cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
m.asyari@litpam.com
Phone
+6281805273578
Journal Mail Official
sasambojurnal@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
ISSN : -     EISSN : 2686519X     DOI : 10.36312/sasambo
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) is a scientific multidisciplinary journal published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM) that publish 4 issues per year in February, May, August, and November. This journal accepts and publishes scientific articles that are original and focused on community service. Manuscripts are written using an academic approach or scientific method by presenting data on the impact of community service activities that have been carried out. The theme written must have an impact or can be generalized to local, regional or national populations such as various potentials, obstacles, challenges, and problems that exist in society, as a form of contribution to empowerment and sustainable development in the social and humanities, science and technology fields.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 27 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2024): Mei" : 27 Documents clear
Sosialisasi dan Simulasi Mitigasi Bencana Perubahan Iklim terhadap Sektor Kelautan kepada Mahasiswa Ilmu Kelautan Universitas Tanjungpura Shifa Helena; Sukal Minsas; Bambang Kurn; Syarif Irwan Nurdiansyah
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i2.1583

Abstract

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mensosialisasikan dan melatih mahasiswa Ilmu Kelautan Universitas Tanjungpura dalam mitigasi bencana perubahan iklim di sektor kelautan. Kegiatan ini melibatkan 50 mahasiswa sebagai mitra yang berasal dari berbagai angkatan di program studi Ilmu Kelautan. Metode pelaksanaan mencakup ceramah, simulasi, dan diskusi interaktif, yang dirancang untuk memberikan pemahaman dan keterampilan praktis dalam menghadapi dampak perubahan iklim seperti peningkatan suhu laut, perubahan salinitas, dan kenaikan permukaan air laut. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan kesiapan mahasiswa, yang dievaluasi melalui pertanyaan acak di awal dan akhir kegiatan. Rekomendasi dari kegiatan ini adalah peningkatan dukungan institusi dalam penyediaan sumber daya dan teknologi untuk simulasi, serta pengembangan program pendidikan berkelanjutan yang fokus pada mitigasi bencana perubahan iklim. Socialization and Simulation of Climate Change Disaster Mitigation in the Marine Sector to Tanjungpura University Marine Science Students The aim of this activity is to socialize and train Tanjungpura University Marine Science students in mitigating climate change disasters in the marine sector. This activity involved 50 students as partners from various classes in the Marine Science study program. Implementation methods include lectures, simulations and interactive discussions, designed to provide understanding and practical skills in dealing with the impacts of climate change such as increasing sea temperatures, changes in salinity and rising sea levels. The results of the activity showed a significant increase in student understanding and readiness, which was evaluated through random questions at the beginning and end of the activity. Recommendations from this activity are increasing institutional support in providing resources and technology for simulation, as well as developing sustainable education programs that focus on climate change disaster mitigation.
Development and Promotion of the Agro -Tourism Park in Bangun Harja Village Through Social Media Nanik Lestariningsih; M. Adzi Pratama Syahputra; Tinus Tinus; Ely Raswati Rezeki; Rahmi Yanti; Ardiansyah Ardiansyah; Kharisma Kharisma; Siti Dila Nuratih; Syairazi Syairazi; Risky Amalia; Lisa Solihatun Sumantri
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i2.1698

Abstract

Bangun Harja Village in East Seruyan Hilir District, Seruyan Regency, Central Kalimantan Province, possesses significant natural potential for development into a tourism destination, particularly as an agrotourism park. Despite its substantial potential, the Bangun Harja Agrotourism Park has not attracted substantial attention from tourists due to inadequate infrastructure, limited human resources, lack of innovation and creativity among managers, and absence of promotion through social media. This community service program aims to increase the popularity and number of visits to the Bangun Harja Agrotourism Park by utilizing social media platforms as the main promotional tool. The program involves students from IAIN Palangka Raya, village officials, and community leaders, and employs the ABCD (Asset-Based Community Development) method to leverage the village’s assets effectively. The key activities include creating and promoting attractive spots within the park, enhancing infrastructure, and conducting social media marketing campaigns. The expected outcomes include increased social media followers, interactions, tourist visits, and local economic benefits. This initiative aims to create a sustainable and thriving agrotourism destination that benefits the local community both economically and socially
Pemberdayaan Santriwati Pondok Pesantren Qamarul Huda untuk Meningkatkan Peran dan Kontribusi Remaja dalam Pencegahan Stunting Lalu Hersika Asmawariza; Sulwiyatul Kamariyah Sani; Lalu Sulaiman
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i2.1715

