cover
Contact Name
M.Ahkam Alwi
Contact Email
m.ahkam.a@unm.ac.id
Phone
+628979544520
Journal Mail Official
m.ahkam.a@unm.ac.id
Editorial Address
Fakutas Psikologi UNM Jl. AP. Pettarani
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 29859557     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat is an open journal system that uses a peer-reviewed system in the journals published by the Faculty of Psychology, Makassar State University. Jurnal Psikologi Kebajikan is an Open-Access journal and published four times a year every January, May, August and November. Articles/Journals published with aims and scope around: (1) Educational and Developmental Psychology; (2) Social Psychology; (3) Industrial and Organizational Psychology; and (5) Clinical Psychology
Articles 104 Documents
PSIKOEDUKASI STRESS MANAGEMENT PADA KARYAWAN KALLA GROUP PT. BUMI KARSA Novi Yanti Pratiwi; Nurul Fadilah Yunus; Indiva Aisha Puteri; Eka Sufartininsih Jafar
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2024): Mei
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v2i3.58850

Abstract

PT. Bumi Karsa yang bergerak di bidang jasa konstruksi dan pembangunan infrastruktur, telah turut mendukung pembangunan nasional yang tersebar di berbagai wilayah tanah air, khususnya di Indonesia Timur. Bumi Karsa sendiri memiliki visi untuk menjadi perusahaan infrastruktur yang berdaya saing internasional dan inovatif. Jenis stress yang paling sering dialami oleh karyawan adalah stress kerja. Bahaya yang diakibatkan oleh stress kerja telah dipelajari oleh berbagai ilmuwan. Stress kerja tidak hanya menimbulkan penurunan prestasi kerja akan tetapi juga dapat menimbulkan penyakit mental yaitu depresi. Stres kerja merupakan keadaan dinamis ketika individu menghadapi peluang, hambatan, atau tuntutan yang berkaitan dengan kebutuhan aktualnya. Metode yang digunakan dalam psikoedukasi ini adalah wawancara/need assessment, penyebaran kuesioner, pre-test dan post-test. Tujuan dilakukan psikoedukasi ini adalah untuk menambah pemahaman karyawan dalam mengatasi stres kerja yang dirasakan sehingga dapat melakukan pekerjaan yang diberikan seoptimal mungkin. Psikoedukasi ini akan mengajari karyawan untuk mengubah stress yang negatif menjadi stress yang positif sehingga walaupun merasakan stress, karyawan tetap bisa melakukan pekerjaan sebaik mungkin. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan bahwa ada perbedaan skor pre-test dan post-test yang signifikan pada karyawan PT. Bumi karsa yang mengikuti Psikoedukasi stress management, dengan p = 0.000 < 0.05. Dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman tentang stress management pada karyawan PT. Bumi Karsa.
Psikoedukasi Kesiapan Mental bagi Siswa SMKN 3 Gowa Menuju Dunia Kerja A. Achmad Kurniady Kamal; Nur Azizah Asmi; Nur Khalifah; Rohmah Rifani; Rahmawati Syam; Sukmawati Sukmawati; A. Muhammad Ainun
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2025): JANUARI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v3i2.72820

Abstract

Salah satu tantangan utama yang dihadapi siswa SMK saat menjalani PKL adalah kurangnya pemahaman terhadap tugas dan tanggung jawab di tempat kerja. Selain itu, kesiapan mental siswa masih menjadi permasalahan yang signifikan, seperti tekanan psikologis, kurang percaya diri, serta penyesuaian diri dengan budaya kerja profesional. Kegiatan ini bertujuan memberikan psikoedukasi kepada siswa kelas XI SMK Negeri 3 Gowa mengenai kesiapan mental sebelum memasuki dunia kerja (PKL). Metode yang digunakan menggunakan desain pre-test dan post-test. Partisipan dalam kegiatan ini sebanyak 70 siswa kelas XI SMKN 3 Gowa. Hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman siswa tentang kesiapan mental sebelum memasuki dunia kerja (PKL) setelah diberikan materi psikoedukasi dengan nilai pre-test dan post-test p<0,05 serta nilai rata-rata pre-test 3.43 meningkat menjadi 9.44 yang menunjukkan bahwa program psikoedukasi yang telah dilakukan efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang kesiapan mental sebelum memasuki dunia kerja (PKL).
PELATIHAN PSYCHOLOGICAL FIRST AID PADA MAHASISWA PSIKOLOGI UNM Ismalandari Ismail; Perdana Kusuma; St. Hadjar Nurul Istiqamah; Tri Sulastri; Nur Akmal
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2023): Mei
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v1i3.43320

