis dalam pelaksanaan upacara. Pada tingkat konotasi, setiap simbol mencerminkan nilai kehidupan masyarakat Moronene, seperti kerja keras, kebersamaan, kesabaran, rasa syukur, dan penghormatan terhadap alam. Pada tingkat mitos, alat dan bahan tersebut menjadi bagian dari sistem kepercayaan yang diwariskan secara turun-temurun, yang diyakini mampu menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan leluhur, alam, dan Sang Pencipta. Tradisi Mowuwusoi dengan demikian tidak hanya menjadi identitas budaya, tetapi juga media komunikasi simbolik yang mempertahankan nilai-nilai lokal di tengah perubahan zaman.
Hubungan Asesmen Berkelanjutan Dengan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Siti Aminah; Moh Sahlan
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1112

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asesmen berkelanjutan dengan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) peserta didik. Asesmen berkelanjutan merupakan proses pengumpulan informasi yang dilakukan secara sistematis dan terus-menerus untuk memantau perkembangan belajar peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian adalah peserta didik pada jenjang sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah dengan sampel yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket asesmen berkelanjutan, dokumentasi nilai PAI, dan observasi. Analisis data menggunakan uji korelasi Product Moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara asesmen berkelanjutan dengan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam. Semakin baik pelaksanaan asesmen berkelanjutan, semakin tinggi pula prestasi belajar peserta didik. Temuan ini menunjukkan bahwa asesmen berkelanjutan dapat menjadi salah satu strategi efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI.
Pentas Drama Sebagai Wadah Pengembangan Keterampilan Komunikasi Dan Penguatan Kepercayaan Diri Siswa Sekolah Dasar Dea Ajeng A; Dina Nur E; Devlina Fatimah M; Tita Nur A; Bayu Purbha Sakti
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1113

Abstract

Pentas drama merupakan salah satu kegiatan pembelajaran yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung perkembangan keterampilan komunikasi dan kepercayaan diri siswa sekolah dasar. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep pentas drama di sekolah dasar, perannya dalam pengembangan keterampilan komunikasi, kontribusinya terhadap penguatan kepercayaan diri siswa, serta tantangan dan peluang implementasinya dalam lingkungan pendidikan dasar. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah yang relevan berupa jurnal, artikel, dan hasil penelitian yang berkaitan dengan pembelajaran drama di sekolah dasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa pentas drama tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan seni pertunjukan, tetapi juga sebagai media pembelajaran yang mampu mengembangkan kemampuan berbahasa, keterampilan komunikasi interpersonal, kerja sama, tanggung jawab, kreativitas, dan empati siswa. Melalui proses latihan dan pementasan, siswa memperoleh pengalaman berkomunikasi secara langsung, mengungkapkan ide dan perasaan, serta berinteraksi dengan lingkungan sosial secara lebih efektif. Selain itu, keterlibatan dalam pentas drama dapat membantu siswa mengatasi rasa malu, gugup, dan takut tampil di depan umum sehingga mampu meningkatkan kepercayaan diri. Meskipun implementasi pentas drama menghadapi berbagai tantangan, seperti perbedaan karakteristik siswa, keterbatasan waktu, dan kesiapan guru dalam mengelola kegiatan drama, kegiatan ini memiliki peluang yang besar untuk mendukung pembelajaran yang berpusat pada siswa sekaligus memperkuat pendidikan karakter. Oleh karena itu, pentas drama dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan keterampilan komunikasi dan memperkuat kepercayaan diri siswa sekolah dasar.
Implementasi Balanced Scorecard Untuk Penilaian Key Performance Indicator Di Gerai Indomaret Raya Jungkat Dery Oscar; Putri Yuli Utami; Istikoma Istikoma
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1114