Abstract

Abstrak Salah satu faktor penyebab terjadinya stunting adalah kondisi ibu pada saat remaja. Pondok pesantren sebagai salah satu institusi formal bagi para remaja putri dapat menjadi media penyebaran informasi guna mengatasi pemasalahan tersebut. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk melakukan pemberdayaan kepada santriwati sehingga diharapkan santriwati yang telah mendapatkan pemberdayaan dapat menjadi agen perubahan (agent of change) khususnya bagi rekan sebayanya. Adanya pertukaran informasi antar rekan sebaya akan mempermudah informasi tersebut untuk diterima, difahami dan diyakini dalam mempercepat proses perubahan perilaku. Sehingga harapannya semakin luas informasi yang tersebar ke masyarakat akan meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya dalam peningkatan kesehatan keluarga. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan yang dilakukan kepada 25 orang santriwati di Pondok Pesantren Qamarul Huda. Dari hasil kegiatan pengabdian ini diperoleh bahwa terjadi peningkatan pengetahuan remaja tentang  stunting, kesehatan dan gizi remaja, perencanaan keluarga, peran remaja dalam pencegahan stunting, kesehatan reproduksi dan pernikahan dini serta teknik komunikasi dan konseling sebesar  26,80 atau 53,54%. Langkah berikutnya diperlukan sebuah wadah dalam bentuk komunitas untuk menyebarluaskan informasi terkait stunting kepada sesama santriwati dan masyarakat luas. Empowering Female Students at Qamarul Huda Islamic Boarding School to Increase the Role and Contribution of Teenagers in Preventing Stunting One of the factors of stunting is mother’s condition when she was a teenager. Islamic boarding schools as a formal institution for young women can be a medium for disseminating information to overcome these problems. The aim of this service is to empower female students so that it is hoped that female students who have received empowerment can become agents of change, especially for their peers. The exchange of information between peers will make it easier for this information to be received, understood and believed in, accelerating the process of behavior change. So it is hoped that the wider the information that is spread to the public will increase public awareness, especially in improving family health. The method used in this activity was counseling carried out to 25 female students at the Qamarul Huda Islamic Boarding School. From the results of this service activity, it was found that there was an increase in teenagers' knowledge about stunting, teenage health and nutrition, family planning, the role of teenagers in preventing stunting, reproductive health and early marriage as well as communication and counseling techniques by 26.80 or 53.54%. The next step requires a forum in the form of a community to disseminate information related to stunting to fellow female students and the wider community.
Penyusunan Rencana Pembelajaran Model Pembelajaran Berbasis Proyek Bagi Pembimbing di SB Muhammadiyah Kepong Kuala Lumpur Malaysia Wiwi Wikanta; Yuni Gayatri; Peni Suharti; Lina Listiana; Asy'ari asy'ari
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i2.1731

