cover
Contact Name
Nova Asvio
Contact Email
talim@mail.uinfasbengkulu.ac.id
Phone
+6285793886665
Journal Mail Official
talim@mail.uinfasbengkulu.ac.id
Editorial Address
Jl. Raden Patah, Kelurahan, Pagar Dewa, Selebar, Pagar Dewa, Selebar, Kota Bengkulu, Bengkulu 65144, Indonesia
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam
is an open-access, peer-reviewed academic journal established to disseminate state-of-the-art knowledge in the field of Islamic education. Published by the Pusat Publikasi Ilmiah of UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Indonesia. The journal serves as a scholarly platform that bridges theory and practice across diverse areas of Islamic educational studies. It aims to publish and disseminate high-quality research and is committed to providing a space for professionals, educators, teachers, college students, practitioners of Islamic education, and researchers to share their knowledge, innovations, and experiences in the dynamic and evolving field of Islamic education. This journal focuses on empirical, theoretical, and conceptual issues surrounding Islamic education.
Articles 351 Documents
Actualization of Fitrah in Islamic Education: (A Textual and Contextual Study of QS. Al-Rūm: 30 and the Hadith on Fitrah) Faham Syah; Ihsanul Hakim
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 25, No 1 (2026): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/attalim.v25i1.11324

Abstract

ENGLISH: Actualization of Fitrah in Islamic Education: (A Textual and Contextual Study of QS. Al-Rūm: 30 and the Hadith on Fitrah)Objective: This study aims to examine the actualization of the concept of fitrah in Islamic education through the analysis of QS. Al-Rūm verse 30 and related hadiths, and to formulate an integrative fitrah-based educational framework unifying exegesis, hadith, maqāṣid al-sharī‘ah, developmental psychology, and neuroscience. Methods: A qualitative approach was employed using a library research design, utilizing content analysis and thematic interpretation of primary sources and relevant scientific literature. Results: Fitrah is identified as an innate theological and humanistic potential oriented toward monotheism, morality, and holistic self-development. This multidisciplinary integration strengthens the theoretical foundations of curricula and pedagogical strategies, making them adaptive to learners' psychological and cognitive developmental stages. Conclusion: The fitrah-based Islamic education model offers a holistic paradigm for addressing moral degradation, spiritual crises, and digital culture disruptions. Contribution: This study enriches the theoretical discourse by repositioning fitrah as an integrative foundation for 21st-century Islamic education.INDONESIAN: Aktualisasi Fitrah Dalam Pendidikan Islam: (Studi Tekstual dan Kontekstual QS. Al-Rūm: 30 dan Hadis tentang Fitrah)Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengkaji aktualisasi konsep fitrah dalam pendidikan Islam melalui analisis QS. Al-Rūm ayat 30 dan hadis terkait, serta merumuskan kerangka konseptual pendidikan berbasis fitrah yang mengintegrasikan tafsir, hadis, maqāṣid al-syarī‘ah, psikologi perkembangan, dan neurosains. Metode: Pendekatan kualitatif digunakan dengan desain studi kepustakaan melalui metode analisis isi dan interpretasi tematik terhadap berbagai sumber primer serta literatur ilmiah relevan. Hasil: Fitrah diidentifikasi sebagai potensi bawaan teologis dan humanis yang berorientasi pada tauhid, moralitas, serta pengembangan diri secara holistik. Integrasi lintas disiplin ilmu tersebut memperkuat landasan teoretis kurikulum dan strategi pedagogi yang adaptif terhadap fase perkembangan psikologis serta kognitif peserta didik. Kesimpulan: Model pendidikan Islam berbasis fitrah menawarkan paradigma alternatif yang solutif dalam menghadapi tantangan degradasi moral, spiritual, dan disrupsi budaya digital. Kontribusi: Studi ini memperkaya khazanah teoretis dengan memosisikan kembali konsep fitrah sebagai fondasi integratif pendidikan Islam abad ke-21 melalui sinergi otoritas teks klasik dan sains modern.
Implementation of the 'Sekolah Sisan Ngaji (SSN)' Program at an Elementary School: A Study of Teaching Methods, Learning Activities, and Barriers Muhammad Hafid Al Husain; Hery Setiyatna; Naili Mar'atil Fitriyah
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 25, No 1 (2026): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/attalim.v25i1.11590

