cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
m.asyari@litpam.com
Phone
+6281805273578
Journal Mail Official
sasambojurnal@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
ISSN : -     EISSN : 2686519X     DOI : 10.36312/sasambo
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) is a scientific multidisciplinary journal published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM) that publish 4 issues per year in February, May, August, and November. This journal accepts and publishes scientific articles that are original and focused on community service. Manuscripts are written using an academic approach or scientific method by presenting data on the impact of community service activities that have been carried out. The theme written must have an impact or can be generalized to local, regional or national populations such as various potentials, obstacles, challenges, and problems that exist in society, as a form of contribution to empowerment and sustainable development in the social and humanities, science and technology fields.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 384 Documents
Strategi Menarik Pelanggan Melalui Media Sosial bagi Pelaku UMKM di Manggar Belitung Timur Sutiadi Rahmansyah; Ernawati Ernawati; Siti Kusumawati Azhari; Cecep Cecep; Akhdan Irfan Fauzan
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 7 No. 1 (2025): February
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v7i1.2623

Abstract

Pemasaran produk melalui media sosial menjadi strategi pemasaran termudah dan termurah dibandingkan dengan strategi konvensional karena tidak harus memiliki toko secara fisik. Akan tetapi, pelaku usaha memerlukan pemahaman yang baik mengenai strategi penggunaan media sosial agar sukses menarik pelanggan. Tujuan utama pengabdian masyarakat ini ialah mengedukasi para pengusaha UMKM di Manggar, Belitung Timur agar mampu bersaing di pasar digital. Metode pengabdian masyarakat ini berupa metode FGD, ceramah (pelatihan) dan diskusi. Strategi yang diberikan mencakup pemahaman tentang suhu pasar, tatacara posting, giveaway dan list building. Setelah pelatihan ini, berdasarkan hasil kuesioner pelaku UMKM di Manggar, Belitung Timur mendapatkan peningkatan signifikan dalam pemahaman mengenai strategi pemasaran melalui media sosial. Strategies to Attract Customers Through Social Media for UMKM Actors in Manggar East Belitung Marketing products through social media is the easiest and cheapest marketing strategy compared to conventional strategies because it does not need a physical store. However, business actors need a good understanding of social media strategies to successfully attract their customers. The main objective of this community service is to educate MSME actors in Manggar, East Belitung so that they can compete in the digital market. The community service method was done in the form of FGD, lectures (training) and discussions. The strategies provided for the training include an understanding of market temperature, posting procedures, giveaways and list building. After this training, based on the questionnaire result MSME actors in Manggar, East Belitung experienced a significant increase in participants' understanding of marketing strategies through social media. In addition, their products are known widely, not only in the national market but also in the international market
Pelatihan Promosi Melalui Sosial Media dan Teknologi Tepat Guna Mesin Kretek UMKM Rumah Bunga di Desa Banyurip Kecamatan Kedamaian Kabupaten Gresik Prastiwi, Estik Hari; Ridwan, M. Sihab; Sariah, Sariah; Wulandari, Julia
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 7 No. 4 (2025): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v7i4.2383

