cover
Contact Name
Hasan Syahrizal
Contact Email
hasansyahrizal311@gmail.com
Phone
+6282352818690
Journal Mail Official
qawiunjurnal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sederhana Lorong Lambang Sari No.959, RT 001 RW. 006, Kelurahan Tembilahan Hulu Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau, Indonesia
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
QAWIUN : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 31103391     DOI : https://doi.org/10.61104/qw.v1i2
QAWIUN : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (e-ISSN 3110-3391 LINK) adalah jurnal akses terbuka yang ditinjau oleh rekan sejawat yang mengikuti kebijakan tinjauan single-blind. Ruang lingkup publikasi mencakup bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat yang berfokus pada inovasi sosial, pemberdayaan komunitas, dan kolaborasi lintas sektor dalam membangun keberlanjutan masyarakat. Kajian yang diterbitkan meliputi pemberdayaan masyarakat melalui penelitian partisipatif, inovasi sosial dan teknologi tepat guna, kemitraan perguruan tinggi dan masyarakat, pengembangan ekonomi lokal dan kewirausahaan sosial, pendidikan serta literasi berbasis komunitas, dan inisiatif kesehatan masyarakat di tingkat akar rumput. Fokus jurnal ini juga mencakup penguatan lembaga lokal dan pembangunan berkelanjutan, serta kolaborasi multi-pemangku kepentingan antara perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan lembaga swadaya masyarakat. Jenis naskah yang diterima meliputi hasil penelitian terapan, studi kasus, praktik terbaik, evaluasi program, dan policy brief yang menggunakan pendekatan metodologis berbasis partisipasi dengan menekankan dampak nyata terhadap masyarakat serta keterkaitannya dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). QAWIUN: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat akan mempublikasikan artikel terpilih di bawah lisensi Creative Commons Attribution ShareAlike 4.0 International License.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 40 Documents
Perhatian sebagai Komoditas dalam Media Sosial Anggie Elma Acintya; Keysha Mutia Ranandityas; Gita Permatasari; Vieronica Varbi Sununianti; Istiqoma; Deni Aries Kurniawan
QAWIUN : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publiseher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qw.v2i1.789

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah cara masyarakat berinteraksi sekaligus membentuk mekanisme baru dalam produksi nilai di era digital. Perhatian pengguna tidak lagi sekadar aktivitas personal, tetapi menjadi sumber daya ekonomi yang dimanfaatkan oleh platform digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana perhatian dikomodifikasi dalam media sosial serta dampaknya terhadap kehidupan sosial. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur terhadap berbagai jurnal ilmiah dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa media sosial mengelola keterlibatan pengguna melalui algoritma dan fitur yang mendorong interaksi berkelanjutan. Aktivitas seperti melihat dan menyukai konten berkontribusi pada nilai ekonomi melalui sistem iklan dan monetisasi. Selain itu, perhatian juga berfungsi sebagai kapital baru yang dapat menghasilkan keuntungan. Fenomena ini turut mempengaruhi pola interaksi, pembentukan identitas, dan cara masyarakat memaknai informasi di ruang digital.
Ritual Chat Formal: Ketika Kesantunan Mahasiswa Hanya Sebatas Template Digital Fadillah Nur Habibah M; Miftahul Janna; Sari Septia Ningsih; Vieronica Varbi Sununianti; Deni Aries Kurniawan; Istiqoma
QAWIUN : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publiseher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qw.v2i1.796

