cover
Contact Name
Sultan Tirta Mujtaba
Contact Email
sultanmujtaba.04@gmail.com
Phone
+62895384199272
Journal Mail Official
salingkajurnal@gmail.com
Editorial Address
Simpang Alai, Cupak Tangah Pauh Limo, Padang 25162
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Majalah Ilmiah Bahasa dan Sastra
ISSN : 02161389     EISSN : 26153963     DOI : https://doi.org/10.26499/salingka
Salingka, P-ISSN: 0216-1389, E-ISSN: 2615-3963 is a journal that publishes results of research focus on Identity in language and literature studies. This is including theoretical linguistics, applied linguistics, interdisciplinary linguistics, oral tradition, philology, semiotics, pure literature, applied literature, interdisciplinary literature, also literature and identity politics. Salingka is published twice a year, in August and December. Each article published in Salingka will undergo the assessment process by peer reviewers. Focuses on publishing the original research articles, review articles from contributors, and the current issues related to language and literature education, linguistics and literature specifically related to era 4.0. The main objective of Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia is to provide a platform for the international scholars, academicians, and researchers to share contemporary thoughts in the fields. It also aims to promote interdisciplinary studies in language, language teaching, linguistics, and literature thus become the leading international journal in language, language teaching, linguistics, and literature in the world.
Articles 179 Documents
KESALINGMENGERTIAN DAN KEMIRIPAN LINGUISTIK DARI DIALEK DELANG, TOMUN, DAN ARUT (KALIMANTAN TENGAH) The Intelligibility and Linguistics Relationship of Delang, Tomun, and Artu (Central Kalimantan) Gusmao, Fernando Hengki
Salingka Vol 20, No 2 (2023): SALINGKA, Edisi Desember 2023
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v20i2.1032

Abstract

Dialek Delang dan Tomun dituturkan di Kabupaten Lamandau, sementara Arut dituturkan di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Delang, Tomun dan Arut diklasifikasikan ke dalam rumpun bahasa Austronesia, Malayo-Polynesian, Malayo-Chamic, Malayic. Kemudian, secara lebih spesifik Delang, Tomun, dan Arut dikelompokan dalam South Interior Kalimantan Malayic Super-Cluster (SIKM). Tulisan ini menyajikan hasil penelitian dialektologi ragam bahasa Dayak Melayik: Delang, Tomun, dan Arut. Penelitian ini bertujuan untuk memahami kesalingmengertian antara ketiga dialek tersebut, hubungan kebahasaan mereka, dan kelompok yang dapat menggunakan bahan tulisan yang sama. Metode penelitian menggunakan pendekatan partisipatif dengan alat Pemetaan Dialek dan Recorded Text Testing (RTT), didukung oleh observasi lapangan. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa penutur Delang dan Tomun saling mengerti, menunjukkan kesamaan bahasa, sementara Arut berbeda. RTT menegaskan pemahaman antara Tomun dan Delang sebesar 80%, sedangkan Arut terhadap Delang hanya 41%. Oleh karena itu, kelompok yang dapat menggunakan bahan tulisan yang sama adalah Delang dan Tomun. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan untuk memisahkan Arut dari Delang dan Tomun.
KONFLIK NAHDLATUL ULAMA DAN MUHAMMADIYAH DALAM NOVELKAMBING DAN HUJAN KARYA MAHFUD IKHWAN (Nahdlatul Ulama And Muhammadiyah Conflict in the Novel of Kambing dan Hujan by Mahfud Ikhwan) Aswidaningrum, Rusi
Salingka Vol 14, No 2 (2017): Salingka, Edisi Desember 2017
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v14i2.156

