cover
Contact Name
Ahmad Ulil Albab Al Umar
Contact Email
ahmadulil.asfebi@gmail.com
Phone
+6287831398687
Journal Mail Official
peshum.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Slendro rt 02/01,gesi,sragen
Location
Kab. sragen,
Jawa tengah
INDONESIA
PESHUM
Published by CV ULIL ALBAB CORP
ISSN : -     EISSN : 28288017     DOI : 10.56799
PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora diterbitkan oleh CV. ULIL ALBAB CORP. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora menerbitkan artikel bidang: (1) Pendidikan: Pendidikan dan Pembelajaran, Pendidikan Karakter, Pendidikan Inklusi, Kurikulum Pendidikan. (2) Sosial: Ekonomi, Sosiologi, Psikologi, Sosial, Budaya, Antropologi. (3) Humaniora: Sastra, Sejarah, Bahasa, Seni, Filsafat, Agama, Hukum. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora terbit setiap 6 kali dalam setahun.
Articles 2,613 Documents
Penguatan Karakter Sosial dan Kompetensi Siswa Melalui Konten Pembelajaran IPS Terpadu Andi Masyita Ratsdiana; Ibrahim; Hasni
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.18824

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penguatan karakter sosial dan kompetensi sosial siswa melalui konten pembelajaran ips terpadu. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi literatur yang bersumber dari jurnal nasional terindeks SINTA dan jurnal internasional terindeks Scopus. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran IPS terpadu memiliki peran strategis dalam membentuk karakter sosial seperti empati, tanggung jawab, toleransi, dan kepedulian sosial. Selain itu, konten IPS terpadu terbukti mampu meningkatkan kompetensi sosial siswa, terutama dalam aspek komunikasi, kerja sama, berpikir kritis, serta partisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat. Strategi pengembangan konten IPS terpadu yang efektif meliputi pendekatan kontekstual, problem-based learning, pemanfaatan media inovatif, serta integrasi kearifan lokal. Dengan demikian, pembelajaran IPS terpadu tidak hanya berfungsi sebagai sarana penguasaan pengetahuan, tetapi juga sebagai media pembentukan karakter sosial yang relevan dengan tuntutan abad ke-21.
Education Management For Women Empowerment In Lampung: A Systematic Literature Review Hafizh Taufiq Fadlur Rahman; Oki Dermawan; Muhammad Anas Maarif
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.18825

Abstract

Women empowerment through education is a strategic issue in sustainable development; however, significant gender gaps remain in Lampung Province. Effective education management is key to the success of women empowerment programs. This study aims to identify and analyze the conditions, models, factors, and best practices in education management for women empowerment in Lampung through a comprehensive systematic review of existing literature. The study uses the Systematic Literature Review (SLR) method with the PRISMA approach. Literature searches were conducted in international academic databases (Scopus, Web of Science, ERIC, Google Scholar) and national databases (Garuda, institutional repositories) for the period 2010-2026. The review identifies four main models of education management for women empowerment: (1) Community-Based Model with a participatory approach, (2) Multi-Stakeholder Partnership Model involving government-NGOs-community, (3) Result-Based Model with a strong M&E system, and (4) Participatory-Transformative Model focusing on women’s agency. Key supporting factors include responsive program design, transformational leadership, policy support, and social capital. Major barriers include restrictive gender norms, women’s double burden, limited resources, and weak stakeholder coordination. Effective programs lead to positive outcomes at the individual level (increased knowledge, skills, and self-efficacy), family level (increased income and children’s education), and community level (strengthened women’s organizations and changing social norms). Effective education management for women empowerment requires a holistic, contextual, and participatory approach with strong multi-stakeholder coordination. Strengthening policy commitment, improving managerial capacity, a robust M&E system, and strategies to address structural-cultural barriers are essential. This study provides an integrated conceptual framework and evidence-based recommendations for improving women empowerment programs in Lampung.
Implementasi Metode Role Play Untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Dalam Negosiasi Siswa Fase E SMA Negeri 2 Batang Hari Jingga Yulianti; Sophia Rahmawati; Siti Enik Mukhayaroh Bambang
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.18854

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan berbicara siswa dalam pembelajaran teks negosiasi pada fase E SMA Negeri 2 Batang Hari. Siswa masih kurang percaya diri saat berbicara, kesulitan menyampaikan pendapat secara runtut, serta belum mampu menggunakan bahasa negosiasi yang santun dan persuasif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode role play dan peningkatan keterampilan berbicara siswa setelah diterapkan metode tersebut pada pembelajaran teks negosiasi. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 30 siswa fase E SMA Negeri 2 Batang Hari tahun ajaran 2025/2026. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes keterampilan berbicara, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode role play mampu meningkatkan keterampilan berbicara siswa. Hal ini terlihat dari peningkatan nilai rata-rata siswa pada tahap pratindakan sebesar 63,21, meningkat menjadi 70,11 pada siklus I, dan meningkat lagi menjadi 85,83 pada siklus II. Dengan demikian, metode role play efektif digunakan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa dalam pembelajaran teks negosiasi.
The Scientific Structure of Good Governance and Digital Government Transformation: A Bibliometric Analysis Arwan. H; Juanda Nawawi
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.18862

