cover
Contact Name
Anugrahandini Nasir
Contact Email
anugrah-andini@uim-makassar.ac.id
Phone
+6285299481547
Journal Mail Official
ecoforest@uim-makassar.ac.id
Editorial Address
Eco Forest Journal merupakan jurnal ilmu kehutanan dan lingkungan yang diterbitkan oleh Program Studi Kehutanan Fakultas pertanian Universitas Islam Makassar. Jurnal ini akan menyajikan hasil-hasil penelitian dan pemikiran meliputi bidang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekowisata, Perencanaan dan Pengeloaan DAS, Hasil Hutan Bukan Kayu dan Kewirausahaan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Eco Forest Journal
ISSN : 30484367     EISSN : 30484375     DOI : -
Jurnal Eco Forest menerbitkan artikel ilmiah yang berfokus pada semua aspek kehutanan dan lingkungan
Articles 19 Documents
Optimalisasi Suhu dan Waktu Karbonisasi Cangkang Kemiri Untuk Produksi Briket Komersil Putra Pangestu, Kidung Tirtayasa; Baharuddin; Syafira, Gelma
Jurnal Kehutanan dan Lingkungan Vol. 1 No. 1 (2024): Mei
Publisher : Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ecoforest.v1i1.21

Abstract

Briket merupakan salah satu sumber energi alternatif berbasis biomassa yang telah diteliti dan dikembangkan untuk mengurangi degradasi lingkungan akibat penggunaan bahan bakar fosil sejak lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu dan suhu optimal pada proses karbonisasi cangkang kemiri untuk menghasilkan briket berkualitas tinggi. Limbah cangkang kemiri dipilih untuk diubah menjadi briket dan diuji. Suhu karbonisasi divariasikan menjadi 300, 400, 500, dan 600 oC, sedangkan waktu karbonisasi divariasikan menjadi 60, 90, dan 120 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu karbonisasi kulit kemiri yang tinggi menghasilkan kerapatan yang tinggi, susut bobot yang rendah, laju pembakaran yang rendah, dan nilai kalor yang tinggi. Suhu karbonisasi tidak memberikan pengaruh terhadap kadar air dan kuat tekan, sedangkan waktu karbonisasi tidak memberikan pengaruh terhadap seluruh parameter kualitas yang diuji dalam penelitian ini. Kualitas briket lebih sensitif terhadap perubahan suhu karbonisasi dibandingkan dengan waktu karbonisasi. Meskipun briket yang dikarbonisasi pada suhu 600 oC selama 60 menit menghasilkan kualitas yang lebih baik (kerapatan lebih tinggi, kehilangan berat lebih rendah, laju pembakaran lebih rendah, dan nilai kalor lebih tinggi) dibandingkan dengan kondisi karbonisasi lain yang diuji dalam penelitian ini, namun hasil pengujian parameter kadar air dan nilai kalor tidak memenuhi persyaratan SNI.
Pengembangan Ruang Terbuka Hijau pada Koridor Kanal Kota Makassar Andraini, Dea Ekaputri; Ratih
Jurnal Kehutanan dan Lingkungan Vol. 1 No. 1 (2024): Mei
Publisher : Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ecoforest.v1i1.22

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di koridor tepi kanal di antara Jalan Rappocini Raya dan Jalan Banta-bantaeng Kota Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan penataan ruang terbuka hijau koridor kanal dengan harapan adanya peningkatan mutu lingkungan hidup perkotaan yang estetis, nyaman, asri, dan sehat. Keseluruhan perencanaan berdasarkan konsep dasar berwawasan lingkungan yang meliputi konsep tata ruang, konsep tata hijau, konsep fasilitas dan utilitas, serta konsep sirkulasi. Perancangan pada koridor hijau kanal meliputi desain hard material dan penataan soft material. Desain hard material dilakukan pada fasilitas berupa jembatan dan bak tanam, sedangkan pada utilitas berupa desain lampu untuk menambah penerangan tapak di malam hari. Penataan soft material dilakukan di sepanjang koridor kanal dan sisi tiap jembatan dengan harapan dapat tumbuh optimal dalam memenuhi fungsi dan estetikanya.
Konservasi Pemanfaatan Pohon Aren dan Analisis Pendapatan Pengrajin Gula Aren (Gula Cetak dan Gula Semut) N, Benny Santo; Rahman, Syamsul; Yunus, Awaluddin
Jurnal Kehutanan dan Lingkungan Vol. 1 No. 1 (2024): Mei
Publisher : Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ecoforest.v1i1.23

