cover
Contact Name
M.Ahkam Alwi
Contact Email
m.ahkam.a@unm.ac.id
Phone
+628979544520
Journal Mail Official
m.ahkam.a@unm.ac.id
Editorial Address
Fakutas Psikologi UNM Jl. AP. Pettarani
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 29859557     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat is an open journal system that uses a peer-reviewed system in the journals published by the Faculty of Psychology, Makassar State University. Jurnal Psikologi Kebajikan is an Open-Access journal and published four times a year every January, May, August and November. Articles/Journals published with aims and scope around: (1) Educational and Developmental Psychology; (2) Social Psychology; (3) Industrial and Organizational Psychology; and (5) Clinical Psychology
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 4 (2025): AGUSTUS" : 8 Documents clear
Pelatihan Regulasi Emosi untuk Pendamping ABK di Sekolah Inklusi dan Pusat Terapi Permataku Makassar Sandra Gayatri; Sri Novelia; Rifqah Athifah; Delfira R Masumparit; Amirah Aminanty Agussalim
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 4 (2025): AGUSTUS
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v3i4.69543

Abstract

Pelatihan psikoedukasi ini dilatarbelakangi oleh tantangan emosional yang signifikan yang dihadapi oleh terapis, guru, dan orang tua sebagai pendamping utama Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Tanggung jawab yang besar dalam merawat dan mendidik ABK seringkali menimbulkan stres, kelelahan emosional, bahkan burnout, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kualitas pendampingan dan perkembangan optimal anak. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan regulasi emosi para pendamping ABK di Sekolah Inklusi dan Pusat Terapi ABK Permataku Makassar. Metode yang digunakan adalah pemberian psikoedukasi dengan tema "Regulasi Emosi" yang disampaikan oleh seorang psikolog berpengalaman. Sebanyak 36 peserta yang terdiri dari terapis, guru, dan orang tua terlibat dalam kegiatan ini. Evaluasi efektivitas program dilakukan dengan menggunakan pre-test dan post-test yang terdiri dari 7 pertanyaan, dan data dianalisis secara statistik menggunakan Uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil analisis menunjukkan tidak ada negative ranks, sebanyak 36 kasus merupakan positive ranks (Posttest > Pretest) dengan Sum of Ranks 666,00, dan nilai Z sebesar -5,289 dengan signifikansi p < 0,05. Ini membuktikan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan setelah intervensi. Rata-rata skor pre-test yang awalnya rendah (skor 1 dari maksimal 7) meningkat secara dramatis pada post-test. Disimpulkan bahwa program psikoedukasi ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis peserta dalam mengelola emosi, mengurangi stres, dan mendukung terciptanya lingkungan yang lebih positif bagi perkembangan ABK. Program ini juga memperkuat kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan terapis.
Peningkatan Keterampilan Sosial dan Motivasi Berprestasi Siswa Melalui Aktivitas Interaktif Basti Tetteng; Perdana Kusuma; Roselina Dwi Hormansyah
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 4 (2025): AGUSTUS
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v3i4.78245

