cover
Contact Name
Edy Kurniawansyah
Contact Email
lembagarisetpublikasi@gmail.com
Phone
+6285238800339
Journal Mail Official
lembagarisetpublikasi@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Griya Taman Sari Gang Durian III Blok BQ 6, Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SALUT: Journal of Social and Education
ISSN : -     EISSN : 30630916     DOI : -
SALUT: Journal of Social and Education is a scientific journal of social and educational studies. First published in 2024 and has e-ISSN 3063-0916. SALUT: Journal of Social and Education is a peer-reviewed journal published by the Research and Publication Institute. This journal aims to facilitate academic discussions on issues that are relevant sociologically, citizenship and education as a medium for disseminating scientific information in the form of research results, scientific works, reviews, book reviews and news of the deaths of scientific figures in the field of science. social sciences and culture. In addition, we accept reviews of relevant books that are being published and can enrich social and cultural perspectives. Salut, a scientific journal in the field of social studies and education, is published twice a year, namely in September and March
Articles 58 Documents
PEMILU DI ERA DIGITAL: ANTARA HARAPAN, TRANSPARANSI DAN ANCAMAN DISINFORMASI Hasanah, Rifatul; Sopiani, Sopiani; Asmara, Pita
Journal of Social and Education Vol. 2 No. 2 (2026): Journal of Social and Education
Publisher : Lembaga Riset dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/19v5ng78

Abstract

Penelitian ini mengkaji perkembangan sistem pemilu di era digital yang telah menghadirkan paradigma baru dalam proses demokrasi di Indonesia. Digitalisasi pemilu meningkatkan transparansi, efisiensi, dan partisipasi masyarakat, namun menimbulkan tantangan seperti penyebaran disinformasi, kerentanan keamanan cyber, dan kesenjangan akses digital. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi tantangan utama  penyelenggaraan pemilu digital serta merumuskan strategi untuk menghadapinya, dalam peningkatan keamanan data, perbaikan infrastruktur digital, dan optimalisasi peran generasi muda. Dengan metode studi literatur, penelitian ini menganalisis berbagai sumber ilmiah dan dokumen kebijakan terkait penyelenggaraan pemilu di era digital. Adapun yang diperoleh dari penelitian ini mengungkapkan tantangan krusial sistem pemilu digital, meliputi maraknya informasi palsu, kerentanan keamanan sistem, ketimpangan akses teknologi, kendala teknis dalam sistem rekapitulasi, masalah transparansi dan akuntabilitas, serta pelanggaran pemilu masih tinggi. Sebagai solusi, penelitian merekomendasikan implementasikan teknologi seperti AI dan blockchain, peningkatan keamanan server dan perlindungan data, penguatan sistem deteksi serangan cyber, serta peningkatan prosedur pengawasan multi-lembaga. Penelitian ini juga menyoroti peran strategis generasi Z, mayoritas pemilih digital native dalam mewujudkan pemilu berintegritas di era digital. Manfaat dari penelitian ini adalah memberikan kontribusi terhadap pengembangan kebijakan pemilu yang adaptif terhadap tantangan digital, menjadi referensi bagi penyelenggara pemilu, pemerintah, dan akademisi dalam merancang sistem pemilu yang aman, inklusif, dan partisipatif.
PENDIDIKAN ANTI KORUPSI DI SEKOLAH DASAR: TANTANGAN DAN SOLUSI DALAM MEMBANGUN KARAKTER GENERASI MUDA Alfadillah, Shofiyah; Rahmawati, Susila; Dewi Putri, Septiana
Journal of Social and Education Vol. 2 No. 2 (2026): Journal of Social and Education
Publisher : Lembaga Riset dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/enxsbe05

