cover
Contact Name
Dek Ngurah Laba Laksana
Contact Email
laba.laksana@gmail.com
Phone
+6281236659407
Journal Mail Official
jurnal.citramultidisiplin@gmail.com
Editorial Address
Jalan Trans Bajawa-Ende., Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, NTT
Location
Kab. ngada,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Citra Multidisiplin
Published by STKIP Citra Bakti
ISSN : -     EISSN : 31238130     DOI : https://doi.org/10.38048/jcm
Jurnal Citra Multidisiplin (JCM) diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti. Jurnal ini menerima manuscript dengan kajian multidisiplin seperti: pendidikan, humaniora, sains, kesehatan, dan berbagai bidang ilmu lainnya baik dalam bentuk naskah kajian literatur, kajian penelitian, atau hasil kegiatan pengabdian masyarakat. Jurnal ini memiliki ISSN 3123-8130. JCM diterbitkan setiap bulan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 84 Documents
PENGUATAN KAPASITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DAN PERPAJAKAN MELALUI PELATIHAN AKUNTANSI TERKOMPUTERISASI PADA UKM PETERNAKAN AYAM PETELUR DI KABUPATEN JEPARA Sri Mulyani; Dianing Ratna Wijayani; Nita Andriyani Budiman
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 7 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin (Juli)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i7.7306

Abstract

Laporan keuangan merupakan instrumen penting dalam mendukung pengambilan keputusan usaha dan pemenuhan kewajiban perpajakan. Namun, sebagian besar pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) peternakan ayam petelur di Kabupaten Jepara belum memiliki sistem pencatatan keuangan yang memadai serta masih mengalami kesulitan dalam penyusunan laporan perpajakan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku UKM melalui pelatihan dan pendampingan penyusunan laporan keuangan berbasis Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM), penggunaan aplikasi akuntansi sederhana berbasis Microsoft Excel, serta penyusunan laporan perpajakan. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan ceramah, tutorial, simulasi, praktik langsung, dan pendampingan, sedangkan evaluasi dilakukan melalui observasi terhadap kemampuan peserta dalam mengoperasikan aplikasi Microsoft Excel, menyusun laporan keuangan, dan menyusun laporan perpajakan secara mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu melakukan pencatatan transaksi secara lebih sistematis, menyusun laporan laba rugi, laporan posisi keuangan, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas sesuai dengan SAK EMKM, serta menyusun SPT secara mandiri. Selain meningkatkan keterampilan teknis, kegiatan ini juga meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya pengelolaan keuangan dan kepatuhan perpajakan sebagai dasar pengembangan usaha yang berkelanjutan.
MODEL WORKSHOP DAN PENDAMPINGAN BERBASIS CANVA DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU MENGEMBANGKAN MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL DI KABUPATEN ENREKANG Nur Aina; Abdul Malik
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 7 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin (Juli)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i7.7307

Abstract

Perkembangan teknologi digital menuntut guru mampu merancang media pembelajaran yang inovatif dan menarik. Namun, asesmen awal menunjukkan bahwa pemanfaatan media digital dan keterampilan penggunaan Canva oleh guru masih terbatas. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan media pembelajaran digital melalui model workshop dan pendampingan berbasis Canva. Kegiatan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain Participatory Action Research yang melibatkan 23 guru dari UPT SDN 172 Enrekang dan Pondok Pesantren Darul Falah Enrekang. Program dilaksanakan melalui asesmen kebutuhan, seminar, workshop Canva, pendampingan pengembangan media, dan evaluasi reflektif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penilaian produk, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil menunjukkan bahwa seluruh peserta mampu menghasilkan media pembelajaran berbasis Canva sesuai mata pelajaran yang diampu, dengan sebagian besar produk berada pada kategori baik. Program ini juga meningkatkan kompetensi digital, kreativitas pedagogis, kepercayaan diri, dan kolaborasi profesional guru. Model workshop dan pendampingan berbasis Canva berpotensi diterapkan pada satuan pendidikan lain dengan penyesuaian terhadap kebutuhan dan konteks masing-masing.
PERAN ILUSTRASI DAN WARNA DALAM MEDUKUNG MOTIVASI BELAJAR NAHWU Dedy Rizaldi
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 7 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin (Juli)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i7.7322

