cover
Contact Name
Winci Firdaus
Contact Email
jurnalsawerigadingkonfirmasi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalsawerigadingkonfirmasi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sultan Alauddin No.7, Gn. Sari, Kec. Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90221
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Sawerigading
ISSN : 08544220     EISSN : 25278762     DOI : 10.26499/sawer
SAWERIGADING is a journal aiming to publish literary studies researches, either Indonesian, local, or foreign literatures. All articles in SAWERIGADING have passed reviewing process by peer reviewers and edited by editors. SAWERIGADING is published by Balai Bahasa Sulawesi Selatan twice times a year, in June and December. SAWERIGADING focuses on publishing research articles and current issues related to language, literature, and the instructor. The main objective of SAWERIGADING is to provide a platform for scholars, academics, lecturers, and researchers to share contemporary thoughts in their fields. The editor has reviewed all published articles. SAWERIGADING accepts submissions of original articles that have not been published elsewhere nor being considered or processed for publication anywhere, and demonstrate no plagiarism whatsoever. The prerequisites, standards, and format of the manuscript are listed in the author guidelines and templates. Any accepted manuscript will be reviewed by at least two referees. Authors are free of charge throughout the whole process, including article submission, review and editing process, and publication.
Articles 348 Documents
EKSISTENSI PEREMPUAN DALAM NOVEL DRUPADI KARYA SENO GUMIRA AJIDARMA: KAJIAN EKSISTENSIALISME SARTRE (The Existence of Women in Drupadi Novel by Seno Gumira Ajidarma: Sartre’s Existentialism Study) Heny Anggreini
SAWERIGADING Vol 25, No 2 (2019): Sawerigading, Edisi Desember 2019
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v25i2.634

Abstract

AbstractThis research aims to investigate a woman’s role for the husband, family, and society in a literary work as an effort to free a woman from culture and tradition constructions, which always oppressing. That aim emerges due to the imbalance that Seno Gumira Ajidarma created a female character in his work, which wrote in 1984 with a different delineation, that is Drupadi story: a woman’s voice is heard and considered; a woman who has five husbands, however, what happens in society is a woman as a human who is dominated by men (masculine), moreover, in Indonesia polyandry is not allowed. The problem is examined by using Sartre’s existentialism which views a woman as a human who thinks and is conscious of her freedom and does not accept anything as a gift. The result is a woman’s existence that is portrayed by the author through Drupadi character is successfully done that is when a woman’s voice is heard in men’s space (warfare) to contribute about her thought. However, the author also brings down a woman’s respectability which he has built since the beginning of the story through Drupadi character. It happens due to the author has been constructed by the thought made by society for a woman that a woman below man and should follow the rules that restraint themselves.  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peran perempuan bagi suami, keluarga, dan masyarakat dalam karya sastra sebagai upaya membebaskan perempuan dari konstruksi-konstruksi adat dan budaya yang selalu mengopresi. Tujuan tersebut muncul karena melihat adanya kesenjangan, yaitu Seno Gumira Ajidarma menciptakan tokoh perempuan dalam karangannya yang ditulis pada tahun 1984 dengan ‘wajah’ berbeda, yaitu kisah Drupadi: suara perempuan didengar dan dipertimbangkan; serta perempuan yang bersuami lima. Akan tetapi, yang terjadi di dalam masyarakat adalah perempuan sebagai sosok yang didominasi oleh kaum laki-laki (maskulin), bahkan di Indonesia poliandri tidak dibenarkan. Permasalahan tersebut dikaji menggunakan eksistensialisme Sartre yang memandang bahwa perempuan adalah manusia yang berpikir dan sadar akan kebebasan dirinya dan tidak begitu saja menerima suatu hal sebagai pemberian. Berdasarkan hal itu, hasil penelitian adalah eksistensi perempuan yang digambarkan oleh pengarang melalui tokoh Drupadi, berhasil dilakukan, yaitu perempuan diterima suaranya dalam ruang laki-laki (peperangan) untuk menyumbangkan hasil pemikirannya. Namun, pengarang juga menjatuhkan kehormatan perempuan, yang telah dibangunnya dari awal cerita melalui tokoh Drupadi. Hal ini karena pengarang telah terkonstruksi oleh pemikiran yang dibuat oleh masyarakat bagi perempuan bahwa perempuan berada di bawah laki-laki dan harus mengikuti aturan-aturan yang mengekang dirinya. 
POSISI PEWATAS DALAM FRASA NOMINA BAHASA MANDAR: SUATU PENDEKATAN TRANSFORMASI GENERATIF Jerniati I
SAWERIGADING Vol 19, No 1 (2013): SAWERIGADING, Edisi April 2013
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v19i1.394

