cover
Contact Name
Dedi Sufriadi
Contact Email
dedisufriadi@gmail.com
Phone
+6285260082672
Journal Mail Official
jurnal@indopublishing.or.id
Editorial Address
Jln. Malahayati KM. 9 Desa Kajhu No. 14 Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar, Indonesia 23373
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Published by Indo Publishing
ISSN : 30897742     EISSN : 30897734     DOI : https://doi.org/10.63822/jejakdigital
Jurnal Ilmiah Multidisiplin adalah jurnal elektronik dan cetak Open Access Journal yang diterbitkan oleh Indo Publishing setiap 6 kali dalam setahun menyediakan forum untuk mempublikasikan artikel penelitian asli, artikel review dari kontributor, dan berita teknologi baru mencangkup multidisiplin ilmu
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 504 Documents
Mini Tinjauan Literatur Pemanfaatan Software Mathway untuk Berfikir Komputasi Siswa Yulia Nasution; Yahfizham
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2025): MEI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/yfb1z762

Abstract

Strong mental capacity for computation is essential in the 21st century, especially for students who aim to gain systematic and efficient mathematical understanding. The purpose of this study was to examine the use of the Mathway application in promoting students' computational thinking skills. This study analyzed the literature of ten scientific articles that supported the research. The use of Mathway was found to improve the understanding of mathematical concepts, motivate learning habits, and encourage critical thinking. It is important to use Mathway carefully so that students can not only rely on direct solutions but also understand the thought process behind problem solving. Therefore, this application should be viewed as a learning aid that encourages the process of learning mathematics to be efficient.
Analisis Kemampuan Berfikir Komputasi Menggunakan Free Universal-Algebra Equation Solver Nuria Ulfah Lubis; Yahfizham
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2025): MEI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/fnthkq59

Abstract

This study aims to analyze students' computational thinking skills in solving algebra problems by utilizing the Free Universal-Algebra Equation Solver (FUAES) application. Computational thinking skills include several aspects, such as decomposition, abstraction, pattern recognition, and algorithm design, which are crucial skills in understanding and solving mathematical problems. By conducting a literature review, this study evaluates the extent to which FUAES is effective in helping students develop systematic and logical thinking patterns. The results of the study indicate that FUAES not only provides the final solution, but also presents the steps of the solution in a structured manner, thus contributing to improving students' computational thinking skills. However, the success of implementing this application is greatly influenced by students' learning motivation and the pedagogical approach applied by the teacher. These findings recommend the use of FUAES as an effective learning aid, if supported by reflective and participatory teaching strategies.
Kewenangan Judicial Review Undang-Undang oleh Mahkamah Konstitusi dalam Sistem Negara Hukum Indonesia Risman Setiawan
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2025): MEI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/gk8f1y93

Abstract

Indonesia is a state based on the rule of law. This requires that all governmental processes and legal products, including laws, must comply with the constitution as the highest legal norm. The authority of the Constitutional Court to conduct judicial review of laws against the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia is a concrete manifestation of a systematic recognition of the principle of constitutional supremacy, the protection of citizens' rights, and the strengthening of checks and balances among state institutions. Therefore, the judicial review authority held by the Constitutional Court holds a highly strategic position within Indonesia's legal system and is fully aligned with the principles of the rule of law.
Nafkah Istri pada Masa Iddah dalam Cerai Hidup Menurut Hukum Islam (Studi Kasus Desa Aek Nabara Tonga Kecamatan Aek Nabara Barumun) Amru Hasibuan; Kalijunjung Hasibuan; Nuranisa Nasution
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2025): MEI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/s98fd138

