cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
m.asyari@litpam.com
Phone
+6281805273578
Journal Mail Official
sasambojurnal@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
ISSN : -     EISSN : 2686519X     DOI : 10.36312/sasambo
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) is a scientific multidisciplinary journal published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM) that publish 4 issues per year in February, May, August, and November. This journal accepts and publishes scientific articles that are original and focused on community service. Manuscripts are written using an academic approach or scientific method by presenting data on the impact of community service activities that have been carried out. The theme written must have an impact or can be generalized to local, regional or national populations such as various potentials, obstacles, challenges, and problems that exist in society, as a form of contribution to empowerment and sustainable development in the social and humanities, science and technology fields.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 384 Documents
Meningkatkan Akses Pelayanan Kesehatan Lansia: Evaluasi Efektivitas Program Pembekalan Kader Posyandu Larasati dalam Deteksi Dini Nyeri Sendi Ibrahim Njoto; Maria W. Sugeng; Iskak Iskak; Tunggul Bagus Dewanta; Jeffry Andrianus; Roethmia Yaniari; Primadenn A A; Lusy Tunik Muharlisiani
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 4 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i4.2325

Abstract

Tujuan pengabdian ini adalah mengevaluasi efektivitas program pembekalan kader Posyandu Lansia "Larasati" dalam meningkatkan deteksi dini nyeri sendi dan akses layanan kesehatan pada lansia. Program ini melibatkan 12 kader Posyandu dan 51 lansia sebagai subjek penelitian. Metode kuasi-eksperimen dengan kelompok kontrol dan eksperimen digunakan, dengan pengumpulan data melalui kuesioner dan observasi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan kader, dari skor rata-rata 5,2 menjadi 8,5 setelah pembekalan. Keterampilan kader dalam skrining nyeri sendi meningkat, terlihat dari kenaikan persentase kader yang mampu melakukan skrining dengan benar, dari 33% menjadi 83%. Kesadaran lansia juga meningkat, dari 20% menjadi 65%, diikuti peningkatan kunjungan ke Posyandu sebesar 40% dan rujukan ke fasilitas kesehatan sebesar 30%. Kesimpulannya, program ini efektif meningkatkan deteksi dini dan akses layanan kesehatan. Rekomendasi meliputi pelatihan lanjutan untuk kader serta penguatan kolaborasi dengan tenaga kesehatan.   Improving Access to Elderly Health Services: Evaluation of the Effectiveness of the Larasati Posyandu Cadre Training Program in Early Detection of Joint Pain The purpose of this initiative is to evaluate the effectiveness of the "Larasati" elderly Posyandu cadre training program in improving early detection of joint pain and access to healthcare services for the elderly. The program involved 12 Posyandu cadres and 51 elderly individuals as research subjects. A quasi-experimental design with control and experimental groups was employed, with data collected through questionnaires and observations. Results showed a significant increase in cadre knowledge, with average scores rising from 5.2 to 8.5 after training. Cadre skills in joint pain screening also improved, as indicated by an increase in the percentage of cadres performing accurate screenings from 33% to 83%. Elderly awareness increased from 20% to 65%, accompanied by a 40% rise in visits to Posyandu and a 30% increase in referrals to higher-level healthcare facilities. In conclusion, this program effectively improved early detection and access to healthcare services. Recommendations include advanced training for cadres and strengthening collaboration with healthcare professionals
Kemitraan Masyarakat untuk Membudidayakan Tanaman Sayuran dan Buahan sebagai Upaya Pengendalian Stunting di Desa Lok Baintan Muhammad Helmy Abdillah; Malisa Ariani; Raybian Nur; Budi Styawan
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 4 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i4.2335