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat dilakukan kepada petani bunga di Desa Banyu Urip, Kecamatan Kedamaian, Kabupaten Gresik. Tujuan dari program ini adalah untuk memberdayakan petani bunga dengan memberikan bantuan mesin kretek yang merupakan penerapan teknologi tepat guna. Kendala yang dihadapi oleh petani bunga ini adalah belum memiliki mesin kretek yang berfungsi untuk mengangkut pohon besar dari lokasi kios bunga Bapak Faisal ke tempat pembeli atau kebun yang dibuat oleh Bapak Faisal. Metode PKM yang dilakukan adalah selain memberikan bantuan mesin kretek juga memberikan bantuan promosi melalui media sosial agar jasa pembuatan kebun Bapak Faisal lebih dikenal oleh konsumen. Bantuan diberikan kepada Bapak Faisal agar dapat mengunggah video di TikTok. Hasil lain dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah petani bunga ini dapat meningkatkan efisiensi karena sebelum menggunakan mesin kretek, petani ini menyewa alat tersebut yang mana biayanya mahal. Kesimpulan yang dapat diambil adalah dengan menggunakan mesin kretek sebagai penerapan teknologi tepat guna (TTG) maka seorang petani bunga akan dapat meningkatkan efisiensi. Semakin baik keterampilan dalam praktik media sosial juga akan meningkatkan pangsa pasar bisnis ini. Promotion Training Through Social Media and Appropriate Technology  for Kretek Machines for Rumah Bunga MSMEs in Banyurip Village, Kedamaian District, Gresik Regency Community service is carried out for flower farmers in Banyu Urip Village, Kedamaian District, Gresik Regency. The objective of this program is to empower the flower farmer by providing  a kretek machine which is an application of appropriate technology. The problem faced by this flower farmer is not having a kretek machine that functions to transport large trees from Mr. Faisal's flower stand location to the buyer's place or the garden made by Mr. Faisal. The PKM method is besides providing a kretek machine, it also gives promotional assistance via social media so that Mr. Faisal's garden making services are better known to consumers. Assistance is provided to Mr. Faisal so that he can upload videos to TikTok. Further, the other result of this community service is this flower farmer can increase the efficiency because before using kretek machine, this farmer rents this tool in which it is costly. Lastly, as a conclusion that with using kretek machine as an application of the appropriate technology (TTG), a flower farmer will be able to increase the efficiency. The better skill on social media practices  will also increase the market of this business.
Penerapan Mesin Tanam Padi Elektrik dan Sprayer Otomatis serta manajemen kelompok dalam mengoptimalisasi produktivitas Kelompok Tani Sido Makmur I Wibowo, Theodorus Wiyanto; Prabowo, Prayudi Setiawan; Prakoso, Albrian Fiky; Pambudi, Rizdana Galih; Santo, Markus Yohanes Ronaldo Da
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 7 No. 1 (2025): February
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v7i1.2411

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalisasi produktivitas dan efisiensi dalam pengelolaan pertanian, dengan Mesin Tanam Padi Elektrik dan Sprayer Otomatis sebagai salah satu langkah strategis untuk membantu Kelompok Tani Sido Makmur I dalam menyelesaikan masalah saat musin tanam tiba. Metode pelaksanaannya dimulai dengan observasi terhadap kondisi lapangan, dilanjutkan dengan diskusi untuk merumuskan rencana, dilaksanakan pelatihan kepada anggota Kelompok Tani Sido Makmur I, dan terakhir dilakukan evaluasi. Mitra dalam pengabdian ini adalah Kelompok Tani Sido Makmur I yang beranggotakan 15 petani. Hasil dari satu hektar sawah dengan penggunaan mesin tanam padi elektrik mampu menggantikan tenaga kerja manual, mengurangi kebutuhan tenaga kerja dari 25 orang menjadi 8 orang, dan meningkatkan efisiensi proses penanaman dari semula 8 jam mampu menjadi 5 jam. Selain itu, penggunaan sprayer otomatis juga dapat meningkatkan efisiensi dalam penyemprotan pestisida. Di samping penerapan teknologi, peningkatan manajemen kelompok tani menjadi solusi kunci dalam pembukuan yang baik memungkinkan kelompok tani untuk melacak pengeluaran dan pendapatan secara lebih akurat sehingga mempermudah dalam perencanaan keuangan dan pengambilan keputusan ekonomi. Application of Electric Rice Planting Machines and Automatic Sprayers as well as group management in optimizing the productivity of the Sido Makmur I Farmer Group This service aims to optimize productivity and efficiency in agricultural management, with Electric Rice Planting Machines and Automatic Sprayers as one of the strategic steps to help the Sido Makmur I Farmer Group in solving problems when the planting season arrives. The implementation method begins with observation of field conditions, followed by discussions to formulate plans, training is carried out for members of the Sido Makmur I Farmers Group, and finally an evaluation is carried out. The partner in this service is the Sido Makmur I Farmers Group, which consists of 15 farmers. The results from one hectare of rice fields using an electric rice planting machine can replace manual labor, reduce the need for labor from 25 people to 8 people, and increase the efficiency of the planting process from 8 hours to 5 hours. Apart from that, using an automatic sprayer can also increase efficiency in spraying pesticides. In addition to the application of technology, improving farmer group management is a key solution in good bookkeeping, enabling farmer groups to track expenses and income more accurately, making financial planning and economic decision making easier.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Taman Sari Melalui Kearifan Lokal Anyaman Bambu untuk Meningkatkan Kualitas Irat, Diversifikasi Produk dan Pemasaran Digital Arwidiyarti, Dwinita; Multazam, Muhammad; Indranopa, Rian
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 7 No. 4 (2025): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v7i4.3400