Abstract

This study aims to analyze the scientific structure of research on good governance and digital government transformation using a bibliometric approach. The increasing integration of digital technologies in public administration has generated significant academic interest, necessitating a systematic mapping of the field. This study employs data retrieved from the Scopus database, covering 428 documents published between 1992 and 2026. The analysis is conducted using the Bibliometrix package in R, incorporating performance analysis and science mapping techniques, including co-authorship networks, country collaboration, thematic evolution, and keyword co-occurrence. The results indicate a steady growth of research with an annual growth rate of 8.07%, reflecting the rising importance of digital transformation in governance. The field is characterized by a decentralized structure, with contributions distributed across multiple journals, institutions, and countries. Leading contributors include the United Kingdom, China, South Africa, and the United States, while collaboration patterns show a dominance of single-country publications. Thematic analysis reveals a shift from foundational governance concepts toward sustainability, digital transformation, and sector-specific applications such as energy policy and smart cities. This study contributes to the literature by providing a comprehensive overview of the intellectual, social, and conceptual structure of the field. The findings offer valuable insights for researchers and policymakers in understanding emerging trends and guiding future research directions in digital governance.
Kebijakan Upah Minimum Di Era Ekonomi Digital: Studi Kasus Platform Digital Transportasi A Nurhady; Syahyadi
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.18863

Abstract

Era ekonomi digital telah melahirkan paradigma kerja baru berbasis platform, menciptakan tantangan signifikan terhadap kerangka regulasi ketenagakerjaan tradisional, khususnya kebijakan upah minimum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kebijakan upah minimum konvensional dalam melindungi pendapatan pekerja pada platform transportasi digital dan mengeksplorasi urgensi pengembangan kebijakan yang adaptif. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan studi kasus pada platform Gojek dan Grab, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan driver dan analisis dokumen kebijakan. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kebijakan upah minimum menjadi tidak efektif akibat struktur pendapatan yang fluktuatif dan terfragmentasi, status hukum "mitra" yang ambigu, dan dominasi algoritma yang tidak transparan dalam mengontrol pendapatan driver. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan kebijakan upah yang statis telah usang. Sebagai gantinya, diperlukan rekonfigurasi kebijakan menuju konsep pendapatan layak per jam (decent hourly earnings), integrasi prinsip keadilan ke dalam desain algoritma, serta penguatan kerangka regulasi dan negosiasi kolektif yang khusus dirancang untuk menjamin kerja layak dalam ekonomi digital.
Peran Sikap terhadap Literasi Membaca dengan Self-Regulated Learning pada Siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Langkat Amru Sazulhaq; Fasti Rola; Filia Dina Anggaraeni; RR. Lita Hadiati Wulandari
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.18864

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran sikap terhadap literasi membaca dengan self-regulated learning pada siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Langkat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linier sederhana. Populasi penelitian berjumlah 910 siswa dengan sampel sebanyak 279 siswa yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert. Analisis data dilakukan menggunakan bantuan software IBM SPSS versi 27 melalui uji normalitas, uji linearitas, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap terhadap literasi membaca berada pada kategori sedang dengan persentase sebesar 70,6%, sedangkan self-regulated learning juga berada pada kategori sedang sebesar 72,8%. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa sikap terhadap literasi membaca berpengaruh positif dan signifikan terhadap self-regulated learning dengan nilai signifikansi 0,001 (p < 0,05) dan kontribusi sebesar 52,5%. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin positif sikap siswa terhadap literasi membaca, maka semakin tinggi kemampuan self-regulated learning siswa.
Kearifan Lokal dan Konservasi Hutan: Studi Antropologi Ekologi tentang Relasi Manusia dan Lingkungan di Mandailing Natal, Sumatera Utara, Indonesia Zulkifli Lubis; Saipul Bahri; Muhammad Bangun Siregar; Zoraya Alfathin Rangkuti
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.18866

