cover
Contact Name
Muhamad Rudi Wijaya
Contact Email
rudiwijaya68@gmail.com
Phone
+6282175218558
Journal Mail Official
rudiwijaya68@gmail.com
Editorial Address
Dusun Rejo Agung Desa Rejo Agung Kecamatan Batanghari, Kab. Lampung Timur, Provinsi Lampung, 34181
Location
Kab. lampung timur,
Lampung
INDONESIA
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan)
Published by CV Najah Bestari
ISSN : 29649633     EISSN : 2964965X     DOI : -
Jurnal An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) khusus membahas masalah pendidikan Islam. Ruang lingkup jurnal meliputi penelitian, pemikiran pendidikan Islam, dan kerja lapangan tentang pendidikan Islam. Pendekatannya bersifat interdisipliner, melingkupi, dan menggabungkan perspektif dari filsafat pendidikan Islam, studi banding pendidikan Islam, kurikulum, proses belajar mengajar dalam pendidikan Islam, evaluasi, pendidikan Islam, dan pendidikan khusus yang relevan dengan isu-isu pendidikan Islam.
Articles 421 Documents
ORIENTALISME: PENGERTIAN, OBJEK, RUANG LINGKUP, DAN LATAR BELAKANG MUNCULNYA KAUM ORIENTALIS Fahlevi Ar , Muhammad Riza; Abd. Rahman Nasution; Munir Al Ansor Hasibuan
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian orientalisme merupakan disiplin ilmu Barat yang sangat krusial dalam memengaruhi cara pandang dunia terhadap Islam dan Timur. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengertian, objek, ruang lingkup, serta latar belakang munculnya kaum orientalis dari perspektif sejarah dan intelektual. Metodologi yang digunakan adalah analisis literatur kritis terhadap karya-karya orientalis klasik maupun modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa orientalisme memiliki wajah ganda; di satu sisi memberikan kontribusi signifikan dalam bidang filologi dan dokumentasi manuskrip, namun di satu sisi sarat dengan bias ideologis, kepentingan kolonial, dan agenda misionaris. Objek kajiannya sangat luas, mencakup Al-Qur'an, Hadis, sejarah, hingga hukum Islam, yang sering kali dianalisis menggunakan paradigma Eurosentris. Melalui pemahaman yang mendalam, diharapkan masyarakat akademis dapat menyikapi karya orientalis secara kritis, yakni dengan mengambil manfaat metodologisnya sembari tetap waspada terhadap distorsi fakta yang mungkin muncul. Kesimpulannya, orientalisme tetap relevan sebagai bahan diskusi intelektual untuk memperkuat metodologi studi Islam internal yang lebih objektif dan otoritatif.
HUBUNGAN PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK DENGAN PERUBAHAN PERILAKU SISWA DI MTS AL-HIKMAH BUMELA Sri Lidyawati Moha; Fatimah Djafar; Syahrial Labaso
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pembelajaran Akidah Akhlak dengan perubahan perilaku siswa di MTs Al-Hikmah Bumela. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa MTs Al-Hikmah Bumela yang berjumlah 105 siswa, dengan sampel sebanyak 83 siswa yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5%. Teknik pengumpulan data menggunakan angket yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Pearson Product Moment menggunakan bantuan IBM SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara pembelajaran Akidah Akhlak dengan perubahan perilaku siswa, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,805 dan tingkat signifikansi 0,000. Nilai tersebut berada pada kategori hubungan sangat kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin baik pelaksanaan pembelajaran Akidah Akhlak, maka semakin positif pula perubahan perilaku siswa yang ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pembelajaran Akidah Akhlak memiliki peran penting dalam pembinaan akhlak dan karakter siswa di madrasah
KUASA SUARA PEREMPUAN: NEGOSIASI WACANA DAN AGENSI SINDEN BANYUMASAN DALAM SENI PERTUNJUKAN TRADISIONAL Kholid Mawardi; Inten Mustika Kusumaningtias; Bayu Hizbulloh Ibnu Mubarok; Maritza Hazna Mawardi
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran perempuan sinden dalam pelestarian seni pertunjukan tradisional Banyumasan serta bagaimana representasi gender membentuk posisi, kuasa, dan agensi mereka di tengah struktur budaya patriarkal. Menggunakan pendekatan kualitatif-fenomenologis, penelitian ini melibatkan wawancara mendalam dengan 12 informan—termasuk sinden aktif, dalang, pelatih karawitan, dan pemerhati budaya—serta observasi partisipatif pada pertunjukan tradisional di Kabupaten Banyumas. Analisis tematik interpretatif berbasis model Miles dan Huberman diperkaya dengan teori gender dan representasi (Hall, Butler), teori agensi perempuan (Ortner, Giddens), serta teori performativitas dalam seni tradisi. Temuan menunjukkan bahwa sinden Banyumasan bukan sekadar pelengkap estetika, melainkan agen budaya yang aktif menegosiasikan identitas, menggunakan strategi resistensi simbolik, dan beradaptasi dengan modernitas melalui media digital tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal. Meski menghadapi stereotip gender dan keterbatasan pengakuan institusional, sinden menunjukkan agensi kultural melalui improvisasi tembang, interaksi ekspresif dengan penonton, dan pembentukan komunitas solidaritas. Penelitian ini menawarkan pembacaan ulang terhadap posisi perempuan dalam seni tradisional, menegaskan bahwa tubuh dan suara sinden adalah medan wacana di mana kuasa, identitas, dan representasi terus dinegosiasikan. Kontribusi utama penelitian ini adalah memperkuat narasi lokalitas Banyumas dalam kajian gender dan seni pertunjukan, sekaligus memberi rekomendasi kebijakan untuk pelestarian budaya yang sensitif gender.