Abstract

Konservasi Pemanfaatan Pohon Aren dan Analisis Pendapatan Pengrajin Gula Aren (Gula Cetak dan Gula Semut) Studi Kasus di Desa Bontomasunggu, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi selatan di bawah bimbingan Dr.Syamsul Rahman, S.TP, M.Si dan Dr.Awaluddin Yunus, S.P., M.Pd. Usaha gula aren sudah lama di kembangkan oleh masyarakat Desa Bontomasunggu sebagai sumber pendapatan ekonomi masyarakat namun tingkat kesejahteraan pengrajin gula aren belum mengalami peningkatan dimana penduduk di Desa ini masih berpenghasilan rendah hal ini disebabkan oleh minimnya modal yang dimiliki, karena modal ini mempunyai peranan yang penting dalam menentukan maju mundurnya suatu usaha. Kebanyakan industri kecil tidak mampu berkembang atau bersaing karena sering terbentur masalah modal, sehingga sering mengalami penurunan dalam produksi. Berdasarkan uraian diatas maka perlu dilakukan penelitian tentang Analisis Pendapatan Usaha Pengrajin Gula Aren di Desa Bontomasunggu Kecamatan Tellu Limpoe Kabupaten Bone. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Total penerimaan pengrajin gula cetak yang diperoleh Rp. 7.140.000 dengan total biaya yang dikeluarkan Rp. 1.808.000. Sedangkan pendapatan yang diterima diperoleh dari selisih antara penerimaan dan biaya yang dikeluarkan, diperoleh keuntungan pengrajin gula aren cetak sebesar Rp. 5.332.000. Sedangkan total penerimaan pengrajin gula semut yang diperoleh Rp. 9.000.000 dengan total biaya yang dikeluarkan Rp. 1.830.000. Sedangkan pendapatan yang diterima diperoleh dari selisih antara penerimaan dan biaya yang dikeluarkan, diperoleh keuntungan pengrajin gula aren cetak sebesar Rp. 7.170.000,-. Pada usaha gula aren cetak R/C Ratio >1 yaitu 3,9. Artinya setiap pengeluaran input sebanyak 1 rupiah akan menghasilkan output sebesar 3,9 rupiah sehingga usahatani tersebut efisien dan menguntungkan atau layak. Kemudian pada usaha gula aren semut R/C Ratio >1 yaitu 4,9. Artinya setiap pengeluaran input sebanyak 1 rupiah akan menghasilkan output sebesar 4,9 rupiah sehingga usahatani tersebut efisien dan menguntungkan atau layak.
Eksistensi Ekowisata Bissoloro Terhadap Pendapatan Masyarakat Desa Bissoloro Mukhlishah, Nurul; Muchtar, Andi Asikin; Herawaty; Mas’ud; Mahi, Faizah
Jurnal Kehutanan dan Lingkungan Vol. 1 No. 1 (2024): Mei
Publisher : Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ecoforest.v1i1.24

Abstract

Keberadaan Provinsi Sulawesi Selatan perlu mendapatkan dukungan dalam mengembangkan untuk pengelolaan kepariwisataan di Indonesia. Tujuan dari studi ini adalah mengetahui potensi ekowisata Bissoloro dan pendapatan masyarakat. Metode yang digunakan berupa survei dengan menggunakan instrumen wawancara dari responden. Purposive sampling digunakan untuk mengambil sampel responden dari 2250 kepala keluarga menggunakan rumus slovin didapatkan 34 responden. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif dari data wawancara dan dokumen yang ada. Hasilnya Desa Bissoloro menawarkan sejumlah objek wisata menarik dan menunjukkan bahwa ekowisata memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan tahunan masyarakat Bissoloro yaitu kios, petani jagung, dan kuliner. Usaha kios campuran menjadi penyumbang terbesar dengan persentase 42,65%, diikuti oleh usaha petani jagung (18,96%), dan usaha kuliner (18%). Secara keseluruhan, usaha campuran, petani jagung, dan kuliner menyumbang lebih dari 80% terhadap pendapatan masyarakat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ekowisata tidak hanya memberikan pengalaman wisata yang memikat, tetapi juga berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat.
Analisis Nilai Ekonomi Agroforestri Pekarangan Desa Umpungeng Kabupaten Soppeng Sultan, Dian Mirnawaty; Hasan, Hasnah; Herawaty; Mukhlishah, Nurul; Asjulia
Jurnal Kehutanan dan Lingkungan Vol. 1 No. 1 (2024): Mei
Publisher : Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ecoforest.v1i1.25

