cover
Contact Name
Ahmad Ulil Albab Al Umar
Contact Email
ahmadulil.asfebi@gmail.com
Phone
+6282211345348
Journal Mail Official
jurnalcendekiailmiah@gmail.com
Editorial Address
Slendro rt 02/01,gesi,sragen
Location
Kab. sragen,
Jawa tengah
INDONESIA
J-CEKI
Published by CV ULIL ALBAB CORP
ISSN : -     EISSN : 28285271     DOI : 10.56799
Core Subject : Humanities, Social,
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah diterbitkan oleh CV. ULIL ALBAB CORP. J-CEKI terbit 6 kali dalam setahun atau tiap 2 bulan sekali. J-CEKI menerbitkan artikel bidang Humaniora dan Ilmu Sosial. Humaniora: Bahasa dan Linguistik, Sejarah, Sastra, Seni Pertunjukan, Filsafat, Agama, Seni Rupa. Ilmu Sosial: Ekonomi, Antropologi, Sosiologi, Ilmu Komunikasi, Ilmu Pendidikan, Ilmu Politik, Hukum, Psikologi, Geografi, Studi Budaya dan Etika, Studi Gender dan Seksualitas, Studi Area, Arkeologi, dan bidang terkait lainnya.
Articles 3,383 Documents
Perbandingan Kurikulum Sekolah Dasar Indonesia dan Thailand Sumilat, Juliana Margareta; Lengkong, Afrilia Asari
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.14441

Abstract

Pendidikan dasar merupakan tonggak penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Indonesia dan Thailand, dua negara di Asia Tenggara, telah merancang kurikulum pendidikan dasar yang berbeda namun memiliki tujuan serupa: membentuk generasi yang adaptif, kompeten, dan berdaya saing global. Artikel ini membandingkan kurikulum sekolah dasar Indonesia dan Thailand dengan meninjau struktur pendidikan, konten kurikulum, pendekatan pedagogis, bahasa pengantar, serta tantangan implementasi di masing-masing negara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur terhadap dokumen kebijakan nasional, laporan internasional, dan publikasi ilmiah terkini. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka Indonesia menitikberatkan pada fleksibilitas, pembelajaran berdiferensiasi, dan penguatan karakter, sementara kurikulum Thailand berfokus pada pendekatan kompetensi, pembelajaran terpadu, dan integrasi nilai-nilai Buddhisme. Kedua negara menghadapi tantangan serupa seperti disparitas pendidikan antarwilayah, kesiapan guru dalam menerapkan pendekatan baru, serta ketimpangan akses teknologi pendidikan. Studi ini menyimpulkan bahwa kolaborasi antarnegara Asia Tenggara dalam reformasi kurikulum dan peningkatan kapasitas pendidik dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan dasar di kawasan ini.
Gema di Tepian Babatan: Tinjauan Historis Jidur Pedamaran, 1950-1980-an Irwanto, Dedi; Bidarti, Agustina
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.14459

Abstract

Musik tanjidor, atau jidur dalam istilah masyarakat Pedamaran di Kabupaten Ogan Komering Ilir merupakan warisan sejarah-budaya yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari kajian ini mencoba melacak jejak dokumentasi perkembangan jidor di Pedamaran sekaligus memetakan evolusi dan masa keemasan Jidur Pedamaran dalam tiga dekade tahun 1950 sampai 1980. Selain itu kajian ini juga menjelaskan alasan sosiologis di balik bertahannya Jidur Pedamaran sebagai warisan budaya di masyarakat Pedamaran pada saat itu. Kajian ini menggunakan metode sejarah, meliputi heuristic, kritik, interpretasi dan historiografi. Hasil kajian ini memperlihatkan bahwa kehadiran jidur di Pedamaran tidak lepas dari penggunaan musik militer di masa kolonial. Musik militer ini selanjutnya dimanfaatkan oleh pemimpin komunitas etnis Cina Palembang, Kapiten Tjoa untuk media upacara hari besar keagamaan di Kampung Pecinan 7-10 Ulu, Palembang. Namun setelah tidak terpakai, dibeli oleh Pedagang Cinta Jaya, Marga Danau dan dibawah ke Pedamaran untuk terus tumbuh dan berkembang.
Penerapan Metode Tatbiqul Qiro’ah dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Kitab Kuning Siswa di Pendidikan Diniyah Formal Zainul Hasan Genggong Probolinggo Idrus Alawi; Zaenu Zuhdi; Wahyudi Widodo
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.14524