Abstract

Sanggara Bimbingan (SB) Muhammadiyah Kepong Kuala Lumpur Malaysia yang didirikan sejak 2022 oleh Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Malaysia (PCIM), sampai saat ini masih menghadapi berbagai masalah dalam pemberikan layanan pendidikan kepada warga migran Indiensia. Guru pengajar atau tenaga pendidik atau pembimbing di sanggar masih kurang. Kurangnya tenaga pendidik pada lembaga-lembaga pendidikan Indonesia yang ada di Malaysia, berpengaruh terhadap kualitas pendidikannya. Bukan hanya jumlah tenaga pendidik atau pembimbing di sanggar yang masih kurang, tetapi permasalahan metode pembelajaran yang digunakan guru atau tenaga pendidik di SB juga belum sesuai dengan berkembangan tantangan jaman sekarang dan masa yang akan datang. Pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan wawasan pemahaman dan keterampilan pedagogik kepada tenaga pendidik melalui pendidikan dan pelatihan penyusunan RPP Model Pembelajaran Berbasis Projek.  Sasaran pengabdian kepada masyarakat ini adalah tenaga pendidik SB Muhammadiyah Kepong Kuala Lumpur Malaysia sebanyak 11 orang guru atau pendamping. Metode pengabdian yang digunakan adalah pendidikan dan latihan atau workshop. Setelah dilakukan pengabdian selama 1 bulan, peserta (guru/pembimbing) SB Kepong memberi respon, yaitu: 1) Sebanyak 60% menyatakan pengabdian kepada masyarakat sangat bermanfaat, 2) Menurut 80% guru/pembimbing materi yang disampaikan sudah sesui, (3) metode penyampaian  menurut 40% guru/pembimbing sangat sesuai, dan (4) Sebanyak 60% guru/pembimbing setuju jika pengabdian diadakan lagi dengan masalah yang lain. Kesimpulan dari hasil pengabdian kepada masyarakat Internasional di SB Kepong Kuala Lumpur Malaysia sangat bermanfaat dan perlu dilakukan kembali di masa yang akan datang. Development Of Project-Based Learning Model Lesson Plans For Supervisors at SB Muhammadiyah Kepong Kuala Lumpur Malaysia Sanggara Guidance (SB) Muhammadiyah Kepong Kuala Lumpur Malaysia, which was founded in 2022 by the Leadership of the Special Branch of Muhammadiyah Malaysia (PCIM), is still facing various problems in providing educational services to Indonesian migrant citizens. There are still not enough teachers or teaching staff or supervisors in the studio. The lack of teaching staff at Indonesian educational institutions in Malaysia has an impact on the quality of education. Not only is the number of teaching staff or supervisors in studios still lacking, but the problem is that the learning methods used by teachers or teaching staff in SB are also not in line with the development of current and future challenges. This community service aims to provide insight into understanding and pedagogical skills to teaching staff through education and training in preparing RPP Project-Based Learning Models. The target of this community service is SB Muhammadiyah Kepong Kuala Lumpur Malaysia's teaching staff, totaling 11 teachers or assistants. The service methods used are education and training or workshops. After serving for 1 month, SB Kepong participants (teachers/supervisors) responded, namely: 1) As many as 60% stated that community service was very useful, 2) According to 80% of teachers/supervisors the material presented was appropriate, (3) method According to 40% of teachers/supervisors, the delivery was very appropriate, and (4) 60% of teachers/supervisors agreed if the service was held again with other problems. The conclusion from the results of service to the international community at SB Kepong Kuala Lumpur Malaysia is very useful and needs to be done again in the future
Membangun Perilaku Masyarakat Sekitar Tambang Emas Dalam Mencegah Penggunaan Merkuri Pada Pengglondong Emas Di Daerah Wisata Sekotong Sabariah Sabariah; Suci Nirmala; Muhammad Ashhabul Kahfi Mathar
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i2.1763