Abstract

AbstractThis study aims to reveal the conflict between Nahdlatul Ulama and Muhammadiyah byapplying Mead’s Interactionism Symbolic Theory. By exploring three stages of symbolicinteraction which are self, self interaction, and symbolic meaning, it can be understood howthe conflicts between those two Islam organization happens. In this case, they group themselvesinto Nahdlatul Ulama or Muhammadiyah congregations according to their respectivecharacteristics. In the last stage of symbolic interpretation, it can be revealed that there is anideology that underlies each of the ideals so that they differ in interpreting the teachings ofIslam. This is reinforced by goats and rains that symbolize the focus of the two Islamic conflicts.In the end, from the conflict it can be concluded that the Indonesian people are monotheistswho accept only one religion. Besides, it is also found that Indonesian society is monotheismwhich believes in only one religion so that they cannot accept another religion or even otherism of Islam.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk membedah proses terjadinya konflik antara Nahdlatul Ulama denganMuhammadiyah dalam novel Kambing dan Hujan dengan menggunakan teori InteraksionismeSimbolik Herbert Mead. Melalui tiga tahapan proses interaksi simbolik, ditemukan bahwa padatahapan self para tokoh masih saling meraba-raba adanya paham-paham yang mereka anut.Kemudian, pada self interaction para tokoh mengalami proses pengenalan diri bahwa denganberinteraksi dengan orang-orang mereka menemukan adanya paham yang sejalan dengan yangdianutnya dan ada yang tidak. Dalam hal ini, mereka kemudian mengelompokkan diri menjadi jamaahNahdlatul Ulama atau Muhammadiyah sesuai dengan karakteristik masing-masing. Pada tahapterakhir, yakni interpretasi simbolik, dapat dikuak adanya ideologi yang melandasi masing-masingpaham sehingga mereka berbeda dalam menginterpretasikan ajaran Islam. Hal ini diperkuat dengankambing dan hujan yang menyimbolkan fokus konflik kedua paham Islam tersebut. Pada akhirnya,dari konflik tersebut dapat disimpulkan bahwa masyarakat Indonesia merupakan monoteis yangmenerima satu agama saja.Kata kunci: interaksi simbolik, konflik, puritan, simbol, sinkretis
Transitivity in Tourism Texts on Wonderful Indonesia’s Website Pratiwi, Eni Aurita; Wanodyatama, Nike Puspita; Puspa, R. Vindy Melliany; Rianita, Lilis
Salingka Vol 22, No 1 (2025): SALINGKA, Edisi Juli 2025
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v22i1.1136

Abstract

Penelitian ini mengkaji pilihan transitivitas dalam teks pariwisata pada situs Wonderful Indonesia dengan fokus pada promosi destinasi. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif untuk meneliti jenis proses, peran partisipan, dan unsur sirkumstansial dalam teks yang dipilih berdasarkan teori Linguistik Fungsional Sistemik (SFL). Data penelitian diklasifikasikan menurut enam jenis proses Halliday (1994) yakni material, mental, relasional, verbal, perilaku, dan eksistensial - dan dua belas peran peserta, seperti Aktor, Tujuan, Penginder, Fenomena, Pembawa, dan Atribut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses material merupakan yang paling dominan dengan ekspresi yang berorientasi pada tindakan, diikuti oleh proses relasional, sementara proses behavioral tidak ditemukan. Dari sisi partisipan, peran goal lebih dominan dibandingkan aktor, sedangkan peran behaver dan target tidak muncul. Temuan ini menunjukkan adanya kecenderungan wacana untuk lebih menekankan tindakan material dan detail spasial dalam membangun citra positif destinasi Indonesia. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman tentang bagaimana pilihan transitivitas dalam bahasa digunakan sebagai strategi dalam membentuk wacana pariwisata dan citra nasional. This study examines the choice of transitivity in tourism texts on the Wonderful Indonesia website with a focus on destination promotion. This study uses qualitative descriptive analysis to examine the types of processes, participant roles, and circumstantial elements in selected texts based on the theory of Systemic Functional Linguistics (SFL). The research data were classified according to six types of Halliday (1994) processes: material, mental, relational, verbal, behavioral, and existential, and twelve participant roles, such as Actors, Goals, Controls, Phenomena, Carriers, and Attributes. The results showed that material processes were the most dominant with action-oriented expressions, followed by relational processes, while behavioral processes were not found. In terms of participants, the role of goal is more dominant than that of actors, while the role of behaver and target does not appear. These findings show that there is a tendency for discourse to emphasize material actions and spatial details in building a positive image of Indonesian destinations. This research contributes to the understanding of how transitivity choices in language are used as a strategy in shaping tourism discourse and national image.
LEKSIKON GENDER BAHASA SASAK: ANALISIS SEMANTIK KOMPONENSIAL Setiawan, Irma
Salingka Vol 16, No 2 (2019): SALINGKA, Edisi Desember 2019
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v16i2.261