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ilustrasi dan warna dalam mendukung motivasi belajar nahwu (tata bahasa Arab) yang sering dianggap sulit oleh peserta didik karena sifatnya yang abstrak dan metode pengajaran yang monoton. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis isi. Data primer diperoleh dari tiga buku ajar nahwu, yaitu Kitab Nahwu Silsilah Ta'lim al-Lughah al-'Arabiyah, Kitab Al-'Arabiyyah Baina Yadaik (Jilid tiga), dan Buku Ajar Bahasa Arab Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah. Data sekunder diperoleh dari literatur pendukung. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, sementara analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian analisis isi (content analysis). Temuan penelitian mengungkapkan bahwa ilustrasi dan warna memberikan kontribusi signifikan dalam mengatasi abstraksi kaidah nahwu. Ilustrasi tematik memberikan konteks visual, sedangkan ilustrasi semantik memfasilitasi pengenalan kosakata secara jelas. Warna berfungsi sebagai stimulus psikologis yang menciptakan kesan pertama positif, memecah monotonitas, dan membangkitkan minat peserta didik. Temuan ini berkorelasi kuat dengan Teori Pembelajaran Multimedia dan Teori Dual Coding, di mana peserta didik belajar lebih mendalam ketika informasi disajikan melalui kombinasi kata dan gambar. Ilustrasi tematik seperti gambar Masjid Nabawi memungkinkan peserta didik membangun koneksi antara kaidah tekstual dan konteks visual, sementara ilustrasi semantik untuk kosakata seperti sahm dan saqr secara simultan mengaktifkan sistem verbal dan visual, sehingga proses mengingat makna menjadi lebih efektif. Temuan ini mengimplikasikan bahwa pengembangan media pembelajaran nahwu hendaknya mengintegrasikan elemen visual secara strategis untuk mendukung motivasi dan keterlibatan peserta didik dalam mempelajari tata bahasa Arab.    
KONSTRUKSI RELASI MENANTU WNI DAN MERTUA WNA DALAM KANAL YOUTUBE KELUARGA BAHAGIA DI JERMAN: ANALISIS WACANA VAN DIJK Jasmine Alya Pramesthi
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 7 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin (Juli)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i7.7323

Abstract

Pernikahan multikultural membentuk kebiasaan individu yang berbeda dengan kebiasaan yang telah terbentuk sebelumnya. Sepasang suami istri tidak hanya berupaya dalam menyatukan dua kepala saja, dimana seorang pasangan suami istri perlu adanya proses adaptasi dengan mertua. Pengalaman yang dibagikan oleh pemilik YouTube channel Keluarga Bahagia di Jerman dengan judul video “NASIB PUNYA MERTUA BULE | BEGINI RASANYA JADI MENANTU ORANG JERMAN”. Dalam menjelaskan bagaimana gambaran hubungan menantu WNI dengan mertua WNA, peneliti melakukan penelitian dengan pendekatan kualitatif jenis analisis wacana melalui model analitik Van Dijk. Berdasarkan pada teksnya, dijelaskan bahwa tema yang hendak dibawakan oleh Trisna sebagai pembicara ialah pengalaman sebagai menantu warga negara Jerman yang disampaikan melalui skematik yakni adanya pendahuluan, badan narasi, hingga penutup. Kemudian penekanan dilakukan bahwa pembicara tidak memiliki intensi buruk dalam menyudutkan budaya yang berkembang di Indonesia mengenai mertua dan menantu. Pengetahuan yang dibawakan oleh pembicara mengenai budaya yang berkembang di Indonesia dan Jerman. Informasi-informasi mengenai pengetahuannya disampaikan sebagai fondasi dari narasi mengenai perbedaan budaya keduanya yang. Kemudian pengetahuan yang dimiliki pembicara didukung oleh opini dan sikap dari pembicara. Sedangkan pada dimensi konteks sosial, narasi didasarkan oleh perbedaan budaya antara Indonesia dan Jerman yang mengatur hubungan antara mertua dan menantu yang pembicara anggap bahwa hubungan mertua dan menantu di Jerman tidak adanya kecanggungan seperti yang umum ditemukan di Indonesia. Dalam menyusun studi berikutnya, peneliti menyarankan untuk melakukan studi komparasi yang dapat dilakukan dengan metode fenomenologi untuk mendapatkan hasil yang lebih mendalam.
KERANGKA KONSEPTUAL PENGUATAN LITERASI DIGITAL GURU SEKOLAH DASAR DI WILAYAH 3T MELALUI KOMUNITAS BELAJAR DAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA BERBASIS LURING Jastin Martino
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 7 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin (Juli)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i7.7327

