cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
m.asyari@litpam.com
Phone
081238525690
Journal Mail Official
m.asyari@litpam.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Sportify Journal
ISSN : -     EISSN : 28074076     DOI : https://doi.org/10.36312/sjf
Core Subject : Education, Social,
Sportify Journal is a national scientific journal that is open to seeking innovation, creativity, and novelty. The journal aims to facilitate scientific publication of research results in Indonesia and boost the quality and quantity of research for academics and researchers. Terms of publishing the manuscript were never published or not filed in other journals, and manuscripts originated locally and internationally. Sportify Journal is a peer-reviewed journal managed and published by LITPAM. Sportify Journal is Published two times a year, in June and December by publishing research results and critical analysis studies in the fields of Physical Education, Sports Coaching, Physical Activity, Sports Tourism, Sports Medicine, Sport Psychology, Sports History, Sports Biomechanics, Sports Pedagogy, Sports Physiology, Sports Facilities, Sociology of Sport, Sports Law, Sports Management, Philosophy of Sport, Motor Learning and Control, and Traditional Sports.
Articles 93 Documents
Peran Komunitas Lari RUNJANI terhadap Mental Resilience dan Self-Confidence Anggota di Kota Mataram Prasasta, Lalu Undagi Natha; Irmansyah, Johan; Syarifoeddin, Elya Wibawa
Sportify Journal Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sj.v5i1.5084

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat urban terhadap aktivitas olahraga berbasis komunitas yang tidak hanya mendukung kebugaran fisik, tetapi juga memperkuat aspek psikologis. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peran keterlibatan komunitas lari RUNJANI terhadap mental resilience dan self-confidence anggota di Kota Mataram. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan 81 responden anggota RUNJANI yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis melalui dua regresi linear sederhana setelah memenuhi uji normalitas residual, linearitas, dan heteroskedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan komunitas RUNJANI berpengaruh signifikan terhadap mental resilience dengan kontribusi 59,0% dan terhadap self-confidence dengan kontribusi 59,3%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunitas RUNJANI berperan sebagai ruang olahraga dan dukungan sosial yang memperkuat ketahanan mental serta kepercayaan diri anggota. The Role of the RUNJANI Running Community in Members’ Mental Resilience and Self-Confidence in Mataram City Abstract This study was motivated by the growing need for community-based sport activities in urban society that support not only physical fitness but also psychological development. The purpose of this study was to examine the role of involvement in the RUNJANI running community in members’ mental resilience and self-confidence in Mataram City. This research used a quantitative correlational approach involving 81 RUNJANI members selected through purposive sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed using two simple linear regression models after meeting residual normality, linearity, and heteroscedasticity assumptions. The results showed that involvement in the RUNJANI community significantly influenced mental resilience, contributing 59.0%, and self-confidence, contributing 59.3%. This study concludes that RUNJANI functions as both a sport community and a social-support space that strengthens members’ resilience and confidence.
Perbandingan Latihan Lob Shoot dan Lob Stop-Shoot terhadap Ketepatan Shooting Pemain Futsal Ihsan, M. Zainul; Maulidin, Maulidin; Muliyani, Sri Erny
Sportify Journal Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sj.v5i1.5085