Abstract

ENGLISH: Implementation of the Sekolah Sisan Ngaji (SSN) Program at an Elementary School: A Study of Teaching Methods, Learning Activities, and BarriersPurpose: This study aimed to describe and analyze the implementation of the Sekolah Sisan Ngaji (SSN) Program at SDN 1 Todanan, Blora Regency. Method: A qualitative single-case study design was employed. Data were collected through participatory observation, semi-structured interviews, and document analysis and were analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña interactive model. Results: The SSN Program was implemented as a standalone subject using the UMMI method, peer tutoring, and lecture-discussion approaches. Learning activities included Qur’anic literacy, tajwid instruction, memorization of short surahs, daily prayers, and religious habituation. Seven sixth-grade students successfully memorized the entire Juz 30 in 2026. Major barriers included an unfavorable teacher–student ratio, limited Qur’an availability, and insufficient time for individualized instruction. Conclusion: A structured curriculum, appropriate teaching methods, and a strong religious culture supported successful Qur’anic learning despite limited resources. Contribution: This study provides an empirical model for implementing local Islamic education policies in resource-constrained elementary schools.INDONESIAN: Implementasi Program Sekolah Sisan Ngaji (SSN) di Sekolah Dasar: Kajian Metode Pembelajaran, Aktivitas Pembelajaran, dan Faktor PenghambatTujuan: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis implementasi Program Sekolah Sisan Ngaji (SSN) di SDN 1 Todanan, Kabupaten Blora. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil: Program SSN dilaksanakan sebagai mata pelajaran mandiri dengan metode UMMI, tutor sebaya, serta ceramah dan tanya jawab. Aktivitas pembelajaran mencakup baca tulis Al-Qur’an, tajwid, hafalan surah pendek, doa harian, dan pembiasaan religius. Sebanyak tujuh siswa kelas VI berhasil menghafal Juz 30 pada tahun 2026. Hambatan utama meliputi rasio guru-siswa yang tidak ideal, keterbatasan Al-Qur’an, dan waktu bimbingan individual yang terbatas. Kesimpulan: Kurikulum terstruktur dan budaya religius mendukung keberhasilan pembelajaran Al-Qur’an meskipun sumber daya terbatas. Kontribusi: Penelitian ini menyediakan model empiris implementasi kebijakan pendidikan Islam lokal bagi sekolah dasar dengan keterbatasan sumber daya.
Reconstructing an Islamic Value-Based Curriculum for Strengthening Educational Ethics: An Implementational Case Study in Madrasah Siti Saroh Hasibuan; Sri Wahyuni; Lilis Gusliyah; Nanda Mulyani Pratiwi; Ana Susiana; Abdul Hadi Alghani
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 25, No 1 (2026): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/attalim.v25i1.11112

