cover
Contact Name
Ferdinan Bashofi
Contact Email
ferdinanbashofi@uibu.ac.id
Phone
+6285755554384
Journal Mail Official
maharsi@uibu.ac.id
Editorial Address
Jl. Citandui No.46, Purwantoro, Kec. Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur 65126
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
ISSN : 26562499     EISSN : 26848686     DOI : https://doi.org/10.33503/maharsi.v7i2
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sociologi contains scientific articles, theoretical and empirical studies resulting from research by students, academics, and practitioners in the field of Science and Applied Science Education which can be implemented in the context of science learning. The scope of science in this journal includes but is not limited to Sociology, and History. The journal publishes state-of-art papers in fundamental theory, experiments, and simulation, as well as applications. Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sociologi  is a multidisciplinary journal committed to no single approach, discipline, methodology, or paradigm. This journal welcomes a variety of approaches (qualitative, quantitative, and mixed methods) to empirical research; and also publishes high-quality systematic reviews and meta-analyses.
Articles 196 Documents
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Kualitas pendidikan di Pondok Pesantren Al-Amanah Junwangi Krian Ibrahim, Maulana Malik; Yunia'ar, Mirza; Novariyanto, Rizki Agung; Fatmawati, Fatmawati
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 7 No. 3 (2025): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v7i3.3240

Abstract

Pesantren modern tidak hanya mengajarkan ilmu agama tetapi juga memberikan perhatian pada penguasaan keterampilan praktis seperti literasi digital, kewirausahaan, dan bahasa asing. Lokasi penelitian yang diteliti oleh peneliti kali ini adalah Pondok Pesantren Modern Al-Amanah. Pondok Pesantren Modern Al-Amanah adalah sebuah lembaga pendidikan Islam yang terletak di Dsn. Kwagen, Ds. Junwangi, Kec. Krian, Kab. Sidoarjo. Berdirinya Pondok Pesantren Modern Al-Amanah telah memberikan wacana baru bagi dunia pendidikan Islam khususnya di daerah Krian karena pada saat itu masih jarang sekali ada pondok pesantren yang berbasis modern. Disamping itu, Pondok Pesantren Modern Al-Amanah juga merupakan sebuah lembaga pendidikan yang memberikan pembinaan dan pengembangan ilmu pengetahuan serta kepribadian diri individu yang tidak hanya menekankan pada aspek moralitas Islami (keagamaan) saja, tetapi juga pada aspek-aspek keterampilan yang kompeten. Keterampilan dalam hal ini adalah keterampilan dalam mengaplikasikan bahasa asing (Bahasa Arab dan Bahasa Inggris) secara produktif. Kualitas pendidikan di pondok pesantren dipengaruhi oleh beberapa faktor yang saling terkait dan berpengaruh secara signifikan. Faktor utama yang mempengaruhi adalah sumber daya manusia, baik dari sisi guru maupun santri.
Implementasi Berpikir Historis dalam Pembelajaran Sejarah: Studi Kualitatif di SMA Negeri 1 Loa Janan Linda, Linda; Norhidayat, Norhidayat; Pertiwi, Fathimah Dayaning
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 1 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i1.3262

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Loa Janan; (2) menganalisis implementasi berpikir historis dalam proses pembelajaran sejarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas dua guru sejarah serta peserta didik kelas XI dan XII di SMA Negeri 1 Loa janan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi berpikir historis telah diintegrasikan dalam tahap perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran melalui pertanyaan pemantik, analisis sumber sejarah, diskusi, dan penugasan. Implementasi tersebut mendorong siswa untuk berpikir kritis dan memahami sejarah secara lebih bermakna. Selain itu, pembelajaran berbasis berpikir historis meningkatkan keaktifan siswa dalam proses belajar serta kemampuan mengaitkan peristiwa sejarah dengan konteks kehidupan saat ini. Penerapan berpikir historis mampu memberikan pengaruh yang baik terhadap kemampuan peserta didik dalam memahami materi, khususnya dalam kemampuan mengidentifikasi hubungan sebab-akibat, melakukan interpretasi terhadap peristiwa sejarah, mengevaluasi sumber, serta mengaitkan fakta-fakta masa lalu dengan konteks kehidupan yang sekarang dialami peserta didik. Selain itu, peserta didik menunjukkan peningkatan dalam kemampuan menyusun argumentasi yang logis dan berbasis bukti secara sistematis dan mendalam.
Sejarah Perkembangan Anime Jepang dan Pengaruhnya terhadap Budaya Populer di Indonesia Tahun 1999-2008 Syaifulloh, Ilham Hanif; Musadad, Akhmad Arif
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 2 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i2.3363