Abstract

Ketimpangan digital di sekolah dasar wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) terus membesar akibat ketidaksesuaian antara kebijakan digitalisasi berbasis awan dan keterbatasan infrastruktur lokal. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan merumuskan kerangka konseptual terpadu yang mengintegrasikan Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) Strategis dan teknologi tepat guna berbasis luring untuk mengikis jurang literasi digital guru pedesaan melalui pendekatan sintesis literatur sekunder dan kebijakan. Analisis dilakukan terhadap  artikel yang teruji melalui Mixed Methods Appraisal Tool (MMAT) kurun waktu 2021-2026 serta dokumen regulasi resmi. Hasil sintesis mengindikasikan bahwa pendekatan berbasis pengadaan fisik dan sistem awan berisiko memicu kecemasan digital serta pembiayaan mandiri yang memicu demotivasi guru. Sebaliknya, temuan literatur sekunder mendokumentasikan bahwa transisi menuju sistem berbasis luring dan pendampingan sejawat dalam Komunitas Belajar Kelompok Kerja Guru (Kombel KKG) dapat menciptakan rasa aman secara psikologis. Studi terdahulu mencatat peningkatan skor rata-rata literasi digital guru dari 58 menjadi 82 melalui program mentoring terstruktur. Berdasarkan sintesis tersebut, penelitian ini mengusulkan model konseptual di mana keberhasilan intervensi ditentukan oleh interaksi antara peran kepala sekolah sebagai strategic HR enabler, adopsi teknologi tepat guna, serta reorientasi 20% Mandatory Spending APBD oleh Bapperida dan Dinas Pendidikan. Kerangka konseptual ini berkedudukan sebagai model teoretis yang memerlukan pengujian nyata dan uji coba lapangan di wilayah 3T.
PERKAWINAN LINTAS NEGARA PADA ERA DIGITAL NOMAD: REKONSTRUKSI KONSEP DOMISILI DALAM HUKUM KELUARGA ISLAM Wiwit Musaadah; Briliantina Indrati
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 8 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin (Agustus)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i8.7321

Abstract

Konsep domisili tunggal berbasis tempat tinggal fisik yang menopang fikih munakahat klasik dan hukum positif Indonesia semakin kehilangan daya jelasnya di hadapan pasangan Muslim digital nomad, yang pusat kehidupannya tempat tinggal, pekerjaan, sekolah anak, dan aktivitas digital kini tersebar lintas yurisdiksi. Artikel ini bertujuan merekonstruksi konsep domisili keluarga Muslim agar tetap relevan dengan mobilitas global abad ke-21 tanpa kehilangan basis maqashid al-syari'ah, melalui penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, perbandingan hukum atas lima yurisdiksi (Indonesia, Malaysia, Turki, Inggris, dan Uni Emirat Arab), serta pendekatan maqashid. Hasil kajian menunjukkan bahwa ketidakjelasan domisili menimbulkan kekosongan hukum pada keabsahan dan pencatatan perkawinan, penentuan yurisdiksi nafkah dan perceraian, hak asuh, kewarganegaraan anak, dan waris, dengan beban risiko terbesar jatuh pada isteri dan anak. Kebaruan artikel ini adalah model konseptual Flexible Islamic Domicile Framework, yang memaknai domisili keluarga Muslim secara fungsional-gradual melalui sembilan indikator pusat kehidupan keluarga, hubungan ekonomi, tempat pendidikan anak, intensitas aktivitas digital, kewarganegaraan, keterikatan relasional, kepentingan terbaik anak, perlindungan hak perempuan, dan kemaslahatan keluarga secara keseluruhan sebagai basis argumentasi bagi pembaruan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974, Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019, Kompilasi Hukum Islam, dan praktik administrasi Pengadilan Agama.
STRATEGI PERENCANAAN KURIKULUM MASA DEPAN BERBASIS PREDICTIVE ANALYTICS DAN KECERDASAN BUATAN Nandha Eka Fajarindhy; Siti Aimah
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 8 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin (Agustus)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i8.7333