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi fenomena etika komunikasi mahasiswa kepada dosen melalui media digital dalam perspektif Jean Baudrillard dengan menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap tiga informan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi akademik telah memasuki tahap simulakra, di mana penggunaan template pesan kaku menciptakan "topeng digital" yang tidak lagi merepresentasikan rasa hormat tulus, melainkan sekadar produksi citra untuk memenuhi ekspektasi formalitas. Kondisi hiperrealitas juga ditemukan melalui fakta bahwa mahasiswa lebih mencemaskan kesalahan teknis pada layar daripada kesalahan sikap dalam interaksi fisik, yang membuktikan bahwa representasi digital kini dianggap lebih nyata dalam menentukan status etis seseorang. Fenomena ini berujung pada matinya makna, di mana ungkapan santun direduksi menjadi sekadar "kode akses" administratif demi kelancaran urusan birokrasi akademik. Secara keseluruhan, melimpahnya simbol kesantunan di ruang digital justru menyembunyikan kekosongan makna dan mengakibatkan alienasi karakter mahasiswa akibat mekanisasi hubungan pedagogis yang kering akan nilai kemanusiaan.
Perceraian Dalam Fiqh Mazhab Dan Sistem Peradilan: Kajian Komparatif Antara Talak Raj'i, Bain, Khulu' Dan Talak Tiga Siti Khodijah; Muhammad Ammar Adly
QAWIUN : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publiseher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qw.v2i1.805

Abstract

Penelitian ini mengkaji secara komparatif berbagai bentuk perceraian dalam fiqh mazhab talak raj'i, bain, khulu', dan talak tiga sekaligus serta implikasinya dalam sistem peradilan Islam Indonesia. Persoalan talak di luar pengadilan versus talak di depan sidang pengadilan agama, serta perlindungan hak perempuan melalui cerai gugat, menjadi fokus utama. Dengan menggunakan pendekatan normatif-komparatif dan merujuk pada kitab-kitab klasik mazhab empat, peraturan perundang-undangan, dan literatur kontemporer, penelitian ini menemukan bahwa: (1) perbedaan mazhab dalam klasifikasi dan syarat talak memiliki implikasi signifikan terhadap hak suami-istri; (2) talak tiga sekaligus memperoleh perlakuan berbeda antara mazhab Hanafi, Maliki, Syafi'i, Hanbali, dan pendapat ulama kontemporer; (3) hukum positif Indonesia melalui UU No. 1/1974 dan KHI mengadopsi pendekatan tertentu yang tidak selalu selaras dengan semua pandangan mazhab; (4) mekanisme cerai gugat dalam hukum positif memberikan ruang perlindungan bagi perempuan namun masih menyisakan kesenjangan implementasi. Penelitian ini berkontribusi pada upaya harmonisasi antara fiqh klasik dan pembaruan hukum keluarga Islam di Indonesia.
Uji Aktivitas Antioksidan Kombinasi Ekstrak Daun Alpukat (Persea americana Mill.) dan Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) dengan Metode DPPH. Aldo Fernando RY; Diannurardiani; Indra Syaiful Rohman; Meidina Puspita Ayundi; Miryam Elisia Aruri; Orin Berliyanda; Puspita Dew
QAWIUN : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publiseher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qw.v2i1.808

Abstract

Radikal bebas merupakan molekul reaktif yang dapat memicu berbagai penyakit degeneratif. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan dari kombinasi ekstrak daun alpukat (Persea americana Mill.) dan daun jambu biji (Psidium guajava L.). Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Aktivitas antioksidan dievaluasi menggunakan uji 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH) melalui pengukuran serapan secara spektrofotometri pada panjang gelombang 480 nm. Selain itu, dilakukan skrining fitokimia untuk mengidentifikasi kandungan metabolit sekunder seperti tanin/fenolik, flavonoid, alkaloid, dan saponin. Berdasarkan data yang diperoleh, kurva linearitas R2 = 0.401 dan pola serapan tidak menunjukkan korelasi negatif antara konsentrasi dan serapan. Nilai serapan justru meningkat seiring penambahan konsentrasi sampel, yang mengindikasikan adanya galat pada pengukuran atau preparasi sampel (pengenceran atau perlakuan blanko). Oleh karena itu, penentuan nilai IC50 tidak dapat dilakukan secara valid dengan data saat ini. Evaluasi ini menjadi landasan penting bagi optimalisasi prosedur laboratorium dan standarisasi lingkungan pada penelitian selanjutnya agar potensi kombinasi ekstrak daun alpukat dan daun jambu biji sebagai sumber antioksidan alami dapat ditentukan secara akurat.
Perbandingan 10 Desa/Kampung Wisata Berdasarkan 8 Kriteria, 23 Subkriteria, dan 79 Indikator Desa Wisata Felix Effny
QAWIUN : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publiseher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qw.v2i1.822

