cover
Contact Name
Yudi Sukmono
Contact Email
jatri.tiunmul@gmail.com
Phone
08125519554
Journal Mail Official
jatri.tiunmul@gmail.com
Editorial Address
https://e-journals2.unmul.ac.id/index.php/jatri/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Industri
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : -     EISSN : 29870216     DOI : https://dx.doi.org/10.30872/jatri
Covers Manufacturing, Supply Chain Management, Ergonomics, Occupational Health and Safety, Product Design and Development, Risk Management, Maintenance Management, Computers, and Information Systems.
Articles 45 Documents
Analisis Strategi Pemasaran Meningkatkan Penjualan Kue Lapis Terap Menggunakan SWOT Dan AHP : (Studi Kasus: UMKM Lapis Tarakan) Simanjuntak, Fena Marthina; Gunawan, Suwardi; Tosungku, La Ode Ahmad Safar
Jurnal Teknik Industri (JATRI) Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Teknik Industri (JATRI)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatri.v2i1.1014

Abstract

UMKM Lapis Tarakan merupakan usaha di bidang produksi kue yang bertempat produksi di Jl. Flamboyan No.47, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Toko Lapis Tarakan berada di Jl. Jend. Sudirman, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Salah satu produk unggulan dari usaha ini yaitu kue lapis terap karena merupakan oleh-oleh khas Kota Tarakan. Strategi yang dijalankan saat ini kurang optimal, sehingga perlu adanya strategi khusus. Formulasi strategi dimulai dengan pengumpulan input dasar yaitu identifikasi faktor lingkungan internal dan eksternal. Tahap selanjutnya yaitu tahap pencocokan untuk menghasilkan alternatif strategi yang layak. Hasil dari matriks IFE dan EFE dicocokkan menjadi matriks IE untuk mengetahui posisi perusahaan. Setelah itu dilakukan analisis SWOT untuk merumuskan alternatif strategi. Tahap terakhir yaitu pengambilan keputusan strategi yang akan menjadi prioritas dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process sebagai rekomendasi strategi perusahaan. Berdasarkan hasil analisa posisi perusahaan, produk kue lapis terap berada pada posisi sel 2 yaitu grow and build. Sehingga didapatkan prioritas utama yaitu strategi menjalin kerjasama dengan pemerintah dalam memperkuat citra kue lapis terap sebagai produk oleh-oleh khas kota Tarakan. Prioritas kedua adalah strategi melakukan promosi dengan konsep yang menarik dan kekinian. Prioritas ketiga adalah strategi mengikuti kegiatan pameran produk lokal ataupun UMKM yang diadakan oleh pemerintah. Prioritas keempat adalah strategi meningkatkan promosi dengan teknologi yang ada melalui berbagai media. Prioritas kelima adalah strategi memberikan informasi kepada masyarakat untuk ikut mendukung produk kue lapis terap sebagai oleh-oleh khas kota Tarakan.
Perancangan Sistem Informasi Manajemen Berbasis Website Pada Program Studi Teknik Industri Universitas Mulawarman Isal, Andi; Yudi Sukmono; Harjanto, Arif
Jurnal Teknik Industri (JATRI) Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Teknik Industri (JATRI)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatri.v1i2.1018

