cover
Contact Name
Ahmad Ulil Albab Al Umar
Contact Email
ahmadulil.asfebi@gmail.com
Phone
+6282211345348
Journal Mail Official
jurnalcendekiailmiah@gmail.com
Editorial Address
Slendro rt 02/01,gesi,sragen
Location
Kab. sragen,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Cendekia Ilmiah
Published by CV ULIL ALBAB CORP
ISSN : -     EISSN : 28285271     DOI : 10.56799
Core Subject : Humanities, Social,
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah diterbitkan oleh CV. ULIL ALBAB CORP. J-CEKI terbit 6 kali dalam setahun atau tiap 2 bulan sekali. J-CEKI menerbitkan artikel bidang Humaniora dan Ilmu Sosial. Humaniora: Bahasa dan Linguistik, Sejarah, Sastra, Seni Pertunjukan, Filsafat, Agama, Seni Rupa. Ilmu Sosial: Ekonomi, Antropologi, Sosiologi, Ilmu Komunikasi, Ilmu Pendidikan, Ilmu Politik, Hukum, Psikologi, Geografi, Studi Budaya dan Etika, Studi Gender dan Seksualitas, Studi Area, Arkeologi, dan bidang terkait lainnya.
Articles 3,880 Documents
Komodifikasi Identitas di Era Digital: Studi Literatur tentang Personal Branding di Media Sosial: Ainul Zulqoifah Asmawati; Nabila Tahira; Lisya Septiani putri; Mallia Hartani; Suci Wahyu Fajriani
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 6: Oktober 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i6.11947

Abstract

Penelitian ini merupakan tinjauan pustaka komprehensif mengenai komodifikasi identitas di media sosial dengan fokus pada fenomena personal branding. Melalui sintesis literatur dari komunikasi, sosiologi, dan pemasaran, penelitian ini menelaah bagaimana identitas individu dikonstruksi, direpresentasikan, dan dikomodifikasi menjadi entitas yang dapat diperdagangkan dalam ruang digital. Analisis menunjukkan bahwa fenomena ini berakar pada Teori Dramaturgi, Ekonomi Politik, dan Kritik Budaya, serta difasilitasi oleh algoritma, metrik, dan sistem kurasi konten pada platform digital. Temuan utama menyoroti adanya paradoks antara pencarian otentisitas dan tuntutan pasar, yang berdampak pada implikasi psikologis seperti objektifikasi diri dan krisis mental, serta konsekuensi sosial berupa reproduksi ketidaksetaraan dan kolonialisme digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komodifikasi identitas melalui personal branding merupakan isu multidimensi yang kompleks dengan kesenjangan penelitian yang perlu ditindaklanjuti, khususnya terkait dampaknya terhadap keragaman budaya, struktur sosial, dan relasi kuasa dalam masyarakat digital.
Persepsi Komunitas Pondok Terhadap Manajemen Unit Bisnis Laundry Dzubyan, Maryam
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 6: Oktober 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i6.11966

Abstract

Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tidak hanya berperan dalam pembinaan akhlak dan ilmu agama, tetapi juga dituntut untuk mandiri secara ekonomi melalui pengelolaan unit usaha. Salah satu unit bisnis yang berkembang adalah laundry, yang sangat dibutuhkan oleh santriwati dalam menunjang aktivitas sehari-hari. Namun, pengelolaan unit laundry kerap menghadapi kendala, seperti keterlambatan penyelesaian cucian dan keterbatasan fasilitas. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis persepsi komunitas pondok terhadap layanan dan manajemen unit bisnis laundry di Pondok Pesantren Imam Syafi’i Putri Brebes. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert, wawancara mendalam dengan santriwati, pengelola, serta pihak manajemen pesantren, dan dokumentasi operasional laundry. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan laundry dipersepsikan positif oleh komunitas pondok. Sebanyak 90% responden menilai kualitas hasil cucian sangat baik, 92% menilai tarif layanan terjangkau, dan 88% menilai pelayanan karyawan ramah serta cepat tanggap. Kendati demikian, terdapat kelemahan pada aspek ketepatan waktu, di mana 15% responden menilai masih terjadi keterlambatan, terutama saat musim hujan atau ketika jumlah cucian meningkat. Selain itu, keterbatasan mesin dan sumber daya manusia menjadi faktor penyebab penumpukan cucian. Secara umum, unit bisnis laundry dinilai mampu memberikan manfaat praktis sekaligus berpotensi menjadi sarana penguatan kemandirian ekonomi pesantren dan pendidikan kewirausahaan santriwati.
Implikasi Hukum Peralihan Hak Atas Tanah Tanpa Akta Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Puhas Dirja Dewantara; Mohammad Roesli; Bastianto Nugroho
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 6: Oktober 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i6.11977