Abstract

Stunting memiliki dampak besar pada perkembangan anak, sehingga upaya pencegahan dan penanggulangannya dapat dilakukan dengan memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui konsumsi makanan bergizi. Di Desa Lok Baintan, pencegahan stunting dilakukan dengan memberikan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat untuk mendeteksi stunting dan menanganinya dengan membudidayakan tanaman sayuran dan buah di pekarangan rumah, baik dengan cara konvensional maupun non-konvensional. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran akan pentingnya asupan gizi dan cara mendapatkannya melalui keterampilan memanfaatkan lahan rumah untuk menanam tanaman pangan sehat, yang diharapkan dapat mengubah perilaku masyarakat dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diawali dengan model PRA (Participatory Rural Appraisal) untuk merancang dan memetakan kebutuhan kegiatan. Dalam pelaksanaannya, digunakan model service-learning yang melibatkan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu untuk memberikan edukasi dan pelatihan kepada kader Posyandu, PKK, dan ibu-ibu di desa. Program ini berlangsung selama tiga bulan dengan enam sesi yang mencakup penyuluhan tentang anemia dan stunting, pelatihan pengukuran stunting, serta praktik budidaya tanaman di pekarangan rumah. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test, serta observasi. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman lebih dari 80%, dan model service-learning efektif meningkatkan keterampilan mahasiswa. Program ini juga berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan stunting melalui ketahanan pangan lokal. Community Empowerment for Cultivated Vegetable and Fruit Plants to control stunting in Lok Baintan Stunting has a significant impact on child development, and preventive and mitigation efforts can be made through family food security by consuming nutritious food. In Lok Baintan Village, stunting prevention is carried out by educating and training community members to detect and manage stunting through the cultivation of vegetables and fruits in home gardens, using both conventional and non-conventional methods. The aim of this activity is to raise awareness about the importance of nutrition and how to obtain it by utilizing home garden land to grow healthy food crops, which is expected to influence families' nutritional behavior. This community service program begins with a Participatory Rural Appraisal (PRA) model to design and map activities based on the needs of the target community. The program is implemented using a service-learning model, involving students from various disciplines to educate and train Posyandu (community health center) cadres, PKK (women's empowerment) members, and mothers in the village. The program lasts for three months and includes six sessions: two on anemia and stunting awareness, two on stunting measurement training, one on the benefits of plants, and one on practical training for cultivating vegetables/fruits in home gardens. The success of the program is assessed using pre-test and post-test evaluations, as well as participant engagement observation. The results show a more than 80% increase in understanding, and the service-learning model was effective in improving students' cognitive skills and communication abilities. This program successfully raised community awareness in Lok Baintan Village about stunting prevention through local food-based food security, resulting in a positive impact on family food security and health independence in the village.
Optimalisasi Pemahaman Asesmen Autentik Berorientasi HOTS Bagi MGMP Kimia Kabupaten Lumajang: - Sutrisno Sutrisno; Parlan Parlan; Husni Wahyu Wijaya; Safwatun Nida; Nur Candra Eka Setiawan
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 4 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i4.2338

