cover
Contact Name
Amanda Rosalina
Contact Email
amandarosalina@ppns.ac.id
Phone
+6285745937955
Journal Mail Official
amandarosalina@ppns.ac.id
Editorial Address
Jl. Teknik Kimia, Kampus ITS Sukolilo - Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
PROCEEDINGS CONFERENCE ON DESIGN AND MANUFACTURE AND ITS APPLICATION
ISSN : -     EISSN : 26548631     DOI : https://doi.org/10.33863/cdma.v8i1.2898
The aim of the Conference on Design Manufacture Engineering and Its Application (CDMA) is to provide a scientific platform for researchers, academics, and professionals to share and disseminate original research, innovative ideas, and practical developments in the fields of design engineering, manufacturing technology, and their multidisciplinary applications. CDMA welcomes the submission of theoretical and empirical papers that aim to advance knowledge, challenge conventional practices, and offer new insights into areas such as product design, manufacturing systems, industrial automation, materials engineering, and related domains. Submissions may employ various methodological approaches, including experimental research, modeling and simulation, qualitative studies, and data-driven analysis.
Articles 306 Documents
Analisa Pengujian Sistem Pengereman dan Pengujian Performa pada Kendaraan Bermotor Roda Tiga Sebagai Alat Bantu Transportasi Bagi Penyandang Disabilitas Aifa Naufal Zahron; Bayu Wiro Karuniawan; Tri Andi Setiawan
Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application Vol 1 No 1 (2017): Conference on Design and Manufacture and Its Aplication
Publisher : Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring bertambahnya kebutuhan manusia dalam bidang transportasi tidak menutup kemungkinanpara penyandang disabilitas juga membutuhkan kendaraan pribadi. Sepeda motor roda tiga adalahsolusi yang baik untuk para penyandang disabilitas ini. Sepeda motor roda tiga dengan produk hasilmodifikasi adalah pilihan yang paling banyak diminati oleh mereka.Dari fakta tersebut perludikembangkan sebuah inovasi sepeda motor roda tiga yang mampu mengatasi permasalahan yangsering dijumpai. Dengan melakukan survey dan merancang kembali sepeda motor roda tiga ini,diharapkan mampu memenuhi kekurangan yang ada pada produk sebelumnya. Dengan berlandasanSNI4404-2008 dan SNI 09-1400-1995 sebagai acuan dalam prosedur pengujian diharapkankendaraan roda tiga mampu memenuhi standar yang sudah ditetapkan.Hasil dari pengujian inimembuktikan kinerja sisa pengereman sepeda motor roda tiga sudah memenuhi standar dibuktikandari nilai jarak berhenti saat pengujian pengereman. Namun, untuk kinerja alat pengereman masihbelum memenuhi SNI. Hasil dari pengujian percepatan juga dapat dikembangkan menjadi nilaiperforma motor berupa kecepatan saat (t), daya motor dan percepatan saat melaju pada jarak 50m,100m, dan 200m.
Perencanaan Interval Perawatan Mesin Blow Moulding Type HBD 1 dengan Metode Reliability Centered Maintenance (RCM) di Perusahaan Manufaktur Plastik Anggrik Dwi Merari; Rina Sandora; Tri Andi Setiawan
Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application Vol 1 No 1 (2017): Conference on Design and Manufacture and Its Aplication
Publisher : Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peruhaan manufactur plastic yang menjadi objek penelitian merupakan perusahaan bonafit yang bergerak di bidang industri plastik dan industri lainnya yang menggunakan bahan pokok plastik danfiber glass.Jenisprodukyangdihasilkanberupabotolplastik,botolairgalon,sikatgigi,mould laminating tube dan plastik tub. Dalam penelitian kali ini, penelitian mengkhususkan pada Blow Moulding Departement.. Metode RCM memiliki banyak keuntungan antaranya dapat menjadikan program perawatan yang paling efisien dan memiliki biaya perawatan yang rendah, serta meminimasi peluang kegagalan secara mendadak dan meningktakan umur serta keandalan peralatan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kegagalan, menentukan perawatan yang sesuai serta menentukan interval perawatan yang optimal. Data yang digunakan yaitu data kegagalan januari2016 – September 2016,selama periode ini terdeteksi 103 bentuk kegagalan. 7 dari 9 komponen mesin yang kritis karena memiliki nilai RPN yang tinggi. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 5 komponen yaitu Unit Control dengan Preventive maintenance 43 jam, Gripper dengan Preventive maintenance 168 jam, Block Valve Blowing dengan Preventive maintenance 168 jam. Deflashing dengan Preventive maintenance 43 jam dan Extruder dengan Preventive maintenance 168 jam, yang meningkat keandalanya setelah dilakukan Preventive Maintenance dan 2 komponen lainnya, Hydrolic dan Brush protection, tidak memerlukan preventive maintenance karena hanya akan menimbulkan biaya tanpa meningkatkan keandalanya.
