cover
Contact Name
Muhammad Rizky
Contact Email
admin@jurnalpustakacendekia.com
Phone
+6281274887803
Journal Mail Official
admin@jurnalpustakacendekia.com
Editorial Address
Address : Jl. Sei Sahang, N0. 5296, Kec. IB 1, Kel. Lorok Pakjo, Kota Palembang E-Mail : admin@pengabdiancendekia.journalpustakacendekia.com HP/Wa : 081274887803
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Galen: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 30906369     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Focus and Scope Jurnal Galen: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan berfokus pada publikasi penelitian ilmiah dan kajian akademik di bidang farmasi serta kesehatan. Jurnal ini bertujuan untuk memperkaya wawasan ilmiah dan memberikan kontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta praktik di sektor farmasi dan kesehatan. Ruang lingkup Jurnal Galen mencakup berbagai aspek dalam ilmu farmasi dan kesehatan, antara lain: Farmasi Klinis dan Komunitas – Studi tentang penggunaan obat dalam praktik klinis dan komunitas, termasuk interaksi obat, farmakokinetika, dan farmakoepidemiologi. Farmasi Industri dan Teknologi Farmasi – Pengembangan dan formulasi obat, sistem penghantaran obat, serta inovasi dalam teknologi farmasi. Farmakologi dan Toksikologi – Penelitian mengenai mekanisme kerja obat, efek samping, serta toksisitas pada berbagai sistem biologis. Bioteknologi Farmasi – Pengembangan produk farmasi berbasis bioteknologi, termasuk vaksin, antibodi monoklonal, dan terapi berbasis gen. Manajemen dan Kebijakan Farmasi – Kajian mengenai regulasi, ekonomi farmasi, serta kebijakan dalam sistem kesehatan yang berkaitan dengan obat dan layanan farmasi. Kesehatan Masyarakat dan Epidemiologi – Penelitian terkait kesehatan masyarakat, pola penyakit, serta intervensi farmasi dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Obat Herbal dan Fitokimia – Eksplorasi dan pengembangan bahan alam untuk keperluan farmasi, termasuk uji aktivitas farmakologi serta keamanan penggunaan obat herbal. Analisis Farmasi dan Instrumentasi – Metode analisis dalam pengujian kualitas obat, kontrol mutu, serta teknik instrumentasi dalam bidang farmasi. Kedokteran dan Ilmu Kesehatan – Penelitian dan kajian terkait ilmu kedokteran, diagnosis klinis, terapi medis, manajemen pelayanan kesehatan, serta inovasi dalam bidang kedokteran untuk mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan. Ilmu Kesehatan Lainnya – Meliputi bidang terkait seperti kebidanan, keperawatan, fisioterapi, gizi, serta bidang kesehatan lain yang relevan dan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Dengan cakupan yang luas ini, Jurnal Galen diharapkan dapat menjadi sumber informasi ilmiah yang kredibel bagi akademisi, peneliti, praktisi, dan profesional di bidang farmasi, kedokteran, serta berbagai disiplin ilmu kesehatan lainnya.
Articles 123 Documents
Hubungan Nilai Cystatin C pada Pasien Gangguan Fungsi Ginjal: Kajian Literatur Jonathan Farrel Panggabean; Evi Kurniawaty; Septia Eva Lusina; Soraya Rahmanisa
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.143