Abstract

The current advancement in information technology has had a significant impact on information provision and management. The presence of the internet as the primary medium for accessing information has become a fundamental necessity in modern society. In the context of higher education, the Industrial Engineering Program is not exempt from challenges in disseminating and efficiently managing information. Vital information often gets scattered and is difficult to access, especially when conveyed through conventional methods such as physical bulletin boards or WhatsApp messages. This research is conducted using in-depth interviews with various stakeholders, including program chairs, administrative staff, faculty, and students. The findings of this research strongly indicate the need for the development of a more efficient information management system within the Industrial Engineering Program. As a proposed solution, a website will be developed with various key features, including announcement management, curriculum information, schedule management, administrative management, guidance management, and document archiving. The implementation of this system is expected to address several identified issues, such as limited accessibility to important information and inefficient management. Thus, the operational efficiency of the Industrial Engineering Program is expected to be significantly enhanced. The results of this research highlight the importance of adapting information technology in the constantly evolving context of higher education. In an era where information technology continues to advance, efforts to utilize it optimally in information management within educational institutions like the Industrial Engineering Program remain highly relevant. An efficient information management system can provide substantial benefits in enhancing the quality of information management within the Program
Analisis Usability Microsoft Dynamics Navision Terhadap Beban Kerja Mental Operator: Studi Kasus: PT. Sagatrade Murni Kuncoro, Deasy Kartika Rahayu; Ananda, Rizki; Pawitra, Theresia Amelia
Jurnal Teknik Industri (JATRI) Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Teknik Industri (JATRI)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatri.v2i1.1028

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman untuk menunjang kinerja sumber daya manusia dibutuhkan teknologi yang mendukung aktivitas kerja. Dengan berkembang pesatnya teknologi, banyak perusahaan yang menggunakan perangkat lunak tertentu guna mempermudah dan mempercepat pekerjaan di perusahaan. PT. Sagatrade Murni adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang manufacturing engineering, yaitu pembuatan pipa untuk pengeboran minyak. Untuk menunjang kegiatan kerja, PT. Sagatrade Murni menggunakan Microsoft Dynamic Navision untuk mempermudah dalam mengontrol arah barang yang terdapat di PT. Sagatrade Murni. Microsoft Dynamic Navision adalah sebuah perangkat lunak perencanaan sumber daya perusahaan (Enterprise Resource Planning) buatan Microsoft. Pekerjaan yang dilakukan dengan menggunakan Microsoft Dynamics Navision terus-menerus mengakibatkan timbulnya beban kerja mental, oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usability software terhadap beban kerja mental operator. Metode NASA-TLX dipilih untuk mengukur beban kerja mental yang dirasakan oleh operator. Kuesioner SUMI digunakan untuk pengukuran usability, sehingga diketahui tingkat kepuasan terhadap penggunaan perangkat lunak. Uji korelasi Spearman digunakan dalam uji statistik untuk mengetahui adanya hubungan antara usability Microsoft Dynamics Navision terhadap beban kerja mental operator. Hasil penelitian menunjukan bahwa beban kerja mental seluruh pekerja PT Sagatrade Murni yang menggunakan Microsoft Dynamics Navision berada pada rentang nilai 50-79. Rentang nilai tersebut menyatakan bahwa beban kerja mental yang dirasakan pekerja di PT Sagatrade Murni termasuk dalam kategori tinggi. Tingkat kepuasan pekerja PT. Sagatrade Murni terhadap penggunaan Microsoft Dynamics Navision berada pada rentang nilai 67-100 yang berarti pekerja di PT. Sagatrade Murni merasa puas terhadap penggunaan Microsoft Dynamics Navision. Hasil uji Spearman didapatkan bahwa nilai Sig diperoleh 0,093 > α yang berarti H0 diterima. Sehingga dapat diartikan bahwa tidak adanya pengaruh usability Microsoft Dynamics Navision terhadap beban kerja mental yang dialami oleh pekerja di PT. Sagatrade Murni.
Analisis Kemampuan Proses Pada Mesin Crusher 1 Departemen CPPO Dalam Memenuhi Target Produksi Pada PT XYZ Wulandari, Intan; Sitania, Farida Djumiati; Irawan, Dedi
Jurnal Teknik Industri (JATRI) Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Teknik Industri (JATRI)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatri.v1i2.1033

