cover
Contact Name
Nurhaswinda
Contact Email
nurhaswinda01@gmail.com
Phone
+6285264706808
Journal Mail Official
catharesearch1@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No.23, Bangkinang, Kampar
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Catha : Jurnal Penelitian Kreatif dan Inovatif
ISSN : "_"     EISSN : 30468760     DOI : https://doi.org/10.31004/catha
Catha : Jurnal Penelitian Kreatif dan Inovatif merupakan jurnal yang dikelola oleh Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai yang menjembatani para peneliti untuk mempublikasikan hasil penelitian di semua bidang keilmuan (multidisiplin). Meliputi bidang pendidikan, kesehatan, hukum, ekonomi, IT (Teknik Informatika), Teknik Sipil, Teknik Elektro, Teknik Mesin, Perikanan, Pertanian, Sosial Humaniora dan bidang ilmu lainnya. Jurnal terdaftar E-ISSN 3046-8760. Jurnal ini terbit empat kali setahun yaitu pada bulan Januari, April, Juli, dan Oktober .
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 129 Documents
Pertidaksamaan Linear sebagai Dasar Pemodelan Matematika Firman Syah, Aldi; Nurhaswinda, Nurhaswinda; Bilbina Rachman, Anisa; Dzakiyyah, Asma; Daffa Alfaruq, Muhammad; Nurfadilah, Nurfadilah; Nur Azizah, Vera; Ramadani, Willy
Catha : Jurnal Penelitian Kreatif dan Inovatif Vol. 3 No. 2 (2026): In-Progress
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/catha.v3i2.185

Abstract

Pertidaksamaan linier merupakan salah satu konsep fundamental dalam aljabar yang memiliki peran penting dalam pembelajaran matematika di berbagai jenjang pendidikan. Konsep ini tidak hanya menuntut kemampuan manipulasi simbolik, tetapi juga pemahaman logis dan konseptual dalam menentukan himpunan solusi yang tepat. Namun, dalam praktik pembelajaran, masih ditemukan berbagai kesulitan dan kesalahan siswa dalam menyelesaikan pertidaksamaan linier, terutama terkait miskonsepsi arah tanda pertidaksamaan dan kesalahan prosedural. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan konsep dasar pertidaksamaan linier, menguraikan langkah-langkah penyelesaiannya secara sistematis, serta meninjau penerapannya dalam pembelajaran matematika. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi pustaka dengan sumber data berupa jurnal ilmiah nasional dan internasional serta buku teks yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemahaman konseptual yang kuat, penerapan langkah penyelesaian yang sistematis, serta integrasi antara penyelesaian aljabar dan representasi grafis sangat berpengaruh terhadap keberhasilan siswa dalam memahami dan menyelesaikan soal pertidaksamaan linier.
Memahami Teori Peluang: Dasar-Dasar, Aplikasi, dan Contoh Anastasya, Syahira; Nurhaswinda, Nurhaswinda; Anastasya, Nadhira; Salsa Dilla, Shelly; Fadila, Nadya; Putri, Salsabila; Sefni Safitri, Adilla
Catha : Jurnal Penelitian Kreatif dan Inovatif Vol. 3 No. 2 (2026): In-Progress
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/catha.v3i2.186

Abstract

Peluang adalah konsep matematika yang digunakan untuk memahami dan menganalisis ketidakpastian suatu kejadian. Penelitian ini membahas konsep dasar peluang, seperti ruang sampel, kejadian, dan nilai peluang suatu peristiwa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep peluang dapat meningkatkan kemampuan berpikir logis dan analitis siswa. Peluang memiliki aplikasi dalam berbagai bidang, termasuk statistika, ekonomi, dan proses pengambilan keputusan. Dalam statistika, peluang digunakan untuk menganalisis data dan membuat prediksi. Dalam ekonomi, peluang digunakan untuk menilai risiko dan membuat keputusan investasi. Dalam proses pengambilan keputusan, peluang digunakan untuk menganalisis alternatif dan memilih keputusan yang terbaik. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan rujukan dalam pembelajaran matematika dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya peluang dalam kehidupan sehari-hari.
Pecahan, Desimal, dan Persen dalam Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar Nashira, Arifa; Nurhaswinda, Nurhaswinda; Ainun Nabihah, Natasya; Pasha Rahmadhani, Nia; Aulia Putri, Rifka; Septia Rani, Viola; Shafya, Shafya
Catha : Jurnal Penelitian Kreatif dan Inovatif Vol. 3 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/catha.v3i1.187

