cover
Contact Name
Elyakim Nova Supriyedi Patty
Contact Email
jppmi.globalcendekia@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jppmi.globalcendekia@gmail.com
Editorial Address
BTN Royal Madinah Blok K22 Desa Kuranji Dalang, Kec. Labuapi, Kab. Lombok Barat, NTB - Indonesia 83361
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS
ISSN : -     EISSN : 30311071     DOI : https://doi.org/10.71094/jppmi
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS (JPPMI) dengan E-ISSN: 3031-1071 merupakan jurnal ilmiah untuk mempublikasikan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (IPTEKS) di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, sains, dan kehidupan. Jurnal ini bertujuan untuk mempertemukan para peneliti, akademisi, praktisi dan masyarakat untuk berbagi pengetahuan, pengalaman dan inovasi mengenai pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. JPPMI menyediakan platform bagi para peneliti dan profesional untuk berbagi pengalaman dan pelajaran yang dipetik dalam proses pengabdian masyarakat. Jurnal ini mendorong kolaborasi dan kerja sama untuk menggunakan sains dan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 79 Documents
Raising Public Legal Awareness Through Consumer Protection Education in Digital Trade Sandoparte, Liliana; Sobia Bashir; Monalisa Pattanayak
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS, Desember 2025
Publisher : CV. Global Cendekia Inti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jppmi.v3i1.158

Abstract

The rapid expansion of digital trade has increased consumer vulnerability to fraud, misinformation, and unfair business practices. This study examines the role of consumer protection education in raising public legal awareness in the digital era. The research adopts a qualitative normative approach based on a systematic review of recent scholarly literature. The findings show that consumer education significantly improves legal literacy, enabling individuals to recognize risks, understand their rights, and engage in safer digital transactions. Several studies highlight that legal awareness reduces fraud incidents and strengthens trust in e-commerce ecosystems. However, gaps remain in the accessibility and implementation of educational programs, particularly in developing countries. The study concludes that integrating legal education into digital literacy initiatives and strengthening regulatory frameworks are essential strategies for enhancing consumer protection. This research contributes to the development of a comprehensive model of consumer empowerment in digital markets.
Peningkatan Literasi Keuangan Digital Berbasis Aplikasi Mobile pada Pelaku UMKM Kuliner di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah Pranawa, I Made Aditya; Siti Rahmawati Nuraini
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS, Desember 2025
Publisher : CV. Global Cendekia Inti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jppmi.v3i1.159

Abstract

Transformasi digital mendorong perubahan signifikan dalam pengelolaan keuangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya pada sektor kuliner. Namun, tingkat literasi keuangan digital pelaku UMKM di daerah masih tergolong rendah, sehingga berdampak pada keterbatasan dalam pengambilan keputusan finansial yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan literasi keuangan digital berbasis aplikasi mobile pada pelaku UMKM kuliner di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap pelaku UMKM yang telah memanfaatkan aplikasi pembukuan digital seperti SI APIK dan BukuWarung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi mobile secara signifikan meningkatkan kemampuan pencatatan keuangan, pengelolaan arus kas, serta pemahaman terhadap laporan keuangan sederhana. Selain itu, terdapat peningkatan efisiensi operasional dan transparansi keuangan usaha. Temuan ini menguatkan bahwa literasi keuangan digital berperan penting dalam mendorong pertumbuhan usaha dan daya saing UMKM di era ekonomi digital. Penelitian ini merekomendasikan penguatan program edukasi berbasis teknologi serta pendampingan berkelanjutan bagi pelaku UMKM untuk optimalisasi penggunaan aplikasi keuangan digital.
Peningkatan Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) melalui Edukasi Berbasis Komunitas pada Pekerja Industri Batu Bata di Kecamatan Gerung, Lombok Barat Hidayat, Ahmad Fauzan; Wahyuni, Luh Putu Sri
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS, Desember 2025
Publisher : CV. Global Cendekia Inti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jppmi.v3i1.160