Abstract

Batubara terlebih dahulu melalui kegiatan pemprosesan batubara hingga batubara tersebut siap untuk dipasarkan sesuai dengan target produksi, spesifikasi, dan standar mutu yang telah ditetapkan. Kegiatan tersebut merupakan tanggung jawab dari Departemen Coal Preparation Plant & Operations yang dalam keberjalanannya terdiri dari proses penghancuran batubara dengan crusher, pengangkutan batubara dengan conveyor, dan untuk batubara yang masih kotor akan dilakukan proses pencucian batubara (coal washing) yang kemudian akan disimpan di stockpile dan dikirimkan menuju ke coal terminal menggunakan OLC (Overland Conveyor). Dalam memenuhi permintaan konsumen tersebut PT XYZ berusaha memenuhi target produksi namun dalam memenuhi target produksi tersebut terdapat beberapa hambatan (delay). Dilakukan penelitian dengan analisis kemampuan alat-alat pemprosesan batubara merupakan hal yang paling penting untuk mengetahui kinerjanya dengan metodologi analisis kuantitatif menggunakan analisis kemampuan proses (process capability) dari masing-masing alat dengan data primer hasil produksi bulanan dari Crusher 1 untuk mengoptimalkan produksi batubara secara efektif dengan mengetahui dan menanggulangi hambatan (delay) dari masing-masing alat, sebelum dilakukan analisis tersebut terlebih dahulu melakukan analisis dengan control chart (grafik pengendalian) untuk mengetahui batas produksi maksimum dan minimumnya agar proses produksi tetap terkendali. Hasil analisis capability process menunjukkan ketidakmampuan alat untuk memenuhi standar target perusahaan sebesar 547.500 ton per bulan sehingga dalam setahun menghasilkan 6.570.000 ton batubara dan berdasarkan data actual dari crusher 1 sebesar 4.81.549 ton.
Pengukuran Risiko Ergonomi Pekerja Kantor PT XYZ Menggunakan Metode Rapid Office Strain Assessment (ROSA): Indonesia Irawan, Dedi; Tarigan, Ian Gerson; Sitania, Farida Djumiati
Jurnal Teknik Industri (JATRI) Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Teknik Industri (JATRI)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatri.v2i1.1073

Abstract

Ergonomi adalah suatu cabang ilmu yang secara sistematis memanfaatkan informasi-informasi mengenai sifat, kemampuan, dan keterbatasan manusia untuk merancang suatu sistem kerja sehingga orang dapat hidup dan bekerja pada sistem itu dengan baik, yaitu mencapai tujuan yang diinginkan melalui pekerjaan itu dengan efektif, aman, dan nyaman. Untuk mencapai hasil yang optimal, perlu diperhatikan performansi pekerjanya. Salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah postur dan sikap tubuh pada saat melakukan aktivitas tersebut. Hal tersebut sangat penting untuk diperhatikan karena hasil produksi sangat dipengaruhi oleh apa yang dilakukan pekerja. Pengukuran ergonomi metode ROSA adalah salah satu metode penilaian risiko untuk pekerjaan yang dilakukan di ruangan kantor yang menggunakan peralatan komputer. Hasil tanyajawab langsung dengan salah satu karyawan PT XYZ, didapatkan data yaitu detail pekerjaannya menngunakan perangkat kerja Personal Computer (PC) untuk memasukkan data-data pekerjaan seperti laporan. Durasi pemakaian komputer (PC) dijalankan selama 6 jam, sesuai dengan jam kerja dan waktu jeda 1 jam dipergunakan untuk istirahat. Posisi kerja dinilai berdasarkan posisi pekerja saat melakukan pekerjaan yang memiliki frekuensi dan durasi yang paling sering dilakukannya.Penetapan faktor risiko dari penggunaan komputer ditetapkan dalam beberapa bagian yaitu kursi, monitor, telepon, mouse dan keyboard. Berdasarkan skor akhir ROSA yang diperoleh dari penilaian posisi kerja, fasilitas, yang tersedia maka didapatkan skor yaitu sebesar 3. Artinya risiko pekerjaan memiliki bobot nilai ringan dan harus dipertahankan agar tidak meningkat menjadi lebih tinggi agar tidak berdampak risiko lebih tinggi Perbaikan yang dilakukan untuk meminimalisir risiko ergonomis yakni dengan safety talk, penggunaan fasilitas kantor semaksimal mungkin, rotasi pekerjaan hingga sosialisasi terkait standar ergonomi di perusahaan.
Analisis Strategi Pemasaran dengan Metode Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) (Studi Kasus: Kebab Kota Raja Samarinda) Ashar; La Ode Ahmad Safar Tosungku; Yudi Sukmono
Jurnal Teknik Industri (JATRI) Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Teknik Industri (JATRI)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatri.v2i2.1100

