cover
Contact Name
Asmulyati Saleh
Contact Email
asmulyati@poltekkeskupang.ac.id
Phone
+628113824417
Journal Mail Official
gizi@poltekkeskupang.ac.id
Editorial Address
Mayor Campus 3rd Floor Nutrition Study Program, Poltekkes Kemenkes Kupang, Jl. R A Kartini Mayor, Kupang City, East Nusa Tenggara
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Kupang Journal of Food and Nutrition Research
ISSN : 27209490     EISSN : 27214877     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Kupang Journal of Food and Nutrition Research is an open-access journal and peer-reviewed that publishes either original articles or review articles in an open-access format. Accepted articles span the full extent of Medicine, Nursing, Pharmacology, Toxicology, and Pharmaceutics. The scope of the Kupang Journal of Food and Nutrition covers: Medicine: Public Health, Environmental and Occupational Health. Nursing: Nutrition and Dietetics.
Articles 66 Documents
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDKAN IBU DENGAN KEBIASAAN MEMBERIKAN MP-ASI USIA 6-24 BULAN DI DESA FATUMNASI KECAMATAN FATUMNASI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Yohanes Don Bosko Demu; Astuti Nur; Tresha Efatasia Indah Keo
Kupang Journal of Food and Nutrition Research Vol. 3 No. 2 (2022): Kupang Journal of Food and Nutrition Research
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MP-ASI is a transitional food from breast milk to family food given to children aged 6-24 months gradually by type, frequency of administration, number of servings and forms of food that are adapted to the baby's age and ability to digest food to meet their nutritional needs. This study aims to determine the relationship between the level of maternal education and the habit of giving complementary food aged 6-24 months in Fatumnasi Village, Fatumnasi District, South Central Timor Regency. This research is a quantitative study with a cross sectional design. The samples in this study were 30 baduta aged 6-24 months in Fatumnasi Village.Based on the results of the study, it was obtained that there was a relationship between the level of maternal education and the habit of giving complementary food aged 6-24 months in Fatumnasi Village, Fatumnasi District, South Central Timor Regency with a p-value = 0.037 <0.05. It is recommended to further research and develop several influencing factors in the administration of complementary food so that complementary food is given appropriately.
GAMBARAN KARAKTERISTIK KELUARGA, ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DAN STATUS GIZI BALITA DI DESA OELBUBUK KECAMATAN MOLLO TENGAH KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Astuti Nur; Demu, Yohanes Don Bosko; Humba, Ima Suryanti
Kupang Journal of Food and Nutrition Research Vol. 4 No. 1 (2023): Kupang Journal of Food and Nutrition Research
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/kjfnr.v4i1.1133

Abstract

ABSTRACT Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik keluarga, asupan zat gizi makro dan status gizi balita di Desa Oelbubuk Kecamatan Mollo Tengah Kabupaten Timor Tengah Selatan. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 70 balita di Desa Oelbubuk Kecamatan Mollo Tengah Kabupaten Timor Tengah Selatan. Status gizi balita diukur dengan metode antropometri, asupan zat gizi makro dihitung menggunakan Nutrisurvey dan karakteristik keluarga menggunakan kuisioner.Dari penelitian ini diperoleh asupan zat gizi makro balita yaitu energy di Desa Oelbubuk adalah Defisit (72,9%), protein adalah Defisit (42,9%), lemak adalahdeficit (84,3%), karbohidrat adalah Defisit (75,7%). Status gizi balita di Desa Oelbubuk berdasarkan indikator BB/U adalah berat badan normal (80,0%), indikator TB/U adalahnormal(62,9%), indikator BB/TB adalah gizi normal (82,9%), indikator IMT/U adalahgizinormal(78,6%). Pendidikan ayah balita di Desa Oelbubuk adalah tamat SD (20,0%), pendidikan ibu balita adalah tamat SD (34,3%), pekerjaan ayah balita adalah petani (45,7%), pekerjaan ibu balita adalah IRT(75,7%). Diharapkan bagi peniliti selanjutnya dapat melanjutkan penilitian ini dengan jumlah sampel yang lebih besar dengan tempat yang berbeda. Kata Kunci: Karakteristik keluarga, Asupan Zat Gizi Makro, Status Gizi.
SOSIAL BUDAYA DAN PEMBERIAN MP ASI TERHADAP STATUS GIZI ANAK DI DAERAH TERPENCIL PULAU SEMAU KABUPATEN KUPANG Nita, Maria Helena Dua; Adi, AAA Mirah; Sembiring, Anita Ch; Nur, Astuti
Kupang Journal of Food and Nutrition Research Vol. 4 No. 1 (2023): Kupang Journal of Food and Nutrition Research
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/kjfnr.v4i1.1134