Abstract

The research discussed modifier position in noun phrase of Mandarese language analyzed by generativetransformation perspective. The analysis aimed at describing modifier position functioning as phrase markerin Mandarese language. The research applied descriptive method, data gained by library and field study.The analysis shows that there are two modifier positions found in noun phrase of Mandarese language, theyare modifier precedes the word modified and the word modified position precedes modifier. Noun phrase ofMandarese language could be formed by noun as word modified by modifier, such as noun, possessive pronoun,numeral, adjective, demonstrative, article, asking words, and relative clause AbstrakPenelitian ini mengkaji posisi pewatas dalam frasa nomina bahasa Mandar ditinjau dari perspektif tata bahasatransformasi generatif. Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan posisi pewatas yang menjadi pemarkahfrasa bahasa Mandar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, data diperoleh melalui metode lapangandan metode pustaka. Realitas kajian menunjukkan ada dua posisi pewatas yang terdapat dalam frasa nominabahasa Mandar, yaitu posisi pewatas mendahului inti, dan posisi inti mendahului pewatas. Frasa nominabahasa Mandar dapat terbentuk dari nomina selaku inti frasa dibatasi oleh berbagai pemarkah, seperti nomina,pronomina posesif, numeralia, adjektiva, demonstratif, artikel, kata tanya, dan klausa relatif.
HUKUM KARMA DALAM NOVEL SUKRENI GADIS BALI KAJIAN REKONSTRUKSI DAN REFLEKSI I Wayan Nitayadnya
SAWERIGADING Vol 18, No 1 (2012): Sawerigading, Edisi April 2012
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v18i1.331

Abstract

Hermeneutic theory has two stages in sequence, reconstruction and reflection. Reconstruction stage is an effort level to understand text well in order to make the reader easy to find meaning implied in the text, and reflection stage is an effort level to understand text or better than its creator. This stage tries to find moral values on the text. Using this theory, the text can be fully comprehended; meanings and moral values can be reviewed clearly. By using reconstruction stage on Sukreni Gadis Bali, it results that bad action will bear uncomfortable thing, physically and mentally. By using reflection stage, moral value of the text is that good action will give happiness and bad action will give sorrow. This message is still relevant and can be guidance in now or the future life. Abstrak Teori hermeneutik memiliki dua tahapan secara berurutan, yaitu tahap rekonstruksi dan tahap refleksi. Tahap rekontruksi merupakan tahapan yang berupaya memahami teks secara baik sehingga dengan pemahaman teks yang baik memudahkan pembaca menemukan makna yang terkandung dalam teks, dan tahap refleksi merupakan tahapan yang berupaya memahami teks lebih mendalam atau lebih baik dari pengarangnya. Tahapan ini berusaha menangkap pesan moral yang terkandung dalam teks. Dengan teori ini, tujuan yang ingin dicapai adalah untuk memperoleh pemahaman teks yang lebih baik, sehingga makna dan dan pesan moral dapat terungkap dengan jelas. Dari kajian rekonstruksi terhadap teks Sukreni Gadis Bali menunjukkan perbuatan jahat akan menanggung sesuatu yang tidak menyenangkan, baik itu secara lahir maupun batin. Dari kajian refleksi, pesan moral yang disampaikan dalam teks ini adalah perbuatan yang baik akan berpahala kebahagiaan dan perbuatan yang tidak baik akan berakibat kesengsaraan. Pesan ini masih sangat relevan dan dapat dipedomani dalam menjalani kehidupan sekarang atau masa yang akan datang.
Kekuasaan Biopolitik Negara dalam Novel Pengacara Jalanan Karya John Grisham: Kritik Homo Sacer Giorgio Agamben Valentina Edellwiz Edwar; M Alfian
SAWERIGADING Vol 29, No 2 (2023): Sawerigading, Edisi Desember 2023
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v29i2.1006