Abstract

Kebab Kota Raja Samarinda merupakan salah satu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di bidang industri makanan di Kota Samarinda. Kebab Kota Raja Samarinda menerapkan promosi menggunakan sosial media dan tidak mengikuti pangsa pasar untuk bersaing pada penjualan online di e-commerce. Karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis mengenai faktor internal dan eksternal dari kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman serta merumuskan strategi pemasaran yang cocok untuk Kebab Kota Raja Samarinda, agar mampu bersaing dan meningkatkan penjualan dengan menggunakan metode Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). QSPM merupakan suatu teknik untuk mengidentifikasi alternatif strategi yang sesuai atau terbaik bagi kondisi perusahaan. QSPM dirancang untuk menentukan kemenarikan relatif dan mengevaluasi pilihan strategi alternatif yang dapat dilaksanakan secara objektif, berdasarkan faktor-faktor internal dan eksternal yang telah diidentifikasikan pada matriks IFE dan EFE.Terdapat 3 tahapan analisis strategi yaitu tahap input, tahap pencocokan dan keputusan. Perolehan yang didapatkan dari matriks IFE adalah 2,701, sedangkan pada matriks EFE adalah 2,479 dan dilanjutkan dengan tahap pencocokan menggunakan matriks CPM, IE, SWOT, Grand Strategy. Hasil dari keseluruhan metode yang digunakan untuk strategi prioritas dengan menggunakan metode QSPM dalam tahap keputusannya. Strategi yang diprioritaskan untuk dirumuskan dan diimplementasikan yaitu, mempertahankan kualitas produk dengan cita rasa yang bervariatif dengan STAS sebesar 6,994.
Analisis Produktivitas WTP X PDAM Kota YZ dengan Metode OMAX Ramadhana, Iqbal; Sukmono, Yudi; Wahyuda
Jurnal Teknik Industri (JATRI) Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Teknik Industri (JATRI)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatri.v2i1.1120

Abstract

PDAM merupakan salah satu unit usaha milik daerah yang bergerak dalam distribusi air bersih bagi masyarakat. Water Treatment Plant (WTP) X memiliki kapasitas produksi maksimal sebesar 120 liter/detik. Akan tetapi, saat ini WTP tersebut mengalami penurunan produksi sehingga hanya mampu menghasilkan air bersih sebesar 40 liter/detik. Hal tersebut tentu mempengaruhi produktivitas WTP. Oleh karena itu, dilakukan penilaian produktivitas menggunakan metode objective matrix (OMAX) dengan membandingkan input berupa jumlah data air baku, jumlah pemakaian energi listrik, jumlah jam kerja aktual, jumlah target distribusi, dan jumlah bahan kimia yang digunakan. Sedangkan untuk data output berupa jumlah air yang didistribusikan dan jumlah kehilangan air. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa indeks produktivitas terbaik terjadi pada bulan Februari 2022 sebesar 315,55%, sementara produktivitas terburuk terjadi pada bulan April 2022 sebesar 53,18%. Untuk menganalisis penyebab penurunan produktivitas, digunakan diagram sebab-akibat (fishbone). Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap penurunan produktivitas antara lain kurangnya pelatihan, pelaksanaan SOP yang tidak optimal, beban kerja yang tinggi, standarisasi reward yang tidak sesuai, minimnya titik resapan air, kekeruhan air baku, mesin bekerja lebih keras karena penurunan debit air baku, dan ketidakadaan alat pendeteksi kebocoran.
Sinkronisasi Data Terhadap Industri Kecil Menengah (IKM) Pada Dinas Perindutsrian, Perdagangan, Koperasi, Dan IKM Provinsi Kalimantan Timur Alfarisi, Naufal; Sitania, Farida Djumiati
Jurnal Teknik Industri (JATRI) Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Teknik Industri (JATRI)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatri.v2i1.1234