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini berfokus pada "Membangun Perilaku Masyarakat Sekitar Tambang Emas Dalam Mencegah Penggunaan Merkuri Pada Pengglondong Emas di Daerah Wisata Sekotong". Tujuan utama adalah meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat di Kecamatan Sekotong, khususnya di Desa Taman Baru, untuk mencegah dan mengurangi penggunaan merkuri dalam proses penambangan emas. Kegiatan ini melibatkan sekitar 30 orang yang aktif dalam penggelondongan sebagai mitra langsung. Metode pelaksanaan program ini termasuk tahapan persiapan, pelaksanaan kegiatan pengabdian, dan monitoring serta evaluasi, dengan menggunakan logbook sebagai alat bantu. Kader dilatih untuk melaksanakan sosialisasi, edukasi, dan monitoring aktivitas penggelondongan. Focus Group Discussions (FGD) diadakan untuk mengumpulkan informasi dari pemangku kepentingan dan masyarakat tentang praktik pengelolaan merkuri dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam kesadaran dan perilaku masyarakat. Sebanyak 92,3% penggelondong secara konsisten mencuci tangan setelah aktivitas penambangan, dan 69,2% telah memasang pembatas di kolam penampungan limbah. Namun, masih diperlukan peningkatan dalam penggunaan APD dan penanganan limbah yang aman. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa intervensi edukasi dan pelatihan mampu meningkatkan praktik penambangan yang lebih aman dan berkelanjutan di kalangan masyarakat. Rekomendasi untuk masa depan meliputi penguatan kerjasama antara pemerintah, komunitas, dan institusi pendidikan untuk memperluas cakupan edukasi dan memastikan kepatuhan terhadap praktik yang lebih aman serta regulasi yang mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.  Building Community Behavior Around Gold Mines in Preventing the Use of Mercury in Gold Miners in the Sekotong Tourism Area This Community Service Activity focuses on "Building Community Behavior Around Gold Mines in Preventing the Use of Mercury in Gold Miners in the Sekotong Tourism Area." The primary goal is to enhance awareness and capabilities among the community in Sekotong Subdistrict, specifically in Taman Baru Village, to prevent and reduce the use of mercury in gold mining processes. The initiative involves approximately 30 active gold miners as direct partners. The implementation method includes preparatory stages, the execution of community service activities, and monitoring and evaluation, utilizing a logbook as a supportive tool. Community facilitators were trained to conduct socialization, education, and monitoring of mining activities. Focus Group Discussions (FGD) were held to gather information from stakeholders and the community about mercury management practices and the use of Personal Protective Equipment (PPE). Results from this activity indicate a significant improvement in community awareness and behavior. Approximately 92.3% of miners consistently washed their hands after mining activities, and 69.2% had installed barriers at waste containment ponds. However, there remains a need for improvement in PPE usage and safe waste handling. The conclusion from this activity is that educational and training interventions can enhance safer and more sustainable mining practices among the community. Future recommendations include strengthening cooperation between the government, community, and educational institutions to expand education coverage and ensure compliance with safer practices and regulations supporting sustainable environmental management.  
Pelatihan Konseling Awal HIV/Aids Pada Kader Posyandu di Wilayah Lokus Stunting Renny Sinaga; Kandace Sianipar; Juliani Purba
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i2.1773

