cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
m.asyari@litpam.com
Phone
+6281805273578
Journal Mail Official
sasambojurnal@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
ISSN : -     EISSN : 2686519X     DOI : 10.36312/sasambo
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) is a scientific multidisciplinary journal published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM) that publish 4 issues per year in February, May, August, and November. This journal accepts and publishes scientific articles that are original and focused on community service. Manuscripts are written using an academic approach or scientific method by presenting data on the impact of community service activities that have been carried out. The theme written must have an impact or can be generalized to local, regional or national populations such as various potentials, obstacles, challenges, and problems that exist in society, as a form of contribution to empowerment and sustainable development in the social and humanities, science and technology fields.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 45 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 4 (2024): November" : 45 Documents clear
Peran UMKM Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Sibalaya Utara Herni Wati; Moh Ali Murad; Harnida Wahyuni Adda
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 4 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i4.1759

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis peran UMKM dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Sibalaya Utara, Kecamatan Tanambulava. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memahami kondisi lapangan, serta pelaksanaan program berupa workshop yang mencakup teori dan praktik dalam pengelolaan UMKM, pemasaran, dan manajemen keuangan. Mitra utama dalam kegiatan ini adalah pelaku UMKM lokal, termasuk UMKM Tora Tora Sigi yang memproduksi keripik kelapa dengan berbagai varian rasa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendampingan mampu meningkatkan keterampilan pelaku UMKM, terutama dalam pemasaran digital dan diversifikasi produk. Pendapatan rata-rata UMKM meningkat dari 58,73% menjadi 73,25% setelah pelaksanaan program. Faktor pendukung pengembangan UMKM mencakup bantuan pemerintah, sumber daya alam yang melimpah, dan partisipasi masyarakat, sementara hambatan utamanya adalah keterbatasan modal, akses pemasaran, dan sarana produksi. Kesimpulannya, UMKM berperan signifikan dalam peningkatan ekonomi masyarakat, namun memerlukan dukungan berkelanjutan. Rekomendasi dari kegiatan ini adalah meningkatkan literasi digital, akses modal, dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan untuk memperkuat daya saing UMKM di wilayah tersebut. Enhancing the Role of MSMEs to Support Economic Growth in the Community of Sibalaya Utara Village  This activity aims to analyze the role of MSMEs in improving the welfare of the community in Sibalaya Utara Village, Tanambulava District. The methods employed include observation, interviews, and documentation to understand field conditions, as well as the implementation of workshops that cover theoretical and practical aspects of MSME management, marketing, and financial management. The primary partners in this initiative were local MSME actors, including Tora Tora Sigi MSME, which produces coconut chips in various flavors. The results show that mentoring activities significantly enhanced the skills of MSME actors, particularly in digital marketing and product diversification. The average income of MSMEs increased from 58.73% to 73.25% after the program was implemented. Supporting factors for MSME development included government assistance, abundant natural resources, and community participation, while the main obstacles were limited capital, market access, and production facilities. In conclusion, MSMEs play a vital role in improving the community's economy but require ongoing support. Recommendations from this activity include enhancing digital literacy, improving access to capital, and fostering collaboration with stakeholders to strengthen the competitiveness of MSMEs in the region
Optimalisasi Penggunaan Video Layanan Masyarakat Sebagai Inisiasi Awal Pemilih Pemula Ni Putu Angie Wiyanti Putri Wiyanti; Gusi Putu Lestara Permana
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 4 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i4.1816