Abstract

Penelitian ini membahas sejarah perkembangan anime Jepang di Indonesia serta pengaruhnya terhadap budaya populer pada periode 1999-2008. Rumusan masalah penelitian ini meliputi latar belakang masuknya anime Jepang ke Indonesia, peran komunitas dalam penyebaran, serta perkembangan dan pengaruhnya terhadap budaya populer Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendokumentasikan secara historis perkembangan anime Jepang, mengisi kekosongan kajian sejarah budaya populer Jepang, serta menganalisis dampaknya terhadap budaya populer di Indonesia. Metode yang digunakan adalah metode historis dengan empat tahap utama, yakni: heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber yang digunakan meliputi koran, majalah, arsip penyiaran, serta jurnal dan buku yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masuknya anime tidak terlepas dari faktor globalisasi, diplomasi budaya Jepang (Cool Japan), dan peran media massa. Komunitas seperti Animindo, IndoAnime, serta berbagai klub kampus berperan aktif dalam menyebarkan anime melalui acara tatap muka dan forum daring. Periode 1999-2008 menjadi puncak perkembangan anime di Indonesia, ditandai dengan hadirnya majalah Animonster, dominasi tayangan anime di televisi swasta, serta pengaruh nyata dalam gaya hidup (cosplay), industri hiburan (merchandise dan manga), serta akulturasi budaya melalui partisipasi animator lokal. Meskipun pada 2008 anime mendapat teguran dari KPI, periode ini tetap menjadi fondasi penting bagi budaya populer Jepang di Indonesia.
Self-Reward dan Konsumsi Simbolik: Mekanisme Coping dalam Tekanan Akademik Mahasiswa Universitas Palangka Raya Safitrianti, Dwi Nor; Amelia, Putri; Syahputra, Muhammad Thoriq Dwianta; Sinaga, Tianggur
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 2 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i2.3374

Abstract

Penelitian ini membahas fenomena pergeseran makna self-reward di kalangan mahasiswa Universitas Palangka Raya yang awalnya berfungsi sebagai bentuk apresiasi diri dan mekanisme coping terhadap tekanan akademik, namun berkembang menjadi praktik konsumsi simbolik. Penelitian bertujuan untuk menganalisis perubahan makna self-reward serta mengidentifikasi dampaknya terhadap kehidupan akademik, sosial, dan ekonomi mahasiswa melalui perspektif Teori Masyarakat Konsumsi Jean Baudrillard. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi aktivitas media sosial, dan dokumentasi terhadap mahasiswa Universitas Palangka Raya yang aktif melakukan praktik self-reward dalam mengatasi tekanan akademik. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa praktik self-reward tidak lagi berorientasi pada pemulihan kondisi emosional, namun juga lebih didorong oleh kebutuhan akan validasi sosial, keinginan mengikuti tren, dan pembentukan citra diri di media sosial. Bentuk self-reward yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Palangka Raya berupa nongkrong di kafe, membeli barang bermerek, hingga mengikuti gaya hidup yang sedang viral. Kondisi tersebut memunculkan perilaku konsumtif yang berdampak pada krisis keuangan jangka pendek, penundaan tanggung jawab akademik, serta munculnya rasa penyesalan setelah melakukan konsumsi berlebihan. Selain itu, media sosial turut memperkuat budaya konsumtif mahasiswa melalui tren dan tuntutan gaya hidup yang terus berkembang. Dengan demikian, self-reward pada mahasiswa saat ini cenderung berubah menjadi konsumsi simbolik yang dipengaruhi oleh budaya konsumerisme digital dan lingkungan sosial.
Keberagaman Budaya sebagai Wujud Inklusi Pendidikan: Pengalaman Mahasiswa Papua dalam Pembelajaran Pendidikan Sejarah dan Sosiologi di Universitas Insan Budi Utomo Lamoonsuk, Yutasak; Pebri Setiani, Puspita; Putri, Vina Karina; Lestari, Puji; Utami, Prihma Sinta
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 2 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i2.3428