Abstract

Korupsi merupakan masalah serius yang menghambat kemajuan bangsa dan merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Untuk memutus mata rantai korupsi, diperlukan upaya preventif yang dimulai sejak dini, salah satunya yaitu melalui pendidikan anti korupsi di tingkat SD. Pendidikan ini penting untuk membentuk karakter generasi muda yang jujur, bertanggung jawab, dan berintegritas tinggi. Anak-anak pada usia sekolah dasar berada dalam tahap perkembangan karakter yang sangat penting, sehingga penanaman nilai-nilai antikorupsi yang dimulai sejak usia dini dapat menjadi fondasi yang kuat dalam membangun budaya antikorupsi di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji terkait dengan tantangan dan solusi dalam penerapan pendidikan anti korupsi di tingkat dasar. Penelitian ini juga bermanfaat sebagai referensi konseptual bagi guru, pembuat kebijakan, dan pihak terkait dalam merancang pendidikan karakter yang kontekstual dan efektif. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif-analitis berdasarkan sumber pustaka yang relevan. Hasil kajian menunjukkan adanya tantangan seperti kurangnya pemahaman guru mengenai konsep antikorupsi, terbatasnya media dan sumber belajar, serta pengaruh budaya korupsi di lingkungan sekitar siswa. Adapun solusi yang ditawarkan meliputi pelatihan bagi guru, integrasi nilai-nilai antikorupsi ke dalam berbagai mata pelajaran, serta kerja sama yang erat antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam membentuk lingkungan yang mendukung pendidikan karakter antikorupsi.
Peran Apoteker dalam Menegakkan Keadilan Sosial Melalui Pelayanan Kefarmasian Berbasis Nilai Pancasila Pramesthi Asmara Sayidina Sayhputri, Acyuta; Dian Safitri, Afifa; Fadilati, Nabila; Halim, Amran; Alfhina, Luluk
Journal of Social and Education Vol. 2 No. 2 (2026): Journal of Social and Education
Publisher : Lembaga Riset dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/y4cqa630

Abstract

Pelayanan kefarmasian merupakan komponen esensial dalam sistem pelayanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada aspek teknis penyediaan obat, tetapi juga menyentuh dimensi sosial, etis, dan humanistik. Keadilan sosial merupakan amanat sila kelima Pancasila yang menjadi landasan fundamental dalam mewujudkan sistem pelayanan kesehatan yang merata dan berkeadilan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran apoteker dalam menegakkan keadilan sosial melalui pelayanan kefarmasian yang berbasis pada nilai-nilai Pancasila. Metodologi yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan sistematik review atau literatur review, yang menganalisis berbagai literatur ilmiah, kebijakan kesehatan, dan publikasi akademik relevan dari tahun 2015 hingga 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa apoteker memiliki peran strategis dalam menjamin akses terhadap obat dan informasi kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan seperti masyarakat miskin, lansia, penyandang disabilitas, dan masyarakat di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Nilai-nilai Pancasila menjadi pedoman etis dalam praktik kefarmasian. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan, pelatihan berkelanjutan, serta sinergi antara apoteker, pemerintah, dan masyarakat penting untuk menciptakan pelayanan kefarmasian yang adil, inklusif, dan berkeadilan sosial
PEMAHAMAN KONSEPTUAL TENTANG MAKNA KORUPSI Fitriyaningsih, Dwi; Rosmawati, Ersa Wahida; Makki, Ahmad
Journal of Social and Education Vol. 2 No. 2 (2026): Journal of Social and Education
Publisher : Lembaga Riset dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/8gqrxn88

Abstract

Korupsi merupakan salah satu permasalahan serius yang menghambat pembangunan dan merusak tatanan kehidupan sosial, ekonomi, dan politik di berbagai negara, termasuk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemahaman konseptual tentang makna korupsi dari berbagai sudut pandang, seperti hukum, etika, sosial, dan agama, melalui pendekatan studi literatur. Dengan menggunakan metode analisis isi terhadap berbagai sumber pustaka, penelitian ini menemukan bahwa korupsi tidak hanya dipahami sebagai penyalahgunaan kekuasaan untuk keuntungan pribadi, tetapi juga mencerminkan kerusakan moral, ketidakadilan sosial, dan lemahnya integritas institusional. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan tentang Penyalahgunaan kekuasaan, Keuntungan pribadi atau kelompok dalam korupsi, Kerugian Masyarakat dan negara akibat korupsi, nilai-nilai karakter (local wisdom) masyarakat kajang yang berkaitan dengan perilaku anti korupsi.
Tantangan dan Peluang Generasi Muda Dalam Mewujudkan Demokrasi Yang Berkualitas Novantika, Vegalira; Asriani, Suci; Handayani, Suwarsih
Journal of Social and Education Vol. 2 No. 2 (2026): Journal of Social and Education
Publisher : Lembaga Riset dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/j1h5fw33

