cover
Contact Name
M.Iqbal Ihsan
Contact Email
snkpummuba22@gmail.com
Phone
+6282177709754
Journal Mail Official
snkpummuba22@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Muara Bungo Jl. Rang Kayo Hitam, Cadika, Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, Jambi 37211
Location
Kab. bungo,
Jambi
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Keguruan dan Pendidikan (SNKP)
ISSN : -     EISSN : 31096166     DOI : -
Core Subject : Education,
Prosiding Seminar Nasional Keguruan dan Pendidikan merupakan Prosiding yang memuat artikel yang telah dideseminasikan dalam kegiatan Seminar Nasional Keguruan dan Pendidikan (SNKP) yang diselenggarakan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Muara Bungo. SNKP berkomitmen menjadi wadah akademik bagi pakar pendidikan, Pemerhati, Akademisi, Peneliti, Mahasiswa dan Masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan pendidikan dan isu-isu pendidikan di Indonesia. Secara bekala, SNKP mampu menjadi forum pakar pendidikan dari berbagai instansi di seluruh Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 120 Documents
Tren Massive Open Online Course (MOOC) untuk Pembelajaran Daring di Perguruan Tinggi: Analisis Bibliometrik (2015-2025) Amalinda Maret Dwi Cahyani; Esmar Budi; Ely Rismawati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL KEGURUAN DAN PENDIDIKAN (SNKP) Vol. 3 (2025): Prosiding Seminar Nasional Keguruan dan Pendidikan (SNKP) 2025
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Massive Open Online Course (MOOC) menjadi tren dalam pendidikan karena memungkinkan akses terbuka dalam jaringan secara global tanpa batasan jumlah peserta. Penggunaan MOOC di perguruan tinggi Indonesia saat ini mengalami peningkatan seiring dengan perkembangan transformasi digital, termasuk MOOCs UNJ yang menyediakan kursus daring dengan menyajikan materi dalam bentuk micro-learning. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan analisis bibliometrik terhadap beberapa artikel terkait tren MOOC untuk pembelajaran daring di perguruan tinggi yang ditinjau selama periode 2015 hingga 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis bibliometrik. Dari database Scopus didapatkan 967 dokumen yang diproses dan dianalisis menggunakan software Rstudio dengan berbantuan Biblioshiny dari Bibliometrix. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren publikasi MOOC terbanyak pada tahun 2021 dengan 125 artikel. Dari sisi distribusi secara geografis, negara dengan kontribusi publikasi terbanyak yaitu: Cina 531 artikel, Amerika Serikat dengan 334 artikel, dan Spanyol dengan 181 artikel. Sementara Indonesia menempati peringkat 9 dengan 72 artikel. Sumber publikasi paling relevan yaitu ACM International Conference Proceeding Series dengan 28 artikel. Penulis dengan kontribusi terbanyak dalam penelitian MOOC adalah Andone D. Kata kunci yang paling sering dicari adalah ‘e-learning’, ‘massive open online course’, dan ‘students. Berdasarkan hasil analisis kuantitatif, kata kunci yang paling sering dicari merupakan kesatuan topik yang memiliki keterkaitan erat dengan aspek pembelajaran daring berbasis MOOC di perguruan tinggi.