Abstract

Dari Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelaksanaan pemberian nafkah iddah di Desa Aek Nabara Tonga belum pernah ada pelaksanaan pemberian nafkah iddah karena disebabkan oleh mantan suami ketika sudah bercerai dengan istrinya sudah tidak memberikan nafkah lagi meskipun istri masih dalam keadaan iddah. Karena hubungan anatara kedua belahpihak tidak terjalin dengan baik, mantan suami beranggapan bahwa setelah bercerai maka mantan istrinya sudah tidak menjadi tanggung jawabnya lagi untuk memberikan nafkah. Sehingga istri harus keluar rumah untuk bekerja untuk memenuhi kebutuhannya dan kebutuhan anaknya, sehingga pelaksanaan pemberian nafkah iddah belum pernah terlaksana. Hukum islam mengatur bahwa mantan suami berkewajiban memberikan nafkah iddah kepada mantan istrinya berupa nafkah dzhahir  seperti makan dan tempat tinggal dengan dasar hokum dalam Q.S. Al-Thalaq ayat 6. Maka dari itu apa bila mantan suami tidak melaksanakan kewajibannya sebagaimana seharusnya maka ia terhitung melakukan perbuatan tercela atau perbuatan yang berdosa, akan tetapi kalaulah istrinya yang nusyuz suami tidak berkewajiban memberikan nafkah iddah.
Mekanisme Pembagian Harta Warisan Bagi Anak Laki-Laki dan Anak Perempuan dalam Hukum Islam di Desa Sibulussalam Padang Lawas Mahmuddin Hasibuan; Nurfitriyani Siregar; Syawaluddin Hasibuan
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2025): MEI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/81hdc698

Abstract

Dari Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelaksanaan pemberian nafkah iddah di Desa Aek Nabara Tonga belum pernah ada pelaksanaan pemberian nafkah iddah karena disebabkan oleh mantan suami ketika sudah bercerai dengan istrinya sudah tidak memberikan nafkah lagi meskipun istri masih dalam keadaan iddah. Karena hubungan anatara kedua belahpihak tidak terjalin dengan baik, mantan suami beranggapan bahwa setelah bercerai maka mantan istrinya sudah tidak menjadi tanggung jawabnya lagi untuk memberikan nafkah. Sehingga istri harus keluar rumah untuk bekerja untuk memenuhi kebutuhannya dan kebutuhan anaknya, sehingga pelaksanaan pemberian nafkah iddah belum pernah terlaksana. Hukum islam mengatur bahwa mantan suami berkewajiban memberikan nafkah iddah kepada mantan istrinya berupa nafkah dzhahir  seperti makan dan tempat tinggal dengan dasar hokum dalam Q.S. Al-Thalaq ayat 6. Maka dari itu apa bila mantan suami tidak melaksanakan kewajibannya sebagaimana seharusnya maka ia terhitung melakukan perbuatan tercela atau perbuatan yang berdosa, akan tetapi kalaulah istrinya yang nusyuz suami tidak berkewajiban memberikan nafkah iddah.
Implikasi Hukum Pidana Terhadap Tindakan Bullying di Kalangan Santri dan Santriwati Ponpes Swasta Al-Ansor Kecamatan Barumun Selatan Erwin Hamonangan Pane; Nur Hakima Akhirani Nasution; Febri Syahmalam Hasibuan
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2025): MEI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/jerss911

