cover
Contact Name
Tika Hairani
Contact Email
jurnal@rmpi.brin.go.id
Phone
+6287770346919
Journal Mail Official
beritabiologi@brin.go.id
Editorial Address
Jl. Ir. H. Juanda No.18, RT.04/RW.08, Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16122
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Berita Biologi
ISSN : 23378751     EISSN : 23378751     DOI : https://doi.org/10.55981/berita_biologi
Berita Biologi is the journal features articles showcasing advancements in biological research and related sciences in Indonesia. Berita Biologi comprises original scientific papers presenting research findings, short communications, and reviews that are unpublished or not under consideration elsewhere. Covered topics are expected to introduce novel aspects or information.
Articles 126 Documents
IDENTIFIKASI MIKROPLASTIK PADA IKAN BANDENG (Chanos chanos) DAN IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) DI PASAR TRADISIONAL KRANGGOT, CILEGON-BANTEN Desy Aryani; Hasanah, Afifah Nurazizatul; Haryati, Sakinah; Pratama, Rifki
Berita Biologi Vol 23 No 2 (2024): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/beritabiologi.2024.4964

Abstract

Mikroplastik merupakan partikel plastik yang berukuran kurang dari 5 mm. Ukurannya yang sangat kecil memungkinkan partikel ini tertelan oleh organisme perairan secara sengaja maupun tidak sengaja karena bentuknya yang menyerupai jenis makanan atau karena mangsanya yang telah terkontaminasi mikroplastik. ikan bandeng dan ikan tongkol merupakan ikan konsumsi yang banyak diminati masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelimpahan mikroplastik, bentuk, warna, dan jenis polimer plastik yang terkandung dalam ikan bandeng dan ikan tongkol di Pasar Tradisional Kranggot, Kota Cilegon-Banten.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling dengan tahapan penelitian yang meliputi pengambilan sampel, pengukuran morfometrik, pembedahan ikan, ekstraksi, penyaringan partikel, identifikasi visual menggunakan mikroskop, dan uji FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat mikroplastik pada kedua jenis ikan yang diteliti. Kelimpahan mikroplastik ikan bandeng yaitu 149,4 partikel/individu, sedangkan pada ikan tongkol yaitu 178 partikel/individu. Bentuk mikroplastik yang ditemukan pada ikan bandeng yaitu fiber 28%, film 33%, dan fragmen 39%, selanjutnya ikan tongkol yaitu fiber 29%, film 31%, dan fragmen 40%. Karakteristik warna mikroplastik yang ditemukan warna yang beragam, yaitu biru, merah, kuning, hijau, hitam, putih, transparan, dan ungu. Hasil uji FTIR pada kedua ikan ditemukan jenis polimer Polimer Nylon dan Ethylene Vinyl Acetate (EVA), sedangkan Polimer Polyethylene (PE) hanya ditemukan pada ikan bandeng dan Polimer Polypropylene (PP) hanya ditemukan pada ikan tongkol. Mikroplastik yang terakumulasi secara terus menerus dapat menyebabkan gangguan pada sistem metabolisme ikan bandeng dan ikan tongkol, selanjutnya pada manusia juga dapat menyebabkan gangguan terhadap kesehatan akibat akumulasi mikroplastik melalui sistem pencernaan.
SINTASAN DAN PERTUMBUHAN LARVA CACING NIPAH (Namalycastis rhodochorde) YANG DIBERI PAKAN Chlorella vulgaris DENGAN KONSENTRASI BERBEDA Salsabila, Tia Shafira; Tri Rima Setyawati; Junardi
Berita Biologi Vol 23 No 3 (2024): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2024.5015