Abstract

Penelitian ini bertujuan membandingkan 10 desa/kampung wisata berdasarkan 8 kriteria, 23 subkriteria, dan 79 indikator desa wisata untuk mengetahui tingkat kesiapan, keunggulan, kendala, serta potensi pengembangannya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Objek penelitian meliputi desa wisata di wilayah Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Serang, Lebak, dan Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar desa wisata telah memenuhi indikator utama, terutama pada aspek daya tarik alam dan budaya, partisipasi masyarakat, legalitas kelembagaan, serta pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi. Namun, masih ditemukan berbagai kendala seperti keterbatasan fasilitas homestay, toilet, penerapan CHSE, kualitas sumber daya manusia, dan hambatan adat istiadat tertentu. Meskipun demikian, setiap desa wisata memiliki potensi pengembangan yang beragam, seperti ecotourism, cultural tourism, wellness tourism, edu-tourism, hingga river tourism yang dapat mendukung pembangunan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Praktik Disiplin dan Normalisasi Mahasiswa FISIP Universitas Sriwijaya Perspektif Michel Foucault M Redho Nopansyah; Yusela Anida; Cantika; Viero Varbi Sununianti; Istiqoma; Deni Aries Kurniawan
QAWIUN : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publiseher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qw.v2i1.840

Abstract

Penelitian ini membahas praktik disiplin dan normalisasi dalam kehidupan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sriwijaya dengan menggunakan perspektif Michel Foucault. Perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai ruang transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai arena relasi kuasa yang bekerja melalui mekanisme disiplin untuk membentuk perilaku dan kesadaran mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk praktik disiplin, proses normalisasi, serta relevansi konsep panoptikon dalam memahami pengawasan dalam kehidupan kampus. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi dan studi dokumentasi terhadap aktivitas akademik, organisasi mahasiswa, serta aturan kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik disiplin diterapkan melalui sistem kehadiran, evaluasi akademik, batas waktu pengumpulan tugas, dan norma organisasi yang mendorong mahasiswa menyesuaikan diri dengan standar institusi. Pengawasan tidak hanya dilakukan oleh dosen dan institusi, tetapi juga berlangsung melalui interaksi antar mahasiswa serta penggunaan media digital. Selain itu, proses normalisasi membentuk standar mengenai “mahasiswa ideal” yang disiplin, aktif, dan produktif. Perkembangan teknologi digital juga memperluas praktik pengawasan melalui panoptikon digital dalam media sosial dan platform pembelajaran daring. Praktik disiplin tersebut mampu menciptakan keteraturan dan efektivitas akademik, namun pada saat yang sama juga membentuk subjektivitas mahasiswa dan membatasi ruang kebebasan individu. Dengan demikian, disiplin dalam kehidupan kampus dapat dipahami sebagai bentuk kekuasaan yang bekerja secara halus melalui pengawasan dan normalisasi yang berlangsung secara berkelanjutan.
Analisis Implementasi dan Faktor – faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Penyelenggaraan Pendidikan Inklusi Maya Khoirunnisa; Jamilah Tul Barokah; Muhammad Ariq Habibie; Muhammad Fadlan Fadillah; Lyvia Syifa Nurzahra
QAWIUN : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publiseher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qw.v2i1.841

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan inklusi serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilannya di lingkungan pendidikan. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pengkajian literatur dan analisis deskriptif mengenai berbagai kebijakan serta penerapan manajemen pendidikan yang inklusif. Temuan dari riset mengindikasikan bahwa walaupun kebijakan pendidikan inklusi sudah dibuat secara resmi, Penerapannya di lapangan masih belum berada pada tahap yang ideal. Terdapat empat faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan program ini, yaitu: (1) pemerataan implementasi kebijakan yang masih terkendala perbedaan pemahaman antar pendidik , (2) koordinasi manajemen antar pemangku kepentingan yang masih lemah , (3) Keterbatasan kemampuan pengajaran guru dalam mendukung siswa dengan kebutuhan khusus , serta (4) fasilitas dan infrastruktur yang masih kurang memadai. Simpulan penelitian menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan inklusi memerlukan pendekatan manajemen kolaboratif yang sistemik dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia secara berkelanjutan untuk mengatasi hambatan infrastruktur dan pedagogis yang ada.
Dampak Narkoba di Desa Tabbaja Melalui Seminar Edukasi Kepada Masyarakat Berbasis Kesadaran Hukum Muh Sabar; Wahida Rahim; Erwin Permana; Ayu Aya Sofya; Nurul Muzafirah; Arifah Fadilah Andini; Salwa; Muh. Farid Rahman
QAWIUN : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publiseher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qw.v2i1.862

