cover
Contact Name
Jefri Rieski Triyanto
Contact Email
jefririeski@unej.ac.id
Phone
+6281252414453
Journal Mail Official
jurnalhistorica@unej.ac.id
Editorial Address
Jalan Kalimantan No. 37 – Kampus Tegalboto Kotak POS 159 Jember, Jawa Timur, 68121, Indonesia
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Historica
Published by Universitas Jember
ISSN : 22524673     EISSN : 29649269     DOI : https://doi.org/10.19184/jh
Jurnal Historica is an online open-access journal that publishes articles in the field of social science, history, culture, education & Arts. It is a journal to encourage research publication to research scholars, academicians, professionals and students engaged in their respective field. The journal also provides an international forum to disseminate their knowledge. The journal scope includes : History History Education Local History and Education Historical Tourism Social Cultural History and Education
Articles 214 Documents
HISTORICAL JOURNEY OF THE SOVEREIGNTY MONUMENT AND THE OLD TOWER OF THE GREAT MOSQUE IN THE DYNAMICS OF SINGKAWANG POST-COLONIAL 1885-1993 Astrini Eka Putri; Hesti Arini; Risma Fitri Answafil; Pandu Dipa Nusantara; Nanda
JURNAL HISTORICA Vol. 9 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : History Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini didasari oleh kebutuhan untuk memahami peran penting Tugu Kedaulatan dan Menara Lama Masjid Raya Singkawang sebagai simbol sejarah dan identitas masyarakat pada periode pasca kolonial antara tahun 1885 hingga 1993. Akan tetapi, kedua bangunan tersebut masih jarang menjadi objek kajian ilmiah, terutama yang membahas hubungan keduanya dengan dinamika sosial-politik serta simbol identitas lokal pada era pasca kolonial. Inilah yang menjadi titik perhatian utama dalam penelitian ini.Tujuan utama dari studi ini adalah mengeksplorasi perjalanan sejarah kedua bangunan tersebut dalam konteks perubahan sosial, politik, dan budaya di Singkawang setelah masa penjajahan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode sejarah, yang melibatkan pengumpulan data melalui studi arsip, observasi langsung di lapangan, wawancara dengan tokoh masyarakat, serta analisis dokumen dan foto-foto lama. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Tugu Kedaulatan dan Menara Lama Masjid Raya tidak hanya berfungsi sebagai monumen fisik, tetapi juga sebagai simbol kedaulatan dan keharmonisan antar komunitas yang hidup berdampingan secara damai. Pelestarian kedua bangunan ini mencerminkan kesadaran bersama antara masyarakat dan pemerintah dalam menjaga warisan budaya sebagai bagian dari identitas lokal. Kesimpulan penelitian menegaskan pentingnya pelestarian dan pengembangan fungsi kedua bangunan untuk memperkuat nilai sejarah, sosial, dan budaya serta mendukung pembentukan rasa kebangsaan dan toleransi dalam masyarakat multikultural Singkawang. Implikasi dari penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pengambilan kebijakan pelestarian budaya dan pendidikan sejarah di tingkat lokal.
SEGO CAWUK AS A SYMBOLIC RESISTANCE OF THE OSING BANYUWANGI COMMUNITY AGAINST THE INFLUENCE OF COLONIAL CULINARY CULTURE Sahru Romadloni