Abstract

Peralihan hak atas tanah merupakan bagian penting dalam sistem hukum pertanahan Indonesia yang wajib dilakukan melalui prosedur formal, yakni dengan menggunakan akta Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Namun, dalam praktiknya masih banyak terjadi transaksi jual beli tanah yang dilakukan tanpa akta PPAT, baik karena ketidaktahuan hukum, alasan biaya, maupun kesengajaan yang melanggar asas legalitas. Hal ini menimbulkan persoalan serius terkait status hukum peralihan hak, kepastian hukum, serta perlindungan hukum bagi pihak yang beritikad baik. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab rumusan masalah mengenai bagaimana status hukum peralihan hak atas tanah yang dilakukan tanpa akta PPAT serta apa implikasi hukumnya terhadap perlindungan dan kepastian hukum bagi para pihak. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan dan analisis terhadap putusan pengadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peralihan hak tanpa akta PPAT tidak diakui dalam sistem administrasi pertanahan dan membuka ruang sengketa hukum, terutama dalam hal balik nama dan klaim pihak ketiga. Oleh karena itu, dibutuhkan penguatan regulasi, pengawasan terhadap PPAT, serta edukasi hukum bagi masyarakat untuk mencegah praktik serupa di masa depan.
Analisis Hukum Terhadap Penegakan Hukum Tindak Pidana Kekerasan Seksual Pasca Berlakunya Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual: Suatu Kelemahan dan Solusi Picauly, Jessyca Haniel; Lawalata, Imanuel Jerry Arthur
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.12021

Abstract

Untuk memastikan perlindungan dan pencegahan kekerasan seksual, maka unsur-unsur kekerasan seksual yang sebelumnya diatur dalam berbagai undang-undang sektoral, tidak dapat mencegah, melindungi, dan memberantas kekerasan seksual. Sehingga melalui lembaga eksekutif dan legislatif yang berwenang dalam membentuk dan mengesahkan undang-undang pidana khusus tentang tindak pidayna kekerasan seksual yang mengatur secara materiil dan formil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis suatu kelemahan terhadap pasal-pasal yang kontradiktif dalam UU TPKS serta upaya preventif dari lembaga-lembaga yang diberi kewenangan untuk mencegah dan melindungi korban TPKS dan dipenghujung penulisan ini, penulis mencoba untuk memberikan solusi. Temuan membuktikan bahwa, meskipun secara khusus adanya UU TPKS namun peraturan subsantif dan prosedural antar koordinasi terhadap lembaga-lembaga yang diberi wewenang dalam UU TPKS masih belum optimal. Itulah sebabnya, fokus utama dengan disahkan UU TPKS yang paling utama dari yang paling utama adalah upaya pencegahan agar tidak memberi peluang bagi pelaku kekerasan seksual.
Problematik Keadilan Restoratif dalam Sistem Peradilan Pidana di Indonesia Picauly, Jessyca Haniel
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 2 No. 3: April 2023
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v2i3.12022