Abstract

Populasi cacing nipah (Namalycastis rhodochorde) telah mengalami penurunan akibat eksploitasi dan alihfungsi lahan, sehingga perlu ada upaya untuk budidaya. Budidaya cacing nipah masih menemui permasalahan berupa rendahnya sintasan larva yang dipengaruhi oleh pemberian konsentrasi pakan dan jenis pakan yang kurang tepat, sehingga perlu dilakukan upaya perbaikan pakannya.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi Chlorella vulgaris terbaik bagi sintasan dan pertumbuhan larva cacing nipah (N. rhodochorde) pada skala laboratorium. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap terdiri atas 5 perlakuan dengan masing-masing 3 ulangan. Konsentrasi C. vulgaris yang digunakan adalah 0,1% (2,74 x 106 sel), 0,2% (5,47 x 106 sel), 0,4% (10,94 x 106 sel), 0,8% (21,90 x 106 sel), dan 1,6% (43,80 x 106 sel). Larva dipelihara pada media air laut 8 L dengan padat tebar sebanyak 100 individu menggunakan wadah pemeliharaan berukuran 42 cm x 32 cm x 14 cm yang sama pada semua perlakuan. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan Uji Duncan. Sintasan terbaik dan pertumbuhan terbaik terdapat pada larva yang diberi pakan C. vulgaris konsentrasi 0,8% dengan sintasan sebesar 61%, pertambahan segmen mutlak sebesar 13,31 segmen, laju pertambahan segmen spesifik sebesar 2,74%, panjang tubuh sebesar 2,34 mm, dan laju pertumbuhan panjang tubuh spesifik sebesar 1,06 mm/hari. Jenis-jenis parasit yang ditemukan pada penelitian ini perlu dikaji lebih lanjut terkait dengan penurunan sintasan dan pertumbuhan pada larva cacing nipah.
DISTRIBUSI DAN KELIMPAHAN UDANG AIR TAWAR INVASIF Macrobrachium lanchesteri DI DANAU LINDU, SULAWESI TENGAH Annawaty, Annawaty; Silvayanti
Berita Biologi Vol 23 No 2 (2024): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/beritabiologi.2024.5383

Abstract

Salah satu spesies udang perairan tawar yang merupakan spesies eksotik di Sulawesi adalah Macrobrachium lanchesteri. Spesies yang merupakan anggota famili Palaemonidae ini, bukan jenis asli dari Indonesia. Keberadaan spesies ini di Sulawesi Tengah pertama kali terdeteksi di Danau Lindu tahun 2011 di dua titik, yaitu di bagian barat mulut Sungai Kati dan di pantai cottage FDL Tomado. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan distribusi udang air tawar invasif, M. lanchesteri di Danau Lindu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2020 hingga Mei 2021. Pengambilan sampel dilakukan pada tujuh stasiun di zona littoral sekeliling Danau Lindu, yaitu Muara, Anca, Bamba, Tomado, Langko, Olu dan Pulau Bola. Pengambilan sampel dilakukan di setiap stasiun sepanjang 500 m selama 180 menit/penangkapan (Catch Per Unit Effort, CPUE).  Kelimpahan udang air tawar dihitung sebagai rasio antara jumlah individu per meter kuadrat (CPUE). Berdasarkan hasil identifikasi, jenis udang air tawar di Danau Lindu hanya terdiri dari 2 spesies, yaitu M. lanchesteri (merupakan spesies udang air tawar invasif) dan Caridina linduensis (spesies endemik Danau Lindu). Kedua spesies ini hidup bersimpatri di semua stasiun dengan populasi M. lanchesteri yang sangat melimpah dan terdistribusi di seluruh bagian Danau Lindu. Satu-satunya tempat yang tidak didominasi oleh M. lanchesteri adalah di Muara, yang merupakan outlet Danau Lindu. Oleh karena itu tempat ini dapat dijadikan prioritas area konservasi spesies endemik Danau Lindu, C. linduensis.
PEMANFAATAN SUPERNATAN BEBAS SEL BAKTERI ASAM LAKTAT PADA Escherichia coli DAN UMUR SIMPAN SAYURAN SEGAR Septiyani; Magdalena, Stella; Yogiara
Berita Biologi Vol 23 No 3 (2024): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2024.5392