Abstract

ENGLISH: Reconstructing an Islamic Value-Based Curriculum for Strengthening Educational Ethics: An Implementational Case Study in Madrasah Objective: This study analyzes the reconstruction of an Islamic values based curriculum to strengthen educational ethics in madrasahs by examining its planning, implementation, evaluation, and impact on student character. Method: A qualitative case study was conducted at Madrasah Aliyah Bahrul Ulum, Riau, Indonesia. Data were collected through observations, semi structured interviews, and document analysis, then analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña interactive model with triangulation. Results: Curriculum reconstruction systematically integrated Islamic values into learning objectives, content, instructional strategies, assessment, and school culture, improving students' discipline, honesty, responsibility, social awareness, and teachers' professionalism. Conclusion: Educational ethics are strengthened through the integration of curriculum, pedagogy, leadership, and school culture within a coherent educational ecosystem. Contribution: This study proposes a systematic framework for implementing Islamic values based curricula that supports sustainable character development in madrasahs.INDONESIAN: Rekontruksi Kurikulum Berbasis Nilai-nilai Islam dalam Penguatan Etika Pendidikan: Studi Kasus Implementatif di Madrasah.Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis rekonstruksi kurikulum berbasis nilai-nilai Islam dalam memperkuat etika pendidikan di madrasah melalui kajian terhadap perencanaan, implementasi, evaluasi, dan dampaknya terhadap pembentukan karakter peserta didik. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di Madrasah Aliyah Bahrul Ulum, Riau, Indonesia. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña dengan triangulasi. Hasil: Rekonstruksi kurikulum mengintegrasikan nilai-nilai Islam secara sistematis ke dalam tujuan pembelajaran, materi, strategi pembelajaran, penilaian, dan budaya madrasah sehingga meningkatkan kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, kepedulian sosial peserta didik, serta profesionalisme guru. Kesimpulan: Penguatan etika pendidikan dicapai melalui integrasi kurikulum, pembelajaran, kepemimpinan, dan budaya madrasah dalam suatu ekosistem pendidikan yang terpadu. Kontribusi: Penelitian ini menawarkan kerangka implementatif kurikulum berbasis nilai yang sistematis untuk mendukung pengembangan karakter secara berkelanjutan di madrasah. 
An Analysis of Aisyiyah’s Islamic Educational Policies for Family and Community Empowerment: Insights from Siti Chamamah Soeratno Iqbal Maulana; Muhammad Firdaus
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 25, No 1 (2026): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/attalim.v25i1.9779

Abstract

ENGLISH: An Analysis of Aisyiyah’s Islamic Educational Policies for Family and Community Empowerment: Insights from Siti Chamamah Soeratno  Objective: This study examines Aisyiyah’s Islamic educational policies for strengthening families and communities through the cultural perspective of Siti Chamamah Soeratno. Method: Using a qualitative library research approach, the study analyzes Aisyiyah’s official documents and Chamamah’s scholarly works on Islamic education, culture, gender, and community development through content analysis. Results: The findings reveal that Aisyiyah’s policies emphasize mothers as primary educators, early Islamic character formation, community-based education, and the integration of da‘wah with social empowerment. Chamamah’s perspective reinforces these policies by positioning cultural literacy, humanistic communication, and women’s agency as essential foundations of family and community education. Conclusion: Aisyiyah’s educational policies constitute a holistic framework for empowering Muslim families and communities by integrating Islamic values, education, and cultural engagement. Contribution: This study contributes a cultural literacy perspective that enriches the discourse on Islamic educational policy, women’s educational movements, and family- and community-based Islamic education. Keywords: Islamic Educational Policy; Aisyiyah; Family-Based Education; Community Education; Siti Chamamah Soeratno.INDONESIAN: Analisis Kebijakan Pendidikan Islam Aisyiyah untuk Pemberdayaan Keluarga dan Masyarakat: Perspektif Siti Chamamah SoeratnoTujuan: Penelitian ini menganalisis kebijakan pendidikan Islam Aisyiyah dalam memperkuat keluarga dan masyarakat melalui perspektif pemikiran kultural Siti Chamamah Soeratno. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka melalui analisis isi terhadap dokumen resmi Aisyiyah serta karya-karya Siti Chamamah Soeratno mengenai pendidikan Islam, budaya, gender, dan pengembangan masyarakat. Hasil: Temuan menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan Aisyiyah menekankan peran ibu sebagai pendidik utama, pembentukan karakter Islami sejak dini, pendidikan berbasis komunitas, serta integrasi dakwah dengan pemberdayaan sosial. Pemikiran Chamamah memperkuat kebijakan tersebut melalui literasi budaya, komunikasi humanis, dan agensi perempuan. Kesimpulan: Kebijakan pendidikan Aisyiyah membentuk kerangka holistik bagi pemberdayaan keluarga dan masyarakat Muslim. Kontribusi: Penelitian ini memperkaya kajian kebijakan pendidikan Islam melalui perspektif literasi budaya dalam gerakan pendidikan perempuan berbasis keluarga dan komunitas.
Reconstructing the Concept of Hadith on Niyyah (Intention) toward the Essential Roles of Religious Teachers and Students in the Digital Era Diniputri Azhari; Abdul Azis Teo; Hanum Lestari Ningsih; Apriliah Liah
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 25, No 1 (2026): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/attalim.v25i1.11778