Abstract

Penerapan keadilan restoratif merupakan tujuan pemidanaan kontemporer dan sesuai dengan Visi KUHP nasional yang penyelesaian lebih mengutamakan keadilan restoratif dari pada keadilan korektif. Tujuan penulisan ini, menelitik berbagai persoalan substansi dan struktur terkait penerapan prinsip keadilan restorarif yang masih menimbulkan masalah pada tataran regulasi dan implementasi kinerja penegak hukum dalam praktik. Metode dalam peneltian ini yakni menggunakan studi pustaka. Selain menguraikan prinsip keadilan restoratif yang diatur secara substansial (peraturan perundang-undangan) dan struktural/ prosedural (pelaksanaan oleh penegak hukum), tulisan ini juga mengulas terkait keadilan restoratif dibeberapa negara di dunia dan sejarah perkembangan keadilan restorarif. Hasil penelitian menunjukan bahwa, peraturan restoratif belum di atur secara eksplisit terkait dengan dimensi, kategori dan klasifikasi dari tindak pidana dan denda ganti rugi dari pelaku kepada terdakwa sehingga dalam tataran praktik penerapan prinsip ini tidak optimal. Sementara itu, pembentuk peraturan dan aparat penegak hukum tidak memahami sejarah perkembangan keadilan restorasi, sehingga seringkali keadilan restoratif disalahgunakan dan disalah maknai dalam tataran regulasi dan prosedural.
Efektivitas Teknik Storytelling Dalam Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa SMP Terpadu Darul Falah Malang Ginanti, Endah
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 5: Agustus 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i5.12033

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas teknik storytelling dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa SMP Terpadu Darul Falah Malang. Masalah keterampilan berbicara masih menjadi tantangan bagi siswa, khususnya dalam menyampaikan ide secara runtut, jelas, dan percaya diri. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri atas 30 siswa kelas VIII yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes keterampilan berbicara yang dinilai melalui aspek kelancaran, ketepatan kosakata, pengucapan, struktur kalimat, dan kepercayaan diri. Data dianalisis menggunakan uji t-test untuk mengetahui perbedaan hasil sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan keterampilan berbicara siswa setelah penerapan teknik storytelling dengan nilai rata-rata posttest lebih tinggi dibandingkan pretest. Temuan ini membuktikan bahwa storytelling merupakan strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kemampuan berbicara siswa SMP.
Strategi Meningkatkan Minat Belajar Siswa dengan Kompetensi Pedagogik dan Inovasi Guru di SD Negeri 74 Palembang Sri Suzanah; Alhadi Yan Putra; Nuril Furkan
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 6: Oktober 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i6.12041

Abstract

This study aims to describe and analyze strategies for increasing students' learning interest through the implementation of pedagogical competence and teachers' learning innovations, as well as to analyze their impact on student achievement, the obstacles faced, and the efforts to overcome them at SD Negeri 74 Palembang. This research is a qualitative study with a case study approach. It was conducted at SD Negeri 74 Palembang with respondents including the principal, school supervisors, teachers, students, and parents. Data collection techniques included interviews, observation, and documentation. Data analysis was carried out using a qualitative method with stages such as data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that the strategy to increase students' learning interest at SD Negeri 74 Palembang is implemented through the application of pedagogical competence and learning innovations by teachers. Teachers employ approaches tailored to students' needs, such as project-based learning, edutainment, and digital media, and actively participate in training. Learning innovations include the use of technology, educational games, and interactive activities such as character-building programs and extracurriculars. Supporting factors include a conducive learning environment, school support, and parental involvement. Obstacles include limited time, varying teacher competencies in technology use, students' economic conditions, and lack of parental support at home. As a result, students have become more active, confident, and successful in both academic and non-academic areas.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Investasi Di Kabupaten Kutai Timur Dengan Variabel Kebijakan Pemberian Izin Sebagai Variabel Mediasi Suhartini, Suhartini; Aji Sofyan Effendi; Diana Lestari
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 6: Oktober 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i6.12043

