ANTHOR: Education and Learning Journal
ANTHOR Education and Learning Journal is a scientific publication medium for research studies, academic thoughts, and critical-analytical studies in the field of science and technology, particularly in education and learning, with e-ISSN: 2963-198X and p-ISSN: 2963-2498. This journal aims to disseminate scientific knowledge derived from research and serve as a reference for academics. Published six times a year in February, April, June, August, October, and December, this journal is open access, allowing articles to be freely accessed online without a subscription. As a multidisciplinary journal, ANTHOR Education and Learning Journal accommodates various approaches, disciplines, methodologies, and paradigms related to basic education in general, with particular attention to improving pedagogical practices, curriculum development, and theoretical perspectives. This journal accepts scientific articles covering a wide range of research areas, including but not limited to early childhood education programs, primary education, higher education, vocational education, special education and support services, character and values education, multicultural and inclusive education, education in remote areas, non-formal and informal education, curriculum and learning, educational technology, education in the digital transformation era, teacher professional development, development of teaching materials and learning media, guidance and counseling, psychology in education, education for sustainable development, utilization of data in education, literacy and numeracy, comparative studies of international education systems, student health and well-being, education policy and management, the development of twenty-first-century skills, environmental education, human resource development in education, contemporary issues in education such as equal access and character education, ethical and legal issues in education, gender and equality issues in education, educational evaluation, and various other relevant topics.
Articles
342 Documents
Hubungan Antara Literasi dengan Kemampuan Siswa Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Di MIN 3 Pekanbaru
Muhammad Nur Sulhi;
Muhammad Syahrul Rizal;
Yenni Fitra Surya
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 4 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/anthor.v5i4.1117
Penelitian ini dilatar belakangi masih seringnya didapatkan siswa yang kesulitan dalam menyelsaikan soal cerita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara literasi dengan kemampuan siswa menyelesaikan soal cerita matematika kelas III di MIN 3 Pekanbaru. Penelitian ini adalah penelitian penelitian deskriptif korelasional. Populasinya seluruh seluruh kelas 3 MIN 3 Pekanbaru yang berjumlah 104 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi product moment dengan bantuan SPSS versi 25 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara literasi dengan kemampuan siswa menyelesaikan soal cerita matematika di Kelas III di MIN 3 Pekanbaru. Tingkat hubungan berada pada kategori kuat dengan nilai r hitung 0,644 dengan nilai sig = 0,000 artinya semakin baik literasi maka semakin baik pula kemampuan siswa menyelesaikan soal cerita matematika di Kelas III di MIN 3 Pekanbaru. Hasil dari koefisien determinasi dihasilkan nilai r square 0,415 yang artinya bahwa literasi memberi konstribusi sebesar 41,4% terhadap kemampuan siswa menyelesaikan soal cerita matematika. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara literasi dengan kemampuan siswa menyelesaikan soal cerita matematika kelas III di MIN 3 Pekanbaru.
Hambatan Pencapaian Cakupan Pelayanan Hipertensi Di UPT Puskesmas Taruna Kota Pekanbaru: Studi Kualitatif Implementasi Program
Ninna Apriani;
Yuhendri Yuhendri;
Oktavia Dewi
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 4 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/anthor.v5i4.1118
Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang berkontribusi besar terhadap penyakit kardiovaskular, stroke, gagal ginjal kronis, dan kematian dini. Meskipun berbagai upaya pengendalian telah dilakukan, capaian pelayanan hipertensi sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) di fasilitas kesehatan primer masih belum optimal. Pada tahun 2025, cakupan pelayanan hipertensi di UPT Puskesmas Sapta Taruna Kota Pekanbaru baru mencapai 76,7% dari target SPM sebesar 100%. Penelitian ini bertujuan menganalisis hambatan pencapaian cakupan pelayanan hipertensi di UPT Puskesmas Sapta Taruna tahun 2026. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen pada 8–25 Juni 2026. Informan dipilih secara purposive dan terdiri atas kepala puskesmas, penanggung jawab program hipertensi/Penyakit Tidak Menular (PTM), dokter, kader Posbindu PTM, dan pasien hipertensi. Analisis data dilakukan secara iteratif melalui reduksi data, kategorisasi berdasarkan Fishbone 6M, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengidentifikasi lima hambatan utama, yaitu keterbatasan sumber daya manusia, belum optimalnya pelaksanaan pelayanan dan penjangkauan sasaran, keterbatasan sarana-prasarana dan media pendukung, terbatasnya pendanaan kegiatan luar gedung, serta tata kelola program yang belum optimal. Hambatan tersebut memengaruhi pelaksanaan skrining, tindak lanjut, pelayanan obat, home visit, pencatatan, dan koordinasi lintas program. Diperlukan penguatan sumber daya, pembiayaan, sarana-prasarana, optimalisasi home visit, serta koordinasi lintas program untuk meningkatkan cakupan pelayanan hipertensi sesuai standar.