Abstract

Selada dan kubis merupakan sayuran yang rentan kerusakan akibat bakteri E. coli. E. coli mampu menyebabkan diare pada manusia jika sayuran dikonsumsi secara mentah. Aplikasi supernatan bakteri asam laktat (BAL) pada kubis dan selada menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kedua masalah tersebut. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengevaluasi penggunaan supernatan bebas sel BAL dalam mereduksi E. coli untuk menghambat kerusakan pada sayuran segar. Supernatan TL7 dan H1 disemprotkan pada kubis dan selada;  disimpan pada suhu 25 ºC dan 10 ºC dan dilakukan pengamatan pada hari 1, 5, dan 7. Pada suhu 25 °C, selada berubah warna menjadi hijau tua, tekstur melunak, serta tumbuh kapang sedangkan kubis berubah warna menjadi kehitaman. Pada suhu 10 °C, selada dan kubis tidak berubah warna dan tekstur. Aplikasi supernatan bebas sel kedua isolat pada selada dan kubis yang disimpan pada suhu 25 °C  dan 10 °C mampu menghambat E. coli hingga penyimpanan hari ketujuh dengan kisaran 0,4 log CFU/g – 1,9 log CFU/g. Kombinasi penambahan supernatan isolat BAL dan penyimpanan pada suhu 10 °C memiliki kemampuan menghambat E. coli secara nyata hingga penyimpanan hari ketujuh dibandingkan perlakuan E. coli saja pada semua perlakuan.  
POPULASI DAN DISTRIBUSI UDANG AIR TAWAR ENDEMIK Caridina kaili DI SUNGAI-SUNGAI INLET DANAU LINDU, SULAWESI Milasari, Nur; Annawaty, Annawaty
Berita Biologi Vol 24 No 1 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.5396

Abstract

Caridina kaili merupakan spesies endemik Danau Lindu yang dideskripsi oleh Annawaty dan Wowor pada tahun 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui populasi dan peta pernyebaran terkini spesies C. kaili di sungai-sungai inlet Danau Lindu. Pengoleksian sampel dilaksanakan dengan metode road sampling melawan arus sungai pada bulan November 2023 di 27 stasiun. Sampling dilakukan di setiap stasiun sepanjang 200 m searah aliran sungai selama 60 menit/penangkapan (Catch Per Unit Effort, CPUE). Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa C. kaili ditemukan dengan populasi terbanyak pada Uwe Kaongko dengan kelimpahan mencapai 3.03 ind/m2 CPUE, tingginya nilai kelimpahan pada stasiun ini karena kondisi habitat yang masih terjaga dengan baik, serta melimpahnya detritus di perairan yang menyediakan sumber makanan yang mendukung kehidupan C. kaili. Populasi paling rendah ditemukan di Uwe Langko jembatan 2 dengan kelimpahan hanya 0.01 ind/m2 CPUE, diduga karena adanya persaingan dengan spesies invasif Macrobrachium lanchesteri. Peta penyebaran C. kaili pada penelitian ini mengindikasikan adanya dua lokasi baru yang belum pernah dilaporkan sebelumnya yaitu pada Uwe Langko jembatan 1 dan Uwe Langko Jembatan 2, meskipun C. kaili ditemukan di lokasi ini dengan jumlah yang sangat sedikit. Beberapa sungai yang sebelumnya diketahui merupakan wilayah penyebaran C. kaili yaitu Uwe Pada, Uwe Karatambe, dan Uwe Laga, pada penelitian ini sudah tidak ditemukan lagi keberadaan C. kaili. Hilangnya C. kaili di tiga sungai tersebut kemungkinan karena kondisi sungai yang telah tercemar sehingga tidak kondusif lagi untuk mendukung kehidupan C. kaili.
EFEKTIVITAS EKSTRAK BUAH ANGGUR BALI (Vitis vinifera L. Var. Alphonso Lavallee) TERHADAP HISTOLOGI SEL BETA PANKREAS Mus musculus L. DENGAN HIPERGLIKEMIA Zabrina, Putu Tiara; Puspitasari, Lia; Damayanti, Ida Ayu Manik
Berita Biologi Vol 23 No 3 (2024): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2024.5508

