cover
Contact Name
Jefri Rieski Triyanto
Contact Email
jefririeski@unej.ac.id
Phone
+6281252414453
Journal Mail Official
jurnalhistorica@unej.ac.id
Editorial Address
Jalan Kalimantan No. 37 – Kampus Tegalboto Kotak POS 159 Jember, Jawa Timur, 68121, Indonesia
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Historica
Published by Universitas Jember
ISSN : 22524673     EISSN : 29649269     DOI : https://doi.org/10.19184/jh
Jurnal Historica is an online open-access journal that publishes articles in the field of social science, history, culture, education & Arts. It is a journal to encourage research publication to research scholars, academicians, professionals and students engaged in their respective field. The journal also provides an international forum to disseminate their knowledge. The journal scope includes : History History Education Local History and Education Historical Tourism Social Cultural History and Education
Articles 214 Documents
The Use of Stripe Movie With Scientific Aproach to Increasing Activity and History Learning Result to Student Class XII IPS 2 SMAN 3 Jember, Academic Year 2016/2017 Oktaviana, Eka; Sumardi, Sumardi; Sumarno, Sumarno
JURNAL HISTORICA Vol. 1 No. 2 (2017): Desember 2017
Publisher : History Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Learning history is expected to motivate the students to build their own historical story (to visualize historical events of history) by themselves based on existing facts. The learning process is also expected could push the students in finding new knowledge through their own consideration which supported by the appropriate learning strategy until the students could actively participate in learning history. The goal of this research is to analyze the activity and the result of learning history by applied learning media of stripe movie supported by a scientific approach to the students of class XII IPS 2 in SMAN 3 Jember academic year 2016/2017. The subject of this research is 29 students of class XII IPS 2 in SMAN 3 Jember. The result of this research shows that in every step, the activity and the result of study increase. From five indicators the increasing of the 1st cycle to the 2nd cycle is 6,08%, the increasing of the 2nd cycle to the 3rd cycle is 5,73%. The score of 1st cycle activity classically is 59,84%, the 2nd cycle is 63,10%, and the 3rd cycle is 66,72%. Meanwhile, the increasing of the result of the study the 1st cycle to the 2nd cycle is 2,39%, and the 2nd cycle to the 3rd cycle is 3,59%. Classically, the score of the result of a study in the is 1st cycle 74,89%, the 2nd cycle is 76,68%, and the 3rd cycle is 79,44%. The conclusion of this research is the using of the learning media stripe movie that is supported by the scientific approach could increase the activity and the result of learning history to the students of class XII IPS 2 in SMAN 3 Jember academic year 2016/2017. Keywords: the learning media stripe movie, activity, the result of study
The Intelectual's Constribution In The National Movement Of In Indonesian 1908-1928 Imsawati, Dwi Nur; Handayani, Sri; Sumardi, Sumardi
JURNAL HISTORICA Vol. 1 No. 2 (2017): Desember 2017
Publisher : History Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Intellectual is Indonesian youths who are educated and fight for his nation. Intelectual’s brought a new way struggle of Indonesian nation which no longer rely on physical but on ability and intellectual. Emerging of national movement pioneered by intellectual who have got Dutch colonial government's education. The problems in this research are the factors behind the emerging of the intellectual and the contribution of the learned classes in the national movement of Indonesia. This research aims to describe about the role of intellectual in the national movement of Indonesia on 1908-1928. This research method uses historical research method, which consists of four steps: heuristics, criticism, interpretation and historiography. The benefits of this research to increase knowledge and can be used as a reference for the next research. The conclusion that can be drawn from this research is the first factor that is the background of intellectual emerging is the implementation of ethical politics policy and the implementation of Dutch colonial education in Indonesia. The Dutch government provides opportunities for the people of Indonesia to obtain an education. Second, intellectual's contribution in the national movement of Indonesia which include education sector, economic sector, social sector and emerging of national awareness for nation and state. Keywords: Contribution, Intelectual, National Movement