Abstract

This research reveals the american state's political strategy in managing the law for citizens, as well as citizen resistance in the American political and legal space in Pengacara Jalanan. The research question asked is (1) what is the life form of homeless politically and legally?; and (2) how does homelessness act to save his life in the political and legal space of the country? This problem of biopolitic space (politics and law) was analyzed using Giorgio Agamben's theory of political philosophy manifested in the concepts of sovereign power, bare life, and homo sacer. The research method used is qualitative descriptive. Data is collected through library studies and listening techniques. Data analysis is carried out by content analysis: data reduction, data classification, and data analysis. The results of the study are (1) homeless life experiences ambivalence because it is inside the legal space of the country, as well as being outside the state law because of the impact of political suspension of the law. The ambivalent life of homelessness results in the death of homelessness as a legal-juridical prevalence; (2) The act of homelessness to obtain a happy form of life is realized by moderate actions and radical actions, both of which are faced with sovereign power. John Grisham's novel Pengacara Jalanan is a representative critique of America's democratic pattern of governing the social body and political body of its citizens.
ANALISIS GRAMATIKAL KUMPULAN LAGU-LAGU KARYA EBIET G. ADE: KAJIAN ANALISIS WACANA Siti Jamzaroh
SAWERIGADING Vol 18, No 1 (2012): Sawerigading, Edisi April 2012
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v18i1.361

Abstract

The goal of this research is to describe characteristic and types of song created and song by Ebiet G. Ade based on its grammatical view. This research uses qualitative and quantitative method. Source of research is Ebiet G. Ade songs which are avalaible in the cassette. Sampling song is 17 songs without any sorting. Technique of collecting data listening and noting technique. Technique of analyzing data is discourse analysis. This research proves (1) first and second reference tend to be similar, (2) demonstrative locational reference is abstract nominal, and (3) cohesion advices are much used since Ebiet G. Ade songs are ballad. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan ciri-ciri atau tipikal lagu-lagu yang diciptakan dan dinyanyikan oleh Ebiet G. Ade dari sudut gramatikalnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Sumber data penelitian ini adalah lagu-lagu Ebiet G. Ade yang terdapat dalam sebuah kaset. Sampel lagu berjumlah 17 buah lagu tanpa ada pemilahan. Teknik pengumpulan data adalah teknik simak dan teknik catat. Teknik analisis data menggunakan analisis wacana. Penelitian ini membuktikan bahwa (1) pengacuan persna I, dan II, cenderung sama, (2) pengacuan demonstrative lokasional bersifat nomina abstrak, dan (3) kohesi perangkai banyak digunakan dari segi jenisnya karena lagu-lagu Ebiet G. Ade bersifat balada.
POLA RELASI MANUSIA DALAM PONTOBANNANG TORAJA (Manner of Human Relationship Toraja Pontobannang) Drs. Abdul Rasyid, M.Pd.
SAWERIGADING Vol 24, No 1 (2018): Sawerigading, Edisi Juni 2018
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v24i1.507

Abstract

AbstrakTulisan ini bertujuan memperoleh gambaran ragam relasi manusia dalam pontobannang Toraja dengan memanfaatkan teori sosiologi sastra dengan pendekatan sosiokultural serta menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dari analisis di atas menampakkan fenomena relasi, antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia (baik sebagai pribadi maupun sebagai masyarakat), manusia dengan alam, dan manusia dengan dirinya sendiri.Kata kunci: ragam relasi, sosiokultural, pontobannang TorajaAbstractThis research aims to obtain variaty pictures of human relatioships in Torajan Pontobannang by utilizing of sociology theory with using sociocultural approach and descriptive qualitative method. The analysis shows that relations phenomenon, among human god, human and human (either personally or socially human and nature, and human with themselves.Keywords: variaty of relations, sociocultural, Torajan Pontobannang
PEMANFAATAN KEBERAGAMAN BUDAYA INDONESIA DALAM PENGAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING (BIPA) Abdul Gaffar Ruskhan
SAWERIGADING Vol 16, No 1 (2010): Sawerigading, Edisi April 2010
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v16i1.298