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan nilai cystatin C dengan gangguan fungsi ginjal berdasarkan bukti ilmiah terkini. Cystatin C merupakan biomarker filtrasi glomerulus yang dinilai lebih sensitif dan stabil dibandingkan kreatinin. Metode penelitian menggunakan literature review sistematis dengan kata kunci “cystatin C” dan “kidney function”, yang ditelusuri melalui Google Scholar dan Scopus. Dari hasil pencarian, diperoleh 119 artikel, kemudian diseleksi menggunakan kriteria inklusi tahun publikasi ≥2020, artikel berbahasa Inggris, dan akses terbuka. Proses seleksi mengacu pada diagram PRISMA dan menghasilkan tujuh artikel yang memenuhi kriteria untuk dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa peningkatan kadar cystatin C konsisten berkaitan dengan penurunan fungsi filtrasi ginjal dan mampu mendeteksi gangguan lebih dini dibandingkan kreatinin. Cystatin C juga memberikan estimasi eGFR yang lebih akurat, stabil, serta responsif terhadap perubahan klinis. Kajian ini menyimpulkan bahwa nilai cystatin C memiliki hubungan yang kuat dan bermakna dengan gangguan fungsi ginjal, sehingga layak dipertimbangkan sebagai biomarker utama dalam evaluasi fungsi ginjal.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Kesehatan Gigi Terhadap Perawatan Gigi Anak Di Panti Asuhan Kecamatan Samarinda Utara Karla Harmita; Nuryani Dihin Utami; Ronny Isnuwardana
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.144

Abstract

Tingkat pengetahuan kesehatan gigi dapat mempengaruhi perilaku perawatan gigi. pengetahuan kesehatan gigi penting diberikan sejak masih kecil agar anak mempunyai kebiasaan dalam merawat kebersihan giginya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan kesehatan gigi terhadap perilaku perawatan gigi anak usia sekolah di panti asuhan wilayah Kecamatan Samarinda Utara. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif melalui pendekatan cross sectional menggunakan kuesioner yang terdiri dari 36 butir pertanyaan tentang tingkat pengetahuan dan perilaku perawatan gigi. penelitian dilakukan pada bulan desember 2022 – januari 2023. Data diperoleh sebanyak 54 responden dari 4 panti asuhan dengan pengambilan sampel dengan teknik consecutive sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 77,8% responden memiliki pengetahuan yang baik tentang kesehatan gigi dan 48,1% responden memiliki perilaku yang cukup dalam melakukan perawatan gigi. Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan kesehatan gigi terhadap perilaku perawatan gigi anak usia sekolah di panti asuhan wilayah Kecamatan Samarinda Utara (p=0,003). Simpulan penelitian ini ialah tingkat pengetahuan dengan kategori baik dapat mempengaruhi perilaku dalam perawatan gigi pada anak di panti asuhan wilayah Kecamatan Samarinda Utara.
Scaling dan Root Planning Sebagai Terapi Inisial Periodontal pada Kasus Pasien Periodontitis Kronis Lokalisata Putri Az Zahra Arianto; Nuryanni Dihin Utami
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.145

Abstract

Periodontitis kronis lokalisata mengganggu struktur pendukung periodontal, sering dipicu faktor anatomi seperti perlekatan frenulum bukal tinggi yang menyebabkan resesi gingiva. Laporan kasus ini bertujuan mengevaluasi scaling dan root planing (SRP) sebagai terapi periodontal inisial pada pasien wanita usia 22 tahun di Rumah Sakit Gigi Mulawarman dengan periodontitis pada gigi 14 dan 24. Menggunakan desain studi kasus tunggal deskriptif kualitatif, populasi pasien Klinik Periodonsia (2024-2025) dengan sampel purposif satu pasien memenuhi kriteria (tanpa riwayat sistemik, OHI-S 1,2, resesi lokal). Instrumen meliputi probe periodontal, eksplorer, indeks OHI-S/plak, dan fotografi serial, dianalisis model Miles-Huberman (reduksi data, display tematik, triangulasi). Hasil menunjukkan pra-perawatan gingiva merah bengkak, poket 3 mm, bleeding on probing positif, membaik pasca-SRP menjadi gingiva pink coral, konsistensi firm, stippling, dan plak berkurang pada kontrol seminggu dan sebulan, meski resesi bertahan. Kesimpulannya, SRP efektif tingkatkan higiene mulut awal, memfasilitasi transisi frenektomi dan restorasi, sarankan studi kohort jangka panjang.
Asi Ekslusif : Investasi Kesehatan Jangka Panjang  untuk Pertumbuhan Optimal Bayi Abul A’la Al-Maududi; Sanyatul Khasanah; Diandra Nova Alia; Ratna Vanessa; Nasywa Safitri; Syifa Aprilia Azzahra; Ikhsan Arif Adilla
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.146