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan pengrajin anyaman bambu di Desa Taman Sari, Lombok Barat, melalui peningkatan kualitas irat, diversifikasi produk, dan pemasaran digital. Permasalahan utama yang dihadapi pengrajin adalah keterbatasan alat produksi, khususnya dalam proses pengiratan bambu yang masih dilakukan secara manual sehingga menghasilkan irat dengan kualitas tidak konsisten dan jumlah produksi terbatas. Selain itu, minimnya inovasi produk serta pemasaran yang masih konvensional menjadi kendala dalam memperluas jangkauan pasar. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi lima tahap, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan serta evaluasi, dan keberlanjutan program. Pelatihan difokuskan pada penggunaan mesin pengirat bambu, diversifikasi produk dengan desain modern, serta pemanfaatan platform digital seperti marketplace dan website toko online. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kualitas irat yang lebih tipis, seragam, dan rapi; keberagaman produk kerajinan yang lebih modern; serta kemampuan pengrajin dalam memasarkan produk melalui media digital. Evaluasi juga membuktikan ketercapaian target 100% dalam penguasaan teknologi, diversifikasi produk, dan pemasaran online. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pemberdayaan melalui integrasi teknologi produksi, inovasi desain, dan pemasaran digital mampu meningkatkan daya saing serta keberlanjutan usaha kerajinan anyaman bambu, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pengrajin di Desa Taman Sari. Empowering the Taman Sari Village Community Through Local Bamboo Weaving Wisdom to Improve the Quality of Irat, Product Diversification and Digital Marketing  This community service activity aims to empower bamboo weaving artisans in Taman Sari Village, West Lombok, by improving irat quality, product diversification, and digital marketing. The main problems faced by artisans are limited production tools, particularly in the bamboo splitting process which is still done manually, resulting in inconsistent quality and low productivity. In addition, limited product innovation and conventional marketing methods hinder wider market reach. The program was carried out in five stages: socialization, training, technology implementation, mentoring and evaluation, and sustainability. Training focused on the use of bamboo splitting machines, product diversification with modern designs, and the utilization of digital platforms such as marketplaces and online shops. The results showed significant improvements in producing thinner, more uniform, and neater irat; more diverse and modern woven products; and increased artisan capacity in digital marketing. Evaluation also confirmed 100% achievement in mastering the use of technology, product diversification, and online marketing. The conclusion of this program is that empowerment through the integration of production technology, design innovation, and digital marketing enhances competitiveness and sustainability of bamboo weaving businesses, ultimately improving the welfare of artisans in Taman Sari Village
Pemberdayaan Kelompok Usaha Gula Aren Melalui Pelatihan dan Pendampingan di Dusun Duman Utara, Desa Duman, Kec. Lingsar Multazam, Muhammad; Saniyah, Eluiz Yansirus; Ramdan, Hendri
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 7 No. 4 (2025): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v7i4.3411

Abstract

Tujuan dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah memberikan pemberdayaan usaha bagi kelompok usaha gula aren “Berkah” di dusun Duman Utara. Tujuan ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan/Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan pemerintah. Permasalahan yang dihadapi kelompok usaha gula aren “Berkah” adalah aspek manajemen usaha, aspek produksi dan pemasaran. Tahapan atau langkah-langkah dalam melaksanakan solusi yang ditawarkan meliputi sosialisasi, pelatihan dan pendampingan serta inovasi teknologi. Pada tahap sosialisasi dimulai dari tahap observasi dan wawancara sampai proposal. Pelatihan yang diberikan meliputi pelatihan manajemen usaha, pelatihan produksi dan pelatihan pemasaran digital/online. Pelatihan dan pendampingan manajemen usaha memberikan hasil peningkatan pengetahuan sebesar 25% dan peningkatan keterampilan sebesar 20% dari sebelum kegiatan PkM. Pelatihan produksi menggunakan inovasi teknologi mesin pemasak dan pengaduk gula aren tenaga listrik dengan bahan bakar kompos gas memberikan efisiensi waktu produksi 40% dari 5 jam menjadi 3 jam dalam sekali produksi, jumlah rata-rata produksi harian kelompok usaha meningkat 133% dari 15kg/hari menjadi 35kg/hari. Pelatihan pemasaran memberikan hasil peningkatan pendapatan anggota kelompok meningkat 133% dari Rp 60.000/hari menjadi Rp 140.000. Dari hal tersebut diperoleh kesimpulan bahwa kegiatan pelatihan, pendampingan dan inovasi teknologi dari PkM ini memberikan dampak terhadap ekonomi khususnya kelompok usaha gula aren ddi Dusun Duman Utara. Empowering Palm Sugar Business Groups Through Training and Mentoring in Duman Utara Hamlet, Duman Village, Lingsar District The purpose of this Community Service (PkM) activity is to provide business empowerment for the "Berkah" palm sugar business group in Duman Utara hamlet. This goal is in line with the Sustainable Development Goals (SDGs) launched by the government. The problems faced by the "Berkah" palm sugar business group are aspects of business management, production and marketing. The stages or steps in implementing the solutions offered include socialization, training and mentoring as well as technological innovation. The socialization stage starts from the observation and interview stage to the proposal. The training provided includes business management training, production training and digital/online marketing training. The business management training and mentoring resulted in a 25% increase in knowledge and a 20% increase in skills compared to before the PkM activity. Production training using technological innovations in electric palm sugar cooking and stirring machines with gas compost fuel provided a 40% production time efficiency from 5 hours to 3 hours in one production, the average daily production of the business group increased by 133% from 15kg/day to 35kg/day. The marketing training resulted in a 133% increase in group members' income, from Rp 60,000 per day to Rp 140,000. This finding suggests that the training, mentoring, and technological innovation provided by the Community Service Program (PKM) have had an impact on the economy, particularly on the palm sugar business group in Duman Utara Hamlet.
Edukasi Preventif bagi Penggiat Anti Narkoba: Strategi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika di Kabupaten Jayapura Zakaria, Zakaria; Sutisman, Entar; Yendra, Yendra; Suratini, Suratini; Prasetianingrum, Septyana; Saling, Saling; Marihi, Laode
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 7 No. 4 (2025): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v7i4.3451