Analisis Bibliometrik Pembelajaran Berbasis Proyek Dalam Sains Di Sekolah Menengah Atas: Studi Berbasis Scopus (2015–2025) Amanda Agustin Nurzahra; Esmar Budi; Ely Rismawati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL KEGURUAN DAN PENDIDIKAN (SNKP) Vol. 3 (2025): Prosiding Seminar Nasional Keguruan dan Pendidikan (SNKP) 2025
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Project Based Learning (PjBL) merupakan pendekatan inovatif yang menekankan partisipasi aktif siswa dalam pemecahan masalah nyata melalui kerja kolaboratif. Penerapan metode ini dalam pendidikan sains di Sekolah Menengah Atas terus berkembang, namun tren dan kontribusi ilmiahnya belum dipetakan secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren, kontribusi penulis dan institusi, serta distribusi penelitian Project Based Learning (PjBL) dalam pembelajaran sains di SMA dalam tahun 2015-2025 menggunakan metode bibliometrik. Penelitian ini merupakan studi bibliometrik dengan pendekatan deskriptif dan kuantitatif. Data dikumpulkan dari database Scopus selama periode 2015-2025, kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak R dengan Bibliometrik dan Biblioshiny. Populasi penelitian adalah seluruh publikasi yang memuat topik Project Based Learning (PjBL) di bidang sains pada jenjang Sekolah Menengah Atas. Data yang dianalisis mencakup tahun publikasi, afiliasi penulis, sumber publikasi, negara kontribusi terbanyak, penulis teratas, serta kata kunci dominan. Analisis dilakukan untuk melihat distribusi tren, kontribusi sumber, dan kontribusi institusional dengan menggunakan kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren penelitian mengenai Project Based Learning melibatkan 376 sumber dan 849 dokumen. Berdasarkan analisis data, topik ini paling banyak dibahas pada tahun 2020 dengan mencatatkan 115 publikasi. Setelah data disaring, diketahui bahwa sumber publikasi dengan kontribusi terbanyak berasal dari ASEE Annual Conferences and Exposition, Conferences dengan jumlah 94 dokumen. Sementara itu, penulis yang paling aktif dalam penelitian ini adalah Capraro MM dan Capraro RM. Amerika Serikat (USA) tercatat sebagai negara dengan produksi ilmiah tertinggi dalam bidang project based learning di Sekolah Menengah Atas dengan jumlah 1424 dokumen. Penelitian ini menunjukkan bahwa minat terhadap Project Based Learning dalam pembelajaran sains di Sekolah Menengah Atas meningkat signifikan dalam dekade terakhir, dengan kontribusi besar dari institusi dalam penulis internasional. Penggunaan Project Based Learning (PjBL) di perguruan tinggi Indonesia mengalami peningkatan seiring dengan transformasi digital dalam dunia pendidikan. Di bidang pendidikan fisika Universitas Negeri Jakarta (UNJ), pendekatan ini mulai diimplementasikan salah satunya melalui model STEM-Project Based Learning (STEM-PjBL). Hasil ini memberikan gambaran komprehensif tentang arah perkembangan riset dan dapat menjadi dasar penguatan kebijakan dan praktik pembelajaran berbasis proyek di masa depan.
Analisis Kebutuhan terhadap Pengembangan E-Modul Laju Reaksi Berbasis Problem Based Learning dengan Konteks Kearifan Lokal Suku Batak Toba “Dekke Naniura” Inki Yun Lamtiur; Ramlan Silaban; Ajat Sudrajat
PROSIDING SEMINAR NASIONAL KEGURUAN DAN PENDIDIKAN (SNKP) Vol. 3 (2025): Prosiding Seminar Nasional Keguruan dan Pendidikan (SNKP) 2025