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahu: (1) Untuk mengetahui Apakah Implikasi Hukum Pidana Terhadap Tindakan Bullying Di Kalangan Santri Dan Santriwati Ponpes Swasta Al-Ansor Kecamatan Barumun Selatan, (2) Apakah Faktor-faktor terjadinya Tindakan Bullying Di Kalangan Santri Dan Santriwati Ponpes Swasta Al-Ansor Kecamatan Barumun Selatan. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Bahwa implikasi dari perilaku hullying terhadap korban bully, diantaranya: tidak dapat mengontrol emosi, gangguan pada kemampuan kognitif, kehilangan kepercayaan diri, dampak fisik dan psikosomatis, isolasi sosial, kesulitan dalam membentuk hubungan yang sehat, pemicu gangguan mental. (2) Implikasi dari perilaku bullying terhadap pelaku bullying, diantaranya: terbiasa dengan perilaku impulsif, berkurangnya kemampuan empati, meningkatnya perilaku agresif, munculnya perilaku antisosial yang lebih parah, mendapat label negatif dari lingkungan.(3) Faktor-faktor terjadinya tindakan bullying di kalangan Santri dan Santriwati Ponpes Swasta Al-Ansor Kecamatan Barumun Selatan adalah Faktor keluarga, pola asuh yang diterapkan orang tua kepada pelaku membuat ia merasa tertekan dan ketika ia jauh dari orang tuanya ia merasa bebas untuk melakukan apa saja tanpa takut ada yang memarahinya. Faktor teman sebaya, pengaruh yang di berikan dari teman sebaya akan sangat berdampak kepada kepribadian atau pun kebiasaan seorang anak, walaupun masa remaja identik untuk mencari jati diri jika pengaruh yang diberikan dari lingkungan sekitar seperti teman yang membawa pengaruh negatif akan sangat rentan terjadinya suatu penyimpangan dari anak tersebut. Faktor sekolah, kelalaian dari pihak guru serta pesantren menyadari dalam hal pengawasan mereka kurang begitu disiplin untuk mengontrol kegiatan anak-anak di luar jam belajar, sehingga ketika jam istirahat tindakan bullving tersebut bisa terjadi. Ketidak perhatiannya guru atau pembimbing dalam sebuah lembaga pendidikan atau pesantren, akan sangat rentan akan terjadi penyimpangan atau kenakalan remaja, salah satunya bullying. Faktor lingkungan masyarakat, pengaruh terbesar dari perilaku bully ini adalah kemiskinan. Siswa dapat melakukan berbagai cara untuk mendapatkan uang jajan. Ekonomi keluarga juga dapat memicu terjadi perilaku bully dimana siswa ingin memenuhi kebutuhannya dengan berbagai cara.
Peran Hatobangon dalam Mencegah Perceraian dalam Hukum Islam di Desa Gunung Baringin Barumun Tengah Nurfitryani Siregar; Mahmudin Hasibuan; Ranting Malina Hasibuan
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2025): MEI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/md3pgd51

Abstract

Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui peran hatobangon dalam mencegah perceraian di Desa Gunung Baringin Kecamatan Barumun Tengah. Dan Untuk mengetahui pandangan hukum Islam terhadap peran hatobangondalam mencegah perceraian di Desa Gunung Baringin Kecamatan Barumun Tengah. Penelitian ini dilakukan dengan jenis penelitian field Research (penelitian lapangan), dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Dan hasilnya, peran hatobangon dalam mencegah perceraian di Desa Gunung Baringin adalah menghadirkan kepala Desa, kahanggi, anakboru, mora dan keluarga pasangan suami istri untuk memberikan nasehatdan pendampingan. Dan memberikan penjelasan tentang hak dan kewajiban suami istri, serta pertimbangan mengenai anak dan rumah tangga. Sehingga dari 15 kasus perceraian di Desa Gunung Baringin, hatobangon berhasil mencegah 12 pasangan suami istri dengan melakukan musyawarah. Pandangan hukum Islam terhadap peran hatobangon dalam mencegah perceraian di Desa Gunung adalah sebagai hakam atau penengah (juru damai) yang bertugas mendamaikan pasangan tersebut.
Tinjauan Hukum Islam Terhadap Golongan Fisabilillah dalam Mustahik Zakat (Studi Kasus Desa Sabahotang Kecamatan Barumun Baru) Mahmudin Hasibuan; Nurfitriyani Siregar; Syawaluddin Hasibuan
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2025): MEI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/wzfh2p28