Abstract

Sektor industri dapat digolongkan menjadi beberapa jenis, tapi yang utama sektor industri dibagi menjadi tiga yaitu industri besar, industri sedang, dan industri kecil proses industrialisasi dan pembangunan industri ini sebenarnya merupakan satu jalur kegiatan untuk meningkatkan kesejahtraan rakyat dalam arti tingkat hidup yang lebih maju maupun taraf hidup yang lebih bermutu. Dengan kata lain pembangunan industri itu merupakan suatu fungsi dari tujuan pokok kesejahtraan rakyat bukan merupakan kegiatan yang mandiri untuk hanya sekedar mencapai fisik saja. Hal ini berarti pula sebagai suatu usaha untuk meningkatkan produktivitas tenaga manusia disertai untuk meluaskan ruang lingkup kegiatan manusia. Dengan demikaian dapat diusahakan secara “vertical” semakin besarnya nilai tambah pada kegiatan ekonomi dan sekaligus secara “horizontal” semakin luasnya lapangan kerja produktif bagi penduduk yang semakin bertambah. Industrialisasi tidak terlepas dari usaha untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia dan kemampuan memanfaatkan secara optimal sumber daya alam dan sumberdaya lainnya. Sinkronisasi ini merupakan bentuk bantuan kepada para pelaku ikm dalam bentuk pendataan oleh pihak dinas perindutsrian, perdagangan, koperasi dan IKM provinsi kalimantan timur. Tujuan yang ingin dicapai adalah (1) Meningkatkan pengetahuan masyarakat pada daftar IKM yang menjadi sarana pengembangan (2) meningkatkan kemampuan IKM dalam hal perkenalan industri mereka ke masyararakat luas. (3) memberikan respon positif terhadap perkembangan industri khususnya di Kaltim. Tugas bidang industri mempunyai fungsi seperti penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang industri, penyiapan bahan koordinasi perencanaan program di bidang industri, penyiapan bahan pembinaan, bimbingan, pengendalian dan pengaturan teknis perencanaan industri, penyiapan bahan pembinaan, bimbingan, pengendalian dan pengaturan teknis pembinaan usaha industri, penyiapan bahan pembinaan, bimbingan, pengendalian dan pengaturan teknis informasi industri dan Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh kepala bidang sesuai dengan tugas dan fungsinya. Dalam pengerjaanya dimana para pelaku memberikan data baik produk maupun dimana produk tersebut bisa didapatkan dengan contoh alamat dan juga profil sosial media. Pada pengerjaan kali ini sinkronisasi dilakukan guna adanya pembaharuan terhadap data yang sudah ada maupun data terbaru yang telah didapat dari pelaku ikm itu sendiri.
Penerapan Metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) untuk Menganalisis Risiko Kecacatan pada Produk Plywood: (Studi Kasus: PT. XYZ) Dahlia, Azura; Profita, Anggriani
Jurnal Teknik Industri (JATRI) Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Teknik Industri (JATRI)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatri.v2i1.1235