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan sosial dan motivasi berprestasi siswa SMP Muhammadiyah Unismuh Makassar melalui pendekatan edukatif yang partisipatif, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan perkembangan remaja. Program dilaksanakan melalui kombinasi metode ceramah interaktif, diskusi kelompok terstruktur, dan role play yang memungkinkan siswa mengalami langsung berbagai situasi sosial yang menuntut kemampuan komunikasi, empati, dan kolaborasi. Pendekatan ini tidak hanya memberikan pemahaman konseptual mengenai pentingnya keterampilan sosial, tetapi juga memberi ruang bagi siswa untuk mempraktikkannya dalam konteks yang aman dan menyenangkan..Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada beberapa aspek penting. Siswa tampak lebih antusias dalam mengikuti sesi, menunjukkan keberanian untuk menyampaikan pendapat, serta lebih percaya diri dalam berinteraksi dengan teman sebaya maupun fasilitator. Kemampuan bekerja sama dalam kelompok juga meningkat, terlihat dari cara mereka membagi tugas, menyelesaikan tantangan, serta menghargai kontribusi anggota lain. Selain itu, role play yang diberikan membantu menumbuhkan sikap empatik, di mana siswa mulai mampu memahami perspektif orang lain dan merespons dengan lebih positif.Secara keseluruhan, kegiatan ini menegaskan bahwa penguatan keterampilan sosial merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter, peningkatan motivasi belajar, dan pencapaian prestasi akademik. Model edukasi sosial-interaktif seperti ini diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan di sekolah sebagai bagian dari strategi pengembangan kompetensi sosial-emosional siswa. Dengan demikian, sekolah mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih suportif, inklusif, dan mendorong tumbuhnya generasi yang adaptif dan berdaya saing.
Pelatihan Manajemen Stres untuk Meningkatkan Keterlibatan Siswa dalam Pembelajaran Matematika Muhammad Daud; Dian Novita Siswanti; Novita Maulidya Jalal; Adinda Maulidya Khaerunnisa; A. Khaerunnisa Amjadah Zahra
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 4 (2025): AGUSTUS
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v3i4.79628

Abstract

Matematika kerap menjadi mata pelajaran yang menimbulkan kecemasan dan stres akademik pada siswa, yang pada gilirannya menurunkan motivasi, konsentrasi, dan keterlibatan belajar (student engagement). Rendahnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran matematika berdampak negatif terhadap pemahaman konsep serta pencapaian akademik mereka. Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini bertujuan untuk mengembangkan pelatihan manajemen stres akademik sebagai strategi meningkatkan student engagement dalam konteks bimbingan belajar Matematika Dasar di Kota Makassar. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan siswa, perancangan modul pelatihan, implementasi dengan pendekatan ceramah, diskusi, latihan kasus, teknik relaksasi, serta evaluasi formatif dan sumatif. Pelatihan difasilitasi oleh psikolog dan psikiater dengan materi terkait kecemasan matematika, regulasi emosi, serta strategi keterlibatan aktif. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada keterlibatan siswa dalam dimensi perilaku, emosional, dan kognitif. Observasi dan angket mengindikasikan penurunan kecemasan akademik, peningkatan partisipasi dalam diskusi, serta peningkatan strategi metakognitif dalam pemecahan masalah matematika. Program ini juga terbukti feasible untuk diterapkan pada bimbingan belajar non-formal dengan dampak praktis berupa peningkatan kepercayaan diri siswa, partisipasi aktif, dan kualitas proses pembelajaran.Secara keseluruhan, pelatihan manajemen stres akademik terbukti efektif sebagai pendekatan inovatif untuk meningkatkan student engagement dalam pembelajaran matematika, sekaligus memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan strategi pembelajaran di luar sekolah formal.
Media Visual Sebagai Sarana Pembelajaran Gerakan Shalat pada Anak Down Syndrome di KOADS Sulawesi Selatan Rahel Rahel; Alda Dwi Yanti; Mufaiqatul Aulia; Haerani Nur; Kurniati Zainuddin
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 4 (2025): AGUSTUS
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v3i4.79336

