cover
Contact Name
Bayu Anggileo Pramesona
Contact Email
bayu.pramesona@fk.unila.ac.id
Phone
+6281274004767
Journal Mail Official
jka@fk.unila.ac.id
Editorial Address
Jalan Sumantri Brojonegoro No.1 Gedung C FK Unila lt. 1 Ruang Jurnal Lakuna Rajabasa Bandar Lampung Kode Pos 35145 Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Published by Universitas Lampung
ISSN : 26557800     EISSN : 2356332X     DOI : https://doi.org/10.23960/jka
Core Subject : Health,
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine is a peer-reviewed scientific journal published by the Faculty of Medicine, University of Lampung. This journal serves as a platform for disseminating research findings and scholarly discussions in the fields of medicine, public health, environmental health, and their intersections with agriculture and agromedicine. The journal emphasizes preventive, promotive, and educational health strategies, especially within rural and agrarian communities.
Articles 565 Documents
Gambaran Kepuasan Ibu Hamil Terhadap Mutu Pelayanan Antenatal Care di Puskesmas : Tinjauan Pustaka Aulia Ghina Sabila; Asep Sukohar; Efriyan Imantika
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepuasan pasien adalah tingkat perasaan pasien akibat kinerja pelayanan kesehatan yang diterima setelah pasien membandingkan dengan harapannya. Antenatal care atau pemeriksaan kehamilan adalah serangkaian pemeriksaan yang dilakukan secara teratur sejak awal kehamilan sampai dengan proses persalinan untuk memantau kesehatan ibu dan janin sehingga tercapainya kehamilan yang optimal. Pemeriksaan kehamilan sangat dianjurkan bagi ibu hamil agar kesehatan ibudan janin selalu terpantau. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran kepuasan ibu hamil terhadap mutu pelayanan antenatal care di puskesmas. Artikel Ini menggunakan metode literatur review yang menggunakan google scholar sebagai pendukung database. Terdapat 55.830 artikel yang ditemukan dengan kata kunci kepuasan, ibu hamil, mutu pelayanan, antenatal, dan puskesmas; satisfaction; pregnant mother; service quality; prenatal; Public health center. Selanjutnya artikel tersebut diidentifikasi, disaring, hingga diperoleh 5 artikel yang memenuhi kriteria untuk diulas secara mendalam. Hasil literature review dari 5 jurnal didapatkan bahwa terdapat gambaran yang mempengaruhi kepuasan ibuhamil dalam pemeriksaan antenatal care, yaitu dimensi Reliability (Keandalan), Responsiveness (Daya Tanggap), Assurance (Jaminan), Empathy (Keramahan), dan Tangible (Bukti Fisik). Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara kepuasan ibu hamil dengan mutu pelayanan antenatal care. Berdasarkan hasil literature review ini diharapkan petugas kesehatan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan mensosialisasikan pentingnya antenatal care pada ibu hamil, sehingga ibu hamil diharapkan secara rutin melakukan pemeriksaan antenatal care dan dapat mengetahui perkembangan kehamilan secara optimal.Kata Kunci: ANC, BPJS, Ibu Hamil, Kepuasan, Mutu Pelayanan
Faktor Risiko Kanker Paru: Tinjauan Pustaka Aldiesa Ade Pritami; Retno Ariza Soeprihatini Soemarwoto; Risal Wintoko
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker merupakan keganasan yang ditandai dengan pertumbuhan sel yang tidak terkontrol dan dapat berpindah maupun  menyebar ke sel dan jaringan lain di dalam tubuh. Kanker paru merupakan salah tau penyebab utama kematian akibat kanker. Angka kejadian dan kematian akibat kanker paru dikaitkan dengan merokok. Rokok merupakan salah satu faktor risiko utama kanker paru. Rokok mengandung banyak zat kimia yang bersifat toksik, seperti nikotin, tar, kadmium, dan formaldehid. Faktor risiko kanker paru lainnya, yaitu paparan radon atau substansi karsinogenik lainnya seperti asbes, silika, logam berat, dan hidrokarbon aromatik polisiklik. Polusi udara juga menjadi satu dari banyaknya faktor risiko kanker paru. Selain itu, usia tua (≥50 tahun) juga menjadi faktor risiko kanker paru. Jenis kelamin laki-laki juga menjadi faktor risikokanker paru karena dikaitkan erat dengan kebiasaan merokok. Risiko kanker paru juga meningkat pada seseorang yang memiliki kerabat dekat dengan riwayat kanker. Adanya riwayat penyakit paru seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dan fibrosis pulmonal juga merupakan salah satu faktor risiko terjadinya kanker paru.  Kata kunci: Faktor risiko, kanker paru
Potensi Probiotik Dalam Mikrobiota Usus Sebagai Target Pengobatan Diabetes Mellitus Lucky Indar Wigati; Reni Zuraida; Dewi Nur Fiana