REVITALIZING HISTORY LEARNING THROUGH A HISTORICAL LITERACY APPROACH AT THE GARUDA SRIWIJAYA SUBKOSS MUSEUM Agus Susilo; Yeni Asmara
JURNAL HISTORICA Vol. 9 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : History Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran sejarah di sekolah seringkali masih bersifat tekstual dan kurang memberikan pengalaman langsung, sehingga mengakibatkan rendahnya minat dan pemahaman siswa terhadap sejarah. Dalam konteks ini, museum sebagai sarana pembelajaran nonformal dapat berperan strategis dalam mendukung proses pendidikan sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk merevitalisasi pembelajaran sejarah melalui pendekatan literasi sejarah dengan memanfaatkan Museum Subkoss Garuda Sriwijaya sebagai sumber belajar yang kontekstual dan otentik. Pendekatan literasi sejarah menekankan pada kemampuan siswa dalam memahami, menganalisis, dan merefleksikan peristiwa sejarah berdasarkan bukti-bukti nyata, seperti artefak, dokumen, dan narasi yang tersaji di museum. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif-deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi pembelajaran sejarah di museum dengan pendekatan literasi sejarah mampu meningkatkan antusiasme dan partisipasi aktif siswa. Mereka tidak hanya sebagai penerima informasi, tetapi juga aktif dalam membangun pemahaman sejarah melalui analisis kritis terhadap sumber-sumber sejarah. Museum Subkoss Garuda Sriwijaya, sebagai situs sejarah perjuangan militer di Sumatera Selatan, memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mengaitkan materi pembelajaran dengan konteks lokal, memperkuat identitas nasional, dan menumbuhkan rasa nasionalisme. Revitalisasi ini juga mendorong para guru untuk mengembangkan model pembelajaran yang kolaboratif dan interaktif berbasis lingkungan sejarah. Dengan demikian, pendekatan ini tidak hanya membuat sejarah menjadi lebih bermakna dan hidup, tetapi jugamengembangkan kemampuan berpikir kritis dan literasi sejarah siswa secara keseluruhan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kerja sama antara institusi pendidikan dan pengelola museum untuk menciptakan ekosistem pembelajaran sejarah yang lebih inovatif, relevan, dan menyentuh pengalaman langsung peserta didik.
STRENGTHENING HISTORICAL LITERACY THROUGH AUTHENTIC ASSESSMENT IN HISTORY LEARNING IN THE CITY OF BANJARMASIN Fitri Mardiani; Melisa Prawitasari; Sriwati; Dewicca F. Nadilla
JURNAL HISTORICA Vol. 9 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : History Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Literasi sejarah, salah satu jalur yang dapat diambil untuk memberikan pembelajaran sejarah yang kontekstual dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penguatan literasi sejarah melalui penerapan penilaian autentik dalam pembelajaran sejarah di SMAN 5 Kota Banjarmasin. Jenis penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjeknya adalah guru sejarah dan siswa kelas X. Untuk analisis data, teknik berdasarkan Miles dan Huberman: pengumpulan data, reduksi data, presentasi data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasilnya adalah bahwa pembelajaran sejarah dengan penilaian autentik dapat menjembatani siswa menjadi melek sejarah. Guru menekankan pentingnya memberikan penilaian berbasis proses yang autentik (penilaian formatif) dengan berbagai aspek, seperti kognitif, afektif, dan psikomotor. Dalam penerapannya, hal ini dapat mengakomodasi keterampilan berpikir sejarah tingkat tinggi. Adanya penilaian autentik dengan menghadirkan strategi untuk memperkuat literasi sejarah menciptakan pembelajaran yang bermakna bagi siswa di SMAN 5 Banjarmasin.