Abstract

Bahasa gender merupakan konstruksi kata-kata yang didasari atas perspektif gender dalam suatu komunitas atau kelompok masyarakat tertentu, dalam hal ini masyarakat Sasak. Citra atau nuansa setiap kata berbeda-beda. Secara alami dan sosial, beberapa kosakata tertentu dapat mewakili gender, yaitu peran yang berbeda laki-laki dengan perempuan dalam kehidupan bermasyarakat. Ada kata-kata pada umumnya dan sosial hanya mengidentikkan pihak laki-laki, sebaliknya ada juga kata-kata tertentu yang mengidentikkan pihak perempuan. Tujuan penelitian ini untuk pendeskripsian leksikon gender dalam masyarakat Sasak. Teori yang digunakan terdiri dari analisis semantik komponensial yang dikeluarkan mencermati komponen makna setiap bahasa dalam bahasa Sasak (sebagai bahasa Sumber) ke dalam bahasa Indonesia (sebagai bahasa target). Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan catat dengan teknik turunannya. Penelitian dilakukan dengan analisis deksriptif kualitatif, sedangkan data dianalisis dengan analisis komponen makna. Hasil penelitian yang diperoleh menggunakan leksikon gender di masyarakat Sasak yang menunjukkan pihak laki-laki lebih direpresentasikan pada aspek lingkungan sosial, sedangkan perempuan hanya pada aspek rumah tangga domestik. Hal ini berbeda dengan makna leksikon gender dalam bahasa Indonesia yang berbeda lebih sejajar. Hasil penelitian yang diperoleh menggunakan leksikon gender di masyarakat Sasak yang menunjukkan pihak laki-laki lebih direpresentasikan pada aspek lingkungan sosial, sedangkan perempuan hanya pada aspek rumah tangga domestik. Hal ini berbeda dengan makna leksikon gender dalam bahasa Indonesia yang berbeda lebih sejajar. Hasil penelitian yang diperoleh menggunakan leksikon gender di masyarakat Sasak yang menunjukkan pihak laki-laki lebih direpresentasikan pada aspek lingkungan sosial, sedangkan perempuan hanya pada aspek rumah tangga domestik. Hal ini berbeda dengan makna leksikon gender dalam bahasa Indonesia yang berbeda lebih sejajar.
KAJIAN HISTORIS DAN NASIONALISME DALAM DUA PUISI TENTANG “DIPONEGORO” Djojosuroto, Kinayati
Salingka Vol 12, No 01 (2015): SALINGKA, EDISI JUNI 2015
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v12i01.37

