cover
Contact Name
M.Ahkam Alwi
Contact Email
m.ahkam.a@unm.ac.id
Phone
+628979544520
Journal Mail Official
m.ahkam.a@unm.ac.id
Editorial Address
Fakutas Psikologi UNM Jl. AP. Pettarani
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 29859557     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat is an open journal system that uses a peer-reviewed system in the journals published by the Faculty of Psychology, Makassar State University. Jurnal Psikologi Kebajikan is an Open-Access journal and published four times a year every January, May, August and November. Articles/Journals published with aims and scope around: (1) Educational and Developmental Psychology; (2) Social Psychology; (3) Industrial and Organizational Psychology; and (5) Clinical Psychology
Articles 104 Documents
Impostor Syndrome pada Mahasiswa: Kenali dan Atasi Sejak Dini Ahmad Ridfah; Ismalandari Ismail; Salsa Sania Putri; Rizky Dwi Ramadhani Rauf; Reisa Putri Salsabila Eda Pasaka; Siti Nurkaya Mulyadi
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 4 (2025): AGUSTUS
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v3i4.72675

Abstract

Fenomena Impostor Syndrome merupakan kondisi psikologis yang banyak dialami oleh mahasiswa, di mana individu merasa tidak layak atas pencapaiannya meskipun memiliki bukti nyata tentang kompetensinya. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman mahasiswa Universitas Negeri Makassar tentang Impostor Syndrome melalui psikoedukasi berbasis media sosial. Metode yang digunakan adalah penyebaran poster edukatif berjudul "Yuk! Kenali Apa Itu Impostor Syndrome" melalui Instagram, diikuti dengan pengumpulan data pre-test dan post-test melalui Google Form. Poster tersebut memuat informasi mengenai definisi, ciri-ciri, faktor penyebab, serta strategi menghadapi Impostor Syndrome. Survei dilakukan untuk mengukur efektivitas penyampaian informasi, dengan melibatkan 112 mahasiswa. Hasil menunjukkan bahwa 93% mahasiswa menilai informasi dalam poster sangat mudah dipahami, 87% menganggapnya sangat relevan, dan 98% mahasiswa menyatakan poster bermanfaat serta meningkatkan pemahaman mereka mengenai Impostor Syndrome. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kegiatan psikoedukasi ini efektif dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa terkait Impostor Syndrome. Keberhasilan ini membuka peluang untuk mengembangkan program serupa dengan cakupan yang lebih luas di masa depan guna mendukung kesejahteraan psikologis mahasiswa.
JOB PROFILE SEBAGAI METODE ANALISIS JABATAN, TUGAS, DAN TANGGUNG JAWAB KARYAWAN DALAM RANGKA PENYEMPURNAAN STO KALLA GROUP Milenia Irhan Nur Fitri; Siti Nur Fauziyah Hukdar; Annisa Amalia Fajrianti; Abdul Rahmat; Nur Akmal
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2023): Mei
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v1i3.46673

Abstract

Bentuk Kegiatan Pembelajaran (BKP) Magang. Program Magang merupakan program kegiatan pendidikan, pelatihan, dan pembelajaran yang dilaksanakan pada mitra yang relevan untuk mencapai kompetensi mahasiswa sesuai level KKNI dan SN-Dikti di bidangnya. Program ini membantu mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, penyelesaian masalah (problem solving), komunikasi, dan kolaborasi mahasiswa. Dalam proses pengembangan sumber daya manusia yang unggul Kalla Group melaksanakan program magang bersertifikat dibidang Human Capital. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk menambah pengalaman di dunia kerja, memperluas wawasan, mengembangkan diri dan potensinya melalui beberapa program kegiatan. Analisis jabatan merupakan cara yang terstruktur sehingga mampu mengindentifikasi dan menganalisa persyaratan apa saja yang diperlukan dalam sebuah pekerjaan. Workload analysis merupakan suatu rangkaian kegiatan yang harus diselesaikan oleh suatu unit organisasi atau pemegang jabatan dalam jangka waktu tertentu untuk mendapatkan informasi tentang efisiensi dan efektifitas kerja suatu unit organisasi. Kompetensi merupakan karakter sikap dan perilaku, atau kemauan dan kemampuan individual yang relatif stabil dalam menghadapi situasi dan tempat kerja yang terbentuk dari sinergi antara watak, konsep diri, motivasi internal, serta kapasitas pengetahuan konseptual. Manfaat yang diperoleh dari Assessment Center tersebut dapat dipergunakan oleh pimpinan organisasi sebagai salah satu sarana atau alat pengambilan keputusan yang berkaitan dengan SDM seperti rekruitmen, promosi, mutasi, dan pengembangan karir pegawai.
PENINGKATAN MOTIVASI KERJA TIM SALES PT MANDALA MULTIFINANCE TBK MELALUI SEMINAR MOTIVASI Ana Rizkun Amalia; Andi Besse Nurul Salsa Bila Gazali; Akhmad Zafran Ishar; Lukman Lukman
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2024): Januari
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v2i2.50286