Abstract

Indonesia has a large cultural heritage. There are hundreds of ethnics with their own cultural diversities. Those cultural diversities are important to be understood by BIPA learners. The problem lies in the fact that the BIPA teaching program is intended not only to make a  good speaker of the Indonesian language but also to make them understand the socio-cultural context of Indonesian people. They are encouraged to absorb the all information about Indonesian cultural diversities through the BIPA materials. Their writers and teachers are creative in developing BIPA teaching materials with interesting topics, influenced  by Indonesian cultural diversities. The lack of understanding about these cultural diversities for BIPA learners could lead to misinformation about  Indonesia.   Abstrak Indonesia memiliki warisan budaya yang luas. Ada ratusan etnik dengan perbedaan budaya masing-masing. Perbedaan-perbedaan budaya tersebut penting dipahami oleh pelajar BIPA. Masalahnya terletak pada kenyataan bahwa program pengajaran BIPA tidak hanya dimaksudkan untuk menjadikan pelajar sebagai penutur bahasa Indonesia yang baik tetapi juga untuk membuat mereka memahami konteks sosio-kultural orangorang Indonesia. Mereka didorong untuk menyerap  semua informasi tentang perbedaan budaya melalui materi-materi BIPA. Penulis dan guru kreatif dalam mengembangkan materi pengajaran dengan topik  menarik yang dipengaruhi oleh perbedaan budaya Indonesia. Kurangnya pemahaman tentang perbedaan-perbedaan budaya ini bagi pelajar BIPA dapat menuntun kesalahan informasi tentang Indonesia.  
ANALISIS WACANA KRITIS KEPUTUSAN BERSAMA TENTANG PEDOMAN IMPLEMENTASI ATAS PASAL TERTENTU DALAM UNDANG-UNDANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK (UU ITE) (Critical Discourse Analysis of Joint Decisions on Implementation Guidelines on Certain Articles in the Law on Electronic Information and Transaction) (Ite Law) Saefu Zaman
SAWERIGADING Vol 28, No 2 (2022): SAWERIGADING, EDISI DESEMBER 2022
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v28i2.1049

Abstract

Keputusan Bersama tentang Pedoman Implementasi atas Pasal Tertentu dalam UU ITE yang  ditandatangani Menkominfo, Kapolri, dan Jaksa Agung 23 Juni 2021 merupakan upaya pemerintah meminimalisasi pasal multitafsir pada UU ITE. Tujuan penelitian ini ialah mengungkapkan muatan ideologi pada isi Surat Keputusan Bersama Pedoman Implementasi UU ITE dan implikasi penerapan Keputusan Bersama tersebut. Data penelitian ini adalah isi Keputusan Bersama Pedoman Implementasi UU ITE yang terdiri atas delapan hal pembahasan berupa penjelasan atas istilah dalam pasal ujaran kebencian, penghinaan, pencemaran nama baik, pengancaman, SARA, dan penyebaran konten asusila (pasal 27, 28, 29). Data diunduh melalui laman resmi Mahkamah Agung Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian analisis wacana kritis dengan model AWK  Fairclough. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wacana Keputusan Bersama dibuat dengan ideologi memberikan kejelasan hukum pelaksanaan UU ITE serta meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada penegak hukum. Wacana tersebut muncul karena banyaknya keluhan dari berbagai lapisan masyarakat dan teks-teks lain yang mengkritik penyelenggaraan hukum dengan UU ITE. Implikasi terbitnya wacana tersebut adalah adanya aturan penegakan hukum yang bisa dijadikan acuan pada penanganan pasal yang multitafsir dan kontroversi. Masih ada potensi perbuatan orang yang bisa merugikan pihak lain dan bahkan memicu konflik SARA yang tidak ada delik hukumnya dalam teks Keputusan Bersama tersebut.
MAKNA PERIBAHASA DAYAK MAANYAN: KAJIAN SEMANTIK (Proverbs Meaning in Dayak Maanyan: a Semantic Study) Andi Indah Yulianti
SAWERIGADING Vol 23, No 1 (2017): Sawerigading, Edisi Juni 2017
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v23i1.166

Abstract

Budaya Dayak Maanyan tercermin dari bahasa yang digunakan serta peribahasa yang dimunculkan dalam tindak komunikasi. Penelitian ini akan menganalisis sisi semantik dalam peribahasa Dayak Maanyan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teori semantik. Objek penelitian ini adalah peribahasa daerah yang berbahasa Dayak Maanyan.Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan teknik kepustakaan, observasi di lapangan dan wawancara. Selanjutnya dalam pengolahan data, langkah dan kegiatan yang dilakukan adalah menyusun dan mengolah data yang terkumpul menurut topik-topik pembahasan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa peribahasa Dayak Maanyan dikenal sebagai petatah-petitih yang mengandung nasihat, sindiran, pujian, dan bahasa-bahasa diplomatis yang sering digunakan dalam acara adat. Peribahasa Dayak Maanyan dalam penelitian ini mengungkapkan banyak hal tentang perilaku masyarakatnya.
LAKUAN TUTUR MENOLAK DALAM TRANSAKSI JUAL BELI: ANALISIS BENTUK DAN MAKNA TERHADAP PANGGALEH BABELOK PADA PASAR TRADISIONAL DI KABUPATEN SOLOK (The Refusal Utterances in Buying and Selling Transaction: The Analysis on Form and Meaning to Street Vendors on Traditional Markets in Solok Regency) Imron Hadi
SAWERIGADING Vol 21, No 3 (2015): Sawerigading
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v21i3.92