Analisis Kekuatan Material Pengaruh Heat Treatment pada Hasil Pengecoran Scrap Tepang SPCE-SD sebagai Alternatif Daur Ulang Material Bantu Produksi Alat Musik Saxophone Danang Harianto; Moh. Miftachul Munir; Hendri Budi K
Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application Vol 1 No 1 (2017): Conference on Design and Manufacture and Its Aplication
Publisher : Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan besi tepang yang masih impor dari negara lain tentunya beresiko terjadi keterlambatanpengiriman sehingga menghambat proses produksi. Setiap dua minggu sekali, PT. X menjual scraptepang sebanyak 350 kg ( List of Packing, Weight, & Measurement) berdasarkan data penjualan scrapmaterial tanggal 21 November 2016. Penelitian ini membahas tentang proses daur ulang material scrapbesi tepang SPCE-SD menjadi besi tepang yang siap digunakan kembali untuk membantu prosesproduksi saxophone. Material tepang yang sudah menjadi scrap dicampur dengan baja SS400 denganperbandingan jumlah keduanya 1:20 dileburkan bersamaan sampai suhu 16000C. Uji komposisimaterial menunjukan bahwa material hasil pengecoran menghasilkan kadar karbon 0,12% dengankadar besi 97,7% sedangkan material tepang awalnya memiliki kadar karbon 0,03% dan besi murni99,6%. Adanya perlakuan panas (annealing, normalizing) pada temperatur 8800C dengan holding time1,5jam yang diberikan pada hasil pengecoran telah mereduksi / mengurangi nilai kekuatan tarik dankekerasan material. Rata-rata nilai kekerasan material tepang awal sebesar 115,54HV. Sementarapada hasil pengecoran (172,66HV dan 487,8MPa), material normalizing (164,24HV dan 477,1MPa),material annealing (146,62HV dan 459,7MPa). Oleh karena itu, metode perlakuan panas yang cocokuntuk membuat produk tepang hasil pengecoran adalah metode annealing. Hasil stuktur mikro materialannealing yang terbentuk lebih renggang dan daerah terang (ferrite) mendominasi struktur.
Perancangan dan Pembuatan Vacuum Mold Tray ASUS Zenfone 3 Obaja Eden Sentosa Riyanto; Fais Hamzah; Rizal Indrawan
Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application Vol 1 No 1 (2017): Conference on Design and Manufacture and Its Aplication
Publisher : Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini perkembangan teknologi sudah semakin maju. Kita dapat mengakses segala informasi dengan cepat dan tepat. Salah satu teknologi yang saat ini disoroti adalah smartphones. Produksi smartphones sudah dilakukan di Indonesia beberapa tahun terakhir ini salah satunya di PT SAT NUSAPERSADA yang ada di batam. Dalam proses produksinya masih banyak alat dan penunjang yang di impor dari luar, namun akhir akhir ini sudah ada beberapa penunjang produksi yang dikerjakan secara internal seperti jig, tray, modif mesin, dsb. Namun beberapa tray yang ada di perusahaan tersebut masih impor dari luar negeri dari negara distributor produk tersebut. Dengan adanya kasus peristiwa itu peneliti mengambil topik tugas akhir. Salah satu penunjang produksi adalah tray yang digunakan operator untuk mempermudah dan membantu pekerjaan operator agar lebih cepat dan mengindarkan produk dari cacat produksi. Perancangan mold ini akan dikerjakan dengan CAD modelling, CAM programming dan CNC machining. Material yang digunakan adalah plastic jenis HIPS dan proses pembentukanya melalui vacuum thermoplastic forming. Dengan adanya penelitian ini diharapkan bisa menjadi referensi bagi pihak kampus Politeknik Perkapalan Surabaya, pengembangan dan juga inovasi dalam teknologi CAD/CAM yang berguna bagi individu, pihak perusahaan yang bersangkutan, dan di dunia industri yang saat ini semakin maju dan berkembang begitu pesat.