Abstract

Infeksi HIV merupakan faktor yang  meningkatkan angka kematian pada ibu dan anak. Kemenkes RI (2021) menyebutkan dari 2.485.430 ibu hamil yang diperiksa HIV di Indonesia terdapat 4.466 (0,18 %) ibu hamil yang positip HIV. Propinsi Sumatera Utara berada di urutan kesembilan sebagai provinsi terbanyak ibu hamil yang positip HIV. Kader posyandu sebagai lini terdepan untuk mendekatkan upaya promotif dan preventif kepada masyarakat utamanya terkait dengan upaya peningkatan status gizi serta upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Ibu hamil dengan HIV sangat berisiko melahirkan bayi dengan stunting dan sering tidak menyadari akan hal tersebut, sehingga dibutuhkan konseling agar saat pemeriksaan ibu hamil memahami kebutuhan akan tes HIV untuk mencegah penularan HIV. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan kader posyandu dalam melakukan konseling awal pada ibu hamil terkait HIV/Aids. Metode pengabdian adalah dengan penyuluhan dan pelatihan pada 25 orang Kader Posyandu di daerah lokus stunting kota Pematang Siantar yaitu Kelurahan Sitalasari kota Pematangsiantar, diawali dengan pre test untuk mengukur pengetahuan dan Keterampilan kader sebelum melakukan pelatihan. Penyuluhan untuk meningkatkan Pengetahuan tentang HIV dan AIDS. Melaksanakan pelatihan keterampilan konseling pada ibu hamil tentang HIV aids dan tes atas inisiasi petugas kesehatan. Post test setelah penyuluhan dan pelatihan. Hasil dari pengabdian ini adalah peningkatan pemahaman kader terhadap pelaksanaan HIV/Aids pada ibu hamil, sehingga kader dapat melakukan konseling awal HIV/AIDS kepada ibu hamil.  Initial HIV/AIDS Counseling Training at Posyandu Cadres in Stunting Locus Areas HIV infection is a factor that increases mortality rates in mothers and children. The Indonesian Ministry of Health (2021) stated that of the 2,485,430 pregnant women who were tested for HIV in Indonesia, there were 4,466 (0.18%) pregnant women who were HIV positive. North Sumatra province is in ninth place as the province with the most HIV-positive pregnant women. Posyandu cadres are the front line in bringing promotive and preventive efforts closer to the community, especially related to efforts to improve nutritional status and efforts to improve maternal and child health. Pregnant women with HIV are very at risk of giving birth to babies with stunting and are often unaware of this, so counseling is needed so that during examinations pregnant women understand the need for an HIV test to prevent HIV transmission. This service aims to increase posyandu cadres in providing initial counseling to pregnant women regarding HIV/AIDS. The service method is through counseling and training for 25 posyandu cadres in the stunting locus area of Pematang Siantar city, starting with a pre-test to measure th cadres' knowledge and skills before carrying out the training. outreach to increase knowledge about HIV and AIDS. carry out counseling skills training for pregnant women about HIV Aids and testing at the initiation of health workers. post-test after counseling and training. The result of this service is an increase in cadres' understanding of the implementation of HIV/AIDS in pregnant women so that cadres can carry out initial HIV/Aids counseling for pregnant women
Psikoedukasi Berbasis Kelompok dengan Berbantuan Teknologi Untuk Meningkatkan Pemahaman Gizi Seimbang Pada Orang Tua Sebagai Upaya Menurunkan Tingkat Stunting Di Desa Madiredo Kecamatan Pujon Rahmatika Sari Amalia; Selly Candra Ayu; Ahmad Fahmi Karami; Shinta Huriyatul; M. Rizky Baskara; Rhafi Idhan
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i2.1786