Abstract

Jaringan ritel terbesar di Indonesia yaitu Indomaret dengan mendasarkan Key Performance Indicator sebagai penilaian kinerja karyawan guna memonitor kinerja suatu toko. Indomaret Raya Jungkat tempat dilakukannya penelitian dinilai kurang baik dalam pencapaian KPI Proses yaitu pada indikator NRB (Nota Retur Barang), Variance Minus, Cancel Sales, Transaksi Standar>2item, Jumlah ITT (Item Tidak Terdisplay), dan KPI Achievements yaitu pada indikator SPD (Sales Per Day) All Produk dan Khusus, NKL (Nota Kurang Lebih), NBR (Nota Barang Rusak) Dry dan Olahan, dan Transaksi Cashless dikarenakan minimnya manajemen suatu organisasi sehingga diperlukan pengukuran yang efisien dengan menerapkan metode Balanced Scorecard untuk penilaian Key Performance Indicator di gerai Indomaret Raya Jungkat sehingga dengan harapan pada penerapannya di masa yang akan datang gerai Indomaret Raya Jungkat dapat mencapai tujuan organisasinya. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data penilaian KPI periode bulan Maret hingga Mei kemudian indikator tolak ukur KPI yang diperoleh diselaraskan dengan perspektif yang ada pada Balanced Scorecard agar terstruktur dalam penerapannya. Hasil pengukuran menggunakan metode Balanced Scorecard melalui empat perspektif yaitu pada perspektif keuangan dinilai belum memuaskan karena jumlah persentase <95%, selanjutnya perspektif pelanggan berdasarkan data KPI Standar >2item melebihi target dan tingkat kepuasan pelanggan yang tinggi dinilai sangat baik, pada perspektif proses bisnis internal berdasarkan perolehan total poin 85.00 yang terbilang cukup baik, kemudian pada perspektif pembelajaran dan pertumbuhan berdasarkan hasil rekaman jawaban karyawan dalam peningkatan dan pengembangan kinerja dinilai sangat baik.
Hubungan Antara Spiritualitas Dengan Self- Forgiveness Warga Binaan Lapas Kelas IIB Takalar Riska Ayu N. Kamal; Ahmad Razak; Andi Halima
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1115

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara spiritualitas dengan self-forgiveness pada warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Takalar. Kehidupan di lembaga pemasyarakatan sering kali diwarnai oleh perasaan bersalah, penyesalan, stigma diri, serta berbagai tekanan psikologis yang dapat memengaruhi kemampuan individu untuk memaafkan dirinya sendiri. Kondisi tersebut dapat menghambat proses penerimaan diri apabila tidak diimbangi dengan sumber daya internal yang memadai. Spiritualitas dipandang sebagai salah satu sumber daya internal yang dapat membantu individu memperoleh makna hidup, ketenangan batin, penerimaan diri, serta membantu menghadapi berbagai tekanan psikologis selama menjalani masa pembinaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional untuk melihat hubungan antara variabel spiritualitas dan self-forgiveness. Subjek penelitian berjumlah 88 warga binaan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Skala Self-Forgiveness yang dikembangkan oleh Larasati dan Widyastuti serta Spiritual Transcendence Scale-Short Form (STS-SF) yang dikembangkan oleh Piedmont. Analisis data dilakukan menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara spiritualitas dengan self-forgiveness pada warga binaan Lapas Kelas IIB Takalar (r = 0,432; p = 0,000). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat spiritualitas yang dimiliki warga binaan, maka semakin tinggi pula kemampuan mereka dalam melakukan self-forgiveness. Dengan demikian, spiritualitas dapat dipahami sebagai salah satu faktor internal yang berkontribusi terhadap proses penerimaan diri dan pengurangan emosi negatif pada warga binaan selama menjalani masa pembinaan di lembaga pemasyarakatan.
Teaching Strategy Preferences Of Novice And Experienced English Teachers In SMPN 1 Sukasada Komang Diraja Indrarajasa Mahatma Wijana Putra; Luh Putu Artini
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1117

Abstract

The implementation of the Merdeka Curriculum requires teachers to apply teaching strategies that support student-centered learning and the development of 21st-century skills. This study aimed to investigate and compare the teaching strategy preferences of novice and experienced English teachers at SMPN 1 Sukasada, Buleleng Regency, Bali. A descriptive qualitative design was employed. Data were collected through classroom observations, interviews, teaching strategy checklists, anecdotal notes, and document analysis. The data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. The findings revealed that novice teachers implemented various teaching strategies; however, their use was relatively inconsistent and focused mainly on basic classroom management and content delivery. In contrast, experienced teachers consistently employed social/affective strategies, project-based learning, discovery learning, cooperative learning, and active learning, which promoted greater student participation and interaction. The study also found that teaching experience, student characteristics, learning objectives, teachers’ understanding of instructional strategies, and the availability of learning facilities influenced strategy selection. Overall, experienced teachers demonstrated greater flexibility and effectiveness in implementing teaching strategies aligned with the principles of the Merdeka Curriculum.
Observasi Minat Baca Siswa Kelas 2 SD Negeri Wonosaren Solo Melalui Metode Membaca Bersama dan Menonton Tayangan Audiovisual Luthfia Ramadhani; Joong Allewo Pramengkawi; Nadiah Ulpa Permatasari; Destia Ajeng Putri Pranata; Aulia Fadia Putri; Asep Yudha Wirajaya
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1121