Abstract

Kepatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD) pada pekerja sektor informal, khususnya industri batu bata, masih tergolong rendah dan berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan kerja serta penyakit akibat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kepatuhan penggunaan APD melalui edukasi berbasis komunitas pada pekerja industri batu bata di Kecamatan Gerung, Lombok Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pretest-posttest terhadap pekerja yang diberikan intervensi edukasi secara partisipatif. Edukasi dilakukan melalui penyuluhan, demonstrasi penggunaan APD, serta diskusi kelompok berbasis komunitas kerja. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan, sikap, dan kepatuhan penggunaan APD setelah intervensi. Rata-rata tingkat kepatuhan meningkat secara nyata, terutama pada penggunaan masker, sarung tangan, dan pelindung kaki. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku keselamatan kerja. Penelitian ini merekomendasikan penguatan program edukasi berkelanjutan serta keterlibatan aktif komunitas pekerja dalam mendukung implementasi keselamatan dan kesehatan kerja di sektor informal.
Integrasi Augmented Reality dalam Festival Seni Budaya sebagai Model Penguatan Administrasi Pendidikan Berbasis Komunitas Patty, Elyakim Nova Supriyedi; I Nyoman Yoga Sumadewa; Melati Rosanensi
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS, Maret 2026
Publisher : CV. Global Cendekia Inti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jppmi.v3i2.162

Abstract

This community service program aimed to develop a model of community-based educational administration through the integration of Augmented Reality in a cultural arts festival. The program was conducted in Sigar Penjalin Village, North Lombok Regency, involving a local traditional art group as the main partner. The primary issues included the absence of formal institutional management, limited use of digital technology, and low community participation in cultural preservation. A participatory action research approach combined with community development was applied, involving stages of needs assessment, capacity building, technology development, and festival implementation. The results showed the establishment of a community-based art studio, improved managerial and technological skills among participants, and the development of interactive Augmented Reality media for traditional dance promotion. The cultural festival successfully increased community engagement and served as a practical platform for implementing non-formal education management. This program demonstrated that integrating digital technology with community-based cultural activities could strengthen educational administration and support sustainable cultural preservation.
Revitalisasi Ritual Pakon melalui Program Edukasi dan Dokumentasi Budaya Berbasis Masyarakat Putrajip, Mohamad Yudisa; Buana, Daffa Satya Jaya; Ardiansyah, Lalu Yayan; Irzam, Azril; Mz, Dedy Sofian
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS, Maret 2026
Publisher : CV. Global Cendekia Inti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jppmi.v3i2.175

Abstract

: The Pakon ritual, part of the Sasak community tradition in Lombok, holds strong social, spiritual, and cultural meaning that helps preserve local identity. Today, rapid social change, the spread of technology, and shifting priorities among younger generations have made the ritual less commonly practiced. This study explores ways to bring Pakon back into everyday life through community-based education and cultural documentation. Using a descriptive qualitative approach, data were gathered through participatory observation, in-depth interviews, and documentation. The findings show that revitalization works best when local communities take an active role. Educational programs within the community help pass down knowledge from older to younger generations, keeping the tradition alive in a natural way. At the same time, digital documentation creates lasting records, allowing the ritual to be preserved and shared more widely. When these two approaches come together, they do more than just protect the ritual. They also strengthen the sense of cultural identity, helping the Sasak community stay connected to its roots even as the world around them continues to change.
Peningkatan Pengetahuan Ibu Balita tentang Pencegahan Stunting melalui Pijat Melongas Isasih, Widani Darma; Baiq Dinda Puspita Ayu; Muhammad Nasir; Aziz, Lalu Abdul
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS, Maret 2026
Publisher : CV. Global Cendekia Inti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jppmi.v3i2.176

Abstract

Stunting remains a significant public health problem with long-term impacts on child growth and development. This community service aimed to improve mothers’ knowledge on stunting prevention through the integration of local practice, namely melongas infant massage. The activity was conducted at a primary health center in Lombok Utara involving 20 mothers with toddlers using an educative-participatory approach. The program consisted of preparation, socialization with focus group discussion, practical demonstration, and evaluation stages. Initial assessment showed that 70% of participants had low knowledge regarding stunting. After the intervention, there was a notable improvement, with 75% of participants achieving good knowledge levels. The implementation stage also demonstrated that 85% of participants were able to correctly perform melongas massage techniques. Furthermore, about 80% of participants understood the relationship between nutrition, parenting practices, and child stimulation in preventing stunting. Reflective discussions indicated that most participants felt confident to apply the massage techniques at home. The findings suggest that integrating local wisdom into health education enhances understanding and acceptance among participants. This approach not only improves knowledge but also encourages practical behavior change in stunting prevention. Therefore, melongas infant massage can be considered a contextual and sustainable strategy to support community-based stunting prevention programs.
Pemberdayaan Remaja Putri Lintas Agama ‎melalui Peningkatan ‎Kreativitas dan ‎Keterampilan Life-Skills Menuju ‎Transformasi Sosial ‎Ekonomi Mukminah, Mukminah; Hirlan, Hirlan; Lazuardi, Ashar Banyu
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS, Maret 2026
Publisher : CV. Global Cendekia Inti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jppmi.v3i2.180