Analisis Kesiapan Guru Informatika dalam Menghadapi Pembelajaran Berbasis Kecerdasan Artifisial (KA)
Silvia Siska Wati;
Melly Novalia;
Pratama Benny Herlandy
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 4 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/anthor.v5i4.1119
Integrasi kecerdasan artifisial (KA) dalam pendidikan menuntut kesiapan pedagogis, pengetahuan, keterampilan, dan sikap guru Informatika secara kontekstual dan bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesiapan guru Informatika SMP di Kota Pekanbaru dalam menghadapi pembelajaran berbasis KA. Penelitian menggunakan survei deskriptif kuantitatif terhadap 62 guru dari SMP negeri dan swasta. Instrumen awal berisi 32 pernyataan; uji coba pada 30 responden mempertahankan 25 pernyataan valid dengan Cronbach’s Alpha 0,885. Data dianalisis menggunakan mean dan persentase. Hasil penghitungan ulang menunjukkan kesiapan keseluruhan sebesar 61,97% dengan mean 3,10 dan kategori cukup siap. Kesiapan pedagogis mencapai 62,58%, pengetahuan 61,43%, keterampilan 62,47%, dan sikap 61,51%. Sebanyak 75,81% responden baru mengikuti pelatihan KA satu kali. Guru relatif mampu mengatasi kendala teknis sederhana dan percaya diri menggunakan KA, tetapi masih memerlukan penguatan pada etika, desain media, evaluasi berbasis KA, dan penerimaan terhadap perubahan metode pembelajaran. Temuan ini menunjukkan perlunya pelatihan berkelanjutan, pendampingan pedagogis, komunitas praktik, dan dukungan fasilitas sekolah.
Analisis Strategi Penghimpunan Dana melalui Skema Dual Reward (Pasti dan Undian) pada Produk Simpanan VIP di BMT Mitra Muamalah Jepara
Yugesh Aldebaran;
Ahmad Fauzan Mubarok;
Miswan Ansori
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 4 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/anthor.v5i4.1123
Penelitian ini menganalisis strategi penghimpunan dana pada produk Simpanan VIP Berjangka BMT Mitra Muamalah Jepara melalui skema dual reward yang terdiri atas hadiah pasti dan hadiah undian. Penelitian dirancang menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus, sedangkan data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian disajikan dari analisis wawancara yang menunjukkan bahwa strategi penghimpunan dana dibangun melalui lima unsur yang saling menguatkan, yaitu segmentasi selektif terhadap anggota lama dan calon anggota bernilai tinggi, proposisi nilai yang memadukan kepastian dan daya tarik emosional, personal selling dan relationship marketing yang intensif, transparansi akad serta sumber hadiah, dan layanan purnajual yang berkelanjutan. Hadiah pasti berpotensi menurunkan persepsi ketidakpastian, sedangkan undian menciptakan daya tarik tambahan. Kendala yang diperkirakan muncul mencakup jangkauan pasar yang terbatas, kesalahpahaman terhadap akad syariah, keraguan mengenai mekanisme undian, biaya program, dan ketergantungan pada kemampuan petugas pemasaran. Penelitian mengusulkan strategi terpadu berupa standardisasi informasi produk, penguatan pemasaran digital, program referal, pengelolaan hubungan anggota berbasis data, dan evaluasi kepatuhan syariah secara berkala.
