cover
Contact Name
Dek Ngurah Laba Laksana
Contact Email
laba.laksana@gmail.com
Phone
+6281236659407
Journal Mail Official
jurnal.citramultidisiplin@gmail.com
Editorial Address
Jalan Trans Bajawa-Ende., Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, NTT
Location
Kab. ngada,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Citra Multidisiplin
Published by STKIP Citra Bakti
ISSN : -     EISSN : 31238130     DOI : https://doi.org/10.38048/jcm
Jurnal Citra Multidisiplin (JCM) diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti. Jurnal ini menerima manuscript dengan kajian multidisiplin seperti: pendidikan, humaniora, sains, kesehatan, dan berbagai bidang ilmu lainnya baik dalam bentuk naskah kajian literatur, kajian penelitian, atau hasil kegiatan pengabdian masyarakat. Jurnal ini memiliki ISSN 3123-8130. JCM diterbitkan setiap bulan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 75 Documents
DEPRESIASI RUPIAH DAN KERENTANAN EKONOMI MASYARAKAT: ANALISIS EFEKTIVITAS KEBIJAKAN PANGAN DI INDONESIA Putri Nurjana; Lulu Aperianti; Sofa Sofiyanty
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 6 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin (Juni)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i6.7013

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak depresiasi rupiah terhadap kerentanan ekonomi masyarakat dan efektivitas kebijakan pangan pemerintah dalam merespons kondisi tersebut. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat meningkatkan biaya impor komoditas pangan dan bahan baku produksi sehingga mendorong kenaikan harga pangan domestik, dan menurunkan daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan mengkaji jurnal ilmiah, buku, data Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Pangan Nasional, serta laporan kebijakan pemerintah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa depresiasi rupiah berkontribusi terhadap inflasi pangan dan meningkatnya kerentanan ekonomi masyarakat. Pemerintah merespons kondisi tersebut melalui subsidi pangan, operasi pasar, bantuan sosial, stabilisasi harga, dan penguatan cadangan pangan nasional. Kebijakan tersebut cukup efektif dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan, namun implementasinya masih menghadapi kendala berupa ketimpangan distribusi pangan antarwilayah, ketergantungan pada impor komoditas strategis, serta keterbatasan akses kelompok rentan terhadap program pangan. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan pangan yang lebih terintegrasi, tepat sasaran, dan berkelanjutan guna memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.
KEBIJAKAN PENGELOLAAN SAMPAH DALAM MENDUKUNG KELESTARIAN LINGKUNGAN DI INDONESIA Misbahatus Sa’adah; Rianti Sintia Sari; Nurpina
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 6 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin (Juni)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i6.7017

Abstract

Permasalahan sampah menjadi salah satu tantangan lingkungan yang terus meningkat di Indonesia akibat pertumbuhan penduduk, urbanisasi, dan perubahan pola konsumsi masyarakat. Pengelolaan sampah yang tidak optimal berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan masyarakat, dan penurunan kualitas ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pengelolaan sampah dalam mendukung kelestarian lingkungan di Indonesia, mengidentifikasi hambatan implementasinya, serta mengkaji berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan memanfaatkan berbagai sumber sekunder berupa artikel ilmiah, buku, regulasi, dan dokumen kebijakan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah telah menetapkan berbagai kebijakan pengelolaan sampah, seperti Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah dan berbagai program pengurangan sampah berbasis prinsip 3R (reduce, reuse, dan recycle). Namun, implementasi kebijakan masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain rendahnya kesadaran masyarakat, keterbatasan sarana dan prasarana, serta belum optimalnya pengawasan dan koordinasi antar pemangku kepentingan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan edukasi lingkungan, peningkatan partisipasi masyarakat, pengembangan fasilitas pengelolaan sampah, serta sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat guna mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan mendukung kelestarian lingkungan.
PENGGUNAAN QUIZIZZ SEBAGAI EVALUASI PEMBELAJARAN PAI & BUDI PEKERTI DI SMPN 19 SURAKARTA Erlita Kusuma Dewi; Ari Anshori
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 6 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin (Juni)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i6.7020