Abstract

Motivasi kerja berperan penting dalam menumbuhkan inspirasi, dorongan, semangat, dan antusias bekerja sehingga terjalin hubungan kerja yang baik antara karyawan dan pimpinan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi kerja karyawan PT Mandala Multifinance Tbk cabang Makassar 1, Makassar 2, dan Makassar 3 terkhususnya tim sales. Berdasarkan hasil dari analisis kebutuhan ditemukan permasalahan mengenai menurunnya motivasi pada tim sales PT Mandala Multifinance Tbk. Peneliti kemudian memilih seminar motivasi dengan tema “Communication and Achievement Oriented Culture” sebagai intervensi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Seminar dihadiri sebanyak 38 peserta dari tim Makassar 1, Makassar 2, dan Makassar 3. Pengukuran dilakukan dengan pre-post test menggunakan skala motivasi. Data yang didapat dari kegiatan seminar kemudian diolah menggunakan SPSS dan didapat nilai 81,6053 untuk rata-rata pre test sedangkan nilai 84,7368 rata-rata post test. Oleh karena itu, dapat dikatakan seminar motivasi yang dilaksanakan terbukti dapat meningkatkan motivasi tim sales PT. Mandala Multifinace, Tbk.  
MENGOPTIMALKAN DUKUNGAN SIBLING DARI ABK MELALUI SIBLING TALK St. Hadjar Nurul Istiqamah; Yusfitri Nursyahwalny Mangarengi; Yuni Kartika; Ghaisani Ashiilah Muhlis; Rina Fitrianti
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2024): Januari
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v2i2.62691

Abstract

Kehadiran anggota keluarga yang memiliki kebutuhan khusus membawa konsekuensi dan situasi yang memerlukan perhatian khusus tersendiri pada setiap elemen keluarga. Seyogyanya, setiap komponen keluarga baik orang tua maupun saudara memiliki tanggung jawab khusus dalam memastikan bahwa individu berkebutuhan khusus memiliki dorongan, motivasi dan fasilitas untuk menjalani kehidupannya. Meskipun penting untuk keluarga memberikan perhatian khusus pada ABK, dukungan juga perlu diberikan kepada sibling untuk mencegah gangguan psikososial yang kemungkinan timbul. Oleh karena itu, diperlukan pengoptimalan dukungan sibling dari ABK melalui sibling talk guna mengetahui dan memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi sibling dalam menjalankan perannya sebagai sibling ABK. Kegiatan dilaksanakan di Sentra Wirajaya Makassar yang diawali dengan menghimpun subjek, dimana subjek sasaran kegiatan ini adalah para sibling dari ABK yang bersedia berpartisipasi. Setelah pendaftaran, diperoleh sebanyak 6 partisipan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Konseling Kelompok menggunakan media kartu Points of You untuk mengungkapkan perasaan melalui kartu bergambar. Kegiatan dievaluasi menggunakan wawancara langsung terkait perasaan sibling ABK sebelum dan sesudah kegiatan dilaksanakan. Hasilnya dapat diketahui bahwa para sibling dari ABK dapat menerima kondisi dari saudaranya yang berkebutuhan khusus. Meskipun pada awalnya sebagian dari mereka masih sulit menerima keadaan, merasa tertekan karena keterbatasan dalam menjalani aktivitas sehari-hari dan masih merasa malu dengan kondisi saudaranya. 
Membangun Jiwa Kepemimpinan bagi Pemuda di Organisasi Kepemudaan kota Makassar Sahril Buchori; Rahmat Siala; Dian Munawarah; Nurfitriany Fakhri
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2025): MEI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v3i3.74183