Abstract

Masa Kanak–kanak dan remaja merupakan masa pertumbuhan ,belajar dan perkembangan dengan cepat. Mereka memiliki  kebutuhan  gizi yang tinggi dan dalam banyak hal kebutuhan gizinya berbeda dengan kebutuhan gizi orang dewasa. Berdasarkan Hasil Riset Dasar Kesehatan (Riskesdas) Propinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2018 Prevalensi  anak 0-23 bulan dengan prevalensi status gizi kurang ( menurut BB/U)  sangat tinggi yaitu 17,6 di atas prevalensi Nasional yaitu 11,4 dan juga  prevalensi sangat pendek ( menurut TB/U) 17,4 di atas prevalensi nasional yaitu 12,8 dan sangat pendek 18,5 di atas prevalensi Nasional yaitu 17,1. Sedangkan Prevalensi kurus (menurut  IMT/U)  terdiri dari 4,6 % sangat kurus dan 8,2 % kurus. Prevalensi kurus diatas prevalensi nasional yaitu 6,2 %. Mulaiusia 6bulan hingga 12 bulan,ASI masih dapat memenuhi  setengah atau lebih kebutuhan gizi bayi, dan mulai usia 12 bulan hingga 24 bulan. Bila umur bertambah ASI saja sudah tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi, maka perlu diberikan MP-ASI. Makanan tambahan berupa makanan cair dan padat disebut MP-ASI, karena sebagai tambahan hanyauntuk melengkapi ASI.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran  sosial budaya dan MP ASI serta status gizi bayi  di daerah terpencil Pulau Semau Kabupaten Kupang. Jenia penelitian adalah observasional dengan studi cross- sectional. Lokasi penelitian di Desa Batuinan Kecamatan Semau,.Sampel yang di ambil ada Balita yang terdaftar di Posyandu Beringin Sehat Desa Batuinan Kecamatan Semau.Penelitian di laksanakan pada bulan Mei 2022.Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara langsung dan kuesioner tentang social budaya pemberian MP ASI dan status gizi pada anak di Pulau Semau.Data status gizi di peroleh dari ahli gizi yang bertugas di Desa Batuinan, Setelah semua data di kumpulkan, di kelompokkan dan di analisa. Sebanyak 5 orang ( 62,5% ) berjenis kelamin wanita dan 3 orang (37,5) berkelamin laki- laki.Sebagian besar berjumlah 7 orang berumur 12-24 bulan. Dalam pemberian MP ASI hanya 1 orang (12,5) mengalami MP ASI dini .Untuk jenis MP ASI yang di berikan semuanya adalah MP ASI pabrikan dan tidak ada pantangan dalam pemberikan jenis makanan. Berdasarkan indicator BB/U  sebanyak 6 orang ( 75 %) status gizi normal  dan 2 ( 25 %) orang status gizi kurang. Berdasarkan indicator BB/U sebanyak 7 orang ( 87,5 % ) status gizi normal dan hanya 1 orang ( 12,5 % ) pendek. Sedangkan berdasarkan indicator BB / TB semuanya status gizi baik.
PENGETAHUAN IBU DAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO ANAK BALITA 2-5 TAHUN DI DESA KUAKLALO KABUPATEN KUPANG Saleh, Asmulyati; Setia, Agustina; Boro, Regina Maria; Ayaq, Maria Sela Lelang
Kupang Journal of Food and Nutrition Research Vol. 4 No. 1 (2023): Kupang Journal of Food and Nutrition Research
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/kjfnr.v4i1.1135