Hubungan Self Compassion dengan Impostor Phenomenon pada Mahasiswa dengan IPK Tinggi di Sumatera Barat
Shylva Yunita;
Rida Yanna Primanita
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 4 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/anthor.v5i4.1127
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self compassion dengan impostor phenomenon pada mahasiswa dengan IPK tinggi di Sumatera Barat. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan desain korelasional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 152 mahasiswa dengan IPK ≥ 3,51 dari 5 perguruan tinggi terbaik di Sumatera Barat dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Skala Welas Diri (SWD) yang telah diadaptasi dari Self Compassion Scale (SCS) dari Neff (2003) dan juga menggunakan skala impostor phenomenon yang diadaptasi dari Clance Impostor Phenomenon Scale (CIPS). Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara self compassion dengan impostor phenomenon (r = -0,568, p < 0,001). Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa dengan self compassion yang lebih tinggi cenderung memiliki impostor phenomenon yang lebih rendah. Gambaran self compassion pada mahasiswa dengan IPK tinggi di Sumatera Barat berada pada kategori sedang (70,4%) dan impostor phenomenon (45,4%). Penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi pengembangan intervensi self compassion untuk mengurangi impostor phenomenon pada mahasiswa.
Perbedaan Employee Well-Being Ditinjau Berdasarkan Status Kepegawaian Petugas Pemadam Kebakaran Sumatera Barat
Mutiara Chikita;
Zulmi Yusra
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 4 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/anthor.v5i4.1132
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan employee well-being ditinjau berdasarkan status kepegawaian petugas pemadam kebakaran Sumatera Barat. Employee well-being merujuk pada kondisi kesejahteraan karyawan yang tidak hanya dari tempat kerja tetapi juga mencakup kesejahteraan secara keseluruhan mencakup faktor fisik, psikologis, serta kehidupan pribadi masing-masing individu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode komparatif. Sebanyak 270 petugas pemadam kebakaran di Sumatera Barat yang diperoleh melalui teknik cluster sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala employee well-being yang terdiri dari 18 item. Uji normalitas shapiro-wilk menunjukkan data tidak berdistribusi normal, sehingga uji hipotesis menggunakan uji kruskal-wallis serta uji lanjut (post hoc) menggunakan uji dunn-bonferroni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan secara keseluruhan employee well-being ditinjau berdasarkan status kepegawaian petugas pemadam kebakaran Sumatera Barat dengan nilai signifikan (0,083 > 0,05). Pada analisis per aspek, hanya aspek psychological well-being yang menunjukkan perbedaan dengan nilai signifikan (0,020 < 0,05). Namun, analisis lanjut (post hoc) tidak menunjukan adanya pasangan kelompok yang berbeda secara signifikan. Hasil ini menunjukkan bahwa status kepegawaian bukan merupakan faktor yang membedakan employee well-being petugas pemadam kebakaran di Sumatera Barat.
Pengaruh Penggunaan Media Kincir Angka terhadap Kemampuan Berhitung Anak Usia 4–5 Tahun di PAUD Nurma
Mafrudoh Mafrudoh;
Habib Alwi Jamalulel;
Sururul Murtadlo
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 4 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/anthor.v5i4.1135
Kemampuan berhitung merupakan salah satu aspek perkembangan kognitif yang penting dikembangkan sejak usia dini. Berdasarkan observasi awal di PAUD Nurma, kemampuan berhitung anak usia 4–5 tahun masih rendah, terutama dalam mengenal lambang bilangan, menghitung jumlah benda, dan mencocokkan angka dengan jumlah benda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berhitung anak sebelum dan sesudah penggunaan media kincir angka serta menganalisis pengaruh media tersebut terhadap kemampuan berhitung anak usia 4–5 tahun di PAUD Nurma. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksperimen dan desain One Group Pretest–Posttest. Populasi sekaligus sampel penelitian berjumlah 15 anak yang ditentukan melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan lembar observasi berdasarkan indikator perkembangan kemampuan berhitung. Analisis data dilakukan secara deskriptif, dilanjutkan dengan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji hipotesis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kemampuan berhitung meningkat dari 47,00 pada pretest menjadi 79,33 pada posttest, dengan peningkatan sebesar 32,33 poin. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,001 < 0,05. Seluruh anak mengalami peningkatan kemampuan berhitung, ditunjukkan oleh Positive Ranks sebanyak 15, Negative Ranks 0, dan Ties 0. Dengan demikian, penggunaan media kincir angka berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan berhitung anak usia 4–5 tahun di PAUD Nurma.