Abstract

Kemampuan baca kitab kuning esensial di pesantren dan diniyah formal, namun siswa sering kesulitan memahami teks Arab gundul dan mengaplikasikan nahwu-sharaf. Tantangan ini menghambat pencapaian tujuan pendidikan diniyah. Penelitian ini berfokus pada metode Tatbiqul qiro’ah (praktik langsung dan aplikasi kaidah kontekstual) sebagai solusi potensial, dilakukan di Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Zainul Hasan Genggong Probolinggo yang mengintegrasikan pendidikan salaf dan formal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana peningkatan kemampuan baca kitab kuning siswa setelah penerapan metode ini, mendeskripsikan penerapan metode Tatbiqul qiro’ah pada siswa PDF Zainul Hasan Genggong Probolinggo, dan mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan metode Tatbiqul qiro’ah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif (studi kasus) di PDF Zainul Hasan Genggong Probolinggo. Subjek meliputi kepala sekolah, wakil kepala kurikulum, guru, dan siswa. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi (termasuk pre-test dan post-test). Data kuantitatif mengukur peningkatan kemampuan, sementara data kualitatif menganalisis implementasi dan faktor pengaruhnya. Analisis data interaktif mencakup reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Penerapan metode Tatbiqul Qiro’ah di PDF Zainul Hasan Genggong terbukti efektif meningkatkan kemampuan siswa membaca kitab kuning, terutama dalam hal ketepatan harakat, kelancaran, dan pemahaman. Keberhasilan ini didukung oleh komitmen lembaga, guru, dan tradisi pesantren. Meskipun ada tantangan seperti variasi penguasaan nahwu-sharaf dan keterbatasan pengajar, pihak lembaga justru menjadikannya motivasi untuk terus berinovasi.
The Effect Of Maceration Extract And Sonication Extract Of Seeds Areca Nut ( Areca Catechu L.) On Antioxidant Activity On Dpph Free Radicals ( 1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrazyl ) Ag. Kirwanto; Susilo Y; Ronal T
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.14559

Abstract

Free radicals are relatively unstable molecules, having one or more unpaired electrons in their outer orbitals. These molecules are reactive in the emergence of various diseases such as inflammation, atherosclerosis, cancer and premature aging. The activity of these radicals can be inhibited by the work of antioxidants. Areca nut seeds are proven to contain phenolic compounds and have activity as free radical scavengers . This research is an experimental study because an experiment was conducted on the samples used, namely areca nut seeds. The results of the antioxidant activity test showed that the IC 50 value of the sonication extract was smaller than the maceration extract. Therefore, when compared with the IC 50 category table, the sonication extract is included in the group of substances that have stronger antioxidant activity than the maceration extract. This is indicated by the IC 50 value of 97.34 ppm which is classified as strong in the IC 50 category table. While the IC 50 value of the maceration extract is 145.063 ppm which is included in the medium category. However, the IC 50 values of both extracts are still far from the IC 50 value of vitamin E which is classified as a very strong antioxidant with an IC 50 value of 0.514 ppm.
Organoleptic and Hedonic Tests On Soft Candy Formulations From Essential Oil Active Ingredients Fennel Seeds (Foeniculum Vulgare) Ag. Kirwanto; Susilo Y; Ronal T
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.14560

Abstract

One of the plants in Indonesia that is beneficial for health is fennel ( Foeniculum vulgare ). Fennel has long been known as a component of traditional medicine. The plant has been commercially cultivated for its oil. Fennel oil is known to have a strong effect on the digestive system as an appetite stimulant, increasing gastric secretion and bile content, having a carminative effect, and as an expectorant. All levels of society of all ages are very fond of candy. One type of candy that is widely circulated today is soft candy . Making soft candy from the active ingredient of fennel seed essential oil can be useful for overcoming health problems in a more practical and economical way. The purpose of this study was to determine the results of organoleptic and hedonic tests on the formulation of soft candy from the active ingredient of fennel seed essential oil ( Foeniculum vulgare ). The research method used was observational with a descriptive research design. The population used were students living in the Midwifery Department Dormitory of the Ministry of Health Polytechnic of Surakarta. The sampling technique was simple random sampling with a sample of 55 students. The research instrument used was a questionnaire. The ready-to-eat soft candy formula has a chewy texture, pale orange color, orange aroma, and sweet taste with a distinctive fennel seed flavor. Most respondents disliked it.
State Responsibility dalam Pemerataan Akses Energi Terbarukan di Wilayah 3T Fattah, Akhmad Kautsar; Nafis, Abdul Haris; Prihantono, Pradipta; Sadiawati, Diani
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.14568