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi pencegahan penyalahgunaan narkotika bagi penggiat komunitas di Kabupaten Jayapura melalui pendekatan partisipatif berbasis konteks lokal. Sebanyak 40 peserta mengikuti pelatihan satu hari yang mencakup materi pengenalan jenis narkoba, identifikasi gejala pengguna, dan strategi pencegahan, disertai simulasi komunikasi publik serta evaluasi pre–post test skala 0–100. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang bermakna (Pre = 62,42 ± 3,87; Post = 82,40 ± 5,83; ? = 19,98 ± 4,36; t(39) = 28,94; p < 0,001; d = 4,58), dengan perbaikan terbesar pada pengenalan jenis narkoba dan strategi pencegahan. Selain aspek kognitif, peserta melaporkan penguatan keterampilan komunikasi untuk menyampaikan pesan anti narkoba di komunitas. Keterbatasan utama kegiatan adalah durasi singkat dan cakupan peserta yang terbatas; rancangan pelatihan ini berpotensi direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik sosial-budaya serupa. Preventive Education for Anti-Drug Advocates: Strategies for Preventing Narcotics Abuse in Jayapura Regency This community service program aimed to strengthen drug-prevention literacy among community activists in Jayapura Regency through a participatory, context-sensitive approach. Forty participants completed a one-day training covering drug typologies, recognition of user symptoms, and prevention strategies, complemented by public-communication simulations and a 0–100 pre–post test evaluation. Findings indicate a statistically meaningful improvement (Pre = 62.42 ± 3.87; Post = 82.40 ± 5.83; ? = 19.98 ± 4.36; t(39) = 28.94; p < 0.001; d = 4.58), with the largest gains observed in drug-type recognition and prevention strategies. Beyond cognition, participants reported enhanced communication skills to disseminate anti-drug messages. Despite the short duration and limited coverage, the training design is replicable in other locales with similar socio-cultural characteristics.
Pemberdayaan Usaha Melalui Peningkatan Pengelolaan Keuangan Untuk Meningkatkan Daya Saing Unit Usaha Sarinah Jaya Komala, Rina; Dethan, Stevany Hanalyna; Wardi, Putri Amalia
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 7 No. 4 (2025): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/xkdf1e04