Abstract

This study aims to analyze the effect of economic growth rate, credit distribution, infrastructure expenditure, and regional budget (APBD) on the number of investment permits issued and the total investment value. The analytical method employed is Partial Least Square (PLS) using secondary data processed through statistical software. The findings show that the research model demonstrates strong explanatory power, with R-square values of 0.872 for investment permits and 0.604 for investment value, both categorized as strong. The Q-square results indicate high predictive relevance, while the SRMR test confirms excellent model fit. Multicollinearity analysis shows no serious disturbances, allowing valid interpretation of inter-variable relationships. Direct effect testing reveals that economic growth rate and credit distribution have a significant positive impact on the number of investment permits, whereas infrastructure expenditure shows a significant negative effect. On the other hand, regional budget allocation has a significant positive impact on investment value. Indirect effect analysis confirms that the number of investment permits mediates the influence of economic growth, credit, and infrastructure expenditure on investment value. Overall, the results emphasize that strengthening economic growth and optimizing the regional budget are dominant factors in encouraging investment realization, both in terms of permits and investment value.
Pemanfaatan Teknologi Fintech Syariah di Sektor Ekonomi: Komplikasi Perspektif Hukum Ekonomi Syariah Kurnia Putra Zaka
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 6: Oktober 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i6.12047

Abstract

Perkembangan teknologi keuangan (Fintech) syariah telah membawa perubahan signifikan dalam sektor ekonomi global, termasuk di Indonesia. Namun, pemanfaatan teknologi Fintech syariah juga menimbulkan kompleksitas dalam perspektif hukum ekonomi syariah. Fintech syariah sebagai inovasi keuangan digital menawarkan kemudahan akses dan alternatif pembiayaan yang sesuai prinsip syariah, namun implementasinya menimbulkan tantangan hukum terkait kepatuhan syariah, perlindungan konsumen, dan regulasi yang belum sepenuhnya adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan teknologi Fintech syariah di sektor ekonomi dan mengidentifikasi kompleksitas yang timbul dalam perspektif hukum ekonomi syariah. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis studi literatur dan pendekatan normatif untuk mengidentifikasi isu-isu hukum utama yang muncul serta dampaknya terhadap stabilitas dan perkembangan ekonomi syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi Fintech syariah dapat meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi dalam sektor ekonomi, namun juga menimbulkan kompleksitas dalam perspektif hukum ekonomi syariah terkait dengan regulasi, keamanan, dan kepatuhan syariah.
Relevansi Peran Pejabat Imigrasi dalam Pemeriksaan Keimigrasian di Era Pemanfaatan Autogate di Tempat Pemeriksaan Imigrasi Raka Alsuryaputra Pradana; Sri Kuncoro Bawono; Hanifa Maulidia
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 6: Oktober 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i6.12049

Abstract

Autogate merupakan inovasi teknologi di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) yang bertujuan mempercepat proses pemeriksaan dokumen perjalanan secara mandiri. Meskipun menawarkan efisiensi, teknologi ini belum sepenuhnya menggantikan peran pejabat imigrasi dalam aspek pengawasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menelaah sejauh mana pejabat imigrasi masih diperlukan, serta bagaimana peran tersebut dijalankan di tengah pemanfaatan autogate. Hasil wawancara menunjukkan bahwa autogate hanya efektif dalam pemeriksaan administratif, namun tidak mampu mendeteksi perilaku mencurigakan atau motif tersembunyi pelintas. Pejabat imigrasi tetap berperan penting dalam melakukan profiling, wawancara singkat, dan intervensi terhadap pelanggaran keimigrasian. Oleh karena itu, kehadiran petugas di sekitar autogate diperlukan sebagai pendukung teknologi demi menjamin aspek keamanan dan akuntabilitas dalam proses pemeriksaan keimigrasian.