Abstract

Anak down syndrome merupakan salah satu kelompok anak berkebutuhan khusus yang mengalami keterlambatan mental akibat kelainan genetik trisomi 21. Kondisi ini menyebabkan hambatan dalam kemampuan intelektual, kognitif, motorik, dan spiritual, termasuk dalam mempelajari ibadah shalat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan pembelajaran gerakan shalat pada anak down syndrome melalui pemanfaatan media visual di Komunitas Orang Tua dengan Anak Down Syndrome (KOADS) Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi langsung selama proses pembelajaran. Media visual berupa gambar urutan gerakan shalat diterapkan dengan teknik modeling, di mana anak mengamati dan menirukan gerakan secara bertahap dengan didampingi oleh pendamping. Proses pembelajaran dilakukan secara berulang untuk memperkuat memori visual-spasial anak. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pada tahap awal, anak hanya mampu melakukan beberapa gerakan dasar seperti i'tidal, ruku', dan sujud. Setelah pembelajaran menggunakan media visual disertai pendampingan dan pengulangan, anak menunjukkan peningkatan signifikan dalam memperhatikan, mengingat, dan menirukan urutan gerakan shalat secara lebih lengkap dan tepat. Anak terlihat lebih fokus ketika gambar diperlihatkan satu persatu dengan arahan verbal dari pendamping. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah media visual yang sederhana, konkret, dan sesuai dengan karakteristik belajar anak down syndrome dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran gerakan shalat, sehingga metode ini dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran keagamaan bagi anak berkebutuhan khusus.
Impostor Syndrome pada Mahasiswa: Kenali dan Atasi Sejak Dini Ahmad Ridfah; Ismalandari Ismail; Salsa Sania Putri; Rizky Dwi Ramadhani Rauf; Reisa Putri Salsabila Eda Pasaka; Siti Nurkaya Mulyadi
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 4 (2025): AGUSTUS
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v3i4.72675

Abstract

Fenomena Impostor Syndrome merupakan kondisi psikologis yang banyak dialami oleh mahasiswa, di mana individu merasa tidak layak atas pencapaiannya meskipun memiliki bukti nyata tentang kompetensinya. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman mahasiswa Universitas Negeri Makassar tentang Impostor Syndrome melalui psikoedukasi berbasis media sosial. Metode yang digunakan adalah penyebaran poster edukatif berjudul "Yuk! Kenali Apa Itu Impostor Syndrome" melalui Instagram, diikuti dengan pengumpulan data pre-test dan post-test melalui Google Form. Poster tersebut memuat informasi mengenai definisi, ciri-ciri, faktor penyebab, serta strategi menghadapi Impostor Syndrome. Survei dilakukan untuk mengukur efektivitas penyampaian informasi, dengan melibatkan 112 mahasiswa. Hasil menunjukkan bahwa 93% mahasiswa menilai informasi dalam poster sangat mudah dipahami, 87% menganggapnya sangat relevan, dan 98% mahasiswa menyatakan poster bermanfaat serta meningkatkan pemahaman mereka mengenai Impostor Syndrome. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kegiatan psikoedukasi ini efektif dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa terkait Impostor Syndrome. Keberhasilan ini membuka peluang untuk mengembangkan program serupa dengan cakupan yang lebih luas di masa depan guna mendukung kesejahteraan psikologis mahasiswa.
Pelatihan Xmind untuk Meningkatkan Kemampuan Perumusan Ide Riset Mahasiswa Psikologi UNM Andi Halima; Asniar Khumas; Kurniati Zainuddin; Andi Nahliah Bungawali; Andi Fitri Wahyuni
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 4 (2025): AGUSTUS
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v3i4.78572

Abstract

Permasalahan akademik yang dihadapi mahasiswa Fakultas Psikologi UNM yang memprogram Mata Kuliah Teknik Penulisan Skripsi adalah mahasiswa kesulitan mentukan topik dan permasalahan penelitian serta mahasiswa kurang mampu menganalisis permasalahan dengan baik. Permasalahan tersebut muncul karena keterbatasan keterampilan mahasiswa dalam melakukan pemetaan fenomena penelitian serta minimnya pemanfaatan alat digital yang dapat mendukung pengembangan ide secara terstruktur. Untuk itu, kegiatan ini menyelenggarakan pelatihan penggunaan aplikasi XMIND sebagai alat bantu visual dalam pemetaan masalah dan penemuan ide riset. Sebanyak 40 mahasiswa mengikuti sesi pembelajaran daring yang mencakup pemaparan materi, demonstrasi, dan praktik penggunaan template Tree Chart dan Fishbone Diagram. Melalui pelatihan ini, mahasiswa belajar mengidentifikasi akar masalah, mengorganisasi isu penelitian, dan menghubungkannya dengan potensi topik riset. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa mahasiswa mampu menggunakan XMIND secara efektif untuk memetakan permasalahan serta merumuskan ide penelitian secara lebih terstruktur dan sistematis. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa XMIND merupakan alat yang bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan berpikir analitis mahasiswa pada tahap awal perencanaan skripsi. Integrasi perangkat digital seperti XMIND dalam pembelajaran metodologi penelitian direkomendasikan untuk mendukung pengembangan ide riset secara mandiri dan berkelanjutan.
Modifikasi Permainan Ular Tangga Sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Berhitung Anak Berhadapan Hukum Najiba Najiba; Faradillah Firdaus; M. Ahkam Alwi; Lukman Nadjamuddin; Nurfajriyanti Rasyid
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 4 (2025): AGUSTUS
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v3i4.50242