Abstract

Kekurangan gizi merupakan penyebab utama kematian bayi, di mana pemberian ASI eksklusif menjadi solusi krusial untuk mencegah gizi buruk dan penyakit infeksi. Meskipun manfaatnya luas, praktik ASI eksklusif masih terhambat oleh rendahnya pengetahuan inu, persepsi ketidakcukupan ASI, dan pengaruh promosi susu formula. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu menyusui mengenai pentingnya ASI eksklusif sebagai investasi kesehatan jangka panjang bagi pertumbuhan optimal bayi. Metode intervensi dilakukan pada 21 Desember 2025 di posyandu Mawar 2, Cirendeu, Ciputat Timur dengan sasaran 17 ibu menyusui. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan menggunakan media PowerPoint dan poster, dilengkapi dengan sesi diskusi interaktif. Evaluasi keberhasilan diukur mengunakan instrumen kuesioner melalui pre-test dan post-test. Hasil analisis data menunjukkan peningkatan pengetahuan yang dignifikan pada peserta. Rata-Rata skor meningkat sebesar 11%, dari 72% pada saat pre-test menjadi 83% pada saat post-test. Secara distribusi frekuensi, responden dengan kategori pengetahuan “Baik” melonjak dari 47,06% (8 orang) menjadi 70,59% (12 orang). Sebaliknya, kategori pengetahuan “Cukup” menurun drastis seiring meningkatnya pemahaman responden mengenai manfaat kolostrum, teknik menyusui, dan manajemen laktasi. Kesimpulan: penyuluhan kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan ibu menyusui. Peningkatan pengetahuan ini diharapkan dapat meningkatkan rasa percaya diri (efikasi diri) ibu untuk memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penurunan angka kematian bayi.
Edukasi Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Menular di Masyarakat Ria Apriliani; Ardiyansyah; Ahmad Farizki
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.147

Abstract

Penyakit menular masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di berbagai wilayah. Tingginya angka kejadian penyakit menular dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan masyarakat, perilaku hidup yang kurang sehat, serta keterbatasan akses terhadap informasi dan layanan kesehatan. Edukasi kesehatan menjadi salah satu strategi utama untuk mencegah penyebaran penyakit menular melalui peningkatan pengetahuan, perubahan sikap, dan pembentukan perilaku hidup bersih dan sehat. Artikel ini membahas peran edukasi kesehatan dalam mendorong masyarakat untuk mengenali risiko penyakit menular, memahami cara penularan, dan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang efektif. Strategi edukasi yang tepat, termasuk penggunaan media interaktif, keterlibatan tokoh masyarakat, serta penyuluhan berkelanjutan, terbukti mampu meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat. Remaja dan anak sekolah menjadi kelompok prioritas karena masa tersebut merupakan fase kritis dalam pembentukan perilaku sehat. Edukasi kesehatan yang efektif tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga membentuk kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan dan menurunkan risiko infeksi di masyarakat. Oleh karena itu, edukasi kesehatan merupakan upaya strategis untuk meningkatkan kualitas hidup dan menciptakan lingkungan masyarakat yang lebih sehat dan sadar akan pencegahan penyakit menular.
Cues to Action Prediktor Perilaku Merokok pada Remaja: Studi Literatur Tahun 2018-2024 Esti Nur fadila; Luqman Effendi
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.148