Efektivitas Layanan Konseling Kelompok dengan Teknik Behavior Contract untuk Mengurangi Perilaku Membolos Peserta Didik di SMK Negeri
Eko Hariadi;
Ani Wardah;
Sri Ayatina Hayati
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 4 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/anthor.v5i4.1137
Perilaku membolos masih menjadi salah satu permasalahan yang banyak dijumpai pada peserta didik di sekolah menengah kejuruan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas layanan konseling kelompok dengan teknik Behavior Contract dalam mengurangi perilaku membolos peserta didik di SMK Negeri. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one-group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah delapan peserta didik yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket perilaku membolos dan dianalisis menggunakan uji Paired Sample t-Test serta Normalized Gain (N-Gain). Hasil penelitian menunjukkan penurunan rata-rata skor perilaku membolos dari 105,63 (kategori tinggi) pada pretest menjadi 70,13 (kategori sedang) pada posttest, dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05) yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan. Nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,496 berada pada kategori efektivitas sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa layanan konseling kelompok dengan teknik Behavior Contract efektif digunakan untuk membantu peserta didik mengurangi perilaku membolos di sekolah.
Efektivitas E-LKPD Bioteknologi Berbasis Proyek terhadap Motivasi Berprestasi Siswa di SMAN 3 Siak Hulu
Alvina Tuzzahra Salsabila;
Ibnu Hajar
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 4 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/anthor.v5i4.1139
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Biologi serta perlunya pengujian efektivitas E-LKPD Bioteknologi berbasis proyek yang telah dinyatakan valid dan praktis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas E-LKPD Bioteknologi berbasis proyek terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa di SMAN 3 Siak Hulu. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Sampel penelitian terdiri atas 75 peserta didik, yaitu kelas eksperimen (35 peserta didik) dan kelas kontrol (40 peserta didik) yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi angket motivasi berprestasi serta tes hasil belajar berupa pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan E-LKPD Bioteknologi berbasis proyek memberikan perbedaan yang signifikan terhadap motivasi berprestasi (Asymp. Sig. = 0,005; effect size = 0,325, kategori sedang) dan hasil belajar (Asymp. Sig. = 0,000; effect size = 0,65, kategori besar). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan E-LKPD Bioteknologi berbasis proyek efektif dalam meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa di SMAN 3 Siak Hulu Kabupaten Kampar, Riau.
Politik Hukum Penjatuhan Pidana Mati dalam Sistem Pemidanaan di Indonesia Mewujudkan Keadilan
Vena Naftalia;
Arista Candra Irawati
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 4 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/anthor.v5i4.1140
Pidana mati merupakan salah satu bentuk pemidanaan yang paling kontroversial dalam sistem hukum Indonesia karena berhadapan dengan dialektika antara kewenangan negara dalam memberikan perlindungan masyarakat (social defence) serta kewajiban menghormati hak asasi manusia (human rights). Pembaharuan hukum pidana nasional melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP Nasional) menandai pergeseran paradigma fundamental, di mana pidana mati diubah statusnya dari pidana pokok menjadi pidana khusus yang bersifat alternatif dan bersyarat dengan masa percobaan selama 10 (sepuluh) tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan pidana mati dalam sistem pemidanaan nasional Indonesia serta merumuskan rekonstruksi politik hukum penjatuhan pidana mati guna mewujudkan keadilan substantif. Menggunakan metode penelitian hukum yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan filosofis, hasil penelitian menunjukkan bahwa politik hukum pidana mati Indonesia bertransformasi dari orientasi retributif (pembalasan) menuju pendekatan integratif berbasis keseimbangan mono-dualistik antara kepentingan masyarakat dan perlindungan hak-hak individu. Mekanisme masa percobaan 10 (sepuluh) tahun memberikan ruang evaluasi pemulihan terpidana tanpa mengabaikan efek jera dan rasa keadilan korban.