Abstract

Pengabdian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya akses keterampilan praktis bagi remaja putri di wilayah marginal serta adanya sekat primordialisme agama yang sering kali membatasi kolaborasi produktif. Fokus utama kegiatan ini adalah sosialisasi dan pendampingan intensif untuk meningkatkan kreativitas serta keterampilan life-skills remaja putri lintas agama sebagai upaya transformasi sosial-ekonomi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) yang diintegrasikan dengan Participatory Action Research (PAR), melibatkan 40 peserta dari latar belakang agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Budha. Tahapan pengabdian meliputi pemetaan aset (discovery), pembangunan visi (dream), perancangan aksi (design), hingga tahap keberlanjutan (destiny). Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan teknis peserta, khususnya dalam literasi digital dan kriya ekonomi kreatif berbasis limbah. Secara sosiologis, program ini berhasil memicu perubahan perilaku berupa peningkatan kepercayaan diri dan munculnya pemimpin lokal muda. Selain itu, terbentuknya komunitas "Griya Kreatif Bhinneka" menjadi pranata sosial baru yang memperkuat kohesi sosial dan moderasi beragama melalui kolaborasi ekonomi produktif. Pengabdian ini menyimpulkan bahwa pemberdayaan ekonomi kreatif yang inklusif merupakan strategi efektif untuk meruntuhkan prasangka antarumat beragama sekaligus membangun kemandirian komunitas di tingkat akar rumput
Pemberdayaan Ekonomi Desa Sigar Penjalin melalui Inovasi Sabun Ketapang dan Digitalisasi Wisata Komunitas Patty, Elyakim Nova Supriyedi; Sahdan Saputra; Lalu Busyairi Muhsin; Erin Ryantin Gunawan; Diswandi
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS, Desember 2025
Publisher : CV. Global Cendekia Inti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jppmi.v3i1.181

Abstract

This community service program aimed to enhance the economic empowerment of the Sigar Penjalin Village community through the innovation of ketapang (Terminalia catappa) leaf-based soap and the digitalization of community-based tourism. The program employed a Participatory Action Research (PAR) approach, actively involving local stakeholders in the stages of problem identification, planning, implementation, and evaluation. The activities included training on the formulation and production of herbal soap, product packaging and branding, as well as capacity building in digital marketing through social media platforms. The results indicated a significant improvement in community skills related to value-added product development and digital promotion strategies. Furthermore, the initiative contributed to diversifying local income sources and reducing dependency on traditional economic sectors. The integration of local natural resources with digital technology fostered greater community awareness, participation, and sustainability in economic development. Overall, this program demonstrates that combining local resource innovation with digital transformation can serve as an effective strategy for strengthening rural economies and promoting community resilience.
Bakti Sosial Pemeriksaan Gratis Relawan Medis Beriuk Bareng Peduli di Desa Poton Bako Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur Wisnu, M Ari; Amrulloh, Lalu Sanik Wahyu Fadil; Pratiwi, Siti Amalia Wahyu; Supraba, Widayanti; Putra, Gilang Pratama; Wahyuni, Ika; Mutmainnah, Zurhainun; Hendriawan, Hendriawan
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS, Maret 2026
Publisher : CV. Global Cendekia Inti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jppmi.v3i2.200

Abstract

This community service activity was conducted in Poton Bako Village, Jerowaru District, where limited access to health services and low public awareness of routine health check-ups were identified. The activity aimed to improve access to healthcare services and promote early disease detection. A descriptive observational approach was used through a free health screening program involving 50 participants aged 3 to 45 years. The implementation included registration, vital signs examination, basic laboratory tests, medical examination by a general practitioner, as well as medication dispensing and education on proper drug use. The results showed that participants obtained initial information about their health conditions and demonstrated increased awareness of the importance of regular health check-ups. The activity also supported preventive efforts through health education and appropriate medication use. It was concluded that free health screening was effective in improving access to healthcare services and increasing community awareness of early disease detection.