Abstract

Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan partisipasi politik pemilih pemula di Desa Sanur Kauh melalui optimalisasi video layanan masyarakat (PSA). Mitra kegiatan adalah komunitas lokal desa, pemerintah desa, dan tokoh masyarakat. Pelaksanaan program melibatkan perencanaan strategis, produksi PSA, distribusi melalui media sosial dan komunitas lokal, serta sosialisasi langsung. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat tentang proses pemilu, hak suara, dan partisipasi aktif, terutama di kalangan pemilih pemula. Pendekatan berbasis video efektif menjawab tantangan akses informasi formal. Kesimpulan program mengindikasikan keberhasilan pendekatan media visual yang kontekstual dalam meningkatkan partisipasi politik. Rekomendasi mencakup pengembangan konten yang lebih interaktif, distribusi yang luas, dan adaptasi program di wilayah lain untuk memperkuat demokrasi lokal dan nasional. Optimization of Public Service Video Usage as Initial Initiation for Beginners Voters This program aims to enhance the political awareness and participation of first-time voters in Sanur Kauh Village by optimizing public service announcement (PSA) videos. The program's partners include the local community, village government, and community leaders. Implementation involved strategic planning, PSA production, distribution through social media and local communities, and direct outreach. Results showed significant improvement in the community's understanding of election processes, voting rights, and active participation, particularly among first-time voters. The video-based approach effectively addressed challenges in accessing formal political education. The program's conclusion highlights the success of contextual visual media in increasing political engagement. Recommendations include developing more interactive content, expanding distribution, and adapting the program to other regions to strengthen local and national democracy.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Wonorejo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang Melalui Edukasi Pengelolaan Sampah Septa Katmawanti; Muhammad Al-Irsyad; Mika Vernicia Humairo; Dea Aflah Samah; Oktavia Sri Wahyuni; Dinarsih Rahayu; Naufalsyah Falah Muhammad; Aulia Rizqia Az Zahra; Nimas Dewi Aninatus Zahro; Nida An-Khofiyya
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 4 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i4.1905

Abstract

Program pengabdian masyarakat di Desa Wonorejo, Kabupaten Malang, bertujuan mengatasi permasalahan pengelolaan sampah, di mana wilayah ini menghasilkan 1004,86 ton sampah setiap hari. Tujuan kegiatan meliputi pengenalan teknologi pengepres sampah, peningkatan kesadaran masyarakat, dan mendorong praktik berkelanjutan sesuai SDG 12. Kegiatan melibatkan 30 peserta melalui pendekatan partisipatif, termasuk pengembangan modul dan sesi edukasi, yang meningkatkan pengetahuan masyarakat sebesar 75% serta mengurangi sampah tak terkelola sebesar 60% di area percontohan. Tantangan berupa keterbatasan infrastruktur diatasi dengan upaya pengadaan mesin pengepres sampah. Pelatihan praktik direkomendasikan untuk meningkatkan keterampilan pengelolaan sampah. Community Empowerment in Wonorejo Village, Singosari District, Malang Regency through Waste Management Education This community service program in Wonorejo Village, Malang Regency, aimed to address significant waste management issues, with the region producing 1004.86 tons of waste daily. Objectives included introducing waste pressing technology, enhancing community awareness, and fostering sustainable waste practices aligned with SDG 12. Activities engaged 30 participants through a participatory approach, including module development and education sessions, resulting in a 75% increase in community knowledge and a 60% reduction in unmanaged waste in pilot areas. Challenges included limited infrastructure, with efforts to procure a waste pressing machine ongoing. Practical training is recommended to further enhance waste management skills.
Edukasi Kesadaran Hukum Masyarakat Desa Tebang Kacang dalam Pencegahan Kebakaran Lahan Muhammar Tahir; Rita Kurnia Apindiati
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 4 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i4.1946

