cover
Contact Name
Ferdinan Bashofi
Contact Email
ferdinanbashofi@uibu.ac.id
Phone
+6285755554384
Journal Mail Official
maharsi@uibu.ac.id
Editorial Address
Jl. Citandui No.46, Purwantoro, Kec. Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur 65126
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
ISSN : 26562499     EISSN : 26848686     DOI : https://doi.org/10.33503/maharsi.v7i2
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sociologi contains scientific articles, theoretical and empirical studies resulting from research by students, academics, and practitioners in the field of Science and Applied Science Education which can be implemented in the context of science learning. The scope of science in this journal includes but is not limited to Sociology, and History. The journal publishes state-of-art papers in fundamental theory, experiments, and simulation, as well as applications. Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sociologi  is a multidisciplinary journal committed to no single approach, discipline, methodology, or paradigm. This journal welcomes a variety of approaches (qualitative, quantitative, and mixed methods) to empirical research; and also publishes high-quality systematic reviews and meta-analyses.
Articles 196 Documents
Sejarah Perkembangan Kerajinan Kuda Lumping sebagai Identitas Budaya Lokal di Desa Karangrejo Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri pada Tahun 1980-2025 Setiawan, Noval; Budiono, Heru; Widiatmoko, Sigit
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 2 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i2.3637

Abstract

Penelitian ini membahas sejarah perkembangan kerajinan kuda lumping sebagai identitas budaya lokal di Desa Karangrejo, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri pada tahun 1980–2025. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberadaan kuda lumping yang tidak hanya dikenal sebagai kesenian pertunjukan, tetapi juga berkembang menjadi kerajinan yang memiliki nilai budaya, ekonomi, dan sosial bagi masyarakat setempat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan sejarah perkembangan kerajinan kuda lumping, menjelaskan proses pembuatannya, menganalisis pengaruhnya terhadap kehidupan sosial dan budaya masyarakat, serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi pengrajin dalam mempertahankan keberlangsungan kerajinan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerajinan kuda lumping di Desa Karangrejo berkembang sejak tahun 1980-an dan terus mengalami inovasi dalam bentuk, motif, serta fungsi. Kerajinan ini berperan sebagai sumber penghidupan masyarakat, media pewarisan nilai budaya, dan simbol identitas lokal yang memperkuat kebanggaan warga. Namun, para pengrajin juga menghadapi tantangan berupa persaingan pasar, perubahan minat generasi muda, dan perkembangan teknologi. Dengan demikian, kerajinan kuda lumping tetap memiliki peran penting sebagai warisan budaya lokal yang perlu dilestarikan.
Adaptasi dan Pelestarian Tenun Ikat Bandar Kidul Kota Kediri pasca Covid-19: Studi pada Toko Kodok Ngorek 2 Zakiyah, Indana; Widiatmoko, Sigit; Budiono, Heru
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 2 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i2.3671

Abstract

Tenun Ikat Bandar Kidul merupakan warisan budaya sekaligus bagian dari industri kreatif Kota Kediri yang mengalami penyesuaian setelah pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika perkembangan Tenun Ikat Bandar Kidul, nilai budaya, tantangan pelestarian, strategi inovasi Toko Kodok Ngorek 2, serta faktor sosial yang mendukung apresiasi masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif di Toko Kodok Ngorek 2, Kelurahan Bandar Kidul, Kota Kediri. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tenun Ikat Bandar Kidul berkembang dari industri rumah tangga berbasis Alat Tenun Bukan Mesin menjadi produk budaya yang adaptif terhadap pasar modern. Nilai budaya yang tampak meliputi pelestarian tradisi, kerja keras, ketelitian, kreativitas, dan identitas lokal. Tantangan utama mencakup regenerasi pengrajin, persaingan tekstil modern, kenaikan biaya produksi, serta fluktuasi permintaan. Toko Kodok Ngorek 2 meresponsnya melalui inovasi motif, diversifikasi produk, pemasaran digital, kerja sama penjualan, dan promosi budaya. Temuan ini menegaskan bahwa pelestarian tenun ikat perlu dilakukan melalui keseimbangan antara pewarisan teknik tradisional, penguatan modal sosial, inovasi usaha, dan pemanfaatan teknologi pemasaran agar tetap relevan bagi generasi muda dan konsumen kontemporer.
Eksistensi Kawasan Cagar Budaya Kota Lama Surabaya sebagai Objek Wisata Sejarah Rahadiansyah, Kemal Alif; Djono, Djono
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 2 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i2.3773