Abstract

Abdullah, Taufik Masyarakat. Jakarta: Pustaka Firdaus.Anwar, Chairil. 1977. Deru Campur Debu.Jakarta : Pustaka RakyatDradjat, Zakiah. 1996. Metodologi PenelitianSejarah. Jakarta: GramediaEffendi, S. 2008. Bimbingan Apresiasi Puisi.Ende Flores: Nusa IndahFaruqi, Nisa Ahmed, 2009. PendekatanHistoris, Jakarta: Pustaka Firdaus.Kartodirdjo, Sartono, 1994. KebudayaanPembangunan dalam PersepektifSejarah. Yogyakarta: Gajah MadaUniversity Press,——————— 1993 Pendekatan IlmuSosial dalam Metodologi Sejarah,Yogyakarta:  Gajah Mada University PressKoentj araningrat. 1993 Masal ahKesukubangsaaan dan Int egrasiNasional. Jakarta: UI PressLouis Gottschalk , 2005, UnderstandingHistory: a Primer of Historical Method,New Jersey:   Merril-Pearson Education Kuntowijoyo, 1994. Metodologi Sejarah,Yogyakarta: Tiara Wacana——————— 1991. Paradigma IslamInterpretasi untuk Aksi, Bandung:Mizan.Sakhwi Abd. Ar Rahman. 1997. HistoriografiIslam, Jakarta: Logos Wacana Ilmu
ANALISIS DOMINASI IDEOLOGI PADA BERITA KONFLIK RUSIA UKRAINA DALAM SURAT KABAR KOMPAS (ANALISIS WACANA KRITIS) Budiarti, Nadhea Arnisma; Setiawati, Eti
Salingka Vol 20, No 1 (2023): SALINGKA, Edisi Juli 2023
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v20i1.768

Abstract

Penelitian ini mengkaji mengenai bentuk wacana berita konflik Rusia Ukraina dan dominasi ideologi yang ditampilkan. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui bentuk dimensi teks, kognisi sosial, konteks sosial, dan dominasi ideologi pada wacana berita konflik Rusia Ukraina. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis Teun A. Van Dijk. Data yang digunakan berupa teks berita konflik Rusia dan Ukraina. Sumber data pada penelitian ini adalah berita konflik Rusia Ukraina yang dimuat dalam jejaring media berita online Kompas. Data dianalisis menggunakan teori analisis wacana model Teun A. Van Dijk untuk menjelaskan strategi dan praktik sosial yang digunakan dalam wacana berita konflik Rusia dan Ukraina serta dominasi ideologi yang ditampilkan. Hasil analisis dijelaskan secara deskriptif. Berdasarkan analisis data, beberapa berita menunjukkan objektivitas wartawan dalam menyampikan informasi dengan meminimalkan sisi sujektivitasnya, akan tetapi ada beberapa berita yang ditulis mencerminkan ideologi tertentu melalui penggunaan kata ataupun pernyataan informan dalam teks berita yang dibangun.
POLITIK TUBUH PEREMPUAN DALAM MANTRA DAYAK BERANGAS (Woman’s Body Politics in The Mantra of Dayak Berangas) Musdalipah, NFN
Salingka Vol 13, No 2 (2016): Salingka, Edisi Desember 2016
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v13i2.128