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kebutuhan pengembangan media pembelajaran berupa e-modul pada materi laju reaksi yang terintegrasi dengan kearifan lokal suku Batak Toba melalui makanan tradisional dekke naniura dengan menggunakan model problem based learning. Analisis kebutuhan dilakukan berdasarkan tahapan pertama dari model ADDIE yaitu (Analyst) atau analisis. Subjek dan Metode: Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur dan studi lapangan di SMA Negeri 18 Medan. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara dengan satu guru kimia, dan angket kebutuhan siswa yang diberikan kepada 30 siswa dalam bentuk Google Form. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah belum memiliki program khusus dalam mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam pembelajaran kimia. Integrasi budaya lokal hanya dilakukan dalam proyek Profil Pelajar Pancasila kelas X dan belum mendorong pengembangan kemampuan berpikir siswa. Pembelajaran kimia di sekolah masih didominasi oleh metode ceramah, dengan pemanfaatan media video yang terbatas serta pelaksanaan kegiatan praktikum yang belum optimal. Selain itu, e-modul belum digunakan karena pendekatan pembelajaran belum menyesuaikan dengan minat, motivasi, dan kemampuan siswa. Kondisi ini menjadikan proses pembelajaran monoton, kurang bermakna, dan berdampak pada rendahnya kemampuan berpikir serta pemahaman siswa terhadap penerapan konsep kimia dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, sebanyak 73,5% siswa membutuhkan bahan ajar berupa e-modul, dan 94,1% siswa setuju untuk melakukan pengembangan e-modul materi laju reaksi kearifan lokal suku Batak Toba sebagai salah satu alternatif penunjang proses pembelajaran kimia. Kesimpulan: Siswa membutuhkan bahan ajar tambahan dalam pembelajaran, dan menyetujui pengembangan e-modul materi laju reaksi berbasis kearifan lokal suku Batak Toba sebagai alternatif bahan ajar yang dinilai lebih relevan, kontekstual, dan mampu meningkatkan motivasi serta pemahaman siswa terhadap materi kimia
Penggunaan Flashcard Dalam Menumbuhkan Kemampuan Membaca Pada Anak Usia Dini Lestari; Ella Amanda Putri; Dennisa Yuniaslihah; Kharisma Widiyarti; Lusiana Ari Tri Wardani
PROSIDING SEMINAR NASIONAL KEGURUAN DAN PENDIDIKAN (SNKP) Vol. 3 (2025): Prosiding Seminar Nasional Keguruan dan Pendidikan (SNKP) 2025
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kemampuan membaca ialah salah satu unsur yang sangat penting pada anak usia dini yang diperoleh dari pendidikan Taman Kanak-kanak. Salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan membaca pada anak usia dini dengan menggunakan media Flashcard. Flashcard mampu membantu meningkatkan kemampuan membaca anak usia dini karena dapat memperkenalkan huruf dan kosa kata baru serta juga meningkatkan keterampilan kognitif dan berfikir kritis pada anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas penggunaan Flashcard dalam menumbuhkan kemampuan membaca pada anak usia dini. Metode: Metode penelitian ini yakni Studi Pustaka (Library Research) dengan menganalisis dan menelaah beberapa referensi dari beragam sumber yang disesuaikan dengan topik penelitian. Hasil: Berdasarkan hasil analisis dan telaah, Flashcard terbukti efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca pada anak usia dini, keberhasilan pembelajaran juga dipengaruhi oleh pendampingan dari pendidik atau orangtua, anak usia dini serta konsistensi penggunaan dalam pembalajaran. Kesimpulan: Hasil Studi Pustaka (Library Research) ini diharapkan dapat memberi landasan bagi pengembangan media Flashcard yang lebih efektif dan menarik bagi anak usia dini
Membongkar Miskonsepsi Siswa pada Konsep Momentum dan Impuls dengan Rasch Model :Temuan dari Momentum and Impulse Four-Tier Test (MIF-2T) Devi Yulianty Surya Atmaja; Achmad Samsudin
PROSIDING SEMINAR NASIONAL KEGURUAN DAN PENDIDIKAN (SNKP) Vol. 3 (2025): Prosiding Seminar Nasional Keguruan dan Pendidikan (SNKP) 2025