JURNAL HISTORICA Vol. 9 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : History Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji sejarah Sego Cawuk sebagai simbol perlawanan budaya masyarakat Osing Banyuwangi terhadap hegemoni budaya kuliner kolonial. Latar belakang penelitian menunjukkan adanya kesenjangan kajian akademik terkait sejarah kuliner masyarakat Osing Banyuwangi, sebagian besar penelitian terdahulu lebih banyak membahas ritual budaya masyarakat Osing dan belum menyoroti sejarah kuliner lebih spesifik sebagai bentuk perlawanan simbolik terhadap budaya kuliner kolonial. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokus mendalam terhadap Sego Cawuk sebagai simbol perlawanan budaya dan pelestarian identitas lokal. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan sejarah dan filosofi Sego Cawuk, menganalisis bentuk perlawanan terhadap pengaruh budaya kuliner kolonial, serta mengkaji transformasi Sego Cawuk menjadi wisata kuliner di Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotic reading dan triangulasi sumber melalui kajian pustaka dan wawancara mendalam pada tokoh, pemuda dan masyarakat Osing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejarah Sego Cawuk diperkirakan telah ada sejak pertengahan abad ke-19 ketika penggunaan lesung padi menjadi bagian penting kehidupan agraris masyarakat Osing Banyuwangi. Sego Cawuk bukan hanya kuliner tradisional, tetapi memiliki nilai sosial dan filosofi hidup masyarakat Osing Banyuwangi dengan kesederhanaan hidup, kebersamaan dan keharmonisan dengan alam. Praktik makan dengan tangan dan lesehan menjadi simbol perlawanan terhadap budaya makan kolonial yang menekankan pengguanan peralatan makan, kemewahan dan status sosial. Selain itu, transformasi Sego Cawuk menjadi objek wisata kuliner menegaskan pentingnya pelestarian budaya lokal sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi kreatif. Rekomendasikan dalam penelitian ini perlunya dukungan kebijakan dan kolaborasi berbagai pihak untuk melangsungkan tradisi ini sebagai simbol ketahanan budaya sekaligus strategi pengembangan pariwisata berbasis budaya di masa depan.
EXPLORATION OF THE HISTORICAL AND ARCHITECTURAL VALUE OF THE LANDRAAD BUILDING AND THE VETOR BUILDING IN SINGKAWANG CITY Lisna Fatmawati; Astrini Eka Putri; Bella Sari; Ragil Pangestu; Seli Maidianti
JURNAL HISTORICA Vol. 9 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : History Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengeksplorasi nilai Sejarah dan arsitektur dari Gedung Landraad serta Gedung Vetor di Kota Singkawang yang merupakan warisan budaya kolonial dan masih bertahan hingga sekarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data sendiri meliputi observasi secara langsung terhadap kedua bangunan tersebut, wawancara dengan narasumber yakni instansi kebudayaan terkait dokumentasi visual, dan studi Pustaka terhadap sumber-sumber tertulis. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah model interaktif Miles dan Huberman yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitiannya menunjukkan bahwa Gedung Landraad dan Gedung Vetor mempunyai nilai Sejarah dan sebagai simbol kekuasaan kolonial Belanda dan memiliki peran dalam sistem pemerintahan terdahulu. Dari segi arsitektur, kedua bangunan ini memcerminkan gaya arsitektur kolonial yang disesuaikan dengan kondisi iklim tropis dan juga budaya lokal. Dengan begitu, Gedung Landraad dan Gedung Vetor mempunyai signifikansi sebagai bangunan cagar budaya yang perlu dijaga kelestariannya oleh Masyarakat dan pemerintah daerah.
VIOLENCE AGAINST CHINESE ETHNIC GROUPS IN BATAVIA BY THE VOC (VEREENIGDE OOST-INDISCHE COMPAGNIE) IN 1740 Ardi Tri Yuwono; Agus Budianto; Yatmin; Gijsbert ter Braake
JURNAL HISTORICA Vol. 9 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : History Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jhis.v9i2.53700