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini intervensi gaya hidup merupakan bukti kuat dalam mencegah perkembangan pradiabetes menjadi diabetes tipe 2  termasuk diantaranya modifikasi asupan makanan dan berolahraga, dengan tujuan defisit energi dan menurunkan berat badan. Mikrobiota diketahui sangat penting untuk pengembangan sistem kekebalan dan homeostasis tubuh. Disbiosisdalam komposisi dan fungsi mikrobiota usus berkaitan dengan respons imun dan perkembangan penyakit metabolik, seperti diabetes mellitus tipe 2. Beberapa penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa perubahan dalam mikrobiota usus yang berkaitan dengan genetika dan diet host, serta  faktor lingkungan lainnya dapat berkontribusi pada patogenesisdiabetes dan komplikasinya. Efek terapeutik obat diabetes mellitus tipe 2 juga sebagian dimediasi oleh mikroba usus misalnya pada metformin yang banyak digunakan saat ini. Sehingga terdapat potensi yang besar untuk penggunaan mikrobiota dalam aplikasi klinis untuk memahami dan mengobati diabetes. Mikrobiota usus berkontribusi secara signifikanterhadap prediksi respon glikemik dan perubahan mikrobiota usus yang disebabkan oleh gaya hidup secara mekanis berimplikasi pada aspek perkembangan penyakit. Dengan demikian, tujuan dari tinjauan ini adalah untuk mengetahui potensi dari penggunaan mikrobiota usus, dengan kapasitasnya untuk dimodifikasi dalam pengembangan strategipencegahan dan pengobatan untuk hiperglikemia dan diabetes tipe 2 pada manusia di masa yang akan datang. Kata kunci: diabetes mellitus, probiotik
Efek Alkohol pada Hippocampus M. Farhan Rozak; Anggraeni Janar Wulan; Mukhlis Imanto
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alkohol merupakan senyawa yang sering dikonsumsi oleh masyarakat di dunia. Terjadi penurunan persentase konsumsi alkohol di Indonesia setiap tahunnya, tetapi kasus kematian akibat penyalahgunaan alkohol masih cukup tinggi di dunia. Secara global, konsumsi alkohol diprediksi akan terus meningkat hingga tahun 2026 terutama di wilayah  Asia Tenggara. Penggunaan alkohol yang berlebihan dapat menimbulkan masalah dalam sistem saraf termasuk hipokampus. Hipokampus merupakan pusat belajar dan memori spasial pada manusia, sehingga kerusakan pada bagian ini akan berdampak pada daya pikir dan kemampuan belajar seseorang. Mekanisme pengaruh alkohol pada hipokampus berupa kematian sel saraf yang dimediasi melalui  N methyl-D aspartate receptor (NMDAR) disertai proliferasi microglial dan perubahan ekspresi gen brain-derivedneurotropic factor (BDNF). Perubahan Keseimbangan  neuroimun/ neutrotropik berkontribusi dalam hilangnya neurogenesis hipokampus. Dampak penyalahgunaan alkohol berupa penurunan volume, perubahan fungsional dan struktural jangka lama, penurunan sel gyrus dentatus, penipisan kumpulan sel progenitor, dan mempengaruhi neuron yangg belum matang. Kata kunci: alkohol, hipokampus, sistem saraf, neuron
Karakteristik Hasil Pemeriksaan Darah Tepi Pasien Typhoid Fever Pada Anak. Muhammad Yazid Daradjat; Oktadoni Saputra; Liana Sidharti
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam tifoid adalah penyakit infeksi sistemik akut yang disebabkan oleh mikroorganisme Salmonella typhii yang masihmenjadi masalah kesehatan masyarakat, dimana kasusnya tersebar merata di seluruh Indonesia, terutama kelompok usia 319 tahun. Demam tifoid dapat didiagnosis berdasarkan gejala klinis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan laboratorium seperti pemeriksaan darah tepi, pemeriksaan serologis (tes Widal, tes TUBEX, metode EIA (Enzyme-Linked Immunosorbent Assay), metode ELISA (Enzyme-Linked Immunosorbent Assay) dan tes dipstik), uji kultur melalui isolasi bakteri, dan uji molekuler (Polymerase Chain Reaction (PCR)) dapat mendukung diagnosis demam tifoid. Untuk mendapatkan diagnosis yang tepat, dilakukan pemeriksaan kultur darah. Namun, pemeriksaan kultur darah membutuhkan beberapa hari untuk mengetahui hasilnya. Pemeriksaan darah tepi dapat dilakukan dengan cepat, mudah, dan murah untuk mengkonfirmasi dugaan tifoid. Pada pasien anak dengan demam tifoid dapat terjadi abnormalitas hasilpemeriksaan darah tepi, terutama anemia, leukopenia, dan trombositopenia. Hal tersebut dikarenakan adanya penekanan pada sumsum tulang belakang yang merupakan salah satu organ utama dalam myelopoiesis oleh endotoksin dari bakteri Salmonella typhii. Salmonella typhi termasuk pada golongan bakteri gram negatif yang dapat menghasilkan endotoksin pada dinding luar yang berupa lipopolisakarida di sumsum tulang yang merupakan organ utama dalam myelopoiesis.Terjadinya endotoksinemia akan merangsang hiperaktivitas vaskular dan pelepasan katekolamin yang menyebabkan nekrosis fokal dan perdarahan, sehingga berakibat penurunan jumlah neutrofil, sel darah merah, hemoglobin, leukosit dan trombosit. Kata Kunci: Tifoid, Pemeriksaan Darah Tepi, Salmonella typhii, Endotoksin, Sumsum Tulang Belakang, Anak.  