Abstract

Permainan merupakan salah satu media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan minat dan keterlibatan anak dalam proses belajar. Salah satu permainan yang mudah digunakan serta dapat dimodifikasi untuk tujuan edukatif adalah permainan ular tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan modifikasi permainan ular tangga sebagai upaya meningkatkan kemampuan berhitung Anak Berhadapan Hukum (ABH) di Sentra Wirajaya Makassar. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan kognitif partisipan. Metode pelaksanaan mencakup need assessment guna mengidentifikasi kebutuhan belajar, observasi kemampuan berhitung awal, serta pelaksanaan sesi bermain menggunakan ular tangga modifikasi yang memuat materi angka, penjumlahan, dan pengurangan sederhana. Selama proses kegiatan, fasilitator mencatat tingkat keterlibatan anak, kemampuan mengikuti aturan permainan, serta respons mereka terhadap tantangan berhitung yang muncul pada setiap langkah. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa seluruh partisipan mampu mengikuti permainan hingga akhir dan memperlihatkan peningkatan dalam mengenali angka serta menyelesaikan operasi hitung dasar selama permainan berlangsung. Selain itu, antusiasme peserta terlihat dari permintaan mereka untuk mengulangi permainan pada akhir sesi. Temuan ini mengindikasikan bahwa modifikasi permainan ular tangga dapat menjadi media pembelajaran yang efektif, menarik, dan ramah bagi ABH, sekaligus berpotensi menjadi alternatif metode pembelajaran yang lebih menyenangkan dalam konteks pendidikan nonformal.
Pemberdayaan Sumber Daya Komunitas Spectrum Indonesia Muh Nur Hidayat Nurdin; Muhrajan Piara; Abdul Rahmat; Sahira Cicely Jayapratiwi Mantol; Robiah Irbatulhanifah; Sakinah Sakinah; Siti Khaerunnisa Trivia Syakila; Rayyana Amaria; Rifdah Zahirah
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 4 (2025): AGUSTUS
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v3i4.74201

Abstract

Komunitas Spectrum Indonesia menghadapi tantangan berupa rendahnya partisipasi anggota, kurangnya sumber daya manusia, serta lemahnya manajemen waktu yang berdampak pada efektivitas dan keberlanjutan program. Untuk mengatasi hal ini, dilakukan intervensi berupa psikoedukasi yang berfokus pada pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) dan penguatan resiliensi komunitas. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui wawancara awal, dilanjutkan dengan pengembangan program berbasis partisipatif. Psikoedukasi diberikan dalam bentuk webinar daring kepada ketua komunitas sebagai perwakilan. Materi yang disampaikan meliputi peningkatan kompetensi, kejelasan peran, motivasi, serta kompetensi resiliensi seperti regulasi emosi, optimisme, empati, dan self-efficacy. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran pentingnya pemberdayaan SDM dan resiliensi komunitas. Meskipun keterlibatan peserta terbatas, intervensi dinilai efektif berkat pendekatan komunikatif dan relevan dengan kebutuhan komunitas. Tantangan ke depan adalah memastikan penyebaran informasi dan penerapan materi ke seluruh anggota komunitas secara berkesinambungan. Intervensi ini diharapkan dapat memperkuat struktur internal komunitas sehingga mampu beradaptasi, bertahan, dan berkembang secara berkelanjutan.

Page 1 of 1 | Total Record : 8