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat Desa Tebang Kacang dalam pencegahan kebakaran lahan, dengan fokus pada pemahaman hukum terkait pembukaan lahan serta tanggung jawab kolektif dalam menjaga lingkungan. Mitra program adalah masyarakat setempat yang sebagian besar merupakan petani, dengan 20 peserta aktif yang dipilih untuk mewakili komunitas. Metode pelaksanaan meliputi ceramah edukatif, diskusi partisipatif, simulasi pencegahan kebakaran lahan, dan studi kasus berbasis kejadian lokal. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman peserta sebelum dan setelah kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman hukum, dari rata-rata 38% sebelum kegiatan menjadi 96% setelahnya, dengan nilai N-Gain 0,94. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah edukasi hukum yang komprehensif dapat secara efektif meningkatkan kesadaran hukum masyarakat. Rekomendasi meliputi integrasi teknologi digital dalam edukasi dan pelibatan aktif masyarakat dalam pelaporan aktivitas ilegal untuk pencegahan kebakaran yang berkelanjutan.   Educate the Legal Awareness of the Tebang Kacang Village Community in Preventing Land Fires  This activity aimed to enhance the legal awareness of Tebang Kacang Village residents in preventing land fires, focusing on understanding laws related to land clearing and fostering collective responsibility for environmental preservation. The program partnered with local farmers, involving 20 active participants representing the community. The implementation methods included educational lectures, participatory discussions, fire prevention simulations, and case studies based on local incidents. Evaluation was conducted through pre-test and post-test assessments to measure participants' understanding before and after the activity. Results showed a significant improvement in legal awareness, with the average understanding rising from 38% pre-activity to 96% post-activity, achieving an N-Gain score of 0.94. The activity concluded that comprehensive legal education effectively increases community legal awareness. Recommendations include integrating digital technology into education efforts and actively involving the community in reporting illegal activities for sustainable fire prevention efforts.  
Pelatihan Penerapan Model Pembelajaran Inovatif Bagi Guru SMA Negeri 19 Surabaya Ribut Surjowati; Bekti Wirawati; Wahyun Bardianing; Ratu Tria; Bintang Yusma; Shafira Aulia
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 4 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i4.2013

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan model pembelajaran berbasis proyek (PBL) oleh para guru, dengan dukungan media pembelajaran Prezi Video yang menarik. Program ini diikuti oleh 17 guru dari berbagai disiplin ilmu, dengan fokus pada presentasi interaktif, sesi diskusi, dan pendampingan. Pelatihan dilaksanakan secara luring, meliputi pemberian materi, diskusi, dan bimbingan individu. Berdasarkan evaluasi kuantitatif, 85% peserta berhasil membuat video berbasis Prezi, menunjukkan peningkatan pemahaman dan motivasi di kalangan guru. Tingkat kepuasan peserta tinggi, dengan 16 dari 17 guru menyatakan materi yang disampaikan jelas dan relevan. Hasil kegiatan ini menunjukkan efektivitas pendekatan ini dalam mendorong penerapan pembelajaran inovatif. Kesimpulannya, pelatihan ini membuktikan bahwa PBL yang didukung oleh media digital seperti Prezi dapat meningkatkan keterampilan mengajar guru. Rekomendasi ke depan mencakup penggunaan alat digital lainnya dan memperpanjang waktu pelatihan untuk penerapan praktik yang lebih mendalam. The Implementation of Innovative Learning Models for Teachers of SMA Negeri 19 Surabaya This activity's objective is to enhance teachers' understanding and application of project-based learning (PBL) supported by Prezi Video as an engaging instructional media. The program was attended by 17 teachers across various disciplines, focusing on interactive presentations, discussions, and mentoring. Conducted offline, the training included material delivery, discussion sessions, and individual guidance. Based on the quantitative evaluation, 85% of participants successfully created Prezi-based videos, highlighting an increase in understanding and motivation among teachers. Participant satisfaction was high, with 16 out of 17 reporting clear and relevant material presentation. The session results indicate the effectiveness of this approach in fostering innovative learning applications. In conclusion, this training demonstrates that PBL supported by digital media like Prezi can enhance teachers' instructional skills. Future recommendations include expanding to other digital tools and extending training time for better hands-on application.
Pelatihan Menggunakan Question.AI dalam Membantu Bapak/Ibu Warga Aik Are Mendampingi Belajar Anaknya di Rumah Baiq Rina Amalia Safitri; M Fuaddunazmi; Wirawan Putrayadi; Jarir Jarir
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 4 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i4.2035

