cover
Contact Name
Dek Ngurah Laba Laksana
Contact Email
laba.laksana@gmail.com
Phone
+6281236659407
Journal Mail Official
jurnal.citramultidisiplin@gmail.com
Editorial Address
Jalan Trans Bajawa-Ende., Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, NTT
Location
Kab. ngada,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Citra Multidisiplin
Published by STKIP Citra Bakti
ISSN : -     EISSN : 31238130     DOI : https://doi.org/10.38048/jcm
Jurnal Citra Multidisiplin (JCM) diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti. Jurnal ini menerima manuscript dengan kajian multidisiplin seperti: pendidikan, humaniora, sains, kesehatan, dan berbagai bidang ilmu lainnya baik dalam bentuk naskah kajian literatur, kajian penelitian, atau hasil kegiatan pengabdian masyarakat. Jurnal ini memiliki ISSN 3123-8130. JCM diterbitkan setiap bulan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 75 Documents
PENGUATAN KAPASITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DAN PERPAJAKAN MELALUI PELATIHAN AKUNTANSI TERKOMPUTERISASI PADA UKM PETERNAKAN AYAM PETELUR DI KABUPATEN JEPARA Sri Mulyani; Dianing Ratna Wijayani; Nita Andriyani Budiman
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 7 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin (Juli)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i7.7306

Abstract

Laporan keuangan merupakan instrumen penting dalam mendukung pengambilan keputusan usaha dan pemenuhan kewajiban perpajakan. Namun, sebagian besar pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) peternakan ayam petelur di Kabupaten Jepara belum memiliki sistem pencatatan keuangan yang memadai serta masih mengalami kesulitan dalam penyusunan laporan perpajakan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku UKM melalui pelatihan dan pendampingan penyusunan laporan keuangan berbasis Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM), penggunaan aplikasi akuntansi sederhana berbasis Microsoft Excel, serta penyusunan laporan perpajakan. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan ceramah, tutorial, simulasi, praktik langsung, dan pendampingan, sedangkan evaluasi dilakukan melalui observasi terhadap kemampuan peserta dalam mengoperasikan aplikasi Microsoft Excel, menyusun laporan keuangan, dan menyusun laporan perpajakan secara mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu melakukan pencatatan transaksi secara lebih sistematis, menyusun laporan laba rugi, laporan posisi keuangan, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas sesuai dengan SAK EMKM, serta menyusun SPT secara mandiri. Selain meningkatkan keterampilan teknis, kegiatan ini juga meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya pengelolaan keuangan dan kepatuhan perpajakan sebagai dasar pengembangan usaha yang berkelanjutan.
MODEL WORKSHOP DAN PENDAMPINGAN BERBASIS CANVA DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU MENGEMBANGKAN MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL DI KABUPATEN ENREKANG Nur Aina; Abdul Malik
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 7 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin (Juli)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i7.7307

Abstract

Perkembangan teknologi digital menuntut guru mampu merancang media pembelajaran yang inovatif dan menarik. Namun, asesmen awal menunjukkan bahwa pemanfaatan media digital dan keterampilan penggunaan Canva oleh guru masih terbatas. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan media pembelajaran digital melalui model workshop dan pendampingan berbasis Canva. Kegiatan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain Participatory Action Research yang melibatkan 23 guru dari UPT SDN 172 Enrekang dan Pondok Pesantren Darul Falah Enrekang. Program dilaksanakan melalui asesmen kebutuhan, seminar, workshop Canva, pendampingan pengembangan media, dan evaluasi reflektif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penilaian produk, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil menunjukkan bahwa seluruh peserta mampu menghasilkan media pembelajaran berbasis Canva sesuai mata pelajaran yang diampu, dengan sebagian besar produk berada pada kategori baik. Program ini juga meningkatkan kompetensi digital, kreativitas pedagogis, kepercayaan diri, dan kolaborasi profesional guru. Model workshop dan pendampingan berbasis Canva berpotensi diterapkan pada satuan pendidikan lain dengan penyesuaian terhadap kebutuhan dan konteks masing-masing.
PERAN ILUSTRASI DAN WARNA DALAM MEDUKUNG MOTIVASI BELAJAR NAHWU Dedy Rizaldi
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 7 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin (Juli)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i7.7322