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penurunan kualitas bangunan cagar budaya di Kawasan Kota Lama Surabaya akibat kurangnya upaya pelestarian di tengah pesatnya perkembangan pembangunan perkotaan. Oleh karena itu, diperlukan strategi revitalisasi dan pengelolaan yang tepat agar kawasan tersebut tetap lestari sekaligus berkembang secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi bangunan cagar budaya kolonial, menganalis strategi peningkatan daya tarik kawasan, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat eksistensi kawasan sebagai objek wisata sejarah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan, wawancara mendalam bersama pihak pemerintah, pengelola, dan pelaku usaha, serta studi dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan ini memiliki karakteristik arsitektur kolonial bergaya Eropa, Tionghoa, Arab, dan Melayu yang kuat. Program revitalisasi oleh Pemerintah Kota Surabaya berhasil memperbaiki kualitas fisik, meningkatkan aksesibilitas, memperkuat branding digital, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Faktor pendukung eksistensi meliputi komitmen pemerintah, pengaturan cagar budaya, keautentikan sejarah, dan partisipasi aktif masyarakat. Sementara itu, faktor penghambat mencakup rendahnya kesadaran pelestarian sebagian warga, keterikatan pendanaan, status kepemilikan swasta, serta tantangan menyelaraskan warisan budaya dengan modernisasi. Kesimpulannya, eksistensi Kawasan Kota Lama Surabaya semakin menguat melalui revitalisasi berkelanjutan dan kolaborasi multisektor yang memperkokoh identitas sejarah kota
Marginalisasi Perempuan dan Jebakan Pseudo-Inklusivitas dalam Buku Teks Sejarah SMA/SMK Kelas XI Kurikulum Merdeka Sahl, Naufal
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 2 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i2.3831

Abstract

Pembelajaran sejarah melalui buku teks memiliki peran krusial dalam membentuk kesadaran historis dan pemahaman peran gender peserta didik. Meskipun Kurikulum Merdeka mengusung semangat inklusivitas, historiografi pendidikan di Indonesia secara tradisional masih didominasi oleh narasi androsentris, sehingga evaluasi kritis terhadap buku teks sejarah menjadi sangat penting untuk membongkar potensi jebakan pseudo-inklusivitas. Tujuan peneliatian ini mengidentifikasi bentuk representasi, menganalisis kedudukan peran, serta mengungkap mekanisme pembatasan agensi tokoh perempuan dalam Buku Teks Sejarah SMA/SMK Kelas XI Kurikulum Merdeka terbitan Kemendikbudristek Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi kepustakaan dengan menerapkan metode analisis isi kualitatif (qualitative content analysis). Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi menggunakan instrumen lembar pengodean (coding sheet), yang kemudian dianalisis secara logis berdasarkan kerangka Teori Representasi Struart Hall dan Teori Peran Sosial Alice Eagly. Temuan utama menyingkap bahwa praktik marginalisasi beroperasi secara laten melalui tokenisme pada tokoh militer, pembungkaman epistimologis terhadap tokoh intelektual yang pemikirannya direduksi sekadar menjadi takarir (caption) gambar, serta domestikasi peran dan viktimisasi pasif. Lebih lanjut, ditemukan subordinasi spasial dalam arsitektur tata letak teks yang memosisikan pergerakan perempuan sebagai entitas sekunder di bawah narasi laki-laki. Kajian ini memberikan kontribusi teoretis berupa dekontruksi wacana historiografi kritis terhadap perangkat pendidikan nasional. Kesimpulannya, inklusivitas gender dalam buku teks tersebut masih bersifat permukaan dan secara sistemik melanggengkan stereotip patriarkal. Implikasi temuan ini menuntut restrukturisasi anatomi teks secara substantif oleh pemangku kebijakan serta penerapan narasi tandingan (counter-narrative) oleh tenaga pendidik di ruang kelas.
Representasi Tarian Dero sebagai Simbol Kohesi Sosial dan Moderasi Beragama di Ruang Digital Talibo, Wiranto; Miolo, Mukhtar I; Damhuri, Damhuri; Hula, Ibnu Rawandhy N.
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 2 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i2.3843