Abstract

Rendahnya ketepatan shooting pemain Stangkas FC Desa Pringgasela menjadi masalah utama karena tembakan yang tidak tepat sasaran dapat mengurangi peluang mencetak gol dan meningkatkan risiko serangan balik lawan. Penelitian ini bertujuan membandingkan pengaruh latihan lob shoot dan lob stop-shoot terhadap ketepatan shooting pemain futsal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain two-group pretest-posttest. Sampel berjumlah 20 pemain yang dibagi menjadi kelompok lob shoot dan lob stop-shoot melalui ordinal pairing berdasarkan skor pretest. Instrumen penelitian berupa tes ketepatan shooting ke sasaran gawang futsal. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas, paired sample t-test, dan independent sample t-test. Hasil menunjukkan rerata skor kedua kelompok meningkat secara deskriptif, tetapi peningkatan tidak signifikan pada kelompok lob shoot maupun lob stop-shoot. Uji antarkelompok juga menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan. Disimpulkan bahwa kedua latihan dapat digunakan sebagai variasi latihan, tetapi belum terbukti lebih efektif secara statistik. Comparison of Lob Shoot and Lob Stop-Shoot Training on Futsal Players’ Shooting Accuracy Abstract Low shooting accuracy among Stangkas FC players in Pringgasela Village is a major performance issue because inaccurate shots reduce scoring opportunities and may increase the risk of opponent counterattacks. This study aimed to compare the effects of lob shoot and lob stop-shoot training on futsal players’ shooting accuracy. A quantitative approach with a two-group pretest-posttest design was used. The sample consisted of 20 players divided into lob shoot and lob stop-shoot groups through ordinal pairing based on pretest scores. The research instrument was a futsal goal-target shooting accuracy test. Data were analyzed using the Shapiro-Wilk normality test, homogeneity test, paired sample t-test, and independent sample t-test. The results showed that the mean scores of both groups increased descriptively, but the improvements were not statistically significant in either group. The between-group test also showed no significant difference. Therefore, both training methods can be used as shooting variations, but neither was statistically proven superior.
Motivasi Belajar Anak Tunarungu dalam Pendidikan Jasmani Adaptif di SLB Negeri 1 Mataram Wirahadi, Lalu Ichwan; Kusuma, Lalu Sapta Wijaya; Fitriatun, Erna
Sportify Journal Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sj.v5i1.5086

Abstract

Masalah penelitian ini adalah belum jelasnya kecenderungan motivasi intrinsik dan ekstrinsik siswa tunarungu dalam mengikuti pendidikan jasmani adaptif di SLB Negeri 1 Mataram. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat motivasi belajar siswa tunarungu berdasarkan faktor intrinsik dan ekstrinsik. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan survei angket. Sampel penelitian adalah seluruh siswa tunarungu aktif yang mengikuti pendidikan jasmani adaptif, berjumlah 28 siswa, sehingga teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh. Instrumen penelitian berupa angket 39 butir dengan skala Likert. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa skor, rata-rata, frekuensi, dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan motivasi intrinsik berada pada kategori tinggi dengan 18 siswa (64,29%), sedangkan motivasi ekstrinsik lebih dominan dengan 27 siswa (96,43%) pada kategori tinggi. Kesimpulannya, motivasi belajar siswa tunarungu tergolong tinggi dan lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal. Learning Motivation of Deaf Students in Adaptive Physical Education at SLB Negeri 1 Mataram Abstract The problem of this study was the unclear tendency of intrinsic and extrinsic motivation among deaf students in adaptive physical education at SLB Negeri 1 Mataram. This study aimed to describe deaf students’ learning motivation based on intrinsic and extrinsic factors. A quantitative descriptive survey method was used. The sample consisted of all active deaf students participating in adaptive physical education, totaling 28 students; therefore, saturated sampling was applied. The research instrument was a 39-item Likert-scale questionnaire. Data were analyzed using descriptive statistics, including scores, means, frequencies, and percentages. The results showed that intrinsic motivation was in the high category, with 18 students (64.29%), while extrinsic motivation was more dominant, with 27 students (96.43%) in the high category. In conclusion, deaf students’ learning motivation was high and was more strongly influenced by external factors.
Pengaruh Program Usaha Kesehatan Sekolah terhadap Personal Hygiene Siswa Sekolah Dasar Muhazzab, Ahmad; Muhaimin, Ali; Muliyani, Sri Erny
Sportify Journal Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sj.v5i1.5087