Abstract

ENGLISH: Reconstructing the Concept of Hadith on Intention toward the Essential Roles of Religious Teachers and Students in the Digital EraObjective: This study aims to reconstruct the concept of intention (niyyah) in the Prophetic traditions as a conceptual foundation for the essential roles of Islamic education teachers and students in addressing the challenges of the digital era. Method: A qualitative approach using content analysis was employed to examine relevant hadith, classical hadith commentaries, cognitive psychology literature, and studies on Islamic and digital education. Results: The findings indicate that intention functions not only as a prerequisite for worship but also as a pedagogical foundation that fosters self-awareness, self-regulation, digital integrity, academic honesty, a culture of tabayyun (critical verification), and the ethical use of technology as a wasilah to achieve the ultimate educational purpose (ghayah). Conclusion: The reconstructed concept of intention provides an ethical framework integrating digital competence with spiritual and moral values in Islamic education. Contribution: This study proposes a novel conceptual model integrating Prophetic traditions, cognitive psychology, and digital education to strengthen the digital integrity of Islamic education teachers and students through value-based educational practices.INDONESIAN: Rekontruksi Konsep Hadis Niat terhadap Esensi pada Peran Guru Agama dan Siswa di Era DigitalTujuan: Penelitian ini bertujuan merekonstruksi konsep hadis tentang niat sebagai landasan konseptual bagi esensi peran guru agama dan siswa dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode content analysis terhadap hadis tentang niat, kitab syarah hadis, literatur psikologi kognitif, serta kajian pendidikan Islam dan pendidikan digital. Hasil: Temuan menunjukkan bahwa niat tidak hanya berfungsi sebagai syarat sah ibadah, tetapi juga sebagai landasan pedagogis yang membentuk self-awareness, self-regulation, integritas digital, kejujuran akademik, budaya tabayyun, dan pemanfaatan teknologi sebagai wasilah untuk mencapai tujuan pendidikan (ghayah). Kesimpulan: Rekonstruksi konsep niat menghasilkan kerangka etis yang mengintegrasikan kompetensi digital dengan nilai spiritual dan moral. Kontribusi: Penelitian ini menawarkan model konseptual baru yang mengintegrasikan hadis, psikologi kognitif, dan pendidikan digital sebagai paradigma pendidikan Islam berbasis nilai untuk memperkuat integritas guru agama dan karakter siswa pada era transformasi digital.
A Development Model of Pesantren Education in Muhammadiyah Boarding Schools: The Epistemological Perspective of Muhammad Abid Al Jabiri Agus firmansyah; Yumidiana Tya Nugraheni; Dede Permana
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 25, No 1 (2026): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/attalim.v25i1.11525