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa terkait konsep momentum dan impuls, serta menganalisis distribusi kemampuan siswa dan tingkat kesulitan soal menggunakan Momentum and Impulse Four-Tier Test (MIF-2T) dan Rasch Model. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan data yang dikumpulkan melalui Google Forms, kemudian dianalisis menggunakan Microsoft Excel dan Ministep Rasch Model. Subjek penelitian adalah 19 siswa kelas XI MIPA di salah satu SMA di Kabupaten Sumedang yang dipilih dengan metode random sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar siswa hanya memahami sebagian konsep dalam materi momentum, impuls, dan hukum kekekalan momentum. Pada materi momentum, 51% siswa menunjukkan pemahaman sebagian, sementara pada materi impuls, 62% siswa berada pada kategori yang sama. Materi hukum kekekalan momentum juga menunjukkan 58% siswa memiliki pemahaman yang terbatas. Meskipun demikian, hukum kekekalan momentum memiliki proporsi pemahaman yang lebih tinggi dibandingkan dengan momentum dan impuls, meskipun masih terdapat miskonsepsi yang signifikan. Analisis Rasch Model mengungkapkan bahwa siswa dengan kemampuan tertinggi, L03 (laki-laki), menunjukkan kemampuan yang lebih baik dibandingkan siswa lainnya, sementara siswa dengan kemampuan terendah, L04 (laki-laki), menunjukkan keterbatasan dalam menjawab soal-soal. Materi momentum, khususnya soal M1, dinilai sebagai materi dengan tingkat kesulitan tertinggi, sementara soal I9 merupakan soal termudah. Temuan ini menunjukkan bahwa evaluasi berbasis teknologi, seperti MIF-2T dan Rasch Model, dapat memberikan diagnosis yang lebih akurat terhadap miskonsepsi siswa. Hasil ini berkontribusi pada pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif dan dapat diterapkan dalam pendidikan tinggi, khususnya dalam perkuliahan fisika dasar dan teknik
Mempromosikan SDG 6 Air dan Sanitasi: Potensi Organisasi Ekstrakurikuler Siswa Pecinta Alam (Sispala) Mohammad Farhan Umar; Solikhah Isti Fadilah; Riandi; Rini Solihat
PROSIDING SEMINAR NASIONAL KEGURUAN DAN PENDIDIKAN (SNKP) Vol. 3 (2025): Prosiding Seminar Nasional Keguruan dan Pendidikan (SNKP) 2025
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Indonesia salah satu negara yang tengah memperjuangkan dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Menindaklanjuti hal itu, lewat pendidikan bisa menopang dalam pencapaian tujuan. Kegiatan ekstrakurikuler SISPALA berpotensi untuk pencapiaan SDGs. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis potensi kegiatan ekstrakurikuler SISPALA untuk mendukung tercapainya pembangunan berkelanjutan. Subjek dan Metode: Metode yang digunakan yaitu literature review dengan mengkaji artikel temuan yang sesuai dengan studi. Hasil: Hasil yang ditemukan SISPALA bisa memaksimalkan program susur sungai mengadaptasi program River Cleanup. Tujuan yang ditargetkan adalah SDG 6 air dan sanitasi. Pada program ini juga bisa mengembangkan sikap peduli lingkungan siswa serta mengembangkan kompetensi kunci berkelanjutan yaitu system thinking dan self- awareness. Dalam kaitannya, program ini juga bisa menguatkan kegiatan intrakurikuler pada mata pelajaran biologi terutama materi perubahan lingkungan dan keanekaragaman hayati. Selain itu, learning objective muncul dari dimensi kognitif, sosio-emosional dan behavioral untuk penguatan intrakurikuler dari peserta didik yang ikut pada program ini. Kesimpulan: Program susur sungai berbasis River Cleanup dalam Sispala berpotensi mendukung SDG 6 melalui konservasi lingkungan dan akses air bersih. Kegiatan ini mengembangkan kompetensi siswa yaitu system thinking, dan self-awareness, memperkuat pembelajaran biologi pada materi ekosistem dan perubahan lingkungan, serta menumbuhkan sikap peduli lingkungan melalui pendekatan multidimensi (kognitif, sosio-emosional, dan perilaku) yang mendorong pendidikan holistik dan keberlanjutan ekosistem