Abstract

Forests have an important role in maintaining ecological balance, the sustainability of natural resources, and the social life of local communities. However, various pressures such as land conversion, exploitation of natural resources, and socio-economic changes have threatened the sustainability of forest areas in various regions of Indonesia, including Mandailing Natal Regency, North Sumatra. This research aims to analyze the role of local wisdom in forest conservation through an ecological anthropological perspective that emphasizes the reciprocal relationship between humans and the environment. The research uses a qualitative approach with ethnographic methods through participatory observation, in-depth interviews, focus group discussions, and documentation studies. The informants consist of traditional leaders, community leaders, forest managers, and communities living around forest areas. The data analysis was carried out thematically with the help of ATLAS.ti software. The results of the study show that the local wisdom of the Mandailing community functions as a social and cultural mechanism in regulating forest utilization, maintaining ecosystem balance, and forming collective awareness of the importance of environmental conservation. Indigenous values, prohibitions on the use of certain areas, and community-based natural resource management practices contribute to forest sustainability. This research confirms that the integration of local wisdom into conservation policies can strengthen sustainable and participatory environmental governance.
Ngejalang Pangan: Komunikasi Simbolik sebagai Media Silaturahmi Masyarakat Saibatin Pesisir Barat Anisa Wulandari; Khomsarial Romli; Nadya Amalia Nasoetion
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.18868

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk komunikasi simbolik dan peran tradisi Ngejalang Pangan dalam menjalin serta mempererat tali silaturahmi di Dusun Bumi Agung, Kabupaten Pesisir Barat. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan field research. Data dikumpulkan melalui teknik observasi nonpartisipatif, wawancara mendalam terhadap tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Ngejalang Pangan memuat berbagai simbol nonverbal yang kaya makna, seperti penggunaan pahakh, jabat tangan, senyuman, dan aktivitas makan bersama. Simbol-simbol tersebut merepresentasikan nilai ukhuwah (persaudaraan), ta'awun (tolong-menolong), keikhlasan, dan rasa syukur yang diakulturasikan dengan budaya masyarakat Saibatin. Tradisi ini terbukti efektif menjadi media dakwah kultural dan resolusi konflik sosial, sekaligus memotivasi para perantau untuk kembali ke kampung halaman demi menjaga keutuhan tali kekerabatan. Pentingnya penelitian ini terletak pada dokumentasi ilmiah kearifan lokal yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan adat istiadat di tengah arus modernisasi
Penggunaan Deiksis Persona, Tempat, dan Waktu dalam Novel Assalamu’alaikum Baitullah Karya Asma Nadia Ninis Meilina Rahmawati; Sutardi; Laila Tri Lestari
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.18877

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan deiksis persona, tempat, dan waktu dalam novel Assalamu’alaikum Baitullah karya Asma Nadia. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa kalimat-kalimat dan dialog para tokoh dalam novel Assalamu’alaikum Baitullah karya Asma Nadia yang mengandung deiksis persona, deiksis tempat, dan deiksis waktu, sedangkan sumber data penelitian adalah novel Assalamu’alaikum Baitullah terdiri atas 472 halaman yang diterbitkan Bukunesia pada tahun 2025. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat, sedangkan analisis data menggunakan teknik deskriptif-interpretatif melalui tahap identifikasi, klasifikasi, interpretasi kontekstual, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 46 data deiksis yang terdiri atas 30 data deiksis persona, 9 data deiksis tempat, dan 7 data deiksis waktu. Deiksis persona meliputi persona pertama tunggal dan jamak, persona kedua tunggal dan jamak, serta persona ketiga tunggal dan jamak. Deiksis tempat muncul dalam bentuk lokatif dan demonstratif, sedangkan deiksis waktu merujuk pada waktu lampau, sekarang, dan yang akan datang. Dominasi deiksis persona menunjukkan bahwa narasi novel banyak dibangun melalui perpindahan peran partisipan dalam dialog antartokoh. Secara keseluruhan, deiksis dalam novel berfungsi memperjelas rujukan, membangun orientasi ruang dan waktu, serta membantu pembaca menafsirkan relasi tokoh dan peristiwa secara kontekstual.
Till Bisexual Ambiguity: A Multimodal Study in Alien Stage Animation Project Mahdyah Fitri; Ali Mustofa
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.18882

Abstract

Representation of bisexuality remains underexplored in contemporary media, particularly when sexual identity is implied rather than explicitly stated. Previous studies have examined gender performativity and queer identities in literary works; however, few have investigated how bisexuality is constructed through multimodal narratives. This study aims to analyze the implied bisexuality of Till in Alien Stage using Judith Butler’s theory of Gender Performativity (1990; 1999; 2004) and Eve Sedgwick’s Epistemology of the Closet (1990). Employing a qualitative descriptive method and multimodal analysis, the study examines visual, verbal, and auditory elements across the series. The findings reveal that Till maintains a consistent masculine gender performance despite emotional attachments to both Mizi and Ivan, while his sexuality is communicated through narrative ambiguity, subtext, and emotional interactions. The study concludes that Alien Stage represents bisexuality through implication rather than explicit identification, challenging heteronormative assumptions about gender and desire.