Abstract

ENGLISH: A Model for the Development of Pesantren Education in Muhammadiyah Boarding Schools from the Epistemological Perspective of Muhammad Abid Al JabiriObjective: This study aims to develop a model of pesantren education at Muhammadiyah Boarding School (MBS) Yogyakarta based on Muhammad Abid Al-Jabiri's epistemological perspective. Methods: This study employed a qualitative case study design. Data were collected through interviews, observations, and analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. Results: The findings indicate that the educational model is predominantly grounded in bayani epistemology, as reflected in the institutional vision and mission, curriculum structure, instructional materials, and teacher profiles. Although the national curriculum has been institutionally integrated, it has not achieved epistemological integration, resulting in a continuing dichotomy between religious and general knowledge. Conclusion: The development of pesantren education at MBS Yogyakarta remains primarily oriented toward bayani epistemology. Contribution: This study proposes a conceptual model for developing pesantren education through the integration of bayani, burhani, and irfani epistemologies to promote a more integrative, adaptive, and contextually relevant model of Islamic education.INDONESIA: Model Pengembangan Pendidikan Pesantren di Muhammadiyah Boarding School: Perspektif Epistemologi Muhammad Abid Al-JabiriTujuan: Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pendidikan pesantren di Muhammadiyah Boarding School (MBS) Yogyakarta berdasarkan perspektif epistemologi Muhammad Abid Al-Jabiri. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil: Model pendidikan MBS Yogyakarta didominasi oleh epistemologi bayani yang tercermin dalam visi dan misi, struktur kurikulum, materi pembelajaran, serta latar belakang pendidik. Integrasi kurikulum nasional telah dilakukan, tetapi belum mencapai integrasi epistemologis sehingga masih terjadi dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum. Kesimpulan: Pengembangan pendidikan pesantren di MBS Yogyakarta masih bertumpu pada epistemologi bayani sebagai landasan utama penyelenggaraan pendidikan. Kontribusi: Penelitian ini menawarkan model pengembangan pendidikan pesantren berbasis integrasi epistemologi bayani, burhani, dan irfani sebagai kerangka konseptual untuk memperkuat pengembangan pendidikan Islam yang lebih integratif, adaptif, dan kontekstual.
The Integration of Islamic Da'wah and Education in Fostering Youth Morality within the Digital Era Istihabul Imamah; Ragwan Albaar
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 25, No 1 (2026): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/attalim.v25i1.11706

Abstract

ENGLISH: The Integration of Islamic Da'wah and Education in Fostering Youth Morality within the Digital EraObjective: This study aims to formulate an integration model of Islamic dawah and education as a moral reinforcement strategy for the younger generation in facing digital era challenges. Method: The study employs a qualitative approach with the Directed Qualitative Content Analysis (DQCA) method through the analysis of literature and scientific documents using a directed coding process. Findings: The results indicate that the implementation of digital dawah along with formal, nonformal, and informal education still operates in a fragmented manner, thereby failing to form an integrated moral development system. Furthermore, the dynamics of social media algorithms, unfiltered information flows, and low digital literacy heighten the vulnerability of the younger generation to moral degradation. Conclusion: The integration model of Islamic dawah and education provides a theoretical foundation as well as practical guidelines for educators, dawah practitioners, parents, and policymakers in designing moral development strategies for the younger generation that are adaptive, collaborative, sustainable, and relevant to digital technological advancements. Contribution: This study offers the Dawah Didik Model as a new integrative framework that comprehensively aligns a value-based curriculum, contextual dawah, and digital parenting.INDONESIAN: Integrasi Dakwah Islam dan Pendidikan dalam Pembentukan Moral Generasi Muda di Era DigitalTujuan: Penelitian ini bertujuan merumuskan model integrasi dakwah Islam dan pendidikan sebagai strategi penguatan moral generasi muda dalam menghadapi tantangan era digital. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Directed Qualitative Content Analysis (DQCA) melalui analisis literatur dan dokumen ilmiah menggunakan pengodean terarah. Hasil: Temuan menunjukkan bahwa implementasi dakwah digital serta pendidikan formal, nonformal, dan informal masih berlangsung secara parsial sehingga belum membentuk sistem pembinaan moral yang terpadu. Selain itu, dinamika algoritma media sosial, arus informasi tanpa filter, dan rendahnya literasi digital turut meningkatkan kerentanan generasi muda terhadap degradasi moral. Kesimpulan: Model integrasi dakwah islam dan pendidikan memberikan landasan teoretis sekaligus panduan praktis bagi pendidik, dai, orang tua, dan pemangku kebijakan dalam merancang strategi pembinaan moral generasi muda yang adaptif, kolaboratif, berkelanjutan, serta relevan dengan perkembangan teknologi digital. Kontribusi: Penelitian ini menawarkan Model Dakwah-Didik sebagai kerangka integratif baru yang menyelaraskan kurikulum berbasis nilai, dakwah kontekstual, dan pengasuhan digital secara komprehensif.
The Role of Aqidah Akhlak (Islamic Creed and Morals) Teachers in Fostering the Religious Character of Junior High School Students through the Scientific Approach Ghozali Ghozali; Mohammad Asrori; Mokhammad Yahya
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 25, No 1 (2026): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/attalim.v25i1.11623