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru Kimia di MGMP Kabupaten Lumajang dalam menerapkan asesmen autentik yang berorientasi pada Higher Order Thinking Skills (HOTS). Asesmen autentik berperan penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan analitis siswa, yang sangat diperlukan dalam pembelajaran kimia. Namun, penerapan asesmen berbasis HOTS masih terkendala oleh keterbatasan pemahaman dan praktik di lapangan. Melalui pelatihan, pendampingan, dan deseminasi produk asesmen yang dikembangkan dalam program ini, para guru dilatih untuk merancang instrumen penilaian yang lebih efektif dan sesuai dengan konteks lokal. Mitra kegiatan ini terdiri dari SMA, SMK dan MA yang berjumlah 23 sekolahan yang terdiri dari 28 guru Kimia di Kabupaten Lumajang. Metode pengabdian yang digunakan meliputi sosialisasi konsep asesmen autentik, pelatihan penyusunan soal HOTS, serta pendampingan implementasi asesmen di kelas. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan guru dalam merancang dan menggunakan instrumen penilaian yang relevan dengan HOTS. Rata-rata pemahaman guru-guru terhadap merancang dan menggunakan instrumen penilaian yang relevan dengan HOTS adalah sebesar 75,9%. Selain itu, produk asesmen yang dihasilkan dapat diadaptasi dan diterapkan oleh guru untuk mendukung proses pembelajaran kimia yang lebih mendalam dan bermakna. Dengan adanya kolaborasi di antara anggota MGMP, diharapkan kegiatan ini dapat menjadi langkah awal untuk pengembangan berkelanjutan dalam peningkatan kualitas pendidikan kimia di Kabupaten Lumajang. Optimizing Understanding of HOTS-Oriented Authentic Assessment for Chemistry MGMP of Lumajang Regency This community service initiative aims to enhance the understanding and skills of Chemistry teachers in the MGMP of Lumajang Regency in implementing authentic assessments oriented toward Higher-Order Thinking Skills (HOTS). Authentic assessments play a critical role in fostering students' critical, creative, and analytical thinking—key competencies in chemistry learning. However, the application of HOTS-based assessments is often hindered by limited understanding and practical experience. Through a comprehensive program of training, mentoring, and dissemination of assessment products, teachers are equipped to design more effective and contextually appropriate assessment instruments. The program involved 28 Chemistry teachers from 23 high schools, vocational schools (SMK), and Islamic high schools (MA) across Lumajang Regency. Activities included the socialization of authentic assessment concepts, training on developing HOTS-oriented questions, and mentoring in implementing these assessments in classrooms. The results demonstrate a significant improvement in teachers’ understanding and ability to create and apply HOTS-relevant assessment instruments. The average understanding of teachers regarding designing and using assessment instruments relevant to HOTS is 75.9%. Furthermore, the assessment tools developed during the program can be adapted and utilized by teachers to promote deeper and more meaningful chemistry learning experiences. Through collaboration among MGMP members, this initiative is expected to serve as a foundation for sustainable efforts to enhance the quality of chemistry education in Lumajang Regency.  
Mitigasi bencana dalam mempersiapkan kader siaga bencana dan perawatan luka akut pada kondisi cedera di Desa Mandalahaji Kecamatan Pacet Kabupaten Bandung: Mitigasi Bencana Ade Tika Herawati; Sri Mulyati Rahayu; Sumbara Sumbara; Inggrid Dirgahayu
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 7 No. 1 (2025): February
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v7i1.2343

Abstract

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat Desa Mandala Haji dalam menghadapi bencana melalui pelatihan kader siaga bencana dan perawatan luka akut. Mitra dalam program ini adalah kader desa, pemerintah desa, serta tenaga akademik dari Universitas Bhakti Kencana. Metode yang digunakan mencakup edukasi, simulasi, serta praktik mitigasi bencana dan penanganan kegawatdaruratan, seperti bantuan hidup dasar dan penanganan patah tulang. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman kader, di mana sebelum pelatihan hanya 18% yang memiliki tingkat pengetahuan baik, sementara setelah pelatihan meningkat menjadi 72%. Kesimpulannya, edukasi dan simulasi yang diberikan terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan kader terhadap bencana. Program ini berkontribusi dalam membangun kapasitas masyarakat secara berkelanjutan, sehingga dapat menjadi model bagi daerah lain dalam mengembangkan strategi mitigasi berbasis komunitas. Disaster Mitigation in Preparing Disaster Preparedness Cadres and Acute Wound Care in Injury Conditions in Mandala Haji Village, Pacet District, Bandung Regency This program aims to enhance the disaster preparedness of the Mandala Haji Village community through training for disaster preparedness cadres and acute wound care. The partners in this program include village cadres, the village government, and academic staff from Bhakti Kencana University. The methods used involve education, simulations, and practical training in disaster mitigation and emergency response, such as basic life support and fracture management. The evaluation results showed a significant improvement in cadre knowledge, with only 18% having a good level of knowledge before the training, increasing to 72% afterward. In conclusion, the provided education and simulations were proven effective in enhancing cadre preparedness for disasters. This program contributes to building sustainable community capacity and can serve as a model for other regions in developing community-based disaster mitigation strategies.
Penerapan Mesin Tanam Padi Elektrik dan Sprayer Otomatis serta manajemen kelompok dalam mengoptimalisasi produktivitas Kelompok Tani Sido Makmur I Theodorus Wiyanto Wibowo; Prayudi Setiawan Prabowo; Albrian Fiky Prakoso; Rizdana Galih Pambudi; Markus Yohanes Ronaldo Da Santo
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 7 No. 1 (2025): February
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v7i1.2411