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan Quizizz sebagai media evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMP Negeri 19 Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan kombinasi data kualitatif dan kuantitatif sederhana. Subjek penelitian terdiri dari 30 peserta didik kelas VII B dan 1 guru mata pelajaran. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi nilai hasil kuis berbasis Quizizz. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai peserta didik dari 68,4 menjadi 80,2 setelah penggunaan Quizizz. Selain itu, peserta didik menunjukkan peningkatan keterlibatan dalam pembelajaran melalui partisipasi aktif, antusiasme dalam menjawab soal, serta respons cepat terhadap umpan balik yang diberikan sistem. Guru juga menyatakan bahwa Quizizz mempermudah proses evaluasi karena hasil penilaian ditampilkan secara otomatis dan dapat digunakan untuk mengidentifikasi kesulitan belajar peserta didik. Dengan demikian, Quizizz dapat digunakan sebagai media evaluasi pembelajaran yang membantu meningkatkan keterlibatan peserta didik dan efektivitas proses penilaian dalam pembelajaran PAI dan Budi Pekerti.
COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGEMBANGAN WISATA RELIGI MASJID RAYA BAITURRAHMAN DI KOTA BANDA ACEH Dirma Wardatul Rizki; M. Rafi; Afrijal
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 6 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin (Juni)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i6.7021

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan collaborative governance dalam pengembangan wisata religi Masjid Raya Baiturrahman di Kota Banda Aceh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, UPTD Pengelola Masjid Raya Baiturrahman, pelaku usaha pariwisata, pengunjung, dan pihak terkait lainnya yang terlibat dalam pengembangan wisata religi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan collaborative governance berjalan melalui komunikasi dan koordinasi antar pemangku kepentingan, pembagian peran yang jelas, serta komitmen bersama dalam menjaga fungsi religius dan nilai historis Masjid Raya Baiturrahman. Faktor pendukung kolaborasi meliputi partisipasi aktif masyarakat, dukungan pemerintah, dan sinergi antar lembaga. Adapun hambatan yang ditemukan tidak berupa konflik terbuka, tetapi berkaitan dengan belum optimalnya regulasi formal dan koordinasi kelembagaan yang berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa collaborative governance berperan penting dalam menjaga keseimbangan antara fungsi ibadah, pelestarian nilai budaya, dan pengembangan wisata religi secara berkelanjutan di Masjid Raya Baiturrahman.
A TEACHER’S PERCEPTION OF INTRALINGUAL INTERFERENCE IN EFL SPEAKING: A NARRATIVE INQUIRY FROM A REMOTE ISLAND SCHOOL IN MADURA, INDONESIA ach fauzi
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 6 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin (Juni)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i6.7060

Abstract

Intralingual interference, which refers to errors originating from the target language system itself rather than the learners’ first language, remains a persistent challenge in English as a Foreign Language (EFL) learning. However, studies examining how teachers in remote and resource-limited contexts perceive this phenomenon are still limited. This study aims to investigate an experienced EFL teacher’s perception of intralingual interference in students’ speaking performance at a public secondary school in Gili Genting Island, Madura, Indonesia. The study employed a narrative inquiry design. Data were collected through semi-structured interviews with a female English teacher (T1), a native speaker of Madurese with five years of teaching experience at the school. The data were analyzed using thematic analysis. The findings reveal that T1 identified four dominant forms of intralingual interference in students’ English speech, namely grammatical overgeneralization, phonological substitution, lexical confusion, and unsystematic code-switching. According to the teacher, these patterns are linked to students’ limited mastery of English forms and are influenced by sociocultural factors, particularly Madurese cultural identity, including social hierarchy norms, politeness, and cultural pride. T1 also perceived that these factors contribute to communication anxiety and the tendency to use indirect speech strategies in English communication. To address these challenges, the teacher highlighted culturally responsive pedagogy, targeted phonological practice, and guided translanguaging as useful classroom approaches. The study emphasizes the importance of teachers’ perspectives in understanding EFL learning challenges in geographically marginalized and culturally distinctive contexts, and highlights the need for culturally responsive teacher professional development.
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF PADA MATERI DIAGRAM BATANG Fenny Puji Rahayu; Dek Ngurah Laba Laksana
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 6 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin (Juni)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i6.7081