Abstract

Psychological first aid (PFA) is a form of psychological intervention that can be given to victims of crises, such as natural disasters. Students are often involved as volunteers in disaster events, but are often more focused on distributing aid or donations. Psychological First Aid training was conducted to increase the knowledge of Marabunta Psychology UNM students who are disaster volunteers about the basic concept and application of PFA to disaster victims. The methods used in this training include lectures and role plays by the participants. The PFA training was divided into four stages including pretest, explanation of the PFA concept by resource persons, role play and relaxation, as well as posttest and evaluation. The results of the analysis of the pretest and posttest data showed that there was a significant increase in the participants' understanding of PFA knowledge.
Optimalisasi Peran Empati Sebagai Langkah Preventif Terhadap Kasus Bullying di SMP Nur Akmal; Novita Maulidya Jalal; Andi Fitri Wahyuni; Rezky Eka Wardana; Andi Mifzal Fauzan
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2025): NOVEMBER
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v4i1.80788

Abstract

Sekolah merupakan tempat utama bagi pembentukan karakter siswa, namun menjadi salah satu lingkungan yang rentan terhadap munculnya kasus bullying. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa mengenai pentingnya empati sebagai langkah preventif dalam mencegah terjadinya bullying di sekolah. Metode kegiatan menggunakan pendekatan psikoedukasi yang diikuti oleh 12 siswa SMPN 3 Sungguminasa berusia 13–14 tahun. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap pentingnya empati dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, seperti menolong teman, khususnya ketika bullying terjadi di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, siswa menjadi lebih peka terhadap kondisi emosional orang lain dan lebih berani untuk bersikap aktif ketika menyaksikan peristiwa bullying. Dengan demikian, psikoedukasi melalui optimalisasi empati dapat menjadi strategi efektif dalam mencegah perilaku bullying yang terjadi di lingkungan sekolah
REKRUTMEN KARYAWAN BARU DI PT. MANDALA MULTIFINANCE, TBK. Nur Aulia Syahbani; Wa Ode Marwa Samsalwa; Lukman Lukman
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2023): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v2i1.50288

Abstract

PT. Mandala Multifinance, Tbk. merupakan perusahaan pembiayaan dengan banyak cabang di Indonesia yang memiliki kebutuhan akan sumber daya manusia. Adanya pertumbuhan konsumen pada cabang mengakibatkan rasio produktivitas cabang meningkat. Hal ini menyebabkan beban kerja dari suatu posisi jabatan bertambah. Bertambahnya beban kerja tentu membutuhkan penambahan karyawan yang dapat dilakukan dengan pelaksanaan rekrutmen. Tahapan rekrutmen dan seleksi yang ada pada PT. Mandala Multifinance, Tbk, yang dilakukan oleh mahasiswa BKP magang yaitu people plan, penyebaran informasi lowongan kerja, screening curriculum vitae, initial interview, psikotes, interview user, ref check dan survey lingkungan. Kegiatan rekrutmen dilakukan selama kurang lebih 4 bulan. Dari kegiatan rekrutmen yang telah dilakukan terdapat 34 karyawan yang berhasil mencapai tahap akhir perekrutan dan diangkan menjadi karyawan pada perusahaan. 2 karyawan pada posisi Staf operasional, 28 karyawan pada posisi Kolektor, 3 karyawan pada posisi Surveyor, dan 1 karyawan pada posisi Customer Relationship Coordinator.
Ruang Dengar dalam Bentuk Konseling Kelompok pada Wanita Dewasa Awal yang Mengalami Trust Issue Relationship Nurfitriany Fakhri; Raehana Haderawi; Nurhaliza Nurhaliza; A. Nur Amelia Ramadhani Amir Amir; Miftahul Jannah
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2025): JANUARI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v3i2.56817