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalisasi produktivitas dan efisiensi dalam pengelolaan pertanian, dengan Mesin Tanam Padi Elektrik dan Sprayer Otomatis sebagai salah satu langkah strategis untuk membantu Kelompok Tani Sido Makmur I dalam menyelesaikan masalah saat musin tanam tiba. Metode pelaksanaannya dimulai dengan observasi terhadap kondisi lapangan, dilanjutkan dengan diskusi untuk merumuskan rencana, dilaksanakan pelatihan kepada anggota Kelompok Tani Sido Makmur I, dan terakhir dilakukan evaluasi. Mitra dalam pengabdian ini adalah Kelompok Tani Sido Makmur I yang beranggotakan 15 petani. Hasil dari satu hektar sawah dengan penggunaan mesin tanam padi elektrik mampu menggantikan tenaga kerja manual, mengurangi kebutuhan tenaga kerja dari 25 orang menjadi 8 orang, dan meningkatkan efisiensi proses penanaman dari semula 8 jam mampu menjadi 5 jam. Selain itu, penggunaan sprayer otomatis juga dapat meningkatkan efisiensi dalam penyemprotan pestisida. Di samping penerapan teknologi, peningkatan manajemen kelompok tani menjadi solusi kunci dalam pembukuan yang baik memungkinkan kelompok tani untuk melacak pengeluaran dan pendapatan secara lebih akurat sehingga mempermudah dalam perencanaan keuangan dan pengambilan keputusan ekonomi. Application of Electric Rice Planting Machines and Automatic Sprayers as well as group management in optimizing the productivity of the Sido Makmur I Farmer Group This service aims to optimize productivity and efficiency in agricultural management, with Electric Rice Planting Machines and Automatic Sprayers as one of the strategic steps to help the Sido Makmur I Farmer Group in solving problems when the planting season arrives. The implementation method begins with observation of field conditions, followed by discussions to formulate plans, training is carried out for members of the Sido Makmur I Farmers Group, and finally an evaluation is carried out. The partner in this service is the Sido Makmur I Farmers Group, which consists of 15 farmers. The results from one hectare of rice fields using an electric rice planting machine can replace manual labor, reduce the need for labor from 25 people to 8 people, and increase the efficiency of the planting process from 8 hours to 5 hours. Apart from that, using an automatic sprayer can also increase efficiency in spraying pesticides. In addition to the application of technology, improving farmer group management is a key solution in good bookkeeping, enabling farmer groups to track expenses and income more accurately, making financial planning and economic decision making easier.
Pemberdayaan Kelompok Pengolah dan Pemasar Ikan Iwak Sumber Rejeki Tulungagung Melalui Paket Pengolah Abon Ikan dan Pemasaran Berbasis Digital Fandi Fatoni; Lucia Tri Pangesthi; Djoko Suwito; Fitrotin Ni'ma Intan Sari; Catur Surya Saputra
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 7 No. 1 (2025): February
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v7i1.2412