THE REPRESENTATION OF KEJAWEN VALUES IN THE SPATIAL ARRANGEMENT OF THE ALUN-ALUN: A COMPARATIVE STUDY OF THE ALUN-ALUN IN NGANJUK AND BLITAR Nara Setya Wiratama; Bagus Amirul Mukmin; Yunita Dwi Pristiani
JURNAL HISTORICA Vol. 9 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : History Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alun-alun kota dalam tata ruang tradisional Jawa merepresentasikan nilai-nilai Kejawen, seperti keseimbangan kosmis, harmoni sosial, dan hubungan spiritual. Penelitian ini bertujuan menganalisis serta membandingkan representasi nilai-nilai Kejawen dalam tata ruang Alun-Alun Nganjuk dan Blitar. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi komparatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Proses analisis data dimulai dengan pengelompokan data, kemudian dilakukan perbandingan antara kedua alun-alun. Hasil analisis ini diinterpretasikan untuk memahami nilai-nilai Kejawen tetap terjaga atau mengalami perubahan. Analisis menggunakan pendekatan triangulasi untuk memastikan validitas dan reliabilitas temuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Alun-Alun Blitar masih mempertahankan elemen tradisional seperti tanah lapang, pohon beringin, dan hubungan spasial sakral. Sementara itu, Alun-Alun Nganjuk telah dimodernisasi sebagai taman kota, namun simbolisme Kejawen tetap terjaga melalui kedekatannya dengan Kantor Bupati, masjid, pusat pemerintahan, sekolah, lembaga pemasyarakatan, dan pusat perbelanjaan. Simpulan menunjukkan bahwa meskipun terjadi transformasi ruang akibat modernisasi, nilai-nilai Kejawen tetap terwakili dalam tata ruang kedua alun-alun.
FEATURES OF THE HISTORICAL ANALYSIS OF THE DEVELOPMENT OF SOCIETY Vaulin Vladimir Ivanovich
JURNAL HISTORICA Vol. 9 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : History Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of the study is to systematize the methodology of historical knowledge of the development of society. In the course of the research, the diachronic method and method of generalizations of the historical stages of the formation of the methodology of historical cognition were used. A special chronological method for the development of methodology stages. Historical-systematic method of systematization of methodological approaches to the study of history, the function of historical knowledge, methods of historical cognition. The method of content analysis of historiography sources. The study used universal methods of analyzing and summarizing the opinions of scientists during the discussion of the problem of the mythology of the Tarar-Mongol yoke in Russia. The article analyzes methodological approaches to the study of the history of science. Their formation is considered in the historical chronology. The stages of methodology formation with the main ideas of their founders are considered. The article highlights the basic principles and functions of historical knowledge. Methods of historical cognition are systematized. The main sources of historical knowledge formation are revealed. It is argued that scientific historical knowledge has the properties of objectivity, systematization, verification, concreteness of knowledge of the historical process of development of society or their totality. It is concluded that historical science creates prerequisites for predicting the development options of a particular society, the formation of a positive social consciousness, the management of the development process of society and its individual spheres. The systematization of the methodology of history allows us to consider the formation of the theoretical basis of scientific knowledge of history. It is advisable to exclude the mythologization of historical events and personalities in history in the context of a negative interpretation.
THE STRUGGLE AND ROLE OF DEWI SARTIKA IN REALIZING WOMEN'S EDUCATION IN INDONESIA: HER CHALLENGES AND SUCCESSES Yoga Mulanda
JURNAL HISTORICA Vol. 9 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : History Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perempuan dalam sejarah Indonesia sering kali kurang mendapatkan sorotan dalam narasi sejarah, terutama dalam perjuangan pendidikan. Raden Dewi Sartika merupakan salah satu pelopor pendidikan perempuan yang berperan penting dalam memperjuangkan hak pendidikan bagi kaum perempuan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Dewi Sartika dalam menghadapi tantangan ketidaksetaraan gender dan bagaimana usahanya dalam mendirikan sekolah bagi perempuan di masa pergerakan nasional. Melalui metode penelitian sejarah dengan studi literatur, ditemukan bahwa perjuangan Dewi Sartika menghadapi berbagai hambatan, termasuk budaya patriarki yang kuat serta kurangnya dukungan masyarakat dan pemerintah kolonial. Meskipun demikian, kegigihannya berhasil mengubah pandangan masyarakat terhadap pendidikan perempuan, yang akhirnya membuka akses lebih luas bagi perempuan untuk mendapatkan pendidikan. Dampak dari perjuangannya tidak hanya meningkatkan literasi perempuan, tetapi juga mengubah struktur sosial dan peran perempuan dalam masyarakat.