Abstract

Keberagaman budaya merupakan salah satu karakteristik utama masyarakat Indonesia yang perlu diakomodasi dalam praktik pendidikan. Pendidikan inklusif tidak hanya berfokus pada pemenuhan hak peserta didik berkebutuhan khusus, tetapi juga mencakup penghargaan terhadap perbedaan budaya, etnis, bahasa, dan latar belakang sosial. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pengalaman mahasiswa Papua dalam pembelajaran Pendidikan Sejarah dan Sosiologi di Universitas Insan Budi Utomo sebagai wujud implementasi inklusi pendidikan berbasis keberagaman budaya. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberadaan mahasiswa Papua memberikan kontribusi positif dalam menciptakan lingkungan belajar yang multikultural. Interaksi akademik yang menghargai identitas budaya mahasiswa Papua mampu meningkatkan partisipasi, memperkaya perspektif sejarah, dan menumbuhkan sikap toleransi di kalangan mahasiswa. Namun, masih terdapat tantangan berupa stereotip budaya, perbedaan gaya komunikasi, dan adaptasi lingkungan akademik. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang inklusif dan responsif terhadap keragaman budaya agar seluruh mahasiswa memperoleh kesempatan belajar yang setara.
Rekonstruksi Sejarah Lokal Ki Ageng Kembang Sore dalam Pembukaan Lahan dan Penyebaran Islam di Magetan Hermansyah, Luluk; Ediyono, Suryo
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 2 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i2.3521

Abstract

Sejarah lokal memiliki peran penting dalam memahami proses terbentuknya suatu wilayah serta nilai-nilai yang berkembang di dalam masyarakat. Namun, keberadaan sejarah lokal sering kali kurang mendapat perhatian karena dianggap hanya sebagai pelengkap sejarah nasional. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi sejarah Ki Ageng Kembang Sore dalam proses pembukaan wilayah Pacalan serta perannya dalam penyebaran agama Islam di Kabupaten Magetan. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan sejarah lokal. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi yang kemudian diuji keabsahannya menggunakan teknik triangulasi sumber. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ki Ageng Kembang Sore atau Ki Ageng Nolodipo merupakan tokoh yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan masyarakat Pacalan. Perannya tidak hanya sebagai penyebar ajaran Islam, tetapi juga sebagai penggerak terbentuknya kehidupan sosial masyarakat melalui pembukaan wilayah, pembinaan keagamaan, dan penanaman nilai-nilai sosial. Penyebaran Islam dilakukan melalui pendekatan budaya, pendidikan keagamaan, serta keteladanan dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat diterima oleh masyarakat tanpa menghilangkan tradisi lokal yang telah berkembang. Keberadaan Masjid Kembang Sore, kompleks makam, serta berbagai tradisi yang masih bertahan hingga kini menjadi bukti historis sekaligus simbol warisan budaya yang memperkuat identitas masyarakat Pacalan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa tokoh lokal memiliki kontribusi penting dalam proses pembentukan identitas daerah, perkembangan kehidupan sosial, serta penyebaran nilai-nilai keagamaan dalam masyarakat. Kata kunci: Sejarah lokal, Ki Ageng Kembang Sore, penyebaran Islam Magetan.
Interaksi Simbolik Tradisi Pasola di Desa Magho Linyo NTT sebagai Warisan Budaya dan Upaya Pelestariannya Kaka, Alfonsus; Fatmawati; Badar, Ali
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 2 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i2.3667