Abstract

Pengelolaan keuangan yang tertib merupakan tantangan utama bagi keberlanjutan dan daya saing usaha kecil menengah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberdayakan Unit Usaha Sarinah Jaya melalui peningkatan keterampilan pengelolaan keuangan dan pemanfaatan teknologi digital berupa aplikasi kasir (POS). Sebanyak 26 peserta, terdiri dari pemilik dan anggota unit usaha, mengikuti pelatihan. Metode yang digunakan adalah partisipatif melalui penyampaian materi, praktik pencatatan, simulasi penggunaan aplikasi POS, dan diskusi interaktif. Hasil pre-test menunjukkan hanya 25% peserta memahami pengelolaan keuangan dan 10% mampu mengoperasikan aplikasi POS. Setelah pelatihan, hasil post-test meningkat signifikan menjadi 93% dan 95%. Kegiatan ini berdampak positif terhadap peningkatan kapasitas peserta dalam mengelola usaha secara modern, transparan, dan akuntabel, sehingga memperkuat daya saing Unit Usaha Sarinah Jaya di era digital. Business Empowerment Through Improved Financial Management to Increase the Competitiveness of Sarinah Jaya Business Units  Effective financial management is a major challenge for the sustainability and competitiveness of small and medium enterprises. This community service activity aims to empower Sarinah Jaya Business Units by improving financial management skills and utilizing digital technology in the form of a cashier application (POS). A total of 26 participants, consisting of business unit owners and members, participated in the training. The method used was participatory through material delivery, recording practice, POS application usage simulations, and interactive discussions. Pre-test results showed that only 25% of participants understood financial management and 10% were able to operate the POS application. After the training, post-test results increased significantly to 93% and 95%. This activity had a positive impact on increasing the capacity of participants in managing their businesses in a modern, transparent, and accountable manner, thereby strengthening the competitiveness of Sarinah Jaya Business Units in the digital era.
PELATIHAN UPSKILLING PENGEMBANGAN PRODUK INOVATIF UNTUK PANDAI BESI DI DESA MEKARMAJU KABUPATEN BANDUNG Dzakiy, Uruqul Nadhif; Pasaribu, Rina Djunita; Pratomo, Triaji Prio
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 7 No. 4 (2025): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v7i4.3519

Abstract

Desa Mekarmaju, Kabupaten Bandung, dikenal sebagai salah satu sentra pengrajin pandai besi tradisional. Namun, seiring perkembangan zaman, para pengrajin menghadapi tantangan dalam hal inovasi produk. Minimnya kemampuan dalam berinovasi menjadi salah satu alasan produk mereka kalah bersaing dengan produk industri modern. Melalui program pengabdian masyarakat ini, Tim Telkom University akan menyelenggarakan pelatihan upskilling yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengrajin dalam berinovasi dan memasarkan produk secara efektif. Pelatihan ini mencakup materi tentang tata cara mendesain produk yang inovatif beserta cara marketing yang tepat. Dari data pre-test dan post-test, didapatkan hasil bahwa pemahaman warga atas inovasi produk naik dari 60 persen menjadi 69,7 persen. Dari peningkatan pemahaman ini diharapkan program ini dapat meningkatkan daya saing produk pandai besi Desa Mekarmaju di pasar lokal maupun nasional di masa depan. Upskilling Training for Innovative Product Development for Blacksmiths in Mekarmaju Village, Bandung Regency Mekarmaju Village in Bandung Regency, is known as a center for traditional blacksmithing. However, as time goes by, the craftsmen face challenges in product innovation. Lack of innovation is one reason their products are unable to compete with modern industrial products. Through this community service program, the Telkom University Team will conduct upskilling training aimed at improving the craftsmen's ability to innovate and market their products effectively. This training includes materials on how to design innovative products and appropriate marketing methods. Pre-test and post-test data showed that residents' understanding of product innovation increased from 60 percent to 69.7 percent. This increased understanding is expected to increase the competitiveness of Mekarmaju Village's blacksmithing products in the local and national markets in the future.
Edukasi Terhadap Santri Tentang Penggunaan Obat Topikal Terapi Scabies di Pondok Pesantren KH. Syamsuddin Durisawo Ponorogo Arifianto , Nasruhan; Rakhmawati, Erna Agung; Ardiyanti, Alvina Putri; Yuniar, Cinthya Ratna; Hamdayani, Tatik
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 7 No. 4 (2025): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v7i4.3528