Abstract

Pengetahuan ibu tentang gizi adalah apa yang ia ketahui tentang makanan sehat, makanan sehat untuk kelompok tertentu dan bagaimana ia memilih, mengolah dan menyiapkan makanan dengan benar. Kurangnya pengetahuan gizi akan mempengaruhi penyediaan makanan ditingkat rumah tangga dan juga akan mempengaruhi status gizi balita . Pengetahuan tentang gizi dan makanan yang harus dikonsumsi agar tetap sehat merupakan faktor penentu bagi kesehatan seseorang, tingkat pengetahuan ibu tentang gizi juga berperan terhadap besarnya masalah gizi di Indonesia. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui gambaran pengetahuan gizi ibu dan asupan zat gizi makro pada anak usia 2-5 tahun di Desa Kuaklalo, Kabupaten Kupang. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Penelitian ini hanya bertujuan untuk mendeskripsikan atau menjelaskan kejadian-kejadian penting tentang gambaran pengetahuan gizi ibu dan asupan zat gizi makro pada anak usia 2-5 tahun. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil penelitian terhadap pengetahuan ibu dari 44 responden, didapatkan bahwa rata-rata pengetahuan ibu dalam kategori cukup sebanyak 56,8%. Meskipun sebagian besar ibu berpengetahuan gizi baik, masih ada sebesar 15,9 ibu dengan pengetahuan gizi yang kurang. Berdasarkan wawancara mendalam hal ini disebabkan karena rendahnya tingkat pendidikan ibu dan kurangnya partisipasi ibu dalam mengikuti kegiatan posyandu sehingga informasi-informasi yang diberikan oleh tenaga kesehatan.hasil penelitian terhadap asupan zat gizi makro sebagian besar asupan dalam kategori cukup hingga baik,hal ini sejalan dengan tingkat pengetahuan gizi ibu yang baik pula.
PENGARUH STUNTING TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK USIA 6-23 BULAN DI KECAMATAN MAULAFA, KUPANG, NUSA TENGGARA TIMUR da Costa, Santa; Pantaleon, Maria Goreti; Zogara, Asweros Umbu
Kupang Journal of Food and Nutrition Research Vol. 4 No. 1 (2023): Kupang Journal of Food and Nutrition Research
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/kjfnr.v4i1.1138

Abstract

Stunting adalah salah satu masalah gizi yang berdampak buruk terhadap kualitas hidup anak dalam mencapai titik tumbuh kembang yang optimal sesuai potensi genetiknya. Periode penting dalam tumbuh kembang anak adalah masa balita. Pertumbuhan balita akan mempengaruhi perkembangan anak selanjutnya. Kemampuan motorik adalah proses tumbuh kembang gerak seorang anak. Perkembangan ini sejalan dengan kematangan saraf dan otot anak. Perkembangan motorik yang normal memungkinkan anak dapat bermain dengan teman sebayanya, sedangkan yang tidak normal akan menghambat anak dalam bergaul dengan teman sebayanya. Dampak jangka panjang akan berakibat buruk terhadap kemampuan kognitif dan prestasi belajar. Stunting menurunkan kualitas sumber daya manusia, produktifitas dan daya saing. Prevelensi stunting di Indonesia dan Kota Kupang menunjukan kenaikan. Pada tahun 2018 sebanyak 30,8%. Dari data yang diperoleh disimpulkan bahwa angka stunting di Indonesia masih tinggi. Data kasus stunting di Kota Kupang pada tahun 2018 sebanyak 3.426 kasus (23,4%), tahun 2019 ada 3.892 kasus (29,9%) dan 5.151 kasus (32,2%) di tahun 2020. Kasus stunting di Kota Kupang menunjukan kenaikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kejadian stunting dengan perkembangan motorik anak usia 6-23 bulan di Kecamatan Maulafa, Kupang, Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 60 anak yang berusia 6-23 bulan, terdiri dari 30 baduta stunting dan 30 baduta tidak stunting yang dilaksanakan bulan Agustus – Oktober 2020. Pengukuran perkembangan anak menggunakan Formulir KPSP (Kuesioner Pra Skrening Perkembangan). Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara stunting dengan perkembangan motorik balita (p=0,045).
KANDUNGAN GIZI ROTI “ LEMBUNING’ YANG DISUBSTITUSI TEPUNG IKAN LEMURU (SARDINELLA LEMURU) DAN TEPUNG LABU KUNING ( CUCURBITA MOSCHATA ) Adi, Anak Agung Ayu Mirah; Loaloka, Meirina S; Sine, Juni Gressilda Louisa; Sembiring, Anita Ch
Kupang Journal of Food and Nutrition Research Vol. 4 No. 1 (2023): Kupang Journal of Food and Nutrition Research
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/kjfnr.v4i1.1139