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk membangun jiwa kepemimpinan bagi pemuda melalui kegiatan Pendidikan dan Latihan Terpadu yang diselenggarakan oleh Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Tamalate, Kota Makassar. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi untuk menyampaikan materi secara sistematis mengenai konsep kepemimpinan, peran pemuda dalam organisasi, serta nilai-nilai kepemimpinan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan kemampuan kepemimpinan peserta, serta motivasi yang kuat untuk mengimplementasikan nilai-nilai kepemimpinan dalam organisasi kepemudaan, sehingga menyiapkan generasi pemimpin muda yang visioner dan bertanggung jawab.
PEMBERIAN PSIKOEDUKASI SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN SELF-DISCLOSURE SISWA SISWI SMA KARTIKA XX-1 MAKASSAR Siti Aisyah Nuralifah Marimin; Nafizah Aulia Q Jamil; Alfyola DwiYuan Alexander; Ahmad Ridfah
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2023): Mei
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v1i3.46356

Abstract

Adolescence is a period of transition from childhood to adulthood. At partner locations, there are still many teenagers who experience difficulties in expressing themselves both internally and externally which will have an impact on the process of social interaction. In connection with the problems obtained, the implementation team carried out a method of providing psychoeducation, pre-test and post-test about self-disclosure with the theme "Who Am I?". The purpose of the pre-test and post-test is to find out the increase in students' understanding before and after giving psychoeducation. By holding this psychoeducation, it is hoped that Kartika XX-1 Makassar High School students can increase their understanding and implement this understanding in everyday life. There were 84 students who participated in providing psychoeducation. Based on the psychoeducation results that have been given, it was found that there was an increase in understanding for SMA Kartika XX-1 Makassar students about self-disclosure as indicated by the difference between the results of the pre-test and post-test. Thus, psychoeducation about self-disclosure can be an effective method of increasing adolescent understanding, especially students at SMA Kartika XX-1 Makassar in the process of expressing themselves. 
EDUKASI MENGENAI BULLYING TERHADAP SISWA SMP YP PGRI DISAMAKAN KOTA MAKASSAR Adhim Vayla Rahmadio Mijaya; Astiti Tenriawaru Ahmad; Amirah Aminanty Agussalim; Nurfajriyanti Rasyid; Audri Damayanti; Ince Ayu Anggriani Rizal
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2023): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v2i1.56645

Abstract

This activity is a psychoeducational activity in order to increase students' knowledge regarding the dangers of bullying, forms of bullying, causes and effects of bullying, and how to prevent and deal with bullying. The background of this activity is because bullying is a problem that often occurs in society, especially teenagers who are in junior high and high school. The purpose of this activity is to provide knowledge to SMP YP PGRI students regarding bullying. The benefit of this activity is that it increases the knowledge of SMP YP PGRI students about the dangers of bullying. The targets of this activity are teenagers who are currently in class VII of junior high school, either those who have experienced bullying or who have never experienced bullying. This activity was carried out using the psychoeducation method, where before the implementation of psychoeducation the participants chose a pre-test to measure the extent of their initial understanding regarding the material provided, and after being given psychoeducation, students were asked again to choose a posttest to see whether or not there was a change in understanding. Then proceed with giving games to once again measure students' understanding of the material that has been given.Kegiatan ini merupakan kegiatan psikoedukasi dalam rangka meningkatkan pengetahuan siswa terkait bahaya bullying, bentuk-bentuk bullying, sebab dan akibat bullying, serta cara mencegah dan menangani bullying. Latar belakang dari kegiatan ini karena bullying menjadi masalah yang sering terjadi masyarakat, terutama remaja-remaja yang duduk di bangku SMP dan SMA. Tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan pengetahuan kepada siswa SMP YP PGRI terkait bullying. Manfaat dari kegiatan ini yaitu meningkatnya pengetahuan siswa SMP YP PGRI mengenai bahaya dari bullying. Sasaran dalam kegiatan ini adalah remaja yang saat ini duduk di bangku SMP kelas VII baik yang pernah mengalami tindakan bullying ataupun yang tidak pernah mengalami tindakan bullying. Kegiatan ini dilakukan dengan metode pemberian psikoedukasi, di mana sebelum pelaksanaan psikoedukasi peserta mengisi pre-test untuk mengukur sejauh mana pemahaman awal terkait materi yang diberikan, dan setelah diberi psikoedukasi, siswa diminta lagi untuk mengisi posttest untuk melihat ada atau tidaknya perubahan pemahaman. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian games untuk sekali lagi mengukur pemahaman siswa terkait materi yang telah diberikan.
PENDEKATAN PSIKOLOGI DALAM UPAYA PERSIAPAN BIMBINGAN KARIR PADA SISWA KELAS 12 SMAN 2 MAKASSAR Iindah Dwi Cahyani Ilyas; Ahnan Murtadho; Nur Hikmah; Fitrah Ramadhani; M Ahkam Alwi
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2024): Mei
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v2i3.58869