Abstract

Kabupaten Tulungagung, yang terletak di pesisir selatan Jawa Timur, merupakan salah satu daerah penghasil ikan yang potensial, khususnya dari hasil tangkapan laut dan budidaya. Meskipun potensi perikanan di Tulungagung sangat besar, tantangan yang dihadapi oleh kelompok pengolah ikan di daerah ini masih cukup kompleks salah satunya pada proses pemasaran ikan seperti yang dialami oleh Kelompok Pengolah dan Pemasar Ikan ‘Iwak Sumber Rejeki’. Upaya mengatasi permasalahan yang terjadi maka dilakukan Penelitian pengabdian masyarakat menggunakan metode pemberdayaan partisipatif dengan pendekatan observasi, diskusi, pelatihan, dan evaluasi. Dengan hasil melalui paket pengolah abon ikan dan pemasaran berbasis digital telah memberikan dampak signifikan berupa peningkatan kapasitas,waktu,dan tenaga sebesar 60 % dari produksi semula dalamsehingga meningkatkan efisiensi produksi dan efektivitas pemasaran sealigus memberikan kontribusi positif terhadap ekonomi lokal di Tulungagung, sejalan dengan tujuan pemberdayaan komunitas dan pengembangan UMKM. Empowerment of the Sumber Rejeki Tulungagung Iwak Processing and Marketing Group through Fish Shredded Processing Packages and Digital-Based Marketing Tulungagung Regency, located on the southern coast of East Java, is one of the potential fish-producing areas, especially from marine capture and aquaculture. Although the potential of fisheries in Tulungagung is very large, the challenges faced by fish processing groups in this area are still quite complex, one of which is the fish marketing process as experienced by the 'Iwak Sumber Rejeki' Fish Processing and Marketing Group. In an effort to overcome the problems that occur, community service research is carried out using participatory empowerment methods with observation, discussion, training, and evaluation approaches. With the results, the shredded fish processing package and digital-based marketing have had a significant impact in the form of an increase in capacity, time, and energy by 60% from the original production in order to increase production efficiency and marketing effectiveness while making a positive contribution to the local economy in Tulungagung, in line with the objectives of community empowerment and MSME development.
Penerapan Paket Mesin Pembuat Pakan Ikan Otomatis dari Limbah Ikan dan Penguatan Manajemen Kelompok Pembudidaya Ikan “Sari Jati Unggul” Tulungagung Ahmad Ajib Ridlwan; Dewanto Dewanto; Albrian Fiky Prakoso; Dita Aprilia Widowati; Moh Bima Fahrosyid Rizki Abdillah
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 7 No. 1 (2025): February
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v7i1.2413

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membuat alat pakan ikan yang berbahan dari limbah ikan yang sudah tidak digunakan lagi seperti kepala dan duri ikan sehingga bisa menekan biaya operasional untuk membeli pakan ikan. Metode yang digunakan dalam pengabdian adalah observasi, diskusi, dan evaluasi. Mitra dalam pengabdian ini adalah kelompok pembudidaya ikan “Sari Jati Unggul” Tulungaggung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan mesin pembuat pakan ikan otomatis telah berhasil dalam menekan biaya operasional pakan ikan hingga 70%. Dengan adanya mesin ini, efisiensi dalam proses produksi pakan ikan dapat ditingkatkan secara signifikan, yang kemudian berdampak langsung pada penghematan biaya operasional yang sebelumnya dikeluarkan untuk pembelian pakan ikan. Pemanfaatan mesin pakan yang menggunakan limbah ikan sebagai bahan baku merupakan langkah inovatif yang ramah lingkungan dalam budidaya ikan. Penguatan manajemen keuangan, mitra sduah dapat memisahkan keuangan pribadi dengan keuangan operasional sangatlah krusial dalam menjaga kesehatan finansial dan keberlanjutan usaha budidaya ikan. Kesimpulan pengabdian ini adalah dengan penerapan teknologi mesin pembuat pakan ikan otomatis dari limbah ikan serta penguatan manajemen kelompok terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan usaha kelompok. Teknologi ini berhasil mengurangi ketergantungan pada pakan komersial, yang selama ini menjadi salah satu komponen biaya terbesar, sehingga menurunkan biaya produksi dan meningkatkan keuntungan. Implementation of Automatic Fish Feed Making Machine Packages from Fish Waste and Strengthening Management of Fish Farming Groups “Sari Jati Unggul” Tulungagung This community service research aims to make fish food equipment made from fish waste that is no longer used, such as fish heads and spines, so that it can reduce operational costs for buying fish food. The methods used in service are observation, discussion and evaluation. The partner in this service is the fish cultivator group "Sari Jati Unggul" Tulungaggung. The results of the activity show that the implementation of an automatic fish feed making machine has been successful in reducing operational costs for fish feed by up to 70%. With this machine, efficiency in the fish feed production process can be increased significantly, which then has a direct impact on saving operational costs previously spent on purchasing fish feed. The use of feed machines that use fish waste as raw material is an innovative, environmentally friendly step in fish farming. Strengthening financial management, partners are able to separate personal finances from operational finances, which is crucial in maintaining financial health and sustainability of fish farming businesses. The conclusion of this service is that the application of automatic fish feed making machine technology from fish waste and strengthening group management has proven effective in increasing efficiency, productivity and sustainability of group businesses. This technology has succeeded in reducing dependence on commercial feed, which has been one of the largest cost components, thereby reducing production costs and increasing profits.
Pendampingan Penyusunan Laporan Biaya Produksi pada UMKM Food and Beverage (FnB) X di Jakarta Selatan Saminem Saminem; Radina Modjaningrat; Agustina Indriani; Atik Isniawati; Jombrik TPR; Ahmad Basid Hasibuan
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 7 No. 1 (2025): February
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v7i1.2475