Desain Sistem Railgun Putra Ridhan F; Devina Puspita Sari; M. Basuki Rahmat
Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application Vol 1 No 1 (2017): Conference on Design and Manufacture and Its Aplication
Publisher : Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Railgun adalah sistem peluncur proyektil elektromagnetik yang menggunakan medan magnet dari arus listrik yang mengalir pada dua rel yang disusun paralel untuk mengakselerasikan proyektil dengan memanfaatkan prinsip Gaya Lorentz. Secara teori, Railgun memiliki kelebihan dimana kekuatan dari tembakan yang dilakukan tergantung pada besarnya arus yang mengalir pada rel akselerator tersebut. Oleh karena itu, Railgun menjadi salah satu teknologi yang diharapkan dapat menjadi sistem persenjataan masa depan. Akan tetapi, teknologi railgun pada saat ini masih dalam tahap prototipe. Sistem railgun yang telah dibuat memiliki beberapa kelemahan diantaranya besarnya arus yang dibutuhkan, overheat, serta ukuran yang besar. Penelitian ini memiliki tujuan utama untuk melakukan miniaturisasi dari sistem railgun yang telah ada dan mendesain sistem railgun yang bersifat portabel serta mengatasi beberapa masalah yang ada pada sistem railgun yang ada saat ini seperti kebutuhan arus yang tinggi serta reliabilitas dari sistem yang ada untuk membuat railgun yang didesain ini bersifat praktikal. Dari penelitian yang dilakukan, secara teori, sistem railgun yang bersifat portabel dapat dibuat dengan menggunakan sistem 2-stage acceleration dimana menggunakan peluru konvensional untuk mengakselerasikan peluru pada tahap awal sebelum diakselerasikan oleh rel akselerator membantu memberikan peluru tersebut kecepatan awal sebelum akselerasi yand sangat membantu dalam mengurangi besarnya arus yang dibutuhkan. Selain itu, berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan, terjadi peningkatan karakteristik dari peluru yang ditembakkan dalam aspek kecepatan, jarak serta energi kinetik yang dihasilkan.
Proses Kalibrasi Sumbu X, Y, Dan Z Pada Mesin CNC Router Kayu 3 Axis Menggunakan Alat Bantu Dial Indicator dan Block Gauge Zaynawi .; Bayu Wiro K; Fipka Bisono
Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application Vol 1 No 1 (2017): Conference on Design and Manufacture and Its Aplication
Publisher : Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan di bidang teknologi yang semakin berkembang merupakan aspek sebuah pengetahuan dan teknologi yang mengharuskan kalangan pendidikan tinggi untuk dapat meningkatkan kemampuan dalam penguasaan teknologi. Terutama pada teknologi tepat guna. Teknologi tepat guna merupakan teknologi yang tepat sasaran yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum. Pengembangan teknologi tepat guna harus lebih ditingkatkan sebagai penunjang pemanfaatan teknologi masyarakat Indonesia. Mesin CNC router kayu yang akan dikalibrasi menggunakan 3 axis dalam pengoprasiannya, dimana ketiga tiganya menggunakan 3 unit motor servo dengan daya 0,4 kW pada sumbu x, y, z dan menggunakan motor spindle dengan daya 1,5 kW, untuk mengetahui hasil kalibrasi pada mesin CNC router kayu 3 axis menggunakan alat bantu dial indicator dan block gauge. Dan untuk mengetahui sumber kesalahan apa saja yang dapat dideteksi dengan cara kalibrasi sumbu X, Y, dan Z pada mesin CNC router kayu 3 axis. Hasil dari kalibrasi ini adalah untuk mengetahui hasil penyimpanga dari mesin tersebut pada sumbu x sebesar 0,01 mm, sumbu y sebesar 0,01 mm dan sumbu z sebesar 0,02 mm, dengan adanya proses kalibrasi ini diharapkan CNC router kayu ini bisa beroprasi secara akurat dan presisi pada benda kerja.