Abstract

Penyakit skabies merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi di pondok pesantren. Rendahnya pengetahuan santri mengenai cara penggunaan obat topikal yang benar sering menjadi kendala dalam upaya pencegahan dan pengobatan yang efektif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan santri putri mengenai penggunaan obat topikal untuk skabies. Edukasi dilakukan melalui metode presentasi kepada 100 santri putri kelas XI MA. Efektivitas kegiatan diukur menggunakan desain pretest-posttest dengan kuesioner. Peningkatan pengetahuan dianalisis menggunakan uji N-Gain. Kegiatan ini berhasil meningkatkan secara signifikan pengetahuan santri tentang penggunaan obat topikal skabies. Rata-rata nilai pengetahuan meningkat drastis dari 53,7% (sebelum) menjadi 93,1% (sesudah) edukasi. Hasil uji N-Gain sebesar 0,8832 menempatkan peningkatan pengetahuan pada kategori tinggi. Metode presentasi dinilai sangat efektif (efektivitas >76%) dalam meningkatkan pemahaman santri. Edukasi menggunakan metode presentasi sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman santri putri tentang penggunaan obat topikal untuk skabies. Kegiatan ini direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan guna mendukung kesehatan dan kualitas hidup santri di lingkungan pesantren. Education on the Use of Topical Scabies Medication for Students at the KH. Syamsuddin Islamic Boarding School in Ponorogo  Scabies is a common health problem in Islamic boarding schools. Students' low knowledge regarding how to use topical medications correctly often becomes an obstacle in effective prevention and treatment efforts. This service activity aims to increase female students' knowledge regarding the use of topical medicine for scabies. Education was carried out through presentation methods to 100 female students in class XI MA. The effectiveness of the activity was measured using a pretest-posttest design with a questionnaire. Increased knowledge was analyzed using the N-Gain test. This activity succeeded in significantly increasing students' knowledge about the use of topical scabies medication. The average knowledge score increased drastically from 53.7% (before) to 93.1% (after) education. The N-Gain test result of 0.8832 places the increase in knowledge in the high category. The presentation method is considered very effective (effectiveness >76%) in increasing students' understanding. Education using the presentation method is very effective in increasing female students' understanding of the use of topical medication for scabies. This activity is recommended to be implemented on an ongoing basis to support the health and quality of life of students in the Islamic boarding school environment.
Pemberdayaan Kreativitas Siswa SDN Sepatan 1 Melalui Pelatihan Motion Graphic Berbasis Aplikasi CapCut Ferawati, Ferawati; Purwanto, Ridho Maher; Putrie, Nabila; Kasih, Asmara Firda; Alifiana, Mufhida
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 7 No. 4 (2025): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v7i4.3543

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan di SDN Sepatan 1 bertujuan untuk memperkenalkan konsep dasar motion graphic sekaligus melatih keterampilan praktis siswa dalam menggunakan aplikasi CapCut sebagai salah satu media pembelajaran berbasis teknologi digital. Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan peningkatan literasi digital di tingkat sekolah dasar, khususnya dalam menumbuhkan kreativitas siswa melalui pemanfaatan aplikasi yang mudah diakses. Metode pelaksanaan kegiatan mencakup penyampaian materi secara interaktif, praktik langsung penggunaan aplikasi, hingga pembuatan karya sederhana berupa video motion graphic yang diproduksi oleh siswa sendiri. Selama empat kali pertemuan, siswa kelas 5B dan 5C terlibat aktif, tidak hanya dalam mendengarkan penjelasan, tetapi juga dalam praktik mandiri serta diskusi kelompok. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pretest, posttest, observasi keterlibatan siswa, dan kuesioner kepuasan. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan, di mana rata-rata nilai pretest sebesar 39,7 meningkat menjadi 85,5 pada posttest dengan nilai N-gain sebesar 0,76, termasuk dalam kategori tinggi. Selain peningkatan kompetensi, siswa menunjukkan motivasi yang lebih tinggi untuk berkreasi secara digital. Dengan demikian, kegiatan PKM ini terbukti efektif dalam mendukung pencapaian literasi digital sekaligus memperkuat tujuan pendidikan berkualitas sebagaimana tercantum dalam SDGs poin 4. Empowering the Creativity of SDN Sepatan 1 Students through Motion Graphic Training Using CapCut Application The Community Service Program (PKM) conducted at SDN Sepatan 1 aimed to introduce the basic concepts of motion graphics while simultaneously training students’ practical skills in using the CapCut application as a digital learning medium. This program was designed to address the need for enhancing digital literacy at the elementary school level, particularly in fostering students’ creativity through the use of accessible applications. The implementation method included interactive material delivery, hands-on practice with the application, and the creation of simple projects in the form of motion graphic videos produced by the students themselves. Over four sessions, students from classes 5B and 5C actively participated, not only by listening to explanations but also through independent practice and group discussions. The evaluation of activities was carried out through pretests, posttests, observation of student engagement, and satisfaction questionnaires. The results of the analysis showed a significant improvement, where the average pretest score of 39.7 increased to 85.5 in the posttest, with an N-gain value of 0.76, which falls into the high category. In addition to increased competence, students also demonstrated higher motivation to engage in digital creativity. Thus, this PKM activity proved to be effective in supporting the achievement of digital literacy and strengthening the goal of quality education as outlined in SDG point 4.