Abstract

Merokok pada usia remaja masih menjadi isu kesehatan masyarakat yang sulit dikendalikan karena dipengaruhi oleh faktor individu, sosial, dan lingkungan. Health Belief Model (HBM) sering digunakan sebagai kerangka teoritis untuk memahami perilaku kesehatan, termasuk perilaku merokok. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah peran komponen HBM dalam menjelaskan perilaku merokok pada remaja melalui pendekatan studi literatur. Kajian dilakukan terhadap artikel ilmiah yang dipublikasikan pada rentang tahun 2018–2024 dan diperoleh dari basis data Google Scholar serta PubMed sesuai dengan kriteria inklusi yang ditetapkan. Hasil telaah menunjukkan bahwa keterkaitan antara konstruk HBM dan perilaku merokok remaja menunjukkan temuan yang bervariasi. Komponen perceived susceptibility hanya didukung oleh sekitar setengah dari studi yang ditinjau, sedangkan perceived severity dan perceived benefits menunjukkan hubungan yang lebih lemah. Perceived barriers ditemukan berpengaruh pada sebagian penelitian, namun tidak konsisten. Sebaliknya, cues to action menjadi komponen yang paling sering berhubungan dengan perilaku merokok remaja, terutama yang bersumber dari faktor eksternal seperti pengaruh orang tua, teman sebaya, dan media. Sementara itu, self-efficacy merupakan komponen yang paling jarang diteliti dan memiliki bukti pengaruh yang sangat terbatas. Kajian ini menyimpulkan bahwa HBM belum sepenuhnya efektif dalam menjelaskan perilaku merokok pada remaja karena karakteristik dampak merokok yang bersifat jangka panjang. Oleh sebab itu, upaya pencegahan sebaiknya lebih menitikberatkan pada faktor pemicu eksternal dan lingkungan sosial remaja.
Gambaran Kepatuhan Minum Obat Antihipertensi Berdasarkan Lama Waktu Menderita pada Pasien Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi M Fadhlan Wahyu Erlangga; Nurhusna; Putri Irwanti Sari; Andika Sulistiawan; Andi Subandi
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.149

Abstract

Kepatuhan minum obat merupakan penentu utama keberhasilan pengobatan. Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan paling berbahaya didunia, karena tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko utama yang menyebabkan penyakit seperti stroke, gagal jantung, stroke dan nefrosis.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Kepatuhan Minum Obat Antihipertensi Berdasarkan Lama Waktu Menderita pada Pasien Hipertensi di Wilayah Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dekriptif dengan menggunakan metode survei. Populasi penelitian ini adalah 31.615 orang yang berkunjung ke puskesmas Putri Ayu dan mengkonsumsi obat Antihipertensi pada tahun 2023, tekni pengambilan sempel ini dengan teknik purposive sampling dengan 106 responden. Hasil penelitian Mayoritas responden berusia anatara 46-65 Tahun sebanyak 68 Responden (64,2%), mayoritas berjenis kelamin Perempuan 58 responden (54,7%), mayoritas berpendidikan terakhir SMA 41 responden (38,7%), mayoritas responden berkerja sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT) 41 responden (38,7%), Gambaran tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi pada penderita hipertensi baru (< 1 tahun) mayoritas adalah Sedang sebanyak 10,4%. Gambaran Tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi pada penderita hipertensi jangka menengah (1-5 tahun) mayoritas adalah Rendah sebanyak 48,1%. Gambaran tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi pada penderita hipertensi jangka panjang (> 5 tahun) mayoritas Adalah Rendah 18,9%. Dapat disimpulkan Tingkat kepatuhan responden berdasarkan lama pengobatan mayoritas responden memiliki Tingkat kepatuhan rendah.
Analisis Faktor Determinan Sosio-Ekonomi terhadap Rate Kasus HIV di Jawa Barat Menggunakan Regresi Binomial Negatif Ibnu Ahmad Ambiya Al Assyad
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.150