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi perencanaan kurikulum masa depan melalui pemanfaatan predictive analytics, kecerdasan buatan, dan system dynamics dalam kerangka tata kelola pendidikan berbasis data. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kepustakaan (library research). Korpus utama terdiri atas 12 sumber yang mencakup dokumen kebijakan pendidikan nasional, laporan tren pasar kerja, literatur mengenai predictive analytics dan kecerdasan buatan dalam pendidikan, serta literatur tentang system dynamics dan tata kelola berbasis data. Data dianalisis menggunakan teknik analisis konten melalui tahapan unitisasi dan pengodean, sintesis konseptual, serta formulasi kerangka. Hasil sintesis menunjukkan bahwa data pendidikan pada tingkat mikro berpotensi dihubungkan dengan informasi perubahan kebutuhan kompetensi pada tingkat makro untuk mendukung perencanaan kurikulum yang lebih adaptif. Penelitian ini menghasilkan arsitektur konseptual empat lapis yang terdiri atas Data Ingestion Layer, Analytics and Modeling Engine, Curriculum Adaptation Layer, dan Data-Driven Policy and Governance. Kerangka tersebut menempatkan predictive analytics sebagai pendukung identifikasi pola dan kebutuhan, system dynamics sebagai pendekatan untuk membaca hubungan antarvariabel dan kemungkinan konsekuensi kebijakan, serta kecerdasan buatan sebagai perangkat pendukung analisis dan personalisasi. Temuan juga menunjukkan bahwa penerapan kerangka tersebut tetap memerlukan human oversight, kualitas data, interoperabilitas sistem, perlindungan privasi, kesiapan infrastruktur, serta validasi empiris sebelum dipertimbangkan untuk implementasi pada skala yang lebih luas.
ANALISIS DESKRIPTIF PERSEPSI MAHASISSWA TERHADAP PETA KONSEP DAN RINGKASAN TEKS LINEAR DALAM MENDUKUNG DAYA INGAT Yeni Pita Sari; Nanda Yustina; Khoirunnisya Dalimunthe
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 8 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin (Agustus)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i8.7338

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan membandingkan persepsi mahasiswa terhadap penggunaan media Ringkasan Teks Linear dan Peta Konsep dalam mendukung daya ingat pada mata kuliah Anatomi dan Fisiologi Tubuh, khususnya materi Sistem Saraf. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif yang melibatkan 28 mahasiswa yang telah mempelajari materi Sistem Saraf dengan menerapkan kedua media belajar secara bertahap. Instrumen penelitian berupa angket terstruktur dengan skala Likert 1-4 yang mengukur indikator daya ingat, yaitu mengingat istilah, retensi jangka panjang, dan kemudahan recall, serta instrumen perbandingan langsung preferensi mahasiswa. Uji validitas dan reliabilitas instrumen menunjukkan bahwa seluruh butir pernyataan valid (r hitung > 0,374), dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,834 untuk Ringkasan Teks Linear, 0,862 untuk Peta Konsep, dan 0,788 untuk instrumen perbandingan langsung. Hasil analisis menunjukkan bahwa Peta Konsep memperoleh rata-rata skor lebih tinggi pada indikator mengingat istilah penting (2,75 vs 2,68) dan ketahanan memori jangka panjang (2,61 vs 2,57), sementara Ringkasan Teks Linear memperoleh skor lebih tinggi pada kemudahan recall saat kuis mendadak (2,46 vs 2,43). Mayoritas mahasiswa (42,86%) menyatakan bahwa kedua media sama-sama mendukung daya ingat. Temuan ini mengindikasikan bahwa Peta Konsep dan Ringkasan Teks Linear bersifat komplementer, dengan Ringkasan Teks Linear lebih mendukung tahap awal pemahaman dan Peta Konsep lebih mendukung tahap konsolidasi memori.
EDUKASI EKOLOGIS MELALUI PRAKTIK ECOPRINT TOTEBAG PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI KUNINGAN BLITAR Sakira Kusuma Ayu Maharani; Dessy Ratnasari; Made Diyah Putri Martinasari
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 8 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin (Agustus)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i8.7339