Abstract

Hiperglikemia dapat menyebabkan malfungsi sel beta pankreas yang memicu stress oksidatif. Bahan makanan yang berkaitan dengan suplai antioksidan mampu menjadi profilaksis yang efektif melawan stress oksidatif pada diabetes. Salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi adalah Anggur Bali (Vitis vinifera L. Var. Alphonso Lavallee). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antidiabetes buah anggur Bali (V. vinifera Var. Alphonso Lavallee) dan histopatologi sel beta pankreas Mus musculus L. yang diinduksi aloksan. Penelitian ini dilakukan dengan metode true experimental study design laboratorium dengan rancangan post test only control grup design. Model hiperglikemia dilakukan dengan cara diinduksi aloksan, setelah mengalami peningkatan kadar gula darah diberikan perlakuan glibenklamid dan ekstrak buah anggur Bali selama 21 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% buah anggur Bali dengan dosis 200 mg/kgBB dan 400 mg/kgBB dapat meningkatkan jumlah sel beta pankreas (p<0,05) dan dosis 800 mg/kgBB tidak dapat meningkatkan jumlah sel beta pankreas (p>0,05). Ekstrak etanol 96% buah anggur Bali dapat meningkatkan jumlah sel beta pankreas.
PERTUMBUHAN AYAM PETELUR JANTAN (Gallus gallus domesticus L.) SETELAH PEMBERIAN TEPUNG DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam.) SEBAGAI ADITIF PAKAN Djaelani, Muhammad Anwar; Mujiyono, Muhammad Bagas; Sunarno; Kasiyati
Berita Biologi Vol 23 No 2 (2024): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/beritabiologi.2024.5526

Abstract

Ayam petelur jantan merupakan ayam cull yang memiliki pertumbuhan efisien dan dijadikan sebagai produk substitusi ayam kampung. Daun kelor mengandung komponen nutrien esensial dan berpotensi dijadikan aditif pakan untuk pemacu pertumbuhan ayam petelur jantan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan ayam petelur jantan yang diberi tepung daun kelor sebagai aditif pakan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 6 kali ulangan. Kelompok perlakuan terdiri atas kontrol (tanpa penambahan tepung daun kelor), serta kelompok aditif tepung daun kelor 1%, 2%, 3%, dan 4%. Variabel yang diukur meliputi konsumsi pakan, bobot tubuh mingguan, pertambahan bobot tubuh, dan rasio konversi pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aditif pakan tepung daun kelor tidak berpengaruh secara signifikan terhadap konsumsi pakan, bobot tubuh mingguan, pertambahan bobot tubuh, dan rasio konversi pakan pada ayam petelur jantan (P>0,05). Meskipun demikian, penggunaan tepung daun kelor sebagai aditif pakan sampai dengan dosis 4% tidak memberikan dampak negatif pada pertumbuhan ayam petelur jantan.
JENIS-JENIS TUMBUHAN SEBAGAI SUMBER POLEN UNTUK Heterotrigona itama (Cockerell, 1918) DI DESA BONGGURON, KABUPATEN SIMALUNGUN Purba, Desry Mey Syahni; Jumilawaty , Erni; Elimasni
Berita Biologi Vol 23 No 3 (2024): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2024.5543

Abstract

Lebah Heterotrigona itama merupakan salah satu lebah yang banyak ditemui di daerah tropis seperti Indonesia. Lebah ini tidak memiliki sengat dan hidup secara berkoloni. H. itama dapat menghasilkan madu, propolis, roti lebah dan juga berperan dalam penyerbukan tumbuhan. Peran atau manfaat dari Heterotrigona itama dapat berjalan dengan baik apabila kebutuhan pangannya terpenuhi. Lebah ini mengumpulkan polen yang digunakan sebagai sumber makanannya. Penelitian ini bertujuan mengetahui tumbuhan-tumbuhan yang berperan sebagai sumber polen bagi H. itama. Untuk mengidentifikasi tumbuhan sumber polen digunakan metode asetolisis. Ditemukan 14 spesies tumbuhan yang merupakan sumber polen bagi H. itama yaitu Ageratum conyzoides, Cocos nucifera, Triumfetta semitriloba, Abutilon julianae, Lagenaria siceraria, Cynodon dactylon, Haloragis brownii, Ruellia tuberosa, Calatola sanguinensis, Oenothera clavaeformis, Dombeya burgessiae, Cucumis melo, Trianthema portulacastrum, dan Nerium oleander. Polen dari L. siceraria (73.17%) merupakan spesies yang paling dominan ditemukan pada koloni satu, polen dari D. burgessiae (48.83%) merupakan spesies yang paling dominan ditemukan pada koloni dua dan polen dari D. burgessiae (15.79%) juga merupakan spesies yang paling dominan ditemukan pada koloni tiga.
KARAKTERISTIK KARKAS, BOBOT ORGAN DIGESTORIA DAN HISTOMORFOMETRI ILEUM ITIK HIBRIDA SETELAH PENAMBAHAN TEPUNG DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam.) DALAM PAKAN Arzakina, Silfia; Rahmah, Sinta Aulia; Djaelani, Muhammad Anwar; Sunarno, Sunarno; Kasiyati, Kasiyati
Berita Biologi Vol 24 No 2 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.5551