Abstract

Pelatihan penggunaan aplikasi Question.AI di Dusun Aik Are bertujuan untuk meningkatkan literasi teknologi warga dalam mendampingi pembelajaran anak-anak di rumah, khususnya pada mata pelajaran matematika. Metode pelaksanaan mencakup pendataan peserta, sosialisasi, dan pelatihan langsung dengan pendekatan direct instruction. Kegiatan ini melibatkan fasilitator dari Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA) yang memberikan panduan teknis, mulai dari instalasi aplikasi hingga penggunaannya. Mitra utama pelatihan adalah warga Dusun Aik Are yang memiliki keterbatasan akses teknologi pendidikan. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam menggunakan aplikasi Question.AI, dengan 100% peserta menyatakan pelatihan efektif membantu instalasi dan penggunaan aplikasi. Dampak positif mencakup meningkatnya kepercayaan diri warga dalam mendampingi pembelajaran anak-anak dan terciptanya budaya belajar berbasis teknologi di rumah. Kesimpulannya, pelatihan ini berhasil meningkatkan literasi teknologi warga dan memberikan dampak jangka panjang bagi komunitas. Rekomendasi meliputi perluasan materi pelatihan untuk mencakup aplikasi pembelajaran lain dan evaluasi keberlanjutan dampak pelatihan. Training Using Question.AI to Help Aik Are Residents Accompany Their Children's Learning at Home The training on using the Question.AI application in Dusun Aik Are aimed to enhance the community's technological literacy in supporting their children's learning at home, particularly in mathematics. The implementation methods included participant data collection, socialization, and hands-on training using the direct instruction approach. Facilitators from Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA) provided technical guidance, from app installation to its usage. The primary partners for the training were the residents of Dusun Aik Are, who faced limited access to educational technology. The results showed improved participant proficiency in using the Question.AI application, with 100% of participants affirming the training's effectiveness in assisting installation and application use. Positive impacts included increased confidence among residents in guiding their children's learning and the establishment of a technology-based learning culture at home. In conclusion, this training successfully improved technological literacy and delivered long-term benefits for the community. Recommendations include expanding the training materials to cover other educational applications and evaluating the sustainability of the training's impact.
Edukasi Kesehatan dan Pemanfaatan Herbal untuk Pencegahan dan Pengelolaan Hipertensi di Kabupaten Bandung Patonah Patonah; Aris Suhardiman; Lia Marliani; Purwaniati Purwaniati; Mamay M Sobandi; Jajang Japar Sodik
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 4 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i4.2128

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini berfokus pada edukasi kesehatan dan pemanfaatan herbal untuk pencegahan dan pengelolaan hipertensi di Kabupaten Bandung. Program ini dirancang untuk mengatasi tingginya prevalensi hipertensi melalui pendekatan promotif dan preventif. Kegiatan edukasi meliputi seminar kesehatan interaktif, demonstrasi praktis penggunaan herbal, serta skrining kesehatan yang mencakup pengukuran tekanan darah, glukosa, kolesterol, dan asam urat. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan masyarakat, di mana persentase peserta dengan pemahaman memadai tentang hipertensi meningkat dari 19% menjadi 72%. Selain itu, peserta mulai menerapkan perilaku hidup sehat, seperti mengurangi konsumsi garam dan meningkatkan aktivitas fisik. Pengenalan herbal seperti jahe, kunyit, dan seledri memberikan alternatif strategi pengendalian tekanan darah yang mengintegrasikan kearifan lokal dengan ilmu pengetahuan modern. Inisiatif ini menunjukkan efektivitas intervensi berbasis komunitas secara holistik dalam meningkatkan hasil kesehatan masyarakat dan pentingnya program edukasi kesehatan yang berkelanjutan. Health Education and Herbal Utilization for Hypertension Prevention and Management in Bandung Regency This community service program focused on health education and herbal utilization for the prevention and management of hypertension in Bandung Regency. The program was designed to address the high prevalence of hypertension through promotive and preventive approaches. Activities included interactive health seminars, practical demonstrations on herbal utilization, and health screenings for blood pressure, glucose, cholesterol, and uric acid levels. The results showed a significant improvement in community knowledge, with the percentage of participants with adequate understanding of hypertension increasing from 19% to 72%. Additionally, participants adopted healthier behaviors, such as reducing salt intake and increasing physical activity. The introduction of herbal remedies, including ginger, turmeric, and celery, offered alternative strategies for blood pressure control, integrating local wisdom with modern science. This initiative demonstrated the effectiveness of holistic community-based interventions in improving public health outcomes and underscored the importance of sustainable health education programs.
Pelatihan Kelompok Usaha Petani Kopi Dengan Metode Diversifikasi Produk Komoditas Kopi Sebagai Upaya Peningkatan Perekonomian Masyarakat Desa Gonoharjo Jawa Tengah Farlin Nabila Mawarni; Suhita Whini Setyahuni; Mutiara Zahra Herawati; Fatkhiyatul Azizah; Nadya Febrianti Prayogi; Muhammad Reza Putra Kurniawan; Meilana Chorisa Nuraini
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 4 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i4.2132