REALISASI BUDAYA POSITIF DAN RELEVANSINYA DENGAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DI SEKOLAH DASAR Suhainah; Sri Erdawati
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Negative culture is still widely practiced by elementary school students, there are still students who roam outside the classroom during class hours, do not obey school rules, behave impolitely, are irresponsible in doing assignments, litter, speak dishonestly in socializing with fellow students, are reluctant to help friends who have difficulty learning, violate discipline at school. The purpose of this study is to realize a positive culture in realizing the profile of Pancasila students at State Elementary School 023 Tembilahan. The type of research used is qualitative research, with informants of grade IV teachers and grade IV students at State Elementary School 023 Tembilahan. The data in this study came from interviews and documentation, then analyzed using data triangulation. The results, the realization of a positive culture in realizing the profile of Pancasila students through 9 aspects, the realization of an honest attitude in socializing at school, the realization of a culture of mutual trust, the realization of a culture of cooperation, the realization of a culture of reading, the realization of a culture of discipline and efficiency, the realization of a culture of achievement, the realization of a culture of giving awards and reprimands, and the realization of a culture of mutual cooperation. The conclusion of this study is that a positive culture that has been implemented well can realize the profile of Pancasila students at State Elementary School 023 Tembilahan.
PENGEMBANGAN KURIKULUM PAI RESPONSIF BUDAYA LOKAL: EVALUASI IMPLEMENTASI DAN STRATEGI INOVASI Danang Nur Wahid; Eka Novri Istiqonaah; Marlina
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menginvestigasi bagaimana kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) dapat diadaptasi agar sesuai dengan beragam latar belakang budaya, sehingga membuat pengajaran agama lebih relevan. Penelitian ini mengamati bagaimana kearifan lokal diterapkan di sekolah- sekolah tertentu, menggunakan observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Temuan menunjukkan bahwa memasukkan nilai-nilai budaya lokal ke dalam PAI meningkatkan keterlibatan siswa, memperkuat identitas budaya, dan memperdalam pertumbuhan spiritual. Namun, ada beberapa masalah seperti sumber daya yang terbatas, resistensi guru, dan kurangnya pedoman yang jelas. Penelitian ini menyarankan solusi seperti pelatihan guru yang berfokus pada budaya, kemitraan dengan tokoh masyarakat setempat, dan pembuatan materi pembelajaran yang sesuai dengan konteks lokal. Secara keseluruhan, penelitian ini menyoroti perlunya kurikulum PAI yang adaptif dan transformatif, yang mengembangkan individu yang saleh secara agama dan terhubung dengan nilai-nilai lokal mereka sambil tetap memiliki kesadaran global.
PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN KEAKTIFAN PESERTA DIDIK PADA MATERI SIFAT TERCELA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI KELAS X DI MADRASAH ALIYAH NURUL YAQIN KOTA GORONTALO Aditya N.H. Adji; Lian G. Otaya; Ingka Rizkiani Akolo
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan peserta didik melalui penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) pada mata pelajaran Akidah Akhlak materi sifat tercela di kelas X MA Nurul Yaqin Kota Gorontalo. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 22 peserta didik kelas X. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan lembar penilaian keaktifan peserta didik. Indikator keaktifan yang diamati meliputi perhatian terhadap pembelajaran, keberanian bertanya dan menjawab, partisipasi dalam diskusi kelompok, serta keterlibatan dalam penyelesaian proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Project Based Learning mampu meningkatkan keaktifan peserta didik secara signifikan. Pada tahap pra siklus, rata-rata keaktifan peserta didik berada pada kategori rendah. Setelah penerapan PjBL pada siklus I, keaktifan peserta didik mengalami peningkatan, namun belum mencapai indikator keberhasilan. Selanjutnya pada siklus II, keaktifan peserta didik meningkat secara optimal dan telah memenuhi indikator keberhasilan yang ditetapkan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Project Based Learning efektif dalam meningkatkan keaktifan peserta didik pada pembelajaran Akidah Akhlak materi sifat tercela
MODEL KOLABORASI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN ORANG TUA DALAM MENGHADAPI KENAKALAN PESERTA DIDIK DI SD NEGERI 76 KOTA TENGAH KOTA GORONTALO Riana Ramadani; Munirah; Rakhmawati