Abstract

Personal hygiene siswa sekolah dasar masih menjadi masalah karena sebagian siswa belum konsisten mencuci tangan, menjaga kebersihan kuku, pakaian, tubuh, dan lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) terhadap personal hygiene siswa kelas IV dan V SDN 2 Kalijaga. Penelitian menggunakan desain kuantitatif asosiatif dengan pendekatan potong lintang. Sampel utama adalah seluruh siswa kelas IV dan V sebanyak 64 orang yang dipilih menggunakan total sampling, sedangkan kepala sekolah dan pengelola UKS/PJOK digunakan sebagai responden pendukung. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program UKS berpengaruh positif dan signifikan terhadap personal hygiene siswa dengan koefisien regresi 0,482, nilai t 4,151, signifikansi 0,000, dan R Square 0,217. Penelitian menyimpulkan bahwa UKS berkontribusi terhadap peningkatan personal hygiene siswa. The Effect of the School Health Program on Elementary Students’ Personal Hygiene Abstract Personal hygiene among elementary students remains a concern because some students do not consistently practice handwashing, nail care, clean clothing, body hygiene, and environmental cleanliness. This study aimed to examine the effect of the School Health Program (UKS) on the personal hygiene of fourth- and fifth-grade students at SDN 2 Kalijaga. This study used an associative quantitative design with a cross-sectional approach. The main sample consisted of all 64 fourth- and fifth-grade students selected through total sampling, while the principal and UKS/PJOK manager served as supporting respondents. Data were collected through questionnaires, observation, and documentation, then analyzed using descriptive statistics, normality testing, and simple linear regression. The results showed that the School Health Program had a positive and significant effect on students’ personal hygiene, with a regression coefficient of 0.482, t-value of 4.151, significance value of 0.000, and R Square of 0.217. The study concludes that UKS contributes to improving students’ personal hygiene.
Analisis Tradisi Sekolah sebagai Strategi Adaptif dalam Mewujudkan Gerakan Sekolah Sehat di Sekolah Dasar Gustiya, Nanda Erida; Aminullah, Aminullah; Akhmad, Noor
Sportify Journal Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sj.v5i1.5088

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis tradisi sekolah sebagai strategi adaptif dalam mendukung GSS di SDN 2 Kuripan Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan terdiri atas dua informan kunci, yaitu kepala sekolah dan guru PJOK/pengelola kegiatan kesehatan sekolah, serta satu kelompok siswa kelas tinggi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Senam Pagi Ceria, MBG, Gerakan Pungut Sampah 5 Menit, budaya 5S, KuBuka SiSi Pagi, dan Hari Tanpa Plastik diindikasikan mendukung pilar sehat fisik, bergizi, jiwa, dan lingkungan. Namun, pelaksanaan masih terhambat oleh ketiadaan ruang UKS, kantin sehat, tempat sampah terpilah, sabun yang sering habis, serta kebiasaan jajan dan begadang sebagian siswa. Penelitian menyimpulkan bahwa tradisi sekolah berpotensi menjadi strategi awal yang kontekstual untuk mendukung GSS. Analysis of School Traditions as an Adaptive Strategy for Implementing the Healthy School Movement at Elementary School Abstract This study aimed to analyze school traditions as an adaptive strategy for supporting the Healthy School Movement at SDN 2 Kuripan Selatan. A qualitative case study design was used. The informants consisted of two key informants, namely the principal and the physical education teacher/school health activity manager, and one group of upper-grade students. Data were collected through in-depth interviews, direct observation, and documentation, then analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that Cheerful Morning Exercise, Free Nutritious Meals, the Five-Minute Waste-Picking Movement, 5S culture, morning literacy-numeracy routines, and Plastic-Free Day support the physical, nutrition, mental, and environmental health pillars. However, implementation is constrained by the absence of a permanent health unit room, healthy canteen, sorted waste bins, limited soap availability, snacking habits, and some students’ late-night gaming. The study concludes that school traditions can be considered an initial contextual strategy to support the Healthy School Movement.
Intensitas Penggunaan Gadget, Motivasi Berolahraga, dan Kebugaran Jasmani Siswa MTs. Hidayatul Muhsinin Wardani, Dedi; Irmansyah, Johan; Supriyatnak, Kokom
Sportify Journal Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sj.v5i1.5089