Abstract

Pengelolaan biaya produksi yang tepat dan penetapan harga jual yang kompetitif merupakan tantangan utama bagi UMKM di sektor Food and Beverage (FnB). Banyak UMKM kesulitan dalam menyusun laporan biaya produksi yang akurat dan menentukan harga jual yang sesuai dengan kondisi pasar, yang dapat mempengaruhi profitabilitas usaha. Pendampingan ini bertujuan untuk membantu UMKM di Jakarta Selatan dalam mengelola biaya produksi dan harga jual dengan menggunakan Ecurate, sebuah alat yang mempermudah pembuatan laporan biaya yang terstruktur dan berbasis data. Melalui serangkaian tahapan seperti identifikasi kebutuhan, sosialisasi Ecurate, implementasi, serta analisis laporan biaya dan harga jual, diharapkan UMKM dapat menetapkan harga jual yang lebih tepat, meningkatkan efisiensi operasional, dan mengoptimalkan margin keuntungan. Selain itu, pendampingan ini juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman UMKM dalam penggunaan data keuangan untuk pengambilan keputusan yang lebih baik. Hasil dari pendampingan ini diharapkan dapat memperkuat daya saing UMKM di pasar yang semakin kompetitif dan mendukung keberlanjutan usaha mereka melalui pengelolaan biaya yang lebih efisien.
Sosialisasi Prevensi dan Mitigasi Penyakit Emerging dan Re-Emerging pada Industri Peternakan Sapi Perah di Koperasi Unit Desa Sembada Puspo Kabupaten Pasuruan Dwi Kristanto; Widi Nugroho; Danung Nur Adli; Aprilia Rizky Riadini; Ari Vithon Khasib Mubarok; Atsir Farhan; Bilqis Afifa Dana Putri; Hanifa Zahra Wibowo; Nadia Ananda Prasetia Dion; Rahmadhani Angger Syahputra; Teguh Dwi Widodo
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 7 No. 1 (2025): February
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v7i1.2478