Abstract

ENGLISH: The Role of Aqidah Akhlak (Islamic Creed and Morals) Teachers in Fostering the Religious Character of Junior High School Students through the Scientific ApproachObjective: This study aims to analyze the role of Aqidah Akhlak (Islamic Faith and Morals) teachers in strengthening students' religious character through the scientific approach at a junior high school. Methods: This study employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through observations, interviews, and documentation. Data credibility was established using source and technique triangulation. Results: The findings indicate that Aqidah Akhlak teachers serve as facilitators, motivators, mentors, supervisors, and role models by integrating religious values into every stage of the scientific approach. Implementation was supported by teacher commitment, a religious school environment, and religious programs, while differences in students' backgrounds, limited parental supervision, and peer influence remained major challenges. Conclusion: Integrating religious values into the scientific approach effectively strengthens students' religious character. Contribution: This study contributes to the development of scientific approach based Aqidah Akhlak learning as a strategy for strengthening religious character in Islamic educational institutions.INDONESIAN: Peran Guru Akidah Akhlak dalam Membentuk Karakter Religius Siswa SMP melalui Pendekatan Saintifik Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis peran guru Akidah Akhlak dalam membentuk karakter religius siswa melalui pendekatan saintifik di SMP Al Hamidiyah Sen Asen Konang Bangkalan. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil: Guru Akidah Akhlak berperan sebagai fasilitator, motivator, pembimbing, pengawas, dan teladan dalam mengintegrasikan nilai nilai keagamaan pada setiap tahapan pendekatan saintifik. Keberhasilan didukung oleh komitmen guru, lingkungan sekolah yang religius, dan program keagamaan, sedangkan hambatan meliputi perbedaan latar belakang siswa, kurangnya pengawasan orang tua, dan pengaruh lingkungan pergaulan. Kesimpulan: Integrasi nilai nilai keagamaan melalui pendekatan saintifik efektif membentuk karakter religius siswa. Kontribusi: Penelitian ini memperkaya pengembangan pembelajaran Akidah Akhlak berbasis pendekatan saintifik sebagai strategi penguatan karakter religius di lembaga pendidikan Islam.
The Implementation of the Research Roadmap and Its Contribution to Lecturers' Scientific Publication Productivity in an Islamic Education Study Program at a Higher Education Institution Ajat Rukajat; Agus Susilo Saefullah; Muhammad Azdzahaby Al Faraya
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 25, No 1 (2026): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/attalim.v25i1.11764