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan kualitatif dengan sumber data primer berupa observasi lapangan, wawancara dengan aparat desa, tokoh masyarakat, dan pemuda Desa Tabbaja, serta dokumentasi kegiatan penyuluhan hukum mengenai dampak narkoba. Data sekunder diperoleh dari jurnal, buku, dan peraturan-peraturan terkait narkotika sebagai landasan teori penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan edukasi penyuluhan hukum tentang dampak narkoba di Desa Tabbaja serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan hukum mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai dampak narkoba terhadap kesehatan, sosial, ekonomi, dan hukum. Selain itu, masyarakat mulai memahami pentingnya peran keluarga, pemerintah desa, dan lingkungan sekitar dalam mencegah peredaran narkoba. Kegiatan penyuluhan dilakukan melalui sosialisasi, diskusi interaktif, serta pembagian materi edukasi kepada masyarakat dan remaja desa. Penyuluhan hukum ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan masyarakat yang aman, sehat, dan bebas dari merangkul narkoba secara berkelanjutan
Melampaui Utopia Non-Kekerasan: Rekonstruksi Teologi Transformatif sebagai Paradigma Epistemik dalam Mengatasi Kekerasan Struktural Modern. Urfaizatur Roviqoh; Ulfi Inarotud Darojah; Citra Ayu Firnanda; Ali Hasan Siswanto
QAWIUN : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publiseher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qw.v2i1.870