Abstract

The tragedy of ethnic Chinese violence in Batavia (1740), known as Chinezenmoord in Dutch historiography, was one of the darkest events in the colonial history of the Dutch East Indies, in which thousands of ethnic Chinese in Batavia were massacred by VOC forces involving indigenous groups. This event not only reflects physical violence, but also the result of the VOC's discriminatory policies that create structural injustice. This research focuses on analysing the dynamics of the tragedy of the 1740 Chinese ethnic massacre in Batavia through the lens of structural violence theory and reconstructing the event using a multi-perspective approach that integrates European, Chinese, and Javanese historical sources. The research method used is a historical method with four stages, namely heuristic, source criticism, interpretation, and historiography, by utilizing historical sources, such as the VOC archive, the Kong Koan Chronicle, and the Babad Tanah Jawi. The results of the study showed that VOC policies such as residential pas, forced deportation, and economic exploitation triggered an escalation of violence, resulting in the mass murder of 10,000 ethnic Chinese. The social impact included the forced relocation of the Chinese community to Glodok and their flight to Central Java, while the political impact was in the form of a change in leadership of the Governor General of the East Indies. From an economic perspective, this tragedy caused a drastic decline in sugar production in Java.
A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW OF THE IMPLEMENTATION OF THE SCHOOL LITERACY MOVEMENT (SLM) IN HISTORY LEARNING IN SENIOR HIGH SCHOOLS BASED ON THE PRISMA MODEL Pratomo Yugo; Indah Wahyu Puji Utami; Ronal Ridhoi
JURNAL HISTORICA Vol. 9 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : History Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jhis.v9i2.53701

Abstract

As part of the implementation of the Minister of Education and Culture Regulation Number 23 of 2015 concerning Character Development, a program known as the school literacy movement (SLM) was designed. This research focuses on the application of the SLM to History subjects in senior high school. The primary purpose of this research is to comprehensively map, synthesize, and critically evaluate the existing body of scholarly literature on the implementation of the SLM within history learning in senior high schools. It aims to provide a state-of-the-art overview of what is known, what is effective, and what remains unknown or challenging. This research method uses a literature study method using the PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis) model. This model comprises three stages such as article identification, filtering, and analysis. An analysis of the data used includes the findings, methodologies, and characteristics of the articles that passed the PRISMA model screening process. This analysis covers the nature, scope, and content of the studies that form the evidence base for the review. The results of the research show that the school literacy movement, based on analysis of the findings of the articles that have been collected, can have the potential to improve reading skills and understanding of history among students.
MATJAN KETAWA KE TAPAL KUDA: KORPS BARISAN TJAKRA MADOERA DALAM REVOLUSI DI JAWA TIMUR (1947-1950) Petrik Matanasi
JURNAL HISTORICA Vol. 9 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : History Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jhis.v9i2.53702

Abstract

Penelitian ini mengkaji keberadaan dan peran Korps Barisan Tjakra Madoera sebagai pasukan lokal yang beroperasi di wilayah Tapal Kuda Jawa Timur pada masa Revolusi Indonesia (1947–1950). Korps ini merupakan kelanjutan dari Korps Barisan Madoera bentukan pemerintah kolonial Hindia Belanda dan kembali diaktifkan oleh pihak Belanda setelah pendudukan Jepang berakhir. Dengan menggunakan metode sejarah, penelitian ini menelusuri proses pembentukan, struktur organisasi, aktivitas militer, dan transformasi politik korps tersebut dalam konteks perubahan sosial dan militer di Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Korps Barisan Tjakra Madoera berperan signifikan dalam mendukung kekuatan Belanda, terutama di kawasan Tapal Kuda yang didominasi oleh penutur bahasa Madura. Selain menjalankan fungsi militer, korps ini juga menjadi instrumen politik Belanda dalam membentuk Negara Madura dan Negara Jawa Timur selama periode federal. Namun, setelah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia tahun 1950, sebagian besar anggota Tjakra memilih bergabung dengan TNI, menandai integrasi sosial-militer baru bagi masyarakat Madura pasca revolusi. Penelitian ini menegaskan pentingnya melihat dimensi lokal dalam sejarah revolusi Indonesia serta kompleksitas loyalitas politik masyarakat daerah pada masa transisi kolonial ke kemerdekaan.
ANALISIS PEMAHAMAN SISWA TERHADAP MATERI PERISTIWA SEJARAH PENDUDUKAN JEPANG PADA KELAS XII IPS SMAN 1 KENOHAN Tri Ahmad Barokah; Norhidayat
JURNAL HISTORICA Vol. 9 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : History Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jhis.v9i2.53703