Abstract

AbstractDayak Berangas is one of Moslem sub-tribe of Dayak Ngaju in South Kalimantan Selatan.Even though they become moslem, the old traditions haven’t been fully abandoned. One ofthe old traditions is the mantra which becomes the reflection of their local wisdom. Themantra of Dayak Berangas is a combination of local tradition and the Moslem. From manylocal wisdom’s reflection in those mantra, there is woman and womanly reflection, moreoverwhen the woman’s body becomes the political tools for some purposes. The question is, howdoes the politic of the body use in the mantra of Dayak Berangas? This qualitative anddescriptive research has been focused to reveal the use of woman’s body for some purposes.From the data, four of them are classified into the body’s politic aspect. The most importantorgan which becomes the politics tool based on the mantra is the womb. The people of DayakBerangas has respected to the owner of the womb, because it is the beginning of human life.The woman’s ability in controlling body, mind, and emotion make her become a smart ‘ruler’,not only physically but also spiritually one. All efforts becomes God’s decision for the grant ofprayer by using mantra. The use of organ as the politics tool in those mantra is a positiveway, because women as the speller can elaborate the physical and spiritual which as beenreflected in the sacred mantra. AbstrakDayak Berangas adalah salah satu subsuku Dayak Ngaju di Kalimantan Selatan yang beragamaIslam. Meski telah memeluk Islam, tradisi lama tidak sepenuhnya ditinggalkan, di antaranya adalahmantra yang merupakan refleksi dari kearifan lokalnya. Mantra Dayak Berangas merupakanperpaduan antara tradisi asli dan Banjar yang identik dengan Islam. Di antara kearifan lokal yangterrefleksi dalam mantranya adalah representasi tentang perempuan dan keperempuanan, khususnyaketika menjadikan tubuh sebagai alat politik demi tujuan tertentu. Permasalahannya, bagaimanapolitik tubuh dalam mantra Dayak Berangas? Penelitian kualitatif dengan mendeskripsikan hasiltemuan ini dikhususkan untuk menggali penggunaan tubuh perempuan sebagai alat kontrol terhadapberbagai kepentingan yang ada. Penelitian ini telah menemukan empat mantra yang memiliki klasifikasiunik dalam persoalan politik tubuh itu. Anggota tubuh yang paling terpenting untuk dijadikan alatpolitik yang tersirat pada keempat mantra ini adalah rahim. Masyarakat Dayak Berangas sangatmenghormati perempuan selaku pemilik rahim, sebab dari sanalah manusia dilahirkan. Kemampuanperempuan mengontrol tubuh, pikiran, dan perasaannya ini menjadikannya sebagai “penguasa” yangcerdas, tidak hanya secara fisik, namun juga secara spiritual. Segala upaya pada akhirnya diserahkankepada Sang Pencipta agar mengabulkan doanya melalui mantra. Pemanfaatan anggota tubuh sebagaialat politik pada mantra ini mengarah kepada hal positif, sebab perempuan sebagai pelaku mantramampu mengolaborasikan antara pencapaian tujuan fisik dan spiritual yang direfleksikan melaluikesakralan sebuah mantra.
Filosofi Kesundaan dalam Novel Nala Karya Darpan: Kajian Etnopedagogi Mulyani, Noni; Koswara, Dedi; Darajat, Danan; Nurhuda, Denny Adrian
Salingka Vol 21, No 2 (2024): SALINGKA, Edisi Desember 2024
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v21i2.1097

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap filosofi kehidupan dalam budaya Sunda yang tercermin dalam novel Nala karya Darpan. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif deskriptif yang dipadukan dengan pendekatan etnopedagogis kesundaan untuk menganalisis data. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif interpretatif. Teknik ini mencakup tahapan membaca secara mendalam, memahami, serta menafsirkan makna filosofis dan nilai-nilai budaya dalam novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Nala mengandung berbagai nilai etnopedagogis yang terwujud dalam konsep catur diri manusia. Terdapat nilai-nilai etnopedagogis yang terkandung dalam catur diri manusia, yaitu nilai pengkuh agamana yang mengacu pada akhlak manusia terhadap Tuhan (MMT), luhung elmuna yang mengacu pada akhlak manusia terhadap alam (MMA), terhadap waktu (MMW), jembar budayana yang mengacu pada akhlak manusia terhadap diri sendiri (MMP), sesama manusia (MMM), dan rancage gawena yang mengacu pada akhlak manusia dalam meraih kepuasan lahir batin (MMLB). Novel Nala memuat filosofi kesundaan yang kaya akan nilai-nilai etika, spiritualitas, dan kemanusiaan. Nilai-nilai ini memiliki relevansi yang signifikan dalam pendidikan karakter, khususnya dalam membentuk individu yang selaras dengan nilai-nilai luhur budaya Sunda. Novel ini tidak hanya berfungsi sebagai cerminan budaya, tetapi juga sebagai media edukasi yang dapat menginspirasi masyarakat untuk mengembangkan kepribadian yang harmonis dan berintegritas.This study aims to reveal the philosophy of life in Sundanese culture reflected in Darpan's novel Nala. This research was conducted using descriptive qualitative method combined with Sundanese ethnopedagogical approach to analyze the data. The data analysis technique used is interpretative descriptive analysis. This technique includes the stages of reading deeply, understanding, and interpreting the philosophical meaning and cultural values in the novel. The results showed that the novel Nala contains various ethnopedagogical values that are realized in the concept of human chess. There are ethnopedagogical values contained in the human chess, namely the value of pengkuh agamana which refers to human morals towards God (MMT), luhur elmuna which refers to human morals towards nature (MMA), towards time (MMW), jembar budayana which refers to human morals towards oneself (MMP) and fellow humans (MMM), and rancage gawena which refers to human morals in achieving inner and outer satisfaction (MMLB). Nala novel contains Sundanese philosophy that is rich in ethical values, spirituality, and humanity. These values have significant relevance in character education, especially in shaping individuals who are aligned with the noble values of Sundanese culture. This novel not only serves as a reflection of culture, but also as an educational medium that can inspire people to develop a harmonious personality and integrity.
HIPEROSMIA DAN KEKUASAAN PEREMPUAN DALAM NOVEL AROMA KARSA KARYA DEE LESTARI Intan, Tania; Adji, Muhamad
Salingka Vol 16, No 1 (2019): SALINGKA, Edisi Juni 2019
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v16i1.222