Abstract

Stunting merupakan permasalahan hambatan tumbuh kembang anak yang saat ini menjadi fokus pemerintah Indonesia. Hal ini dikareunakan stunting dapat mengancam kualitas perkembangan individu. Salah satu daerah yang menjadi pusat perhatian mengenai kejadian stunting di Kabupaten Malang, adalah di Desa Madiredo Kecamatan Pujon. Oleh karenanya perlu untuk melakukan pencegahan terjadinya prevalensi stunting dengan cara memberikan psikoedukasi kepada orangtua mengenai pentingnya pemberian gizi seimbang untuk anak. Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh psikoedukasi berbasis kelompok dengan menggunakan bantuan teknologi terhadap tingkat pemahaman gizi seimbang pada orangtua dengan anak terindikasi stunting. Manfaat dari Pengabdian ini diharapkan dapat menurunkan prevalensi tingkat stunting yang ada di Desa Madiredo Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Metode Penganbdian menggunakan Participatory Action Research dengan jumlah 38 partisipan. Alat ukur yang digunakan adalah alat ukur pemahaman gizi seimbang dengan reliabilitas 0.78. Sebelum diberikan perlakukan, partisipan diukur tingkat pemahamannya melalui pre-test. Kemudian partisipan diberikan perlakuan berupa psikoedukasi mengenai pentingnya pemahaman gizi seimbang pada anak secara berkelompok dengan beberapa metode yakni seminar, diskusi kelompok, pamphlet, dan vidio. Setelah perlakuan, partisipan diukur kembali tingkat pemahamannya. Hasil pengabdian dianalisis dengan menggunakan uji paired sample t-test. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa psikoedukasi kelompok dengan menggunakan bantuan teknologi mampu meningkatkan pemahaman gizi seimbang pada orangtua. Rata-rata pemahaman partisipan sebelum diberikan psikoedukasi adalah sebesar 5.868 dan setelah diberikan psikoedukasi rata-rata pemahaman meningkat sebesar 7.026. Berdasarkan hasil tersebut maka Kader Kesehatan setempat, diharapkan dapat memberikan penyuluhan mengenai gizi seimbang dengan bantuan tehnologi untuk dapat meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya gizi seimbang dalam mencegah anak tumbuh dengan stunting. Group-based Psychoeducation with the Help of Technology to Increase Understanding of Balanced Nutrition Among Parents as an Effort to Reduce Stunting Rates Stunting is a problem that hinders children's growth and development which is currently the focus of the Indonesian government. This is because stunting can threaten the quality of individual development. One of the areas that has become the center of attention regarding stunting incidents in Malang Regency is Madiredo Village, Pujon District. Therefore, it is necessary to prevent the prevalence of stunting by providing psychoeducation to parents regarding the importance of providing balanced nutrition for children. This community service aims to determine the effect of group-based psychoeducation using technological assistance on the level of understanding of balanced nutrition in parents whose children are diagnosed with stunting. The benefits of this community service are expected to reduce the prevalence of stunting levels in Madiredo Village, Pujon District, Malang Regency. The method of this community service used participatory action research with 38 participants. The measuring instrument used is a measuring instrument for understanding balanced nutrition with a reliability of 0.78. Before being given treatment, participants' level of understanding was measured through a pre-test. Then participants were given treatment in the form of psychoeducation regarding the importance of understanding balanced nutrition in children in groups using several methods, namely seminars, group discussions, pamphlets and videos. After treatment, participants' level of understanding was again measured. The  results of community service were analyzed using the paired sample t-test. The results of this community service show that group psychoeducation using technological assistance is able to increase parents' understanding of balanced nutrition. The average understanding of participants before being given psychoeducation was 5,868 and after being given psychoeducation the average understanding increased by 7,026. Based on these results then It is hoped that local health cadres can provide education about balanced nutrition with the help of technology to increase understanding of the importance of balanced nutrition in preventing children from growing up with stunting.
Literasi Kesehatan: Edukasi “Bijak dalam Konsumsi Obat dan Makanan pada Anak” di Kecamatan Panyileukan Kota Bandung Nadia Ushfuri Amini; Herni Kusriani; Entris Sutrisno; Fitriani Mardiana; Siti Rokmah; Sephia Indah Lutpiah; Selvi Restiani
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i2.1804