Abstract

Pecahan, desimal, dan persen merupakan konsep dasar matematika yang saling berkaitan dan memiliki peranan penting dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar. Namun, pemahaman siswa terhadap ketiga konsep tersebut masih sering mengalami kendala karena pembelajaran yang cenderung berfokus pada prosedur perhitungan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep pecahan, desimal, dan persen serta keterkaitannya dalam pembelajaran matematika berdasarkan kajian pustaka. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, menggunakan sumber berupa buku teks dan artikel jurnal yang relevan dan terbit dalam delapan tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemahaman konsep pecahan, desimal, dan persen yang diajarkan secara terpadu dan kontekstual dapat membantu siswa memahami bilangan rasional secara utuh serta meningkatkan kemampuan dalam menyelesaikan permasalahan matematika yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, pembelajaran matematika perlu dirancang secara kontekstual dan bermakna agar siswa tidak hanya menghafal rumus, tetapi mampu memahami konsep dan penerapannya.
Pemahaman Logika Matematika dalam Pembelajaran Matematika Asti Amelia, Aidifa; Nurhaswinda, Nurhaswinda; Rianti, Lilis; Jazilah, Nailah; Nabila Ardelia, Siti; Aurelin Zakia Shalsabila, Yessi
Catha : Jurnal Penelitian Kreatif dan Inovatif Vol. 3 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/catha.v3i1.188

Abstract

Logika matematika merupakan landasan penting dalam pembelajaran matematika karena berkaitan langsung dengan kemampuan penalaran, berpikir kritis, dan pemecahan masalah peserta didik. Pembelajarn matematika tidak hanya menekankan penguasaan prosedur, tetapi juga pemahaman konsep yang mendalam melalui proses berpikir logis dan sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pemahaman logika matematika dalam pembelajaran matematika berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (literature riview) dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui penelaahan artikel jurnal nasional dan internasional, buku, serta sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemahaman logika matematika memiliki hubungan yang erat dengan kemampuan berpikir kritis, metakognitif, dan pemecahan masalah peserta didik. Pembelajaran yang menekankan penalaran logis terbukti mampu meningkatkan pemahaman konsep dan hasil belajar matematika. Oleh karena itu, penguatan pemahaman logika matematika perlu diintegrasikan secara sistematis dan kontekstual dalam pelajaran matematika.
Tantangan dan Solusi Pembelajaran Logika Matematika Sekolah Dasar di Era Digital Warahma, Aisyah; Nurhaswinda, Nurhaswinda; Habiba, Nur; Rosyada, Amrina; Zatil Himma, Alya
Catha : Jurnal Penelitian Kreatif dan Inovatif Vol. 3 No. 2 (2026): In-Progress
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/catha.v3i2.189