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan relasi di antara tema-tema novel Aroma Karsa (2018) karya Dee Lestari, yaitu hiperosmia, perempuan, dan kekuasaan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan dan metodologi feminis. Kisah novel tersebut berfokus pada pencarian bunga ajaib, Puspa Karsa, yang ditengarai memiliki kekuatan untuk mewujudkan kehendak, dengan diwarnai misteri, percintaan, petualangan, mitos, dan sejarah. Referensi teoretis tentang perempuan dan kekuasaan dalam kerangka feminis di antaranya berasal dari Moi, Elstain, dan Gilligan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kondisi hiperosmia yang dalam dunia medis dianggap sebagai gangguan kesehatan, di dalam novel ini justru membawa keuntungan bagi para tokoh dan menjadi kelebihan atau senjata mereka. (2) Para tokoh perempuan di dalam novel Aroma Karsa memiliki kualitas berupa keteguhan hati dan keyakinan, sehingga mereka dapat meraih dan mempertahankan kekuasaan. (3) Kekuasaan dan kehendak yang kuat tapi tidak dapat dikendalikan dapat membawa kehancuran pada mereka sendiri dan alam sekitarnya. (4) Selain dianggap sebagai perusak, perempuan juga memiliki sifat pemelihara.
INOVASI LEKSIKAL PENUH BAHASA MELAYU RIAU DIALEK KAMPAR: KAJIAN DIALEK GEOGRAFI Yani, Juli; Wahya, NFN; Darmayanti, Nani
Salingka Vol 11, No 01 (2014): SALINGKA, EDISI JUNI 2014
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v11i01.4

Abstract

Variasi yang terjadi pada bahasa muncul karena adanya penyebab yang sangat berkaitan erat dengan perubahan bahasa diamati pada unsur tertentu yang terdapat pada variasi sosial dan variasi geografis pada tempat dan waktu tertentu seiring bergulirnya waktu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) bentuk leksikal penuh, (2) medan makna yang menampilkan leksikal penuh, (3) bentuk leksikal penuh yang mengalami variasi dalam bahasa Melayu Riau di Kabupaten Kampar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik simak, wawancara, pencatatan dan perekaman. Dari hasil penelitian ini berdasarkan perwujudannya, inovasi leksikal penuh termuat 29 glos dengan 98 varian pada titik pengamatan 8, yaitu di Kecamatan Kampar, dan medan makna yang banyak menampilkan leksikal penuh adalah rumah dan sekitar sebanyak 7 leksikal penuh dengan 23 varian, serta bentuk leksikal yang paling banyak variasinya adalah 4 variasi pada 2 data glos yaitu bahasa Melayu Riau di Kampar.