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dibidang industri kayu lapis atau plywood yang menjual berbagai jenis produk kayu berkualitas. Berdasarkan data produksi bulan Januari – Juni 2022, PT. XYZ telah memproduksi 3.724.379 buah plywood dengan produk cacat yang dihasilkan sebesar 472.182 buah. Pada penelitian ini peneliti melakukan analisis risiko terhadap produk cacat down grade karena plywood dengan cacat down grade memiliki tingkat presentase cacat yang sangat besar yaitu sebanyak 353.615 dengan presentase rata-rata sebesar 9,5%. Pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode FMEA untuk memberikan penilaian terhadap tiga faktor yang menunjukkan faktor risiko yaitu severity, occurance dan detection. Hasil akhir yang didapatkan adalah potential risk untuk mengetahui prioritas risiko yang selanjutnya akan diberikan usulan perbaikan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di PT. XYZ diketahui cacat dowm grade memiliki 10 jenis cacat yaitu cacat core bertindih, cacat press, cacat core sampah, cacat face/back pecah, cacat face/back bertindih, cacat sander, cacat face/back kurang lebar, cacat core tebal tipis, cacat core tidak rata, dan cacat core kasar. Dari 10 risiko didapatkan 5 risiko dengan tingkat risiko kritis yang harus segera mendapat perbaikan yaitu risiko cacat core bertindih dengan akar penyebab terjadi produk cacat core bertindih karena penyusunan core pada proses glue tidak rata, risiko cacat press dengan akar penyebab terjadi produk cacat press karena seringnya terdapat sampah pada platen mesin hotpress, risiko core sampah dengan akar penyebab terjadi produk cacat core sampah karena kebersihan pada bagian glue setting kurang diperhatikan, risiko face/back bertindih dengan akar penyebab terjadi produk cacat face/back bertindih karena pemberian gummed tape pada face repair terlalu rapat atau overlap, dan terakhir risiko core kasar dengan akar penyebab terjadi produk cacat core kasar karena pada bagian core repair tidak ditambal dengan veneer yang standar.
Analisis Pengendalian Kualitas Crude Palm Oil (CPO) Menggunakan Metode Six Sigma (Studi Kasus: PT. XYZ) Marselina, Siska; La Ode Ahmad Safar; Suwardi Gunawan
Jurnal Teknik Industri (JATRI) Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Teknik Industri (JATRI)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatri.v3i1.1340

Abstract

Kualitas merupakan standar karakteristik produk dengan tujuan memberikan kepuasan kepada konsumen. Pengendalian kualitas adalah aktivitas pengendalian proses untuk mengukur ciri-ciri kualitas produk dan membandingkan dengan spesifikasi atau persyaratan. PT. XYZ merupakan perusahaan yang memproduksi hasil olahan buah kelapa sawit berupa Crude Palm Oil (CPO). Kualitas CPO menjadi faktor yang sangat penting bagi perusahaan sehingga dapat meningkatkan daya saing, pendapatan perusahaan dan kepercayaan konsumen. Pada proses pengolahan CPO terjadi beberapa penyimpangan memengaruhi kualitas CPO. PT. XYZ memiliki 3 indikator kualitas CPO yaitu kadar asam lemak bebas sebesar ≤3,5%, kadar air sebesar ≤0,2% dan kadar kotoran sebesar ≤0,02%. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa kadar asam lemak bebas yang dihasilkan sebesar 5.046%, kadar air yang dihasilkan sebesar 0.333% dan kadar kotoran yang dihasilkan sebesar 0.025%. Berdasarkan hasil indikator tersebut diketahui bahwa kualitas CPO yang dihasilkan oleh PT. XYZ belum memenuhi standar yang telah ditetapkan perusahaan sehingga perlu dilakukan pengendalian kualitas. Analisis Six Sigma dilakukan untuk mengetahui kualitas yang dihasilkan, faktor-faktor yang memengaruhi kualitas dan tindakan perbaikan kualitas pada CPO. Metode Six Sigma dilakukan dengan 5 tahapan yaitu DMAIC dimulai dari define, measure, analyze, improve, dan control. Hasil perhitungan yang didapatkan dari nilai Six Sigma adalah -1.06 dengan DPMO sebesar 994.741. Adapun penyebab kegagalan tertinggi adalah kualitas bahan baku yang tidak baik dengan nilai RPN sebesar 196. Faktor-faktor penyebab kegagalan disebabkan oleh faktor manusia, mesin, metode dan material. Usulan perbaikan yang diberikan yaitu melakukan peningkatan motivasi kerja, pengawasan terhadap pemilihan bahan baku, pelatihan terhadap teknisi mesin, dan pengawasan berkala terhadap mesin maupun karyawan.