Abstract

Program Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan ibu-ibu Tim PKK dan Posyandu di Kecamatan Panyileukan Kota Bandung, terutama dalam penggunaan obat dan pemilihan makanan yang bijak untuk anak-anak. Program ini melibatkan 30 peserta yang terdiri dari ibu-ibu PKK dan kader Posyandu. Metode yang digunakan adalah workshop edukasi "Bijak Konsumsi Obat dan Makanan pada Anak", yang dilaksanakan secara luring dengan menggunakan media audio visual dan metode ceramah. Hasil program menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta tentang literasi kesehatan. Sebelum edukasi, rata-rata skor pengetahuan mereka adalah 7.467 dengan total skor 224 poin. Setelah edukasi, rata-rata skor meningkat menjadi 8.433 dengan total skor 253 poin. Peningkatan ini menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta tentang penggunaan obat yang aman dan pemilihan makanan bergizi bagi anak-anak. Rekomendasi dari program ini adalah untuk melanjutkan kolaborasi dengan Kelurahan Cipadung Kidul, Dinas Kesehatan Kota Bandung, dan Puskesmas setempat untuk memperluas cakupan edukasi literasi kesehatan ke seluruh kelurahan di Kota Bandung. Selain itu, diharapkan edukasi literasi kesehatan ini dapat dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan peningkatan kesehatan masyarakat yang berkelanjutan. Health Literacy: Education "Wisely Consuming Medicine and Food for Children" in Panyileukan District, Bandung City This Community Service Program aims to enhance the health literacy of PKK (Family Welfare Movement) and Posyandu (Integrated Health Service Post) mothers in Panyileukan District, Bandung City, particularly regarding the wise use of medicine and food selection for children. The program involved 30 participants, comprising PKK mothers and Posyandu cadres. The method used was a workshop titled "Wise Consumption of Medicine and Food for Children," conducted offline using audio-visual media and lecture methods. The program results showed an improvement in participants' knowledge of health literacy. Before the education, their average knowledge score was 7.467 with a total score of 224 points. After the education, the average score increased to 8.433 with a total score of 253 points. This increase indicates that the education provided was effective in enhancing the participants' understanding of safe medication use and selecting nutritious food for children. The recommendation from this program is to continue collaboration with Cipadung Kidul Village, the Bandung City Health Office, and local health centers to expand the scope of health literacy education to all villages in Bandung City. Additionally, it is hoped that this health literacy education can be conducted continuously to ensure sustainable improvement in community health.
Mentoring Program Kemitraan Masyarakat: Pengembangan Usaha Pemanfaatan Kulit Daging Buah Naga Sebagai Pewarna Alami Dalam Lip Scrub dan Lip Balm Ni Putu Erna Surim Virnayanthi; Eliska Juliangkary; P. Wayan Arta Suyasa; I Wayan Indra Praekanata; Erlin Erlin; I Made Sutajaya; I Gusti Putu Sudiarta
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i2.1807

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini menitikberatkan pada "Pendampingan Siswa dalam Pengembangan Usaha Pemanfaatan Kulit Buah Naga Sebagai Pewarna Alami dalam Lip Scrub dan Lip Balm" dengan tujuan mengintegrasikan pendekatan multidisiplin dalam pembuatan produk kosmetik yang berkelanjutan. Program ini melibatkan 62 siswa dari SMKN 1 Mas Ubud serta mitra bisnis dari sektor terkait, yang kemudian dievaluasi keberhasilannya melalui jumlah mitra yang terlibat. Metodologi pelaksanaan program ini meliputi tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Dimulai dengan sosialisasi program, dilanjutkan dengan pelatihan praktis dan teoretis tentang ekstraksi pewarna alami dan formulasi produk, serta diakhiri dengan evaluasi untuk mengukur pencapaian tujuan program. Hasil dari kegiatan ini mencakup pengembangan produk lip scrub dan lip balm bernama "Leora", menggunakan agen pewarna alami seperti ekstrak buah naga. Program ini menekankan pentingnya komponen alami dan organik dalam produk kosmetik, serta strategi pemasarannya. Berdasarkan hasil tersebut, direkomendasikan pengembangan infrastruktur, penguatan kerjasama antarpemangku kepentingan, dan model bisnis yang berfokus pada keberlanjutan untuk meningkatkan kapabilitas usaha kecil dan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Kesuksesan siswa dalam meraih juara di tingkat kabupaten dan provinsi menjadi bukti efektivitas PKM dalam mendorong inovasi berkelanjutan. Community Partnership Program: Business Development for Using Dragon Fruit Skin as a Natural Colorant in Lip Scrub and Lip Balm This Community Service Program (PKM) focuses on "Student Assistance in Developing a Business for Using Dragon Fruit Peel as a Natural Colorant in Lip Scrub and Lip Balm" with the aim of integrating a multidisciplinary approach in making sustainable cosmetic products. This program involved 62 students from SMKN 1 Mas Ubud as well as business partners from related sectors, whose success was then evaluated based on the number of partners involved. The methodology for implementing this program includes preparation, implementation and evaluation stages. Starting with program outreach, continued with practical and theoretical training on natural dye extraction and product formulation, and ending with an evaluation to measure the achievement of program objectives. The results of this activity include the development of a lip scrub and lip balm product called "Leora", using natural coloring agents such as dragon fruit extract. This program emphasizes the importance of natural and organic components in cosmetic products, as well as marketing strategies. Based on these results, it is recommended to develop infrastructure, strengthen cooperation between stakeholders, and business models that focus on sustainability to increase the capabilities of small businesses and support the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs). The success of students in winning at the district and provincial levels is proof of the effectiveness of PKM in encouraging sustainable innovation
Praktek Manajemen Persediaan dan Laporan Keuangan Level 2 pada UKM Binaan Perum Peruri Rilla Gantino; Ritta Setiyati
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i2.1841