Abstract

Trust Issue adalah masalah kepercayaan yang ditandai dengan rasa takut akan pengkhianatan, pengabaian, dan manipulasi orang lain. Individu yang mengalami trust issue akan merasa bahwa dirinya diabaikan dan dikhianati sehingga dapat berdampak pada hubungan sosial yang tidak sehat, mulai menjauhkan orang dan membuat mereka lari, menurunkan rasa percaya diri dan menjadi posesif. Dalam kegiatan ini para peserta membutuhkan ruang untuk dapat menceritakan pengalaman trust issue relationship yang dialami. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu Konseling Kelompok. Tujuan dilakukannya kegiatan ini agar saling membantu dalam mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah yang mereka alami terkait trust issue relationship, kemudian merancang strategi pemecahan masalah bersama. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa para peserta yang mengikuti kegiatan ini mengetahui serta mendapatkan banyak insight seperti mereka lebih bisa mengenali dan memahami diri sendiri, mengetahui apa yang harus dilakukan untuk mencegah trust issue, dan dari kegiatan ini mereka juga menyadari bahwa mereka harus lebih banyak belajar lagi untuk saling memahami dan percaya kepada orang-orang disekitar mereka. Selain itu para peserta juga merasa senang karena dapat berbagi pengalaman terkait hubungan yang dialami sehingga mereka merasa tidak sendiri.
PEMBERIAN EDUKASI TENTANG ADIKSI DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI MELALUI KEGIATAN WEBINAR HOW TO DEAL WITH ADDICTION? Nurul Ayu Hatimah; Andi Nasrawati Hamid
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2023): Januari
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v1i2.39316

Abstract

Pengaruh dari berbagai faktor internal maupun eksternal membuat banyak masyarakat mengalami adiksi. Adiksi adalah keadaan ketergantungan psikologis atau fisik (atau keduanya) pada penggunaan alkohol atau obat-obatan lain. Istilah adiksi sering digunakan sebagai istilah yang setara untuk ketergantungan pada permasalahan lainnya, termasuk perjudian, internet atau game online, pornografi, seks, shopaholic, dan workaholic. Dalam meningkatkan kesadaran bahwa adiksi membawa dampak negatif, diperlukan suatu kegiatan terkait dengan adiksi. Tujuan kegiatan ini untuk menambah ilmu pengetahuan pada masyarakat agar lebih aware terhadap adiksi. Metode yang digunakan yaitu kegiatan edukasi webinar online yang dilakukan melalui Zoom Meetings. Berdasarkan hasil evaluasi, sebanyak 75% sangat puas dengan webinar yang diadakan dan mendapatkan insight yang mengesankan. 
Psikoedukasi via Poster: Strategi Preventif Meningkatkan Pemahaman Stres Kerja pada Karyawan Tri Yasmin Januarsih Mahka; Siti Nurhamda Kaltsum H; Deisyagitavania Yusri Abbas; Nurfitriany Fakhri; M Ahkam Alwi
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2025): NOVEMBER
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v4i1.78967