Abstract

Artikel ini membahas terkait dengan pentingnya pendidikan demokrasi dalam memperkuat sistem demokrasi di Indonesia, terutama di zaman yang telah serba digital seperti pada saat ini. Demokrasi dapat diartikan sebagai kekuasaan yang berada di tangan rakyat, sehingga sangat membutuhkan partisipasi aktif dari semua orang termasuk generasi muda. Dalam penelitian ini, terdapat beberapa tantangan beserta peluang generasi muda dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui apa saja tantangan dan peluang yang dihadapi oleh generasi muda dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas. Dalam penyusunan artikel ini, penulis dapat meningkatkan pemahaman dengan membaca berbagai jurnal yang telah dipublikasikan oleh pemiliknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan generasi muda dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas terdapat beberapa, diantaranya yaitu apatisme dan kurangnya minat terhadap politik, rendahnya kepercayaan terhadap sistem politik, maraknya disinformasi dan hoax, kesenjangan akses terhadap pendidikan politik, pengaruh lingkungan sosial, dan kesulitan menerima informasi terbaru. Selain itu, adapun peluang generasi muda dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas, diantaranya sebagai berikut: partisipasi politik yang berpengaruh untuk demokrasi yang kuat, pendidikan politik sebagai kunci pemberdayaan dan partisipasi cerdas, inovasi melalui teknologi untuk demokrasi yang lebih terbuka, mendorong akuntabilitas dan transparansi dalam pemerintahan, membawa perspektif baru dan agenda progresif, serta membangun budaya politik yang sehat dan berpartisitif.
Revitalisasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara Di Era Digital Shiddiqi, Buchary Rahman Ash; Hikmah, Rizatul; Lailatil Q.S, Kholillah; Ulfiyah, Ryhadatul; Agustiani, Eti
Journal of Social and Education Vol. 2 No. 2 (2026): Journal of Social and Education
Publisher : Lembaga Riset dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/brghzm44

Abstract

Penelitian ini berjudul Revitalisasi Nilai - Nilai Pancasila Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara di Era Digital, dengan objek riset jurnal - jurnal yang mendukung judul penelitian. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi revitalisasi nilai-nilai Pancasila agar tetap relevan dan menjadi pedoman hidup dalam era digital. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama revitalisasi Pancasila meliputi masuknya ideologi asing, maraknya penyebaran hoaks dan disinformasi, meningkatnya risiko penyalahgunaan data pribadi dan kurangnya kesadaran terhadap nilai Pancasila oleh generasi milenial dan Z. Oleh karena itu, strategi efektif perlu melibatkan sinergi antara pendidikan, kebijakan publik, media digital, dan pemberdayaan komunitas. Pemerintah, lembaga pendidikan, media, dan masyarakat berperan penting dalam menanamkan kembali nilai-nilai Pancasila melalui pendekatan kultural dan struktural, penggunaan teknologi digital secara bijak, serta pengawasan konten digital. Revitalisasi ini menjadi kunci menjaga relevansi dan keberlanjutan ideologi Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa di tengah era digital.
PENTINGNYA PANCASILA SEBAGAI PEDOMAN HIDUP GENERASI Z zariah, ainun; Handayani, Nadia; Zaen, M. Zhilalul Qur’an
Journal of Social and Education Vol. 2 No. 2 (2026): Journal of Social and Education
Publisher : Lembaga Riset dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/je7f5t60

Abstract

Penelitian ini membahas pentingnya pancasila sebagai pedoman hidup generasi z. Generasi Z, yang tumbuh dalam arus deras teknologi informasi. Cenderung mengalami krisis identitas, individualisme, serta penurunan semangat nasionalisme. Tujuannya untuk mengetahui pentingnya pancasila sebagai pendoman hidup Genersi Z. Manfatnya menjadi landasan berfikir,bertindak, dan berperilaku yang sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa,sehingga menciptakan kehidupan berbangsa dan bernegara yang rukun dan damai. Melalui studi literatur deskriptif kajian ini menekankan bahwa pendidikan Pancasila harus diterapkan itu berlaku tidak hanya secara teori tetapi juga secara aplikatif, menyatu dengan konteks keseharian dan karakteristik generasi muda. Hasil kajian menunjukkan bahwa penanaman nilai-nilai Pancasila seperti kerja sama timbal balik, toleransi dan cinta untuk tanah air memerlukan keterlibatan aktif keluarga, institusi pendidikan, serta lingkungan sosial, dengan dukungan metode pembelaan yang inovatif, interaktif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Oleh karena itu, pendidikan Pancasila dapat menjadi fondasi kuat dalam membentuk karakter dan identitas kebangsaan Generasi Z.
Membangun Kritisme Politik Melalui Pendidikan  Kewarganegaraan Khaeratul Hisan, Rizki; Aprilita, Sadilla; Niari, Rila Selsi
Journal of Social and Education Vol. 2 No. 2 (2026): Journal of Social and Education
Publisher : Lembaga Riset dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/vdqhbm17