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan intensitas penggunaan gadget, motivasi berolahraga, dan kebugaran jasmani siswa MTs. Hidayatul Muhsinin. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan potong lintang. Sampel terdiri atas 50 siswa untuk data kuesioner dan 48 siswa untuk data tes kebugaran, dipilih menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner intensitas penggunaan gadget berbasis SAS-SV, angket motivasi berolahraga 18 item, serta tes kebugaran yang mencakup IMT, sit-up, V sit and reach, squat thrust, dan PACER. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa intensitas penggunaan gadget berada pada kategori tinggi dengan rerata 51,40 dan motivasi berolahraga juga tinggi dengan rerata 44,66. Hasil kebugaran jasmani menunjukkan rerata IMT 19,78, sit-up 20,15, V sit and reach 5,06 cm, squat thrust 7,21, dan PACER 12,69. Penelitian menyimpulkan bahwa siswa memiliki penggunaan gadget dan motivasi berolahraga tinggi, sedangkan kebugaran jasmani bervariasi antar-komponen. Gadget-Use Intensity, Exercise Motivation, and Physical Fitness among Students at MTs. Hidayatul Muhsinin Abstract his study aimed to describe gadget-use intensity, exercise motivation, and physical fitness among students at MTs. Hidayatul Muhsinin. A descriptive quantitative design with a cross-sectional approach was used. The sample consisted of 50 students for questionnaire data and 48 students for physical fitness test data, selected through purposive sampling. The instruments included a gadget-use questionnaire based on the Smartphone Addiction Scale–Short Version, an 18-item exercise motivation questionnaire, and physical fitness tests consisting of BMI, sit-up, V sit and reach, squat thrust, and PACER. Data were analyzed using descriptive statistics. The results showed high gadget-use intensity with a mean score of 51.40 and high exercise motivation with a mean score of 44.66. Physical fitness results showed mean scores of 19.78 for BMI, 20.15 for sit-up, 5.06 cm for V sit and reach, 7.21 for squat thrust, and 12.69 for PACER. The study concludes that students had high gadget use and high exercise motivation, while physical fitness varied across components.
Pengaruh Latihan Shooting Bola Jalan dan Bola Diam terhadap Akurasi Tendangan Pemain SSB U 10–14 Suriatno, Adi; Harianto, Rudi Marlin; Mujriah, Mujriah
Sportify Journal Vol. 4 No. 2 (2024): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sj.v4i2.5090

Abstract

Akurasi shooting merupakan keterampilan penting dalam sepak bola usia muda, tetapi pemain SSB Pendem FC U 10–14 masih sering gagal mengarahkan bola ke sasaran. Penelitian ini bertujuan membandingkan pengaruh latihan shooting bola jalan dan bola diam terhadap akurasi tendangan ke gawang. Penelitian menggunakan desain eksperimen semu two-group pretest-posttest. Sampel terdiri atas 20 pemain yang dibagi menjadi dua kelompok melalui matched-pair berdasarkan skor pretest. Kelompok A mendapat latihan shooting bola jalan, sedangkan Kelompok B mendapat latihan shooting bola diam selama 16 pertemuan. Instrumen penelitian berupa tes akurasi shooting ke sasaran dengan 10 kesempatan tendangan. Hasil paired-sample t-test menunjukkan bahwa kedua latihan meningkatkan akurasi shooting secara signifikan. Gain score bola diam lebih tinggi secara deskriptif daripada bola jalan, tetapi independent-sample t-test menunjukkan perbedaan tersebut tidak signifikan. Penelitian menyimpulkan bahwa kedua latihan efektif. Pelatih direkomendasikan menggabungkan latihan bola diam dan bola jalan secara bertahap. Effects of Moving-Ball and Stationary-Ball Shooting Training on Shooting Accuracy in U 10–14 Football School Players Abstract Shooting accuracy is an essential skill in youth football, yet U 10–14 players at SSB Pendem FC frequently failed to direct the ball toward the target. This study aimed to compare the effects of moving-ball and stationary-ball shooting training on shooting accuracy. A quasi-experimental two-group pretest-posttest design was used. The sample consisted of 20 players divided into two groups using matched-pair allocation based on pretest scores. Group A received moving-ball shooting training, whereas Group B received stationary-ball shooting training for 16 sessions. The research instrument was a shooting accuracy test using a marked goal target with 10 shooting attempts. The paired-sample t-test showed that both training methods significantly improved shooting accuracy. The stationary-ball group had a higher descriptive gain score than the moving-ball group, but the independent-sample t-test showed that the difference was not statistically significant. The study concludes that both methods are effective. Coaches are recommended to combine stationary-ball and moving-ball drills progressively.
Profil Kebugaran Jasmani Siswa Putra Kelas XI SMK Berdasarkan Tes Kebugaran Pelajar Nusantara Hafiana, Esty Julia; Kusuma, Lalu Sapta Wijaya; Ikhsan, Muhammad
Sportify Journal Vol. 4 No. 2 (2024): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sj.v4i2.5091