Abstract

Karyawan merupakan aset perusahaan yang rentan mengalami stres kerja, terutama akibat beban kerja yang tinggi. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman karyawan PT. Kalla Inti Karsa mengenai stres kerja sebagai bentuk intervensi preventif. Metode yang digunakan adalah psikoedukasi melalui media poster digital bertema “Workplace Warrior: Menaklukkan Stres Kerja”. Poster berisi materi komprehensif tentang definisi, faktor penyebab, dampak, dan cara mengelola stres kerja. Kegiatan dilaksanakan secara daring dengan melibatkan 40 karyawan. Efektivitas intervensi diukur menggunakan metode pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pemahaman peserta. Hasil pre-test menunjukkan tingkat pemahaman awal karyawan sebesar 42,7%, yang mengindikasikan pengetahuan tentang stres kerja yang masih rendah. Setelah intervensi psikoedukasi via WhatsApp, hasil post-test menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan menjadi 57,3%. Hal ini merepresentasikan peningkatan sebesar 14,6%, yang membuktikan bahwa psikoedukasi berbasis poster efektif dalam mentransfer pengetahuan. Disimpulkan bahwa psikoedukasi melalui media poster digital merupakan strategi preventif yang praktis, efisien, dan efektif untuk meningkatkan literasi kesehatan mental karyawan mengenai stres kerja. Implementasi intervensi semacam ini direkomendasikan sebagai bagian dari program kesehatan organisasi untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan produktif.
ECOBRICK DAN BIOKONVERSI: UPAYA MEMINIMALISASI SAMPAH DI PULAU BALANG CADDI Fathinah Mardhatillah; Rahmawati Syam; Nana Wadaniah; Arina Fitrimasha; Muhammad Ilham; A Mukmin
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2023): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v2i1.54144

Abstract

The partners in this community service program are 13 young people on Balang Caddi Island who have dropped out of school and some of them do not have permanent jobs. Partners have problems with a lack of sources of income and their daily activities are disrupted by the large amount of rubbish on Balang Caddi Island. Balang Caddi Island is a small island located in Mattiro Bintang Village, Liukang Tupabbiring District, Pangkajene and Islands Regency. Problems experienced by partners can be minimized by involving them in waste management training using ecobrick and bioconversion techniques. Where, inorganic waste is used as ecobricks and organic waste is used as feed for Black Soldier Fly (BSF) maggots. The effectiveness of this program is measured using observation methods, interviews, as well as administering scales and tests. Program application includes several stages, namely program socialization, awareness raising, ecobrick training, BSF Maggot cultivation bioconversion training, ecobrick and bioconversion assistance and program evaluation. The aim of this community service is to improve partners' skills in managing waste so that it has economic value.
PENINGKATAN AWARENESS MENGENAI PERILAKU TOXIC DI BALIK INTERNET SURFING PADA SISWA Nurfitriany Fakhri; Tri Sulastri; Hilwa Anwar; Sahril Buchori; Lukman Lukman
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2024): Januari
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v2i2.63251

Abstract

Perilaku toxic di internet telah menjadi perhatian global karena dampak negatifnya yang signifikan. Perilaku toxic internet surfing juga mempengaruhi cara belajar siswa sehingga guru memiliki peran untuk pencegahan perilaku toxic internet surfing. Salah satu cara untuk mencegah hal tersebut terjadi adalah dengan meningkatkan awareness mengenai perilaku toxic di balik internet surfing pada siswa tidak hanya penting untuk melindungi siswa dari menjadi korban, tetapi juga untuk mencegah mereka menjadi pelaku. Peningkatan awareness dilakukan melalui psikoedukasi. Kegiatan psikoedukasi ini dilaksanakan pada MAN 2 Polewali Mandar. Sebanyak 30 siswa kelas XI dan XII mengikuti kegiatan psikoedukasi ini. Hasil psikoedukasi menunjukkan bahwa siswa memperoleh pengetahuan mengenai konsep psikologi dalam memahami permasalahan perilaku toxic internet surfing dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, dari hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berpendapat bahwa kegiatan yang diberikan memiliki hubungan dengan kebutuhan mereka sehari-hari. Hasil akhir kegiatan menunjukkan bahwa siswa memperlihatkan kepuasan yang sangat baik mengenai pelaksanaan kegiatan psikoedukasi ini.

Page 1 of 11 | Total Record : 104