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Interaksi Simbolik Tradisi Pasola Di Desa Magho Linyo NTT Sebagai Warisan Budaya Dan Upaya Pelestariannya tradisi Pasola di awali dengan Nyale dalam prosesi Upacara Pasola di Sumba Barat Nusa Tenggara Timur. Metode peneltian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. pengambilan sampel, sumber data dilakukan secara purposive dan snowbaall, teknik pengumpulan data dengan trianggulasi atau gabungan, analisis data bersifat induktif atau kualitatif, dan hasil penelitian lebih menekankan makna dari pada generalisasi. Hasil penelitian adalah Tradisi Pasola dilaksanakan setelah adanya pencarian Nyale (cacing laut sebagai perwujudan mengganti belis atau mahar pihak perempuan dan pada saat ini disimbolkan sebagai keberkahan dengan tujuan akan mendapatkan hasil panen yang melimpah. Prosesi upacara tidak lepas dari nilai religi dan kepercayaan asli orang Sumba yaitu marapu. Dan Pasola sebagai permainan perang di atas kuda menggunakan lembing atau tombak. Peranan ritual Nyale dan adat Pasola di Sumba Barat dimaknai sebagai alat pemersatu masyarakat berupa persaudaraan dan ungkapan kegembiraan sejati menyambut hasil panen. Tradisi-tradisi dari tradisi Nyale sebelum dilaksanakan tradisi Pasola dan juga Tradisi Pasola sendiri mencerminkan nilai budaya dan spiritual yang unik. Penyajian menjadi media untuk menyampaikan pesan simbolik, sejalan dengan prinsip interaksionisme simbolik bahwa makna dibentuk melalui interaksi sosial. Dalam perkembangannya, pasola turut berperan sebagai daya tarik budaya yang mendukung sektor pariwisata di Sumba. Kegiatan ini telah dikenal oleh wisatawan mancanegara dan sering menarik kehadiran pengunjung dalam setiap penyelenggaraannya. Terutama generasi Muda Sumba Barat daya NTT.
Penerapan Pembelajaran Berbasis Permainan Tradisional Cina untuk Meningkatkan Motivasi Belajar IPS pada Siswa SMP Bhakti Terpadu Malang Khotimah, Khusnul; Berliaty, Imelda
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 2 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i2.3797

Abstract

Penelitian ini didasari oleh rendahnya motivasi belajar siswa. Minimnya kreativitas guru dalam mencari cara pengajaran yang menarik berdampak pada motivasi dan minat anak dalam proses belajar. Akibatnya, hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan yang diharapkan oleh guru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menunjukkan kepada guru bahwa penerapan metode pembelajaran berbasis permainan tradisional cina di tingkat sekolah menengah pertama dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hasil dari penelitian ini mengindikasikan adanya dampak positif dalam proses pembelajaran, khususnya pada pembelajaran IPS pada siswa SMP Bhakti Terpadu malang. Hal ini terlihat dari bahasan yang menyampaikan bahwa siswa akan lebih termotivasi dan berinovasi dalam belajar jika metode belajar menggunakan model pembelajaran berbasis permainan tradisional cina diterapkan dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis penelitian yang didapat, maka akan disimpulkan bahwa penggunaan model permainan cina dapat meningkatkan hasil belajar siswa khususnya mata pelajaran IPS. Hal ini terbukti pada pra siklus dengan nilai rata-rata 44 kemudian meningkat pada siklus I dengan nilai rata-rata 65 kemudian meningkat lagi pada siklus II dengan nilai rata-rata 80,8. Sedangkan ketuntasan hasil belajar siswa pada pra siklus 25% sedangkan pada siklus I adalah 50% kemudian meningkat lagi pada siklus II yaitu 91,6%. Selain model pembelajaran permainan cina dapat meningkatkan aktivitas guru dalam membimbing dan mengambil kesimpulan dari materi pelajaran. Sedangkan aktivitas siswa, siswa dapat memperhatikan penjelasan guru selama proses pembelajaran berlangsung, siswa aktif dalam mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan guru
Dialektika Kontrol Pribadi dan Kontrol Sosial dalam Membentuk Kepatuhan Tata Tertib Siswa Sekolah Menengah Atas Rahmayani, Harni; Setiawan, Rizki; Lindawati, Yustika Irfani
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 2 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i2.3288