Abstract

Rendahnya kebugaran jasmani dapat mengganggu kesiapan siswa dalam mengikuti pembelajaran PJOK, praktik kejuruan, dan aktivitas sekolah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat kebugaran jasmani siswa putra kelas XI SMKN 3 Mataram berdasarkan Tes Kebugaran Pelajar Nusantara (TKPN). Penelitian menggunakan survei deskriptif kuantitatif dengan sampel 22 siswa putra yang dipilih secara proporsional dari 11 kelas. Instrumen penelitian meliputi PACER, squat thrust, sit up, V sit and reach, dan Indeks Massa Tubuh. Data dianalisis menggunakan frekuensi, persentase, rata-rata, dan kategori TKPN. Hasil menunjukkan 86% siswa berada pada kategori kebugaran kurang dan 14% sedang. Komponen PACER dan sit up menunjukkan 100% siswa berada pada kategori kurang sekali, sedangkan V sit and reach menunjukkan 63% baik sekali dan 37% baik. IMT menunjukkan 60% normal, 36% gizi lebih, dan 4% obesitas. Penelitian menyimpulkan bahwa kelemahan utama siswa terdapat pada daya tahan kardiorespirasi dan otot perut. Physical Fitness Profile of Eleventh-Grade Male Vocational Students Based on the Indonesian Student Fitness Test Abstract Low physical fitness may reduce students’ readiness to participate in physical education, vocational practice, and school activities. This study aimed to describe the physical fitness level of eleventh-grade male students at SMKN 3 Mataram using the Indonesian Student Fitness Test (TKPN). A descriptive quantitative survey design was applied. The sample consisted of 22 male students selected proportionally from 11 classes. The instruments included PACER, squat thrust, sit up, V sit and reach, and Body Mass Index. Data were analyzed using frequencies, percentages, means, and TKPN categories. The results showed that 86% of students were in the poor fitness category and 14% were in the moderate category. PACER and sit up results indicated that 100% of students were in the very poor category, whereas V sit and reach showed 63% in the excellent category and 37% in the good category. BMI results showed 60% normal, 36% overweight, and 4% obese. The study concludes that the main weaknesses were cardiorespiratory endurance and abdominal muscular endurance.
Pengaruh Media Gawang Paralon terhadap Kemampuan Shooting Atlet Petanque Wangsah, Kiki Haryanti; Syarifoeddin, Elya Wibawa; Jamaludin, Jamaludin
Sportify Journal Vol. 4 No. 2 (2024): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sj.v4i2.5092