Abstract

Realitas kekerasan dalam masyarakat modern menunjukkan transformasi signifikan dari bentuk yang bersifat langsung menuju kekerasan struktural, simbolik, dan digital yang semakin terinternalisasi dalam kesadaran kolektif. Kondisi ini menandakan bahwa kekerasan tidak lagi sekadar fenomena sosial, melainkan telah menjadi bagian dari konstruksi epistemik yang membentuk cara berpikir dan bertindak manusia. Namun demikian, kajian-kajian terdahulu masih cenderung memahami kekerasan sebagai peristiwa kasuistik, serta menempatkan teologi pada ranah normatif yang kurang memiliki daya transformasi sosial. Di sinilah letak kesenjangan penelitian: belum adanya integrasi konseptual antara teologi, filsafat, dan ilmu sosial yang mampu merumuskan paradigma non-kekerasan yang operasional dan transformatif. Artikel ini bertujuan untuk merekonstruksi teologi sebagai paradigma epistemik dalam mengatasi kekerasan struktural modern melalui pendekatan interdisipliner yang menggabungkan teologi transformatif, filsafat kritis, dan spiritualitas tasawuf. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif konseptual dengan analisis kritis-hermeneutik terhadap wacana kekerasan dan teologi. Argumen utama yang diajukan adalah bahwa kekerasan berakar pada krisis kesadaran epistemik dan spiritual, sehingga penanggulangannya memerlukan rekonstruksi teologi yang tidak hanya normatif, tetapi juga praksis dan transformatif. Temuan penelitian ini menghasilkan konsep “Teologi Non-Kekerasan Transformatif” yang dioperasionalkan melalui kerangka triadik: transformasi batin (spiritual core), reformasi struktural (social structure), dan perubahan narasi budaya (cultural shift). Kontribusi ilmiah artikel ini terletak pada pengembangan paradigma baru yang mengintegrasikan dimensi teologis, filosofis, dan sosial dalam upaya membangun masyarakat tanpa kekerasan yang tidak bersifat utopis, melainkan aplikatif dan berkelanjutan.Realitas kekerasan dalam masyarakat modern menunjukkan transformasi signifikan dari bentuk yang bersifat langsung menuju kekerasan struktural, simbolik, dan digital yang semakin terinternalisasi dalam kesadaran kolektif. Kondisi ini menandakan bahwa kekerasan tidak lagi sekadar fenomena sosial, melainkan telah menjadi bagian dari konstruksi epistemik yang membentuk cara berpikir dan bertindak manusia. Namun demikian, kajian-kajian terdahulu masih cenderung memahami kekerasan sebagai peristiwa kasuistik, serta menempatkan teologi pada ranah normatif yang kurang memiliki daya transformasi sosial. Di sinilah letak kesenjangan penelitian: belum adanya integrasi konseptual antara teologi, filsafat, dan ilmu sosial yang mampu merumuskan paradigma non-kekerasan yang operasional dan transformatif. Artikel ini bertujuan untuk merekonstruksi teologi sebagai paradigma epistemik dalam mengatasi kekerasan struktural modern melalui pendekatan interdisipliner yang menggabungkan teologi transformatif, filsafat kritis, dan spiritualitas tasawuf. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif konseptual dengan analisis kritis-hermeneutik terhadap wacana kekerasan dan teologi. Argumen utama yang diajukan adalah bahwa kekerasan berakar pada krisis kesadaran epistemik dan spiritual, sehingga penanggulangannya memerlukan rekonstruksi teologi yang tidak hanya normatif, tetapi juga praksis dan transformatif. Temuan penelitian ini menghasilkan konsep “Teologi Non-Kekerasan Transformatif” yang dioperasionalkan melalui kerangka triadik: transformasi batin (spiritual core), reformasi struktural (social structure), dan perubahan narasi budaya (cultural shift). Kontribusi ilmiah artikel ini terletak pada pengembangan paradigma baru yang mengintegrasikan dimensi teologis, filosofis, dan sosial dalam upaya membangun masyarakat tanpa kekerasan yang tidak bersifat utopis, melainkan aplikatif dan berkelanjutan
Penegakan Hukum Pidana Oleh Polairud Polda Lampung Dalam Menanggulangi Tindak Pidana Perikanan (Illegal Fishing) Di Perairan Provinsi Lampung (Dalam Perspektif Birokrasi Peradilan Pidana) Jeany Helga Alfiyanti; Maroni; Mamanda Syahputra Ginting
QAWIUN : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publiseher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qw.v2i1.896

Abstract

Tindak pidana perikanan atau illegal fishing di perairan Provinsi Lampung merupakan persoalan hukum yang berdampak langsung terhadap kelestarian sumber daya ikan, ekosistem laut, keselamatan masyarakat nelayan, dan ketertiban pemanfaatan wilayah perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penegakan hukum pidana oleh Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara Polda Lampung dalam menanggulangi tindak pidana perikanan, serta mengkaji efektivitasnya dalam perspektif birokrasi peradilan pidana. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan sosiologis. Hasil kajian menunjukkan bahwa Polairud Polda Lampung melaksanakan penanggulangan illegal fishing melalui sarana penal dan nonpenal, meliputi patroli perairan, deteksi dini, penyelidikan, penyidikan, penangkapan pelaku, penyitaan barang bukti, koordinasi dengan instansi terkait, serta pembinaan masyarakat nelayan. Dalam perspektif birokrasi peradilan pidana, keberhasilan penegakan hukum tidak hanya ditentukan oleh tindakan kepolisian, tetapi juga oleh keterpaduan kerja antara penyidik Polri, PPNS perikanan, kejaksaan, pengadilan, dan lembaga terkait lainnya. Hambatan utama yang dihadapi meliputi luasnya wilayah perairan, keterbatasan sarana patroli, perubahan modus operandi pelaku, rendahnya kesadaran hukum nelayan, serta faktor ekonomi masyarakat pesisir. Oleh karena itu, penegakan hukum pidana terhadap illegal fishing di Lampung perlu diarahkan pada model birokrasi peradilan pidana yang terpadu, responsif, transparan, dan berorientasi pada perlindungan ekosistem laut serta keberlanjutan sumber daya perikanan.

Page 4 of 4 | Total Record : 40