Abstract

Masalah gizi  gizi kurang  pada balita  perlu mendapatkan prioritas penanganan. Pemberian makanan tambahan (PMT) dapat mengurangi masalah gizi kurang pada balita.Dalam pemberian makanan tambahan diperlukan   adanya inovasi baru misalnya dengan menggunakan bahan pangan local. Salah satu inovasi dalam mengolah produk  makanan tambahan adalah roti “Lembuning” , dimana dalam pembuatannya  menggunakan perpaduan campuran tepung ikan lemuru dan tepung labu kuning untuk mensubstitusi  tepung terigu ditambah dengan bahan tambahan lain yang memiliki kemungkinan menjadi salah satu alternative PMT bagi balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Kandungan Gizi  Roti “ Lembuning’ Yang Disubstitusi Tepung Ikan Lemuru (Sardinella Lemuru) Dan Tepung Labu Kuning (Cucurbita moschata). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perbandingan tepung terigu; tepung labu kuning dan tepung ikan lemuru berturut-turut, P1( 65:30:5),P2(60:40:10),dan P3 (35:50:15) dengan 3 kali pengulangan. . Hasil:Kadar air,abu,protein dan lemak tertinggi ada pada P3 sedangkan kadarkarbohidrat tertinggi terdapat pada P1.Terdapat pengaruh nyata tepung labu kuning dan tepung  ikan lemuru sebagai bahan pensubstitusi tepung terigu terhadap nilai proksimat (kadar air, kadar abu, kadar lemak , kadar protein dan kadar karbohidrat ) roti Lembuning.
PENGETAHUAN GIZI DAN KEBIASAAN SARAPAN REMAJA PUTRI DI PROGRAM STUDI GIZI POLTEKKES KEMENKES KUPANG Umbu Zogara, Asweros; Peka, Faustina Menu; Nur, Astuti
Kupang Journal of Food and Nutrition Research Vol. 4 No. 2 (2023): Kupang Journal of Food and Nutrition Research
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/kjfnr.v4i2.1308

Abstract

Kesehatan remaja perlu diperhatikan, terutama remaja putri, karena kualitas kesehatan remaja putri akan mempengaruhi kualitas generasi penerus bangsa. Salah satu indikator kesehatan remaja putri adalah status gizi. Faktor-faktor yang berkaitan dengan status gizi adalah pengetahuan gizi dan kebiasaan sarapan. Pengetahuan gizi merupakan faktor yang sangat penting dalam pembentukan perilaku yang mendukung status gizi remaja. Kebiasaan sarapan adalah salah satu pola hidup sehat untuk remaja yang sebaiknya dilakukan setiap hari sebelum jam 9 pagi dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan gizi dan kebiasaan sarapan remaja putri di Program Studi DIII Poltekkes Kemenkes Kupang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Kampus Program Studi DIII Gizi, Poltekkes Kemenkes Kupang yang dimulai dari Desember 2021 sampai April 2022. Sampel dalam penelitian ini adalah remaja putri yang sedang berkuliah di Kampus Prodi DIII Gizi, Poltekkes Kemenkes Kupang yang berjumlah 122 orang. Variabel dalam penelitian ini adalah pengetahuan gizi dan kebiasaan sarapan. Hasil penelitian menunjukkan lebih banyak remaja putri yang berpengetahuan gizi cukup (47,54%) dan paling banyak remaja putri selalu sarapan (53,28%) dalam 1 minggu terakhir. Remaja putri perlu terus diberikan edukasi tentang pentingnya makanan bergizi dan sarapan agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG BAYAM MERAH DAN TEPUNG KACANG HIJAU TERHADAP DAYA TERIMA DAN NILAI GIZI COOKIES : Tepung Bayam Merah, Tepung Kacang Hijau, Daya Terima Dan Nilai Gizi Cookies Logo, Lewi Arkalaus Pe; Niron, Maria F Vinsensia D P K; hasan, tobianus
Kupang Journal of Food and Nutrition Research Vol. 4 No. 2 (2023): Kupang Journal of Food and Nutrition Research
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/kjfnr.v4i2.1331