Abstract

Pelatihan manajemen persediaan dan laporan keuangan level 2 bertujuan agar pelaku usaha UKM mampu merencanakan pembelian bahan /pembelian persediaan barang/perlengkapan supaya efisien dan efektif serta menghasilkan laporan keuangan yang benar.  Persediaan perlu direncanakan dan dikendalikan karena persediaan yang terlalu banyak akan membutuhkan biaya simpan dan akan mempengaruhi besaran utang serta cashflow perusahaan. Selain pengelolaan persediaan, perusahaan juga memerlukan laporan keuangan.  Perum Peruri memberikan kesempatan kepada pelaku UKM melalui pelatihan dan praktek pelaporan keuangan. Pelaksanaan pelatihan pelaporan keuangan level 2 diperuntukkan untuk peserta yang sudah melaksanakan pelatihan pelaporan keuangan sebelumnya. Perum Peruri juga menambahkan materi manajemen persediaan pada kegiatan ini. Adapun jumlah peserta yang mengikuti pelatihan manajemen persediaan 20 peserta dan 15 peserta untuk  pelaporan keuangan.  Pelatihan ini  dikoordinir oleh PT. Sinergy Artha Pinasthika. Metode pelaksanaan kegiatan melalui  presentasi materi oleh fasilitator kemudian peserta wajib mengerjakan tugas berupa menghitung besaran pembelian yang ekonomis untuk setiap kali melakukan pembelian.   Melalui pelatihan manajemen persediaan, 15 pelaku UKM  berhasil menghitung EOQ untuk persediaan dari kegiatan usahanya sedangkan 5 lainnya masih perlu perbaikan. Selanjutnya 7 Peserta  pelatihan pelaporan keuangan telah berhasil membuat neraca dan laba rugi dari kegiatan usahanya, sisanya masih perlu dilakukan pembinaan lebih lanjut. Berdasarkan hasil tersebut, perlu kiranya kegiatan seperti ini terus dilakukan untuk pelaku UKM  binaan lainnya. Inventory Management Practices and Level 2 Financial Reports in UKM under the guidance of Perum Peruri Inventory management and financial reporting level 2 training aims to enable SME entrepreneurs to plan the purchase of materials/ goods so that they are efficient and effective and generate correct financial reports. Inventory planning will reduce storage costs and the amount of debt as well as the company's cash flow. Apart from inventory management, companies also need financial reports. Level 2 financial reporting training is intended for participants who have carried out previous financial reporting training. Perum Peruri provides training and financial reporting practices and  added inventory management material to this activity. The number of inventory management training participants was 20 participants and 15 participants for financial reporting. This training is coordinated by PT. Synergy Artha Pinasthika. The activity is carried out through a presentation of material by the facilitator, then participants are required to complete the task of calculating the economical purchase amount. Through inventory management training, 15 SMEs succeeded in calculating EOQ for inventory from their business activities, while 5 others still needed improvement. Furthermore, 7 financial reporting training participants have succeeded in making balance sheets and profit and loss from their business activities, the rest still need further training. Based on these results, it is necessary that activities like this continue to be carried out for other assisted UKM  

Page 1 of 3 | Total Record : 27