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat telah membawa perubahan signifikan dalam proses pembelajaran di sekolah dasar, termasuk dalam pembelajaran matematika, khususnya pada aspek logika matematika. Logika matematika merupakan kompetensi dasar yang berperan penting dalam mengembangkan kemampuan pemecahan masalah, berpikir kritis, dan pengambilan keputusan siswa sejak usia dini. Namun, penerapan pembelajaran logika matematika di era digital tidak terlepas dari berbagai tantangan, seperti keterbatasan kompetensi pedagogik digital guru, kesenjangan akses teknologi di kalangan siswa, serta kecenderungan penggunaan media digital yang lebih menekankan aspek prosedural dibandingkan pemahaman konsep. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan pembelajaran logika matematika di sekolah dasar pada era digital serta mengkaji solusi yang dapat diterapkan untuk mengatasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur kualitatif dengan menganalisis artikel ilmiah, buku, dan laporan penelitian yang terbit pada rentang tahun 2019–2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa tantangan utama meliputi rendahnya keterlibatan siswa dalam aktivitas berpikir logis, desain pembelajaran digital yang kurang kontekstual, serta minimnya peran orang tua dalam mendampingi pembelajaran berbasis digital di rumah. Solusi yang ditawarkan antara lain pengembangan media pembelajaran digital interaktif, penerapan model pembelajaran berbasis masalah dan inkuiri, serta penguatan kolaborasi antara guru, orang tua, dan sekolah. Kesimpulannya, keberhasilan pembelajaran logika matematika di era digital memerlukan strategi pedagogik yang adaptif, dukungan teknologi yang memadai, dan ekosistem pembelajaran yang holistik.
Aljabar dalam Pembelajaran Matematika Khalila Rosza, Naylah; Nurhaswinda, Nurhaswinda; Heltifa, Naisilla; Hafiza, Hafsah; Satya Novita, Annisa; Azima, Nadila
Catha : Jurnal Penelitian Kreatif dan Inovatif Vol. 3 No. 2 (2026): In-Progress
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/catha.v3i2.190

Abstract

Aljabar merupakan salah satu cabang matematika yang memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir abstrak, logis, dan sistematis pada peserta didik. Pembelajaran aljabar tidak hanya menekankan pada kemampuan melakukan operasi simbolik, tetapi juga pada pemahaman konsep, pola, dan hubungan antarvariabel. Namun, dalam praktik pembelajaran, banyak siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep dasar aljabar, terutama dalam menafsirkan simbol, variabel, dan bentuk aljabar secara bermakna. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pemahaman konsep aljabar serta faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pembelajaran aljabar pada peserta didik. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menelaah berbagai sumber berupa buku teks dan artikel jurnal yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemahaman konsep aljabar dapat ditingkatkan melalui pendekatan pembelajaran kontekstual, penggunaan representasi visual, serta penerapan model pembelajaran yang berpusat pada siswa. Oleh karena itu, pembelajaran aljabar perlu dirancang secara sistematis dan inovatif agar peserta didik mampu memahami konsep aljabar secara mendalam dan aplikatif.
Analisis Kemampuan Pemahaman Siswa Tentang Konsep Himpunan dalam Matematika Julia Ningsih, Denisa; Nurhaswinda, Nurhaswinda; Naysila, Fischa; Eriana, Ninda; Hanifah Zahra, Nur; Afril Liani, Zila
Catha : Jurnal Penelitian Kreatif dan Inovatif Vol. 3 No. 2 (2026): In-Progress
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/catha.v3i2.191

Abstract

Himpunan merupakan salah satu materi fundamental dalam matematika yang menjadi dasar bagi berbagai konsep matematika lainnya. Meskipun demikian, banyak siswa ditemukan masih mengalami kesulitan dalam mencapai penguasaan yang komprehensif terhadap materi ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemahaman siswa mengenai konsep himpunan, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi tingkat pemahaman tersebut. Mengingat pentingnya penguasaan konsep dalam matematika, penelitian ini berupaya memetakan tingkat pemahaman siswa dan hambatan kognitif yang sering muncul melalui tinjauan literatur yang mendalam. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research). Data dikumpulkan melalui penelusuran berbagai literatur relevan, seperti jurnal ilmiah, buku teks pedagogi, dan hasil penelitian terdahulu. Teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) untuk mengeksplorasi indikator pemahaman konsep siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman siswa tentang konsep himpunan terdiri dari tiga aspek utama: kemampuan klasifikasi objek, kemampuan representasi simbolik, dan kemampuan memecahkan masalah kontekstual. Temuan literatur mengindikasikan bahwa rendahnya pemahaman sering kali disebabkan oleh kesulitan siswa dalam menerjemahkan masalah dari bahasa alami ke dalam notasi himpunan yang formal. Sebagai rekomendasi, pendidik disarankan menggunakan pendekatan pembelajaran yang lebih konkret dan kontekstual untuk menjembatani pemahaman siswa terhadap konsep-konsep himpunan yang abstrak.
Pemecahan Masalah Matematika dalam Pembelajaran: Tinjauan Teoritis dan Implikasinya di Sekolah Dasar Sururum Marfu’ah, Adinda; Nurhaswinda, Nurhaswinda; Mawaddah, Atyka; Naysila Sahri, Azura; Febi, Febi; Aulia Putri, Nesa
Catha : Jurnal Penelitian Kreatif dan Inovatif Vol. 3 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/catha.v3i1.192