Abstract

ENGLISH: The Implementation of the Research Roadmap and Its Contribution to Lecturers' Scientific Publication Productivity in an Islamic Education Study Program at a Higher Education InstitutionObjective: This study aims to analyze the implementation of the research roadmap and its contribution to the scientific publication productivity of lecturers in the Islamic Religious Education Study Program. Method: The study utilized a qualitative case study design. Data were collected through semi-structured interviews with the study program coordinator and lecturers, as well as a documentation review of the research roadmap, Internal Quality Audit (AMI) documents, and lecturer publication data. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model. Results: The research roadmap serves as a strategic instrument for directing and controlling research activities, strengthening the focus of studies, encouraging academic collaboration, and increasing the scientific publication productivity of lecturers as well as student involvement in research. Conclusion: The implementation of the roadmap supports the development of a targeted, collaborative, and sustainable research ecosystem. Contribution: These findings reinforce the concept of research governance through the utilization of a roadmap as an instrument to increase the scientific publication productivity of lecturers.INDONESIAN: Implementasi Roadmap Penelitian dan Kontribusinya terhadap Produktivitas Publikasi Ilmiah Dosen pada Program Studi Pendidikan Agama Islam di Perguruan TinggiTujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi roadmap penelitian dan kontribusinya terhadap produktivitas publikasi ilmiah dosen pada Program Studi Pendidikan Agama Islam. Metode: Penelitian menggunakan desain studi kasus kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan koordinator program studi dan dosen, serta studi dokumentasi terhadap roadmap penelitian, dokumen Audit Mutu Internal (AMI), dan data publikasi dosen. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil: Roadmap penelitian berfungsi sebagai instrumen strategis untuk mengarahkan dan mengendalikan kegiatan penelitian, memperkuat fokus kajian, mendorong kolaborasi akademik, serta meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah dosen dan keterlibatan mahasiswa dalam penelitian. Kesimpulan: Implementasi roadmap mendukung pengembangan ekosistem penelitian yang terarah, kolaboratif, dan berkelanjutan. Kontribusi: Temuan ini memperkuat konsep tata kelola penelitian melalui pemanfaatan roadmap sebagai instrumen peningkatan produktivitas publikasi ilmiah dosen.
Adaptive Transformation Model of Traditional Islamic Educational Institutions in Indonesia: An Integrative Analysis of Pesantren, Mosques, Surau, and Meunasah Nahdliyatul Mufidah; Amir Maliki Abitolkha; Viki Mayanfauki
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 25, No 1 (2026): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/attalim.v25i1.11799

Abstract

ENGLISH: Adaptive Transformation Model of Traditional Islamic Educational Institutions in Indonesia: An Integrative Analysis of Pesantren, Mosques, Surau, and Meunasah Objective: This study examines the adaptive transformation and contributions of traditional Islamic educational institutions, such as pesantren, mosques, surau, and meunasah, within Indonesia's national education system. Methods: A qualitative approach using Qualitative Content Analysis (QCA) was employed to analyze peer reviewed journal articles, policy documents, regulations, and relevant literature. Data were analyzed through systematic coding, categorization, interpretation, and thematic synthesis to develop a conceptual model. Results: Four transformational dimensions were identified: Tradition, Adaptation, Integration, and National Contribution. These institutions have successfully preserved their Islamic identity and local wisdom while adapting to the demands of contemporary education. Conclusion: Their transformation reflects the integration of Islamic values, local culture, and national education policies without compromising their institutional identity. Contribution: This study proposes the Adaptive Transformation Model of Traditional Islamic Educational Institutions as a novel conceptual framework to support the development of inclusive, adaptive, and sustainable Islamic education policies.INDONESIAN: Transformasi dan Kontribusi Lembaga Pendidikan Islam Tradisional di Indonesia: Studi Integratif atas Pesantren, Masjid, Surau dan MeunasahTujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi adaptif dan kontribusi lembaga pendidikan Islam tradisional, yaitu pesantren, masjid, surau, dan meunasah, dalam sistem pendidikan nasional Indonesia. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Qualitative Content Analysis (QCA) terhadap artikel jurnal bereputasi, dokumen kebijakan, regulasi, dan literatur yang relevan. Analisis dilakukan melalui tahapan pengodean, kategorisasi, interpretasi, dan sintesis tematik untuk membangun model konseptual. Hasil: Penelitian mengidentifikasi empat dimensi transformasi, yaitu Tradisi, Adaptasi, Integrasi, dan Kontribusi Nasional. Keempat lembaga mampu mempertahankan identitas keislaman dan kearifan lokal sekaligus beradaptasi dengan tuntutan pendidikan modern. Kesimpulan: Transformasi berlangsung secara adaptif melalui integrasi nilai-nilai Islam, budaya lokal, dan kebijakan pendidikan nasional tanpa menghilangkan identitas kelembagaan. Kontribusi: Penelitian ini menawarkan Model Transformasi Adaptif Lembaga Pendidikan Islam Tradisional sebagai kebaruan konseptual yang menjadi rujukan bagi pengembangan kebijakan pendidikan Islam yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.