Abstract

Akurasi shooting menjadi masalah utama pada atlet petanque karena bola sering jatuh sebelum target, menyimpang dari lintasan, atau tidak mengenai sasaran secara konsisten. Penelitian ini bertujuan mengetahui perubahan kemampuan shooting atlet klub Diah Lukitasari Petanque setelah latihan menggunakan media modifikasi alat target berbentuk gawang dari pipa paralon. Penelitian menggunakan desain one-group pretest-posttest tanpa kelompok kontrol. Sampel terdiri atas 15 atlet aktif yang mengikuti pretest, latihan selama 18 pertemuan, dan posttest. Instrumen penelitian menggunakan tes shooting petanque dengan skor 5, 3, 1, dan 0 berdasarkan kualitas tembakan. Hasil menunjukkan total skor meningkat dari 117 menjadi 195 poin, sedangkan rata-rata meningkat dari 7,80 menjadi 13,00. Uji paired-sample t-test menunjukkan perbedaan signifikan, t(14) = -8,981, p < 0,001. Penelitian menyimpulkan bahwa kemampuan shooting meningkat setelah latihan dengan media gawang paralon. Pelatih direkomendasikan menggunakan media ini untuk melatih lintasan bola, titik jatuh, release, dan akurasi shooting. Effect of PVC-Pipe Goal Target Media on Petanque Athletes’ Shooting Ability Abstract Shooting accuracy is a major problem in petanque because the ball often lands before the target, deviates from the intended trajectory, or fails to hit the target consistently. This study aimed to identify changes in shooting ability among Diah Lukitasari Petanque Club athletes after training with a modified target medium in the form of a PVC-pipe goal. A one-group pretest-posttest design without a control group was used. The sample consisted of 15 active athletes who completed a pretest, 18 training sessions, and a posttest. The instrument was a petanque shooting test scored 5, 3, 1, and 0 based on shot quality. The results showed that the total score increased from 117 to 195 points, while the mean score increased from 7.80 to 13.00. The paired-sample t-test indicated a significant difference, t(14) = -8.981, p < .001. The study concludes that shooting ability improved after training with PVC-pipe goal media. Coaches are recommended to use this medium to train ball trajectory, landing point, release consistency, and shooting accuracy.
Minat Siswa Kelas X SMAN 1 Sakra terhadap Olahraga Bulutangkis Sugiatman, Debi; Syah, Herman; Aprianoto, Aprianoto
Sportify Journal Vol. 4 No. 2 (2024): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sj.v4i2.5093

Abstract

Ketersediaan GOR bulutangkis di SMAN 1 Sakra belum diikuti oleh pemanfaatan yang optimal oleh siswa kelas X. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan minat siswa terhadap olahraga bulutangkis berdasarkan indikator perhatian, rasa senang, aktivitas, peran teman, fasilitas, dan lingkungan. Penelitian menggunakan desain survei deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan melalui angket Google Form berisi 24 item dengan skala Likert. Setelah data cleaning, 75 respons valid dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa frekuensi, persentase, mean, median, modus, dan standar deviasi. Hasil menunjukkan minat siswa berada pada kategori sedang dengan mean 54,94, median 54,00, modus 48,00, dan standar deviasi 13,716. Indikator tertinggi adalah fasilitas sebesar 70,75%, diikuti aktivitas 70,58%, sedangkan indikator terendah adalah perhatian sebesar 60,60%. Penelitian menyimpulkan bahwa siswa memiliki kecenderungan positif terhadap bulutangkis, tetapi minatnya belum kuat. Interest of Tenth-Grade Students at SMAN 1 Sakra in Badminton Abstract The availability of a badminton sports hall at SMAN 1 Sakra has not been followed by optimal use among tenth-grade students. This study aimed to describe students’ interest in badminton based on attention, enjoyment, activity, peer role, facilities, and environment indicators. A descriptive quantitative survey design was used. Data were collected through a 24-item Google Form questionnaire using a Likert scale. After data cleaning, 75 valid responses were analyzed using descriptive statistics, including frequency, percentage, mean, median, mode, and standard deviation. The results showed that students’ interest was in the moderate category, with a mean of 54.94, median of 54.00, mode of 48.00, and standard deviation of 13.716. The highest indicator was facilities at 70.75%, followed by activity at 70.58%, while the lowest indicator was attention at 60.60%. The study concludes that students show a positive tendency toward badminton, but their interest is not yet strong.

Page 7 of 10 | Total Record : 93