THE EFFECT OF BLENDED LEARNING USING GOOGLE CLASSROOM ON STUDENT’S LEARNING ACHIEVEMENT IN HISTORY SUBJECTS Unik Pajarwati; Nurul Umamah; Sumardi; Anis Syatul Hilmiah; Fachri Zulfikar; Fernanda Prasky Hartono
JURNAL HISTORICA Vol. 9 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : History Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memverifikasi penggunaan model Blended Learning menggunakan Google Classroom terhadap hasil belajar mata Pelajaran Sejarah di SMAN 1 Muncar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian quasi exsperimental pretest posttest nonequivalent control group design. Analisis data menggunakan uji ANCOVA berbantuan softwere SPSS 25 for windows. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan model Blended learning ini secara signifikan meningkatkan hasil belajar peserta didik (sig 0,000 dan 0,001). Besaran pengaruh model pembelajaran terhadap hasil belajar menunjukkan nilai sebesar 0,078 artinya pengaruh pembelajaran terhadap hasil belajar termasuk dalam kategori sedang. Nilai rata-rata kelas control yang diterapkan model cooperative learning adalah 80,315. Sedangkan kelas eksperimen menggunakan model blended learning memiliki rata-rata 89,710. Maka dapat disimpulkan bahwa model blended learning mrnggunakan google classroom lebih berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar peserta didik mata Pelajaran Sejarah.
THE INFLUENCE OF THE SOCRATIC METHOD OF SEMINARS ON STUDENTS' CRITICAL THINKING SKILLS ON HISTORY SUBJECTS Dwitiya Raafi’u Rosyidah; Rully Putri Nirmala Puji; Jefri Rieski Triyanto; Ahmad Arif Budiman Nasution; Guruh Prasetyo; Bambang Soepeno; Deakin Purna Putra
JURNAL HISTORICA Vol. 9 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : History Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan utama dalam dunia pendidikan terdapat pada proses belajar mengajar yang kurang efektif, sehingga kemampuan berpikir kritis siswa masih rendah atau belum optimal. Penggunaan metode pembelajaran Socrates Seminars diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir. tujuan penelitian dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh metode socratic seminars terhadap kemampuan berfikir kritis peserta didik pada mata pelajaran sejarah. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang dilakukan di SMA Negeri 5 Jember dengan pengumpulan data menggunakan instrumen tes. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji prasyarat, dan uji ancova. Berdasarkan data yang diperoleh diketahui bahwa rata-rata kelas eksperimen memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata kelas kontrol. Kesimpulan yang didapat bahwa penggunaan metode pembelajaran socratic seminar dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik selama proses pembelajaran sejarah berlangsung.
INTENSIFICATION OF PEOPLE’S SUGARCANE PROGRAM IN JEMBER REGENCY 1975-1998 Novelia Putri Ika Ifana; Akhmad Ryan Pratama; Robit Nurul Jamil; Mohamad Na'im; Gusti Ngurah Ary Kesuma Puja; Kayan Swastika
JURNAL HISTORICA Vol. 9 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : History Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Intensifikasi Tebu Rakyat (TRI) adalah kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Orde Baru melalui Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 1975 yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani tebu. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pelaksanaan Program Intensifikasi Tebu Rakyat (TRI) di Kabupaten Jember pada tahun 1975-1998. Metode penelitian ini menggunakan metode sejarah, dengan teknik pengumpulan sumber melalui studi literatur dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Jember memenuhi kriteria untuk menjadi daerah sasaran TRI karena memiliki kondisi geografis dan sosial yang sesuai. Pelaksanaan program TRI di Kabupaten Jember sesuai dengan Keputusan Menteri Pertanian/Ketua Badan Pengawas Bimas No. 011/SK/MENTAN/BPB/3/1976. Dampak dari program TRI ada pada sektor sosial seperti peningkatan solidaritas petani, dan dampak pada sektor ekonomi seperti peningkatan pendapatan petani dan jumlah produksi tebu di seluruh wilayah Jember.