Abstract

Pengintegrasian pendidikan lingkungan hidup berbasis seni terapan merupakan pendekatan strategis dalam menumbuhkan kesadaran ekologis dan keterampilan psikomotorik anak usia sekolah dasar. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema "Dari Alam untuk Edukasi dengan Empati" dilaksanakan di SDN Kuningan Blitar pada tanggal 1 Agustus 2026. Program ini bertujuan untuk mengenalkan teknik ecoprint pounding pada media totebag berbahan kain blacu yang telah melalui proses pengolahan awal (mordanting) oleh Tim PkM EDURA. Subjek kegiatan terdiri dari 8 siswa (terdiri dari kelas 1 hingga kelas 4) yang dipilih secara convenience sampling. Evaluasi ketercapaian kegiatan dilakukan melalui instrumen angket respon sikap dan persepsi pembelajaran menggunakan skala Guttman (10 butir pernyataan dikotomis) serta analisis deskriptif terhadap kesan tertulis siswa. Hasil pengukuran kuantitatif menunjukkan tingkat respon positif sebesar 93,75% secara keseluruhan. Dimensi keterampilan proses dan tangan (Kategori B) serta kebanggaan hasil karya (Q10) mencapai persentase respon positif 100%. Dimensi minat dan antusiasme (Kategori A) serta kesadaran lingkungan (Kategori C) masing-masing memperoleh 91,67%, sedangkan dimensi kerjasama sosial (Kategori D) memperoleh 93,75%. Temuan deskriptif mengindikasikan potensi stimulasi empati terhadap flora lokal melalui aktivitas fisik pemukulan daun dan bunga. Ditemukan pula dinamika di mana perbedaan tingkat kelas berpotensi memengaruhi persepsi kemandirian replikasi di rumah dan kecenderungan penggunaan alat kerja. Secara keseluruhan, praktik ecoprint sederhana ini memperoleh respon positif yang sangat tinggi dari peserta sebagai aktivitas edukasi ekologis interaktif di tingkat sekolah dasar, meskipun temuan bersifat deskriptif terbatas pada kelompok peserta kegiatan.
HUBUNGAN CARA MEMBAWA TAS SATU SISI DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA MAHASISWA PENGGUNA BACKPACK Khoirunnisya Dalimunthe; Nanda Yustina; Yeni Pita Sari
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 8 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin (Agustus)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i8.7343

Abstract

Penggunaan backpack di kalangan mahasiswa menjadi pilihan utama karena dianggap ergonomis dan mampu mendistribusikan beban secara simetris. Namun, realitas menunjukkan banyak mahasiswa justru membawa backpack hanya pada satu sisi bahu, menciptakan beban asimetris yang memicu keluhan muskuloskeletal. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara perilaku membawa tas satu sisi dengan keluhan nyeri otot pada mahasiswa pengguna backpack. Studi cross-sectional melibatkan 34 mahasiswa Teknik Industri Universitas Malikussaleh yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mengukur karakteristik demografi, perilaku penggunaan tas dan 12 keluhan musculoskeletal. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi ?=0,05. Hasil menunjukkan 91,2% responden menggunakan backpack, namun 55,9% selalu membawanya di satu bahu. Prevalensi keluhan muskuloskeletal sangat tinggi (88,2%), dengan keluhan tertinggi: nyeri berkurang saat tas dilepas (73,5%), cepat lelah fisik (70,6%), nyeri bahu (61,8%), dan nyeri punggung atas (61,8%). Uji bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara sisi bahu dominan dengan nyeri bahu (p=0,028), posisi tas terlalu rendah dengan nyeri pinggang (p=0,033), posisi bahu diangkat dengan nyeri leher (p=0,038), kebiasaan memegang tali dengan kesemutan (p=0,041), dan durasi pemakaian dengan kelelahan fisik (p=0,022). Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan backpack tidak menjamin keamanan ergonomis jika perilaku penggunaannya keliru. Kebiasaan membawa backpack satu sisi, posisi tas terlalu rendah, bahu diangkat, dan durasi pemakaian lama merupakan faktor risiko utama keluhan muskuloskeletal.