Abstract

Daun kelor merupakan salah satu sumber bahan pakan ternak yang kaya nutrien seperti protein, lemak, serat, mineral, dan vitamin. Nutrien yang terkandung di dalam pakan dapat mempengaruhi optimalisasi sistem pencernaan sehingga dapat meningkatkan produktivitas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pemberian imbuhan pakan tepung daun kelor pada karakteritik karkas, bobot organ digestoria, dan histomorfometri ileum itik hibrida. Itik yang digunakan dalam penelitian ini adalah itik hibrida jantan berjumlah 32 ekor yang dibagi ke dalam empat kelompok perlakuan dengan delapan kali ulangan. Kelompok pertama diberi pakan standar komersial tanpa penambahan tepung daun kelor (0%), kelompok kedua sampai keempat diberi pakan komersial standar dengan penambahan tepung daun kelor masing-masing 2,5%, 5%, dan 7,5%. Rancangan percobaan berupa Rancangan Acak Lengkap. Data dianalisis menggunakan uji one-way ANOVA dan uji lanjut Duncan pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tepung daun kelor tidak berpengaruh nyata (P>0,05) pada bobot karkas, bobot potongan karkas, bobot organ digestoria, dan histomorfometri ileum, namun berpengaruh nyata (P<0,05) pada diameter peyer patches itik hibrida. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian imbuhan tepung daun kelor tidak memberikan dampak negatif pada karakteristik karkas, bobot organ digestoria, dan histomorfometri ileum. Imbuhan tepung daun kelor dapat diaplikasikan pada itik karena dapat meningkatkan sistem imun pada saluran pencernaan yang ditandai dengan peningkatan diameter peyer patches.
EFEK INTERAKSI DOSIS INOKULUM RAGI DAN WAKTU FERMENTASI TERHADAP KEPADATAN SEL VIABEL BAKTERI ASAM LAKTAT DAN KUALITAS PRODUK SILASE DARI LIMBAH AMPAS TEH (Camellia sinensis) Minarno, Veramita Angel; Nugroho, Rully Adi; Krave, Agna Sulis
Berita Biologi Vol 24 No 2 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.5566

Abstract

Industri minuman teh dalam kemasan menghasilkan limbah ampas teh dalam jumlah besar yang dapat mencemari lingkungan. Upaya pemanfaatannya sebagai pakan ternak terhambat oleh tingginya kandungan zat antinutrisi seperti tanin dan serat kasar. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh waktu fermentasi dan dosis inokulum ragi terhadap kepadatan bakteri asam laktat (BAL) serta kualitas silase dari limbah ampas teh. Ampas teh direndam dalam larutan abu gosok 15% (b/v) untuk proses detanisasi, kemudian diinokulasi dengan ragi dalam dosis 0%, 2%, 4%, dan 6% (b/b), dan diinkubasi secara anaerob pada suhu ruang selama 0, 14, dan 21 hari. Parameter yang diamati meliputi susut bobot, kadar air, pH, kepadatan BAL, kadar asam laktat, nilai Fleigh, kadar protein kasar, serat kasar, dan tanin. Hasil menunjukkan adanya interaksi signifikan antara waktu fermentasi dan dosis inokulum terhadap peningkatan kepadatan BAL, kadar asam laktat, nilai Fleigh, serta penurunan pH dan kadar tanin. Perlakuan terbaik diperoleh pada dosis ragi 6% dan waktu fermentasi 21 hari, dengan kepadatan BAL batang dan kokus masing-masing sebesar 3,90 × 10⁴ dan 3,93 × 10⁴ sel/g, kadar asam laktat 1,79%, pH 3,77, nilai Fleigh 136,28, dan tanin 0,64%. Meski kandungan serat kasar masih cukup tinggi (22,57%), dan protein kasar tertinggi tercapai pada dosis 4% (18,04%), hasil ini menunjukkan bahwa fermentasi dengan ragi efektif meningkatkan kualitas silase ampas teh sebagai pakan alternatif.

Page 8 of 13 | Total Record : 126