Abstract

  Anemia merupakan suatu keadaan Hemoglobin (Hb) di dalam darah lebih rendah dari nilai normal untuk kelompok orang menurut umur dan jenis kelamin.Anemia juga meningkatkan kerentanan penyakit pada saat dewasa serta melahirkan generasi yang bermasalah pada gizi. Faktor yang menyebabkan tingginya angka anemia pada remaja diantaranya rendahnya asupan zat besi dan gizi lain seperti vitamin C,Vitamin A, asam folat, riboflavin, dan B12, kesalahan dalam konsumsi zat besi misalnya konsumsi zat besi bersamaan dengan zat lain yangdapat menggangu penyerapan zat besi.Prevalensi anemia remaja di Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun 2021 sebesar 72,2%. Cookies merupakan salah satu produk bakery yang populer di semua kalangan, terbuat dari tepung terigu namun tidak memerlukan pengembangan (unleavened product) melalui proses pencetakan dan pemanggangan serta diutamakan kerenyahan teksturnya dengan kadar air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung bayam merah dan tepung kacang hijau terhadap daya terima cookies. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 taraf perlakuan yaitu P1, P2, dan P3. Dengan proporsi perbandingan tepung bayam merah : tepung kacang hijau adalah P1: 5%:`15%, P2:10%:20%, dan P3: 15%:25% perlakuan berupa substitusi tepung bayam merah dan tepung kacang hijau dengan proporsi perbandingan tepung bayam merah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji organoleptik cookies dengan substitusi tepung bayam merah dan tepung kacang hijau meliputi warna, aroma, tekstur dan rasa yang paling disukai (P1 : 5%, 15%). Untuk nilai gizi yang paling tinggi adalah P1 dengan nilai gizi energi 14,143 gram, protein 34,9 gram, lemak 12,5 gram, karbohidrat 288,9 gram dan Fe 3,4 mg.
Indonesia GAMBARAN ASUPAN LEMAK DAN NATRIUM PADA PASIEN JANTUNG KORONER KOMPLIKASI HIPERTENSI DI POLI RAWAT JALAN RSUD PROF. DR. W Z JOHANNES KUPANG Supriyono, Sonia; Loaloka, Meirina S; Boro, Regina Maria
Kupang Journal of Food and Nutrition Research Vol. 4 No. 2 (2023): Kupang Journal of Food and Nutrition Research
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/kjfnr.v4i2.1345

Abstract

Jantung koroner disebabkan karena mengkonsumsi lemak yang berlebihan terutama lemak jenuh. Makin sering konsumsi lemak, semakin meningkat kadar kolesterolnya. Kelebihan asupan natrium mempengaruhi tekanan darah. Tekanan darah yang tinggi mengakibatkan risiko gangguan jantung. Tujuan penelitian adalah untuk melihat gambaran asupan lemak dan natrium pada pasien jantung koroner dengan komplikasi hipertensi di poli rawat jalan RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang. Merupakan penelitian observasional dengan desain deskriptif, jumlah sampel sebanyak 30 orang dengan pengambilan sampel menggunakan Accidental sampling. Data yang dikumpulkan meliputi asupan lemak dan natrium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar tingkat asupan lemak dan natrium pada pasien jantung koroner komplikasi hipertensi di poli rawat jalan RSUD Prof.Dr.W.Z Johannes Kupang berada pada kategori asupan lebih yaitu masing-masing sebesar 73,3% dan 60%.  
Gambaran Asupan Zat Gizi Makro Dan Status Gizi Pada Pasien Kanker Payudara Di Ruang Rawat Inap RSUD. Prof.Dr.W.Z. Johannes Kupang: Gambaran Asupan Zat Gizi Makro Dan Status Gizi Pada Pasien Kanker Payudara Di Ruang Rawat Inap RSUD. Prof.Dr.W.Z. Johannes Kupang Mada, Maria Magdalena Ki; Adi, Anak Agung Ayu Mirah; boro, regina maria
Kupang Journal of Food and Nutrition Research Vol. 4 No. 2 (2023): Kupang Journal of Food and Nutrition Research
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/kjfnr.v4i2.1347

Abstract

Kanker payudara adalah penyakit tidak menular yang berasal dari sel, saluran kelenjar, dan jaringan pendukung payudara, tidak termasuk kulit. Kasus ini meningkat dari 12,7 juta kasus menjadi 14,2 juta kasus antara tahun 2008 dan 2012. Penelitian ini bertujuan untuk memahami gambaran konsumsi zat gizi makro dan kondisi gizi pada pasien kanker payudara yang menjalani rawat inap di Rumah Sakit Kanker Dharmais. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asupan protein kategori defisit berat 40 orang (67,7%); asupan lemak kategori defisit berat sebanyak 21 orang (35,6%), dan asupan karbohidrat kategori defisit berat kseanyak 31 orang (52,5%). Di antara 59 responden, seabgian besar (49,1%) menunjukkan status gizi normal, 29 orang (18,7%) kelebihan berat badan, dan 19 orang (28,8%) kekurangan berat badan.