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana kontrol pribadi dan sosial yang ada berfungsi untuk memelihara ketertiban sekolah. Berdasarkan teori kontrol sosial Albert J. Reiss, ketertiban sosial dipandang sebagai hasil dari keseimbangan antara kontrol pribadi dan kontrol sosial yang kuat. Penelitian ini juga mengeksplorasi kegagalan kontrol yang mengakibatkan terganggunya ketertiban sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari delapan informan, yaitu lima siswa, satu guru BK (Bimbingan dan Konseling), wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, dan wali kelas SMAN 1 Padarincang. Penelitian ini menggunakan triangulasi teknik dan sumber, serta member check untuk memastikan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua kelompok kepatuhan terhadap tata tertib, yaitu kelompok kepatuhan pribadi dan kepatuhan situasional. Kepatuhan mandiri yaitu kelompok siswa yang memiliki kontrol pribadi yang kuat, sehingga kontrol sosial pun berjalan dengan baik pada kelompok ini karena kontrol pribadinya sudah kuat, sehingga kepatuhannya berasal dari diri sendiri, bukan karena pengawasan. Sedangkan kelompok kepatuhan situasional, yaitu kelompok siswa yang memiliki kontrol pribadi yang masih lemah, sehingga kepatuhannya bersifat situasional atau patuh ketika ada pengawasan dan takut akan sanksi sekolah. Kebaruan dari penelitian ini yaitu mengisi celah pada kontrol pribadi siswa yang pada penelitian sebelumnya belum dibahas.
Ekspresi dan Regulasi Emosi Mahasiswa Perantau dalam Lingkungan Kos Multikultural : Studi Fenomenologi di Kota Serang Siregar, Bintang Ulina; Azzahra, Safhira; Susanti, Yeni Tri; Fauzi, Agung
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 2 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i2.3339

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengalaman emosional, bentuk ekspresi emosi, serta strategi regulasi emosi mahasiswa perantau dalam kehidupan di lingkungan kos multikultural di Kota Serang. Kehidupan sebagai mahasiswa perantau menempatkan individu pada lingkungan sosial yang berbeda dari daerah asal, sehingga mahasiswa dihadapkan pada berbagai pengalaman emosional, seperti rasa rindu terhadap keluarga dan kampung halaman, tekanan akademik, perbedaan pola komunikasi, serta dinamika hubungan sosial dengan individu yang memiliki latar belakang budaya berbeda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi untuk memahami pengalaman subjektif mahasiswa perantau dalam menghadapi dan mengelola emosi di lingkungan kos multikultural. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap mahasiswa perantau yang tinggal di lingkungan kos multikultural di Kota Serang. Analisis penelitian menggunakan perspektif regulasi emosi James J. Gross untuk memahami strategi individu dalam mengelola pengalaman emosional, serta perspektif sosiologis dan budaya untuk melihat pengaruh nilai, norma, dan interaksi sosial terhadap ekspresi emosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa perantau mengalami beragam pengalaman emosional yang berkaitan dengan homesick, tekanan akademik dan organisasi, kesepian, perbedaan karakter dan pola komunikasi, serta perbedaan latar belakang budaya.