Abstract

Students who are in high school, especially class XII, must be able to understand themselves and know which career is suitable for them. The psychoeducation program about "Who am I" is psychoeducation designed by Psychology students at Makassar State University and Psychology students at Bosowa University with the approval of the counseling guidance (BK) teacher at SMAN 2 Makassar. The aim of this psychoeducation is to ensure that students at SMAN 2 Makassar are able to recognize and be aware of themselves to make it easier for participants to determine their next career. The method used is a psychoeducational method, which aims to provide information and training to change students' understanding through the material presented by the presenters. The results of providing psychoeducation "Who am I" show that students are better able to recognize themselves and recognize their potential. 
Psikoedukasi Non Pelatihan Melalui Media Poster untuk Mengurangi Kecemasan Akademik pada Mahasiswa Ahmad Ridfah; Ismalandari Ismail; Syawaliah Nurul Fitriah; Zahwa Aryani Putri Arif; St. Najwa Nurul Barqah; St. Nurhaliza Hermansyah
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2025): JANUARI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v3i2.72577

Abstract

Kecemasan akademik merupakan masalah yang banyak dialami oleh mahasiswa. Dampak yang ditimbulkan oleh kecemasan akademik dapat memengaruhi kesehatan mental dan prestasi akademik mahasiswa. Hasil need assessment yang dilakukan terhadap 27 mahasiswa menunjukkan bahwa mayoritas mengalami gejala kecemasan akademik yang mempengaruhi kesehatan mental mereka, seperti sakit kepala, mual, dan pikiran paranoid. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melakukan upaya preventif dengan memberi penjeleasan terkait gejala, penyebab, dampak, serta cara pencegahan dari kecemasan akademik yang dialami mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar. Mahasiswa akan diberikan prevensi berupa psikoedukasi non-pelatihan melalui media poster. Metode yang digunakan dalam psikedukasi ini melibatkan pembagian poster menarik yang didalamnya berisi informasi mengenai kecemasan akademik, termasuk definisi, gejala, penyebab, serta strategi penanganannya. Sebelum pemberian psikoedukasi, mahasiswa diminta untuk mengisi pre-test untuk melihat pemahaman awal mahasiswa terkait kecemasan akademik. Setelah itu, mahasiswa kemudian akan diperlihatkan poster dan kembali mengisi post-test untuk melihat perbedaan pemahaman setelah diberi psikoedukasi berbentuk poster. Berdasarkan hasil pre-test, sebagian mahasiswa belum memahami dengan baik mengenai kecemasan akademik. Setelah menerima psikoedukasi, ditemukan bahwa mayoritas responden mengalami peningkatan pemahaman yang signifikan tentang kecemasan akademik dan cara mengelolanya. Poster psikoedukasi yang dibagikan memperoleh respons positif dari mahasiswa karena dinilai informatif, mudah dipahami, dan menarik secara visual. Kegiatan ini dapat menjadi sarana efektif dalam meningkatkan kesadaran mahasiswa tentang pentingnya mengenali dan mengelola kecemasan akademik sejak dini.
MENGEMBANGKAN PENALARAN INDUKTIF SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN 5E PADA SISWA KELAS X SMAN Nurfitriany Fakhri; Amirah Aminanti Agussalim; Abiyyu Arib Mahyiyuddin; Nabila Nurulfiqri; Sahril Buchori; Nurul Islamiyah
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2023): Januari
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v1i2.44874

Abstract

Inductive reasoning skills must be trained and incorporated into the learning process. The purpose of this community service activity is to develop a learning model using the 5E model technique in improving the inductive reasoning skills of SMAN 1 Gowa students. The results of this activity show that the learning model developed with the 5E model technique is suitable to be applied in the classroom. The 5E learning model can effectively improve the inductive reasoning ability of SMAN 1 Gowa students.

Page 8 of 11 | Total Record : 104