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar matematika siswa kelas V pada materi diagram batang melalui penerapan pembelajaran kooperatif. Penelitian dilaksanakan di SDN 1 Wringinrejo, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi dengan melibatkan 15 siswa kelas V. Penelitian menggunakan desain one-group pretest-posttest classroom study yang dilaksanakan dalam satu kali pertemuan selama 6 × 35 menit. Data penelitian diperoleh melalui tes hasil belajar dan lembar observasi aktivitas siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai siswa meningkat dari 55 pada saat pretest menjadi 98 pada saat posttest. Persentase ketuntasan belajar meningkat dari 26,67% menjadi 93,33%, dengan 14 dari 15 siswa mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Hasil observasi juga menunjukkan bahwa siswa terlibat aktif dalam kegiatan diskusi kelompok, penyusunan diagram batang, serta presentasi hasil kerja kelompok. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan aktivitas belajar dan membantu siswa memahami konsep penyajian data dalam bentuk diagram batang secara lebih baik. Oleh karena itu, model pembelajaran kooperatif dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran matematika untuk meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar siswa sekolah dasar.
PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN MELALUI INTEGRASI KEBIJAKAN LINGKUNGAN, SOSIAL, DAN EKONOMI BERBASIS SYARIAH Nur Faradisa; Fina Salsabila; Natasya Bethari; Dhiya Safriza Fahrina; Nofriadi
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 6 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin (Juni)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i6.7095

Abstract

Pembangunan berkelanjutan menuntut keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan nilai-nilai syariah ke dalam kebijakan pembangunan sebagai upaya memperkuat efektivitas dan keberlanjutan program pembangunan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui integrasi kebijakan lingkungan, sosial, dan ekonomi berbasis syariah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai literatur akademik, dokumen kebijakan, dan praktik implementasi di beberapa daerah di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi prinsip syariah dapat diwujudkan melalui kebijakan lingkungan yang berorientasi pada pelestarian sumber daya alam, kebijakan sosial yang menekankan keadilan dan pemberdayaan masyarakat, serta kebijakan ekonomi yang memanfaatkan instrumen keuangan sosial Islam seperti zakat, infak, sedekah, wakaf, dan pembiayaan hijau berbasis syariah. Praktik implementasi di Provinsi Aceh dan Kota Palopo menunjukkan bahwa pendekatan berbasis syariah berpotensi mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Namun demikian, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan regulasi, koordinasi lintas sektor yang belum optimal, serta rendahnya partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan daerah, peningkatan kapasitas kelembagaan, dan pengembangan indikator pembangunan yang selaras dengan nilai-nilai maqashid syariah.
IMPLEMENTASI LAYANAN TANYA PUSTAKAWAN DALAM MENDUKUNG LAYANAN REFERENSI VIRTUAL DI PERPUSTAKAAN NASIONAL RI Nirma Yuniar; Nurmaya Prahatmaja; Encang Saepudin
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 7 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin (Juli)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i7.7242