Rancang Bangun Roll Bending Machine With Hydraulic Assist Diga Rahmat Novandra; Tri Tiyasmihadi; Fais Hamzah
Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application Vol 1 No 1 (2017): Conference on Design and Manufacture and Its Aplication
Publisher : Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada industri skala kecil masih banyak dijumpai teknologi penunjang produksi yang masih dijalankan secara manual, salah satunya yaitu mesin pengerolan.Sehingga dibutuhkan inovasi terhadap alat yang sudah ada agar dapat bekerja lebih efisien.Mesin pengerollan sendiri merupakan alat bantu untuk membentuk plat/profil yang semula dalam bentuk lonjoran lurus berubah menjadi melengkung dan melengkungnya profil ini disesuaikan sesuai kebutuhan dan kegunaan. Konsep perancangan dan pengembangan mesin pengerolan ini menggunakan metode reverse enginering mengacu pada tahapan konsep perancangan Ulrich-Epinger yang telah dimodifikasi, yaitu identifikasi dan perumusan masalah, study literatur, pengumpulan data, pembuatan dan pemilihan konsep, pemodelan konsep, analisis teknik, pembuatan detail drawing, proses manufaktur dan assembly, pembuatan mesin, uji coba dan analisis mesin. Setelah itu dilakukan evaluasi terhadap kelayakan mesin. Hasil perancangan dalam penelitian ini adalah desain dan gambar kerja produk mesin pengerolan. Gambar kerja ini meliputi detail rangka, poros, roller, pillow bearing, gear sprocket, serta sistem kerja alat. Mesin roll bending ini memiliki spesifikasi antara lain : dimensi 422 x 538 x 860 mm, Manggunakan motor listrik AC 1HP sebagai penggerak utama, menggunakan sistem hidrolik sebagai penggerak roll, sistem transmisi menggunakan rantai, menggunakan gear box reduser 1:60. Total biaya yang diperlukan adalah senilai Rp. 5.673.000,00.
Analisis Kekuatan Konstruksi Underframe Pada Prototype Light Rail Transit (LRT) Roby Tri Hardianto; Wahyudi .; Dhika Aditya Purnomo
Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application Vol 1 No 1 (2017): Conference on Design and Manufacture and Its Aplication
Publisher : Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Light Rail Transit (LRT) merupakan contoh kemajuan transportasi darat di bidang kereta api danLRT merupakan salah satu alternatif moda pengumpan bagi MRT. Demi memenuhi kemajuantransportasi darat di bidang kereta api di Indoneisa, Perusahaan produsen kereta merencanakanpembuatan prototype LRT sebagai moda pengumpan MRT dan contoh awal untuk pembuatan LRTyang sebenarnya. Konstruksi utama dari LRT ini layaknya kereta pada umumnya, yaitu terletakpada konstruksi underframe. Oleh sebab itu penulisan Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengetahuiseberapa besar kekuatan kontruksi underframe dalam menerima beban yang sudah ditentukandengan melakukan perhitungan dan analisis software untuk mencari tegangan maksimum, defleksimaksimum dan letak titik kritis. Dimana pembuatan LRT ini masih dalam tahap pengerjaan danbelum di uji kekuatannya.Untuk menganalisis kekuatan konstruksi underframe Prototype LRT, analisis yang dilakukanmenggunakan perhitungan manual dalam bentuk lokal/penamapang serta dengan bantuan softwareANSYS.Hasil dari penelitian ini menunjukkan tegangan maksimum konstruksi underframe sebesar 211,35MPa, untuk defleksi yang terjadi pada konstruksi underframe sebesar 85,678 mm dan letak titikkritis pada konstruksi underframe berada pada sambungan antara penampang melintang danmemanjang bagian depan diatas tumpuan. Sehingga dapat dikatakan konstruksi underframe tidakaman karna melebihi tegangan dan defleksi ijin.