Abstract

Provinsi Jawa Barat menghadapi tantangan sebagai provinsi dengan kasus HIV tertinggi di Indonesia di mana data kasusnya berbentuk data hitungan  yang terbukti mengalami overdispersi kuat (Dispersion Ratio = 50.804). Penelitian ini bertujuan memodelkan rate kasus HIV di 27 kabupaten/kota (2024) untuk mengidentifikasi faktor sosio-ekonomi yang berpengaruh dan secara lugas membandingkan efektivitas model non-spasial (Global NBR) dengan model spasial lokal (GWPR). Dengan menggunakan variabel respon jumlah kasus HIV (dengan offset populasi) dan 5 variabel penjelas (termasuk pengangguran, nakes, & PUS), metodologi Regresi Binomial Negatif (NBR) dipilih secara definitif di atas Poisson untuk mengatasi overdispersi. Temuan utama penelitian menunjukkan bahwa Model Global NBR (AIC=345.76) secara signifikan lebih baik dan lebih parsimonious (hemat) dibandingkan Model Spasial GWPR (AIC=594.57). Kemenangan model global ini didukung oleh Uji Moran's I pada sisaannya yang membuktikan tidak ada autokorelasi spasial tersisa  Model terbaik ini mengidentifikasi tingkat pengangguran terbuka  sebagai faktor risiko, sementara jumlah tenaga kesehatan (positif) dan jumlah PUS (negatif) teridentifikasi sebagai anomali statistik signifikan yang mengindikasikan adanya Ecological Fallacy dan bias surveilans pelaporan.
Studi Literatur Perilaku Merokok Elektrik (Vape) Pada Remaja Menurut Social Cognitive Theory Tahun 2021-2025 Sanyatul Khasanah; Luqman Effendi
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.151

Abstract

Penggunaan rokok elektrik (vape) di kalangan remaja Indonesia menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Fenomena ini tidak hanya terjadi pada remaja yang sebelumnya merupakan perokok konvensional, tetapi juga pada mereka yang langsung memulai kebiasaan merokok dengan vape. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran karena rokok elektrik berpotensi memberikan dampak negatif terhadap kesehatan fisik, psikologis, dan sosial remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku merokok elektrik pada remaja berdasarkan pendekatan Social Cognitive Theory. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan menelaah berbagai publikasi ilmiah nasional dan internasional yang relevan. Literatur dikumpulkan melalui basis data elektronik seperti PubMed dan Google Scholar, dengan rentang tahun publikasi 2020–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa perilaku penggunaan rokok elektrik pada remaja dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi gaya hidup, persepsi individu terhadap risiko dan manfaat vape, serta motivasi personal. Sementara itu, faktor eksternal mencakup pengaruh teman sebaya, keberadaan anggota keluarga pengguna rokok elektrik, serta paparan iklan rokok elektrik di berbagai media. Temuan ini menegaskan bahwa perilaku merokok elektrik pada remaja merupakan hasil interaksi antara faktor individu dan lingkungan sosial, sehingga diperlukan strategi pencegahan yang komprehensif dan berbasis lingkungan.
Penerapan Social Cognitive Theory Terhadap Upaya Pencegahan Perilaku Merokok Elektrik (Vape) pada Remaja Luqman Effendi; Siti Rosdiana
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.153

Abstract

Penggunaan rokok elektrik (vape) pada remaja semakin meningkat dan berisiko membentuk kebiasaan merokok sejak usia dini. Perilaku ini tidak hanya dipengaruhi oleh pengetahuan, tetapi juga oleh lingkungan sosial dan proses belajar melalui pengamatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui penerapan Social Cognitive Theory (SCT) dalam menjelaskan pencegahan dan pengendalian perilaku vaping pada remaja. Studi ini merupakan literature review yang dilakukan melalui database Google Scholar, Portal Garuda, PubMed, dan ScienceDirect dengan rentang tahun 2021–2025. Sebanyak delapan artikel yang memenuhi kriteria dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa perilaku vaping pada remaja berkaitan dengan pengaruh teman sebaya, kurangnya pengawasan keluarga, paparan media sosial, serta rendahnya self-efficacy. Komponen SCT seperti modeling, outcome expectations, dan self-efficacy terbukti berperan dalam membentuk perilaku tersebut. Dapat disimpulkan bahwa SCT efektif digunakan sebagai dasar dalam memahami perilaku vaping dan merancang upaya pencegahan. Penguatan self-efficacy, keterlibatan keluarga dan sekolah, serta pengendalian promosi vape diperlukan untuk menekan penggunaan vape pada remaja.

Page 11 of 13 | Total Record : 123