Peningkatan Kemampuan Berpikir Kreatif Pada Siswa Sekolah Dasar Melalui Pembelajaran Menulis Teks Narasi untuk Menghadapi Era Industri 5.0 Ngainul Faidah; Gusti Yarmi; Indra Jaya
PROSIDING SEMINAR NASIONAL KEGURUAN DAN PENDIDIKAN (SNKP) Vol. 3 (2025): Prosiding Seminar Nasional Keguruan dan Pendidikan (SNKP) 2025
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Revolusi industri 5.0 adalah revolusi industri yang berbasis manusia dan mempunyai tujuan memanfaatkan kreativitas para ahli yang bekerja sama dengan mesin yang efisien, cerdas, dan akurat, guna memperoleh solusi manufaktur yang hemat sumber daya dan sesuai preferensi pengguna. Generasi ahli tersebut dapat dipersiapkan sejak dini. Dalam konteks pendidikan dasar, khususnya pembelajaran menulis narasi dengan berdasarkan pemikiran kreatif, nilai-nilai Industri 5.0 seperti kreativitas, personalisasi, dan integrasi teknologi menjadi relevan untuk diterapkan. Menggunakan metode kajian literatur, penelitian ini menganalisis pemikiran kreatif dalam menulis teks narasi dan potensi integrasi konsep industri 5.0. Subjek dan Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review dengan menelaah sejumlah artikel ilmiah, buku, dan laporan penelitian yang relevan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Literatur dikumpulkan melalui database seperti Google Scholar dan ScienceDirect dengan menggunakan kata kunci "creative thinking", "narrative writing", dan "Industry 5.0". Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk mengidentifikasi tren, dan pendekatan dalam pengembangan kemampuan berpikir kreatif melalui penulisan narasi pada jenjang sekolah dasar. Hasil: Menulis narasi dapat melatih kemampuan berpikir kreatif dan memungkinkan penggunaan teknologi dengan cara yang bermanfaat. Misalnya, penggunaan AI, aplikasi cerita digital, desain karakter, dan pemanfaatan data minat siswa. Pembelajaran yang berpusat pada siswa seperti pembelajaran berbasis masalah dan berbasis proyek juga memberikan keleluasaan dalam menggabungkan kreativitas, seni dan teknologi. Kesimpulan: Penelitian ini merekomendasikan pemanfaatan pembelajaran menulis teks narasi sebagai sarana pengembangan berpikir kreatif dengan mengintegrasikan konsep industri 5.0
Analisis Model Pembelajaran STEAM Berbasis PjBL untuk Meningkatkan Kreativitas dan Inovasi Siswa Reynafi Arini Putri; Ravita Delta Maskara Nusa; R. Maharani Yasmin Arova; Bintang Festivani
PROSIDING SEMINAR NASIONAL KEGURUAN DAN PENDIDIKAN (SNKP) Vol. 3 (2025): Prosiding Seminar Nasional Keguruan dan Pendidikan (SNKP) 2025
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penelitian ini menganalisis model pembelajaran STEAM berbasis Project-Based Learning (PjBL) untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi siswa. Era Society 5.0 menuntut pendidikan yang tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga mendorong keterampilan berpikir kreatif dan inovatif. Pendekatan STEAM-PjBL mengintegrasikan ilmu sains, teknologi, teknik, seni, dan matematika dalam pembelajaran berbasis proyek, sehingga menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan aplikatif bagi siswa. Subjek dan Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan literatur (literature review), dengan menganalisis berbagai artikel akademik terkait pembelajaran STEAM-PjBL dalam kurun waktu 2020-2025. Hasil: Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif, pemecahan masalah, serta motivasi belajar siswa. Namun, terdapat beberapa tantangan dalam implementasinya, seperti keterbatasan waktu, kesiapan siswa, serta sarana dan prasarana yang diperlukan. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang lebih efektif dalam penerapan STEAM-PjBL guna mengoptimalkan manfaatnya dalam pembelajaran abad ke-21