Perancangan Dust Collector System untuk Proses Buffing Aviora Karunia; Emie Santoso; Dhika Aditya
Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application Vol 1 No 1 (2017): Conference on Design and Manufacture and Its Aplication
Publisher : Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai industri yang memproduksi alat musik tiup seperti saxophone, flute, clarinet, recorder, dan pianica.. Dalam proses pembuatannya banyak proses yang dilalui seperti pengkilapan material logam, penghalusan permukaan material, soldering, dan lain sebagainya. Dalam proses tersebut tentu akan menghasilkan debu kotor dan tidak sehat. Dan bilamana kondisi partikulat debu melebihi nilai ambang batas akan menyebabkan gangguan kesehatan, ketidaknyamanan dalam bekerja, dan mengurangi aktivitas kerja. Proses perancangan sistem dust collector ini dimulai dari observasi lapangan, permodelan dust collector existing debgan software Ansys, perhitungan dust collector baru, perancangan dibantu oleh software CAD (Computer Aided Design) untuk pembuatan gambar serta analisis daya hisap menggunakan software ansys. Lalu membandingkan dust collector lama dan dust collector baru.Hasil penelitian menghasilkan bahwa dust collector baru lebih memiliki keunggulan debit hisap dibandingkan dengan dust collector lama dengan penggantian diameter pipa dan desain konstruksi pipa. Jumlah debit yang dapat dihisap pada dust collector lama hanya mencapai 1,16965 m3/s sedangan dust collector baru sebesar 4,43996 m3/s.
Analisis Nilai Efektivitas Mesin Injection Moulding Type ARB- 100.7 Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) Luthfia Indah Harian; Renanda Nia R; Tri Andi Setiawan
Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application Vol 1 No 1 (2017): Conference on Design and Manufacture and Its Aplication
Publisher : Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Manufaktur Plastik merupakan perusahaan bonafit yang bergerak di bidang industri plastikdan industri lainnya yang menggunakan bahan pokok plastik dan fiber glass mould di dalamnya.Mesin Injection Moulding type ARB-100.7 adalah salah satu dari 8 Mesin Injection type ARB yangdimiliki oleh Injection Moulding Departement di PT. Manufaktur Plastik. Mesin Injection Mouldingtype ARB-100.7 dalam periode Januari 2016 sampai Desember 2016 hanya memproduksi satuproduk saja, yaitu tutup sikat gigi. Mesin ini juga bekerja selama 24 jam dalam 3 shift. Tentunya inisangat memakan tenaga dari mesin tersebut. Belum lagi mesin yang tiba – tiba berhenti sehinggamemakan waktu produksi. Semua itu berdampak pada performa mesin tersebut. Overall EquipmentEffectiveness (OEE) merupakan efektivitas peralatan secara keseluruhan untuk mengevaluasiseberapa performance peralatan. OEE juga digunakan sebagai kesempatan untuk memperbaikiproduktivitas sebuah perusahaan yang pada akhirnya digunakan sebagai langkah pengambilankeputusan. Setelah melalui pengolahan data didapat hasil bahwa Faktor Overall EquipmentEffectiveness (OEE) yang paling mempengaruhi hasil pengukuran adalah nilai availability rate.Belum maksimalnya nilai availability rate dilihat dari analisa perhitungan six big losses adalahequipment failure losses hingga menunjukkan angka sebesar 21,562%. Dan solusi yang diambiladalah adanya pengecekan harian mesin, pengecekan bulanan mesin serta pelatihan operator.

Page 3 of 31 | Total Record : 306