Abstract

Desa Gonoharjo yang berlokasi di Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah mempunyai permasalahan rendahnya harga jual panen kopi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan solusi atas permasalahan desa sebagai upaya untuk meningkatkan nilai jual kopi melalui pengolahan produk hasil panen kopi. Pelatihan diberikan kepada 60 warga Desa Gonoharjo. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan dalam jangka waktu dua bulan, dari bulan Juli-Agustus 2024. Pelatihan ini dilaksanakan dalam empat tahap dengan metode diversifikasi produk dan menggunakan konsep one village one product. Kegiatan ini menghasilkan luaran berupa produk diversifikasi kopi cascara tea, sabun kopi, diffuser kopi dan kopi bubuk. Kegiatan pelatihan ini berhasil meningkatkan kemampuan warga dalam meningkatkan daya jual produk dan pemahaman mitra mengenai nilai produk yang diukur dari peningkatan skor pre-test dan post-test dari semula adalah 62,9 menjadi 93,4 poin. Tantangan dalam kegiatan pelatihan ini adalah kurangnya akses informasi bagi mitra terkait dengan pemasaran produk. Kegiatan pengabdian masyarakat selanjutnya diperlukan pendampingan pemasaran produk usaha. Workshop on Coffee Production for Farmers Community using Product Diversification Approach in Order To Enhance The Income of Community at Gonoharjo Village, Central Java Province, Indonesia Gonoharjo Village, which is located in Kendal Regency, Central Java Province, has the problem of low selling prices for coffee harvests. This community service activity aims to provide solutions to village problems as an effort to increase the selling value of coffee through processing coffee harvested products. Training was given to 60 residents of Gonoharjo Villagers. Duration of the program itself is two months, since July to August 2024. This training was carried out in four stages using the product diversification method and using the one village one product concept. This activity produces output in the form of diversified cascara tea coffee products, coffee soap, coffee diffusers and ground coffee. This training activity was successful in increasing residents' ability to increase product selling power and partners' understanding of product value as measured by increasing pre-test and post-test scores from 62.9 to 93.4 points. This program have some challenges, such as lack of information of marketing product to the villagers, hence the marketing workshop should embedded to the community service’s program in the future.  
Peningkatan Kualitas SDM Kelompok Sadar Wisata untuk Penguatan Potensi dan Promosi Desa Berbasis Digital Dwinita Arwidiyarti; Ahmad Subki; Agus Hermanto
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 4 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i4.2136