Abstract

Tulisan ini membahas kewajiban negara Indonesia dalam menjamin pemerataan akses energi terbarukan di wilayah 3T sebagai bagian integral dari pemenuhan hak atas pembangunan, hak atas lingkungan hidup yang baik, serta hak-hak dasar lainnya. Latar belakang penelitian didasarkan pada meningkatnya urgensi transisi energi dan ketimpangan struktural yang menyebabkan masyarakat 3T tertinggal dalam pemenuhan kebutuhan energi. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, serta analisis bahan hukum melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa energi terbarukan memiliki karakter sebagai enabling right yang memungkinkan terpenuhinya hak-hak fundamental seperti pendidikan, kesehatan, dan standar hidup layak, sehingga negara berkewajiban untuk menghindari diskriminasi akses energi melalui kebijakan afirmatif dan kerangka regulasi yang kuat. Selain itu, penelitian menemukan bahwa model pertanggungjawaban negara idealnya mencakup prinsip obligation to respect, protect, and fulfil, standar due diligence, mekanisme pengawasan dan pengaduan yang efektif, serta partisipasi masyarakat dalam perumusan kebijakan energi. Kesimpulannya, pemerataan energi terbarukan di wilayah 3T merupakan mandat konstitusional dan kewajiban HAM yang hanya dapat dipenuhi melalui model pertanggungjawaban negara yang komprehensif, partisipatif, dan berorientasi pada keadilan energi.
Kekuatan Hukum Akta di Bawah Tangan yang Dilegalisasikan oleh Notaris Ailsa Zerlina Reifito; Alifia Kusuma Anugrahani; Mega Oktaviana Putri
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.14573

Abstract

Penelitian ini mengkaji urgensi alat bukti yang sah dalam menyelesaikan sengketa hukum, dengan fokus pada perjanjian sebagai instrumen utama dalam hubungan sosial dan ekonomi. Perjanjian, sebagai kesepakatan yang mengikat, berfungsi untuk memberikan kepastian hukum dan perlindungan. Namun, kekuatan pembuktiannya bervariasi tergantung pada formatnya. Teks ini membedakan secara mendalam antara akta di bawah tangan, yang dibuat secara pribadi oleh para pihak dan memiliki kekuatan bukti terbatas, dengan akta otentik, yang dibuat di hadapan pejabat berwenang (seperti notaris) dan memiliki kekuatan pembuktian tertinggi. Hasil analisis menunjukkan adanya kesalahpahaman umum di masyarakat terkait kekuatan hukum akta di bawah tangan, yang seringkali dianggap setara dengan akta otentik. Selain itu, penelitian ini menyoroti kekeliruan dalam memahami fungsi legalisasi notaris, yang pada dasarnya hanya mengesahkan tanda tangan, bukan kebenaran isi perjanjian itu sendiri. Kesalahpahaman ini berpotensi besar menimbulkan masalah dalam proses pembuktian di pengadilan, terutama saat terjadi kasus wanprestasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman yang akurat mengenai hierarki kekuatan pembuktian akta sangat penting untuk menegakkan keadilan dan kepastian hukum.
Dari Wayang Ke Meme: Transformasi Komunikasi Politik Dalam Budaya Populer Indonesia Nursanik, Nursanik; Wijanarko, Totok ony
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.14603