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ilustrasi dan warna dalam mendukung motivasi belajar nahwu (tata bahasa Arab) yang sering dianggap sulit oleh peserta didik karena sifatnya yang abstrak dan metode pengajaran yang monoton. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis isi. Data primer diperoleh dari tiga buku ajar nahwu, yaitu Kitab Nahwu Silsilah Ta'lim al-Lughah al-'Arabiyah, Kitab Al-'Arabiyyah Baina Yadaik (Jilid tiga), dan Buku Ajar Bahasa Arab Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah. Data sekunder diperoleh dari literatur pendukung. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, sementara analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian analisis isi (content analysis). Temuan penelitian mengungkapkan bahwa ilustrasi dan warna memberikan kontribusi signifikan dalam mengatasi abstraksi kaidah nahwu. Ilustrasi tematik memberikan konteks visual, sedangkan ilustrasi semantik memfasilitasi pengenalan kosakata secara jelas. Warna berfungsi sebagai stimulus psikologis yang menciptakan kesan pertama positif, memecah monotonitas, dan membangkitkan minat peserta didik. Temuan ini berkorelasi kuat dengan Teori Pembelajaran Multimedia dan Teori Dual Coding, di mana peserta didik belajar lebih mendalam ketika informasi disajikan melalui kombinasi kata dan gambar. Ilustrasi tematik seperti gambar Masjid Nabawi memungkinkan peserta didik membangun koneksi antara kaidah tekstual dan konteks visual, sementara ilustrasi semantik untuk kosakata seperti sahm dan saqr secara simultan mengaktifkan sistem verbal dan visual, sehingga proses mengingat makna menjadi lebih efektif. Temuan ini mengimplikasikan bahwa pengembangan media pembelajaran nahwu hendaknya mengintegrasikan elemen visual secara strategis untuk mendukung motivasi dan keterlibatan peserta didik dalam mempelajari tata bahasa Arab.    
KONSTRUKSI RELASI MENANTU WNI DAN MERTUA WNA DALAM KANAL YOUTUBE KELUARGA BAHAGIA DI JERMAN: ANALISIS WACANA VAN DIJK Jasmine Alya Pramesthi
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 7 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin (Juli)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i7.7323

Abstract

Pernikahan multikultural membentuk kebiasaan individu yang berbeda dengan kebiasaan yang telah terbentuk sebelumnya. Sepasang suami istri tidak hanya berupaya dalam menyatukan dua kepala saja, dimana seorang pasangan suami istri perlu adanya proses adaptasi dengan mertua. Pengalaman yang dibagikan oleh pemilik YouTube channel Keluarga Bahagia di Jerman dengan judul video “NASIB PUNYA MERTUA BULE | BEGINI RASANYA JADI MENANTU ORANG JERMAN”. Dalam menjelaskan bagaimana gambaran hubungan menantu WNI dengan mertua WNA, peneliti melakukan penelitian dengan pendekatan kualitatif jenis analisis wacana melalui model analitik Van Dijk. Berdasarkan pada teksnya, dijelaskan bahwa tema yang hendak dibawakan oleh Trisna sebagai pembicara ialah pengalaman sebagai menantu warga negara Jerman yang disampaikan melalui skematik yakni adanya pendahuluan, badan narasi, hingga penutup. Kemudian penekanan dilakukan bahwa pembicara tidak memiliki intensi buruk dalam menyudutkan budaya yang berkembang di Indonesia mengenai mertua dan menantu. Pengetahuan yang dibawakan oleh pembicara mengenai budaya yang berkembang di Indonesia dan Jerman. Informasi-informasi mengenai pengetahuannya disampaikan sebagai fondasi dari narasi mengenai perbedaan budaya keduanya yang. Kemudian pengetahuan yang dimiliki pembicara didukung oleh opini dan sikap dari pembicara. Sedangkan pada dimensi konteks sosial, narasi didasarkan oleh perbedaan budaya antara Indonesia dan Jerman yang mengatur hubungan antara mertua dan menantu yang pembicara anggap bahwa hubungan mertua dan menantu di Jerman tidak adanya kecanggungan seperti yang umum ditemukan di Indonesia. Dalam menyusun studi berikutnya, peneliti menyarankan untuk melakukan studi komparasi yang dapat dilakukan dengan metode fenomenologi untuk mendapatkan hasil yang lebih mendalam.
KERANGKA KONSEPTUAL PENGUATAN LITERASI DIGITAL GURU SEKOLAH DASAR DI WILAYAH 3T MELALUI KOMUNITAS BELAJAR DAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA BERBASIS LURING Jastin Martino
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 7 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin (Juli)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i7.7327

Abstract

Ketimpangan digital di sekolah dasar wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) terus membesar akibat ketidaksesuaian antara kebijakan digitalisasi berbasis awan dan keterbatasan infrastruktur lokal. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan merumuskan kerangka konseptual terpadu yang mengintegrasikan Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) Strategis dan teknologi tepat guna berbasis luring untuk mengikis jurang literasi digital guru pedesaan melalui pendekatan sintesis literatur sekunder dan kebijakan. Analisis dilakukan terhadap  artikel yang teruji melalui Mixed Methods Appraisal Tool (MMAT) kurun waktu 2021-2026 serta dokumen regulasi resmi. Hasil sintesis mengindikasikan bahwa pendekatan berbasis pengadaan fisik dan sistem awan berisiko memicu kecemasan digital serta pembiayaan mandiri yang memicu demotivasi guru. Sebaliknya, temuan literatur sekunder mendokumentasikan bahwa transisi menuju sistem berbasis luring dan pendampingan sejawat dalam Komunitas Belajar Kelompok Kerja Guru (Kombel KKG) dapat menciptakan rasa aman secara psikologis. Studi terdahulu mencatat peningkatan skor rata-rata literasi digital guru dari 58 menjadi 82 melalui program mentoring terstruktur. Berdasarkan sintesis tersebut, penelitian ini mengusulkan model konseptual di mana keberhasilan intervensi ditentukan oleh interaksi antara peran kepala sekolah sebagai strategic HR enabler, adopsi teknologi tepat guna, serta reorientasi 20% Mandatory Spending APBD oleh Bapperida dan Dinas Pendidikan. Kerangka konseptual ini berkedudukan sebagai model teoretis yang memerlukan pengujian nyata dan uji coba lapangan di wilayah 3T.