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Proses Pembelajaran Sejarah di SMA Negeri 1 Kenohan, serta. Pemahaman siswa Terhadap Materi Peristiwa Sejarah Pendudukan Jepang pada Siswa Kelas XII IPS SMA negeri 1 Kenohan. Fokus permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana proses pembelajaran sejarah dalam kurikulum merdeka di Sma Negeri 1 Kenohan dalam kurikulum merdeka dan bagaimana tingkat pemahaman siswa terhadap materi pendudukan Jepang serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk memahami proses pembelajaran secara mendalam. Teknik pengumpulan data meliputi observasi langsung, wawancara dengan narasumber, tes, serta dokumentasi sebagai data pendukung. Penelitian ini meliputi analisis perangkat pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan diikuti dengan tes, evaluasi, dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Kenohan telah terlaksana sesuai dengan Kurikulum Merdeka yang telah dilaksanakan secara penuh sejak tahun 2024. Meskipun para guru berlatar belakang nonsejarah, namun terdapat komitmen yang kuat dalam menyiapkan pembelajaran melalui penyusunan modul terbuka dan pendalaman materi dari berbagai sumber. Metode ceramah masih mendominasi, namun telah dilakukan variasi melalui pemanfaatan media digital dan permainan edukatif. Peserta didik menunjukkan minat terhadap materi sejarah lokal, namun motivasi belajar cenderung menurun apabila pembelajaran dilaksanakan pada siang hari. Hasil tes objektif pada 21 peserta didik kelas XII IPS menunjukkan sebagian besar peserta didik berada pada tingkat pemahaman yang rendah terhadap materi pendudukan Jepang. Mayoritas peserta didik memperoleh nilai di bawah 60 yang mencerminkan belum optimalnya pencapaian tujuan pembelajaran sejarah
PENGARUH MEDIA THINGLINK GREBEG PANCASILA BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING TERHADAP PROFIL PELAJAR PANCASILA PADA PEMBELAJARAN SEJARAH Abriyanti Nazwa Sabila; Rully Putri Nirmala Puji; Triyanto, Jefri Rieski; Guruh Prasetyo; Ahmad Arif Budiman Nasution; Bambang Soepeno; Muhammad Agung Pramono Putro
JURNAL HISTORICA Vol. 9 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : History Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jhis.v9i2.53704

Abstract

Profil Pelajar Pancasila merupakan perwujudan tujuan pendidikan nasional Indonesia yang mempunyai peran penting untuk membentuk karakter serta kompetensi peserta didik. Profil Pelajar Pancasila diharapkan, siswa dapat berkontribusi dalam pembangunan global yang berkelanjutan dan memiliki ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan Profil Pelajar Pancasila dengan menerapkan pembelajaran sejarah menggunakan media thinglink Grebeg Pancasila berbasis Conteactual Teaching and Learning pada peserta didik kelas XI di MA Negeri 2 Blitar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimen dengan subjek penelitian ini adalah 75 peserta didik dari kelas XI E dan XI F. Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk mengukur variabel dalam penelitian ini tediri dari kuesioner dan pedoman wawancara. Data kuesioner yang telah terkumpul akan dilakukan analisis data dengan menggunakan uji one way ANCOVA, kemudian data hasil wawancara akan dianalisis menggunakan NVivo. Hasil penelitian menunjukkan nilai Sig adalah 0.000 yang artinya jauh lebih kecil dari 0.05 maka dapat disimpulkan, terdapat perbedaan profil pelajar pancasila peserta didik setelah menggunakan media thinglink grebeg pancasila berbasis contextual teaching learning, dengan nilai partial eta squared adalah 0.864 yang termasuk dalam kategori large effect atau mempunya efek besar, jika dipresentasikan menjadi 86%, artinya penerapan media thinglink grebeg pancasila berbasis contextual teaching and learning memberikan efektivitas sebesar 86% terhadap profil pelajar pancasila dan sisanya 14% dipengaruhi oleh faktor lain. Hal tersebut menunjukkan bahwa penggunaan media thinglink Grebeg Pancasila berbasis Conteactual Teaching and Learning memberikan efektivitas yang besar terhadap peningkatan profil pelajar pancasila.
PENERAPAN TEKNIK PEMBELAJARAN BRAINSTORMING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH DI KELAS XI SMAN 2 LONG IKIS Raden Riski Maulana Al Kurni; Norhidayat
JURNAL HISTORICA Vol. 9 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : History Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jhis.v9i2.53705