Abstract

Program penguatan potensi dan promosi Desa Wisata Sesaot bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi. Metode pelaksanaan program ini melibatkan workshop dan pelatihan berbasis partisipatif, yang mencakup materi pemasaran digital, pembuatan konten kreatif, pengelolaan media sosial, serta penggunaan aplikasi berbasis Android. Mitra kegiatan terdiri dari 15 anggota Pokdarwis berusia 25–35 tahun. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan mitra dalam pemasaran digital, tercermin dari nilai rata-rata pre-test sebesar 59,7 yang meningkat menjadi 84 pada post-test, dengan rata-rata N-Gain 0,68 (kategori sedang hingga tinggi). Selain itu, Pokdarwis berhasil mengelola akun media sosial untuk mempromosikan objek wisata dan produk UMKM, serta meluncurkan aplikasi Desa Wisata berbasis Android yang memudahkan wisatawan untuk mendapatkan informasi, membeli tiket, dan berbelanja produk lokal secara online. Kesimpulannya, program ini efektif dalam meningkatkan kapasitas mitra serta mendukung pencapaian pembangunan berkelanjutan. Disarankan agar pemerintah desa memberikan dukungan berkelanjutan untuk memastikan komitmen pengelola dalam mengoptimalkan media digital sebagai sarana promosi. Improving the Quality of Human Resources of Tourism Awareness Groups to Strengthen Potential and Promote Digital-Based Villages  The program to enhance the potential and promotion of Desa Wisata Sesaot aims to strengthen the capacity of the local tourism awareness group (Pokdarwis) in utilizing digital media for promotion. The program's implementation methods involved participatory workshops and training sessions, covering digital marketing, creative content creation, social media management, and the use of Android-based applications. The program engaged 15 Pokdarwis members aged 25–35 years. The results indicated significant improvements in the participants' digital marketing skills, as reflected by an average pre-test score of 59.7, which increased to 84 in the post-test, with an average N-Gain of 0.68 (moderate to high category). Additionally, the Pokdarwis successfully managed social media accounts to promote tourist attractions and local MSME products, as well as launched an Android-based Desa Wisata application. This application provides tourists with easy access to information, online ticket purchases, and local product shopping. In conclusion, the program effectively enhanced the partners' capacity and supported sustainable development goals. It is recommended that the village government provide ongoing support to ensure the commitment of the managers in optimizing digital media as a promotional tool.
Digitalisasi dan Penerapan E-CRM dalam Pengembangan Kelompok Usaha Cemilan Khas Lombok di Desa Ombe Baru Maspaeni Maspaeni; Eluiz Yansirus Saniah; Ahmad Yani; Zaenudin Zaenudin
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 4 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i4.2152

Abstract

Kelompok Usaha Cemilan Khas Lombok adalah salah satu UMKM di Desa Ombe Baru yang dikelola oleh 10 orang warga setempat. Fokus usaha dari kelompok ini adalah cemilan atau makanan ringan seperti kerupuk makaroni besar, kerupuk makaroni kecil atau sepat, jagung pedes, kerepek singkong rasa balado, kerepek singkong orginal, kerepek sukun, kerepek pisang, kerupuk rindu, basreng, seblak dan lain-lain. Kelompok usaha ini memliki beberapa kendala diantaranya mengenai pemasaran produk yang belum menjangkau pasar yang luas, branding yang belum ada dan kuat, packaging belum dibuat dengan baik, mitra kerjasama dan kolaborasi masih kurang, loyalitas dan kepuasan pelanggan belum dapat dikeloa dan dijaga dengan baik dan lain-lain. Permasalahan ini adalah merupakan sebuah tantangan yang perlu dicari solusinya. Untuk itu, kegiatan Pengabdian Masyarakat Pemula (PMP) yang yang dilakukan oleh Dosen dari Perguruan Tinggi, sangat perlu untuk membantu mengatasi permasalahan yang dialami kelompok usaha ini. Dengan demikian, tujuan utama dari pelaksanaan PMP  atau pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah memecahkan permasalahan yang dihadapi kelompok usaha Cemilan Khas Lombok agar mampu untuk terus berinovasi dan tetap mampu bersaing di zaman yang semakin kompetitif. Digitalization and Implementation of E-CRM in the Development of Lombok's Typical Snack Business Group in Ombe Baru Village The Lombok Special Snack Business Group is one of the MSMEs in Ombe Baru Village managed by 10 residents. The focus of this group's business is snacks or light foods such as large macaroni crackers, small macaroni crackers or sepat, spicy corn, cassava crackers with balado flavor, original cassava crackers, breadfruit crackers, banana crackers, longing crackers, basreng, seblak, and others. This business group has several obstacles including product marketing that has not reached a wide market, branding that does not exist and is strong, packaging that has not been made properly, cooperation and collaboration partners are still lacking, customer loyalty and satisfaction not being managed and maintained properly, and others. This problem is a challenge that needs to be solved. For this reason, the Beginner Community Service (BCS) activity carried out by Lecturers from Universities is very necessary to help overcome the problems experienced by this business group. Thus, the main objective of implementing this BCS is to solve the problems faced by the Lombok Special Snacks business group so that they can continue to innovate and remain competitive in an increasingly competitive era.