Abstract

Artikel ini membahas peran penting pendidikan kewarganegaraan (PKn) dalam meningkatkan kesadaran politik dan partisipasi aktif warga negara, khususnya di kalangan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana PKn dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan meningkatkan partisipasi politik yang bertanggung jawab. Melalui penyusunan artikel ini, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dengan merujuk pada berbagai jurnal yang telah dipublikasikan. Metode yang digunakan adalah studi literatur, yang terstruktur untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi dari berbagai sumber guna menjawab pertanyaan penelitian serta mengidentifikasi kesenjangan pengetahuan yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kewarganegaraan berperan dalam membangun kritisme politik, dengan fokus pada kewarganegaraan dan peran politiknya, serta pentingnya pendidikan politik melalui PKn. Dengan demikian, pendidikan kewarganegaraan tidak hanya berfungsi sebagai sarana untuk memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara, tetapi juga sebagai alat untuk mendorong partisipasi aktif dalam proses politik, yang pada gilirannya dapat memperkuat demokrasi dan menciptakan masyarakat yang lebih sadar akan isu-isu politik. 
STRATEGI DALAM MEMPERTAHANKAN IDENTITAS NASIONAL PADA GENERASI MUDA DI ERA GLOBALISASI Farobbi, Muhammad Iqbal; Suhayatman, Early Windary; Fitri, Laili; Putranto, Diouf Maulana Dwi
Journal of Social and Education Vol. 2 No. 2 (2026): Journal of Social and Education
Publisher : Lembaga Riset dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/wtd7v751

Abstract

Identitas nasional merupakan konstruk kultural dan historis yang merepresentasikan jati diri suatu bangsa, sekaligus menjadi pembeda utama antarnegara. Di era globalisasi yang ditandai dengan percepatan arus informasi, penetrasi budaya asing, dan kemajuan teknologi, identitas nasional Indonesia menghadapi tantangan signifikan, terutama di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi efektif dalam mempertahankan identitas nasional di tengah dinamika globalisasi, dengan fokus pada peran generasi muda sebagai subjek utama dalam proses pewarisan nilai-nilai kebangsaan. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka yang sistematis, dengan merujuk pada sumber-sumber literatur akademik dalam kurun waktu lima hingga sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa penguatan identitas nasional dapat dilakukan melalui beberapa pendekatan strategis, di antaranya: internalisasi nilai-nilai Pancasila, penanaman nasionalisme dan patriotisme, integrasi pendidikan kewarganegaraan dalam sistem pendidikan formal, pelestarian budaya melalui media digital, serta pelibatan generasi muda dalam upaya bela negara. Temuan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan, pemerintah, keluarga, dan masyarakat dalam membentuk karakter kebangsaan generasi muda yang adaptif namun tetap berakar pada nilai-nilai lokal. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan teoritis dan praktis dalam perumusan kebijakan pelestarian identitas nasional di tengah tantangan globalisasi yang terus berkembang.
STUDI LITERATUR: PENTINGNYA INTERNALISASI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM KETAHANAN NASIONAL Ramdha, Ika Salsabila; Amalia, Marshanda Fitri; Putri, Baiq Ayu Wulan Maharani; Buana, I Gede Eka Surya; Rayes, Norina Shaumy Putri
Journal of Social and Education Vol. 2 No. 2 (2026): Journal of Social and Education
Publisher : Lembaga Riset dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/knn6sy28

Abstract

Perkembangan globalisasi yang pesat telah membawa dampak besar terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk ideologi bangsa Indonesia. Arus informasi dan budaya asing yang tak terseleksi berpotensi melemahkan jati diri bangsa dan menurunkan semangat nasionalisme. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran strategis internalisasi nilai-nilai Pancasila dalam memperkuat ketahanan nasional. Manfaat dari kajian ini adalah memberikan pemahaman ilmiah mengenai pentingnya penguatan ideologi Pancasila sebagai dasar pertahanan negara. Metode yang digunakan adalah systematic review dengan menelaah 15 jurnal ilmiah dan buku yang relevan dari kurun waktu 2015 hingga 2025, diperoleh melalui Google Scholar. Kriteria seleksi mencakup keterkaitan tema dan aksesibilitas penuh terhadap naskah. Hasil kajian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai Pancasila memiliki peran penting dalam membentuk karakter, meningkatkan kesadaran nasional, dan memperkuat ketahanan ideologis bangsa. Pembahasan juga menguraikan tantangan internalisasi di tengah derasnya arus globalisasi serta pentingnya strategi penguatan nilai Pancasila dalam berbagai bidang kehidupan.