Abstract

This study is aimed at describing the refusal utterances in buying and selling transaction by street vendors on traditional market in Solok Regency by using descriptive design. The utterances were recorded naturally when transaction between seller and buyer were happening. The recorded data were transcribed into written form in order to ease and determine the utterances of rejection. The analysis of data is focused on the refusal utterances that based Watt’s opinion. From the data analysis is found that there several kinds of rejection utterances by street vendors (1) be unconventionally indirect, (2) be pessimistic about ability to comply, 3) minimize the imposition, (4) give deference, 5) impersonalized the speaker and hearer, avoid the pronoun I and you, (6) state the FTA as an instance of general rule, and (7) go on record as incurring a debt, or as not indebting. The result of this study shows the seven types of rejection were dominated by unconventional indirect and followed by others. Some factors to use refusal utterances by street vendors are based on age, language, performance, and buying things by buyers.

Filter by Year

2009 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 2 (2025): Sawerigading, Edisi Desember 2025 Vol 31, No 1 (2025): Sawerigading, Edisi Juni 2025 Vol 30, No 2 (2024): Sawerigading, Edisi Desember 2024 Vol 30, No 1 (2024): Sawerigading, Edisi Juni 2024 Vol 29, No 2 (2023): Sawerigading, Edisi Desember 2023 Vol 29, No 1 (2023): Sawerigading, Edisi Juni 2023 Vol 28, No 2 (2022): SAWERIGADING, EDISI DESEMBER 2022 Vol 28, No 1 (2022): SAWERIGADING, EDISI JUNI 2022 Vol 27, No 2 (2021): SAWERIGADING, EDISI DESEMBER 2021 Vol 27, No 1 (2021): SAWERIGADING, EDISI JUNI 2021 Vol 26, No 2 (2020): SAWERIGADING, EDISI DESEMBER 2020 Vol 26, No 1 (2020): Sawerigading, Edisi Juni 2020 Vol 25, No 2 (2019): Sawerigading, Edisi Desember 2019 Vol 25, No 1 (2019): Sawerigading, Edisi Juni 2019 Vol 24, No 2 (2018): Sawerigading, Edisi Desember 2018 Vol 24, No 1 (2018): Sawerigading, Edisi Juni 2018 Vol 23, No 2 (2017): Sawerigading, Edisi Desember 2017 Vol 23, No 1 (2017): Sawerigading, Edisi Juni 2017 Vol 21, No 3 (2015): Sawerigading Vol 20, No 3 (2014): Sawerigading Vol 20, No 2 (2014): Sawerigading Vol 20, No 1 (2014): Sawerigading Vol 19, No 3 (2013): SAWERIGADING, Edisi Desember 2013 Vol 19, No 2 (2013): SAWERIGADING, Edisi Agustus 2013 Vol 19, No 1 (2013): SAWERIGADING, Edisi April 2013 Vol 18, No 3 (2012): SAWERIGADING, Edisi Desember 2012 Vol 18, No 2 (2012): SAWERIGADING, Edisi Agustus 2012 Vol 18, No 1 (2012): Sawerigading, Edisi April 2012 Vol 17, No 3 (2011): Sawerigading, Edisi Desember 2011 Vol 17, No 2 (2011): SAWERIGADING, Edisi Agustus 2011 Vol 17, No 1 (2011): Sawerigading, Edisi April 2011 Vol 16, No 3 (2010): Sawerigading, Edisi Desember 2010 Vol 16, No 2 (2010): SAWERIGADING, Edisi Agustus 2010 Vol 16, No 1 (2010): Sawerigading, Edisi April 2010 Vol 15, No 3 (2009): Sawerigading Vol 15, No 2 (2009): Sawerigading More Issue