Abstract

Keberagaman agama dan budaya di Indonesia membutuhkan media sosial yang mampu mempertahankan kohesi dan keharmonisan antarkelompok. Tari Dero sebagai tradisi rakyat yang hidup di Sulawesi Tengah memiliki potensi kuat sebagai simbol kebersamaan lintas identitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Tari Dero dalam memperkuat kohesi sosial antarumat beragama di tengah transformasi budaya digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik. Data diperoleh dari dokumentasi digital yang tersedia secara publik di YouTube, Facebook, dan TikTok selama 2020–2025. Analisis data menggunakan analisis isi tematik dan analisis semiotika visual untuk mengidentifikasi makna denotatif dan konotatif dalam representasi Tari Dero. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Dero direpresentasikan sebagai simbol kebersamaan, kesetaraan, dan inklusivitas. Tari Dero hadir dalam festival budaya, pernikahan, dan perayaan keagamaan yang melibatkan masyarakat dari berbagai usia, latar belakang, dan agama. Maknanya mengalami pergeseran dari fungsi ritual sakral menuju fungsi sosial dan hiburan tanpa menghilangkan nilai kohesifnya. Tari Dero berfungsi sebagai media kohesi sosial horizontal dan praktik moderasi beragama dalam masyarakat multikultural Indonesia.
Peran Lembaga Sosial Majelis Taklim Al-Ikhlas dalam Menjaga Nilai Sosial Masyarakat Kampung Sindang Layung Desa Cibadak Kabupaten Cianjur Siti Nursaidah; Hayat, Nurul; Irfani Lindawati, Yustika
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 2 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i2.3861

Abstract

Majelis taklim sebagai lembaga sosial keagamaan memiliki peran penting dalam menanamkan dan mempertahankan nilai-nilai sosial masyarakat di tengah perubahan sosial. Menurunnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan keagamaan akibat meningkatnya tuntutan pekerjaan menjadi tantangan bagi keberlangsungan fungsi sosial Majelis Taklim Al-Ikhlas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Lembaga Sosial Majelis Taklim Al-Ikhlas dalam menjaga nilai sosial masyarakat Kampung Sindang Layung, Desa Cibadak, Kabupaten Cianjur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan penelitian terdiri atas pengurus majelis taklim, ustaz, jamaah, keluarga jamaah, dan tokoh masyarakat yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Analisis penelitian menggunakan teori struktural fungsional Talcott Parsons melalui skema AGIL (Adaptation, Goal Attainment, Integration, dan Latency). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Majelis Taklim Al-Ikhlas menjalankan fungsi adaptasi melalui penyesuaian jadwal pengajian, metode pembinaan, dan pendekatan kekeluargaan. Fungsi pencapaian tujuan diwujudkan melalui peningkatan pemahaman keagamaan, pembentukan sikap religius, dan penguatan kepedulian sosial. Fungsi integrasi terlihat melalui terpeliharanya solidaritas, gotong royong, silaturahmi, dan kerja sama antarwarga. Sementara itu, fungsi pemeliharaan pola dilakukan melalui pembiasaan perilaku religius, pembinaan akhlak, dan pewarisan nilai sosial secara berkelanjutan. Dengan demikian, Majelis Taklim Al-Ikhlas tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan Islam nonformal, tetapi juga sebagai lembaga sosial yang berperan dalam menjaga nilai sosial, memperkuat integrasi, dan mempertahankan stabilitas masyarakat di tengah perubahan sosial.