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Siapa saja kelompok fisabilillah sebagai mustahik zakat menurut hukum Islam, tinjauan hukum Islam terhadap penyaluran zakat kepada kelompok fisabilillah di Desa Sabahotang Kecamatan Barumun Baru sesuai dengan asas hukum Islam. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang berlokasi di Desa Sabahotang Kecamatan Barumun Baru. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh amil zakat di Desa Sabahotang sebanyak 4 (empat) orang, penerima zakat yang tergolong asnaf fisabilillah sebanyak 4 (empat) orang dan tokoh agama sebanyak 2 (dua) orang. Karena jumlahnya terbatas dan terjangkau maka penelitian ini menggunakan total sampling yaitu sebanyak 10 (sepuluh) orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyaluran zakat fisabilillah di Desa Sabahotang sudah sesuai dengan hukum Islam. Pemberian zakat kepada individu yang dianggap berjuang untuk Islam, sesuai dengan pandangan ulama bahwa kategori fisabilillah tidak terbatas pada orang-orang yang sedang berjihad di jalan Allah SWT. Kelompok fisabilillah dalam mustahik zakat menurut syariat Islam adalah orang-orang yang sedang berjihad di jalan Allah, namun ada beberapa pendapat dari ulama bahwa jihad ini bukan hanya jihad dalam perang saja tetapi juga jihad modern yang dapat dilakukan dalam bidang pemikiran, pendidikan, sosial, ekonomi, dan politik dengan cara mengajar dan berdakwah dalam rangka menghidupkan kembali Islam. Kelompok fisabilillah dari hasil wawancara yang dilakukan oleh penulis adalah guru MDA, guru mengaji, santri pondok pesantren dan juga santri. Pengelola zakat di Desa Sabahotang merupakan sekelompok orang yang dipilih oleh masyarakat dan disetujui oleh pemerintah yaitu BAZNAS Padang Lawas sebagai UPZ (Amil Zakat). Mustahik zakat fisabilillah di Desa Sabahotang meliputi guru MDA, guru mengaji, santri pondok pesantren dan juga mahasiswa. Penyaluran zakat kepada santri belum terlaksana dengan alasan masih terdapat mustahik zakat yang lebih membutuhkan di Desa Sabahotang. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Yusuf Al-Qordhawi.
Tinjauan Hukum Islam pada Peralihan Wali Nasab kepada Wali Hakim dalam Melaksanakan Perkawinan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Angkola Julu Kota Padangsidimpuan Ismail Nasution; Mahmudin Hasibuan; Nur Hasyanah Harahap
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2025): MEI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/tp3qn583

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui: 1) pandangan hukum Islam terhadap peralihan wali nasab kepada wali hakim, 2) pandangan hokum Islam terhadap peralihan wali nasab kepada wali hakim dalam pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Angkola Julu Kota Padangsidimpuan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan, dimana yang disajidakn sebagai subjek dalam penelitian adalah peralihan wali nasab kepada wali hakim sedangkan objek yang akan diteliti adalah ketua kantor urusan agama (KUA), staf kantor urusan agaman (KUA), keluarga yang berstatus menikah dengan wali hakim yaitu bapak Ahmadi Saputra dan ibu Roselina Pane dan bakap Ganti Saputra dan ibu Lista Junia Hasibuan. Dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa penyebab terjadinya peralihan wali nasab kepada wali hakim ialah, tidak adanya restu dari orangtua wanita, tidak ada garis wali nasab, wali nasab adhol, wali nasab dicabut hak kewalianya oleh pemerintah. Kemudian faktor terjadinya peralihan wali nasab kepada wali hakin didasari oleh dua faktor yaitu faktor internal dan eksternal.
Tradisi Upa Lakka Perkawinan di Desa Huta Bargot Aek Nabara Barumun dalam Hukum Islam Nur Hakima Akhirani Nasution; Mahmudin Hasibuan; Yuni Handayani Pulungan
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2025): MEI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/9ww98m38

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tradisi upa lakka dalam perkawinan di Desa Huta Bargot Kecamatan Aek Nabara Barumun. Dan untuk mengetahui pelaksanaan upa lakka dalam perkawinan di Desa  Huta Bargot. Dan untuk mengetahui pandangan Hukum Islam tentang tradisi upa lakka dalam perkawinan di Desa Huta Bargot. Penelitian ini dilakukan dengan jenis penelitian  field Research (penelitian lapangan), dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Menyimpulkan bahwa tradisi upa lakka di Desa Huta Bargot Kecamatan Aek Nabara Barumun terjadi atas kesepakatan orang-orang terdahulu yang dilakukan secara turun-temurun. Dan pelaksanaan tradisi upa lakka dalam perkawinan di Desa Huta Bargot dilaksanakan pada saat pengantin laki-laki sudah mengantarkan emas ke rumah yang dilengkapi dengan dalihan natolu yaitu kahanggi, anak boru maupun mora dari natobang (yang lebih tua). Pandangan Hukum Islam tentang tradisi upa lakka dalam perkawinan baik dari Al-Qur’an maupun Hadist tidak ada yang melarang untuk dilaksanakan. Karena dalam pandangan Hukum Islam terhadap tradisi upa lakka dalam perkawinan menekankan bahwa pentingnya pemenuhan syarat-syarat syariah yang mencakup keadilan, kebebasan dan penghormatan.

Page 3 of 51 | Total Record : 504