Hubungan Konsumsi Daging Merah dengan Kanker Kolorektal Naufal Rasyid Aswan; Rizki Hanriko; Jhons Fatriyadi Suwandi; Risal Wintoko
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker kolorektal adalah kanker pada kolon atau rektum. Kanker kolorektal merupakan kanker ketiga yang paling sering pada pria dan kedua pada wanita, dan, menurut data dari World Health Organization (WHO), kanker kolorektal menyumbang hampir 1,4 juta kasus baru setiap tahun di seluruh dunia. Pada tahun 2017, ada 1,8 juta kasus kankerkolorektal di seluruh dunia, dengan tingkat insidensi standar mencapai 23,2 kasus per 100.000 orang-tahun. Artikel ini merupakan tinjauan pustaka yang disusun untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian kanker kolorektal. Referensi yang digunakan merupakan artikel yang diterbitkan antara tahun 2012-2022. Faktor risiko kankerkolorektal dibagi menjadi faktor risiko yang dapat dimodifikasi dan faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi. Faktor risiko yang dapat dimodifikasi yang cukup berpengaruh adalah konsumsi daging merah. Daging merah dan daging merah olahan secara meyakinkan dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal sebesar 20-30% melalui 6 mekanisme utama, yaitumekanisme N-nitroso compounds (NOCs), heterocyclic amines (HCAs), polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs), besi Heme dalam daging merah, polyunsaturated fatty acid (PUFA), asam empedu, asam sialat non-manusia dan agen infeksius. Kata kunci: Faktor risiko, daging merah, kanker kolorektal
Gambaran Subtipe Molekuler Kanker Payudara di Indonesia Nurmayeni Nurmayeni; Indri Windarti
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker payudara merupakan jenis kanker tersering pada perempuan di seluruh dunia pada tahun 2020. Pasien kanker payudara secara global pada tahun 2020 tercatat mencapai angka 2,3 juta dan 685.000 mengalami kematian akibat kanker payudara. Pada tahun 2020 jumlah kasus baru kanker payudara di Indonesia sebanyak 68.585 kasus. Kanker payudara merupakan penyakit yang heterogen, terdiri dari beberapa subtipe molekuler yaitu luminal A, Luminal B, HER2+, TNBC.  Tiapsubtipe kanker payudara memiliki prognosis yang berbeda-beda. Penelitian yang dilakukan di RSUP Dr. M. Djamil Padang periode 2016-2021 dan penelitian lain yang dilakukan di RSUD Prof Dr. Margono Soekarjo Purwokerto, Jawa Tengah tahun 2019 memiliki hasil yang hampir serupa yaitu subtipe dominan yang ditemukan adalah luminal B. Tiga penelitian yang dilakukan di RSUP Sanglah Bali periode 2003-2012, Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo periode Januari – Desember 2019, RS Dr. Sardjito periode 2013-2018 menunjukkan hasil yang hampir mirip yaitu subtipe dengan frekuensi tertinggi adalah subtipe luminal A. Gambaran subtipe molekuler kanker payudara di Indonesia cukup bervariasi berdasarkan lokasi dan waktu dilakukannya penelitian tersebut.Kata kunci: kanker payudara, subtipe molekuler
Persepsi Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung terhadap Early Clinical Exposure Putu Ika Widyasari; Oktafany Oktafany; Muhammad Fitra Wardhana; Rika Lisiswanti
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: FK Unila menggunakan metode pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan kriteria SPICES. Early Clinical Exposure (ECE) sebagai bagian dari SPICES dapat menjadi jembatan antara pembelajaran preklinik dan klinik. Pendekatan belajar ECE memiliki berbagai manfaat khususnya bagi mahasiswa. Persepsi oleh mahasiswa terkait pelaksanaan ECE merupakan aspek penting dari peningkatan kualitas program pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi mahasiswa PSPD FK Unila Periode 2022/2023 terhadap ECE dan untuk mengetahui perbedaan persepsi mahasiswa semester tiga dan mahasiswa semester tujuh terhadap ECE.