Abstract

Layanan tanya pustakawan merupakan salah satu bentuk layanan referensi virtual yang dikembangkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia untuk membantu pemustaka memperoleh informasi tanpa harus datang langsung ke perpustakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi layanan tanya pustakawan dalam mendukung layanan referensi virtual di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui teknik wawancara kepada pustakawan layanan tanya pustakawan serta observasi langsung terhadap pelaksanaan layanan. Penelitian ini melibatkan empat orang pustakawan sebagai informan. Jumlah tersebut dipilih karena keempat informan tersebut memiliki pengalaman langsung dalam pelaksanaan layanan tanya pustakawan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan tanya pustakawan dilaksanakan melalui dua media komunikasi berbasis teks, yaitu live chat menggunakan aplikasi tawk.to dan e-mail, dengan alur kerja yang terstruktur mulai dari penerimaan pertanyaan, sapaan pembuka, penelusuran informasi, hingga penutupan percakapan. Pustakawan berperan tidak hanya sebagai penjawab pertanyaan, tetapi juga sebagai fasilitator dan pendamping informasi yang membantu memperluas akses layanan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia kepada masyarakat di luar wilayah Jabodetabek. Kendala yang ada pada layanan referensi virtual yaitu kendala teknis dan kendala komunikasi.
VITALITAS NYADRAN DALAM MASYARAKAT MUSLIM JAWA KONTEMPORER: ANALISIS FUNGSIONALISME ROBERT K. MERTON PADA EMPAT LOKUS DI BANTUL DAN SLEMAN Ahmad Mughis Mabruri
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 7 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin (Juli)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i7.7295

Abstract

Tradisi Nyadran merupakan salah satu bentuk praktik keagamaan Islam-Jawa yang telah bertahan selama berabad-abad. Penelitian ini bertujuan menganalisis vitalitas tradisi Nyadran melalui kerangka fungsionalisme Robert K. Merton dengan fokus pada perbedaan konteks sosial dan lokus pelaksanaan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian dilakukan di empat lokasi, yaitu Pelem Sewu (Sewon, Bantul), Wonokromo (Pleret, Bantul), Jomblang (Banguntapan, Bantul), dan Ngropoh (Condongcatur, Sleman). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap juru kunci makam, tokoh agama, panitia Nyadran, dan warga biasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat variasi bentuk pelaksanaan yang dipengaruhi oleh faktor sosial, geografis, dan kultural masing-masing lokus, nilai inti tradisi Nyadran meliputi doa bersama, penghormatan leluhur, dan penguatan solidaritas tetap terjaga. Fungsi laten yang paling dominan adalah mobilisasi sosial dan penguatan silaturahmi antarmasyarakat, sementara disfungsi yang muncul bersifat minim. Temuan ini mengkonfirmasi argumen Merton bahwa tradisi bertahan bukan semata karena tujuan manifesnya, melainkan karena akumulasi fungsi laten yang relevan secara sosial. Variasi ekspresi keberagamaan tidak melemahkan, melainkan justru memperkuat daya tahan tradisi dalam konteks Muslim Jawa kontemporer.
ANALISIS DAYA SAING WISATA DI DESTINASI PUNCAK BADEAN KABUPATEN JEMBER Degita Danur Suharsono; Mushthofa Kamal; Julien Arief Wicaksono; Rizqi Febrian Pramudita; Gullit Tornado Taufan
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 7 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin (Juli)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i7.7297

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis daya saing destinasi wisata alam Puncak Badean menggunakan model Dwyer dan Kim. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara semi terstruktur. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima elemen daya saing meliputi core resources, supporting resources, destination management, demand conditions, dan situational conditions, telah teridentifikasi, tetapi tingkat pengembangannya belum merata dengan baik di destinasi wisata Puncak Badean, meskipun masih memerlukan penguatan pada aspek infrastruktur, promosi digital, dan sumber daya manusia. Hasil penelitian menunjukkan elemen terkuat daya saing destinasi wisata Puncak Badean adalah core resoursces dan elemen terlemah adalah supporting resources. Temuan ini penting sebagai dasar penyusunan strategi pengembangan daya saing destinasi wisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan di destinasi wisata Puncak Badean.