Analisis Kebutuhan Guru terhadap Modul Penyusunan Instrumen Tes Berbasis PISA dalam Asesmen Pembelajaran IPA di Sekolah Menengah Pertama Rudi Purwanto; Nurfajriani
PROSIDING SEMINAR NASIONAL KEGURUAN DAN PENDIDIKAN (SNKP) Vol. 3 (2025): Prosiding Seminar Nasional Keguruan dan Pendidikan (SNKP) 2025
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan literasi sains dalam menghadapi asesmen internasional seperti Programme for International Student Assessment (PISA), khususnya pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di jenjang SMP. Salah satu tantangan utama yang dihadapi guru adalah kurangnya pemahaman dan ketersediaan modul dalam menyusun instrumen tes yang berbasis pada indikator PISA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kebutuhan guru terhadap modul penyusunan instrumen tes berbasis PISA yang dapat diimplementasikan dalam asesmen pembelajaran IPA. Subjek dan Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan menggunakan instrumen pengumpulan data berupa angket yang diberikan kepada 32 guru IPA dari berbagai Sekolah Menengah Pertama di wilayah Sumatera. Hasil: Sebagian besar guru mengetahui PISA, tetapi pemahaman mereka terhadap jenis tes yang diujikan masih terbatas, terutama dalam aspek sains. Meskipun banyak guru telah mencoba membuat soal berbasis PISA, kendala utama seperti kurangnya pelatihan dan ketiadaan buku panduan menghambat penerapan yang lebih luas. Kesimpulan: Guru membutuhkan modul penyusunan instrumen tes berbasis PISA yang berisi langkah-langkah pembuatan soal lengkap dengan contoh-contoh, menggunakan bahasa yang mudah dipahami, disajikan secara menarik, dan memiliki bentuk digital sebagai alternatif. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan modul yang relevan dan aplikatif untuk meningkatkan kualitas asesmen pembelajaran IPA di sekolah
Preliminary Analysis of the Development of a Chemistry Practicum Guidebook Based on Guided Inquiry Combined with Learning Videos for Senior High School Students Intan Nurpaula Sitorus; Helena Maharani Munthe
PROSIDING SEMINAR NASIONAL KEGURUAN DAN PENDIDIKAN (SNKP) Vol. 3 (2025): Prosiding Seminar Nasional Keguruan dan Pendidikan (SNKP) 2025
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan guru dan siswa dalam pembelajaran kimia melalui pengembangan bahan ajar berupa buku penuntun praktikum berbasis guided inquiry yang dipadukan dengan video pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif sebagai tahap awal dalam proses pengembangan bahan ajar inovatif yang mendukung kegiatan eksperimen siswa di laboratorium. Subjek penelitian terdiri dari guru kimia dan siswa SMA Swasta Methodist El Shadday Perbaungan. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan guru dan penyebaran angket kepada siswa menggunakan Google Form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah belum memiliki buku penuntun praktikum kimia yang sistematis dan berbasis model pembelajaran. Selama ini, kegiatan praktikum hanya didukung oleh Lembar Kerja Siswa (LKS) buatan guru, sehingga pelaksanaannya kurang terstruktur dan belum optimal dalam membantu pemahaman konsep kimia maupun pengembangan keterampilan proses sains siswa. Selain itu, belum tersedia media pendukung seperti video pembelajaran yang dapat menambah minat dan pemahaman siswa terhadap materi praktikum. Temuan ini diperkuat oleh data bahwa 77% siswa menyatakan tertarik dan membutuhkan menggunakan buku penuntun praktikum, serta 95% siswa menyetujui pengembangan buku penuntun praktikum kimia berbasis guided inquiry yang dilengkapi dengan video pembelajaran. Hasil ini menjadi landasan penting bagi pengembangan bahan ajar yang lebih efektif dan bermakna dalam menunjang kualitas pembelajaran kimia di laboratorium

Page 12 of 12 | Total Record : 120