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat literasi siswa kelas 2 SD Negeri Wonosaren Solo melalui penerapan metode membaca bersama dan menonton tayangan audiovisual. Penelitian ini memanfaatkan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui pengamatan langsung terhadap proses pembelajaran yang berlangsung di kelas. Subjek penelitian terdiri atas 19 siswa kelas 2 SD Negeri Wonosaren Solo. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif guna memberikan gambaran mengenai minat baca siswa serta preferensi mereka terhadap metode pembelajaran yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh siswa (100%) memiliki minat membaca yang baik setelah mengikuti kegiatan membaca bersama dan menonton tayangan audiovisual. Hasil voting menggunakan cap tangan menunjukkan bahwa 12 siswa (63%) lebih menyukai metode cerita peraga, sedangkan 7 siswa (37%) lebih menyukai metode audiovisual. Temuan ini menunjukkan bahwa kedua metode efektif dalam menumbuhkan minat baca siswa, namun metode cerita peraga lebih diminati karena memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan selaras dengan tahap perkembangan peserta didik di jenjang sekolah dasar. Selain itu, kegiatan pembelajaran yang memadukan berbagai media mampu meningkatkan keterlibatan dan antusiasme siswa selama proses belajar berlangsung secara aktif dan optimal. Dengan demikian, penggunaan metode pembelajaran yang bervariasi dapat menjadi salah satu pendekatan yang efektif untuk menumbuhkan minat baca dan memperkuat kemampuan literasi siswa sejak usia dini.
Analisis Akurasi Data Kemiskinan Ekstrem di Kota Bengkulu Adinda Aulia Nhavilla; Bobby Mandala Putra; Heru Purnawan
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1122

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh persoalan ketidaktepatan sasaran bantuan sosial akibat ketidaksesuaian data kemiskinan ekstrem dengan kondisi faktual masyarakat di Kota Bengkulu, khususnya Kecamatan Kampung Melayu. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis akurasi data P3KE/DTSEN dalam mendukung penanggulangan kemiskinan ekstrem serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan Teori Kualitas Data Richard Y. Wang dan Diane M. Strong (1996) yang mencakup dimensi intrinsik, kontekstual, representasional, dan aksesibilitas. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap enam informan yang terdiri dari operator Dinas Sosial, Bappeda, kelurahan, ketua RT, dan warga penerima bantuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akurasi data belum sepenuhnya optimal, ditandai adanya inclusion error, keterlambatan pemutakhiran, bias indikator fisik rumah, dan keterbatasan akses kelurahan dalam memperbaiki data secara final. Faktor utama yang memengaruhi akurasi adalah integrasi sistemik, jeda waktu birokrasi, bias indikator fisik, dan sentralisasi akses. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perbaikan sinkronisasi, verifikasi lapangan berkala, pemutakhiran responsif, dan indikator kontekstual diperlukan agar kebijakan penanggulangan kemiskinan lebih tepat sasaran.
Analisis Efektivitas Program Pariwisata Tahun 2024–2025 (Studi Kasus pada Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu) Zuparwi Hadianto; Alexsander Alexsander; Edi Darmawi
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1123

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas program pariwisata tahun 2024–2025 pada Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu ditinjau dari empat indikator efektivitas program menurut Budiani (2007), yaitu ketepatan sasaran, pencapaian tujuan program, tingkat pemanfaatan program, dan kesesuaian hasil dengan rencana. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan satu variabel mandiri. Populasi penelitian terdiri atas dua kelompok, yaitu seluruh pegawai Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu (n=60) yang diambil menggunakan teknik total sampling, serta masyarakat di sekitar destinasi wisata unggulan (n=50) yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa distribusi frekuensi, nilai rata-rata, dan persentase skor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat efektivitas program pariwisata berdasarkan persepsi pegawai sebesar 79,6% (efektif), sedangkan berdasarkan persepsi masyarakat sebesar 77,0% (efektif). Secara keseluruhan, tingkat efektivitas program pariwisata mencapai 78,3%, yang berada pada kategori efektif (76%–100%). Hasil pengujian hipotesis deskriptif menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, artinya efektivitas program pariwisata Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu tahun 2024–2025 telah mencapai atau melampaui ambang batas efektif sebesar 76%. Indikator ketepatan sasaran memperoleh nilai tertinggi (82,2%), sementara tingkat pemanfaatan program merupakan indikator dengan nilai terendah (74,4% berdasarkan persepsi masyarakat) sehingga perlu mendapat perhatian lebih dalam perencanaan program ke depan.

Page 73 of 147 | Total Record : 1464