Abstract

Pemecahan masalah matematika merupakan komponen inti dalam pembelajaran matematika yang berperan penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, logis, dan sistematis peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep pemecahan masalah matematika, landasan teorinya, karakteristik, strategi, serta perannya dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi kepustakaan dengan menganalisis buku dan sumber ilmiah yang relevan, khususnya teori pemecahan masalah menurut Polya dan teori belajar konstruktivisme. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemecahan masalah matematika merupakan proses sistematis yang meliputi memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana, dan meninjau kembali hasil. Aktivitas pemecahan masalah yang efektif mendorong siswa untuk aktif membangun pengetahuan, mengaitkan konsep matematika dengan kehidupan nyata, serta meningkatkan kepercayaan diri dalam belajar matematika. Dengan demikian, pemecahan masalah matematika perlu diintegrasikan secara konsisten dalam pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa.
Strategi Guru Dalam Menghadapi Siswa yang Mengalami Kesulitan Memahami Materi FPB Dan KPK di Sekolah Dasar Annisa, Auliyana; Nurhaswinda, Nurhaswinda; Rahmah, Cindy; Pertiwi, Mutia; Riddayani, Riddayani; Rahmi, Yulia
Catha : Jurnal Penelitian Kreatif dan Inovatif Vol. 3 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/catha.v3i1.193

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi guru dalam menghadapi siswa yang kesulitan memahami materi FPB dan KPK di sekolah dasar. Hasil penilitian menunjukkan bahwa banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi FPB dan KPK, kesalahan umum yang terjadi di antaranya adalah lemahnya keterampilan berhitung seperti penguasaan perkalian dan Pembagian, serta kurangnya pemahaman konsep dasar. Ditemukannya permasalahan yang sering terjadi saat melaksanakan pembelajaran matematika, pembelajaran matematika dipandang sebagai salah satu mata pelajaran yang memiliki peran penting dalam membentuk kemampuan berpikir logis, sistematis, kritis pada peserta didik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Penelitian kepustakaan merupakan penelitian yang menggunakan pengumpulan data atau objek penelitiannya yang diperkuat dengan cara pengumpulan dan membaca berbagai jurnal dan artikel. Adapun sumber utama yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan melakukan pencarian pada “Google Scholar”, untuk lebih memperkaya penelusuran data yang diinginkan oleh peneliti. Definisi FPB dan KPK Secara umum, FBP (faktor persekutuan terbesar) adalah bilangan bulat positif terbesar yang dapat membagi habis dua bilangan atau lebih tanpa sisa, sdangkan KPK (kelipatan sekutu terkecil) adalah bilangan positif terkecil yang merupakan kelipatan dari dua bilangan atau lebih. strategi guru, kesulitan memahami materi FPB dan KPK, cara menentukan FPB dan KPK Berdasarkan hasil penilitian mengenalai strategi guru dalam menghadapi siswa yang mengalami kesulitan memahami materi FPB dan KPK di sekolah dasar, dapat disimpulkan bahwa kesulitan siswa sekolah dasar dalam memahami materi FPB dan KPK di pengaruhi oleh rendahnya pemahaman konsep dasar matematika, kemampuan berhitung, serta ketidakmampuan siswa dalam menyusun langkah penyelesaian masalah secara sistematis.

Page 13 of 13 | Total Record : 129