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 314 mahasiswa. Pemilihan sampel menggunakan teknik total sampling. Data yang digunakan merupakan data primer berupa kuesioner dengan skala Likert 1-5. Analisis statistik dilakukan dengan analisis univariat dan analisis bivariat.Hasil: Hasil analisis menunjukkan nilai rata-rata persepsi mahasiswa semester tiga terhadap ECE sebesar 3,83 dan termasuk dalam kategori baik. Sedangkan nilai rata-rata persepsi mahasiswa semester tujuh terhadap ECE sebesar 3,93 dan termasuk dalam kategori baik. Tidak didapatkan perbedaan bermakna antara persepsi mahasiswa semester tiga dan mahasiswa semester tujuh terhadap ECE (p=0,90). Simpulan: Persepsi mahasiswa semester tiga dan mahasiswa semester tujuh PSPD FK Unila Periode 2022/2023 terhadap ECE adalah baik. Tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara persepsi mahasiswa semester tiga dan mahasiswa semester tujuh terhadap ECE.Kata Kunci: persepsi, mahasiswa kedokteran, Early Clinical Exposure  
Pengetahuan Swamedikasi pada Ibu Rumah Tangga : Tinjauan Pustaka Salsabila Alifiyah Setiawan; Winda Trijayanthi Utama
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan merupakan aspek terpenting dalam kehidupan seorang individu. Salah satu usaha yang dilakukan masyarakat untuk menjaga kesehatan dirinya adalah dengan melakukan swamedikasi. Swamedikasi merupakan usaha seseorang dalam menyembuhkan diri sendiri. Swamedikasi bisa menjadi masalah terkait obat dalam pelaksanaannya karena pengetahuan yang terbatas mengenai obat dan penggunaannya. Tingkat pengetahuan berperan penting dalam pelaksanaan swamedikasi.Swamedikasi bisa menyebabkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan jika seorang individu tidak memahami cara melakukan swamedikasi dengan tepat. Berbagai masalah dalam penggunaan obat kerap dijumpai di tengah masyarakat saat ini. Pengetahuan tentang penggunaan obat yang rendah dikarenakan terbatasnya pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan obat dan kurangnya informasi terkait obat. Bahaya yang dapat muncul dari penggunaan obat dapat dihindari dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan obat. Rumah tangga merupakan unit terkecil dalam suatu kehidupan masyarakat yang membutuhkan informasi mengenai penggunaan obat. Seorang ibu dalam suatu keluarga menjadi inti dalam penentuan kualitas kesehatan anggota keluarganya dan berperan penting dalam menentukan obat yang tepat untuk digunakan oleh keluarganya saat sakit. Apabila ibu mampu dan memahami cara pengelolaan obat dengan baik, maka ibutersebut telah membantu pemerintah dalam mewujudkan peningkatan kualitas kesehatan.Kata Kunci: Ibu-ibu Rumah Tangga, Pengetahuan, Swamedikasi
Cedera Terbuka Bola Mata (Open Globe Injury) Zalfa Salsabila Aprilia; Muhammad Yusran; Nisa Karima
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cedera pada mata merupakan hal yang umum ditemukan dalam praktik primer. Open Globe Injury  menjadi penyebab utama gangguan penglihatan permanen dan kebutaan di dunia. Kebutaan tentunya sangat berpengaruh pada kualitas hidup dan diikuti dengan hilangnya produktivitas. Anamnesis yang rinci diikuti dengan pemeriksaan okular yang diindikasikan serta pemeriksaan radiologi merupakan bagian penting dari setiap penilaian trauma. Pencegahan kehilangan penglihatanpermanen akibat cedera mata memerlukan penilaian awal yang akurat dan diagnosis dini, termasuk pertolongan pertama okular primer yang baik dan rujukan cepat cedera mata serius ke unit gawat darurat dengan akses ke pelayanan oftalmologi Berbagai penelitian tentang patofisiologi cedera mata dan faktor prognostiknya serta kemajuan dalam metode diagnostikdan terapeutik telah sangat meningkatkan tingkat keberhasilan untuk mengelola open globe injury.  Kata kunci: open globe, trauma okular