Abstract

Hasil belajar sejarah pada tingkat SMA masih menunjukkan variasi capaian yang dipengaruhi oleh strategi pembelajaran yang digunakan, sehingga diperlukan pendekatan inovatif yang mampu meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan teknik pembelajaran brainstorming terhadap hasil belajar sejarah siswa kelas XI SMAN 2 Long Ikis, dengan fokus membandingkan perbedaan capaian antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen tipe nonequivalent control group design. Sampel penelitian berjumlah 56 siswa yang terbagi menjadi dua kelas, masing-masing 28 siswa pada kelompok eksperimen dan kontrol, yang dipilih dengan teknik purposive sampling.Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar (pretest–posttest) dan angket persepsi siswa menggunakan instrumen yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar (pretest dan posttest) serta angket persepsi siswa, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, paired sample t-test, dan independent sample t-test dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kelompok eksperimen, dengan rata-rata skor meningkat dari 52,85 menjadi 76,96, sedangkan kelompok kontrol hanya meningkat dari 53,39 menjadi 66,79; perbedaan ini signifikan secara statistik (p < 0,001). Selain itu, sebagian besar siswa memberikan respons positif terhadap penerapan brainstorming. Temuan penelitian menegaskan efektivitas teknik brainstorming dalam meningkatkan hasil belajar sejarah sekaligus memperkuat pengembangan teori pembelajaran aktif berlandaskan konstruktivisme. Hasilnya juga memberikan implikasi praktis bagi guru untuk merancang pembelajaran yang lebih partisipatif dan kontekstual di kelas, serta memberikan implikasi praktis bagi guru dalam merancang pembelajaran yang lebih partisipatif dan kontekstual.
PENGEMBANGAN MEDIA VIRTUAL TOUR BERBANTUAN STUDIO PANOEE SERTA EFEKTIVITASNYA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SEJARAH Cindy Kurnia Fatihah; Nurul Umamah; Anis Syatul Hilmiah; Fachri Zulfikar; Fernanda Prasky Hartono; Pasang Budy All Shodiq
JURNAL HISTORICA Vol. 9 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : History Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jhis.v9i2.53706

Abstract

Penelitian ini berfokus pada permasalahan terkait rendahnya hasil belajar dalam Pembelajaran Sejarah karena media yang kurang memadai dan tidak sesuai dengan karakteristik peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan media Virtual Tour berbantuan Studio Panoee, serta mengukur peningkatan hasil belajar peserta didik. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah (R&D) atau penelitian dan pengembangan yang terdiri dari 5 langkah, yaitu ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate). Proses penelitian ini melibatkan peserta didik MAN 1 Jember kelas X Keterampilan 2 sebagai kelas eksperimen dan X Keterampilan 3 sebagai kelas kontrol. Media dalam penelitian ini juga di validasi melalui tiga ahli yaitu ahli materi, ahli bahasa, dan ahli media. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, kuisioner atau angket, tes dan dokumentasi. Data kualitatif hasil observasi dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui karakteristik peserta didik dan pembelajaran yang diterapkan oleh pendidik di dalam kelas. Sedangkan data kuantitatif hasil angket dan tes dianalisis menggunakan SPSS versi 24 for windows. Hasil uji lapangan menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kelas eksperimen dibandingkan dengan kelas kontrol. Rata-rata skor pre-test kelas eksperimen sebesar 61,32, dan skor post-test meningkat menjadi 87,05. Uji efektivitas media menghasilkan skor 0,908 yang masuk dalam kategori large effect atau berpengaruh signifikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media Candi Deres Virtual Tour terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran sejarah.