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kolaborasi antara guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan orang tua dalam menghadapi kenakalan peserta didik di SD Negeri 76 Kota Tengah Kota Gorontalo, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat kolaborasi, serta menganalisis dampaknya terhadap pembinaan akhlak dan kedisiplinan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan subjek penelitian yang terdiri atas guru PAI, peserta didik, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi guru PAI dan orang tua dilakukan melalui komunikasi intensif, penggunaan buku penghubung, kunjungan orang tua ke sekolah dan home visit, serta kerja sama dalam pembiasaan nilai-nilai keagamaan. Faktor pendukung kolaborasi meliputi kesadaran orang tua terhadap pentingnya pendidikan akhlak, keterbukaan guru, dan dukungan pihak sekolah. Sementara itu, faktor penghambat meliputi kesibukan orang tua, perbedaan pola asuh, serta kurangnya konsistensi dalam pembinaan di rumah. Dampak kolaborasi tersebut terlihat pada perubahan perilaku peserta didik ke arah yang lebih positif, seperti meningkatnya kedisiplinan, kepatuhan terhadap guru, sikap sopan, serta kesadaran dalam melaksanakan ibadah. Dengan demikian, kolaborasi antara guru PAI dan orang tua memiliki peran penting dalam menanggulangi kenakalan peserta didik dan membentuk akhlakul karimah di lingkungan sekolah dasar
PERUBAHAN IKLIM PENDIDIKAN DIGITAL DAN DAMPAKNYA DI SMP KHOIRUNNAS M. Taufiqur Rohman; Andhika Fatchur Widyanto
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan iklim pendidikan digital di SMP Khoirunnas Tuban telah menjadi bagian integral dari proses pembelajaran, melalui implementasi teknologi seperti laptop, komputer, dan platform interaktif yang meningkatkan antusiasme siswa dan literasi digital mereka. Penelitian kualitatif ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengungkap dampak positif berupa pembelajaran yang lebih dinamis, fleksibel, serta pengembangan keterampilan abad-21, meskipun menghadapi hambatan seperti keterbatasan perangkat dan larangan HP akibat karakter pesantren. Hambatan tersebut justru membuka peluang model pembelajaran terstruktur dengan penjadwalan lab komputer, pengawasan ketat, dan konten offline, sehingga menciptakan lingkungan belajar inklusif dan adaptif
Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pada Generasi Milenial Nike Namira Susanti; Mislaina Panjaitan; Muhammad Fadly Manurung
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of information and communication technology has shaped the characteristics of the millennial generation to be different in the learning process, including in Islamic Religious Education (PAI). The millennial generation tends to be close to digital technology, critical and rational, and prefers interactive, visual, and collaborative learning. This condition requires adjustments in PAI learning methods to be more relevant and effective. This study aims to analyze the characteristics of the millennial generation in PAI learning, the implementation of appropriate PAI learning methods, the role of PAI teachers in applying innovative learning methods, as well as the impact of these learning methods on the attitudes and behavior of the millennial generation. The results of the study show that student-centered PAI learning methods, such as discussions, problem-based learning, project-based learning, and the use of digital technology, can increase activeness, understanding, as well as The internalization of Islamic values. Islamic Education (PAI) teachers play a strategic role as designers, facilitators, motivators, and role models in creating innovative and meaningful learning. The implementation of appropriate PAI learning methods has a positive impact on religious attitudes, social behavior, critical thinking, and the tolerance of the millennial generation. Thus, innovative, participatory, and contextual PAI learning methods become key in shaping a millennial generation that is faithful, virtuous, and capable of facing the challenges of modern life
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI METODE PEMBERIAN REWARD PADA MATERI MENGENAL SALAT JUMAT, DUHA, DAN TAHAJUD DI KELAS IV SD NEGERI 4 TAPA Iskandar Thalib; Buhari Luneto; Asriyati Nadjamuddin
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah metode pemberian reward dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi mengenal sholat jum’at, duha, dan tahajud kelas IV di SD Negeri 4 Tapa, penelitian ini menggunakan pendekatan tindakan kelas dengan menekankan siklus berulang terhadap tindakan dan refleksi. Setiap siklus penelitian terdiri dari empat langkah yaitu tahapan perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi terhadap pelaksanaan, dan refleksi untuk merencanakan siklus berikutnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pra siklus sebagian besar peserta didik belum mencapai angka ketuntasan. Dimana pendidik masih menggunakan metode konvensional seperti ceramah dalam pengajarananya yang membuat peserta didik tidak aktif dalam pembelajaran sehingga yang terjadi adalah pembelajaran satu arah dan tidak ada timbal balik. Sehingga peneliti melanjutkan pada tindakan siklus I. siklus I memberikan dampak positif terhadap hasil belajar siswa. Namun demikian, masih terdapat 5 siswa yang belum mencapai KKM, sehingga diperlukan tindak lanjut pada siklus II. Berdasarkan hasil evaluasi pembelajaran pada Siklus II, diperoleh gambaran bahwa hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Dengan persentase ketuntasan belajar yang telah mencapai indikatork yaitu ≥75%, maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran pada Siklus II telah berhasil. Dengan demikian Penerapan metode pemberian reward terbukti efektif meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Salat Jumat, Duha, dan Tahajud.