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai ekonomi berbagai komoditi pertanian di pekarangan rumah masyarakat Desa Umpungeng, Kabupaten Soppeng. Metode kualitatif digunakan dengan pendekatan survei pada 12 sampel komoditi jenis tumbuhan yang ada di pekarangn masyarakat. Data dikumpulkan melalui survei lapangan dan observasi langsung, dengan fokus pada jenis tanaman agroforestri yang ditemukan di wilayah tersebut. Analisis data yang dipakai adalah nilai ekonomi dari tiap komoditi. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi yang signifikan dalam nilai ekonomi antara berbagai jenis komoditi, dengan komoditi cengkeh dan durian menonjol yang memiliki kontribusi ekonomi tertinggi. Di sisi lain, komoditi lain seperti gamal dan singkong menunjukkan nilai ekonomi yang lebih rendah. Implikasi dari hasil penelitian ini menyoroti pentingnya diversifikasi komoditas pertanian untuk meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat lokal serta merancang strategi pembangunan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Desa Umpungeng. Kesimpulannya, pemahaman tentang nilai ekonomi komoditi pertanian di pekarangan rumah masyarakat memberikan wawasan yang berharga untuk pengembangan sektor pertanian lokal dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Daya Adaptasi dan Persentase Hidup Tanaman Cendana Umur 4 Tahun Di Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa Hanafi; Toaha, Abd. Qudus; Beddu, Mir Alam
Jurnal Kehutanan dan Lingkungan Vol. 1 No. 1 (2024): Mei
Publisher : Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ecoforest.v1i1.26

Abstract

Cendana merupakan salah satu jenis tanaman asli Nusa Tenggara Timur yang memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi karena kandungan minyak atsiri pada kayu terasnya. Hal ini memicu tindakan eksploitasi terhadap tanaman tersebut dan menjadi penyebab kian terancam dan langkanya di daerah sebaran aslinya. Upaya penyelamatan jenis tersebut melalui konservasi eks-situ telah dilakukan oleh berbagai pihak dengan melakukan konservasi tegakan, pengumpulan materi genetik dan demplot konservasi sumberdaya genetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi pertumbuhan genetik pada keragaman genetik antar famili, mengidentifikasi korelasi genetik dan fenotipik antara parameter pertumbuhan, menaksir nilai heritabilitas pada parameter pertumbuhan dan menaksir perolehan genetik pada plot uji F1 cendana umur 4 tahun di Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa. Penelitian ini menggunakan rancangan rancangan acak kelompok, terdiri atas 36 famili, 4 treeplot, 4 blok dengan jarak tanam 4 m x 2 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya adaptasi tanaman cendana generasi pertama (F1) secara keseluruhan di dalam plot uji keturunan tergolong rendah dengan nilai rata-rata persentase hidup tanaman sebesar 48,09 %. Ranking terbaik pada famili no. 48 dengan nilai indeks 21,23. famili terbaik didominasi populasi asal Alor Barat Laut, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Kontribusi Penyadapan Pinus Terhadap Pendapatan Masyarakat Desa Gantarang, Sinjai Mukhlishah, Nurul; Jusmin, Jusmin; Syam, Agus Salim; Sultan, Dian Mirnawaty
Jurnal Kehutanan dan Lingkungan Vol. 1 No. 2 (2024): November
Publisher : Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ecoforest.v1i2.31

Abstract

This study aims to analyze the factors that influence pine resin production, income of tappers, and the contribution of tapping activities to household income in Gantarang Village. The research used a quantitative approach with survey methods, interviews, and direct observation of 15 respondents of pine resin tappers. Data collected included sap production, tapping costs, revenue, and income from other sectors. Analysis was conducted descriptively and quantitatively to evaluate the contribution of tapping to total household income. The results showed that pine resin production is influenced by internal factors such as tree health, diameter, and genetics, as well as external factors such as tapping methods and tapping location distance. The average annual income from tapping reached IDR 23,267,200, contributing 37.36% to total household income. Income from other sectors, especially agriculture, contributed more, at 62.64%. Overall, tapping activities provide significant benefits as an additional source of income for farmers, especially when facing the risk of crop failure due to climate change. The implications of this study indicate the importance of pine resin tapping as part of rural communities' income diversification. Optimizing production and accessibility of tapping locations through government support can increase the sector's contribution to the household economy, thereby supporting the economic sustainability of local communities.
Evaluasi Kesesuaian Lahan Tanaman Cengkeh (Studi Kasus di Kecamatan Tompobulu Kabupaten Bantaeng) Muhammad Jais; Syafar, A. Abd Rahman; Mattone, Al Azhar Amrah; Rikhzan Ainun Nur
Jurnal Kehutanan dan Lingkungan Vol. 1 No. 2 (2024): November
Publisher : Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ecoforest.v1i2.38