Abstract

Kesenian tradisional wayang pada masa lalu berfungsi sebagai media komunikasi politik, di mana elite atau tokoh politik memanfaatkannya untuk menyampaikan pesan-pesan politik kepada masyarakat. Seiring dengan perkembangan zaman dan perubahan lanskap budaya, praktik komunikasi politik di Indonesia mengalami transformasi. Wayang sebagai simbol budaya tradisional secara bertahap tergeser oleh budaya populer modern, khususnya meme digital, yang kini banyak digunakan sebagai medium ekspresi dan kritik politik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk, nilai-nilai, serta pandangan publik terkait transformasi komunikasi politik dari simbol budaya tradisional (wayang) menuju budaya populer digital (meme). Penelitian ini menggunakan teori simbolik dan semiotika budaya yang relevan dengan kajian wayang sebagai medium komunikasi yang sarat akan tanda dan simbol. Wayang dipahami sebagai representasi nilai, moralitas, dan ideologi kebudayaan yang termanifestasi melalui tokoh, alur cerita, serta unsur pertunjukan lainnya. Pendekatan teoretis tersebut digunakan untuk mengungkap lapisan makna yang terkandung dalam praktik komunikasi simbolik, baik dalam konteks budaya tradisional maupun budaya digital. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif interpretatif dengan pendekatan studi kultural. Pendekatan ini memadukan analisis semiotika untuk mengkaji makna tanda dan representasi budaya, serta pendekatan etnografi untuk memahami konteks sosial dan budaya dari perspektif masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi politik dalam budaya Indonesia saat ini tidak lagi bergantung pada media kebudayaan tradisional seperti wayang. Masyarakat cenderung memanfaatkan meme sebagai sarana komunikasi politik untuk menyampaikan kritik, opini, dan respons terhadap kondisi sosial-politik yang berkembang di Indonesia.
Analisis Regulasi Hukum Lembaga Keuangan Syariah: Perspektif Hukum Positif dan Syariah di Indonesia Mustafaenal, Mustafaenal; Ilyas, Muhammad; S, Sawitri Yuli Hartati
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.14607

Abstract

Lembaga keuangan syariah di Indonesia telah menunjukkan perkembangan yang pesat dalam beberapa tahun terakhir, seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap sistem keuangan yang lebih adil dan transparan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis regulasi hukum yang mengatur lembaga keuangan syariah di Indonesia, dengan fokus pada pengaturan perundang-undangan dan kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan perundang-undangan untuk menganalisis Undang-Undang No. 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah, peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta fatwa-fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) sebagai pedoman kepatuhan syariah dalam produk keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun regulasi hukum sudah ada, masih terdapat tantangan signifikan, seperti dualisme sistem keuangan, rendahnya literasi keuangan syariah, dan tumpang tindih kewenangan antara OJK dan DSN-MUI. Tantangan ini menghambat efektivitas pengawasan dan implementasi prinsip syariah di lapangan. Penelitian ini juga menyoroti peran penting lembaga keuangan syariah dalam memperkuat stabilitas sistem keuangan nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Diperlukan kerangka regulasi yang lebih harmonis, penguatan pengawasan, serta peningkatan literasi keuangan syariah untuk mengatasi tantangan yang ada dan mendukung pengembangan lembaga keuangan syariah di Indonesia.
Coping Through Aesthetics: Psikoedukasi untuk Meningkatkan Pengetahuan Stres dan Strategi Coping pada Siswa SMA Irba Chalisha Amaly; Djudiyah, Djudiyah
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.14609

Abstract

Stres merupakan kondisi yang biasa terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Mengetahui dengan tepat definisi stres, faktor yang memengaruhi serta upaya untuk mengelola stres dengan baik melalui psikoedukasi diharapkan dapat membantu siswa untuk mencapai well-being. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas psikoedukasi berbasis estetika dalam meningkatkan pemahaman siswa SMA mengenai stres dan strategi coping. Penelitian menggunakan desain one-group pretest–posttest dengan partisipan sebanyak 10 siswa yang aktif berorganisasi. Intervensi diberikan dalam lima sesi melalui metode presentasi dan simulasi yang dipadukan dengan aktivitas estetis, seperti musik, seni, visual alam, dan menulis. Pengukuran pemahaman dilakukan menggunakan angket dengan pertanyaan terbuka. Hasil analisis menunjukkan nilai uji t test (t = -7,184) dengan (p<0,001). Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan siswa tentang tentang stress, faktor yang memengaruhi serta cara mengelola stres. Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi berbasis estetika efektif membantu siswa memahami konsep stres, mengenali pemicu dan responsnya, serta mengidentifikasi strategi coping yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Program ini berpotensi menjadi alternatif edukasi preventif yang mudah diterapkan di sekolah.