Abstract

Penyakit emerging dan re-emerging yang melanda peternakan ruminansia di Indonesia dalam dua tahun terakhir menyebabkan penurunan populasi ternak dan kerugian ekonomi besar. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran paramedik veteriner dan peternak dalam deteksi dini penyakit melalui sosialisasi dan edukasi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Agustus 2024 di KUD Sembada Puspo, Kabupaten Pasuruan, melibatkan 35 peserta, termasuk ketua kelompok ternak dan paramedik veteriner. Tahapan pelaksanaan meliputi pre-sosialisasi (engagement, identifikasi masalah, need assessment, dan FGD), sosialisasi (pemaparan materi tentang penyakit, pencegahan, dan penanganan wabah), serta post-sosialisasi (evaluasi dampak melalui pre- dan post-test serta indeks kepuasan masyarakat). Hasil pre-test menunjukkan 25,43% peserta memiliki pengetahuan baik, 49,14% cukup, dan 25,43% kurang. Setelah program, hasil post-test meningkat menjadi 73,71% baik, 23,14% cukup, dan 3,14% kurang. Indeks kepuasan masyarakat menunjukkan delapan aspek di atas 60%, sementara dua aspek masih di bawah. Kesimpulannya, program ini efektif meningkatkan pengetahuan peserta dan mencegah masuknya penyakit ke kawasan peternakan. Dampaknya adalah nol kasus emerging dan re-emerging disease, yang berkontribusi pada produktivitas susu serta keberlanjutan peternakan. Socialization of Prevention and Mitigation of Emerging and Re-Emerging Diseases in the Dairy Cattle Industry at the Sembada Puspo Village Unit Cooperative, Pasuruan Regency Emerging and re-emerging diseases affecting ruminant farming in Indonesia over the past two years have led to a decline in livestock populations and significant economic losses. This program aims to raise awareness among veterinary paramedics and farmers about early disease detection through socialization and education. The program was conducted in August 2024 at KUD Sembada Puspo, Pasuruan Regency, involving 35 participants, including livestock group leaders and veterinary paramedics. The implementation stages included pre-socialization (engagement, problem identification, need assessment, and FGD), socialization (presentation on disease identification, prevention strategies, and outbreak management), and post-socialization (impact evaluation through pre- and post-tests and a community satisfaction index). Pre-test results showed that 25.43% of participants had good knowledge, 49.14% had moderate knowledge, and 25.43% had poor knowledge. After the program, post-test results improved to 73.71% good, 23.14% moderate, and 3.14% poor. The community satisfaction index indicated that eight aspects scored above 60%, while two aspects remained below this threshold. In conclusion, the program effectively enhanced participants' knowledge and helped prevent disease outbreaks in livestock farming areas. The impact resulted in zero emerging and re-emerging disease cases, contributing to milk productivity and sustainable livestock farming
Penerapan Konsep Green Economy Dengan Konsep 3R dalam Pengembangan Desa Wisata Pantai Pangi Masaingi Risnawati Risnawati; Djayani Nurdin; Wahyuningsih Wahyuningsih; Husnah Husnah; Farit Farit; Annisa Savira; Muhammad Aldi; Abdul Hayat
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 7 No. 1 (2025): February
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v7i1.2481

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan konsep Green Economy berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam pengembangan Desa Wisata Pantai Pangi Masaingi. Kegiatan ini melibatkan masyarakat setempat, pemerintah desa, dan pelaku usaha di sekitar kawasan wisata sebagai mitra utama. Program yang dilaksanakan meliputi sosialisasi dan edukasi mengenai pengelolaan lingkungan berbasis ekonomi hijau, serta penyediaan fasilitas pendukung seperti tempat sampah dan penghijauan dengan penanaman pohon ketapang kencana. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan. Selain itu, masyarakat mulai menerapkan prinsip 3R dalam mengelola sampah, termasuk pemanfaatan limbah organik untuk kompos dan daur ulang sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomi. Program ini juga berkontribusi dalam meningkatkan daya tarik wisata melalui perbaikan estetika lingkungan. Kesimpulannya, penerapan ekonomi hijau dengan pendekatan 3R memiliki potensi besar dalam pengembangan desa wisata berkelanjutan. Oleh karena itu, direkomendasikan adanya pendampingan lanjutan serta sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait untuk memastikan keberlanjutan program. Selain itu, perlu dikembangkan inisiatif ekonomi kreatif berbasis lingkungan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Application of the Green Economy Concept With the 3R Concept in the Development of Pangi Masaingi Beach Tourism Village This study aims to implement the Green Economy concept based on the 3R principles (Reduce, Reuse, Recycle) in the development of the Pangi Masaingi Beach Tourism Village. The program engaged local communities, village authorities, and business owners as key partners. Activities included awareness campaigns and educational sessions on sustainable environmental management, as well as the provision of supporting facilities such as waste bins and tree planting with Ketapang Kencana trees. The results indicate an increased awareness among the community regarding environmental sustainability and cleanliness. Additionally, locals have begun adopting the 3R principles in waste management, such as utilizing organic waste for compost and recycling plastic waste into economically valuable products. The program also contributed to enhancing the tourism appeal by improving the area's aesthetics. In conclusion, the application of the Green Economy approach using 3R principles has significant potential for sustainable tourism village development. Therefore, continued assistance and collaboration between the government, local communities, and relevant stakeholders are recommended to ensure the program’s sustainability. Furthermore, fostering creative economic initiatives based on environmental sustainability is essential for improving the well-being of the local population.