Abstract

Cengkeh (Syzygium aromaticum L.) merupakan salah satu komoditas pertanian yang tinggi nilai ekonomisnya serta merupakan komoditas utama untuk pembuatan rokok kretek, selain itu juga digunakan sebagai rempah-rempah. Indonesia memiliki potensi alamiah yang tinggi untuk mengembangkan sektor pertanian. Salah satu sub-sektor pertanian yang perlu terus dikembangkan adalah sub sektor perkebunan. Potensi yang perlu dikembangkan berkenan dengan diversifikasi komoditi khususnya di bidang perkebunan adalah komoditi cengkeh baik di pasar domestik maupun di pasar internasional mempunyai prospek yang cerah antara lain ditandai dengan terus meningkatnya nilai ekspor komoditi cengkeh secara nasional, sehingga memberikan dan menambah devisa bagi negara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kesesuaian lahan tanaman Cengkeh di kecamatan Tompobulu, kabupaten Bantaeng. Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan di Kec Tompobulu, Kab Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan. Dari bulan Maret sampai Juli 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey dan perhitungan kualitatif dan dilokasi. Berdasarkan hasil survey di Lokasi penelitian. Hasil uji lab menunjukkan kelas kesesuaian lahan dengan parameter sifat fisik tanah dan kimia tanah di lokasi penelitian seperti tekstur tanah, pH, C-Organik termasuk S1 (Sesuai) untuk budidaya tanaman cengkeh. Untuk sifat kimia tanah seperti Nitrogen, P2O5 dan K2O masuk dalam kelas kesesuaian lahan S2 (cukup sesuai).
Kontribusi Usaha Tani Gula Aren Terhadap Pendapatan Masyarakat Desa Bonto Katute, Sinjai Muhammad Masri; Hasan, Hasnah; Herawaty; Mahi, Faizah
Jurnal Kehutanan dan Lingkungan Vol. 1 No. 2 (2024): November
Publisher : Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ecoforest.v1i2.47

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi usaha tani gula aren terhadap pendapatan masyarakat Desa Bonto Katute, serta faktor-faktor yang memengaruhi efisiensi dan keberlanjutan usaha tani ini. Penelitian menggunakan metode survei dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap 21 responden yang terlibat dalam usaha tani gula aren. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk mengevaluasi biaya tetap, biaya variabel, penerimaan, dan pendapatan usaha tani gula aren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan tahunan dari usaha tani gula aren sebesar Rp. 23.145.666, berkontribusi 44,20% terhadap total pendapatan rumah tangga petani. Sementara itu, pendapatan lain sebesar Rp. 29.214.285, berkontribusi 55,80%. Tingkat pendidikan petani yang rendah, rata-rata hanya sampai sekolah dasar, menjadi salah satu faktor pembatas dalam pengelolaan usaha tani secara efisien. Meski demikian, usaha tani gula aren memberikan stabilitas ekonomi kpalma pendapatannya dapat diperoleh sepanjang tahun, berbeda dengan hasil pertanian lainnya yang hanya panen sekali setahun. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan perlunya pengembangan program pelatihan dan penyuluhan bagi petani untuk meningkatkan keterampilan teknis dan manajerial mereka. Selain itu, dukungan pemerintah dalam bentuk subsidi produksi, inovasi teknologi, serta perluasan akses pasar diperlukan untuk meningkatkan efisiensi dan nilai tambah produk gula aren, sehingga dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Desa Bonto Katute.
Aktivitas Kelompok Tani Hutan berbasis Agroforestry Ibrahim, Helda; Muhammad Junan; Sulfiana; M. Zain, Majdah
Jurnal Kehutanan dan Lingkungan Vol. 1 No. 2 (2024): November
Publisher : Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ecoforest.v1i2.48

Abstract

Kegiatan Kelompok Tani Hutan dilakukan melalui kegiatan Pemberdayaan masyarakat yang merupakan salah satu program pemerintah khususnya di bidang kehutanan menitik beratkan pada Pelibatan Masyarakat sekitar hutan dalam pengelolaan dan pemanfaatan hutan dalam rangka peningkatan pendapatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktifitas kelompok tani hutan dan menganalisis pemberdayaan kelompok Tani Hutan Cahaya Tala-tala. Responden pada peneltian ini anggota kelompok tani cahaya tala-tala sebanyak 25 orang dengan menggunakan analisis deskriftif kualitatif untuk mementukan aktifitas anggota Kelompok tani hutan Desa Bonto manai Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Aktivitas Kelompok Tani Hutan Cahaya Tala-tala di Desa Bontomanai Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros terdiri dari 1) Penyadapan Aren (72 %), 2) Pembuatan Gula Aren (72 %), 3) Pengumpulan Madu (60 %), 4) Pembersihan Lokasi Penanaman (92 %), 5) Pemasangan Pagar (92 %), 6) Pengisian Polybag (100 %),7) Penanaman (100 %). Kegiatan Pemberdayaan Kelompok Tani Hutan Cahaya Tala-tala di Desa Bontomanai Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros yaitu 1) Sosialisasi (81 %), 2) Bimbingan Teknis (78,33 %), 3) Bantuan Bibit (86,67 %), 4) Bantuan Sarana dan Prasarana (78,33 %), 5) Kerjasama dengan AFoCo dalam penanaman demplot (79,33 %).

Page 1 of 2 | Total Record : 19